p-Index From 2021 - 2026
18.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Intervensi Keperawatan “Ekofol” pada Pasien Post PCI dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia; Nugraha, Bambang Aditya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14292

Abstract

ABSTRACT Percutaneous coronary intervention (PCI) is the most common therapy for treating CAD through improved myocardial perfusion. The transition from hospital to home is a challenge for CAD patients undergoing PCI. After a brief stay in the hospital, patients have to take a lot of medicine every day, and adjust their lifestyle at home. The purpose of conducting this Evidence Based Practice is to determine the types of nursing interventions that can improve the level of treatment adherence in post PCI patients. The research method used in this review literature is a narrative review type with the title "Nursing Intervention "EKOFOL" in Post PCI Patients. Based on the seven articles analyzed, there are seven different interventions to improve treatment adherence of post-PCI patients. The first article uses education and counseling methods, the other six articles use the same method, namely education, counseling and follow up. The following are the interventions discussed from the seven articles analyzed. Based on the results of the study, it was concluded that there was treatment adherence in post-PCI patients with educational, counseling and follow-up interventions with duration and frequency adjusted back to patient needs. But in one article that has been analyzed, patient treatment adherence is considered quite low despite the intervention. Keywords: Nursing Interventions, Post PCI Patients, Treatment Adherence  ABSTRAK Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah terapi yang paling umum untuk mengobati CAD melalui peningkatan perfusi miokard. Transisi dari rumah sakit ke rumah merupakan tantangan tersendiri bagi pasien CAD yang menjalani PCI. Setelah dirawat sebentar di rumah sakit, pasien harus meminum banyak obat setiap hari, dan menyesuaikan gaya hidup mereka di rumah. Tujuan melakukan Evidence Based Practice ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien post PCI. Metode penelitian yang digunakan dalam literatur review ini berjenis narrative review dengan judul “Intervensi Keperawatan “EKOFOL” Pada Pasien Post PCI. Berdasarkan tujuh artikel yang dianalisis, terdapat tujuh intervensi yang berbeda untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien post PCI. Artikel pertama menggunakan metode edukasi dan konseling, keenam artikel lainnya metode yang sama yaitu edukasi, konseling dan follow up. Berikut merupakan intervensi yang dibahas dari ketujuh artikel yang dianalisis.  Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan adanya kepatuhan pengobatan pada pasien post PCI dengan intervensi edukasi, konseling dan follow up dengan durasi dan frekuensi yang disesuaikan kembali pada kebutuhan pasien. Namun dalam satu artikel yang telah dianalisis, kepatuhan pengobatan pasien dianggap cukup rendah meskipun telah dilakukan intervensi Kata Kunci: Intervensi Keperawatan, Pasien Post PCI, Kepatuhan Pengobatan
Hubungan Kesejahteraan Spiritual dengan Death Anxiety pada Pasien Paliatif : Literatur Review Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra; Maulana, Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14339

Abstract

ABSTRACT Patients with terminal illness have a poor prognosis of illness and lead to death. The patient's understanding of the limited time he has makes the patient experience anxiety about death. Anxiety about death is specifically divided into anxiety about death itself and anxiety about the process of death. The purpose of this Literature Review is to determine and examine the spiritual qualities of death anxiety in palliative patients. In this study, the authors used literature review in the form of articles with research methods Randomized Control Trials (RCTs), cross sectional, sequential mixed, descriptive-correlational, and literature review to explore the effect of spiritual approaches on reducing anxiety levels of palliative patients using Narrative Review as the basis for reporting items of this literature review. Spiritual well-being is taken into account as an effective factor of satisfaction with life. The results also showed a significant negative association between spiritual well-being and death anxiety. Spiritual well-being can affect death anxiety in individuals, especially the elderly suffering from cancer. Individuals with higher spiritual well-being may experience less death anxiety, which stems from belief in a higher power that is God and in other worlds that can make death easy. Patients who had spiritual well-being and religious attitudes had a significant effect on life satisfaction, peace and mental health, and also reduced death anxiety. Spiritual coping and religiosity can affect the improvement of the quality of life of palliative patients with spiritual activity. Keywords: Spiritual Well-being, Death Anxiety, Palliative Patients  ABSTRAK Penderita dengan Terminal illness memiliki prognosis penyakit yang buruk dan berujung pada kematian. Pemahaman penderita akan keterbatasan waktu yang dimilikinya membuat penderita mengalami kecemasan akan kematian. Kecemasan akan kematian secara spesifik terbagi ke dalam kecemasan akan kematian itu sendiri dan kecemasan akan proses kematian. Tujuan Literatur Review ini adalah untuk untuk mengetahui dan menelaah mengenai kualitas spiritual terhadap death anxiety pada pasien paliatif. Pada penelitian ini, penulis menggunakan literature review berupa artikel-artikel dengan metode penelitian Randomized Control Trials (RCTs), cross sectional, sequential mixed,  descriptive-correlational, dan literature review untuk mengeksplorasi efek pendekatan spiritual pada penurunan tingkat kecemasan pasien paliatif menggunakan Narrative Review sebagai dasar untuk item pelaporan literatur review ini. Kesejahteraan spiritual diperhitungkan sebagai faktor kepuasan yang efektif dengan kehidupan. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dan kecemasan kematian. spiritual well-being mampu mempengaruhi kecemasan kematian pada individu, khususnya lansia yang menderita kanker. Pada individu dengan kesejahteraan spiritual yang lebih tinggi mungkin mengalami kecemasan kematian yang lebih sedikit, yang berasal dari kepercayaan pada kekuatan yang lebih tinggi yaitu Tuhan dan di dunia lain yang dapat membuat kematian mudah dijumpai. Pasien yang memiliki kesejahteraan spiritual dan sikap religius berpengaruh signifikan terhadap kepuasaan hidup, kedamaian dan kesehatan mental, dan juga mengurangi  kecemasan kematian. Koping spiritual dan religiusitas dapat mempengaruhi peningkatan kualitas hidup pasien paliatif dengan aktivitas spiritual Kata Kunci: Kesejahteraan Spiritual, Death Anxiety, Pasien Paliatif
MODIFIKASI PEMAHAMAN 5 PILAR DIABETES MELITUS PADA PASIEN DAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERGLIKEMIA DAN HIPOGLIKEMIA Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2589

Abstract

to impaired insulin production or use in the body. One of the key approaches to managing diabetes is health education. Objective, Health education about DM plays an important role in increasing public understanding of risk factors, prevention, and proper management of diabetes. Method, Health education carried out by the author is at Al-Ihsan Hospital Umar bin Khattab room on the 3rd floor with most patients with DM disease. Therefore, the health education carried out is themed on knowledge about Diabetes Mellitus and its treatment through the 5 pillars of DM. The results of the activity, learning outcomes or knowledge improvement as an indicator of the achievement of health education are seen from changes in test scores by participants before and after the presentation. In conclusion, the results were obtained that there was an increase in test scores before and after the presentation was carried out and there was an activeness of participants during the presentation through question and answer sessions and discussions. Recommendation, It is hoped that the health education carried out can be useful for the community in increasing knowledge and can be applied in daily life so that DM can be controlled and the incidence rate decreases. In addition, it is hoped that participants can also share their knowledge with their families or other close people.
SOSIALISASI GIZI SEIMBANG DI POSYANDU RW 09 DESA SAYANG, KECAMATAN JATINANGOR Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia; Pebrianti, Sandra
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2455

Abstract

Masalah gizi buruk, seperti stunting dan obesitas, masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di wilayah Jatinangor. Stunting, yang merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, tercatat mencapai 24,4% pada tahun 2022 secara nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir seperempat balita mengalami hambatan pertumbuhan yang dapat berdampak buruk pada kualitas hidup mereka di masa depan. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama bagi ibu hamil, menyusui, dan balita, tentang sosialisasi gizi seimbang. Metode pelaksanaan menggunakan aksi sosial dengan menggunakan metode terjun langsung kepada masyarakat dan melalui media sosial. Metode ini dipilih untuk mencapai tujuan program, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat terutama ibu-ibu terhadap pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang . Hasil Kegiatan yaitu dihadiri 18 peserta dengan membahas mengenai pemilihan makanan bergizi, praktik pemberian makan yang baik, dan pentingnya gizi untuk tumbuh kembang anak. Untuk menjangkau lebih banyak warga, selain diberikan langsung kepada peserta, materi sosialisasi juga disebarluaskan melalui 10 brosur yang diberikan kepada pihak RW dengan tujuan agar informasi mengenai gizi seimbang dapat disampaikan kepada seluruh warga RW 09. Kesimpulan Agar sosialisasi ini lebih efektif, diperlukan strategi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis komunitas, seperti edukasi melalui Posyandu, PKK, serta pemanfaatan media digital, dapat membantu menyebarluaskan informasi dengan lebih luas dan mudah diakses.
Hubungan Safe Drinking Water, Sanitation and Hygiene (Wash) dengan Keluhan Diare Pada Balita di Desa Sukamulya Putri, Nabela Egidia; Rahayuwati, Laili; Shalahuddin, Iwan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19254

Abstract

ABSTRACT One of the causes of mortality and morbidity in children in the world is diarrhea. Many factors can cause diarrhea such as sanitation of clean water facilities, toilet facilities and feces management, wastewater management, and personal hygiene. This study aims to see the relationship between Safe Drinking-water, sanitation & hygiene (WASH) with diarrhea complaints in toddlers in Sukamulya Village. This study used a quantitative correlational analytical method with a cross-sectional design. Data will continue to be analyzed using univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis with Spearman's Rank correlation test. The population of this study consists of families with children aged 12-59 months. Using a total sampling technique, the final number of respondents was 147 out of 166 participants. The results from the Rank-Spearman test showed there is no significant correlation between WASH and diarrhea complaints, with p-value score 0,857 (p-value > 0.05). This study found that although the WASH conditions in the area did not meet the standards, only 12.9% of toddler experienced diarrhea complaints. This indicates the possibility of other factors influencing this condition. Keywords: Diarrhea, Drinking Water, Hygiene, Sanitation Facilities, Toddlers ABSTRAK Salah satu penyebab kematian dan kesakitan anak di dunia adalah diare. Banyak faktor yang dapat menyebabkan diare seperti sanitasi sarana air bersih, sarana jamban dan pengelolaan tinja, pengelolaan air limbah, dan personal hygiene. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara Safe Drinking-water, sanitation & hygiene (WASH) dengan keluhan diare pada balita di Desa Sukamulya. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Populasi penelitian ini adalah keluarga dengan balita usia 12-59 bulan. Dengan teknik total sampling, jumlah responden akhir adalah 147 dari 166 responden. Hasil tes Rank-Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara WASH dengan keluhan diare dengan nilai p-value sebesar 0,857 (p-value > 0,05). Penelitian ini menemukan bahwa meskipun kondisi WASH di wilayah tersebut belum memenuhi standar, hanya 12,9% balita yang mengalami keluhan diare. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi tersebut. Kata Kunci: Air Minum, Balita, Diare, Fasilitas Sanitasi, Kebersihan
Hubungan Tingkat Pendapatan, Pendidikan, dan Kepemilikan Jamban dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Jasmine, Ajeng; Rahayuwati, Laili; Shalahuddin, Iwan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19357

Abstract

ABSTRACT The behavior of opened defecation (BABS) was an action that could had a negative impact on public health. Human wasted disposed of carelessly could breed pathogens that can infect the community. The behavior of opened defecation can influenced by various factors such as knowledge, education, income, toilet ownership, supported from health officers, etc. The purpose of this researched was to determine the relationship between income leveled, education, and latrine ownership with open defecation behavior in Sukamulya Village. The typed of this researched was quantitative correlation with a cross-sectional approached. The population in this studied consisted of all headed of households or family members in Sukamulya Village, Dusun III,Rancaekek District, Bandung Regency. The sample size obtained and used in this studied was 503 respondents used the total sampling technique. Data collection carried out used questionnaires and observations. The data analysis conducted included univariate and bivariate analysis using the Chi-Square tested. This studied founded that there was still individuals in Sukamulya Village who engaged in Opened Defecation Behavior (ODB), totaling 62 people (12.3%).The results of the statistical tested used Chi-Square obtained p-valued for income leveled (p = 0.584), education (p = 0.565), and latrine ownership (p = 0.491). It could have concluded that opened defecation remained an environmental health issue in Sukamulya Village. Factors such as income leveled, education, and latrine ownership Keywords:  Open Defecation Behavior (OD), Family Income, Education, Latrine Ownership.  ABSTRAK Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) merupakan suatu tindakan yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Kotoran manusia yang dibuang secara sembarangan dapat menimbulkan bibit penyakit yang dapat menularkan masyarakat. Perilaku BABS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pendapatan, kepemilikan jamban, dukungan petugas kesehatan dll. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan, pendidikan dan kepemilikan jamban dengan perilaku BABS di Desa Sukamulya. Penelitian ini merupakan kuantatif korelasi dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga atau anggota keluarga di Desa Sukamulya dusun III Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Besar yang didapatkan dalam penelitian ini sebanyak 503 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat di Desa Sukamulya masih terdapat yang berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebanyak 62 orang (12.3%). Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square didapatkan p-value tingkat pendapatan (p = 0.584), pendidikan (p = 0.565), kepemilikan jamban ( p = 0.491). Dapat disimpulkan bahwa BABS masih menjadi masalah kesehatan lingkungan di Desa Sukamulya. Faktor tingkat pendapatan, pendidikan, dan kepemilikan jamban tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan perilaku BABS.  Kata Kunci: Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Pendapatan, Pendidikan, Kepemilikan Jamban
Career anxiety and covid-19 phobia in students of the faculty of nursing of Universitas Padjadjaran Ofni Stephany Lumban Raja; Ati Surya Mediawati; Theresia Eriyani; Maria Komariah; Iwan Shalahuddin
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.728 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1345

Abstract

Covid-19 is a global pandemic that is still happening today, the spread of the virus affects aspects of education that are closely related to students. Nursing students are one of the individuals affected by Covid-19, especially professional students who are undergoing clinical practice education. Professional students can experience problems such as career anxiety and  phobia of Covid-19 which can trigger career anxiety. This study aimed to discover the description of career anxiety and Covid-19 Phobia among professional students of class 41 and 42 of the Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran during the Covid-19 pandemic era. The design of this study is quantitative descriptive using hypothetical statistical data analysis and sampling technique using the total sampling (n=176). The instruments used in this study were Career Anxiety Scale (CAS) and Covid-19 Phobia Scale (C19P-S). The results showed that the description of career anxiety and Covid-19 Phobia among professional students of class 41 and 42 of the Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran during the Covid-19 pandemic era was in the moderate category (49.4%) and (55.1%). The conclusion in this study is professional students of class 41 and 42, experience career anxiety and Covid-19 Phobia in the moderate category. Therefore the results of this study may be used as advice for educational institutions to pay attention to students who experience career anxiety and Covid-19 Phobia and support students to reduce anxiety disorders by designing special programs such as counseling and career guidance.
Intervention for Prevention of Exacerbation on Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Patients Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.854 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.442

Abstract

COPD is the leading cause of morbidity and mortality worldwide Worsening symptoms of COPD or what is called acute exacerbations are common occurrences that often lead to hospitalization, and the frequency gets worse as the disease progresses. Often associated with a deteriorating quality of life, increased health care costs, and increased mortality. The purpose of searching for articles is to obtain articles from Indonesia or abroad that discuss effective methods in relieving exacerbation symptoms of chronic obstructive pulmonary disease. This study uses a literature review method approach that is suitable for use in this literature study is a scoping review because the purpose of this literature study is to determine an effective method in relieving exacerbation symptoms of the chronic obstructive pulmonary disease so that it can be used as an alternative method of handling exacerbation symptoms in patients with disease chronic obstructive pulmonary. A literature search using several sources, namely Ebscoshot, Google Scholar and Pubmed. Literature search results. The most nutritional deficiencies in COPD patients are vitamin B12 and vitamin D deficiency. Based on 10 journals on interventions in patients with COPD, vitamin D intake is a more effective intervention than other interventions. The number of COPD exacerbations in the intervention group with vitamin D intake decreased significantly compared to the control group (P-value less than 0.001). In addition, FEV1 in the intervention group increased compared to the control group that experienced a decrease (P-value less than 0.001). Recommendations for nurses play an important role in administering medication, including the provision of vitamin D interventions as a result of collaboration with doctors to patients. The nurse should know all the components of the drug order and question the order if it is incomplete or unclear or the dose is outside the recommended limit.  Abstrak: PPOK adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Gejala PPOK yang memburuk atau biasa disebut Eksaserbasi akut adalah kejadian umum yang sering menyebabkan rawat inap, dan frekuensinya memburuk seiring dengan perkembangan penyakit. Sering dikaitkan dengan kualitas hidup yang memburuk, peningkatan biaya perawatan kesehatan, dan peningkatan kematian. Tujuan dari pencarian artikel yaitu untuk mendapatkan artikel dari Indonesia ataupun luar negeri yang membahas mengenai metode efektif dalam meringankan gejala eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode literatur review yang sesuai untuk digunakan dalam studi literatur ini adalah scoping review dikarenakan tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui metode efektif dalam meringankan gejala eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis, sehingga dapat digunakan sebagai metode alternatif penanganan gejala eksaserbasi pada pasien penyakit paru obstruktif kronis. Pencerian literatur dengan menggunakan beberapa sumber yaitu Ebscoshot, Google Scholar dan Pubmed.. Hasil penelusuran literatur. Kekurangan nutrisi paling banyak oleh pasien PPOK adalah defisiensi vitamin B12 dan  vitamin D. Berdasarkan 10 jurnal mengenai intervensi pada pasien dengan PPOK, pemberian asupan Vitamin D menjadi intervensi yang lebih efektif dibandingkan intervensi lainnya. Jumlah eksaserbasi PPOK pada kelompok intervensi pemberian asupan vit D menurun secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (P value kurang dari 0,001). Selain itu FEV1 pada kelompok intervensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelompok kontol yang mengalami penurunan (P value kurang dari 0.,001). Rekomendaasi untuk perawat berperan penting dalam memberikan obat-obatan termasuk dalam pemberian intervensi vitamin D sebagai hasil kolaborasi dengan dokter kepada pasien. Perawat harus mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau dosis yang diberikan di luar batas yang direkomendasikan
Pendidikan Kesehatan tentang Bahaya Penggunaan Gadget pada Anak di SDN 5 Kelurahan Sukamenteri Garut Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Lukman, Mamat; Yamin, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23003

Abstract

ABSTRAK Penggunaan gadget di kalangan anak-anak semakin meluas seiring perkembangan teknologi digital yang pesat. Meski menawarkan kemudahan akses informasi dan hiburan, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan pada anak serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik. Melalui pendekatan partisipatif dan komunikatif melalui Ceramah interaktif, Diskusi kelompok kecil, Media audio-visual dan permainan games. Secara umum, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif dan media yang menarik dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman serta sikap anak sekolah dasar dalam menggunakan gadget secara lebih sehat dan seimbang. Perubahan juga terlihat dari hasil kuesioner sederhana yang dibagikan sebelum dan sesudah edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari skor 60 menjadi 85 dari skala 100. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan sangat penting dilakukan sejak dini untuk membentuk perilaku digital yang sehat, serta mencegah dampak negatif gadget terhadap tumbuh kembang anak. Program serupa sebaiknya dilakukan secara berkala dan terintegrasi dengan dukungan dari sekolah dan keluarga. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Gadget, Anak-Anak, Bahaya Digital  ABSTRACT The use of gadgets among children is becoming increasingly widespread with the rapid development of digital technology. While offering easy access to information and entertainment, excessive unsupervised use can have negative impacts on a child's physical, mental, and social development. This service aims to provide health education on the dangers of excessive gadget use in children and to identify prevention strategies that can be implemented by parents and educators. Thru a participatory and communicative approach using interactive lectures, small group discussions, audio-visual media, and games. Overall, the results of this activity indicate that health education with a participatory approach and engaging media can have a significant impact on elementary school children's understanding and attitudes toward using gadgets in a healthier and more balanced way. Changes are also evident in the results of a simple questionnaire distributed before and after the education. The average knowledge score of the students increased from 60 to 85 out of 100. Overall, this activity demonstrates that health education is crucial to be implemented from an early age to shape healthy digital behavior and prevent the negative impact of gadgets on children's growth and development. Similar programs should be conducted regularly and integrated with support from schools and families. Keywords: Health Education, Gadgets, Children, Digital Dangers
Effect of family-centered empowerment model on HOPE of adolescents with thalassemia major Mardhiyah, Ai; Panduragan, Santhna Letchmi; Mediani, Henny Suzana; Yosep, Iyus; Shalahuddin, Iwan; Hafitriany, Syifa Aulia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2143

Abstract

Thalassemia Major is a hereditary blood disorder and is a chronic disease that can cause various problems regarding future expectations for sufferers. Adolescents with thalassemia major experience various psychosocial problems which have an impact on decreasing hope, quality of life, interpersonal relationships, self-esteem which results in depression. The aim of this study was to identify the effect of the family centered empowerment model on the hope of adolescents with thalassemia major in Indonesia. This study uses a quasi-experimental design. The sample in this study were 240 adolescents with thalassemia major. Participants were given 4 sessions of family empowerment interventions for 4 weeks. Each session is carried out for 90 minutes. this study uses Children's Hope Scale (CHS) for data collection. Data analysis used independent t test and chi-square. The results of the study showed that the hope score increased significantly after the family-centered empowerment model in the intervention group (P=0.002). In addition, there was a significant difference between the intervention group and the control group in the mean of hope score among adolescents with thalassemia. The family centered empowerment model is an effective intervention to improve the hope for adolescents with thalassemia.
Co-Authors Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Ali Hamzah Aliya Rahayu Amelia Puspita Sari Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati Ermiati Faiz Zahran Alfairuz Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iceu Amira D.A Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Karwati Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida Lutvia Helmina M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Maria komariah Maria Komariah Mediawati, Ati Surya Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Metia Ariyanti Milda Nurul Fitriani Moch Panji Khoerudin Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nursyamsiyah Nursyamsiyah Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rostianti - S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Tartila Farha Sidik Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utami Husni Wildani Via Komalasari Vina Nurhandiya Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yulian Mutiara Agustin