Claim Missing Document
Check
Articles

OSMOTIC PERFORMANCE AND GROWTH RATE OF STRIPED CATFISH (Pangasianodon hypohthalmus) AT DIFFERENT SALINITY Riswan, M.; Syawal, Henni; Tang, Usman M.
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The aim of this study was to analyze the effects of different salinities on osmotic performance rate, growth performance, and oxygen consumption rate Pangasianodon hypophthalmus. The method used is an experimental method by applying a completely randomized design (CRD) with four treatments, salinity 0 ppt, salinity 5 ppt, salinity 7 ppt, and salinity 9 ppt. The fish specimen used is 8 cm in length, weighing 4 g, were raised in a 54 L tank containing 40 L of water at a density of 1 fish 2 L-1 and kept for 45 days. Feed with commercial pellet 3 times a day in at satiation. The treatment with 5 ppt salinity showed the best effects, yielding an osmotic performance rate of 21,66 mOsm/I H2O, absolute weight growth of 9,63 g, the absolute length of 3.54 cm, the specific growth rate of 2,99 %, the oxygen consumption rate of 0,410 mgO2/g body weight/hour and survival rate 100 %. The water quality is at a level suitable for the growth of P. hypophthalmus. It was concluded that 5 ppt salinity can minimize the value of the osmotic performance rate, increase growth rates, minimize the level of oxygen consumption and increase.
KIDNEY AND LIVER HISTOPATHOLOGY OF STRIPED CATFISH (Pangasianodon hypophthalmus) INFECTED WITH Edwardsiella tarda Siburian, Melin; Syawal, Henni; Siregar, Morina Riauwaty
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 3 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This research was conducted in April – June 2021in the Laboratory of Parasites and Fish Diseases, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau. Histological preparations were carried out at the Bukittinggi Veterinary Center (BVet). The aim of this study was to analyze the kidney structure of striped catfish (P.hypophthalmus) infected with Edwardsiella tarda with different bacterial densities. The benefit of this research is to provide information about changes in the structure of kidney tissue due to infection with E.tarda, so that later treatment solutions can be sought. The method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatment levels and 3 replications. The treatments applied were P0 (fish not infected with E.tarda), P1 (fish infected with E.tarda at a density of 106 CFU/mL), P2 (107 CFU/mL), and P3 (108 CFU/mL). Striped catfish (P.hypophthalmus) used are 8-12 cm in size with a density of 1 fish/3 L. Infection is done by injection in the intraperitoneal as much as 0.1 mL/fish. The results of the study found that clinical symptoms caused by dull and protruding eyes, dull body surface color, flaky fins, body surface wounds, and bleeding. In histopathological observation, the kidneys with different bacterial densities experienced the highest damage at P3 (108 CFU/mL), namely necrosis, hemorrhage, and hypertrophy.
IDENTIFICATION OF LACTIC ACID BACTERIA (BAL) FROM THE INTESTINES OF Pangasianodon hypophthalmus THAT WAS FEEDED BY FERMENTED HERBAL AND THE ABILITY TO INHIBIT Aeromonas hydrophila BACTERIA Mastuti, Rini; Syawal, Henni; Lukistyowati, Iesje
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 3 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Lactic acid bacteria can improve digestibility because they can be absorbed directly by the body. The purpose of this research was to obtain lactic acid bacteria types from the intestines of striped catfish (Pangasionodon hypophthalmus) that had been fed fermented herbal feed. This research was conducted from June 2019 to April 2020. The treatment used in this research was with different doses and stocking densities. The test was carried out using the disc diffusion method or the Kirby-Bauer method, which was done by measuring the inhibition zone around the paper disc. Identification of LAB was carried out by phenotypic and genotypic. The results showed that as many as four of the selected isolates were able to inhibit the growth activity of the pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila. Isolates with code K had an inhibition zone of 6.7 mm against A.hydrophila, an inhibition zone of 7.5 mm for P1D2 isolates, P2D1 isolates had an inhibition zone of 7.0 mm, P2D2 isolates had an inhibition zone of 7.8 mm. Types of LAB that were identified phenotypically and genotypically include Lactobacillus casei, L.plantarum, and L. acidhopilus
Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) dengan Sistem Bioflok Kusai, Kusai; Warningsih, Trisla; Syawal, Henni; Diharmi, Andarini; Iriani, Dian; Putra, Sanjaya Mandala; Oktavianti, Mila; Heriyanti, Heriyanti; Siregar, Cici YP
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Metode Bioflok adalah salah satu dari sekian banyak strategi pemeliharaan yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas ikan lele. Teknologi Bioflok pada kegiatan ini berupaya untuk menekan konsumsi air yang dibutuhkan selama budidaya, menekan kuantitas limbah yang dihasilkan, serta meningkatkan produktivitas ikan lele yang dihasilkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam terkait budidaya ikan. Pemahaman yang lebih baik mengenai budidaya ikan lele serta meningkatkan kemampuan produksi. Metode kegiatan ini dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, refleksi, laporan serta pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dapat mengembangkan skill yang berkaitan dengan kewirausahaan berbasis perikanan seperti budidaya ikan, pengolahan produk perikanan, pengemasan produk serta manajemen pemasaran produk perikanan tersebut. Budidaya Lele sistem bioflok merupakan inovasi baru yang memiliki keunggulan dapat diterapkan di lahan yang sempit serta dapat mengolah air limbah secara biologis.
PEMBUATAN SABUN BATANG DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA MENANGANI MASALAH LIMBAH RUMAH TANGGA DI DESA PENYASAWAN KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR RA, Sayyidina Abdul Qabidhi; Tanjung, Yuliza Virliansyah; Addilah, M. Fikri; Ramadhanita, Ramadhanita; Akram, Muhammad; Mutawakkil, M. Mufid Al; Mariska, Refi; Faza, Farzana Fakhira; Fatihaturrahma, Annisya; Anggriani, Rara Dewi; Syawal, Henni
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, jenis makanan juga semakin beragam. Terutama makanan yang diolah dengan cara digoreng sehingga banyak menghasilkan minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas (minyak jelantah) sering dipakai secara berulang atau dibuang begitu saja ke tanah/saluran pembuangan saat tidak bisa digunakan lagi. Hal ini dapat berdampak buruk pada lingkungan sekitar dan jika dilakukan secara terus menerus akan minimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan kehidupan manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang dan bahaya membuang minyak jelantah terhadap lingkungan serta solusi untuk menanggulanginya, yaitu dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK di Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 26 juli s/d 10 Agustus 2022. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, sosialisasi, demo pembuatan sabun, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa para peserta sangat antusias dan menyimak selama proses berlangsung, hal ini dilihat dari banyak pertanyaan dan tanggapan dari peserta terkait kegiatan ini. Setelah kegiatan ini berlangsung diharapkan masyarakat akan semakin sadar dengan bahaya penggunaan mijel dan bisa memanfaatkan mijel menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Budidaya Cacing Sutra (Tubifek sp) sebagai Makanan Larva Ikan Nuraini, Nuraini; Nasution, Syafruddin; Tanjung, Afrizal; Syawal, Henni
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan 10 Mei – 25 Juli 2019 di Balai Benih Ikan Ryan Farm, Limbungan Rumbai yang diikuti oleh petani ikan, mahasiswa kukerta terintegrasi dan tim pengabdian yang berjumlah 20 orang. Tujuan Kegiatan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani ikan tentang budidaya cacing sutra, sehingga tidak tergantung lagi kepada musim di alam. Sedangkan manfaatnya diharapkan dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh oleh peserta maka dapat memanfaatkan unit pembenihan Ryan Farm untuk pengembangan budidaya cacing sutra sampai memproduksinya akibatnya tentu produksi larva ikan dapat meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan income bagi masyarakat setempat. Kegiatan praktek budidaya cacing sutraini dilakukan langsung oleh para peserta. Dimulai dengan praktek pembuatan media cacing sutra kemudian dilanjutkan dengan budidaya cacing sutra diwadah baskom tahu ukuran 35x28x11 cm selama 3 minggu. Hasil yang diperoleh adalah setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan maka berdasarkan kuisioner yang diajukan ternyata terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat petani ikan tentang budidaya cacing sutra 90% sedangkan setelah dilakukan budidaya cacing sutra selama 3 minggu maka diperoleh cacing sutra seberat 109 g/wadah. Permasalahan yang ditemui selama praktek adalah tumbuhnya populasi cacing darah di wadah media budidaya cacing sutra.
Description of Erythrocyte of Clarias gariepinus Infected by Aeromonas hydrophila and Treated with Bay Leaf Extract (Syzygium polyantha) Cerlina, Maya; Riauwaty, Morina; Syawal, Henni
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 1 (2022): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Bay leaf (Syzygium polyantha) has antibacterial compounds like flavonoid, tannin, alkaloid, essential oil, vitamin C, and minerals. The purpose of this study was to obtain the best dose of bay leaf solution to cure catfish infected by Aeromonas hydrophila and seen from total erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels, and morphology of erythrocytes. The method used is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), one factor with five treatments. The treatment applied is Kn (without immersed with bay leaf solution and not infected by A.hydrophila), Kp (without immersed with bay leaf solution and infected by A.hydrophila), P1 (100 ppm), P2 (1100 ppm), P3 (1200 ppm). The curing is done by immersed with bay leaf solution for 5 minutes, carried out three times with an interval of 24 hours. The results show that bay leaf solution able to cure catfish infected by A.hydrophila. The best dose is 1200 ppm with total erythrocytes was 244 x 106 cell/mm3, hemoglobin level was 11,67 g/dL, hematocrit level was 34,33% and the survival rate was 96,67%. Water quality during the study is temperature 27,3-28,0°C, pH 6,5-6,8, DO 3,4-4,2 mg/L and ammonia 0,016-0,019 mg/L.
Isolation of Lactic Acid Bacteria from Digestive Tract of Asian Swamp Eel (Monopterus albus) and Bacterial Antagonist Test to Inhibit Pathogenic Bacteria Aeromonas hydrophila and Pseudomonas sp Alfinda, Rudi; Lukistyowati, Iesje; Syawal, Henni; Putra, Iskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 3 (2022): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Lactic Acid Bacteria (LAB) are probiotic-forming bacteria that have characteristics, like be able to ferment sugar or carbohydrates and produce lactic acid as the final product of fermentation. The purpose of this study was to obtain isolates of lactic acid bacteria from the digestive tract of Asian Swamp Eel (Monopterus albus) and to determine the inhibition produced by these lactic acid bacteria in inhibiting pathogenic bacteria such as Aeromonas hydrophila and Pseudomonas sp. The method was used in this study is experimental method, by taking the digestive tract of Asian Swamp Eel and then identifying the lactic acid bacteria and characterized by morphological and biochemical characteristics and tested of the antagonist against the pathogenic bacteria A.hydrophila and Pseudomonas sp. using the Kirby Bauer disc method (disc method). From the research results obtained 5 types of candidate lactic acid bacteria with each code BL121, BL263, BL142, BL242 and BL342. The five isolates of lactic acid bacteria were able to inhibit A.hydrophila and Pseudomonas sp. with a Inhibition range of 8-16 mm. Based on the results of the study, there were three isolates that had inhibitory power against bacteria A. hydrophila (12-16 mm) and Pseudomonas sp (11-13 mm) with codes BL121, BL263 and BL142 and were classified as strong. The identification results obtained are bacteria from the genus Bacillus sp.
Histopathology of Gills and Liver of Tilapia (Oreochromis niloticus) Infected with Streptococcus agalactiae and Fed with Fermented Herbal Medicine Siallagan, Romensius Anggi AW; Syawal, Henni; Riauwaty, Morina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.2.219-226

Abstract

Streptococcus agalactiae is a pathogen that causes significant losses in tilapia (Oreochromis niloticus) aquaculture. One alternative control is the use of natural ingredients such as fermented herbs. This study aims to analyze changes in the histopathological structure of the gills and liver of tilapia fish fed with feed containing fermented herbs after being infected with S. agalactiae. The research was conducted from March to December 2023 at the Laboratory of Parasites and Fish Diseases, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau and Bukittinggi Veterinary Center. The method used was a one-factor, completely randomized design (CRD) with five treatments and three replicates. The treatments consisted of negative control (Kn), positive control (Kp), and three feed treatments with fermented herbal medicine doses of 100 (P1), 125 (P2), and 150 mL/kg feed (P3). S. agalactiae infection was carried out on day 31 at a dose of 10⁸ CFU/mL. The results showed that the P3 treatment gave the best results, characterized by minimal damage to gill tissue (only hypertrophy) and liver (mild vacuolar degeneration) and the highest survival rate of 83.33%. In conclusion, adding fermented herbal medicine at a dose of 150 mL/kg feed can increase the immunity of tilapia against S. agalactiae infection, as shown through the improvement of organ tissue structure and improved survival
Efektivitas Penggunaan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Respons Stres pada Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Transportasi Nurhasan, Nurhasan; Tang, Usman; Syawal, Henni
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Budidaya ikan nila mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap benih ikan nila adalah mengupayakan suatu teknik penanganan yang lebih khusus, agar didapatkan tingkat kematian benih ikan serendah mungkin selama proses transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas larutan daun pepaya dan dosis yang terbaik dalam transportasi. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah larutan daun pepaya dengan dosis yang berbeda, yaitu 1.25, 2.50 dan 3.75 ml/L dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi 8 L air. Perlakuan kontrol tidak diberi larutan daun pepaya. Benih ikan nila yang dimasukkan ke dalam kantong plastik masing-masing 20 ekor/kantong. Benih ikan nila ditrasportasikan selama lima jam menggunakan alat transportasi darat (mobil). Parameter yang diukur adalah konsentrasi kortisol serum, tingkat kelangsungan hidup dan analisis fitokimia daun pepaya (Carica papaya L.), yaitu alkaloid, saponin dan flavonoid. Kandungan fitokimia dari daun pepaya terdiri atas senyawa alkaloid, saponin dan flavonoid. Penggunaan larutan daun papaya dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap respons stres dan kelangsungan hidup pada benih ikan nila selama transportasi. Dosis larutan daun pepaya 3.75 mL/L air memberikan hasil yang terbaik dengan tingkat kadar kortisol 0.059±0.09 µg/dL dan tingkat kelangsungan hidup 100%. Larutan daun pepaya mampu menekan amonia dalam air dan menentukan tingkah laku ikan selama transportasi.
Co-Authors Abdul Alif Abdul Alif Addilah, M. Fikri Adelina ' Adelina, Adelin Afra Azizah Afrina Putri Afrizal Tanjung Alfian ' Alfinda, Rudi Alif, Abdul Amraini Fitri Anang Widarsa Andarini Diharmi Anderson.s, Roi Andesra, Andesra Andi Almer Farrand Noor Andre A Saragih, Andre A Andre Manusun Purba Anggriani, Rara Dewi Angraika Dirta Annisa Dwi Putri Anugrah, Rio Persal Anzila Rizki W Muharram Aprianti, Rahma Asmika Harnalin Simarmata Athif Amirah Elza Atika Talitha Erman Atria Martina Azizah, Afra Cerlina, Maya Chandra Chandra Chania Arnata Christin Natalia Cici Adliana Darfia, Novreta Dea Switzelin H Destriman Laoli Devy P Lumban Gaol Dian Fitria M Dian Iriani Dian Puspitowati Dicky Azwar Lubis Dinar Mey Jasika H Diva, Farhah Dwi Indah Fransiska Elfira Stefani Priska Eni Sumiarsih Erikson Sahala Pardamean Etri Nopilita Faira Yovanie Fandi Rahmat Farkhan, Mochammad Farrand Noor, Andi Almer Fatihaturrahma, Annisya Fauzi Ahmad Lubis Faza, Farzana Fakhira Fazira, Meisya Amanda Febi Nabila Feri Julianto Fitria Sufriyani Fransiska, Dwi Indah Fricilia Zissalwa Gaol, Devy P Lumban Ginting, Kiki Dirgantara Gunawan B S Gusriansyah, Dimas Hafil Kurnia Tama Hasbullah Zakky Hasugian, Sampang Hotramadi Herdini , Herdini Herianti Rambe Heriyanti Heriyanti, Heriyanti Herparinda Novita Husna, Hidayatul Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Iesje Lukstyowati Iesje Lukystiowati Ilham Fajri Pohan Iman, Khasan Nur Ipa, Adha Irma Yunita Irsya, Habib Irwan Effendi Iskandar Putra Isma, Muhammad Fauzan Isna Sudirman Isna Sudirman Isnaini Lidya Rizki Jampil, Tirta Herlis Jan Stepfely Simanjuntak Jaya Maruli Tamba Juniarty Manurung Juwita Lestari Karnila, Rahman Karnila Khairia, Khairia Kiky Dirgantara Ginting Kurniawan, Ahmad Juli Kusai, Kusai Latifah Hannum Lase Lestari, Rona Luksityowati, Iesje Luskityowati, Iesje M Riswan M Zaky Ditiya Putra M. Riswan M. Yanda, M. Yanda Manurung, Juniarty Mariana Lumban Tungkup Mariska, Refi Marwati ' Masjudi, Heri Maulina Sawitri Maya Cerlina Maytra Wirdona Meisya Amanda Fazira Melin Siburian Memi Martin Ilmayati Mery Sukmiwati Mesi Susanti Mochammad Farkhan Morina Riauwaty Muhamad Latiful Khobir Muhammad Akram Muhammad Arga Saputra Muhammad Arga Saputra Muhammad Arga Saputra Muhammad Azaldin Muhammad Muhajir Muhammad Muhajir, Muhammad Mulyadi Mulyadi Mutawakkil, M. Mufid Al Mutiara Mutiara Nabellia Nabellia Nabellia, Nabellia Nabila, Febi Nasril Ismail NASTITI KUSUMORINI Nelli Karolina Sitorus Niken Ayu Pamukas Novike Zullanda Selvi, Novike Zullanda Novita, Herparinda Novreta Ersyi Darfia Nur Addini Nur Aini Nur Asiah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfitri, Maya Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Oktavianti, Mila Pakpahan, Poltak Panggabean, Devi Yunita Pardamean, Erikson Sahala Pertiwi, Zuwini Poltak Pakpahan Poltak Pakpahan Pristiana, Aris Purba, Andre Manusun Purba, Yoshua Dewaman Mangapul Putra, Mutlas Ade Putra, Sanjaya Mandala Putri Noviayu Salsabila Hendri Putri, Annisa Dwi Putri, Atika Putri, Mega Novia Putri, Rianti RA, Sayyidina Abdul Qabidhi Rabil Yusuf Rabil Yusuf Rahmadona, Zikra Rahmat Iman Mainil Ramadhanita, Ramadhanita Rebeka Valensia Rhino Pamungkas Riauwaty , Morina Ridho Aldiokta RIDWAN AFFANDI Rika Sinaga Rinaldi Rinaldi Rini Mastuti Rio Persal Anugrah Risman Ferdiansyah Riswan, M Riva Mutiara Rizka Hasanah Rizki Putra Rizvi, Fharisa Nabila Rona Lestari Ronal Kurniawan Roslina ' Rudi Alfinda Saberina Hasibuan Sagitha Aulya Fanny Tanjung Salsabila Hendri, Putri Noviayu Santa, Santa Santikawati, Susi Sarah Pabiola Saragih Siallagan, Romensius Anggi AW Siburian, Melin Sihaloho, Rosalinda Simalango, Cindy Naomi Fadilla Christine Simanjuntak, Jan Stepfely Sinaga, Tomuso Angdi Suryani Siregar, Cici YP Siregar, Desty Sahroni Siregar, Morina Riauwaty Sri Wahyuni Suci Wulandari Sudirman, Isna Syafriadiman, Syafriadiman Syafruddin Nasution Syahputra, Mohamad Ardani Syahrul Hidayat Syaieba, Mutiara Tamba, Jaya Maruli Tanjung, Yuliza Virliansyah Telaumbanua, Siti Tia Suherianti Tjipto Leksono Tjipto Leksono Tomuso Angdi Suryani Sinaga Trisla Warningsih Tungkup, Mariana Lumban Ulandari, Ulfa Unggul Fitrah Heriadi Usman M Tang Usman M Tang Usman Muhammad Tang Vekri Ramadhi Wasmen Manalu Widarsa, Anang Wijaya, Rahmat Santosa Windarti Windarti Yetti Elfina Yetti Elfina S Yoshua Demawan Mangapul Purba Yosri Yosri Yovanie, Faira Yuharmen - Yuliati Yuliati Yulyawati Yulyawati Yunita Paramitha Hasibuan Yusni Ikhwan Yusni Ikhwan Siregar Yusuf, Rabil Zebua, Ratna Dewi Zikra Rahmadona Zissalwa, Fricilia Zulaiha ' Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain