Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Civic Disposition Dalam Membangun Kesadaran Berkonstitusi Di Lingkungan Masyarakat Annisa Mulqi Latifah; Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.320

Abstract

Kesadaran berkonstitusi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkeadaban. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman konstitusional masyarakat dan perilaku konstitusional dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan civic disposition dalam membangun kesadaran berkonstitusi serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan civic disposition telah muncul dalam bentuk sikap toleransi, tanggung jawab sosial, dan kepatuhan terhadap aturan, namun belum terinternalisasi secara optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, budaya apatis dan individualisme, minimnya keteladanan, serta kurangnya integrasi nilai konstitusional dalam kegiatan sosial. Penelitian ini bermanfaat sebagai rujukan pengembangan Pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai dan sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kesadaran berkonstitusi secara bekelanjutan.
EDUKASI MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DAN KUALITAS HUBUNGAN INTERPERSONAL DI SEKOLAH Janvierna Lusie Putri, Mas Fierna; Yatti Rosmiati
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2026.05.1.1

Abstract

Keberagaman sosial, budaya, dan latar belakang peserta didik di lingkungan sekolah memerlukan penguatan pendidikan  multikultural  guna  membangun  hubungan  interpersonal  yang  harmonis,  toleran,  dan  inklusif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, workshop interaktif, simulasi role play, studi  kasus,  dan  refleksi  pengalaman  siswa  terkait  keberagaman  dan  hubungan  sosial  di  sekolah.  Peserta kegiatan  berjumlah  32  siswa  SMP  IPTEK  Kota  Tangerang  Selatan.  Evaluasi  program  dilakukan  melalui observasi, angket pre-test dan post-test, refleksi peserta, serta umpan balik guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan  adanya  peningkatan  pemahaman  siswa  mengenai  toleransi  aktif  dari  43,7%  menjadi  84,3%. Sebanyak 81,2% siswa menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap dampak stereotip dan prasangka sosial dalam  hubungan  interpersonal.  Selain  itu,  hasil  observasi  menunjukkan  meningkatnya  keterbukaan  siswa dalam bekerja sama lintas kelompok pertemanan, meningkatnya kemampuan komunikasi interpersonal, serta menurunnya  kasus  miskomunikasi  antar  siswa  dari  10–12  kasus  menjadi  3–4  kasus  setelah  kegiatan berlangsung.   Tingkat   partisipasi   siswa   selama   kegiatan   mencapai   sekitar   90%,   menunjukkan   bahwa pendekatan  partisipatif  lebih  efektif  dalam  membangun  kesadaran  sosial  siswa  dibandingkan  metode penyuluhan satu arah.
The Importance of Civic Education Learning on Nationalism in the Era of Globalisation Mas Fierna Janvierna Lusie Putri; Herdi Wisman Jaya; Fidah Nurbayti; Dona Purnama; Yeti Yetnasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5429

Abstract

Abstract In this era of globalization, there are negative and positive impacts that can significantly affect the character or identity of Indonesian society, especially the younger generation and the loss of a sense of nationalism or love for the Republic of Indonesia. Therefore, Civic Education is the basis for the younger generation in Indonesia in responding to the negative impacts of globalization. This research uses a library method that is looking for reliable sources such as scientific journals, research articles and descriptive reports that are relevant. The results of this study indicate that the role of Civic Education is very important for the Indonesian state in this era of globalization, which aims to preserve the character or identity of the Indonesian state and be able to compete with foreign cultures. This has proven to be very important for the Indonesian people, such as the Indonesian people being able to think critically, have innovative and creative and of course obey the rules that apply in Indonesia. Therefore, understanding the role of civic education through the education sector requires synergy between all stakeholders. This will be the main capital needed in the current era of globalization. The term globalization is not a new term or a term of the day. Globalization can also be defined as the process of entering into a world that affects all important aspects of human life. Keyword: Civic Education, Nationalism Attitude, Nationalism in the era of globalization
Peranan Masyarakat Dalam Mengembangkan Nilai Kearifan Lokal di Suku Baduy Mas Fierna Janvierna Lusie Putri; Dwi Septipane; Denti Sulistiawati; Kornelia Efriana Mumung
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5466

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan tentang pengembangan nilai kearifan lokal yang berperan di dalam masyarakat suku Baduy. Sebelum pengetahuan modern terkait tentang pengembangan nilai kearifan lokal, masyarakat Indonesia juga telah mengenal tentang konsep pengembangan nilai kearifan lokal di desa Baduy dalam berbagai hal. Artikel ini menggunakan metode kajian sejarah, dengan menggunakan dan mempelajari suatu peristiwa-peristiwa yang atau kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu dengan berdasarkan jejak-jejak yang di hasilkan melalui beberapa tahap seperti diantaranya, heuristik, interpretasi, kritik, dan historiografi. Sehingga, menjelaskan bagaimana kearifan lokal dapat berperan dalam proses masyarakat setempat, dan juga peranan masyarakat dalam pengembangan nilai kearifan lokal ini sangat penting dalam mengimplementasikan di kehidupan bermasyarakat serta mampu menerapkan berbagai hal kebijakan dalam melestarikan kearifan lokal agar dapat berfungsi dengan baik di dalam masyarakat Baduy tersebut. Masyarakat Baduy, memiliki ciri kekhasan dalam cara pandang dan wawasannya mengenai lingkungan masyarakatnya, yang dimana kearifan lokal lebih luas cakupannya. Kearifan lokal dalam masyarakat sangat beragam dan bervariasi dalam pengetahuan, keterampilan, serta tingkah laku yang di lakukan masyarakat tertentu dalam mengembangkan kearifan lokal. Kata Kunci: Peranan, Masyarakat, Kearifan Lokal, Desa Baduy
Peran Pendidikan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Sekolah Mas Fierna Janvierna Lusie Putri; Faniya Putriani; Helna Santika; Krisnaufal Nadhif Mudhoffar; Natia Grashella Ananda Putri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5576

Abstract

Abstract Pancasila education plays an important role in shaping national character, because quality character will provide a solid foundation for sustainable national development. By making the Pancasila education subject mandatory in schools, it also aims to instill Pancasila values ​​as the basis of the state and philosophy of life for every student in school. The research method used in this journal is literature study. The data used is in the form of literature, books, articles and documents related to Pancasila education in forming character in schools. The results of this research show that Pancasila education has a significant role in shaping the character of students at school. Through Pancasila education, students can understand and form a sense of nationalism, appreciate cultural diversity, and realize their rights and obligations as Indonesian citizens. The implication of this research is the need for more attention to Pancasila education in both formal and non-formal education. Pancasila education must also be carried out systematically and integrated into the curriculum, and supported by innovative and effective learning methods Keywords: Pancasila Education, National Character, Pancasila Values, Formal Education Abstrak Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter bangsa, karena karakter yang berkualitas akan memberikan landasan yang kokoh bagi pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Dengan diwajibkannya mata pelajaran Pendidikan Pancasila ini di sekolah juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan filosofi hidup bagi setiap peserta didik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah studi pustaka. Data yang digunakan berupa literatur, buku, artikel, dan dokumen yang berkaitan dengan pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah. Melalui pendidikan pancasila, peserta didik dapat memahami dan membentuk rasa nasionalisme, menghargai keberagaman budaya, serta menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perhatian lebih terhadap pendidikan Pancasila baik pada pendidikan formal maupun nonformal. Pendidikan Pancasila juga harus diselenggarakan secara sistematis dan terintegrasi dalam kurikulum, serta didukung dengan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif. Kata Kunci: Pendidikan Pancasila, Karakter Bangsa, Nilai-Nilai Pancasila, Pendidikan Formal
Pencak Silat as character education for Generation Z Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Agustin, Sonia; Rosmiati, Yatti; Rahayu, Yayuk Muji; Akhirudin, Akhirudin
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 10 No. 1 (2026): IRJE |Indonesian Research Journal in Education
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v10i1.47956

Abstract

Pencak silat, a traditional Indonesian martial art, embodies educational values that foster character development and national identity. This study examines the role of pencak silat as a medium for character education among Generation Z in Pasirtanjung Village. The research employed a quantitative survey design involving 22 Generation Z participants actively engaged in pencak silat training. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using SPSS through validity, reliability, normality, linearity, and simple linear regression tests. The findings reveal that participation in pencak silat has a positive and significant influence on students’ patriotic attitudes (Sig. = 0.048 < 0.05). The regression analysis shows that pencak silat accounts for 18.1% of the variance in the development of patriotic character, while the remaining variance is attributable to other educational and social factors, such as family background, peer influence, and school environment. These results indicate that pencak silat activities can serve as an effective cultural-based educational approach to strengthen character education and nationalism among young people.
Pendampingan Siswa SMP dalam Mengelola Intensitas Penggunaan Gadget Untuk Mendukung Pembentukan Karakter Positif di SMP Iptek Tangsel Yayuk Muji Rahayu; Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan gadget di kalangan siswa, termasuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meskipun gadget memiliki potensi besar dalam mendukung proses pembelajaran dan akses informasi, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, serta munculnya perilaku yang kurang mencerminkan karakter positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada siswa dalam mengelola intensitas penggunaan gadget secara bijak sehingga dapat mendukung pembentukan karakter positif. Program ini dilaksanakan di SMP IPTEK Tangsel dengan sasaran siswa SMP yang aktif menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, pendampingan, refleksi, dan evaluasi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menekankan pada penguatan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengontrol diri dalam penggunaan teknologi digital. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran siswa dalam mengelola penggunaan gadget secara seimbang antara aktivitas digital, kegiatan belajar, dan interaksi sosial. Dengan demikian, penggunaan gadget dapat diarahkan menjadi sarana yang mendukung proses pembelajaran serta pembentukan karakter positif pada siswa.
Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Ketua HIMA terhadap Civic Disposition Anggota HIMA PPPKn Universitas Pamulang Januar Robiansyah; Mas Fierna janvierna Lusie Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3362

Abstract

Dalam pelaksanaan organisasi hima ppkn universitas pamulang, kepemimpinan ketua hima memiliki peran penting dalam mengarahkan, melibatkan, dan mendorong anggota untuk menjalankan tanggung jawab organisasi. Namun, masih terdapat anggota pengurus yang kurang aktif dalam kegiatan organisasi, kehadiran dalam koordinasi yang belum optimal, serta pelaksanaan tugas yang belum merata. Kondisi tersebut berkaitan dengan pentingnya penerapan kepemimpinan demokratis dalam mendukung civic disposition anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis ketua hima terhadap civic disposition anggota pengurus hima ppkn universitas pamulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif mempunyai populasi penelitian berjumlah 22 orang pengurus hima ppkn universitas pamulang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan demokratis ketua hima memperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 40,36 dengan kategori baik, sedangkan variabel civic disposition memperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 40,95 dengan kategori baik. Hasil uji korelasi pearson product moment menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,782 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan dengan tingkat hubungan yang kuat.. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,611 menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis ketua hima memberikan kontribusi sebesar 61,1% terhadap civic disposition, sedangkan 38,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Conceptualization of digital citizenship-based civic education in shaping civic disposition and legal awareness Suanto, Suanto; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Marzuki, Marzuki; Samsuri, Samsuri; Kurniawan, Wiwit
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 10 No. 3 (2026): IRJE |Indonesian Research Journal in Education| in Progress|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/rcfkhs28

Abstract

Abstract   This study aims to conceptualize the role of digital citizenship in civic education (PKN) learning for strengthening students’ civic disposition and legal awareness. Employing a qualitative approach with a descriptive literature review design, this study analyzes relevant scholarly sources on digital citizenship, civic values, and legal awareness. The analysis focuses on identifying conceptual relationships and learning strategies that support the development of civic education in the digital era. The findings indicate that integrating digital citizenship values into PKN learning has the potential to foster responsible, ethical, tolerant, participatory, and law-abiding digital behaviours. Digital citizenship is viewed not merely as technical competence but as a moral and legal framework guiding students’ interactions in cyberspace. The proposed learning approach incorporates reflective activities, value-based discussions, case analysis, and digital citizenship projects. This study concludes that integrating digital citizenship into PKN learning provides a conceptual foundation for developing responsible citizens with strong civic values and legal awareness in the digital age.              
Co-Authors Agustin, Sonia Akhirudin, Akhirudin Aldiyansyah Alinurdin, Alinurdin Amirin, Amirin Andrian, Atik Anggraini, Sofia Annisa Mulqi Latifah Ari Muhamad Rahman Arip Rahman Arip Rahman Aris Destriadi Astuti, Dini Yuli Azizah, Zahrani Salwa Bayu Bagus Mulyana Denda Ginanjar Denti Sulistiawati Dona Purnama Dwi Septipane Elma Rahmawati Faniya Putriani Febriyanti, Nadila Fidah Nurbayti Hamidah Ulfa Fauziah Handayani, Sri Handayani, Sri Rahayu Hani Nuraeni Haq, Syauqie Dhiyaul Hardi, Ruli Helna Santika Herdi Wisman Jaya Ilham, Muhammad IndahFuji Ningsih Irma, Dasih Jamilah Jamilah Jannah , Upy Raudotul Januar Robiansyah Kamelia Kencana, Narwastu Gita Koimah, Siti Mariyatul Kornelia Efriana Mumung Krisnaufal Nadhif Mudhoffar Kurniati, Pat Lamsari, Tarida Lathifah Sandra Devi Latifah Sandra Devi Lestari, Tria Maemunah, Sari Maryani, Fitra Marzuki Marzuki Mohamad Sutisna Mumung, Kornelia Efriana Natia Grashella Ananda Putri Ningsih, IndahFuji Nur Amalia Zahra Nurbayti, Fidah Nurdiyana Nurhemah, Neng Nurhidayatullah, Ilham Peni Sekarsari Pudjiastuti, Sri Rahayu Purnama, Dona Putri, Nur Awlia R. Dede Siswandi Rachmat Anggi Marvianto Rahayu, Yayuk Muji Rahmat, Mutiara RAHMAWATI, ELMA Raistin Nur Abidin Rannisa Genki Mubarok Riska Putri Roni Rustandi Rosmiati, Yatti Rumiati, Sri Saepudin Karta Sasmita Samsuri Samsuri Saryono Saryono Sasmita, Saepudin Karta Selviani, Fitri Septipane, Dwi Setiawan, Nindya Oktaviani Sigara, Cori Marnika Siswandi, R Dede Siswandi, R. Dede Siti Mariyatul Koimah Sri Utaminingsih Sri Utaminingsih Suanto, Suanto SULASTRI Sulistiawati, Denti susi susi Suwandi Tajudin Tajudin Tajudin Tajudin, Tajudin Utami, Ichwani Siti Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wiwit Kurniawan, Wiwit Yatti Rosmiati Yatti Rosmiati Yayuk Muji Rahayu Yeti Yetnasari Yulita Pujilestari Yunus Bakhtiar Arafat Zahira, Inayah Junika Zahra, Nur Amalia Zulfikar, Gilang