Articles
Desain Pembelajaran STEM berdasarkan Kemampuan 4C di Sekolah Dasar
Nida Oktapiani;
Ghullam Hamdu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/pendas.7.2.99-108
Latar belakang dari penelitian ini, bahwasannya pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Dasar belum optimal dalam memberikan inovasi proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan rancangan produk berupa pengembangan desain pembelajaran STEM dalam bentuk RPP. Desain pembelajaran yang dikembangkan disesuaikan dengan karakteristik kurikulum 2013 diantaranya menerapkan keterampilan 4C dalam proses pembelajaran STEM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode pendekatan qualitative reseach berbasis Focus Group Discussion (FGD). Hal ini dilakukan karena FGD bertujuan untuk mendapatkan data yang intensif dan mendalam mengenai suatu topik yang akan di bahas dengan cara berinteraksi dalam satu kelompok agar mendapatkan hasil yang maksimal mengenai pengembangan produk RPP. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu hasil identifikasi masalah mengenai desain pembelajaran yang sering digunakan guru dalam proses pembelajaran di SD, hasil penelitian yang relevan terkait dengan konteks peneliti, serta hasil diskusi FGD mengenai solusi dari permasalahan yang di temukan di lapangan. Hasil yang didapat dari FGD tersebut akan menghasilkan rancangan produk desain pembelajaran STEM yang sudah di diskusikan dengan kelompok yang homogen mengenai STEM, sehingga produk tersebut dapat diimplementasikan di Sekolah Dasar.Kata kunci: Desain Pembelajaran, Pembelajaran STEM, Engineering Proses
Items Quality Analysis Using Rasch Model To Measure Elementary School Students’ Critical Thinking Skill On Stem Learning
Ghullam Hamdu;
F N Fuadi;
A Yulianto;
Y S Akhirani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.323 KB)
|
DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i1.20884
Critical thinking as one of the 21st century competences required by students needs to be developed and analyzed by employing qualified assessment instrument. Test is a kind of critical thinking assessment instrument which quality is developed and analysed to create a meaningful learning. A total of 10 multiple choices items were developed based on critical thinking indicators. The items were then given to forty two 4th grade students in one of the elementary schools in Tasikmalaya-West Java after obtaining STEM learning. Focus group discussions were conducted to construct and validate the instrument. The result of the test was analyzed using Rasch model with the assistance of Winsteps software version 3.75. The results indicated that the analysis using the Rasch model could explain the critical thinking items’ quality based on the level of difficulty and suitability and could categorize students’ abilities and their suitability for STEM learning conducted.
ANALISIS SOAL TES BERPIKIR KRITIS TIPE HOTS BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT DI SEKOLAH DASAR
Neneng Widya Sopa Marwa;
Ghullam Hamdu
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (672.805 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v10i4.8375
The purpose in this study is to know the quality of the problem of PAT IPA SD Grade 5 in Tasikmalaya city and to know the extent to which the question can measure students' critical thinking skills in high-level thinking (HOTS) and in the context of ESD(Education for Sustainable Development) which is the demand of the current Curriculum 2013 and the needs of the world today. This study uses qualitative methods using descriptive approaches. The research design used is content analysis. The population in this study is the whole problem of PAT IPA SD Grade 5 in Tasikmalaya city which amounts to 10 subdistricts. Sampling in this study using Simple Random Sampling technique, so that obtained samples in the form of 100 PAT IPA elementary school questions from 5 subdistricts in tasikmalaya city. Data collection is conducted through interviews and documentation studies. While the technical analysis of data in this study uses descriptive statistics and instruments in this study using analysis sheets and assessment rubrics. The results showed that half of the pat ipa problems of GRADE 5 elementary school in Tasikmalaya city are HOTS type (43%) and the other half are lots (57%). Furthermore, the characteristics of esd-based critical thinking test questions contained in pat questions are small (14.3%) contains indicators on the importance of self-contribution in sustainability life, half of which (57.1%) contains about how to interpret the phenomenon to the impact of sustainable living and less than half (28.6%) contains indicators that describe messages and impressions related to sustainable living.
KOMPETENSI GURU PADA DOMAIN FASILITAS PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Mia Azzahra;
Ghullam Hamdu
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 5 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.287 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v10i5.8321
Teachers are an important component in determining the learning process in Education for Sustainable Development (ESD). The second report of the teacher education project for ESD Asia – Pasific held on 17th – 19th September 2019 in Bangkok produced a competency framework for ESD teachers. This framework defines the competencies required by teachers to be involved in ESD which are implemented, developed, and evaluated by teacher education institutions. There are three domains in the teacher competency framework for ESD: facilitate learning, continue to learn and create, as well as connect, collaborate, and engage. However, this study only focused on one domain, which was learning facility. A total of 25 teachers from nine elementary schools provided their best answers based on the existing reality through a questionnaire distributed by the researchers about ESD-based teacher competence in the domain of lthe earning facility. This study aimed to determine the extent to which teachers understand and implement ESD-based competence in the domain of learning facilities in elementary schools. The data were processed with the rasch model through the winsteps application. The results of this study indicated that the teachers were able to implement it very well, but the idea was that the teachers still did not know that what they did led to ESD-based teachers' competence in the domain of learning facility.
DESAIN LEMBAR KERJA SISWA PADA PEMBELAJARAN STEM UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR
Ghullam Hamdu;
Nur Itsna Rostiana
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2020)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/re.v11i1.4809
This study aims to find the right design that can be used by students in achieving 4C abilities (communication, collaboration, critical thinking, and creativity).This research is a Research and Development research with this research stage starting from needs analysis, drafting design, validation, testing and final revision. This research was conducted at two different elementary schools in the City of Tasikmalaya. The LKS test was conducted by describing the changes in the results of the LKS entries by grade 5 students in groups at two different elementary schools in the city of Tasikmalaya, West Java. The resulting design is a LKS that is based on the STEM learning stages and the revision LKS is based on the results of student entries in the LKS. The results of this LKS become an indication of how students can complete assignments by understanding the various commands or activities contained in the LKS in writing.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Elektronik Modul Berbasis Education For Sustainable Development Untuk Siswa di Sekolah Dasar
Nurul Hadi Yanti;
Ghullam Hamdu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.632
Salah satu cara untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia dalam dunia pendidikan yaitu dengan melakukan perbaikan dan pengembangan proses maupun perangkat pembelajaran utamanya pada jenjang Sekolah Dasar seperti modul pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan elektronik modul berbasis Education for Sustanable Development di kelas V sekolah dasar. Penelitian merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode Deskriptif. Subjek penelitian adalah 6 orang guru kelas V dan 7 Orang Siswa kelas V dari empat sekolah yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik dari Miles-Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis ini meliputi analisis kurikulum, analisis bahan ajar dan analisis siswa. Penelitian ini menunjukan bahwa bahan ajar yang diguankan saat ini masih belum memenuhi kebutuhan dari peserta didik terlebuh saat ini pembelajaran dilaksanakan secara online sehingga peserta didik dan guru membutuhkan bahan ajar tambahan yang mampu menbantu peserta didik untuk belajar mandiri di rumah
Rancang Bangun Kegiatan Pengenalan Green Behavior: Penerapan Program ESD di Sekolah Dasar
Ahmad Mulyadiprana;
Ade Yulianto;
Ghullam Hamdu;
Agnestasia Ramadhani Putri
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.185 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2344
Pembangunan berkelanjutan telah menjadi konsensus seluruh negara di dunia sebagai upaya mengatasi sejumlah masalah yang muncul dalam proses pemenuhan kebutahan manusia saat ini. Dalam proses mempromosikan pembangunan untuk berkelanjutan perlu adanya perancangan program yang dibentuk dengan utuh. Peran pendidikan dipahami cukup penting dalam upaya perancangan program pembangunan untuk berkelanjutan. Konsep pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Educational for Sutainable Development (ESD) merupakan sarana untuk mendukung dan memperkuat proses pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan kompetensi atau keterampilan yang memungkin setiap individu dapat berkontribusi langsung dalam proses pembangun berkelanjutan tersebut. Isu-isu yang menjadi ruang lingkup ESD memiliki keterkaitan dengan isu global, juga yang berkaitan dengan keberlanjutan manusia hidup, ESD tidak hanya menuntun manusia untuk sadar terhadap pemulihan dari kerusakan lingkungan yang terjadi sekarang ini, tapi memikirkan bagaimana cara agar pelestarian itu mampu bertahan dan dapat memenuhi kehidupan di masa yang akan datang. Dalam konteks penerapannya dalam pembelajaran di sekolah dasar dilakukan melalui pengenalan Green Behavior sebagai upaya untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup yang berada di lingkungan terdekatnya. Pada penelitian akan diperoleh berupa lembar kerja peserta didik berbasis ESD melalui pengenalan Green Behavior. Untuk hasil penelitian diperolehan prototive produk dalam uji coba terbatas tersebut dilakukan dengan tahapan Desain based Research yang diadospi dari model design research yang dikemukan oleh Revees. Hasil dari penelitian ini berupa lembar kerja yang menjadi dasar untuk menggali secara metodeologis untuk memunculkan kegiatan atau program lain dalam konteks pembelajaran berbasis ESD khususnya di Sekolah Dasar
Kompetensi Guru: Pelaksanaan Pembelajaran Berkelanjutan Dan Kreativitas Berbasis Esd Di Sekolah Dasar
Risman Fauzi;
Ghullam Hamdu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6247.169 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.675
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat implementasi kompetensi guru berbasis Education for Sustainable Development. Penelitian ini dilakukan mengggunakan pendekatan kombinasi, sehingga proses pegumpulan data dilakukan mengunakan instrument berupa angket dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru di SDN 1 Jayaraga, Garut, Jawa Barat. Data angket yang diperoleh dianalis menggunakan winstep dengan pemodelan rasch, sedangkan data hasil wawancara dilakukan dengan mengorganisasikan temuan kemudian melakukan interpretasi dan memaknai data. Teknik analisis kombinasi dilakukan dengan cara perbandingan berdampingan, artinya data angket diperkuat dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,tingkat pelaksanaan pembelajaran berbasis Education for Sustainable Development menunjukan angka yang baik yaitu 88.8%. Temuan baru dalam penelitian ini adalah sebenarnya guru telah melaksanakannya, akan tetapi guru tidak menyadari bahwa pembelajaran tersebut adalah pembelajaran berbasis Education for Sustainable Development
Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Soal Tes Literasi Numerasi Berbasis Education for Sustainable Development
Widia Aprilianti;
Ghullam Hamdu;
Ahmad Mulyadiprana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.975 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.2139
Penilaian menggunakan soal tes literasi numerasi diyakini mampu mengembangkan keterampilan memecahkan masalah tingkat tinggi siswa. Nemun guru di sekolah belum mampu membuat soal yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan soal tes literasi numerasi berbasis ESD. Jenis penelititan ini yaitu kualitatif. Sumber data utama meliputi 3 guru kelas 6 di Sekolah Dasar yang berbeda. Sumber data pendukung berupa dokumen soal-soal tes tertulis. Instrumne yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar observasi, lembar studi dokumentasi danlembar kuisioner. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar guru sudah membuat soal tes literasi numerasi tetapi belum maksimal dikarenakan sulitnya menentukan KKO (Kata Kerja Operasional) dan memilih stimulus. Disamping itu, terkait pembelajaran berbasis ESD belum dimengerti secara konsepnya, namun pelaksanaan di lapangan sudah terealisasikan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan soal tes literasi numerasi berbasis ESD masih rendah dan perlu adanya pembinaan serta pelatihan.
Media Smart Box untuk Pembelajaran Education for Sustainable Development di Sekolah Dasar
Fitriani Fitriani;
Ghullam Hamdu;
Resa Respati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 5 (2021): October Pages 1880-3500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.347 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i5.683
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan media smart box untuk pembelajaran education for sustainable development di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas 5 Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya berjumlah 5 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk mengetahui pelaksanaan media pembelajaran serta identifikasi media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Media pembelajaran yang digunakan masih terpaku pada buku guru tematik. (2) Guru sudah menggunakan media pembelajaran tetapi belum optimal dalam penggunaannya. (3) Guru kesulitan dalam mengembangkan media berbasis education for sustainable development. (4) Berdasarkan hasil observasi media terdapat kaitan dengan materi ESD ditunjukan dengan adanya keterkaitan konteks lingkungan, social, dan ekonomi