Claim Missing Document
Check
Articles

Perlindungan Hukum Terhadap Pembajakan Hak Cipta Perangkat Lunak (Software) Komputer di Indonesia Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Gede Yudi Arinjaya; I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.269-275

Abstract

Hak cipta adalah salah satu jenis dari beberapa bentuk hak kekayaan intelektual yang meliputi hak paten, hak merek, hak desain industri, dan hak rahasia dagang. Maraknya tindakan ilegal dalam menggunakan software yang dilakukan oleh penduduk Indonesia merupakan sebuah permasalahan serius dalam melanggar hukum yang bisa dianggap sebagai tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum yang serius. Dalam studi ini akan mendiskusikan cara perlindungan hukum diatur terhadap pelanggaran hak cipta perangkat lunak komputer dan bagaimana hukum ditegakkan terhadap pelanggaran hak cipta perangkat lunak. Penelitian ini berdasarkan metode penelitian hukum normatif yang menggunakan pendekatan peraturan hukum dan konsep teoritis. Perlindungan hukum adalah ide yang secara umum dikenal dalam sistem hukum negara mana pun. Penyelesaian pelanggaran Hak Cipta dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu melalui proses pengadilan atau litigasi, arbitrase, atau alternatif penyelesaian sengketa. Lokasi aturan tersebut diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 mengenai Hak Cipta. Hukuman yang akan diberikan kepada pelanggar adalah penjara atau denda yang harus dibayarkan oleh pelaku pelanggaran.
Perlindungan Hukum Terhadap Content Creator Akibat Cyberbullying Pada Sosial Media Instagram Dewa Ayu Adinda Ray Fiyanti; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Analogi Hukum Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.8.1.2026.69-75

Abstract

Dampak Cyberbullying yang berlanjut bisa sangat merusak bagi korban, menghancurkan rasa percaya diri mereka, membuat mereka menjadi murung, khawatir, dan merasa bersalah karena tidak mampu mengatasi gangguan tersebut sendiri. Selain itu, studi ini juga akan mengupas tentang sanksi pidana yang diterapkan kepada pelaku cyberbullying. Fokus masalah yang diteliti pada studi ini yaitu 1) Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap content creator akibat cyberbullying? 2) Bagaimana sanksi pidana bagi pelaku cyberbullying? Tipe studi yang diterapkan dalam studi ini adalah metode studi hukum normatif, yang memanfaatkan analisis terhadap bahan hukum sebagai sumber untuk menyelesaikan isu-isu hukum yang sedang diteliti. Studi ini menghasilkan jik perlindungan hukum untuk pembuat konten diatur melalui Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Pasal tersebut menyatakan, "Setiap individu yang dengan sengaja maupun tanpa hak menyebarkan, mentransmisikan, atau membuat dokumen elektronik dan/atau elektronik yang berisi unsur penghinaan ataupun pencemaran nama baik. " Sanksi bagi pelanggar menurut Pasal 45 ayat (3) UU ITE menghasilkan jika"Setiap individu yang secara sadar dan tanpa izin mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat informasi elektronik maupun dokumen elektronik mengandung unsur penghinaan ataupun pencemaran nama baik sebagaimana diatur melalui Pasal 27 ayat (3) dapat dikenakan hukuman penjara maksimal 4 (empat) tahun dan/atau denda hingga Rp750. 000000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)".
Peningkatan Kompetensi Pramuwisata untuk Menunjang Keberlanjutan Pariwisata Lokal Berbasis Budaya di Desa Tenganan Dauh Tukad, Karangasem I Made Minggu Widyantara; Nyoman Putu Budiartha; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Puspasutari Ujianti
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.86-89

Abstract

Pariwisata di Desa Tenganan Dauh Tukad, Karangasem, sebagai desa tua bercirikan Bali Aga, memiliki potensi budaya dan tradisi yang unik, menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Kelompok Pemandu Wisata setempat berperan penting sebagai jembatan komunikasi dan penyedia pengalaman mendalam tentang budaya lokal bagi wisatawan. Namun, sebagian besar pramuwisata masih menghadapi keterbatasan, seperti penguasaan bahasa asing (Inggris dan Mandarin) yang terbatas, minimnya pelatihan interpretasi budaya, dan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis awig-awig desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi anggota Kelompok Pemandu Wisata melalui sosialisasi dan pelatihan dasar. Metode yang digunakan meliputi pendampingan penyusunan SOP, memfasilitasi sosialisasi dari Dinas Pariwisata, dan melaksanakan pelatihan dasar. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah peningkatan kompetensi SDM, penguatan kelembagaan, standarisasi pelayanan (termasuk SOP), dan pemanfaatan teknologi digital. Luaran dari kegiatan ini adalah tersusunnya SOP Pemandu Wisata Tenganan Dauh Tukad sebagai buku saku, artikel jurnal pengabdian terakreditasi, dan publikasi pada media massa. Peningkatan profesionalisme ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang profesional dan edukatif, meningkatkan pendapatan pramuwisata, serta mendukung pelestarian budaya dan keberlanjutan pariwisata desa adat.
DISHARMONI NORMA PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA I Gusti Agung Istri Mahda Rayanna Jelantik; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi
Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/KS.2026.v14.i02.p08

Abstract

Perkawinan beda agama merupakan isu hukum yang terus menimbulkan perdebatan di Indonesia karena melibatkan pertentangan antara norma agama, peraturan perundang-undangan, dan prinsip hak asasi manusia (HAM). Secara yuridis, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam menegaskan larangan terhadap perkawinan beda agama. Namun, keberadaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan beberapa putusan pengadilan justru membuka peluang terjadinya perbedaan tafsir dalam praktik. Secara khusus, penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk menganalisis kedudukan dan pengaturan hukum perkawinan beda agama dalam peraturan perundang-undangan maupun putusan pengadilan, serta untuk mengkaji keterkaitan antara prinsip hak asasi manusia dengan larangan perkawinan beda agama, guna menemukan arah pembaruan hukum yang menjamin keseimbangan antara hak individu dan norma keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, termasuk Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-XX/2022 dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1400/K/Pdt/1986. Hasil kajian menunjukkan adanya disharmoni antar-norma hukum yang menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan hak untuk menikah. Oleh karena itu, diperlukan pembenahan pengaturan hukum yang dapat menyeimbangkan perlindungan hak beragama dan hak untuk menikah dengan tetap berlandaskan pada prinsip Ketuhanan yang Maha Esa sebagaimana diatur dalam konstitusi. ABSTRACT Interfaith marriage is a legal issue that continues to spark debate in Indonesia because it involves a conflict between religious norms, legislation, and human rights principles. Legally, Law No. 1 of 1974 on Marriage and Presidential Instruction No. 1 of 1991 on the Compilation of Islamic Law prohibit interfaith marriage. However, the existence of Law No. 23 of 2006 on Population Administration and several court decisions have opened up opportunities for differences in interpretation in practice. Specifically, this study has two main objectives, namely to analyse the position and legal regulation of interfaith marriage in legislation and court rulings, and to examine the relationship between the principle of human rights and the prohibition of interfaith marriage, in order to find a direction for legal reform that guarantees a balance between individual rights and religious norms. This study uses a normative legal approach by examining legislation and court decisions, including Constitutional Court Decision Number 24/PUU-XX/2022 and Supreme Court Decision Number 1400/K/Pdt/1986. The results of the study indicate that there is a disharmony between legal norms, which causes uncertainty in the implementation of the right to marry. Therefore, it is necessary to reform legal regulations that can balance the protection of religious rights and the right to marry while remaining based on the principle of Belief in One God as stipulated in the constitution.
Co-Authors A A Ngurah Bagus Krishna Wirajaya A. A Mas Stela Kurtika adi A.A Mas Karpeka Devi A.A. Ngr. Dwi Dananjaya A.A.Gde Oka Wisnumurti A.A.SG. Istri Sinta Maharani Agus Hindiana Christantino Mek Agus Leo Adi Wibawa Agus Rai Mahardika Agustinus Samosir Anak Agung Ananda Putra Pangjaya Anak Agung Arista Purnama Sari Anak Agung Ayu Desy Nadhira Putri Anak Agung Ayu Gayatri Anak Agung Ayu Mas Merta Sari Anak Agung Ayu Wina Putri Mayuni Anak Agung Ayu Wina Putri Mayuni Anak Agung Ayu Wulan Pramesti Puja Dewi Anak Agung Bagus Ari Satya Dharma Anak Agung Bagus Indra Dwipraditya Anak Agung Bagus Sempidi Junior Anak Agung Dinda Trisna Kesumadewi Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung Anak Agung Istri Agung Anak Agung Istri Mahaputri Anak Agung Istri Nadia Maheswari Devi Anak Agung Istri Pradnya Paramitha Anak Agung Ngurah Dharma Bayu Subandi Anak Agung Ngurah Oka Yudistira Darmadi Anak Agung Putra Agung Dwicahyana Anak Agung Tias Sandya Dianti anastasia Andrie Eka Putra Anggia Maharani Putri Annie Long Ashton Anom Bagus Sanjaya Antara, I Wayan Eka Antonius De Andrade Fahik Arianto Hulu Arini, Desak Gde Dwi Ayou Lestari Duarkossu Ayu Prasetya Dewi Ayu Ratih Indra Kusumawati Bagus Andika Artha Surya Bagus Putu Lanang Agastya Berliana Indah Sari Cahya Edy Priana Christin Dessy Natalia Cipta PutraI Ketut Wira Cipta Putra Cokorda Gede Agung Rama Yudha Cokorda Istri Ratih Laksmi Dewi Darly Taruna Dedi Romadhan Desak Ketut Linda Saraswati Desak Made Widiantari Indira Jyoti Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desy Kristiani Rahma Putri Dewa Agung Ari Aprillya Devita Cahyani Dewa Ayu Adinda Ray Fiyanti Dewa Ayu Cahyani Paramitha Dewa Ayu Mareyta Astri Dewa Gede Agung Getsumeda Dewa Gede Ananta Prasetya Dewa Gede Dirgayusa Werdi Bumi Dewa Gede Widya Swastika Dewa Made Natha Dwitama Dewa Putu Ade Wicaksana Dewa Putu Mantera Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Dimas Putra Wicaksana Dwik Aditya Pramana Eka Andrean Ramadhan Elizabeth Novita Putri Dewatayani Sarmento Erlin Kusnia Dewi GD. Bagus Maesha Kumara Gede Agus Antonio Leovandy Gede Agus Sukawantara Gede Dwiki Cahyadi Gede Indra Yasa Asiawan Gede Kristya Yuan Prayoga Gede Oka Swarbhawa Gemaya Wangsa Gowinda Prasad Gregorius Yolan setiawan Gusti Ayu Erlin Widyaningsih Gusti Ayu Euanggelin Marsha Wangania Gusti Nyoman Adung Setiawan Guterres, Mirela Maria Ribeiro Haris Wirayuda Herowati Poesoko, Herowati Hery Sudiarto I Gde Ardi Suarbawa I Gede Agus Marta Dinata I Gede Agus Purna Jaya I Gede Agus Sudiantara I Gede Agus Surya Gunantara I Gede Arimastanaya I Gede Banyu Bagastya Nida I Gede Buonsu I Gede Dharma Yudha I Gede Fajar Manggala I Gede Herry Budikusuma I Gede Made Widia Permana I Gede Suariawan I Gede Susila Putra I Gede Yoga Pratama I Gede Yogi Arya Windiarta I Gede Yudi Arinjaya I Gusti Agung Ayu Candra Nigrat I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Gede Utara Hartawan I Gusti Agung Istri Arinda Praminingrat I Gusti Agung Istri Mahda Rayanna Jelantik I Gusti Agung Mas Cahyani Dewi I Gusti Ayu Firga Julia I Gusti Ayu Sukrisma Dewi I Gusti Dama Galang Devara I Gusti Ngurah Agung Bagus Bima Putra I Gusti Ngurah Agung Sweca Brahmanta I Gusti Ngurah Arya Brahmantara I Gusti Ngurah Ketut Satya Wicaksana I Gusti Ngurah Yudha Prasetia I Kade Juniana I Kadek Agus Sugiarta I Kadek Anom Suartama I Kadek Arya Wiryawan I Kadek Denny Harta Dwipayana I Kadek Faiza Putra Gunawan I Kadek Nova Astrawan I Kadek Purwadi Putra I Kadek Roger Budiastra I Kadek Suar Putra Dana I Ketut Irianto I Ketut Sukadana I Komang Aditya Diputra I Komang Arya Sentana Mahendra I Komang Oka Raharja I Komang Widnyana I Made Adi Endra Supardi I Made Aditya Dwipayana I Made Andy Sabda Permana I Made Andy Sabda Permana I Made Ariana I Made Arimbawa Wiraputra I Made Arjaya I Made Ary Supartawan I Made Budiyasa I Made Della Dwi Angga Saputra I Made Deni Pramudya Adi Putra I Made Dharma Putra I Made Dwi Mahardika I Made Dwi Narendra Dananjaya I Made Gede Adi Arya Natih I Made Gede Bagus Somayasa I Made Irvan Ariansyah Putra I Made Kardiyasa I Made Khrisna Dwi Payana I Made Krisna Bagus Wisena I Made Mardika I Made Minggu Widiantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Mudana Adi Putra I Made Oka Wiradharma i Made Puspasutari Ujianti I Made Rai Arya Suta Negara I Made Rai Dwi Surya Atmaja I Made Sepud I Made Subantara I Made Suniasta Amertha I Made Widi Adi Peremana I Made Wira Manik Prayascita I Made Yasa Wahyuda I Maoe Hinggu Widyantara I Nyoman Arya Mugi Raharja I Nyoman Budiantara I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gilang Radwithama I Nyoman Loka Hari Prabawa I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Subamia I Nyoman Sugiarta I Nyoman Sujana I Nyoman Sujana I Nyoman Sukrata I Nyoman Surya Natha I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I NYOMAN SUTAMA I Putu Agus Karmawan I Putu Andika Sanjaya I Putu Aris Sedana Putra I Putu Arya Wiguna Artana I Putu Bayu Permana I Putu Budi Astika I Putu Gede Anom Purnacandrama I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Pradita Wiradinatha I Wayan Aditya Indrayana I Wayan Ari Subakti I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Bagas Surya Adi Pratama I Wayan Chandra Adyatma I Wayan Dedi Arta I Wayan Dedy Cahya Pratama I Wayan Edi Kurniawan I Wayan Edy Darmayasa I Wayan Kevin Mahatya Pratama I Wayan Kusuma Purwanta I Wayan Merta Jaya I Wayan Sunarta I Wayan Werasmana Sancaya I Wayan Wesna Astara I Wayan Yuda Atmaja Ibnu Maruf Ida Ayu Gede Adi Suandewi Ida Ayu Ketut Sarwini Ida Ayu Prawita Utami Putri Ida Ayu Putri Ary Yulandari Ida Ayu Sri Wahyuni Ida Ayu Vera Wirya Paramita Ida Ayu Viony Adniasari Ida Ayu Wayan Widyastuti Ida Bagus Ari Nugraha Ida Bagus Gede Arimbawa Putra Ida Bagus Gede Krismantara Manuaba Ida Bagus Wahyu Wira Kusuma Ida Bagus Wimba Pratama Ida Bagus Wimbha Nugraha Putra Pidada Ignasius Yosanda Nono Ilham Firdaus Indah Permatasari Intan Dian Vitaloka Johannes Ibrahim Kosasih Julius Roland Lajar Kade Richa Mulyawati Kade Richa Mulyawati Kadek Agus Mahendra Wijaya Kadek Bayu Krisna Juliantara Kadek Hary Harmawan Kadek Indra Prayogi Kadek Krisna Amacya Kadek Putra Dwi Payana Kadek Suryasantosa Kadek Wahyu Juniarta Kadek Wijana Kadek Yuda Kumala T.D Karma, Ni Made Sukaryati Kasirinus Jee Lua Ketut Danu Yudistira Khresna Wisantya Komang Adika Bayu Mahendra Komang Ayu Trisna Dewi Komang Devi Triveni Komang Gede Reska Joanykernia Pradila Komang Ikka Shintya Daivi Komang Krisna Prema Komang Wahyu Darmayanta Komang Wiraguna Kresensia Angelica Hardi lda Ayu Mirah Widnyani Linda Vianty Mala Takko Livia Kusomo Luh Ketut Ayu Andayani Luh Made Mahendrawati Luh Putu Sudini Luh Putu suryani Luh Putu Suryani Luh Putu Suryani Luh Putu Suryani Luh Putu Suryani Luh Putu Suryani Luh Putu Yustika Riani Kusuma Luiter Lubalu Made Adityaswara Amerta Yoga S Made Dwi Kurnia Dananjaya Made Dwi Mahayuni Dharmayanti Made Harum Pratiwi Made Mahardika Made Minggu Widiantara Made Minggu Widyantara Made Minggu Widyantara Made Rony Setiawan Made Satria Dharmayuda Marianus Oktavian Darung Mario Viano Rasi Wangge Mella Ismelina Farma Rahayu Meysin Liston Sinaga Michael Jose Rizal Nadila Purnama Sari Ngurah Arya Kusuma Ni Gusti Putu Wirawati Ni Kadek Ari Swartini Ni Kadek Derlin Yanti Ni Kadek Lia Sri Padmiani Ni Kadek Nilawati Dwi Cahya Ni Kadek Nisa Alfiyana Ni Kadek Pingkan Putri Natalia Ni Kadek Sri Wijayanti Ni Komang Arik Darmayanti Ni Komang Ayu Arniti Ni Komang Ayu Sri Agustini Ni Komang Ayu Triana Dewi Ni Komang Diana Trisnayanti Ni Komang Nanda Permata Dewi Ni Komang Putri Pratiwi Ni Komang Sri Herawati Octa Ni Luh Putu Sintya Purnama Dewi Ni Luh Putu Sri Laksemi Dharmapadmi Ni Luh Putu Yosi Pratiwi Ni Luh Putu Yuni Sartika Dewi Ni Made Dwi Ari Cahyani Ni Made Intan Maharani Ni Made Melly Deni Kiara Putri Ni Made Nindya Maheswari Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Ratna Pratiwi Ni Made Sasmita Ayuningrum Ni Made Sukariyati Karma Ni Made Sukaryati Ni Made Sukaryati Karma Ni Made Sukuryati Karma Ni Made Suryati Ni Made Swandari Ni Made Wismantari Ni Made Yeni Sukmawati Ni Made Yulia Chitta Dewi Ni Nyoman Gabriella Christiawan Putri Ni Nyoman Septiana Dewi Ni Nyoman Sonia Santhy Suryani Ni Putu Ayu Angreny Widhiastuty Ni Putu Ayu Mia Paramartha Sari Ni Putu Ayu Sri Darma Putri Ni Putu Dyah Ayu Karina Prabandari Ni Putu Lalitha Candra Laksmi Ni Wayan Dian Anggita Sari Ni Wayan Regina Novyanti Novitasari Kusuma Dewi Nyoman Ananda Bimastara Nyoman Gede Aditya Jay Medhika Nyoman Handytya Wiarsa Putra Nyoman Putu Budiartha Pande Putu Dinda Novita Wijaya Pande Putu Rastika Paramartha Pius. A. Samponu Poly Pagna Putu Aditya Witanaya Putra Putu Agustina Mega Antari Putu Ayu Candradiva Saraswati Putu Ayu Sarina Selsa Oktaviani Putu Budiartha, I Nyoman Putu Cyntia Rizdyanti Putu Gede Prema Sena Putu Kayla Yunita Dewi Putu Pery Indrawan Putu Ryan Baskara Putu Suryani . Putu Wisesa Sagara Rendi Salasbi Rina Pratiwi Pudja I. A Ronaldo Darmawan Ronaldo Ragowino Bira SAKTI, Sawung Aji Bhawono Saripan, Hartini Sienny Karmana Sri Ulina Theresa Perangin-Angin Suryani, Luh Putu Teo Dentha Maha Pratama Tjokorda Istri Agung Devitia Widya Paramita Putri Ujianti, Ni Made Puspasutari Utari Paramita Devi Wayan Ardi Indra Jaya Wayan Artana Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Widiati, Ida Ayu Putu Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka Yoga, I Gusti Agung Prama