p-Index From 2021 - 2026
7.708
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Komunikator Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Journal of Governance AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Panggung Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Studi Komunikasi PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Representamen PROSIDING KOMUNIKASI Jurnal Komunikasi Profesional Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Kajian Jurnalisme TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Komunikasi Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Jurnal Politikom Indonesiana JURNAL PUBLISITAS Komunikasiana: Journal of Communication Studies Jurnal Pewarta Indonesia Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Science and Education (JSE) Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Journal of Scientific Communication (JSC) Caraka : Indonesia Journal of Communication International Journal of Science and Society (IJSOC) ASPIRATION Journal Jurnal Signal Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Comdent: Communication Student Journal Toplama Society Panggung Proceedings of Jogjakarta Communication Conference (JCC) Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi preman dalam sinetron Preman Pensiun Hanifa Yusliha Rohmah; Dian Wardiana Sjuchro; Aceng Abdullah
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.22880

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah, dalam sinetron Preman Pensiun makna preman dibangun secara berbeda. Preman dikenal sebagai sosok yang kriminal dan kejam, namun sinetron Preman Pensiun mengkonstruksikan preman dari sisi dan karakter yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana preman direpresentasikan dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika yang memusatkan pehatian terhadap tanda. Menurut Fiske, semiotika adalah studi tentang pertanda, yaitu bagaimana makna dibangun dalam “teks” media. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam level realitas penampilan, beberapa preman direpresentasikan dengan pakaian yang urakan, sedangkan Kang Bahar justru terlihat rapih dan casual. Sedangkan dari segi lingkungan dan cara berbicara, kalimat-kalimat ancaman dari seorang preman, digambarkan dalam sinetron ini. Namun, sosok aparat penegak hukum tidak muncul sama sekali di dalam sinetron Preman Pensiun. Lalu, sama seperti kelompok lainnya, ada suatu gesture yang disepakati oleh kelompok Preman dalam sinetron Preman Pensiun. Yang kedua dalam level representasi, alasan seorang preman yang ingin pensiun ditampilkan melalui dialog yang Bahar sampaikan kepada Muslihat. Dalam kode kamera, Pengambilan gambar sebatas sampai medium close up. Dilihat dari segi sound, ciri khas angklung dan suling dalam sinetron ini sangat memorable, dan juga cerita serta pengkarakteran setiap tokoh yang kuat dan bermakna. Sedangkan dalam level ideologi, ada dua ideologi yang diangkat dalam sinetron ini, yaitu ideologi premanisme dan ideologi feminisme.
Implikasi genre film dan pemahaman penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos” Cut Meutia Karolina; Eni Maryani; Dian Wardiana Sjuchro
ProTVF Vol 4, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i1.25035

Abstract

Film memiliki variasi yang cukup beragam.  Keberagaman ini biasa dikenal dengan istilah genre.  Variasi genre pada film tentunya memberi sensasi yang bervariasi pula terhadap penonton, salah satunya pada penonton tuna netra.  “Bioskop Harewos”, sebagai wadah menonton film bagi tuna netra memiliki model komunikasi yang unik, hal ini pula menjadi faktor keunikan pemahaman dalam menonton film berbagai genre karena film juga akan dibubuhi oleh deskripsi dari pembisik (Visual reader).  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang sistem/pola penentuan genre film yang dipilih pada setiap pemutaran di “Bioskop Harewos”; hambatan komunikasi pada setiap genre film yang diputar di “Bioskop Harewos”; dan pentingnya genre yang tepat bagi penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Beberapa konsep yang digunakan pada penelitian ini berkaitan dengan film, tuna netra, dan efektivitas komunikasi.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam penentuan genre film yang akan tayang pada sebuah pemutaran, pengelola “Bioskop Harewos” lebih mengutamakan moment atau tema yang diangkat pada pemutaran untuk menyesuaikan genre film yang dianggap paling cocok untuk diputar.  Perizinan film dan pengalaman pernah atau belum pernah pada suatu genre film ditayangkan di “Bioskop Harewos” juga menjadi pertimbangan, namun bukanlah komponen utama sampingan.  Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penonton tuna netra di “Bioskop Harewos” mengalami berbagai kendala atau hambatan komunikasi pada setiap genre film yang ditonton.  Hambatan terbesar muncul dari film ber-genre thriller dan horror.  Genre merupakan komponen yang cukup penting dalam keefektifan pemahaman penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos”.
Locus of Control Analysis in the Selection of Advanced Studies for Junior High School Students Rulinawaty Rulinawaty; Dian Wardiana Sjuchro; Reza Saeful Rachman; Eza Aldonna
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.106 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.2045

Abstract

This study aims to determine the locus of control of junior high school students in the selection of further studies. This research method uses a descriptive quantitative survey with questionnaire and interview data collection techniques. The population of this research is 310 students and the sample is 108 students. The collected data is then analyzed using category percentages. The results of this study showed that 105 students (97%) got the results of internal locus of control where they had the will and responsibility for themselves in the selection of further studies, 2 students (2%) got the results of external locus of control where they lacked initiative. and only following the will of the people around them in the selection of further studies, and 1 student (1%) who has the same locus of control results between internal and external, in this case students who have the same locus of control results are students who do not have a desire to further study but still want to be the same as his other friends.
Posisi Media Televisi dalam Membangun Nilai-Nilai pada Masyarakat Perbatasan Petrus Ana Andung; Dian Wardiana Sjuchro; Aloysius Liliweri; Purwanti Hadisiwi
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 5 (2018): Juli 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5278.784 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i5.289

Abstract

The presence of television within the border communities of Indonesia-Timor Leste in Napan Village (Timor Tengah Utara District, East Nusa Tenggara Province) has many influences on their daily life. The high penetration of television in their daily life makes them to rely on television both regarding content (TV program) as well as technological (physical) aspects. This research aims to analyze the position of television in building the values in the daily life of the people of Napan Village. Using media ethnography method, this research found that television has a central position in this society. Widespread of Indonesia’s television broadcasting program in the border areas of Indonesia becomes one of the factors that can foster to the national pride of the Napan people. Besides, possessing a television becomes one of important determinants of comfort in household audience. Television for the people of Napan Village also has economic value as a tool to help running their business in the border area in Timor Leste. The high penetration of television has also made television programs as one of the topics in daily conversation. The television schedule has become a community schedule.
STRUCTURE AND POWER FLEXIBILITY: SALES GADGET SPECIALIST (SGS) SMARTFREN TELECOM BANDUNG IN THE POST-MODERN ERA Winda Ersa Putri; Dian Wardiana Sjuchro; S. Kunto Adi Wibowo; Isiaka Zubair Aliagan
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 36/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v7i2.1983

Abstract

Istilah "modern" dan "postmodern" telah menjadi mata uang umum dalam debat intelektual dalam organisasi. Postmodern dengan definisi definisi diartikan sebagai "zaman", "perspektif" atau "paradigma" pemikiran baru. Namun, sebagian besar temuan penelitian berpendapat bahwa apa yang membedakan postmodern dari modern adalah "gaya berpikir" yang menggunakan istilah organisasi kritis seperti "organisasi", "individu", "lingkungan", "lingkungan", "struktur", "budaya" dan dll . di. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti era postmodern yang juga membuat banyak pandangan berbeda dari berbagai aspek.Hasil penelitian ini adalah bahwa organisasi SGS Smartfren adalah organisasi postmodern berdasarkan hasil analisis realitas organisasi dengan teori postmodern yang dikembangkan oleh para ahli. Organisasi ini juga tidak hanya menggambarkan beberapa elemen organisasi postmodern, adalah "lingkungan turbulen" dan "otonom kerja", tetapi juga memberikan gambaran organisasi yang memiliki struktur organisasi dan kekuasaan dalam mengkarakterisasi organisasi postmodern. Hasil penelitian ini adalah bahwa organisasi SGS Smartfren adalah organisasi postmodern berdasarkan hasil analisis realitas organisasi dengan teori postmodern yang dikembangkan oleh para ahli.Organisasi ini juga tidak hanya menggambarkan beberapa elemen organisasi postmodern, adalah "lingkungan turbulen" dan "otonom kerja", tetapi juga memberikan gambaran organisasi yang memiliki struktur organisasi dan kekuasaan dalam mengkarakterisasi organisasi postmodern. Hasil penelitian ini adalah bahwa organisasi SGS Smartfren adalah organisasi postmodern berdasarkan hasil analisis realitas organisasi dengan teori postmodern yang dikembangkan oleh para ahli. Organisasi ini juga tidak hanya menggambarkan beberapa elemen organisasi postmodern, adalah "lingkungan turbulen" dan "otonom kerja", tetapi juga memberikan gambaran organisasi yang memiliki struktur organisasi dan kekuasaan dalam mengkarakterisasi organisasi postmodern.
Community radio-based disaster information dissemination pattern on K-Pass FM Radio Katapang Ute Lies Siti Khadijah; Franck Lavigne; Sapari Dwi Hadian; Rully Khairul Anwar; Dian Wardiana Sjuchro; Edwin Rizal; Lutfi Khoerunnisa
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 10, No 1 (2022): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v10i1.38550

Abstract

K-Pass FM Radio Katapang is one of the radios disseminating information about disasters that focuses on training, awareness, and understanding of the people of Katapang Regency to play a role in dealing with disasters and help reduce disaster risk as well. This study aimed to determine the dissemination pattern of disaster information based on community radio conducted by Radio K-Pass FM Katapang. The research used a qualitative approach through case studies research methods. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, documentation, and literature studies. Informants amount six people consist of resource persons consisting of community radio administrators, people who feel the impact of the existence of community radio, and people who take part in community radio programs. The study results showed that the dissemination of disaster information on Radio K-Pass FM Katapang increased the awareness of the local community about the dangers of disasters. The disaster information on K-Pass FM Radio Katapang went through three stages: the pattern of dissemination of disaster mitigation information (pre), the pattern of disseminating information when the disaster occurred (in), and post-disaster information (past). This community radio also established a Rescue School that aims to provide knowledge and actions that the community can carry out when a disaster occurs. This study concludes that Radio K-Pass FM Katapang has succeeded in becoming a community radio that positively impacts society, especially in disseminating information related to disasters. Therefore, Radio K-Pass FM Katapang still exists today even though it has been around for a long.
Digital Governance on Broadcasting Industry Dian Wardiana Sjuchro; Akhmad Yani Surachman; Willya Achmad
Journal of Governance Volume 7 Issue 2: (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v7i2.15414

Abstract

The development of media based on the internet has not dampened the existence of television broadcasts, because the penetration of information through television is still the highest. In terms of broadcast infrastructure quality, Indonesia lags behind other countries. Indonesia still uses analog channels while other countries have turned off analog broadcasts and switched to digital broadcasts. On top of that, it is necessary to describe the migration policy of analog television broadcasts to digital broadcasts that supports the improvement of television broadcast quality in Indonesia, and the prospects for the post-migration broadcast industry from analog television to digital broadcasting. The result is an analog switch off (ASO) which encourages efficient use of frequency bands in Indonesia. However, it is suspected that the implementation of digital television free-to-air (FTA) migration could damage the broadcast business structure. By 2022, there will be 103 licensed digital broadcasters and 728 broadcasters who will migrate to digital. The number of broadcasts will have an impact on the level of competition between broadcasting institutions to get cake as a source of life. In terms of nice breadth, niche overlap, and nice, all major broadcasts will still dominate the competition map in the broadcast industry. Meanwhile, local broadcasting institutions that are established in the regions will find it difficult to compete.
Students' Perception on the Use of Kahoot as a Learning Media Ana Rusmardiana; Dian Wardiana Sjuchro; Dewi Yanti; Fitri Daryanti; Akbar Iskandar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.279 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.2139

Abstract

This study analyzes students' perceptions of Kahoot as a learning evaluation medium. This type of research is descriptive quantitative. The sample in this study was 68 grade 8 junior high school students. Data was collected through a questionnaire with the help of Google Form. Then the data is interpreted and analyzed to see the usefulness of Kahoot! in learning. The results showed that as many as 71.6% of students agreed that Kahoot increased student motivation in the good category; 91.7% of students agree that Kahoot improves learning effectiveness in the very good category; and 81.2% of students agree that Kahoot improves students' knowledge in the good category. Thus students' perceptions of learning motivation, learning effectiveness, and student knowledge can be increased with Kahoot. Therefore, it is recommended that teachers use Kahoot as an alternative media to help teachers evaluate learning
Program Siaran Radio Pemerintah Sturada 104.00 FM dalam Memenuhi Kebutuhan akan Informasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang Dian Wardiana Sjuchro; Fajar Hariyanto; Eka Yusup; Zainal Abidin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.118 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1410

Abstract

Tingginya kebutuhan informasi bagi masyarakat Karawang khususnya di kalangan mahasiswa seiring dengan era globalisasi dan perkembangan daerah di Kabupaten Karawang, menjadikan kondisi masyarakat semakin maju.  Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan informasi Mahasisa melalui program siaran radio pemerintah Sturada 104.00 FM. Teori Uses and Gratification digunakan sebagai landasan penelitian untuk mendukung penelitian mengenai program siaran Radio Pemerintah Sturada 104.00 FM dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan begitu akan diperoleh hasil yang lebih komprehensif dari penelitian ini agar bisa lebih meninjau aspek-aspek yang berhubungan dengan program siaran radio Pemerintah Sturada 104.00 FM. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa ilmu komunikasi UNSIKA angkatan 2013 yang berjumlah 47 orang. Populasi berjumlah 47 orang tersebut sseluruhnya akan dijadikan sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program siaran sturada 104.00 FM telah mampu menumbuhkan sikap kognitif, afektif dan konatif para pendengar sehingga adanya kesediaan untuk mendengarkan program-program siaran tertentu lainnya yang terdapat di Sturada 104.00 FM.Kata Kunci: Sturada 104.00 FM, Radio, Teori Uses and Gratification
Etnografi Virtual Kompas Petang di Kanal Youtube Kompas TV Pada Pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Tentang Omnibus Law Cipta Kerja Yoki Yusanto; Dian Wardiana Sjuchro
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.322 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.10711

Abstract

Abstract Political communication is not only delivered rhetorically by individuals we know politicians through their words. But there is another aspect that is no less important, namely the aspect of appearance. The character of politicians varies in behavior and styles in political communication. Irreversible Communication, irreversible nature is the implication of communication as an ever-changing process. President Jokowi has a distinctive character in his appearance before the public. Jokowi appeared in front of the public to explain the omnibus law by broadcasting live on the news program Kompas Petang, Kompas TV Television Station. Jokowi's appearance was due to the omnibus law he wanted since he was appointed President in the second period, due to mass demonstrations from various elements, such as masses from the Federation / Confederation of Workers, Students, Academics to other very massive and organized elements of society. The Virtual Ethnography method in this study was chosen because this method is a method that sees how an event is presented to the public by a television news station newsroom on a Youtube account with the aim of providing an opportunity for the government to convey ideas about the Omnibus Law in full, directly conveyed by the President of the Republic of Indonesia Joko Widodo. News or releases carried out by the government directly through special news broadcasts on the Kompas Petang emphasize that the President is the originator of the omnibus law, which explains that the omnibus law legal umbrella is a breakthrough for the life of the nation and state in Indonesia, the Undang-undang Cipta Kerja is a good intention Indonesian government.
Co-Authors -, Muhaemin Aat Ruchiat Nugraha Abie Besman Abriani, Andi Aceng Abdullah Achmad Abdul Basith Adiputra, Andika Vinianto agus rahmat Agus Rusmana Agus Rusmana Agus Setiaman ahmad yani Akbar Iskandar Akhmad Yani Surachman Amalia, Efrina Gerda Amdan, Nana Sutisna Ana Rusmardiana Ardiansyah Goeliling Asfar, Dedy Ari Ayu Indra Wardhani Bagus Setya Rintyarna Basith, Ahmad Abdul Budi Santoso Casmudi Casmudi Cut Meutia Karolina Dade Prat Untarti Dahana, Wirawan Dony Deddy Mulyana Dendi Pratama Desyandri Desyandri Dewi Yanti Diah Fatma Sjoraida Dina Oktavia Dwi Budi Santoso Dwi Masrina Edwin Rizal Efi Fadilah Eka Yusup Elnovani Lusiana Eni Maryani Evi Novianti Evi Nursanti Rukmana Evi Nursanti Rukmana, Evi Nursanti Eza Aldonna Fajar Hariyanto Fitri Daryanti Franck Lavigne Franck Lavigne, Franck Hanifa Yusliha Rohmah Hanny Hafiar Hanny Hafiar Harliantara Harliantara Harlita Nindhasari Husnun Nasriah Nasriah Hussain, Zulkifli Ichsan Adil Prayogi Irawan, Rahmat Edi Iriana Bakti Iriyanti Mendayun Isiaka Zubair Aliagan Isni Nurfauzia Jenny Ratna Suminar Jimi Narotama Mahameruaji Kheokao, Jantima Kinanti, Dhea Ananta Kurnia, Moh. Mirza Kusumanegara, Idris Lani Gumilang Liliweri, Aloysius Lukman Samboteng & Rulinawaty Kasmad Lusi Romaddyniah Sujana Lusi Romaddyniah Sujana, Lusi Romaddyniah Lutfi Khoerunnisa Lutfi Khoerunnisa Mansyur Mansyur Maryani, Eni Mateo Jose A. Vidal Mohamad Sapari Dwi Hardian Muhaemin Muhaemin Muhammad Arif Rahman Nadhifa Viannisa Nana Sutisna Amdan Nugraha, Aditia Nurfauziah, Isni Nuryah Asri Sjafirah Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Nuryah Asri Sjarifah Nuryah Asri Sjarifah, Nuryah Asri Osrita Hapsara Pandan Yudhapramesti Petrus Ana Andung Prasastiningtyas, Widyapuri Prasetya, Tri Budi Priana, Ronny Yudhi Septa Priyo Subekti Priyo Subekti Purbandian, Adithya Satya Purwanti Hadisiwi Putri, Liza Diniarizky Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani R. Nia Kania Kurniawati Rachman, Reza Saeful Rahmatiah Ramadhan, Aditya Ramon K. Santos III Rezeki, Syailendra Reza Irwansyah Ria Mahdia Fitri Rina Fitriana, Rina Rinda Aunillah Sirait Ronny Yudhi Septa Priana, Ronny Yudhi Rulinawaty Rulinawaty Rully Khairul Anwar S. Kunto Adi Wibowo Safina Zora Hassanah Santi Susanti, Santi Sapari Dwi Hadian Sehabudin, Aang Septiana Yustika Widyaningrum Sri Seti Indriani Sudarmi Sudarmi Sunardi Surya Dewi Susie Perbawasari Sutisna, Nana SYAHRIAL SYAHRIAL Tansah Rahmatullah Taufik Murtono Teddy Kurnia Wirakusumah Tripalupi, Merry Fridha Ute Lies Siti Khadijah Viannisa, Nadhifa Wahyuanto, Eko Willya Achmad Winda Ersa Putri Yanti Setianti Yoki Yusanto Yusanto, Yoki Yusanto, Yoki Zainal Abidin