p-Index From 2021 - 2026
18.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Sampah yang Produktif bagi Masyarakat Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Yamin, Ahmad; Lukman, Mamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23325

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini menghadapi berbagai masalah kesehatan masyarakat seperti muncul penyakit infeksi baru serta munculnya kembali penyakit infeksi lama, penyakit menular yang belum tertangani secara optimal, dan peningkatan jumlah kasus penyakit tidak menular (PTM).  Permasalahan tersebut, dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor perilaku dan faktor lingkungan.  Selain itu munculnya permasalahan kesehatan juga diakibatkan oleh kondisi demografi seperti persoalan sampah. Hasil survey yang dilaksanakan di Kelurahan Sukamentri, menunjukan ibu rumah tangga yang membuang sendiri ke TPS sebanyak 61.5%, dibuang ke sungai sebanyak  11.8%, ditimbun sebanyak 0.1%,dibakar sendiri sebanyak 2.4%, dan diangkat petugas sebanyak  24.2%.  Terkait data pemilahan sampah rumah tangga sebanyak 91.6 % tidak melakukan pemilahan sampah dirumah tangganya. Hal itu terjadi dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif di Kelurahan Sukamentri. Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 76 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 42,7 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 67,9 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 25,2 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati adalah memotivasi masyarakat untuk bergabung dengan bank sampah yang ada di Kelurahan Sukamentri.                                                                                                                                          Kata Kunci: Edukasi, Pengelolaan Sampah Produktif, Masyarakat.  ABSTRACT Introduction. Indonesia currently faces various public health problems such as the emergence of new infectious diseases and the re-emergence of old infectious diseases, infectious diseases that have not been optimally handled, and an increase in the number of non-communicable diseases (NCDs). These problems are influenced by various factors, including behavioral and environmental factors. In addition, the emergence of health problems is also caused by demographic conditions such as waste issues. The results of a survey conducted in Sukamentri Village, showed that 61.5% of housewives disposed of their own waste at the TPS, 11.8% threw it into the river, 0.1% buried it, 2.4% burned it, and 24.2% were collected by officers. Regarding household waste sorting data, 91.6% did not sort waste in their households. This occurred due to low public knowledge and awareness of the importance of health. The purpose of this activity was to increase public knowledge about productive waste management behavior in Sukamentri Village. The activity method used was public health education about productive waste management behavior. The number of participants who attended was 76 housewives. The results of the activity showed an average pre-test score of 42.7 points and an average post-test score of 67.9 points. The conclusion was that there was a 25.2 point increase in knowledge after the health education. The agreed-upon follow-up plan is to motivate the community to join the waste bank in Sukamentri Village. Keywords: Education, Productive Waste Management, Community.
Aksi sosial petualangan rasa: menjelajahi dunia makanan bergizi untuk tumbuh kembang pada anak sekolah dasar Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p63-76

Abstract

Permasalahan gizi seimbang menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan karena dapat mengurangi efisiensi pemanfaatan pangan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkualitas, dibutuhkan pendekatan holistik yang tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan akses, pemanfaatan, dan keberlanjutan pangan bergizi bagi masyarakat khususnya pada anak. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola makan gizi seimbang yang baik untuk kesehatan dan tercegah dari berbagai penyakit. Melalui pendekatan ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Hasil didapatkan adanya perubahan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap gizi seimbang untuk memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Makanan bergizi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Rekomendasi untuk Guru dan sekolah, diharapkan mengadakan program edukasi gizi seperti Hari Makan Sehat atau Kantin Sehat untuk mempromosikan kebiasaan makan bergizi.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG “BEYOUTIFUL: (DROP THE DOUBTS, BE THE REAL YOU) DI SMK PASUNDAN JATINANGOR KECAMATAN SUMEDANG Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Efri Widianti
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3300

Abstract

Adolescents are a vulnerable age group prone to negative body image issues due to social media exposure, peer pressure, and unrealistic beauty standards. The health education and promotion program entitled “BEYOUTIFUL: Drop the Doubts, Be the Real You!” was implemented at SMKS Pasundan Jatinangor to improve students' understanding of self-love, positive body image, and self-acceptance. The program applied experiential learning, Social Learning Theory (SLT), Health Belief Model (HBM), and humanistic learning theories. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, reflective discussions, and observation of student engagement. Results showed a significant increase in students’ knowledge of mental health and self-love, along with a more positive attitude towards themselves. The program also created a safe space for students to express themselves and build peer support. It is recommended that mental health education be integrated into the school curriculum and peer support groups be established as a sustainable effort to promote mentally and emotionally healthy adolescents
Hubungan Imunisasi BCG dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat Henny Cahyaningsih; Amelia Puspita Sari; Nursyamsiyah Nursyamsiyah; Metia Ariyanti; Mamat Lukman; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24547

Abstract

ABSTRACT Due to the extremely high number of cases, pulmonary tuberculosis in children is a serious public health concern in Indonesia. One of the globally recommended preventive efforts is the early administration of the vaccination against Bacillus Calmette-Guérin (BCG). To reduce the chance of developing pulmonary tuberculosis, babies less than two months are often vaccinated with BCG.  The bacteria Mycobacterium tuberculosis is the cause of the infectious illness TB, which can cause serious consequences and even death, especially in susceptible age groups like children. Consequently, the BCG vaccine is essential for avoiding pulmonary TB in children at a young age. This study aims to analyze the relationship between Bacillus Calmette–Guérin (BCG) immunization status and the occurrence of pulmonary tuberculosis in children. The researcher employed a quantitative approach utilizing a cross-sectional design, implemented accidental sampling as the method for selecting participants, and included at least 120 individuals in the sample. The results indicated a significant association between BCG vaccination and the incidence of pulmonary tuberculosis in children (p-value = 0.001), revealing a moderately strong correlation coefficient with a negative association. It is anticipated that hospitals will persist in raising public awareness regarding the importance of BCG vaccination and its link to pulmonary tuberculosis incidence. Keywords: BCG Immunization, Preschool, Pulmonary Tuberculosis.  ABSTRAK Tingkat insidensi tuberkulosis paru pada populasi anak di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan serius.  Salah satu upaya preventif terhadap penyakit dapat dilakukan melalui pemberian anak-anak imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG) sejak usia dini.  Bayi berusia di bawah dua bulan biasanya diberi imunisasi BCG untuk mengurangi risiko infeksi tuberkulosis paru. TB disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian, terutama pada anak-anak dan kelompok usia yang rentan. Akibatnya, imunisasi BCG sangat penting untuk mencegah tuberkulosis paru pada anak-anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi Bacillus Calmette–Guérin (BCG) dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan berupa sampel random. Sampel minimal yang diambil adalah 120 orang. Dalam penelitian ini, lembar observasi, yang juga dikenal sebagai checklist, digunakan dan diuji dengan uji Chi-square. Temuan menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara imunisasi BCG dengan frekuensi kejadian tuberkulosis paru pada anak (p-value = 0,001), dengan arah korelasi negatif dan koefisien korelasi yang kuat. Diharapkan rumah sakit dapat terus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi BCG dan kaitannya dengan kasus tuberkulosis paru. Kata Kunci: Imunisasi BCG, Preschool, Tuberkulosis Paru.
Teknik Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien dengan Gangguan Nyeri Akut di Ruang Penyakit Dalam Theresia Eriyani; Karwati Karwati; Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17029

Abstract

ABSTRACT A hernia is a condition in which a protrusion or lump occurs in one part of the body that should not be there. Actions that can be taken to overcome hernias are surgery, surgery can cause postoperative pain. Objective to reduce pain through pain management. Therefore, researchers are interested in conducting a case study on pain management interventions in patients with acute pain. The research design used is a case study with a nursing process approach. After the implementation of pain management includes identification of location, characteristics, duration, frequency, quality, intensity of pain, identification of pain scale, identification of non-verbal pain responses, providing non-pharmacological techniques to reduce pain, finger grip techniques and advocating for early mobilization and collaboration in providing pharmacology to overcome acute pain in patients. The case study showed significant improvement from the pain scale of 2 (0-10) on the third day, the patient was no longer grimacing, there were no signs of infection, the patient said the pain was reduced and the patient said he could tilt to the left. The analysis of nursing problems in this case study was partially resolved. Analysis of Nursing Problems with Acute Pain in Partially Resolved Cases. The first day is nursing care at night, the second day is done in the morning and the third day is done in the morning. Showing improvement in the patient's condition is evidenced by the pain scale value of 2 (0-10) where the result is included in the range of the mild pain scale. Keywords: Early mobilization, Finger grip, Hernia, Nursing care, Pain management  ABSTRAK Hernia adalah suatu keadaan dimana terjadinya penonjolan atau benjolan pada salah satu bagian tubuh yang seharusnya tidak ada. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hernia yaitu pembedahan, pembedahan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri post operasi. Tujuan untuk mengurangi nyeri melalui manajemen nyeri. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan studi kasus mengenai intervensi manajemen nyeri pada pasien dengan nyeri akut. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Setelah dilakukan implementasi manajemen nyeri meliputi identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, identifikasi skala nyeri, identifikasi respon nyeri non verbal, memberikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri teknik genggam jari serta menganjurkan untuk mobilisasi dini dan melakukan kolaborasi pemberian farmakologi untuk mengatasi nyeri akut pada pasien. Studi kasus menunjukan perbaikan dengan signifikan dilihat dari skala nyeri 2 (0-10) pada hari ke tiga, pasien sudah tidak meringis, tidak ada tanda- tanda infeksi, pasien mengatakan nyeri berkurang dan pasien mengatakan sudah bisa miring kana miring kiri. Analisa masalah keperawatan pada studi kasus ini teratasi sebagian. Analisa masalah keperawatan dengan Nyeri Akut pada kasus teratasi sebagian. Hari pertama dilakukan asuhan keperawatan pada malam hari, hari kedua dilakukan pada pagi hari dan di hari ketiga dilakukan pada pagi hari. Menunjukan perbaikan kondisi pasien dibuktikan dengan nilai skala nyeri 2 (0-10) di mana hasil tersebut termasuk ke dalam rentang skala nyeri ringan.Kata Kunci: Asuhan keperawatan, Genggam jari, Hernia, Manajemen nyeri, Mobilisasi dini
Intervensi Keperawatan Menurunkan Rasa Haus pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD): a Rapid Review Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Theresia Eriyani; Devi Nurrahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12488

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the increasing health problems. The global prevalence of CKD ranges from 13.4% (11.7-15.1%) of the population, with end-stage kidney replacement around 4.90 - 7.08 million people. To determine effective interventions of thirst management in CKD patients who carried out fluid restriction. The method used is rapid review with article search on four databases, namely, PubMed NCBI, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar. The studies reviewed were empirical studies with quantitative design, and mix-method in English or Indonesian with full text, as well as intervention studies in people with CKD. Based on the results of the analysis conducted, the results of the intervention were obtained namely chewing free sugar gum, sipping ice (ice suction), and gargling with mouthwash. Of the types of interventions found, the highest effectiveness was in the sipping ice intervention (p = 0.000) with a thirst-holding time of ±93 minutes. Thirst management in CKD patients can be done with various interventions, but the principles of fluid restriction must still be observed. Keywords: Chronic Kidney Disease, Interventions, Thirst  ABSTRAK Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat. Prevalensi CKD secara global berkisar di angka 13,4% (11,7-15,1%) penduduk, dengan stadium akhir yang memerlukan penggantian ginjal sekitar 4,90 - 7,08 juta jiwa. Untuk mengetahui intervensi yang efektif manajemen haus pada pasien CKD yang dilakukan pembatasan cairan. Metode yang digunakan adalah rapid review dengan pencarian artikel pada empat basis data yaitu, PubMed NCBI, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang ditinjau adalah studi empiris dengan desain kuantitatif, dan mix-method dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia dengan teks lengkap, serta studi intervensi pada penderita CKD. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh hasil intervensi yaitu mengunyah permen karet free sugar, sipping ice (hisap es), dan berkumur dengan mouthwash. Dari jenis intervensi yang ditemukan, efektifitas tertinggi ada pada intervensi sipping ice (p=0,000) dengan waktu menahan haus ±93 menit. Manajemen haus pada pasien CKD dapat dilakukan dengan berbagai intervensi, namun prinsip-prinsip pembatasan cairan yang dilakukan harus tetap diperhatikan Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Intervensi, Rasa Haus 
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak di RS Kota Bandung Henny Cahyaningsih; Lutvia Helmina; Mamat Lukman; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13168

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the increasing incidence of dengue fever worldwide. This disease affects everyone, can cause death especially in children and often causes extraordinary events or outbreaks. The purpose of the study was to determine the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. The research design used in this study was a descriptive survey, the number of population in the children's room for 6 months was 56 people, the number of samples was 30 people. The variables in this study were the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. This study used questionnaires that have been tested for validity and reliability with results for knowledge 078 and α = 0.88, while for attitudes 075 and α = 0.86. The analysis in this study used univariate analysis with results using frequency distribution tables. The results showed that the level of knowledge of mothers about dengue hemorrhagic fever was 53.3% had sufficient knowledge with the characteristics of mothers aged 30-39 years 60.0%, with the last education almost part of junior high school and high school which was 36.7%, more than half of housewives as much as 63.3%, and more than half of mothers had no experience as much as 63.3%, while for maternal attitudes more than half of mothers had negative attitudes as much as 60.0%  With the characteristics of most respondents have no experience, which is 63.3%. there are still mothers who have less level of knowledge and more knowledge than those with good level of knowledge.  It is recommended to improve the monitoring and attitude of mothers through counseling to mothers, especially those who have dengue children Keywords: Knowledge, Attitude, Dengue Hemorrhagic Fever  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian DBD meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini menyerang semua orang, dapat menyebabkan kematian terutama pada anak dan sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif, jumlah populasi di ruang anak selama 6 bulan sebanyak 56 orang, jumlah sampel 30 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil untuk pengetahuan 078 dan α = 0,88, sedangkan untuk sikap 075 dan α = 0,86. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan hasil menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit demam berdarah dengue adalah 53,3% memiliki pengetahuan cukup dengan karakteristik ibu berusia 30-39 tahun 60,0%, dengan pendidikan terakhir  hampir sebagian SMP dan SMA yaitu 36,7 %, lebih dari setengah ibu rumah tangga sebanyak 63,3 %, dan lebih dari setengah ibu tidak memiliki pengalaman sebanyak 63,3 %, sedangkan untuk sikap ibu lebih dari setengah ibu memiliki sikap negatif sebanyak 60,0 %  dengan karakteristik sebagian besar reponden tidak memiliki pengalaman yaitu 63,3 %. Bahwa masih ada ibu yang memiliki tingkat pengetahuan kurang dan pengetahuan cukup yang lebih banyak dibandingkan dengan tingkat pengetahuan baik. Disarankan untuk meningkatkan pengetauan dan sikap ibu melalui penyuluhan kepada ibu khususnya yang memiliki anak DBD. Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Demam Berdarah Dengue 
Efektifitas Pemberdayaan Keluarga Dalam Pernapasan Pursed Lips Breathing pada Anak dengan Asma Henny Cahyaningsih; Ali Hamzah; Mamat Lukman; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20163

Abstract

ABSTRACT Family has a great influence on the physical and mental health of each family member. Pursed Lips Inhalation is one of the therapeutic interventions in asthma patients to clear airflow obstructions and help normalize the rate, depth, and pattern of breathing. To find out the effect of family empowerment on knowledge, attitudes, and breathing skills of constricted lips. The research method used is Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. The sample is the family of Asthma Children in Bandung. Samples were taken using the purposive non-random sampling technique of 48 families in the intervention and control groups. Data analysis was carried out univariate and bivariate, using dependent and independent t-tests based on data normality tests. The results of the study mean knowledge before and after implementation (p-value 0.00), attitude (p-value 0.010), and skills (p-value 0.000). The results also showed differences in the average group's knowledge, attitudes, and skills. The following intervention and control groups, knowledge before family empowerment (p-value 5.23) after implementation (p-value 0.000). Attitudes before implementation (p-value 0.560), after implementation (p-value 0.000), skills before implementation (p-value 0.530), and after implementation (p-value 0.000). The results of this study show that family empowerment affects the knowledge, attitudes, and breathing skills of Pursed Lips Breathing in families who have children with asthma. Implications for nurses as a reference in providing nursing care to families with children with asthma Keywords: Family Empowerment, Pursed Lips Breathing, Children, Asthma  ABSTRAK Keluarga memiliki pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental setiap anggota keluarga. Pursed Lips Inhalation adalah salah satu intervensi terapeutik pada pasien asma untuk membersihkan obstruksi aliran udara dan membantu menormalkan laju, kedalaman, dan pola pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan bibir yang mengerucut. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. Sampel adalah keluarga Anak Asma di Bandung. Sampel diambil dengan teknik purposive non-random sampling sebanyak 48 keluarga pada kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat, menggunakan uji-t dependent dan independent berdasarkan uji normalitas data. Hasil penelitian meliputi pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value 0,000).  Hasil penelitian berarti pengetahuan sebelum dan sesudah implementasi (p-value 0,00), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value0,000). Hasilnya juga menunjukkan perbedaan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan rata-rata kelompok. Kelompok intervensi dan kontrol berikut, pengetahuan sebelum pemberdayaan keluarga (p-value 5,23) setelah implementasi (p-value 0,000). Sikap sebelum implementasi (p-value 0,560), setelah implementasi (p-value 0,000), keterampilan sebelum implementasi (p-value 0,530), dan setelah implementasi (p-value 0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan Pursed Lips Breathing pada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Implikasi bagi perawat sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pursed Lips Breathing, Anak, Asma
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Henny Cahyaningsih; Tartila Farha Sidik; Mamat Lukman; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13136

Abstract

ABSTRACK This research is motivated by the incidence of infants who experience neonatal jaundice or often also called a yellow baby. In 2015, 6% which is one of the causes of mortaly. The yellow color in infants can be normal and also abnormal. The normal yellow color in newborns appears on the second and third day and then disappears on the tenth day. The abnormal yellow color appears within 24 hours when the new infant born. This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers about hyperbilirubinemia in RSUD Kota Bandung in 2019.  The research design used was descriptive quantitative with a population of mothers who had just given birth on average per month from the last 3 months is 68 new mothers giving birth in the postpartum room in RSUD Kota Bandung with a sample of 40 new mothers giving birth. Taking sampling uses Accidental Sampling techniques. The data is presented univariately. The results of the research knowledge obtained 12 respondents (30%) had good knowledge, 22 respondents (55%) had sufficient knowledge, and 6 respondents (15%) had insufficient knowledge. Meanwhile the results of the study of maternal attitudes about hyperbilirubinemia were obtained 25 respondents (62,5%) had a positive attitude, and 15 respondents (37,5%) had a negative attitude. Health care institutions to be able to take health promotion policies related to hyperbilirubinemia in order to reduce mortality and morbidity in infants.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Hyperbilirubinemia  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian bayi yang mengalami ikterus neonatorum atau sering juga disebut dengan bayi kuning. Pada tahun 2015 sebanyak 6% yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Warna kuning pada bayi ini bisa bersifat normal dan juga tidak normal. Warna kuning yang normal pada bayi baru lahir muncul pada hari kedua dan ketiga lalu menghilang di hari ke 10. Sedangkan warna kuning yang tidak normal muncul dalam 24 jam ketika bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Tahun 2019.  Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi ibu yang baru saja melahirkan rata-rata perbulan dari 3 bulan terakhir sebanyak 68 ibu baru melahirkan di ruangan nifas RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel 40 ibu baru melahirkan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Data disajikan secara univariat. Hasil penelitian pengetahuan didapatkan sebanyak 12 responden (30%) berpengetahuan baik, 22 responden (55%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (15%) berpengetahuan kurang. Sedangkan hasil penelitian sikap ibu tentang hiperbilirubinemia didapatkan hasil yaitu sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki sikap yang positif, dan 15 responden (37,5%) memiliki sikap yang negatif. institusi pelayanan kesehatan agar dapat mengambil  kebijakan promosi kesehatan yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia dalam rangka menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Hiperbilirubinemia 
Gambaran Pengetahuan Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah pada Program Makan Bergizi Gratis Utami Husni Wildani; Iwan Shalahuddin; Adelse Prima Mulya
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23741

Abstract

ABSTRACT Providing balanced nutrition during childhood is crucial for optimal physical growth, cognitive development, and academic achievement. However, UNICEF (2020) reports that one in three children worldwide experiences growth failure due to malnutrition. Therefore, the 2021 UN Food System Summit launched the School Meals Coalition (SMC) to ensure every child receives healthy meals at school by 2030. In Indonesia, the government implemented the Free Nutritional Food Program (MBG) based on Presidential Regulation No. 83 of 2024 to improve children's nutritional intake and nutritional knowledge. This study aims to describe the level of balanced nutrition knowledge of students at SDN 1 Regol, one of the MBG pilot schools. A quantitative descriptive design was used with a total sampling technique involving 75 students from grades 4–6. Data were collected using a balanced nutrition knowledge questionnaire covering understanding of nutrition, nutritional functions, clean living behavior, and healthy food selection, and analyzed using frequency distribution and percentages with SPSS 21.0. The results of the study showed that 25 students (33.3%) had good knowledge, 32 students (42.7%) had sufficient knowledge, and 18 students (24.0%) had low knowledge. In summary, most students have adequate understanding, indicating the need for strengthened and continuous nutrition education to support the goals of the MBG initiatives.  Keywords : School-aged children, Free Nutritious Program.  ABSTRAK Memberikan gizi seimbang selama masa kanak-kanak sangat penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan prestasi belajar yang optimal. Namun, UNICEF (2020) melaporkan bahwa satu dari tiga anak di seluruh dunia mengalami kegagalan pertumbuhan karena kekurangan gizi. Sehingga, konferensi UN Food System Summit 2021 meluncurkan Schools Meals Coalition (SMC) untuk memastikan setiap anak memperoleh makanan sehat di sekolah pada tahun 2030. Di Indonesia, pemerintah menerapkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2024 untuk meningkatkan asupan gizi anak dan pengetahuan tentang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan gizi seimbang siswa di SDN 1 Regol, salah satu sekolah percontohan MBG. Desain deskriptif kuantitatif digunakan dengan teknik total sampling yang melibatkan 75 siswa dari kelas 4–6. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi seimbang yang mencakup pemahaman tentang gizi, fungsi gizi, perilaku hidup bersih, dan pemilihan makanan sehat, dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase dengan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 siswa (33,3%) memiliki pengetahuan baik, 32 siswa (42,7%) memiliki pengetahuan cukup, dan 18 siswa (24,0%) memiliki pengetahuan rendah. Secara keseluruhan, sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang cukup, yang menunjukkan perlunya penguatan dan keberlanjutan pendidikan gizi untuk mendukung tujuan program MBG.  Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Pengetahuan Gizi, Program Makan Bergizi Gratis.
Co-Authors Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Ali Hamzah Aliya Rahayu Amelia Puspita Sari Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati Ermiati Faiz Zahran Alfairuz Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iceu Amira D.A Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Karwati Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida Lutvia Helmina M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Maria komariah Maria Komariah Mediawati, Ati Surya Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Metia Ariyanti Milda Nurul Fitriani Moch Panji Khoerudin Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nursyamsiyah Nursyamsiyah Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rostianti - S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Tartila Farha Sidik Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utami Husni Wildani Via Komalasari Vina Nurhandiya Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yulian Mutiara Agustin