Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS, KELANGSUNGAN HIDUP DAN LAJU PERTUMBUHAN LARVA IKAN CUPANG (Betta splendens) Muhammad Junaidi; Muhammad Supriyadin; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.17

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens) merupakan ikan yang memiliki banyak bentuk. Ekor yang bertepi mahkota (crown tail), ekor penuh (full tail), bertipe slayer dan separuh bulan, dengan sirip panjang dan berwana-warni. Menurut Yustina (2003) jenis ikan cupang jantan memiliki nilai komersial tinggi sehingga banyak diminati. Namun menurut Yustina (2003) salah satu kendala budidaya Betta splendens adalah mendapatkan ikan jantan cenderung lebih sukar, karena jumlah benih jantan yang diperoleh setiap pemijahan sangat rendah dan kualitasnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2010 sampai tanggal 19 Agustus 2010 di Laboratorium Budidaya Perairan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu vitamin E yang terdiri atas lima perlakuan vitamin E yaitu : 0.00 mg/gram pakan, 0.01 mg/gram pakan, 0.02 mg/gram pakan, 0.03 mg/gram pakan, 0.04 mg/gram pakan dan 0.05 mg/gram pakan dan satu control (0.00 mg/gram pakan). Parameter yang diamati adalah (1) fertilitas, (2) daya tetas, (3) kelangsungan hidup larva, (4) pertumbuhan panjang spesifik. Hasil analisis faktor tunggal pengaruh pemberian vitamin E dosis 0.01 mg/gram pakan, 0.02 mg/gram pakan, 0.03 mg/gram pakan, 0.04 mg/gram pakan dan 0.05 mg/gram pakan berpengaruh terhadap fertilitas, tidak terhadap daya tetas. Dosis vitamin E yang memberikan fertilitas tertinggi diperoleh pada dosis 0.01 mg/gram pakan, 0.02 mg/gram pakan, 0.03 mg/gram pakan.
Pengaruh Perbedaan Jenis Pakan terhadap Kematangan Gonad Abalon (Haliotis squamata) Nanik Tri Purwaningsih; Sadikin Amir; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.20

Abstract

Produksi abalon (Haliotis squamata) saat ini lebih banyak diperoleh dari tangkapan di alam, sehingga dikhawatirkan terjadinya pengambilan yang tak terkendali. Ketersediaan pakan sangat penting bagi kelangsungan hidup abalon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang terbaik terhadap kematangan gonad abalon. Penelitian dilakukan di Balai Budidaya Laut Lombok (BBL) Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, pada bulan Juni-Agustus 2012. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan jenis pakan yaitu Gracillaria sp, pellet, dan agar, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan yang berbeda mempengaruhi perkembangan gonad. Pakan Gracillaria sp memberikan tingkat kematangan gonad yang lebih baik dibandingkan dengan pakan agar dan pellet. Masa waktu minimum untuk abalon mengalami perkembangan gonad adalah 43 hari. Waktu yang diperlukan untuk mengalami perkembangan gonad dari TKG 0 ke TKG 1 adalah ±21 hari, dari TKG 1 ke TKG 2 adalah ±14 hari, dan dari TKG 2 ke TKG 3 adalah ±14 hari. Kualitas air selama proses pematangan gonad adalah: suhu 26,0-26,2oC, pH 6,5-6,6, salinitas 34,1-34,6 ppt, DO 3,9-4,4 mg/l. Nilai kualitas air tersebut, masih dalam kisaran optimum kehidupan abalon.
Penggunaan Zeolit pada Media Pengangkutan Benih Nila (Oreochromis niloticus) Supriadin Supriadin; Joko Priyono; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.26

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas air tawar yang banyak dibudidayakan di kalangan masyarakat. Permasalahan dalam kegiatan pembudidayaan ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah berkaitan dengan kesulitan penyediaan benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis zeolit terhadap sintasan dan dosis zeolit yang bisa memberikan sintasan benih nila (Oreochromis niloticus) optimal dalam pengangkutan pada sistem tertutup. Penelitian ini dilakukan 4 jam selama pengangkutan dan pengamatan atau monitoring setelah pengangkutan selama 24 jam, dengan perlakuan dosis zeolit yang diberikan pada media benih nila (Oreochromis niloticus), terdiri atas 6 aras, yaitu 0, 5, 10, 15, 20 dan 25 g/l air media. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian, memperlihatkan adanya kenaikan sintasan seiring dengan penambahan dosis zeolit, mengikuti persamaan regresi kuadratik. Dosis zeolit yang bisa menghasilkan sintasan tertinggi untuk setelah pengangkutan selama 4 jam adalah 20,5 g/L dan sintasan 98,6%. Setelah monitoring, dosis zeolit 21,4g/L menghasilkan sintasan maksimum 95,9%. Dosis zeolit antara 5 – 25g/L menurunkan NH3 sebesar 6,03 - 4,97g/L dan meningkatnya DO sebesar 4,9 – 7,4 pada kepadatan ikan 44 ekor/L.
LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP ABALON (Haliotis squamata) PADA KOMBINASI JENlS PAKAN YANG BERBEDA Baiq Suherna Suriani; Rukmini Kusmarwiyah; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.40

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Balai Budidaya Laut (BBL) Sekotong, Lombok Barat, NusaTenggara Barat, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012 dengan tujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup abalon pada kombinasi jenis pakan yang berbeda. Abalon diberi pakan sesuai dengan masing-masing perlakuan, yaitu: 100% Gracilaria; 80% Gracilaria dan 20 pelet; 60% Gracilaria dan 40% pelet; 40% Gracilaria dan 60% pelet: 20% Gracilaria dan 80% pelet; 100% pelet, Hasil penelitian selama 90 hari menunjukan bahwa perbedaan kombinasi pakan tidak berpengaruh nyata terhdap pertumbuhan berat dan panjang mutlak, laju pertumbuhan berat dan panjang, tingkat kelangsungan hidup (p>0.05), tetapi perbedaan kombinasi pakan berpengaruh nyata terhadap rasio.
EFEKTIFITAS PUPUK SUPER BIONIK DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria sp. Herman Suheri; Muhammad Syafii; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v6i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Super Bionik dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Gracilaria sp. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi tambak Dusun Mpol Desa Sekotong Tengah Keeamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat selama 40 hari. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Pupuk Super Bionik,Gracilaria sp., tali ris, keranjang, bambu, dan tali pengikat. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : timbangan analitik, pH meter, termometer, DO meter, refraktometer, ember, gelas ukur, dan pengaduk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Raneangan Acak Lengkap (RAL) dengan dosis Pupuk Super Bionik yang berbeda sebagai per­ lakuan, terdiri dari 7 aras (0, 25, 50, 75, 100, 125, 150 ml/L air) dan dilakukan 4 kali pengulangan. Metode budi­ daya yang digunakan adalah metode lepas dasar yang dilakukan di tambak. Metode pemeliharaan ini dilakukan dengan earn meletakkan bibit tersebut di dasar tambak. Rumput laut Gracilaria sp. di tempatkan dalam keranjang plastik yang ukuran 30 cm x 20 cm. Hasil penelitian menyatakan bahwa, laju pertumbuhan spesifik PI (1,656), P2 (1,929), P3 (2,083), P4 (1,575), P5 (1,338), P6 (1,186) dan P7 (0,788) %1 hari. Berat basah PI (188), P2 (233), P3 (252), P4 (176), P5 (141,75), P6 (121,5) dan P7 (74,75) g. Berat kering PI (56,5), P2 (60,25), P3 (58,5), P4 (50,25), P5 (47), P6 (42,75) dan P7 (39,25). Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dalam lingkup penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Pupuk Super Bionik dengan dosis 50 ml/L adalah dosis terbaik dengan per­ tumbuhan spesifik sebesar 2,038 % dan menghasilkan berat basah sebesar 252 g dan berat kering sebesar 58,5 g.
PERIFITON SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF BENIH IKAN NILA Oreochromis niloticus lalu Yayan Nigar; Nunik Cokrowati; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.64

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 April - 2 Juli 2014 di Desa Peteluan Indah Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan rnetode eksperimental dengan substrat daun kelapa dan umur pemeliharaan yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 6 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Pemeliharaan perifiton dilakukan dalam kolarn permanen (beton) dengan ukuran 7,0 m x 3,0 m x 0,8 m. Perifiton ditumbuhkan lebih awal sebelum dilakukan pemeliharaan ikan. Substrat daun kelapa dimasukan secara bertahap dengan rentang waktu satu minggu (tujuh hari) selama lima minggu berturut-turut. Ikan uji yang sudah dipuasakan selama 24 jam dipindahkan ke 18 unit jaring, setiap jaring berisi 30 ekor ikan dan pemindahan ikan uji ke kolom jaring dilakukan pada pagi hari. Tujuan pemuasaan pada benih ikan nila adalah supaya benih ikan nila respon terhadap pakan yang akan diberikan. Hasil analisis sidik ragam memperlihatkan bahwa pemberian pakan perifiton pada kolam pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap pertambahan berat benih ikan nila. Produktivitas perifiton (primer) dalam penelitian ini adalah, produktivitas primer merupakan hasil dari proses fotosintesis fitoplankton dan tumbuhan air. Jenis perifiton yang didapatkan adalah Genus mikrospora, Rhizoclonium, Zignema, Nitzchia, Amaphora. Ber dasarkan hasil penelitian diketahui tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila di semua perlakuan hidup 100%. Hasil dari pemeliharaan benih ikan Nila selama 1 bulan menunjukkan pertumbuhan biomassa tertinggi terjadi pada perlakuan 3 (147,5 g), selanjutnya berturut-turut adalah perlakuan 2 (141,4 g), perlakuan 1 (126,6 g), perlakuan 4 (122,9 g), perlakuan 5 (109,0 g), dan yang paling rendah perlakuan 6 (l08,7 g).
PENGARUH PERBEDAAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) HASIL KULTUR JARINGAN DENGAN METODE PATOK DASAR DI PERAIRAN GERUPUK Muhammad Supiandi; Nunik Cokrowati; Ibadur Rahman
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i2.206

Abstract

This study aims to determine the effect of different plant spacing on the growth of seaweed (Eucheuma cottonii) tissue culture results using the bottom off method. This research uses a completely randomized design (CRD). This research was carried out treatment with different plant spacing tissue culture results. Some references on seaweed cultivation advocated applied planting distance is 25 cm. However, distance it is thought to be too wide due to the size of the Eucheuma cottonii tissue culture yields are smaller (50 g) than conventional seed sizes (100 g).There are 4 treatments, namely P0 with a distance of 25 cm as a control treatment, P1 with a distance of 20 cm, P2 with a distance of 15 cm and P3 with a distance of 10 cm, each with 4 replications with a seedling initial weight of 50 g. Research data were analyzed using analysis of variance or analysis of variance (ANOVA) at 5% significance level with a 95% confidence interval. The highest absolute growth was in the P1 treatment with an average value of 124 g, the highest specific growth rate was in the P1 treatment with an average value of 4.15%/day, and the carrageenan yield showed no significant difference. Observation of carrageenan yields on Eucheuma cottonii showed sequential results in each treatment namely control by 17%, P1 and P2 by 16%, and P3 by 14%. The conclusion of this research is distance planting has a real influence on the growth of seaweed Eucheuma cottonii tissue culture by off bottom method. The best planting distance in thid study is P1 (20 cm).
PENINGKATAN KELARUTAN KALSIUM MELALUI PENAMBAHAN DAUN KETAPANG Terminalia catappa PADA MEDIA AIR TAWAR BUDIDAYA UDANG VANNAMEI Litopennaeus vannamei Andre Rachmat Scabra; Muhammad Marzuki; Nunik Cokrowati; Bagus Dwi Hari Setyono; Laily Fitriani Mulyani
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i1.250

Abstract

Litopenaeus vannamei is a high-economic fishery commodity that has euryhaline properties, which is tolerant of a wide range of salinity values ??(2 – 40 ppt). The euryhaline of vannamei shrimp are still not well optimized. The purpose of this study was to determine the appropriate dose of ketapang leaf addition to increase mineral solubility in freshwater vannamei shrimp culture medium. The results of this study are expected to be useful as information for vannamei shrimp cultivators in freshwater media about technology for meeting mineral levels in the media so as to maximize production value. This study used a completely randomized design (CRD) method which consisted of 4 treatments and 3 replications. The treatment applied was the addition of ketapang leaves with different doses to increase the solubility of calcium carbonate (CaCO3) in cultivation media, namely A. Ketapang leaves (DK) 0 ppt + CaCO3 50 ppm; B. DK 120 ppm + CaCO3 50 ppm; C. DK 240 ppm + CaCO3 50 ppm; D. DK 360 ppm + CaCO3 50 ppm. The results showed that the appropriate dose of ketapang leaves that could increase mineral solubility in freshwater vannamei shrimp culture media was 360 ppm (treatment D). At this dose, the value of the specific weight growth rate of vannamei shrimp can increase, which is 0.76%/day. Treatment A is a control treatment that gives the lowest value for the specific weight growth value, which is 0.40 %/day.
PENGARUH DOSIS PERENDAMAN EKSTRAK DAUN CENGKEH (Syzygium Aromaticum) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Baiq Nadia Dwi Yulihastiana; Nunik Cokrowati; Andre Rachmat Scabra
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i1.251

Abstract

This study aims to determine the optimal dose of clove leaf extract immersion on hatchability of catfish eggs and to determine the effect of immersion in clove leaf extract on hatchability of catfish eggs. This research was conducted for 41 days from 17 November 2020 to 27 December 2020, where the research was carried out at the installation of the Kumbung Stone Cultivation Center, Lingsar, West Lombok. This research was conducted with an experimental method using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications, namely treatment A: control, B: 50 ppm. C: 70 ppm and D: 90 ppm E: 11 ppm. The results showed that the highest hatchability rate of African catfish (Clarias gariepinus) was obtained in treatment D which reached 94.770.17% and the lowest hatchability value in treatment A was 33.33%. ANOVA results showed that there was a significant difference in the effect of soaking the extract. Clove leaves against the hatchability of African catfish eggs in each treatment there was anti-fungal activity, clove leaf extract was at the best dose in the inhibition mechanism against fungi
PEGARUH SUBSTRAT BERBEDA TERHADAP PENEMPELAN TELUR PADA PEMIJAHAN IKAN BADUT (Amphiprion Ocellaris) Velita Oktavianti; Nunik Cokrowati; Bagus Dwi Hari Setyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i2.257

Abstract

In spawning clown fish it takes a treatment on the manipulation of the place of origin of clown fish to spawn in cultivation containers. Tile and ceramic substrates are suitable for the attachment of clownfish larvae because the texture of the two substrates is hard, this indicates that the type of hard substrate will be able to be made a living place for clownfish, because the properties of clown fish must grow and develop in hard substrates. This research was conducted with the aim of studying differences in the survival of clown fish larvae on different substrates. This research was conducted for 45 days, starting from 1 September to 15 October 2021 at the Lombok Marine Cultivation Fisheries Center (BPBLL). The method used in this research is to use an experimental method with a completely randomized design (CRD) pattern with four treatments with 3 replications, namely P1 (ceramic substrate), P2 (tile substrate), P3 (paralon substrate), P4 (pottery substrate). . The test animals used in this study were male and female clown fish (Amphiprion ocellaris) aged between 4-5 years. Based on the research that has been done, there are fertilization results P1 = 88.67%, P2 = 94.17%, P3 = 83.83%, P4 = 78.67%. While the results of hatchability P1 = 88.67%, P2 = 94.17%, P3 = 83.83%, P4 = 78.67%. And the results of survival were P1 = 82.15%, P2 = 82.84%, P3 = 80.94%, P4 = 80.11%. The conclusion of this study was that the use of ceramic, tile, paralon, and earthenware substrates had no effect on fertilization and hatchability of clown fish eggs. The survival of clown fish has a significant effect on the use of substrate in spawning clown fish.
Co-Authors A Rahman Abd Saddam Mujib Abidin, Z Adamiah, Rabiatun Abi Agun Permata Sari agung Suryanto Ahmad Ahmad Aimin, Almu Aini, Kuratul Alis Mukhlis ALUH NIKMATULLAH Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Alvia, Sakila Amrina Rossada, Rizky Andre Rachmat Scabra Andriani, Sumiyati Anggraini, Irika Devi Antika, Rendi Aprilia, Nulia Angga Apriliyanti, Fisma Apriliyanti, Fisma Josara Ardyen Saputra, Ardyen Arziahningsih Arziahningsih Asri, Yuliana Astuti, Nur Anggraeni Asya, Beuty Auliah, Jami'atul Ayu Adhita Damayanti Ayu Diamahesa, Wastu Ayuningsih Ria Sapitri Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda Baiq Nadia Dwi Yulihastiana Baiq Sri Ismariani Baiq Suherna Suriani Bambang Ali Akbar Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Dewi N. Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Diamahesa, Wastu Ayu Diana Arfiati Dina, Karina Farkha Diniariwisan, Damai Dwi Agustina Dwiyanti, Septiana Edi Sulman Endah Wahyuningsih Erwansyah, Erwansyah Fachrurizal Amri Maulana Fatimah, Syifa Fisma Josara Apriliyanti Fitriani Fitriani Fitriani, Syawalina Hajar, St. Hanan, Nasril Hardawiansyah, Hardawiansyah Hendriawan, Rizki Hery Widijanto Husna, Mardiatul Ihsan Fadilulhak Ilyas, Anita Prihatin Iman, Atifatul Irfani, Febriana Islam, Prasetyo Fajar Izzati, Amaeliya Jalila, Riza Sofia Jamal Basmal, Jamal Jayusri, Jayusri Joko Priyono Joko Priyono Jum'at, Muhammad Junaidi, Muhammad Kholilah, Nenik Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani lalu Yayan Nigar Luh Putu Mitha Dhila Endraswari Lumbessy, Salnida Yuniarti M. Zohri Maedi Mahdalena Marno, Septhian Maulana, Fachrurizal Amri Muahidah, Nuri Muhammad Faris, Muhammad Muhammad Firdaus Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Marzuki Muhammad Marzuki Muhammad Sumsanto Muhammad Supiandi Muhammad Supriyadin Muhammad Syafii Mulyani, Laily Fitriani Mursal Ghazali Musafir Nanda Diniarti Nanik Tri Purwaningsih Nigar, lalu Yayan Nihla Farida Ningsih, Shinta Wahyu Nisa, Baiq Haerun Nur’aeni setyowati, Dewi Nuri Muahiddah Nurliah Buhari NURUL HIDAYAH Nuryatin Nuryatin, Nuryatin Oktaviani, Tannia Rosali Oktavianti, Velita P Paryono Paryono Paryono . Pebriata, M. Nurdian Permata Sari, Agun Pilo Prasedya, Eka Sunarwidhi Purwaningsih, Nanik Tri Putra, Aryan Perdana Putra, Muhammad Maizi Diploma Putri Dwi Aryanti Putri, Marselia Aisyah Rafif, M. Roid Al Rahmadani, Thoy Batun Citra Rahman, Ibadur Rahmatullah, Sanca Rahmawanti, Sinta Rahmi Sri Ramadhani Ramadhan, Muhammad Arif Rangga Idris Affandi Rhojim Wahyudi Riatulhilal Rifaid Rifaid Rifaid, Rifaid RINA KURNIANINGSIH Rinto Basuki Rio Ary Sudarmawan Riza Sofia Jalila Rosalina Rovi Ratna Sari Rukmini Kusmarwiyah Rukmini Kusmarwiyah Rusdani, Muhammad Masyarul Rusman . Rusman Rusman Rusmin Nuryadin S Sunarpi Sadikin Amir Safira, Devita Safitri, Iin Safitri, Wiwin Sahendra, Satria Ari Sahrul Alim Saptono Waspodo Saputra, Rivaldi Ananda Satria Ari Sahendra Sa’ban, M. Iman Nichfu Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu Setyowati, Dewi Nur'aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Shofiyatul Lailiyah Sinta Rahmawanti Sitti Hilyana Sitti Hilyana Slamet Suprayogi Soliyanti Sri Andayani Sri Ismariani, Baiq Sugma, Lara Suhdi, Suhdi Suhendri, Salwa Sukartono sukriadi sukriadi Sulman, Edi Sunaryo Sunaryo Supiandi, Muhammad Supiandi, Supiandi Supriadin Supriadin supriadin supriadin Supriyadin, Muhammad Suriani, Baiq Suherna SUWARTI Syahruni, Fajar Tri Oktaviani Utami, Wiyat Zahroh Sepia Velita Oktavianti W Wulandari Waang, Dinda Christasya WAHYU FIRMANSYAH Wahyudi Rahmat Wila Lailatul Hulpa Yanti, Septiana Dwi Yasir Yatin, Nur Yenny Risjani Yonita, Nuansa Azma Yulihastiana, Baiq Nadia Dwi Yuniarlin Hilmi Farnani Yuniarti Lumbessy, Salnida Yuyun Arfah Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zohri, M.