p-Index From 2021 - 2026
18.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking with Controlled Breathing Pasien Penyakit Jantung Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14833

Abstract

ABSTRAK Dispnea atau sering disebut sebagai sesak napas adalah sensasi subjektif dari pernapasan yang tidak normal seperti sensasi bernapas dengan intensitas yang berbeda-beda. Upaya dalam mengontrol gejala sesak nafas pasien dengan penyakit jantung dapat dilakukan dengan memberikan sebuah manajemen dengan cara non farmakologi dengan Teknik relaksasi. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gejala sesak nafas di ruang Tulip Atas RSUD Sumedang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan sangat baik, cukup dan kurang. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang berada dirumah. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan keluarga pasien terkait teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking With Controlled Breathing untuk mengurangi gejala sesak dan meningkatkan intoleransi aktivitas yang dirasakan pada pasien jantung. Rekomendasi, Diharapkan semua petugas kesehatan yang ada di ruangan tulip dapat mengaplikasikan Pursed Lip Breathing dan Walking With Breathing Controlled dan menjadi intervensi pendukung yang dilakukan secara rutin 2 kali sehari untuk meningkatkan toleransi aktivitas dan saturasi oksigen pada pasien jantung. Kata Kunci: Edukasi, Relaksasi Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Pasien Jantung  ABSTRACT Dyspnea or often referred to as shortness of breath is a subjective sensation of abnormal breathing such as the sensation of breathing with varying intensity. Efforts to control the symptoms of shortness of breath in patients with heart disease can be done by providing a management in a non-pharmacological way with relaxation techniques. This health education aims to improve the quality of life of patients with symptoms of shortness of breath in the Tulip Atas room of Sumedang Hospital. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as very good, sufficient and lacking. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can apply them independently even when they are at home. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of the patient's family related to Pursed Lip Breathing Relaxation techniques and Walking With Controlled Breathing Activity Intolerance Exercises to reduce symptoms of tightness and increase activity intolerance felt in heart patients. Recommendation, It is expected that all health workers in the tulip room can apply Pursed Lip Breathing and Walking With Breathing Controlled and become a supporting intervention carried out routinely 2 times a day to increase activity tolerance and oxygen saturation in heart patients.          Keywords: Education, Relaxation Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Heart patients
Edukasi Posisi Ergonomis dan Latihan Peregangan di Tempat Kerja di Rumah Produksi Baso Aci Acay RW 18 Kelurahan Sukamenteri Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Lukman, Mamat; Susanti, Raini Diah; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20202

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan program nasional yang dibentuk untuk melindungi pekerja maupun pengusaha serta perusahaan sebagai usaha untuk memaksimalkan produksi dengan mencegah terjadinyacedera di tempat kerja. Masalah kesehatan kerja berupa nyeri di bagian bahu, tangan, dan pinggang. Hal tersebutdisebabkan oleh posisi tubuh pekerja yang masih tidak sesuai dengan ergonomi tubuh. Meningkatkan pemahaman dalam upaya Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi secara mandiri masalah yang terjadi masalah gangguan ergonomi. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Penyuluhan mengenai peregangan otot yamg Baik dan Benar Saat Bekerja dalam upaya pencegahan resiko kerja, dilaksanakan secara langsung dengan jumlah peserta 14 peserta. Peserta penyuluhan terlihat antusias saat pemberian materi berlangsung. Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena peserta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Dari hasil Kagiatan, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan belajar didapatkan bahwa kebutuhan belajar pekerja di home industryBaso Aci Acay Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, meliputi kebutuhan belajar perceived needs, unperceived needs, dan misperceived needs. Kata Kunci: Ergonomis, Peregangan, Home Industri  ABSTRACT Occupational Safety and Health (K3) is a national program established to protect workers and employers as well as companies in an effort to maximize production by preventing workplace injuries. Occupational health problems are pain in the shoulders, hands, and waist. This is due to the position of the worker's body that is still not in accordance with the body's ergonomics.  Improve understanding in an effort to find out the problems that can occur and how to independently address the problems that occur with ergonomic disorders problems. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method. Counseling on muscle stretching that is Good and Correct While Working in an effort to prevent work risks, was carried out directly with a total of 14 participants. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out in a fun way. The counseling activities were conducive because the participants paid attention to the material presented well.  From the results of the activity, it can be concluded that the learning needs of workers in the home industry Baso Aci Acay, Sukamenteri Village, Garut District, Garut City, Garut Regency, include perceived needs, unperceived needs, and misperceived needs. Keywords: Ergonomic, Stretch, Home Industry
Pendidikan Kesehatan tentang Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13904

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran remaja sangat penting dalam upaya ini. Tujuan kegiatan adalah edukasi kesehatan peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Rw 09 Kelurahan Ciwalen. Hasil. Kegiatan di hadiri remaja perwakilan dari tiap RT dan remaja Karang Taruna di RW 09 kelurahan Ciwalen. Terdapat pengingkatan pengetahuan sebelum dan sesuai pendidikan kesehatan tentang stunting dengan peningkatan nilai sebesar 27,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (55,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah 4-5 yaitu (83,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan terkait pencegahan stunting pada 17 responden meningkat. Dengan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan yang tepat, remaja dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka stunting di Masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting prevention requires a concerted effort from all components of the community, and the role of adolescents is very important in this effort. The purpose of the activity is health education, increasing adolescent knowledge about stunting and the role of adolescents in stunting prevention. Health education is provided by lecture and discussion, pre test and post test methods. The target of the activity was teenagers in Rw 09 Ciwalen Village. Result. The activity was attended by 17 youth representatives from each RT and Karang Taruna teenagers in RW 09 Ciwalen sub-district. There was an increase in knowledge before and according to health education about stunting with an increase in value of 27.68%. Where the average pretest score is 3 (55.38%) and in the post test the average value is 4-5, namely (83.06%). In conclusion, after Health Education was conducted, knowledge related to stunting prevention in 17 respondents increased. With the right knowledge, awareness, and action, adolescents can contribute significantly to reducing stunting rates in society.  Keywords: Stunting, Adolescent Education, Health Education
Modifikasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Pada Remaja dalam Penguatan Intervensi Spesifik untuk Mencegah Stunting Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20226

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan pendekatan multisektoral yang menyasar kelompok rentan, seperti wanita yang menikah muda, ibu hamil, dan calon pengantin. Intervensi efektif mencakup edukasi, konseling, dan demonstrasi praktis yang dimulai sebelum kehamilan dan berlanjut hingga awal kehidupan anak. Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dalam Mengurangi risiko kehamilan dini yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan anak dan Membangun kesadaran remaja terkait pentingnya perencanaan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Efektivitas intervensi edukasi yang diberikan kepada para siswa mengenai kesehatan reproduksi sebagai langkah stunting, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan sebelum sesi edukasi dimulai untuk mengukur tingkat pengetahuan awal para peserta, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan edukasi selesai untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka. Hasil pre-test menunjukkan bahwa belum semua siswa memahami tentang pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan stunting. Nilai rata-rata pre-testmenunjukkan distribusi yang cukup memuaskan, dengan sebagian besar peserta memperoleh nilai 88,79%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait kesehatan reproduksi, pentingnya tablet tambah darah (TTD), dan kaitannya dengan pencegahan stunting. Kata Kunci: Stunting, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Tablet Tambah Darah, Pencegahan  ABSTRACT Stunting prevention requires a multisectoral approach that targets vulnerable groups, such as young married women, pregnant women, and brides-to-be. Effective interventions include education, counselling, and practical demonstrations that begin before pregnancy and continue until early in the child's life.  Increase adolescents' knowledge of the importance of reproductive health to prepare for a healthy pregnancy in Reduce the risk of early pregnancy that can negatively impact maternal and child health and Build adolescent awareness regarding the importance of family planning that supports optimal child growth and development. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method.  The effectiveness of educational interventions provided to students regarding reproductive health as a stunting step was evaluated through pre-test and post-test. The pre-test is carried out before the educational session begins to measure the initial level of knowledge of the participants, while the post-test is given after the educational activity is completed to determine the improvement of their understanding. The results of the pre-test show that not all students understand the importance of reproductive health in stunting prevention. The average pre-test score showed a fairly satisfactory distribution, with most participants obtaining a score of 88.79%. The results of the pre-test and post-test showed an increase in students' understanding of reproductive health, the importance of blood supplement tablets (TTD), and its relationship with stunting prevention. Keywords: Stunting, Reproductive Health, Adolescents, Blood Supplement Tablets, Prevention
Efektifitas Pemberdayaan Keluarga Dalam Pernapasan Pursed Lips Breathing pada Anak dengan Asma Cahyaningsih, Henny; Hamzah, Ali; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20163

Abstract

ABSTRACT Family has a great influence on the physical and mental health of each family member. Pursed Lips Inhalation is one of the therapeutic interventions in asthma patients to clear airflow obstructions and help normalize the rate, depth, and pattern of breathing. To find out the effect of family empowerment on knowledge, attitudes, and breathing skills of constricted lips. The research method used is Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. The sample is the family of Asthma Children in Bandung. Samples were taken using the purposive non-random sampling technique of 48 families in the intervention and control groups. Data analysis was carried out univariate and bivariate, using dependent and independent t-tests based on data normality tests. The results of the study mean knowledge before and after implementation (p-value 0.00), attitude (p-value 0.010), and skills (p-value 0.000). The results also showed differences in the average group's knowledge, attitudes, and skills. The following intervention and control groups, knowledge before family empowerment (p-value 5.23) after implementation (p-value 0.000). Attitudes before implementation (p-value 0.560), after implementation (p-value 0.000), skills before implementation (p-value 0.530), and after implementation (p-value 0.000). The results of this study show that family empowerment affects the knowledge, attitudes, and breathing skills of Pursed Lips Breathing in families who have children with asthma. Implications for nurses as a reference in providing nursing care to families with children with asthma Keywords: Family Empowerment, Pursed Lips Breathing, Children, Asthma  ABSTRAK Keluarga memiliki pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental setiap anggota keluarga. Pursed Lips Inhalation adalah salah satu intervensi terapeutik pada pasien asma untuk membersihkan obstruksi aliran udara dan membantu menormalkan laju, kedalaman, dan pola pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan bibir yang mengerucut. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. Sampel adalah keluarga Anak Asma di Bandung. Sampel diambil dengan teknik purposive non-random sampling sebanyak 48 keluarga pada kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat, menggunakan uji-t dependent dan independent berdasarkan uji normalitas data. Hasil penelitian meliputi pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value 0,000).  Hasil penelitian berarti pengetahuan sebelum dan sesudah implementasi (p-value 0,00), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value0,000). Hasilnya juga menunjukkan perbedaan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan rata-rata kelompok. Kelompok intervensi dan kontrol berikut, pengetahuan sebelum pemberdayaan keluarga (p-value 5,23) setelah implementasi (p-value 0,000). Sikap sebelum implementasi (p-value 0,560), setelah implementasi (p-value 0,000), keterampilan sebelum implementasi (p-value 0,530), dan setelah implementasi (p-value 0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan Pursed Lips Breathing pada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Implikasi bagi perawat sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pursed Lips Breathing, Anak, Asma
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak di RS Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Helmina, Lutvia; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13168

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the increasing incidence of dengue fever worldwide. This disease affects everyone, can cause death especially in children and often causes extraordinary events or outbreaks. The purpose of the study was to determine the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. The research design used in this study was a descriptive survey, the number of population in the children's room for 6 months was 56 people, the number of samples was 30 people. The variables in this study were the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. This study used questionnaires that have been tested for validity and reliability with results for knowledge 078 and α = 0.88, while for attitudes 075 and α = 0.86. The analysis in this study used univariate analysis with results using frequency distribution tables. The results showed that the level of knowledge of mothers about dengue hemorrhagic fever was 53.3% had sufficient knowledge with the characteristics of mothers aged 30-39 years 60.0%, with the last education almost part of junior high school and high school which was 36.7%, more than half of housewives as much as 63.3%, and more than half of mothers had no experience as much as 63.3%, while for maternal attitudes more than half of mothers had negative attitudes as much as 60.0%  With the characteristics of most respondents have no experience, which is 63.3%. there are still mothers who have less level of knowledge and more knowledge than those with good level of knowledge.  It is recommended to improve the monitoring and attitude of mothers through counseling to mothers, especially those who have dengue children Keywords: Knowledge, Attitude, Dengue Hemorrhagic Fever  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian DBD meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini menyerang semua orang, dapat menyebabkan kematian terutama pada anak dan sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif, jumlah populasi di ruang anak selama 6 bulan sebanyak 56 orang, jumlah sampel 30 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil untuk pengetahuan 078 dan α = 0,88, sedangkan untuk sikap 075 dan α = 0,86. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan hasil menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit demam berdarah dengue adalah 53,3% memiliki pengetahuan cukup dengan karakteristik ibu berusia 30-39 tahun 60,0%, dengan pendidikan terakhir  hampir sebagian SMP dan SMA yaitu 36,7 %, lebih dari setengah ibu rumah tangga sebanyak 63,3 %, dan lebih dari setengah ibu tidak memiliki pengalaman sebanyak 63,3 %, sedangkan untuk sikap ibu lebih dari setengah ibu memiliki sikap negatif sebanyak 60,0 %  dengan karakteristik sebagian besar reponden tidak memiliki pengalaman yaitu 63,3 %. Bahwa masih ada ibu yang memiliki tingkat pengetahuan kurang dan pengetahuan cukup yang lebih banyak dibandingkan dengan tingkat pengetahuan baik. Disarankan untuk meningkatkan pengetauan dan sikap ibu melalui penyuluhan kepada ibu khususnya yang memiliki anak DBD. Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Demam Berdarah Dengue 
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Sidik, Tartila Farha; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13136

Abstract

ABSTRACK This research is motivated by the incidence of infants who experience neonatal jaundice or often also called a yellow baby. In 2015, 6% which is one of the causes of mortaly. The yellow color in infants can be normal and also abnormal. The normal yellow color in newborns appears on the second and third day and then disappears on the tenth day. The abnormal yellow color appears within 24 hours when the new infant born. This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers about hyperbilirubinemia in RSUD Kota Bandung in 2019.  The research design used was descriptive quantitative with a population of mothers who had just given birth on average per month from the last 3 months is 68 new mothers giving birth in the postpartum room in RSUD Kota Bandung with a sample of 40 new mothers giving birth. Taking sampling uses Accidental Sampling techniques. The data is presented univariately. The results of the research knowledge obtained 12 respondents (30%) had good knowledge, 22 respondents (55%) had sufficient knowledge, and 6 respondents (15%) had insufficient knowledge. Meanwhile the results of the study of maternal attitudes about hyperbilirubinemia were obtained 25 respondents (62,5%) had a positive attitude, and 15 respondents (37,5%) had a negative attitude. Health care institutions to be able to take health promotion policies related to hyperbilirubinemia in order to reduce mortality and morbidity in infants.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Hyperbilirubinemia  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian bayi yang mengalami ikterus neonatorum atau sering juga disebut dengan bayi kuning. Pada tahun 2015 sebanyak 6% yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Warna kuning pada bayi ini bisa bersifat normal dan juga tidak normal. Warna kuning yang normal pada bayi baru lahir muncul pada hari kedua dan ketiga lalu menghilang di hari ke 10. Sedangkan warna kuning yang tidak normal muncul dalam 24 jam ketika bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Tahun 2019.  Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi ibu yang baru saja melahirkan rata-rata perbulan dari 3 bulan terakhir sebanyak 68 ibu baru melahirkan di ruangan nifas RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel 40 ibu baru melahirkan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Data disajikan secara univariat. Hasil penelitian pengetahuan didapatkan sebanyak 12 responden (30%) berpengetahuan baik, 22 responden (55%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (15%) berpengetahuan kurang. Sedangkan hasil penelitian sikap ibu tentang hiperbilirubinemia didapatkan hasil yaitu sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki sikap yang positif, dan 15 responden (37,5%) memiliki sikap yang negatif. institusi pelayanan kesehatan agar dapat mengambil  kebijakan promosi kesehatan yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia dalam rangka menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Hiperbilirubinemia 
Shaker Exercise untuk Meningkatkan Refleks Menelan Pada Pasien Stroke : Rapid Evidence Review Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Nugraha, Bambang Aditya
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20335

Abstract

ABSTRACT Dysphagia is a disorder that causes difficulty chewing and swallowing food. This condition can lead to very serious complications such as pneumonia, aspiration, dehydration, and malnutrition, and can sometimes lead to death. One form of intervention that can be done to speed up recovery and minimize complications due to dysphagia is to do swallowing exercises. To determine the effectiveness of Shaker Exercise in improving swallowing reflexes in Stroke Patients. This rapid review uses a literature search strategy with PICOT framework analysis. The inclusion criteria in this rapid review include Full text, English, RCT, Clinical trial, Quasi experiment, control study, Dyspagia patients after having a stroke, articles for 2014-2024. The results of three databases, namely PubMed, EBSCO, and Scopus, found 6 literature that was thoroughly analyzed to be used as Evidence Based Practice (EBP). From the 6 articles analyzed, it was identified that shaker exercises are one of the interventions that can be given to dysphagia patients after having a stroke. Several articles explain the duration of the shaker training technique which varies from 30-60 minutes. Some articles also combine or compare these exercises with other interventions. Based on the results of the literature review from the 6 articles that have been obtained, this shaker exercise is effective and can be beneficial for patients if done regularly and regularly. Shaker exercises provide better results in improving the quality of life and swallowing function in patients. Nurses and other health workers need to consider interventions that are appropriate to the patient's needs and the situation of the health care condition Keywords: Shaker Exercise, Swallow Reflex, Stroke  ABSTRAK Disfagia adalah gangguan yang menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius seperti pneumonia, aspirasi, dehidrasi, dan malnutrisi, dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan untuk mempercepatkesembuhan dan meminimalkan komplikasi akibat disfagia adalah dengan melakukan latihan menelan. Untuk mengetahui efektivitas Shaker Exercise dalam meningkatkan refleks menelan pada Pasien Stroke. Rapid review ini menggunakan strategi pencarian literatur dengan analisis framework PICOT. Kriteria Inklusi pada rapid review ini diantaranya Full text, Berbahasa inggris, RCT, Clinical trial, Quasi experimen, control study, Pasien dispagia setelah mengalami Stroke, artikel tahun 2014-2024. Hasil dari tiga database yaitu PubMed, EBSCO, dan Scopus ditemukan 6 literatur yang dianalisis secara menyeluruh untuk digunakan sebagai Evidence Based Practice (EBP). Dari 6 artikel yang dianalisis, diidentifikasi bahwa latihan shaker menjadi salah satu intervensi yang dapat diberikan pada pasien disfagia setelah mengalami stroke. Beberapa artikel menjelaskan durasi teknik latihan shaker yang bervariasi yaitu 30-60 menit. Beberapa artikel juga mengkombinasi atau membandingkan latihan ini dengan intervensi lain. Berdasarkan hasil literatur review dari ke-6 artikel yang telah didapatkan bahwa latihan shaker ini efektif dan dapat bermanfaat untuk pasien apabila dilakukan dengan rutin dan teratur. Latihan shaker memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dan fungsi menelan pada pasien. Perawat dan tenaga kesehatan lain perlu mempertimbangkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan situasi kondisi pelayanan kesehatan Kata Kunci: Shaker Exercise, Refleks Menelan, Stroke
Dampak Gangguan Tidur Terhadap Kesehatan Pada Remaja : A Scoping Review Lukman, Mamat; Cahyaningsih, Henny; Shalahuddin, Iwan; -, Rostianti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20264

Abstract

ABSTRACT Slee p problems are common in the global population and can be acute or chronic.Sleep disorders are often experienced by adolescents. Adequate sleep for adolescents is expected to support their growth and development and maintain concentration when attending school. Therefore, everyone must meet the need for sleep hours according to their age. The purpose of this study was to determine the impact of sleep disorders on health status in adolescents. The method used in this study was a scoping review. Article searches were carried out systematically in accordance with the 2020 PRISMA Flow guidelines with the databases used in the article search, namely Google Scholar, Scopus, and Pubmed. The articles obtained were sorted based on inclusion and exclusion criteria. The results of the study obtained 4 articles that were worthy of being reviewed regarding the impact of sleep disorders on health in adolescents. In conclusion, sleep disorders that occur in adolescents can affect the physical and mental health of adolescents such as hyperactivity, depression, emotional regulation, anxiety, risk of obesity, and risk of metabolic syndrome. Therefore, preventive measures are needed to overcome sleep disorders in adolescents so that they do not have a significant impact on physical and mental health in adolescents. Keywords: Sleep Disorders, Health, Adolescents  ABSTRAK Masalah tidur lazim terjadi pada populasi global dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Gangguan tidur sering dialami oleh remaja. Kecukupan tidur bagi remaja diharapkan dapat menunjang tumbuh kembangnya dan menjaga konsentrasi ketika bersekolah. Oleh karena itu, setiap orang harus terpenuhi kebutuhan jam tidur sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak gangguan tidur terhadap status kesehatan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu scoping review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA Flow tahun 2020 dengan basis data yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu Google Scholar, Scopus, dan Pubmed. Artikel yang didapatkan dipilah berdasarkan kriteria inklusi dan inklusi. Hasil penelitian diperoleh 4 artikel yang layak di-review mengenai dampak gangguan tidur terhadap kesehatan pada remaja. Kesimpulan gangguan tidur yang terjadi pada remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental remaja seperti hiperaktivitas, depresi, regulasi emosional, kecemasan, risiko terjadinya obesitas, dan beresiko mengalami sindrom metabolik. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mengatasi gangguan tidur pada remaja sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kata Kunci: Gangguan Tidur, Kesehatan, Remaja
Recognize and Understand Occupational Safety Injuries Due to Heat or Fire Exposure in Industrial Homes: Kenali dan Pahami Keselamatan Kerja Cidera Akibat Paparan Panas atau Api di Home Industri Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.22764

Abstract

The implementation of occupational safety and health (K3) aims to create a safe, comfortable, and healthy workplace. So that work accidents and consequences of occupational diseases can be prevented and work productivity increases, especially in controlling the risk of heat and fire exposure.The purpose of this service activity is: to increase awareness and knowledge of Tansu home industry owners and employees about the importance of work safety and healthy living behaviors. The methods carried out in health education are explanations or lectures, questions and answers and demonstrations through videos given by speakers to workers and owners of Home Industries. As a result of the activity, the participants of this activity were owners or owners of the home industry and 4 employees from the home industry with the result that there was an increase in knowledge with their ability to answer questions properly and correctly. Conclusion: There needs to be an effort to raise awareness about the importance of health in the workplace, including policies that support lifestyles
Co-Authors -, Rostianti Aat Sriati Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Alfairuz, Faiz Zahran Ali Hamzah Aliya Rahayu Amira, Iceu Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Ati Surya Mediawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cahyaningsih, Henny Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati Ermiati Ermiati Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Fitriani, Milda Nurul Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Helmina, Lutvia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Juniarti, Neti Karwati, Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maria komariah Maria Komariah Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Moch Panji Khoerudin Mulya, Adelse Prima Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti, Raini Diah Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Sidik, Tartila Farha Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Taty Hernawaty Taty Hernawaty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Urip Rahayu, Urip Via Komalasari Vina Nurhandiya Wildani, Utami Husni Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yudianto, Kurniawan Yulian Mutiara Agustin