Claim Missing Document
Check
Articles

Spatial Analysis of Nearest Neighbors in Dengue Disease in Metro City sutarto, sutarto; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Indriyani, Reni
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2338

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) poses a significant public health challenge in Metro City, Lampung Province, characterized by fluctuating case numbers. This study aims to analyze the spatial patterns of DHF using Geographic Information System (GIS) techniques and identify associated risk factors. Data were collected from DHF patients recorded between January and April 2024, revealing geographic variations in case distributions, with Iring Mulyo village reporting the highest incidence. The analysis indicates that most cases occur in individuals aged 6-59, although children aged 1-5 are notably at higher risk. Additionally, the distribution of cases shows a higher prevalence among females, likely due to environmental and behavioural factors. Vulnerability mapping highlights areas with elevated risk, particularly in densely populated regions. The findings underscore the necessity for targeted interventions, including community empowerment and vector control efforts. Recommendations are made for health authorities to employ data-driven strategies tailored to each area's unique demographic and environmental contexts. This study emphasizes the importance of continuous monitoring and adaptive strategy to control and prevent DHF effectively across different population segments.
Renewable Therapy Potential of Allogeneic Bone Marrow-Derived Mesenchymal Stem Cells for Idiopathic Pulmonary Fibrosis Bawono, Aloysius Krishartadi Damar; Balqis, Gasela Zalianti; Haq, Rais Amaral; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Daulay, Suryani Agustina
Journal Medical Informatics Technology Volume 2 No. 2, June 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v2i2.34

Abstract

Idiopathic pulmonary fibrosis (IPF) is a rare chronic respiratory disease characterized by progressive fibrotic changes in lung tissue of unknown origin, resulting in severe decline in lung function and poor prognosis with a median survival of 3 to 5 years. Current pharmacological therapies, including nintedanib and pirfenidone, aim to slow disease progression but are limited by side effects and lack of efficacy in reversing established fibrosis. This literature review explores emerging therapeutic approaches for IPF using data from PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases. The review highlights mesenchymal stem cell (MSC) therapy, specifically allogeneic bone marrow-derived MSCs, as a promising option. MSC therapy demonstrates superior efficacy in improving forced vital capacity (FVC) by 3.7%, surpassing the effects of nintedanib (3.3%) and pirfenidone (-4.8%), while exhibiting minimal adverse effects. The findings underscore the potential of MSC therapy as a renewable treatment option for IPF, suggesting a paradigm shift towards addressing both disease progression and lung function restoration in affected individuals.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK PENINGKATAN GIZI BALITA DI DESA BANJAR AGUNG Trijayanthi Utama, Winda; Puspita Sari, Ratna Dewi; Sutarto, Sutarto; Indriyani, Reni
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v3n4.2157

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang bersifat irreversibel yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat. Prevalensi stunting di Provinsi Lampung masih cukup tinggi, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah stunting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mensosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanganan stunting. Terdapat perbedaan signifikan sumbangan energi, protein, dan lemak dari pekarangan rumah terhadap kejadian stunting, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan sumbangan karbohidrat dari pekarangan rumah terhadap kejadian stunting.
Hubungan Paparan Debu Kayu dengan Permasalahan Sistem Respirasi pada Pekerja Industri Mebel Ferdian, Ruben; Sirait, Naomi Elfriede; Situmorang, Cindy Miranda; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Daulay, Suryani Agustina
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i3.358

Abstract

Penyakit Paru Akibat Kerja (PPAK) adalah kondisi kesehatan yang timbul sebagai akibat dari pajanan berbagai bahan berbahaya di tempat kerja. Debu kayu, yang dihasilkan oleh proses penggergajian dan pengamplasan di industri mebel, adalah salah satu contoh bahan yang dapat menyebabkan PPAK. Paparan debu kayu dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, termasuk penurunan persentase kapasitas vital (VEP1/KVP), batuk, mengi, bronkitis kronis, sesak dada, dan asma. Kajian literatur ini membahas tentang hubungan paparan debu kayu dengan permasalahan sistem respirasi pada pekerja industri mebel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debu kayu dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada sistem pernafasan, serta dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi pekerja yang terpapar debu tersebut. Debu kayu yang terbawa udara ini mempunyai dampak yang besar terhadap kesehatan hidung individu di lingkungan tersebut, khususnya karyawan. Dalam industri mebel, debu kayu dapat dihasilkan oleh berbagai proses, termasuk penggergajian dan pengamplasan. Debu kayu yang terbawa udara ini mempunyai dampak yang besar terhadap kesehatan hidung individu di lingkungan tersebut, khususnya karyawan. Oleh sebab itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap PPAK serta melakukan upaya pencegahan yang efektif untuk mencegah timbulnya penyakit ini. Pencarian dilakukan dalam rentang waktu tahun 2018-2023 melalui pangkalan data seperti Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect, dengan menggunakan kata kunci yang mewakili seperti "debu kayu", "pekerja mebel", dan "sistem respirasi”. Proses penelitian melibatkan beberapa langkah, dimulai dengan pencarian dan pengumpulan artikel dari jurnal-jurnal ilmiah dan referensi dari buku yang dapat dijadikan landasan atau pedoman penelitian.
Potensi Tanaman Obat Untuk Mengatasi Tuberkulosis Resisten Obat: Kajian Literatur Prayogi, Norbertus Marcell; Hafizh, Ahmad Fauzan; Widjaja, Jovan; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Daulay, Suryani Agustina
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.15091

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis. Indonesia berkontribusi secara signifikan terhadap beban TB global, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat 969.000 kasus TB di negara ini. Pengobatan utama untuk TB adalah menggunakan beberapa antibiotik yang dikenal sebagai obat anti-tuberkulosis (OAT). Namun, penggunaan antibiotik dalam pengobatan meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Resistensi terhadap antibiotik merupakan masalah yang dihadapi dunia dalam pengobatan infeksi bakteri, termasuk TB. Penggunaan ekstrak tanaman sebagai terapi alternatif untuk TB telah menjadi fokus penelitian. Tanaman obat tradisional telah digunakan untuk berbagai penyakit di banyak budaya di seluruh dunia. Tanaman-tanaman ini mengandung senyawa aktif yang memiliki potensi untuk melawan bakteri dan memiliki sifat-sifat yang mendukung penyembuhan serta meminimalkan efek samping. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk merangkum berbagai penelitian ekstrak tanaman dari seluruh dunia untuk memahami potensi ekstrak tanaman sebagai terapi alternatif untuk TB, khususnya TB yang resisten terhadap obat. Studi ini menggunakan pencarian komprehensif dari tiga basis data (Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct) dari tahun 2018 hingga 2023. Hasil menunjukkan bahwa berbagai ekstrak tanaman telah ditemukan memiliki aktivitas antimikroba terhadap M. tuberculosis, termasuk Lophira lanceolata, Zanthoxylum Leprieurii, Echinops Amplexicaulis, Acacia hockii, Albizia coriaria, Combretum molle, Warburgia ugandensis, dan Aphloia theiformis. Nilai Konsentrasi Minimum Inhibitor (MIC) dari ekstrak ini berkisar dari 0,0488 hingga 1.500 mg/mL.
Perbandingan Berbagai Airway Clearance Therapy Yang Paling Efektif Dalam Pengeluaran Sputum Pada Pasien Pneumonia Prianti, Vreyza; Natasha, Messya; Sabrina, Michelle; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Winda Trijayanthi; Daulay, Suryani Agustina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15506

Abstract

Pneumonia adalah penyebab kematian terbesar di dunia, dengan 15 negara memiliki angka kematian yang paling tinggi diakibatkan pneumonia, termasuk Indonesia yang menempati posisi kedelapan dengan jumlah kematian mencapai 22.000 jiwa. Pneumonia bisa terjadi kepada anak-anak, orang dewasa, ataupun lansia dan kejadian pneumonia tersering berada di negara bagian Asia Selatan dan Afrika. Fisioterapi dada dan pernapasan bibir (pursed lip breathing) adalah dua teknik yang sering digunakan dalam fisioterapi respirasi untuk membantu pengeluaran sputum yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fisioterapi dada sama efektifnya dengan pernapasan bibir (pursed lip breathing) dalam pengeluaran sputum pada pasien pneumonia. Fisioterapi dada melibatkan serangkaian gerakan dan manipulasi pada dada dan area toraks yang dirancang untuk merangsang pengeluaran sputum, serta memberikan stimulasi fisik yang lebih aktif pada dada dan paru-paru. Pengawasan fisioterapis yang terlatih memungkinkan untuk penyesuaian yang tepat sesuai dengan kondisi pasien, yang dapat meningkatkan efektivitasnya. 
Sepsis neonatal atau biasa dikenal dengan sepsis neonatorum merupakan infeksi yang melibatkan seluruh aliran darah dan semua organ-organ pada bayi baru lahir yang berusia kurang dari 28 hari. Penyakit ini masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mort Sabila, Ghina; Apriliana, Ety; Islamy, Suryadi; Sari, Ratna Dewi Puspita
Medula Vol 14 No 7 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i7.1258

Abstract

Neonatal sepsis is a systemic infection that involves the entire bloodstream and organs of newborns, making it one of the leading causes of neonatal morbidity and mortality, particularly in low- and middle-income countries. Neonatal sepsis is classified into early-onset sepsis (EOS) and late-onset sepsis (LOS), with varying etiologies involving gram-positive bacteria, gram-negative bacteria, and fungi. This article aims to provide a comprehensive review of the etiology, risk factors, diagnosis, and management of neonatal sepsis using an evidence-based approach. This article is based on an analysis of current literature relevant to the epidemiology, pathogenesis, and treatment of neonatal sepsis. EOS is primarily caused by vertical transmission of infection during delivery, with Group B Streptococcus (GBS) as the leading cause, while LOS is often associated with nosocomial infections caused by Staphylococcus epidermidis. Risk factors include prematurity, low birth weight, invasive procedures, and poor infection control. Management involves the administration of broad-spectrum empirical antibiotics within one hour of suspected sepsis, tailored to culture results. A holistic approach, including NICU care, family education, and optimization of infection prevention, has been shown to effectively reduce morbidity and mortality. Neonatal sepsis remains a significant challenge in perinatology, necessitating comprehensive management with an evidence-based approach encompassing timely antibiotic therapy, nosocomial infection control, and family education to improve neonatal outcomes. Preventive efforts, such as enhancing perinatal hygiene and neonatal care, must be optimized to reduce the incidence of neonatal sepsis.
Review Literature: Relationship of Food Intake and the Incidence of Dyspepsia Syndrome in Medical Students Napitupulu, Cindy Cecilia Anasthasya; Rahmanisa, Soraya; Happy, Terza Aflika; Sari, Ratna Dewi Puspita
Medula Vol 15 No 1 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i1.1443

Abstract

Dyspepsia syndrome is a digestive disorder characterized by symptoms such as epigastric pain, burning, bloating and nausea. In Indonesia, the prevalence is high, with most cases classified as functional dyspepsia. In medical students, poor and irregular diets are common due to academic pressure, busy schedules, and unhealthy lifestyles, which are thought to be the main risk factors for dyspepsia. These habits are further exacerbated by the consumption of unhealthy foods, such as fast food, as well as the habit of eating at irregular times. This study aimed to evaluate the relationship between diet and the incidence of dyspepsia syndrome in medical students in Indonesia through a literature review. A literature search was conducted online using Google Scholar with the keywords “dyspepsia syndrome,” “medical student dyspepsia syndrome,” and “medical student diet.” Of the 635 articles found, 16 were screened based on relevance of content, availability of full text, use of Indonesian language, and time of publication within the last 5 years. Five relevant articles were selected for further review. The review showed a significant association between disordered eating patterns and the incidence of dyspeptic syndrome. Habitual skipping of breakfast, consumption of fast food, eating under stressful conditions, and lack of balanced nutritional intake contributed to the risk of dyspepsia. This conclusion emphasizes the importance of health education on regular diet, stress management, and healthy lifestyle to prevent dyspepsia syndrome and improve the quality of life of medical students.
Faktor Risiko dan Manajemen Mirror Syndrome Muhammad Hasbi Sahbani; Nurul Islamy; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.800

Abstract

Introduction: Mirror syndrome is a rare prenatal clinical condition associated with significant fetal death and maternal morbidity. Objective: To Know more about Mirror Syndrome comprehensively. Methods: The literature review study combines the essence of several relevant sources from national and international sources. Results: Mirror syndrome is defined by the presence of a clinical trial that includes fetal hydrops, placental hydrops, and maternal oedema. Several fetoplacental diseases are also associated with MS, which can be classified into diverse groups based on: different etiologies. Conclusion: There are many things still unknown about Mirror Syndrome. Early diagnosis is essential to determine the etiology of Mirror Syndrome and the appropriate treatment according to its type.
Analisis Perspektif Pelanggan terhadap Kepuasan Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Belleza Kedaton Bandar Lampung Sari, Ratna Dewi Puspita; Wulansari, Rifda; Muchtiar, Mulyadi; Budiman, Dicky; Adjie, JM Seno; Muslikh, Muslikh; Novita, Dian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.19405

Abstract

ABSTRACT Belleza Kedaton Hospital Bandar Lampung faces challenges in ensuring the quality of health services in the midst of its transformation into a general hospital and the implementation of a partnership with BPJS Health since 2024. This study aims to examine the relationship between service quality dimensions (Tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy) with patient satisfaction, and its impact on hospital operational performance. This study uses quantitative with a Cross Sectional approach. The sample was 100 general patient respondents and 100 BPJS patients, with a Stratified Random Sampling technique. Data were collected through SERVQUAL (Service Quality) questionnaire and numeric scale for satisfaction and analyzed using Univariate. The results showed the gap score of attributes - attributes of statements based on the SERVQUAL dimension in patients before BPJS in 2023 the highest gap score was at attribute statement number 27 “The nurse informs and explains the actions to be taken” of 1.75. While the lowest gap score is on statement attribute number 41 “Ease and speed of the administrative process” of 0.06. In 2024, the highest gap score is on statement attribute number 31 “Patient administration procedures are easy and straightforward” by 2.17. While the lowest gap score is on statement attribute number 41 “The appearance of health workers and personnel (doctors, nurses) is clean and neat” by 0.17. Based on the results of the study, it can be seen that the analysis of customer perspectives based on the emphaty dimension decreased satisfaction in 2023 respondents who stated that they were satisfied by 71 people (71.0%) and decreased in 2024 to 47 people (47.0%), the Tangible dimension found a decrease in satisfaction in 2023 respondents who stated they were satisfied by 65.0% and decreased in 2024 to 49.0%, the reliability dimension of service performance satisfaction decreased satisfaction in 2023 respondents who stated they were satisfied by 77. 0% and decreased in 2024 to 46.0%, the assurance dimension of service performance satisfaction decreased satisfaction in 2023 respondents who expressed satisfaction of 74.0% and decreased in 2024 to 42.0%, the responsiveness dimension of service performance satisfaction decreased satisfaction in 2023 respondents who expressed satisfaction of 70.0% and decreased in 2024 to 40.0%. Based on the analysis of service performance satisfaction, it can be seen that there was a decrease in satisfaction in 2023 respondents who stated that they were very satisfied by 46.0% and decreased in 2024 to 14.0%.  Keywords: Customer Perspective, Satisfaction, Service PerformanceABSTRAK Rumah Sakit Belleza Kedaton Bandar Lampung menghadapi tantangan dalam memastikan mutu pelayanan kesehatan di tengah transformasi menjadi rumah sakit umum dan penerapan kemitraan dengan BPJS Kesehatan sejak 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dimensi mutu pelayanan (Tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kepuasan pasien, serta dampaknya terhadap kinerja operasional rumah sakit. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yaitu sebanyak 100 responden pasien umum dan 100 orang pasien BPJS, dengan teknik sampel Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner SERVQUAL (Service Quality) dan skala numeric scale untuk kepuasan dan dianalisis menggunakan Univariat. Hasil penelitian menunjukkan gap skor atribut – atribut pernyataan berdasarkan dimensi SERVQUAL pada pasien sebelum BPJS tahun 2023 gap skor yang paling tinggi ada pada atribut pernyataan nomor 27 “Perawat menginformasikan dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan” sebesar 1,75. Sedangkan gap skor yang paling rendah ada pada atribut pernyataan nomor 41 “Kemudahan dan kecepatan proses administrasi” sebesar 0,06. Tahun 2024 gap skor yang paling tinggi ada pada atribut pernyataan nomor 31 “Prosedur administrasi pasien mudah dan tidak berbelit-belit” sebesar 2,17. Sedangkan gap skor yang paling rendah ada pada atribut pernyataan nomor 41 “Penampilan petugas dan tenaga kesehatan (dokter, perawat) bersih dan rapi” sebesar 0,17. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui analisis perspektif pelanggan berdasarkan dimensi emphaty terjadi penurunan kepuasantahun 2023 responden yang menyatakan puas sebesar 71 orang (71,0%) dan menurun di tahun 2024 menjadi sebesar 47 orang (47,0%), dimensi Tangible didapati terjadi penurunan kepuasan tahun 2023 responden yang menyatakan puas sebesar 65,0% dan menurun di tahun 2024 menjadi sebesar 49,0%, dimensi reliability terhadap kepuasan kinerja pelayanan terjadi penurunan kepuasan tahun 2023 responden yang menyatakan puas sebesar 77.0% dan menurun di tahun 2024 menjadi 46,0%, dimensi assurance terhadap kepuasan kinerja pelayanan terjadi penurunan kepuasan tahun 2023 responden yang menyatakan puas 74.0% dan menurun di tahun 2024 menjadi sebesar 42,0%, dimensi responsiveness terhadap kepuasan kinerja pelayanan terjadi penurunan kepuasan tahun 2023 responden yang menyatakan puas sebesar 70.0% dan menurun di tahun 2024 menjadi sebesar 40,0%. Berdasarkan analisis kepuasan kinerja pelayanan dapat diketahui bahwa terjadi penurunan kepuasan tahun 2023 responden yang menyatakan puas sekali sebesar 46,0% dan menurun di tahun 2024 menjadi sebesar 14,0%.  Kata Kunci: Perspektif pelanggan, kepuasan, kinerja pelayanan
Co-Authors Ahmad Fauzi Alghani, Sulthan Rafi Alvira Balqis Soraya Aminuyati Amir, Anzela Ananda, Amallia Andinatania, Marcella Ari Irawan Romulya Ari Wahyuni Arif Yudho Prabowo Arli Suryawinata Arwin, Leonardo Asep Sukohar Bajuri, Annisa Nur Oktavia Bakrie, Samsul Balqis, Gasela Zalianti Bawono, Aloysius Krishartadi Damar Budiman, Dicky Citra Yuliyanda Pardilawati Daulay, Suryani Agustina Dedy Miswar Desta Stallaza Alifka Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Dian Novita Dian Pratiwi Diana Mayasari Dinda Annisa Fitria Dwi Rani Sukma Dyah Wulan SR Wardhani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Efriyan Imantika Elma Sandya Ergidona Nurizqi Syiffatulhaya Ety Apriliana Ety Apriliana Evi Kurniawati, Evi Evriana Citra Fakhri Wisa Amrulloh Fatahillah, Fatahillah Fatharanni, Mentari Olivia Fauzia, Nikma Syalsabiela Febrina Halimatunisa nisa Femmy Andrifianie Ferdian, Ruben Fiana Deswita Fidela Anindya Atha Fitriani Antika Dhamayanti Hafizh, Ahmad Fauzan Hafshah, Hafshah Happy, Terza Aflika Haq, Rais Amaral Hardiyanti, Rahma Helmi Ismunandar Hisbul Waton Indah Salsabila Indriyani, Reni Intanri Kurniati Islamy, Suryadi Jeffrey Surya jefri irawan Jezmy, Beby Kelidia JM Seno Adjie Karina Azlia Amanda Karunia Santi Kenos Stefanus Khairun Nisa Kurniati, Intan M. Fitra Wardhana Maharani, Calista Putri Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mediansyah, Aulian Meilisa Hidayah Putri Mersiana, Putri Febi Morfi, Chicy Widya Muchtiar, Mulyadi Muhammad Hasbi Sahbani Muhammad Kaisar Febriantara Muhartono Muhartono Muslikh Muslikh Napitupulu, Cindy Cecilia Anasthasya Natasha, Messya Naza Tsasbita Hayuning Adila Nindia Dara Utama Nirfandi, Haikal Nirwan, Qurratul Aini Nurliwayka Qodri, Amari Nurul Islamy Nurul Islamy Nurul Utami Nurul Utami Oktadoni Saputra Oktafany, Oktafany Prabowo, Arif Yudho Prambudi Rukmono Prayogi, Norbertus Marcell Prianti, Vreyza Putra, Ruchpy Cahya Putri, Asyifa Dinda Putri, Tiara Triwansa Putu Ristyaning Ayu Rachmi Lestari Rukmono Rahmatullah, Muhammad Rayza Ramadhana Komala Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna, Maya Ganda Ratu Nirmala Wahyunindita Regina Pingkan Reni Indriyani Reni Indriyani Reni Indriyani Reni Indriyani Reni Zuraida Retno Arienta Sari Rika Lisiswanti Rika Oktaria Ringgi Tantra Setiawan Risti Graharti Rizki Hanriko Rizky Indria Lestari Rodiani Rodiani, Rodiani Romulya, Ari Irawan Rudiyanto, Waluyo Sabila, Ghina Sabrina, Michelle Sahputra, Rahmat Tridhandy Samsul Bakri Samsul Bakrie Sangging, Putu Ristyaning Ayu Saragih, Reynhard Saragih, Reynhard Theodorus Septia Eva Lusina Septiani, Linda Septina Ashariani Shafira Fauzia Shinta Nareswari, Shinta Sirait, Naomi Elfriede Situmorang, Cindy Miranda Sofyan Musabiq Wijaya Sofyan Musyabiq Wijaya Sono, Rafa Habiba Soraya Rahmanisa Suarto, Sutarto Suhaili, Gadis Bunga Suharyani Suharyani Suharyani Suryawinata, Arli Susan Yulia Laura Howay Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syazili Mustofa TA Larasati Taufiqurrahman Rahim Tesya Agustin Tiara Cornela Azqinar Tri Lamtiur Pakpahan Tri Umiana Soleha Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi, Winda Utama, Winda Winda Trijayanthi Wardani, Nanda Fitri Widjaja, Jovan Wijaya, Sofyan Musabiq Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Winda Trijjayanthi Utama Wulansari, Rifda Zahra Dewi Difa