Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Model Fintech Syariah Berbasis Edukasi dan Securities Crowdfunding untuk Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Muhammad Ramdan Ridwanullah; Ganis Khairulysa Prasetiyo; Sela Nur Aulia; Joni Joni; Raihani Fauziah
SANTRI : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : SANTRI : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/santri.v3i5.1859

Abstract

Sharia based financial technology (fintech) that integrates educational features and securities crowdfunding is considered a strategic approach to address the low levels of Islamic financial literacy and inclusion in Indonesia. This article aims to examine how the integration of Islamic financial education and the use of sharia-compliant securities crowdfunding platforms can serve as an effective model to enhance public participation especially among MSMEs and younger demographics in the Islamic financial ecosystem. The study employs a literature review and case analysis based on recent scholarly works and industry reports. Findings indicate that fintech platforms equipped with interactive financial education modules and sharia investment simulations can significantly improve public understanding of Islamic financial principles and products. Moreover, sharia-based securities crowdfunding offers participatory investment opportunities while promoting ethical and halal economic activities. Nonetheless, challenges remain in regulatory alignment, sharia compliance verification, and public trust. Therefore, collaboration among regulators, industry players, and educational institutions is essential to foster an inclusive, transparent, and sustainable Islamic fintech ecosystem. This model is expected to be an innovative solution to expand access to Islamic financial services while strengthening public literacy and confidence in Islamic finance.
Pengaruh Pengetahuan tentang Tujuan Asuransi Syariah dan Isi Polis terhadap Penerapan Prinsip Kepentingan dalam Akad Tabarru Rifa Naza Amalia; Muhammad Naufal Zaini; Faiz Zaki Fadillah; Joni Ahmad Mughni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan mengenai tujuan asuransi syariah dan pemahaman terhadap isi polis terhadap penerapan prinsip kepentingan (insurable interest) dalam akad tabarru’. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan literasi mengenai tujuan asuransi syariah dan pemahaman isi polis berpengaruh positif terhadap penerapan prinsip kepentingan dalam akad tabarru’. Data sekunder memperlihatkan pertumbuhan signifikan dalam partisipasi peserta asuransi syariah seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap prinsip syariah. Temuan ini mengindikasikan pentingnya edukasi dan transparansi informasi dalam meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan nasabah terhadap prinsip-prinsip syariah.
Analisis Pengembalian Dana (refund) pada Pemutusan Akad Asuransi Syariah di Tengah masa kontrak Dede San San Ramlan sandiyana; Mochamad Syahril Sabar Suryana; Agung Ikram Gunawan; Rubby Aziz Zaura Kamal; Raihani Fauziah
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the refund mechanism in Islamic insurance (takaful), particularly in cases of contract termination prior to maturity. Rooted in the principles of justice, mutual assistance (ta’awun), and collective guarantee (takaful), Islamic insurance avoids elements of riba, gharar, and maisir through a combination of tabarru’ (donation) and tijarah (commercial) contracts. Although Fatwa DSN-MUI No. 21/DSN-MUI/X/2001 stipulates that tabarru’ funds are irrevocable donations, refund practices often raise legal uncertainties due to the absence of standardized procedures and clear contractual provisions. Fatwa DSN-MUI No. 81/DSN-MUI/III/2011 allows for refund agreements, yet implementation varies across institutions. A case study of PT Sun Life Syariah is employed to examine refund practices in mid-contract termination, focusing on contract structure, transparency, and regulatory compliance. Using a normative approach and empirical analysis of policy documents, internal SOPs, and stakeholder interviews, this research aims to propose a refund mechanism aligned with maqashid sharia and Indonesian positive law. The findings are expected to enrich the academic discourse in Islamic economic law and contribute to consumer protection reform in the Islamic insurance industry.
Analisis perbandingan antara Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional: Landasan Hukum, Konsep, Prinsip, dan Pengelolaan Dana Hanafi Nur Zein; Rafka Nafisa Kurnia; Nilzam Anfasa Mulluq; Tegar Faiz Fahrezy; Joni Ahmad Mughni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.6032

Abstract

Perkembangan industri asuransi di Indonesia selama dua puluh tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, seiring dengan peningkatan kesadaran umum tentang pentingnya perlindungan terhadap risiko finansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas perbedaan mendasar antara asuransi syariah dan asuransi konvensional dari segi dasar hukum, konsep, prinsip operasional, dan pengelolaan dana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif komparatif, yang merujuk pada berbagai sumber, peraturan yang berlaku, dan fatwa dari DSN-MUI. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa asuransi syariah didasarkan pada prinsip tolong-menolong dan sumbangan, menggunakan akad yang sesuai dengan syariah, serta menerapkan pengelolaan dana yang terbuka, tanpa adanya unsur ketidakpastian, perjudian, atau riba. Di sisi lain, asuransi konvensional fokus pada keuntungan, dengan sistem premi dan klaim yang berbasis bunga serta kontrak jual beli risiko. Hasil ini menegaskan bahwa asuransi syariah bisa menjadi opsi perlindungan finansial yang lebih adil, transparan, dan sesuai dengan ajaran Islam. Diharapkan, penelitian ini dapat menambah wawasan dalam bidang ekonomi syariah dan menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih produk asuransi yang sesuai.
Analisis Perbandingan Lembaga Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional : Sebuah Tinjauan Litelatur: Asuransi Syariah, Asuransi, Tabarru’, Sharing Of Risk, Hukum Islam Ilman Miftahul Fauzi; Iqbal Abdul Azis; Fahmi Nurfatwa; Muhammad Gesta Nugraha Fauzi; Joni; Raihani Fauziah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 5 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i5.6983

Abstract

The increasing demand for insurance products in Indonesia, especially among the Muslim majority, has prompted the need for an in-depth study of the differences between sharia insurance and conventional insurance. This study uses a qualitative method with a literature review approach, where data sources are obtained from academic literature, regulations, and relevant national journal articles. The analysis was conducted through content analysis to identify the fundamental similarities and differences in terms of legal basis, fund management mechanisms, fund ownership principles, and risk sharing systems. The results of the study show that sharia insurance is based on the Qur'an, Hadith, ijma, and qiyas, with the main principle of mutual assistance (ta'awun) and a risk-sharing mechanism through tabarru' funds that remain the collective property of the participants. Conversely, conventional insurance is rooted in Western positive law with the principle of transfer of risk, where the premiums paid become the full property of the company, while the investment profits are fully controlled by the insurer. In addition, conventional insurance practices have the potential to contain elements of gharar, maisir, and riba, which are not in accordance with Islamic law. The conclusion shows that sharia insurance is not merely a financial protection instrument, but also a form of social solidarity and justice that is more in line with the needs of the Muslim community in Indonesia.
SUBROGASI, RESTORNO, ENDORSMENT, KLAUSULA, DAN URUTAN KEKUATAN HUKUM (KUHD) POLIS DAN KLAUSULA Aish Kinar Naqiya; Anitaliana; Meisya Lutfiah; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6382

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kunci dalam Asuransi Syariah: Subrogasi, Restorno, Endorsement, Klausula, dan Urutan Kekuatan Hukum (KUHD) Polis dan Klausula. Subrogasi adalah hak penanggung untuk menggantikan tertanggung dalam menuntut ganti rugi pihak ketiga setelah membayar klaim, sesuai Pasal 284 KUHD, guna menghindari keuntungan berlebihan tertanggung. Restorno adalah pengembalian premi karena batalnya pertanggungan, berdasarkan Pasal 281 KUHD, yang mencerminkan keadilan dan keseimbangan. Klausula mengatur syarat, jaminan, dan risiko dalam polis, dengan jenis-jenis seperti All Risk dan RSCC. Endorsement adalah lampiran perubahan polis yang dapat memperluas atau mempersempit jaminan serta mengubah data tertanggung. Urutan kekuatan hukum diatur dalam Pasal 255 KUHD, di mana polis dan klausula memiliki kekuatan mengikat setelah pendaftaran Hak Tanggungan, memperkuat asas pacta sunt servanda dalam perjanjian asuransi syariah.
Pendapat Ulama Tentang Asuransi dan Fatwa Asuransi Syari’ah Kamilatuzaini; Novi Andriani; Suci Noor Aisah; Joni; Raihani Fauziah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6339

Abstract

Berbagai risiko kehidupan seperti kecelakaan, bencana, dan ketidakpastian ekonomi telah mendorong lahirnya asuransi sebagai instrumen perlindungan finansial. Meskipun demikian, keberadaan asuransi menimbulkan perdebatan di kalangan ulama. Sebagian pihak menilai asuransi tidak diperbolehkan karena dianggap mengandung unsur gharar, maysir, dan riba, sementara yang lain membolehkannya dengan alasan kemaslahatan dan prinsip tolong-menolong. Penelitian ini bertujuan mengkaji pandangan ulama sekaligus menelaah fatwa DSN-MUI mengenai keabsahan asuransi syariah melalui studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan adanya dua pandangan utama: ulama yang menolak karena alasan syariat, dan ulama yang menerima dengan landasan maqashid al- syari’ah. Sebagai jalan tengah, DSN-MUI mengesahkan asuransi syariah (takaful) dengan prinsip akad tabarru’, ta’awun, mudharabah, dan wakalah bil ujrah. Dengan demikian, asuransi syariah dapat diposisikan sebagai alternatif yang sesuai ketentuan syariah sekaligus memberi manfaat sosial- ekonomi bagi masyarakat.
Co-Authors Abdhi Adiansyah Adam Adinda Farhania Ma’rufa Adrian Santris Chaniago Aeni Nurul Fadhilah Agung Ikram Gunawan Aish Kinar Naqiya Aldiva Oriana Hermawan Alya Arini Putri Andara Safitri Fahiratunisa Anggia Dhafa Irvani Anitaliana Annisa Nuraini Asa Zahrani Asep Kurniawan Az Zahrani, Ghiska Cantika Cantika Carisa Aulia Azzahra Dara Tsanya Abdul Rohim Darin Diffana Athifah Dede San San Ramlan sandiyana Defri Irham Gufronny Denisa Ramadhani Depi Amalia Depi Indriani Dimas Adi Sudibyo Dimas Muhamad Rizki Dina Ainul Latifah Dina Ramadhani Dzikri Al-Ghiffari Herman Eva Dwi Suciati Fahmi Nurfatwa Faiz Zaki Fadillah Fariz Abdul Hammam Fasya Dhiyaulhaq M Fatwan Muhammad Hijaj Fauzan Adhipratama Arasyid Fawwaz, Mozza Naiara Firda Kharisma Firdausha, Fauziah Nur Frea Puspita Damayanti Ganis Khairulysa Prasetiyo Hali Hali Hanafi Nur Zein Hazki Ziadatur Rizki Hikmal Azkia Muharam Hikmal Faturahman Hildan Fadlan Hilma Maudi Ilman Miftahul Fauzi Ilone Virginia Oktavian Iqbal Abdul Azis Irma Nursyapa’ah Irman Farhanul Haqiem Jia Ayu Maulida Joni Joni Ahmad Mughni Joni Joni Justin Azmi Luthfi Kamilatuzaini Kanaya Audy Kania Meysachroh Prita Utamy Kaysa Hasnah Mumtaaza Khadijah Khairatun Nisa Laisla Bilqis Lestari, Ayu Dwi Lia Wardatul Umah Lutfiah Alya Nurafifah M. Naufal Amin Mariatul Ulfah Maryam Fany Meisya Lutfiah Mochamad Syahril Sabar Suryana Mohamad Riziq Iskandar Mughni, Joni Ahmad Muhamad Renaldi Muhammad Aditya Saputra Muhammad Aryandhi Fikri Muhammad Farril Nur Fauzan Muhammad Gesta Nugraha Fauzi Muhammad Hilal Nurazizi Saleh Muhammad Naufal Zaini Muhammad Ramdan Ridwanullah Muhammad Zahran Hidayatul Urfa Mutia Latifa Nabila Bilqis Mutiara Nafisatun Nikmah Nagita Aulia Neng Nazma Aulia Nilzam Anfasa Mulluq Novi Andriani Nuri Kamilatul Pikriyyah Peni Apriliani Pipit Pricilia Siska Sintia Muhtari Putri Amelia Sofjan Raafi Al Afghany Rafi Kenny Akhdan Rafka Nafisa Kurnia Rahma Amalia Fadilah Rahma Ayuningtyas Anjani Ranti Dwi Aryanti Resti Maryam Marsabila Rida Nugraha Rifa Naza Amalia Rimarsha Desta Anjani Rinda Nur Agisna Rubby Aziz Zaura Kamal Ryan Cahya Nugraha Salis Azkia Salmah Salsa Bila Rahmawati Salsabila Salsabila Putri Virgiawan Salwa Salsabila Sela Nur Aulia Septi Andini Sevani Desiana Putri Shinta Puja Rinjani Sidiq Pamungkas Sindi Setiawat Sri Mardiyani Suryana Suci Noor Aisah Suci Rahmawati Syera Saffina Tasyqi Masyumatul Aulia Tegar Faiz Fahrezy Tiara Kania Usi Fauziyah Via Nurpadilah Vina Fitria Wafa Jannatul Ma’wa Wahdan Saiduroihan Widya Siti Nabilah Yulfi Rohmatul Hasanah Zidan Sulaeman Hariri