Articles
Kompetensi Guru: Pelaksanaan Pembelajaran Berkelanjutan Dan Kreativitas Berbasis Esd Di Sekolah Dasar
Risman Fauzi;
Ghullam Hamdu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6247.169 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.675
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat implementasi kompetensi guru berbasis Education for Sustainable Development. Penelitian ini dilakukan mengggunakan pendekatan kombinasi, sehingga proses pegumpulan data dilakukan mengunakan instrument berupa angket dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru di SDN 1 Jayaraga, Garut, Jawa Barat. Data angket yang diperoleh dianalis menggunakan winstep dengan pemodelan rasch, sedangkan data hasil wawancara dilakukan dengan mengorganisasikan temuan kemudian melakukan interpretasi dan memaknai data. Teknik analisis kombinasi dilakukan dengan cara perbandingan berdampingan, artinya data angket diperkuat dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,tingkat pelaksanaan pembelajaran berbasis Education for Sustainable Development menunjukan angka yang baik yaitu 88.8%. Temuan baru dalam penelitian ini adalah sebenarnya guru telah melaksanakannya, akan tetapi guru tidak menyadari bahwa pembelajaran tersebut adalah pembelajaran berbasis Education for Sustainable Development
Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Soal Tes Literasi Numerasi Berbasis Education for Sustainable Development
Widia Aprilianti;
Ghullam Hamdu;
Ahmad Mulyadiprana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.975 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2139
Penilaian menggunakan soal tes literasi numerasi diyakini mampu mengembangkan keterampilan memecahkan masalah tingkat tinggi siswa. Nemun guru di sekolah belum mampu membuat soal yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan soal tes literasi numerasi berbasis ESD. Jenis penelititan ini yaitu kualitatif. Sumber data utama meliputi 3 guru kelas 6 di Sekolah Dasar yang berbeda. Sumber data pendukung berupa dokumen soal-soal tes tertulis. Instrumne yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar observasi, lembar studi dokumentasi danlembar kuisioner. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar guru sudah membuat soal tes literasi numerasi tetapi belum maksimal dikarenakan sulitnya menentukan KKO (Kata Kerja Operasional) dan memilih stimulus. Disamping itu, terkait pembelajaran berbasis ESD belum dimengerti secara konsepnya, namun pelaksanaan di lapangan sudah terealisasikan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan soal tes literasi numerasi berbasis ESD masih rendah dan perlu adanya pembinaan serta pelatihan.
Media Smart Box untuk Pembelajaran Education for Sustainable Development di Sekolah Dasar
Fitriani Fitriani;
Ghullam Hamdu;
Resa Respati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 5 (2021): October Pages 1880-3500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.347 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i5.683
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan media smart box untuk pembelajaran education for sustainable development di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas 5 Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya berjumlah 5 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk mengetahui pelaksanaan media pembelajaran serta identifikasi media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Media pembelajaran yang digunakan masih terpaku pada buku guru tematik. (2) Guru sudah menggunakan media pembelajaran tetapi belum optimal dalam penggunaannya. (3) Guru kesulitan dalam mengembangkan media berbasis education for sustainable development. (4) Berdasarkan hasil observasi media terdapat kaitan dengan materi ESD ditunjukan dengan adanya keterkaitan konteks lingkungan, social, dan ekonomi
Analisis Rubrik Penilaian Berbasis Education for Sustainable Development dan Konteks Berpikir Sistem di Sekolah Dasar
Dewi Andriani;
Ghullam Hamdu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.514
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan asesmen kinerja menggunakan rubrik penilaian dengan mengaitkan konteks ESD dan berpikir sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu guru kelas 5 Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya berjumlah 6 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara dan studi dokumentasi untuk mengetahui pelaksanaan asesmen kinerja serta identifikasi rubrik yang digunakan oleh guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Semua guru kesulitan dalam menggunakan asesmen kinerja dan instrumen penilaiannya yaitu rubrik. (2) Guru mengalami kesulitan dalam menentukan petunjuk kerja atau deskripsi pada rubrik ditunjukkan dengan hasil analisis dokumen sebesar 37.5%. (3) Beberapa guru sudah mengetahui mengenai pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau education for sustainable development (ESD) dimana pembelajarannya lebih terintegrasi seperti dengan lingkungan, sosial, dan ekonomi. (4) Berdasarkan hasil analisis dokumen rubrik terdapat kaitan dengan materi ESD ditunjukan dengan kemunculan konteks lingkungan, sosial, dan ekonomi yaitu sebesar 87,5%. (5) Kaitan kriteria dengan kemampuan berpikir sistem atau holistik pada rubrik penilaian yang dianalisis sudah terlihat pada tugas dan sesuai tujuan pembelajaran yaitu sebesar 75%.
Analisis rasch untuk soal tes berpikir kritis pada pembelajaran STEM di sekolah dasar
Ainun Nurul Syadiah;
Ghullam Hamdu
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/pe.v10i2.6524
Pendekatan STEM dapat membentuk siswa menjadi sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis sehingga mampu memenuhi standar sumber daya manusia abad 21 serta mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan siswa kelas 5 sekolah dasar di Tasikmalaya, Jawa Barat yang diukur dengan menggunakan soal tes berpikir kritis dalam pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic). Hasil tes tersebut di analisis dengan Model Rasch sebagai alat untuk mengukur kesesuain butir soal dan abilitas siswa, sehingga seorang guru akan lebih mudah untuk mengidentifikasi kesalahan yang terjadi. Dengan demikian pengimplementasian Model Rasch pada soal tes berpikir kritis pada pembelajaran STEM di sekolah dasar dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tantangan abad 21 dapat dilakukan
ANALISIS MUATAN KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS DAN TOPIK ESD DALAM MODUL PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR
Nisa Rahmi Mardiah;
Ghullam Hamdu;
Lutfi Nur
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.488 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i3.2810
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 719 /P/2020 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan solusi bagi pembelajaran agar dapat dilaksanakan di masa pandemi. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh serta disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing dengan melakukan penyederhanaan kurikulum sesuai kebutuhan. Dalam pembelajaran jarak jauh, peserta didik dituntut untuk dapat belajar di rumah. Modul menjadi salah satu perangkat pembelajaran yang dapat membantu peserta didik belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis muatan ESD (Education for Sustainable Development) khususnya pada kompetensi berpikir kritis peserta didik di dalam modul BDR (Belajar dari Rumah) di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul sudah memuat topik ESD di dalamnya namun dalam aspek keterampilan berpikir kritis ditemukan data bahwa tidak maksimalnya penerapan kompetensi berpikir kritis pada modul, ditemukan juga beberapa permasalahan dalam pengimplementasian muatan ESD pada kompetensi berpikir kritis khususnya pada pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan.
Kebutuhan dan Ketersediaan Aplikasi Mobile-Learning Video Pembelajaran Berbasis ESD Untuk Guru Sekolah Dasar
Lastri Lestari;
Ghullam Hamdu
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/inventa.5.2.a3779
Abstract: The purpose of this study was to find information about the needs of elementary school teachers in ESD-based learning and the availability of mobile learning applications for ESD-based learning videos as learning references. The descriptive method used is interviews with elementary school teachers, and literature study. The results show that teachers still have difficulty in obtaining ESD-based learning reference sources, both through mobile learning applications and learning implementation videos accompanied by complete learning tools. The availability of mobile learning applications for ESD-based learning videos in particular is not yet available either in schools or other sources commonly used by elementary school teachers to find reference sources for learning implementation. However, there has been the development of similar mobile learning applications but in different discussion and learning materials.
Implementation of Learning in Elementary Schools Is Related to the Implementation of Literacy and Numeracy Skills
Haura Sharifah;
Ghullam Hamdu
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bp.vol18.no1.a4611
The purpose of this research to know and describe the learning process in elementary school, does the learning that has been applied in the classroom already include literacy and numeracy skills. In connection with this, a Minimum Competency Assessment will be held whose material includes literacy and numeracy competencies. The approach taken by the researcher is descriptive qualitative with 4th grade teacher participants and 4th grade elementary school students. Data was collected by means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study refers to the Miles and Huberman model. The results showed that teachers at SDN 2 Tuguraja Tasikmalaya and SD IT Qatrunnada Jakarta.
Literacy and Numerical Competencies of Class IV Students on Energy Source Materials
Imaniar Afifah Nur;
Ghullam Hamdu;
Akhmad Nugraha
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bp.vol18.no1.a4799
Learning in Indonesia still emphasizes on the memorization aspect, which makes the high-level thinking skills of students still low. Whereas literacy and numeracy competence emphasizes high-level understanding, and does not only rely on rote literacy. Therefore, the evaluation instrument formulated based on the HOTS approach can train students' problem-solving abilities. This study is intended to describe the literacy and numeracy competencies of fourth grade students in energy sources. This study used a descriptive qualitative approach with the research subjects were students and teachers of class IV SD N 2 Tuguraja. This data collection uses interview techniques, documentation studies, and tests. This study shows that students are not used to using HOTS-oriented questions because the questions made by the teacher do not contain HOTS. In the test conducted using literacy and numeracy-oriented questions which of course require students to think at a high level, based on the analysis of test results using Rasch modeling seen from the comparison of the standard deviation value with the logit value of each student, it can be seen that the ability of students in competence literacy and numeracy is still low. Ability of students in competence literacy and numeracy is still low.
Implementasi Asesmen Kinerja Berpikir Kritis Berbasis ESD Pada Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar
Umi Amellya Pangestika;
Ghullam Hamdu
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/dikdas.v4i3.1251
This study aims to analyze the implementation of ESD-based critical thinking performance assessment in the online learning process and to find out the difficulties that occur when using critical thinking performance assessment instruments during the online learning process. The research was conducted in elementary schools. This research uses descriptive qualitative research method. The subjects used in this study were high school elementary school teachers. Data collection techniques used in this study were interviews and documentation studies. The results of the study indicate that teachers have difficulty in evaluating critical thinking performance in Education for Sustinable Development (ESD) based learning which contains three perspectives, namely environmental, social and economic which is carried out online. Teachers cannot use performance appraisal instruments optimally due to several reasons such as the lack of supporting facilities and infrastructure for the implementation of the online learning process and teachers also cannot see directly the work of students' assignments.