p-Index From 2021 - 2026
10.497
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Potensi Orang Asli Papua (OAP) Dalam Bidang Olahraga Melalui Edukasi Olahraga Miftah Fariz Prima Putra; Toni Kogoya; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Darius Yobee
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.14531

Abstract

Bagi masyarakat Papua atau Orang Asli Papua (OAP), olahraga dipandang sebagai jati diri atau harga diri. Namun belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa ada potensi besar dalam diri OAP terkait bidang olahraga. Oleh karena itu, tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada generasi muda Orang Asli Papua (OAP) dalam bidang olahraga melalui edukasi olahraga. Sebanyak 16 Orang Asli Papua (OAP) mengikuti kegiatan ini, yaitu 11 laki-laki dan 5 perempuan. Adapun usia peserta rata-rata adalah 19.75 tahun. Setelah peserta mendapatkan edukasi olahraga, tampak bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dibanding sebelumnya. Sebanyak 87% peserta mengetahui prinsip-prinsip FITT dalam olahraga dengan baik. Selain itu, 93.75% peserta mengetahui olahraga yang dilakukan selama ini sudah tepat atau belum. Tidak hanya itu, terkait dengan potensi OAP dalam olahraga, sebanyak 100% peserta mengetahui bahwa OAP memiliki potensi yang tinggi dalam olahraga.
Literasi Hidrasi: Strategi Peningkatan Kesadaran pada Atlet Remaja Papua Sinaga, Evi; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Putra, Miftah Fariz Prima; Larung, Ermelinda Yersin Putri; Asri, Astini; Kapitarauw, Rizal; Ngaderman, Renata Anastasya; Yigibalom, Nakinus; Sinaga, Eva
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.5254

Abstract

Dehidrasi pada atlet remaja merupakan masalah serius dengan dampak signifikan terhadap performa, kesehatan, dan perkembangan jangka panjang. Studi menunjukkan 40-60% atlet remaja memulai latihan dalam kondisi dehidrasi, yang diperparah oleh ketidakcukupan asupan cairan selama berolahraga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pencegahan dehidrasi melalui intervensi edukasi pada 15 atlet remaja Papua di Waena, Jayapura. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, simulasi penilaian tanda dan gejala dehidrasi, dan diskusi interaktif, dengan evaluasi menggunakan pretest-posttest. Hasil menunjukkan nilai rerata pretest sebesar 55.33 sedangkan posttest sebesar 98.87. Peningkatan pemahaman peserta yang signifikan dengan nilai N-Gain 102,28%, tergolong efektif berdasarkan kriteria standar. Disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan hidrasi atlet remaja. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pengembangan program edukasi dengan cakupan lebih luas dan perluasan materi tidak hanya terbatas pada hidrasi, tetapi juga aspek kesehatan lain yang mendukung performa atlet remaja.
Edukasi model Mental Toughness Training Circle (MTTC) pada guru olahraga Jayapura Miftah Fariz Prima Putra; Tri Setyo Guntoro; Agus Zainuri; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Skolastika Jelita; Markus Wahyu Moat Natin Lewar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.27486

Abstract

Abstrak Mental atlet diyakini sebagai dimensi yang sangat menentukan prestasi atlet di lapangan. Namun sayangnya, belum banyak yang memahami bagaimana cara melatih mental atlet. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang mode latihan mental yang disebut dengan mental toughness training circle (MTTC) pada guru olahraga di Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 21 guru olahraga mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta PkM memiliki keyakinan yang tinggi bahwa faktor mental adalah dimensi penting dalam olahraga, yaitu sebanyak 95.2% peserta yakin bahwa aspek mental sangat penting dan 4.8% menjawab penting. Peserta dapat memahami materi yang diberikan dengan baik dan peserta dapat mengaplikasikan program latihan mental, terutama berpikir positif dengan baik. Kata kunci: melatih mental; mental toughness training circle; guru olahraga. Abstract An athlete's mentality is believed to be a dimension that determines an athlete's performance on the field. But unfortunately, not many people understand how to train athletes mentally. Therefore, this community service activity aims to provide education about a mental training mode called the mental toughness training circle (MTTC) to physical education teachers in Jayapura. This service activity is carried out through four stages, namely: education, training, mentoring, and evaluation. A total of 21 physical education teachers took part in this activity. The results of the activity show that PkM participants have a high belief that mental factors are an important dimension in sports, namely 95.2% of participants believe that the mental aspect is very important and 4.8% answered that it was important. The participants can understand the material provided well and they can apply mental training programs, especially positive thinking. Keywords: mental toughness training circle; mental training; physical education teacher.
Upaya optimalisasi tumbuh kembang anak melalui pendampingan dan edukasi “Isi Piringku” di SD Negeri 2 Koya Barat Semuel Piter Irab; Arius Togodly; Sartika Sinaga; Evi Sinaga; Eva Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.29568

Abstract

Abstrak Di era modern, berbagai tantangan muncul dalam upaya memberikan asupan gizi yang baik pada anak-anak khususnya anak sekolah. Gaya hidup yang sibuk, perubahan pola makan, dan akses makanan cepat saji dan jajanan kurang sehat menjadi penghambat penerapan pola makan sehat dan seimbang. Dilaporkan sebanyak 8% anak sekolah menderita obesitas sentral. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkret untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui edukasi menu seimbang. Anak-anak yang memiliki asupan makan yang bernutrisi berpeluang lebih baik untuk tubuh menjadi individu yang sehat, cerdas dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terpenuhinya salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak tentang konsep “Isi Piringku” sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga menjalin kerjasama antara pihak Universitas Cenderawasih khususnya Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UNCEN dengan pihak SD Negeri 2 Koya Barat.  Manfaat dari kegiatan ini adalah siswa/i mengetahui informasi tentang konsep isi priingku dan mampu melakukan simulasi yaitu dengan memilih makanan dan menyusun isi piring makan peserta sesuai konsep “Isi piringku”, serta terpenuhinya salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat dan menjadi bahan publikasi serta kerjasama eksternal dengan lembaga/institusi yaitu SD Negeri 2 Koya Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk edukasi dan pendampingan yang dilakukan dengan cara memberikan ceramah dan demonstrasi yang diikuti oleh 38 siswa/i dan 1 guru SD Negeri 2 Koya Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan Uji Independent t-test, diperoleh peningkatan pengetahuan dalam kategori tinggi (Rerata %N-Gain: 89.52%). Kata kunci: pendidikan kesehatan; isi piringku; siswa SD Abstract In the modern era, various challenges arise in the effort to provide good nutrition to children, especially school-aged children. Busy lifestyles, changes in eating patterns, and access to fast food and unhealthy snacks hinder the implementation of a healthy and balanced diet. It was reported that 8% of school children suffer from central obesity. Therefore, concrete efforts are needed to optimize children's growth and development through balanced menu education. Children who have a nutritious diet are more likely to grow into healthy, intelligent individuals with good immunity. The purpose of the community service activity is to fulfill one of the Tri Dharma of Higher Education, namely community service, and to enhance children's knowledge and skills about the "My Plate" concept as an effort to optimize child development. This activity also establishes cooperation between Cenderawasih University, specifically the Public Health Study Program at FKM UNCEN, and SD Negeri 2 Koya Barat. The benefits of this activity include students gaining information about the "My Plate" concept and being able to simulate it by selecting food and arranging the participants' plates according to the "My Plate" concept. Additionally, it fulfills one of the three pillars of higher education, which is community service, and serves as a basis for publication and external collaboration with the institution, namely SD Negeri 2 Koya Barat. This community service activity took the form of education and mentoring, conducted through lectures and demonstrations attended by 38 students and 1 teacher from SD Negeri 2 Koya Barat. Data collection was conducted using questionnaires, and the data were analyzed using the Independent t-test. An increase in knowledge in the high category was obtained (Mean %N-Gain: 89.52%). Keywords: health education; my plate; elementary school students
Strategi peningkatan nutrisi bagi pesilat muda melalui pemberdayaan pelatih dan wali pesilat di Kota Jayapura Saharuddin Ita; Rodhi Rusdianto Hidayat; Agus Zainuri; Evi Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Yos Wandik; Yohanis Manfred Mandosir; Kurdi Kurdi; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin; I Putu Eka Wijaya Putra; Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Meilani Paulina Lewier; Raihan Ramadhan Abdullah; Jems R. Awantano
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28788

Abstract

AbstrakPencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas nutrisi atlet muda. Namun, di Kota Jayapura, rendahnya pemahaman pelatih dan wali pesilat mengenai prinsip nutrisi olahraga menjadi hambatan bagi optimalisasi performa dan kesehatan atlet. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan nutrisi pelatih dan wali pesilat muda di Perguruan Persinas ASAD Kota Jayapura. Dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri dari 10 pelatih, 25 wali pesilat, dan 47 pesilat muda, program ini dilakukan selama enam bulan melalui lokakarya, pelatihan, pendampingan, serta penggunaan aplikasi Calorie Counter Easy Fit Pro. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan nutrisi sebesar 46,8% pada semua kelompok peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test. Pelatih pria mencatat skor post-test tertinggi (87,1), sementara wali pesilat mencapai skor 76,3. Pendampingan aplikasi berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam merencanakan diet dan memantau kebutuhan gizi atlet. Hambatan utama berupa keterbatasan akses teknologi dan variasi tingkat pengetahuan awal berhasil diatasi dengan strategi pelatihan adaptif. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran nutrisi, kemandirian pelatih dan wali, serta kesehatan dan performa pesilat muda. Keberhasilan ini menunjukkan potensi replikasi program pada komunitas olahraga lain. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan program ini. Kata kunci:  nutrisi olahraga; pencak silat ; pemberdayaan; aplikasi manajemen nutrisi; pesilat muda. AbstractPencak Silat, as Indonesian cultural heritage, holds significant potential for development, including through improving the nutritional quality of young athletes. However, in Jayapura City, the low understanding of coaches and parents of Pencak Silat athletes regarding sports nutrition principles hinders the optimization of athletes' performance and health. This community service program aimed to increase the nutrition knowledge of coaches and parents of young athletes at Persinas ASAD Pencak Silat School in Jayapura City. Involving 82 participants consisting of 10 coaches, 25 parents, and 47 young athletes, this program was conducted over six months through workshops, training, mentoring, and the use of the Calorie Counter Easy Fit Pro application. The results showed an average increase in nutrition knowledge of 46.8% across all participant groups based on pre-test and post-test scores. Male coaches recorded the highest post-test score (87.1), while parents of athletes achieved a score of 76.3. Application mentoring successfully improved participants' skills in planning diets and monitoring athletes' nutritional needs. The main obstacles in the form of limited access to technology and variations in initial knowledge levels were successfully overcome with adaptive training strategies. This program made a real contribution to increasing nutritional awareness, the independence of coaches and parents, as well as the health and performance of young athletes. This success demonstrates the potential for replicating the program in other sports communities. Further evaluation is needed to ensure the sustainability and development of this program. Keywords: sports nutrition; encak silat; empowerment; nutrition management application; young athletes.
Pelatihan manajemen event pada pegiat esport di Kota Jayapura Daniel Womsiwor; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Rodhi Rusdianto Hidayat; Evi Sinaga; Juliant Salsabillah Nugroho; Yulia Citra Ramadhani; Fredika Novela Usior; Gerdha Kristina Ivony Numberi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28981

Abstract

AbstrakPelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen event di kalangan penggiat esports di Kota Jayapura, Papua. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan yang intensif dan partisipatif, melibatkan peserta dalam pembelajaran tentang manajemen event melalui teori dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-test dan post-test, serta analisis statistik deskriptif. Hasil analisis terkait tingkat pemahaman menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan tidak memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta. Sungguhpun demikian, melalui kegiatan ini sudah berhasil diselenggarakan sebuah event esport di Jayapura. Peserta juga merespon positif kegiatan pengabdian ini dan mempersepsikan kegiatan tersebut sangat baik. Saran yang diberikan adalah diperlukan edukasi dan pendampingan yang lebih intensif agar pengembangan kapasitas pegiat esport di Jayapura meningkat sehingga pembangunan ekosistem esport lebih baik di masa mendatang. Kata kunci: esports; manajemen event; ekosistem esport. AbstractThis training aims to improve event management skills among esports activists in Jayapura City, Papua. The methods used in this activity include intensive and participatory training, involving participants in learning about event management through theory and hands-on practice. Evaluation was conducted using a quantitative approach with pre-test and post-test, as well as descriptive statistical analysis. The results of the study related to the level of understanding showed that the training carried out did not have a significant impact on increasing participants' knowledge. Nevertheless, through this activity, an esports event in Jayapura has been successfully organized. Participants also responded positively to this service activity and perceived the activity as very good. The suggestion given is that more intensive education and mentoring are needed so that the capacity building of export activists in Jayapura increases so that the development of the esports ecosystem is better in the future. Keywords: esports; event management; esports ecosystem.
Edukasi dan pelatihan cara mengukur mental toughness atlet pada guru olahraga di Jayapura Miftah Fariz Prima Putra; Tri Setyo Guntoro; Agus Zainuri; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Skolastika Jelita; Markus Wahyu Moat Natin Lewar; Ikhsan Ikhsan; Nanda Aprilia Gandinni; Rita Watiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27487

Abstract

Abstrak Mental atlet diyakini sebagai dimensi yang sangat menentukan prestasi atlet di lapangan. Namun sayangnya, belum banyak yang memahami bagaimana cara mengukur mental atlet. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang cara mengukur mental toughness pada guru olahraga di Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 21 guru olahraga mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 90.5% menjawab tidak mengetahui instrumen terstandar dalam mengungkap mental atlet dan hanya 9.5% yang menjawab mengetahui. Melalui kegiatan ini, guru olahraga di kota Jayapura mengetahui beberapa instrumen terstandar dalam mengungkap mental toughness pada atlet. Selain itu, guru olahraga juga melakukan pengukuran aspek mental toughness pada atletnya dengan baik. Kata kunci: instrument mental atlet; mental toughness; guru olahraga. Abstract An athlete's mentality is believed to be a dimension that determines an athlete's performance on the field. But unfortunately, not many people understand how to measure an athlete's mentality. Therefore, this community service activity aims to provide education and training on how to measure mental toughness in physical education teachers in Jayapura. This service activity is carried out through four stages, namely: education, training, mentoring, and evaluation. A total of 21 physical education teachers participated in this activity. The results of the activity showed that as many as 90.5% answered that they did not know about standardized instruments for revealing athletes' mental health and only 9.5% answered that they knew. Through this activity, physical education teachers in the city of Jayapura learned about several standardized instruments for revealing mental toughness in athletes. Apart from that, the teachers also measured aspects of mental toughness in their athletes well. Keywords: athlete's mental instrument; mental toughness; physical education teacher.
The Effect of Resistance Band Training on Improving Basic Volleyball Techniques in Students Living in the Dogiyai Dormitory in Jayapura City Darius Yobee; Miftah Fariz Prima Putra; Sulthan Hadist Ismaiedh Cukarso
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i3.33247

Abstract

Volleyball requires mastery of basic techniques such as serving, passing, setting, smashing, and blocking. However, many players on the field have difficulty mastering these skills due to monotonous training methods. This study used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design. The sample consisted of 40 students from the Dogiyai dormitory in Jayapura City who were selected using purposive sampling. The resistance band training program was implemented for six weeks with a frequency of three times per week, including serving, passing, setting, and smashing exercises. Data were obtained through a basic volleyball skills test, then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and paired sample t-tests with the help of SPSS 22.0. The results showed an increase in the average score from 15.60 in the pretest to 17.75 in the posttest with a difference of 2.15 points. Normality and homogeneity tests showed that the data were normally distributed and homogeneous. The results of the paired sample t-test showed a significance value of 0.000 <0.05, which means there was a significant difference between the pretest and posttest. The use of resistance bands significantly improved basic volleyball technical skills among students at the Dogiyai dormitory in Jayapura City. These findings provide practical insights for coaches and educational institutions in designing more varied, effective, and efficient training methods.
Cardiorespiratory Capacity of Papuan Sports Students: What is the Cardiorespiratory Capacity of Papuan Sports Students? Prasetyo, Muhammad Teguh; Putra, Miftah Fariz Prima; Babingga, Harianto
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 6 No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bimaloka.v6i1.48477

Abstract

The purpose of this study was to measure the cardiorespiratory endurance of college students through the Multistage Fitness Test (Beep Test) and VO₂Max calculation to obtain an objective picture of their aerobic fitness level. This study used a survey method involving two groups, namely male and female students. In the male group (n=12), the results showed that the majority of participants were in the below average category (66.7%), while 16.65% were in the low category and another 16.65% were in the average category. These findings indicate that most male students have cardiorespiratory capacity that still needs to be improved to achieve ideal fitness standards. Meanwhile, in the female group (n=4), all participants were in the low category with a percentage of 100%. This condition indicates that the aerobic fitness level of female students is still at a level far from optimal. Overall, the results of the study show that most students, both male and female, have aerobic fitness in the low to moderate category. These findings provide an important basis for planning a more targeted aerobic exercise program to improve the cardiorespiratory capacity of Papuan sports students.
The differences in Papuan elite athletes in the anxiety perspective Mangolo, Ewendi M; Guntoro, Tri Setyo; Kurdi; Putra, Miftah Fariz Prima
Journal Sport Area Vol 6 No 3 (2021): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2021.vol6(3).6569

Abstract

Anxiety is believed to be an important psychological dimension in determining the outcome of sport matches. However, studies examining this aspect of Papuan elite athletes have never been conducted. Therefor, this study aims to reveal the differences in the anxiety amidst the Papuan elite athletes in terms of sport and gender. Furthermore, the comparative research method used involves six sports with different characteristics, namely game, martial arts, and accuracy. Subsequently, a total of 100 athletes in the PON XX preparation training camp are involved, with about 39 in the game (M= 19, F= 20), 32 in martial arts (M= 18, F= 14), and 31 in the accuracy sport (L = 14 P = 17). Furthermore, the Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2) is used as an instrument for data collection on athlete's anxiety. Research data collection is carried out during the COVID-19 pandemic, so that the distribution of research instruments is carried out online using the google form. The research data are analyzed using descriptive and ANOVA techniques using the IBM SPSS program version 26. The results show that (1) there is no difference in anxiety between athletes in the sport of games, martial arts, and accuracy, (2) there is no difference in anxiety between male and female athletes. Although there is no difference, the anxiety that existed in athletes, especially at low and high levels, they need attention from the coach.
Co-Authors Abda Abda Abdul Jabbar Amar Adelia, Syarifa Agnes Supraptiwi Rahayu Agus Zainuri Akhmad Kadir Al Khowarizmi Aleda Mawena Ami Cristina Pigome Ansar CS Arius Togodly Asri, Astini Awantano, Jems R. Rikson Babingga, Harianto Babingga, Hariyanto Baharuddin Hasan Bandung Bumburo Bayu Budi Prakoso Carles Mulait CS, Ansar Daniel Womsiwor Daniel Womsiwor Darius Yobee Darius Yobee Desman, Joshua Desy Anita Karolina Sembiring Dewi Nurhidayah Dina Dina Dwipa, Bhakti Saka Effendi, Pamungkas Yulian Ekila Murib Elfian Siregar Ermelinda Yersin Putri Larung Ermelinda Yersin Putri Larung Eva Sinaga EVA SINAGA Eva Sinaga Eva Sinaga Evi Sinaga Ewendi M Mangolo Fatkurohim, Fatkurohim Febriyanti, Agnes Diona Fitrine Christiane Abidjulu Fonataba, Billy Smith Fredika Novela Usior Friska Sari Gracia Sinaga Friska Sari Gracia Sinaga Friska Sari Gracia Sinaga Gandinni, Nanda Aprilia Gerdha Kristina Ivoni Numberi Gerdha Kristina Ivony Numberi Ginting, Nurman Grace Janice Martha Mantiri Habel Saud Hakim Irwandi Marpaung Han Hidayat Mamoribo Hasanuddin Hasanuddin Hendriani, Awaliyah Putri I Nyoman Sudana Degeng I Putu Eka Wijaya Putra I Putu Eka Wijaya Putra I Putu Eka Wijaya Putra Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Imbran Ramadhan Indra Yudistira Ipa Sari Kardi Irfan Deny Octavian Irfan Deny Oktavian Ismaiedh Cukarso, Sulthan Hadist Ivon Marlin Dike Jelita, Skolastika Jems R. Awantano Johni J Numberi Juliant Salsabillah Nugroho Junalia Muhammad Kapitarauw, Rizal Kapitaraw, Risal Karisma, Sally Putri Kuncahyo, Mahardhio Mursyid Kurdi Kurdi Kurdi Kurdi Kurdi KUSTIAWAN, ANDRI ARIF Larung, Ermelinda Yersin Putri Ledoh, Cantika Candra Ledoh, Cartika Candra Lewier, Meilani Paulina Mandosir, Yohanis M. Manggapruuw, Demianus Mangolo, Ewendi M Mangolo, Ewendi W. Maniagasi, Austin Bill Eduardo Mansyur Mansyur Mantiri, Grace Janice Martha Markus Wahyu Moat Natin Lewar Marpaung, Hakim Irwandi Matatar, Perkolus Meilani Paulina Lewier Mia, Chirtitia Mia, Christitia Monika Gultom Muhammad Fitrah Mubarak Muhammad Said Harahap Muhammad Teguh Prasetyo Mulait, Carles Sari Muttaqin, M. Zaenul Nanang Indardi, Nanang Nanda Aprilia Gandinni Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Ngaderman, Renata Anastasya Noriwari, Yunita Christianti Oktavian, Irfan Deny Oscar Oswald O. Wambrauw Pahabol, Nomia Palinata, Yahya Jakson Pigome, Ami Cristina Pradesyah, Riyan PRAYOGA, ABA SANDI Raihan Ramadhan Abdullah Ramadhani, Yulia Cinta Ramadhani, Yulia Citra Remuz MB Kmurawak Rif'iy Qomarrullah Rita Watiningsih Rodhi Rusdianto Hidayat Rusli, Tiffany Shahnaz Saharuddin Ita Salam, Muh. Samal, Asmathil Bari Samuel Piter Irab Sartika Sinaga Selpianus Dimi Semuel Piter Irab Sinaga, Dewi Oktavia Sirampun, Elsi Skolastika Jelita Soleh Solahuddin Soleh Solahuddin Suharjana . Sumitra Sumitra Sutoro . Sutoro Sutoro Syamsul Arifin Syarif, Muhammad Syamsul Tabuni, Vani Tandipayung, Ricard Tery Wanena Toni Kogoya Trajanus Laurens Jembise Tri Setyo Guntoro Tumeno, Rival Untung Muhdiarto Urab, Semuel Piter Wafiq Zakiah Rismawati Al-Habsy Wagha, Ermelinda Fransiska Wahyu Indra Bayu Wasis Djoko Dwiyogo Watiningsih, Rita Welly Lokollo Widiyanto Widiyanto Wigati Yektiningtyas Wilhelmus Batiurat Yahya Jecson Palinata Yigibalom, Nakinus Yohanis Manfred Mandosir Yos Wandik Yudistira, Indra Yulia Citra Ramadhani Yuliance Adii Yulius Mataputun Yustinus Claudius Biellsa