p-Index From 2021 - 2026
7.708
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Komunikator Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Journal of Governance Al Ishlah Jurnal Pendidikan Panggung Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Studi Komunikasi PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Representamen PROSIDING KOMUNIKASI Jurnal Komunikasi Profesional Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Kajian Jurnalisme TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Komunikasi Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Jurnal Politikom Indonesiana JURNAL PUBLISITAS Komunikasiana: Journal of Communication Studies Jurnal Pewarta Indonesia Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Science and Education (JSE) Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Journal of Scientific Communication (JSC) Caraka : Indonesia Journal of Communication International Journal of Science and Society (IJSOC) ASPIRATION Journal Jurnal Signal Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Comdent: Communication Student Journal Toplama Society Panggung Proceedings of Jogjakarta Communication Conference (JCC) Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ProTVF

Di balik Branded Web Series kategori drama fiksi karya Yandy Laurens Safina Zora Hassanah; Dian Wardiana Sjuchro; Jimi Narotama Mahameruaji
ProTVF Vol 3, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.641 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v3i2.23657

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana strategi yang dimiliki oleh filmmaker dalam kapasitasnya mengolah cerita naskah branded web series kategori drama fiksi yang memilih beriklan pada media digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan brand mau menggunakan konsep filmmaker dengan pendekatan soft-selling, memahami strategi filmmakers dalam menyampaikan pesan brand dengan cara soft-selling, serta memahami peluang branded web series pada masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu studi kasus eksplanatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sedari awal pihak brand menginginkan untuk tidak melakukan hard-selling pada serial web. Filmmakers dibukakan kebebasan sebesar mungkin dengan tetap mengemban tanggung jawab serta kedewasaan yang telah disepakati, yaitu mengutamakan visi dari market yang diinginkan. Penting bagi filmmakers untuk membuat sebuah ekosistem yang sehat dalam bekerja. Peluang branded web series di ranah digital dalam lima tahun kedepan diproyeksikan masih sangat cerah. Penelitian ini memberikan saran praktis kepada pihak-pihak lain yang menginginkan untuk membuat branded web series dengan pendekatan soft-selling layaknya karya dari Yandy Laurens berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini. Tiap-tiap filmmakers agar dapat mendiskusikan dengan pihak brand ataupun agensi untuk dapat menemukan selling point dari tiap produk, mencatat hal-hal apa saja yang dapat mengungguli produk dari competitor lainnya, serta jelas menyasar market mana yang akan dituju. Selain itu, filmmakers diharapkan tidak menempatkan produk sebagai pahlawan yang menuntaskan semua permasalahan dari protagonis cerita. Produk harus diceritakan dengan natural dan tiap product placement yang ingin dibubuhkan agar diatur dalam rangkaian drama adegan sehingga masuk ke dalam cerita.
Representasi preman dalam sinetron Preman Pensiun Hanifa Yusliha Rohmah; Dian Wardiana Sjuchro; Aceng Abdullah
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.22880

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah, dalam sinetron Preman Pensiun makna preman dibangun secara berbeda. Preman dikenal sebagai sosok yang kriminal dan kejam, namun sinetron Preman Pensiun mengkonstruksikan preman dari sisi dan karakter yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana preman direpresentasikan dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika yang memusatkan pehatian terhadap tanda. Menurut Fiske, semiotika adalah studi tentang pertanda, yaitu bagaimana makna dibangun dalam “teks” media. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam level realitas penampilan, beberapa preman direpresentasikan dengan pakaian yang urakan, sedangkan Kang Bahar justru terlihat rapih dan casual. Sedangkan dari segi lingkungan dan cara berbicara, kalimat-kalimat ancaman dari seorang preman, digambarkan dalam sinetron ini. Namun, sosok aparat penegak hukum tidak muncul sama sekali di dalam sinetron Preman Pensiun. Lalu, sama seperti kelompok lainnya, ada suatu gesture yang disepakati oleh kelompok Preman dalam sinetron Preman Pensiun. Yang kedua dalam level representasi, alasan seorang preman yang ingin pensiun ditampilkan melalui dialog yang Bahar sampaikan kepada Muslihat. Dalam kode kamera, Pengambilan gambar sebatas sampai medium close up. Dilihat dari segi sound, ciri khas angklung dan suling dalam sinetron ini sangat memorable, dan juga cerita serta pengkarakteran setiap tokoh yang kuat dan bermakna. Sedangkan dalam level ideologi, ada dua ideologi yang diangkat dalam sinetron ini, yaitu ideologi premanisme dan ideologi feminisme.
Implikasi genre film dan pemahaman penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos” Cut Meutia Karolina; Eni Maryani; Dian Wardiana Sjuchro
ProTVF Vol 4, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i1.25035

Abstract

Film memiliki variasi yang cukup beragam.  Keberagaman ini biasa dikenal dengan istilah genre.  Variasi genre pada film tentunya memberi sensasi yang bervariasi pula terhadap penonton, salah satunya pada penonton tuna netra.  “Bioskop Harewos”, sebagai wadah menonton film bagi tuna netra memiliki model komunikasi yang unik, hal ini pula menjadi faktor keunikan pemahaman dalam menonton film berbagai genre karena film juga akan dibubuhi oleh deskripsi dari pembisik (Visual reader).  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang sistem/pola penentuan genre film yang dipilih pada setiap pemutaran di “Bioskop Harewos”; hambatan komunikasi pada setiap genre film yang diputar di “Bioskop Harewos”; dan pentingnya genre yang tepat bagi penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Beberapa konsep yang digunakan pada penelitian ini berkaitan dengan film, tuna netra, dan efektivitas komunikasi.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam penentuan genre film yang akan tayang pada sebuah pemutaran, pengelola “Bioskop Harewos” lebih mengutamakan moment atau tema yang diangkat pada pemutaran untuk menyesuaikan genre film yang dianggap paling cocok untuk diputar.  Perizinan film dan pengalaman pernah atau belum pernah pada suatu genre film ditayangkan di “Bioskop Harewos” juga menjadi pertimbangan, namun bukanlah komponen utama sampingan.  Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penonton tuna netra di “Bioskop Harewos” mengalami berbagai kendala atau hambatan komunikasi pada setiap genre film yang ditonton.  Hambatan terbesar muncul dari film ber-genre thriller dan horror.  Genre merupakan komponen yang cukup penting dalam keefektifan pemahaman penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos”.
Implementation of the analog switch off towards digital broadcast Jawa Pos Dian Wardiana Sjuchro; Ria Mahdia Fitri; Nana Sutisna Amdan; Yoki Yusanto; Lutfi Khoerunnisa
ProTVF Vol 7, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v7i1.42012

Abstract

Background: It is a common fact that the rapid development of technology influenced many aspects of the world, including mass communication. Television, as the most popular and familiar broadcast media in Indonesia, has experienced several changes due to the presence of advanced technology. One of the significant transformations is the transition from analog to digital broadcasting systems. The new era of digital broadcasting could improve the performance and quality of digital television itself. Purpose: This recent study aimed to obtain an overview of the realization carried out by one of the local private broadcasting institutions in Banten, JPM TV. Methods: Using a qualitative case study along with in-depth interviews and observation as data collection techniques, this study examines JPM TV from various aspects in realizing digital TV broadcasts in Banten Province. Results: The study’s findings highlighted that JPM TV strives to realize digital broadcasting by gradually replacing equipment with tools that support digital broadcasting and elements of human resources trained and prepared with special internal and external training. JPM TV also collaborated with LPPM (Mix Broadcasting Organizing Agency), namely Mix Metro TV. The ongoing process is coordinated with the government. Obstacles faced during the migration process are the socioeconomic conditions of the people who have not been able to support the digital broadcasting process, which is characterized by the difficulty of obtaining digital broadcasting at relatively low prices; besides that, it is also necessary to increase the capacity of Human Resources (HR) so that television shows are more comfortable to watch. Implications: One of the implications is that the government must innovate to provide incentives that can stimulate the readiness of the digital broadcasting ecosystem.
Co-Authors -, Muhaemin Aat Ruchiat Nugraha Abie Besman Abriani, Andi Aceng Abdullah Achmad Abdul Basith Adiputra, Andika Vinianto agus rahmat Agus Rusmana Agus Rusmana Agus Setiaman ahmad yani Akbar Iskandar Akhmad Yani Surachman Amalia, Efrina Gerda Amdan, Nana Sutisna Ana Rusmardiana Ardiansyah Goeliling Asfar, Dedy Ari Ayu Indra Wardhani Bagus Setya Rintyarna Basith, Ahmad Abdul Budi Santoso Casmudi Casmudi Cut Meutia Karolina Dade Prat Untarti Dahana, Wirawan Dony Deddy Mulyana Dendi Pratama Desyandri Desyandri Dewi Yanti Diah Fatma Sjoraida Dina Oktavia Dwi Budi Santoso Dwi Masrina Edwin Rizal Efi Fadilah Eka Yusup Elnovani Lusiana Eni Maryani Evi Novianti Evi Nursanti Rukmana Evi Nursanti Rukmana, Evi Nursanti Eza Aldonna Fajar Hariyanto Fitri Daryanti Franck Lavigne Franck Lavigne, Franck Hanifa Yusliha Rohmah Hanny Hafiar Hanny Hafiar Harliantara Harliantara Harlita Nindhasari Husnun Nasriah Nasriah Hussain, Zulkifli Ichsan Adil Prayogi Irawan, Rahmat Edi Iriana Bakti Iriyanti Mendayun Isiaka Zubair Aliagan Isni Nurfauzia Jenny Ratna Suminar Jimi Narotama Mahameruaji Kheokao, Jantima Kinanti, Dhea Ananta Kurnia, Moh. Mirza Kusumanegara, Idris Lani Gumilang Liliweri, Aloysius Lukman Samboteng & Rulinawaty Kasmad Lusi Romaddyniah Sujana Lusi Romaddyniah Sujana, Lusi Romaddyniah Lutfi Khoerunnisa Lutfi Khoerunnisa Mansyur Mansyur Maryani, Eni Mateo Jose A. Vidal Mohamad Sapari Dwi Hardian Muhaemin Muhaemin Muhammad Arif Rahman Nadhifa Viannisa Nana Sutisna Amdan Nugraha, Aditia Nurfauziah, Isni Nuryah Asri Sjafirah Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Nuryah Asri Sjarifah Nuryah Asri Sjarifah, Nuryah Asri Osrita Hapsara Pandan Yudhapramesti Petrus Ana Andung Prasastiningtyas, Widyapuri Prasetya, Tri Budi Priana, Ronny Yudhi Septa Priyo Subekti Priyo Subekti Purbandian, Adithya Satya Purwanti Hadisiwi Putri, Liza Diniarizky Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani R. Nia Kania Kurniawati Rachman, Reza Saeful Rahmatiah Ramadhan, Aditya Ramon K. Santos III Rezeki, Syailendra Reza Irwansyah Ria Mahdia Fitri Rina Fitriana, Rina Rinda Aunillah Sirait Ronny Yudhi Septa Priana, Ronny Yudhi Rulinawaty Rulinawaty Rully Khairul Anwar S. Kunto Adi Wibowo Safina Zora Hassanah Santi Susanti, Santi Sapari Dwi Hadian Sehabudin, Aang Septiana Yustika Widyaningrum Sri Seti Indriani Sudarmi Sudarmi Sunardi Surya Dewi Susie Perbawasari Sutisna, Nana SYAHRIAL SYAHRIAL Tansah Rahmatullah Taufik Murtono Teddy Kurnia Wirakusumah Tripalupi, Merry Fridha Ute Lies Siti Khadijah Viannisa, Nadhifa Wahyuanto, Eko Willya Achmad Winda Ersa Putri Yanti Setianti Yoki Yusanto Yusanto, Yoki Yusanto, Yoki Zainal Abidin