p-Index From 2021 - 2026
12.397
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Al-Mizan (e-Journal) Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Dusturiah : Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahkam: Jurnal Hukum Islam AL-HUKAMA´ Al-Qisth Law Review Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Al-Maslahah Nizham Journal of Islamic Studies Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu Madinah: Jurnal Studi Islam Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Asy-Syariah TERAJU : Jurnal Syariah dan Hukum BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Janaka : Jurnal Pengabdian Masyarakat Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam SAMAWA : Jurnal Hukum Keluarga Islam Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum At-Tasyri Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah Qisthosia JCDD Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Izdihar : Jurnal Ekonomi Syariah Islamic Circle Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia (JPPMI) Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Familia: Jurnal Hukum Keluarga VIVA THEMIS- Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Kalosara: Family Law Review Al-Mu'tabar Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Journal Of Humanity Dedication Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Jurnal Studi Islam dan Sosial Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Mizan: Journal of Islamic Law KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Islamic Circle

Mandailing And Angkola Semarga Marriage; Comparative Study Of Polemic Custom Law And Positive Law In Indonesia Affandi, Hazrul; Ritonga, Hasir Budiman; Ritonga, Raja
Islamic Circle Vol. 4 No. 1 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i1.1920

Abstract

Marriage is part of realizing maqashid sharia, namely maintaining the continuity of offspring Traditional marriages in the Mandailing and Angkola communities have special values and rules. Customary violations can result in sanctions and fines from customary leaders. This article examines the polemic of semarga marriage among the Mandailing and Angkola tribes in the review of customary law and positive law in Indonesia. This research is qualitative research with a type of field research. Primary data collection is done through observation, interviews, and documentation. Meanwhile, secondary data is collected by tracing many references from books, articles, and other scientific works that are related to the research theme. Furthermore, the data were analyzed descriptively with a legal or normative approach. The results of the study explain that the same clan marriage in the Mandailing and Angkola ethnic communities has significant differences. Semarga marriages in the Angkola community are not subject to customary sanctions and fines. Meanwhile, semarga marriages in the Angkola community are subject to customary sanctions and fines. Meanwhile, the review of the Compilation of Islamic Law or positive law states that marriages are prohibited if marriages are carried out with mahrams or people who are prohibited from marrying.
CUSTOMARY DIVORCE PRACTICES IN THE PANYABUNGAN SOCIETY: A REVIEW OF ISLAMIC LAW Edi, Sabrun; Ritonga, Raja; Dongoran, Irham
Islamic Circle Vol. 3 No. 1 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i1.1921

Abstract

In the Panyabungan community, customary law plays a strong role in regulating various aspects of life, including matters of divorce. However, these customary practices often do not align with the provisions of Islamic law, which has strict principles regarding divorce. This study aims to understand how customary divorce is practiced, the reasons for divorce recognized by customary law, and to compare these with the regulations of divorce in Islamic law. The approach used is qualitative with a descriptive-analytical method. Data were collected through field observations, interviews with customary leaders and the community, as well as literature reviews related to Islamic law and customary practices. The results of the study indicate that although there are similarities in some basic principles, such as the mutual consent of both parties, there are significant differences in the procedures and reasons for divorce between customary law and Islamic law.
Analisis Hukum Islam Terkait Penarikan Wakaf Oleh Ahli Waris Pasca Wakif Meninggal Dunia Di Desa Sigalapang Julu Ritonga, Raja; Hamid, Asrul; Mawaddah
Islamic Circle Vol. 3 No. 2 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i2.963

Abstract

Wakaf merupakan bagian dari amal tabbarru’ yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Prosesi wakaf ketika dilakukannya ikrar dari wakif untuk melepas hak milik pribadinya menjadi hak milik umum. Oleh karena itu, sejatinya bahwa hak milik yang sudah diwakafkan telah menjadi lepas kepemilikannya dari wakif dan berubah menjadi milik penerima wakaf melalui nadzir wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait penarikan wakaf yang dilakukan oleh ahli waris di desa Sigalapang Julu setelah wakif meninggal dunia. Adapaun jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan sifat deskriptif. Pendekatan dilakukan dengan menggunakan hukum normatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Temuan data-data dianalisis dengan menunggunakan dalil nas dan pendapat ulama. Hasil penelitian menjelaskan bahwa praktik penarikan wakaf yang dilakukan oleh ahli waris di desa Sigalapang Julu pasca meninggalnya wakif bertolak belakang dengan aturan dalam ajaran Islam, sebab harta yang sudah diwakafkan secara otomatis menjadi milik umat Islam.
Konflik Pembagian Warisan di Desa Bonan Dolok: Pertentangan Antara Adat dan Hukum Kewarisan Islam Ritonga, Raja; Ritonga, Mahyudin
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2193

Abstract

Hukum kewarisan Islam merupakan salah satu komponen penting dalam syariat Islam yang mengatur pembagian harta peninggalan pewaris secara adil. Meskipun demikian, implementasinya seringkali menghadapi kendala di masyarakat, seperti yang terjadi di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata cara pembagian warisan di desa tersebut dalam perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian warisan di Desa Bonan Dolok masih sangat dipengaruhi oleh tradisi adat yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam, terutama dalam hal alokasi warisan bagi anak perempuan. Sebagian besar masyarakat mengutamakan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, sementara pemahaman tentang hukum faraid sangat minim. Hal ini sering memicu konflik antaranggota keluarga, seperti perselisihan dan ketidakadilan dalam pembagian harta. Faktor utama penyebabnya adalah kuatnya pengaruh adat, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap hukum waris Islam.
Islamic Law Strategy in the Context of National Law: Harmonization and Adaptatio Ritonga, Raja; Sri Wahyuni; Shofwan Karim; Wendra Yunaldi; Rusydi
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, Islamic law plays a significant role in various aspects of societal life, despite being within the framework of the national legal system based on positive law. Given the diversity of existing norms, the implementation of Islamic law within the context of national law often presents challenges in terms of integration and harmonization. Therefore, it is important to understand strategies that can be applied to accommodate the values of Islamic law within the plural national legal framework. This article aims to analyze and identify strategies that can be applied to integrate the principles of Islamic law into Indonesia's national legal system. The approach used in this study is qualitative, utilizing literature analysis and doctrinal study of legal texts, both Islamic law and positive law in Indonesia. Additionally, an analysis is conducted on the application of Islamic law in various legal fields in Indonesia, such as family law, religious courts, and criminal law. The findings indicate that the integration of Islamic law into Indonesia's national legal system requires a more contextual and adaptive approach, considering local values and societal diversity. Several strategies that can be implemented include harmonizing Islamic legal norms with positive law, enhancing the understanding of legal pluralism, and adjusting the implementation of Islamic law to align with the principles of social justice in Indonesian society.
Islamic Law Strategy in the Context of National Law: Harmonization and Adaptatio Ritonga, Raja; Sri Wahyuni; Shofwan Karim; Wendra Yunaldi; Rusydi
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, Islamic law plays a significant role in various aspects of societal life, despite being within the framework of the national legal system based on positive law. Given the diversity of existing norms, the implementation of Islamic law within the context of national law often presents challenges in terms of integration and harmonization. Therefore, it is important to understand strategies that can be applied to accommodate the values of Islamic law within the plural national legal framework. This article aims to analyze and identify strategies that can be applied to integrate the principles of Islamic law into Indonesia's national legal system. The approach used in this study is qualitative, utilizing literature analysis and doctrinal study of legal texts, both Islamic law and positive law in Indonesia. Additionally, an analysis is conducted on the application of Islamic law in various legal fields in Indonesia, such as family law, religious courts, and criminal law. The findings indicate that the integration of Islamic law into Indonesia's national legal system requires a more contextual and adaptive approach, considering local values and societal diversity. Several strategies that can be implemented include harmonizing Islamic legal norms with positive law, enhancing the understanding of legal pluralism, and adjusting the implementation of Islamic law to align with the principles of social justice in Indonesian society.
Analisis Hukum Islam Terkait Penarikan Wakaf Oleh Ahli Waris Pasca Wakif Meninggal Dunia Di Desa Sigalapang Julu Ritonga, Raja; Hamid, Asrul; Mawaddah
Islamic Circle Vol. 3 No. 2 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i2.963

Abstract

Wakaf merupakan bagian dari amal tabbarru’ yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Prosesi wakaf ketika dilakukannya ikrar dari wakif untuk melepas hak milik pribadinya menjadi hak milik umum. Oleh karena itu, sejatinya bahwa hak milik yang sudah diwakafkan telah menjadi lepas kepemilikannya dari wakif dan berubah menjadi milik penerima wakaf melalui nadzir wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait penarikan wakaf yang dilakukan oleh ahli waris di desa Sigalapang Julu setelah wakif meninggal dunia. Adapaun jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan sifat deskriptif. Pendekatan dilakukan dengan menggunakan hukum normatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Temuan data-data dianalisis dengan menunggunakan dalil nas dan pendapat ulama. Hasil penelitian menjelaskan bahwa praktik penarikan wakaf yang dilakukan oleh ahli waris di desa Sigalapang Julu pasca meninggalnya wakif bertolak belakang dengan aturan dalam ajaran Islam, sebab harta yang sudah diwakafkan secara otomatis menjadi milik umat Islam.
Mandailing And Angkola Semarga Marriage; Comparative Study Of Polemic Custom Law And Positive Law In Indonesia Affandi, Hazrul; Ritonga, Hasir Budiman; Ritonga, Raja
Islamic Circle Vol. 4 No. 1 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i1.1920

Abstract

Marriage is part of realizing maqashid sharia, namely maintaining the continuity of offspring Traditional marriages in the Mandailing and Angkola communities have special values and rules. Customary violations can result in sanctions and fines from customary leaders. This article examines the polemic of semarga marriage among the Mandailing and Angkola tribes in the review of customary law and positive law in Indonesia. This research is qualitative research with a type of field research. Primary data collection is done through observation, interviews, and documentation. Meanwhile, secondary data is collected by tracing many references from books, articles, and other scientific works that are related to the research theme. Furthermore, the data were analyzed descriptively with a legal or normative approach. The results of the study explain that the same clan marriage in the Mandailing and Angkola ethnic communities has significant differences. Semarga marriages in the Angkola community are not subject to customary sanctions and fines. Meanwhile, semarga marriages in the Angkola community are subject to customary sanctions and fines. Meanwhile, the review of the Compilation of Islamic Law or positive law states that marriages are prohibited if marriages are carried out with mahrams or people who are prohibited from marrying.
CUSTOMARY DIVORCE PRACTICES IN THE PANYABUNGAN SOCIETY: A REVIEW OF ISLAMIC LAW Edi, Sabrun; Ritonga, Raja; Dongoran, Irham
Islamic Circle Vol. 3 No. 1 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i1.1921

Abstract

In the Panyabungan community, customary law plays a strong role in regulating various aspects of life, including matters of divorce. However, these customary practices often do not align with the provisions of Islamic law, which has strict principles regarding divorce. This study aims to understand how customary divorce is practiced, the reasons for divorce recognized by customary law, and to compare these with the regulations of divorce in Islamic law. The approach used is qualitative with a descriptive-analytical method. Data were collected through field observations, interviews with customary leaders and the community, as well as literature reviews related to Islamic law and customary practices. The results of the study indicate that although there are similarities in some basic principles, such as the mutual consent of both parties, there are significant differences in the procedures and reasons for divorce between customary law and Islamic law.
Konflik Pembagian Warisan di Desa Bonan Dolok: Pertentangan Antara Adat dan Hukum Kewarisan Islam Ritonga, Raja; Ritonga, Mahyudin
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2193

Abstract

Hukum kewarisan Islam merupakan salah satu komponen penting dalam syariat Islam yang mengatur pembagian harta peninggalan pewaris secara adil. Meskipun demikian, implementasinya seringkali menghadapi kendala di masyarakat, seperti yang terjadi di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata cara pembagian warisan di desa tersebut dalam perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian warisan di Desa Bonan Dolok masih sangat dipengaruhi oleh tradisi adat yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam, terutama dalam hal alokasi warisan bagi anak perempuan. Sebagian besar masyarakat mengutamakan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, sementara pemahaman tentang hukum faraid sangat minim. Hal ini sering memicu konflik antaranggota keluarga, seperti perselisihan dan ketidakadilan dalam pembagian harta. Faktor utama penyebabnya adalah kuatnya pengaruh adat, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap hukum waris Islam.
Co-Authors Adawiah, Robiyatul Adawiyah, Robiyatul Affandi, Hazrul Aida Sapitri Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Alfiani Pulungan Amhar Maulana Harahap Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Andri muda Nst Anwar Husein Arobiah Nasution Asmaret, Desi Asril Fauzi Asrul Hamid Asrul Hamid Aulia Rezi Baehaqi Dahlan, Dasrizal Dedisyah Putra Dongoran, Irham Edi, Sabrun Elhusein, Shofwan Karim Endah Nopita Sari Faza, Amrar Mahfuzh Fuadi Fuadi Halidina Haris Hamid, Asrul Harahap, Amhar Maulana Harahap, Haritsah Hammamah Harahap, Junda Harahap, Titi Martini Hasibuan, Ahmad Jasa Hasibuan, Nur Asiah hsb, zuhdi Husnil Khotimah Iana Tresia A Sibagariang Ida Sumarni Idris Idris Idris Idris Ilham Ramadan Ilham Ramadan Siregar, Ilham Ramadan Indah Futri Jannus Tambunan Jesslyn, Jesslyn Julhadi Julhadi, Julhadi Kamal, Tamrin Khairani Rangkuti Khairul Bahri Nasution Khoirul Amri Lahmi, Ahmad Lailan Nahari Lailan Nahari Lely Hayati Lubis, Nurhidayah Mahdi Mulia Mahmoud Ali Rababah Mahyudin Ritonga Mawaddah Maya Borotan Muda, Andri Muhadi Khalidi Muhammad Arif Muhammad Ikbal Mutaqin, Ilyas Mutiah Rangkuti Nasution, Abdul Lohir Rosyid Nasution, Khairul Bahri Nasution, Liantha Adam Nasution, Martua Nasution, Suryadi Nst, Andry Muda Nur Fifiyani Nst Nur Hayati Nur Paridah Nurlaili Mardia Panggabean, Rizky Mubarok Parulian Siregar Putri Anisah Nasution Rabiatul Adawiyah Rangkuti, Rosipa Rahmi Resi Atna Sari Siregar Rina Riski Ritonga, Ahmad Roisuddin Ritonga, Hasir Budiman RITONGA, SYAIPUDDIN Rizka Nailah Lubis Robiyatul Adawiyah Robiyatul Adawiyah Robiyatul Adawiyah Lubis Roisuddin Ritonga, Ahmad Rosni Harahap Rosniati Hakim Rukiah Nst Rusydi Sahata Panjaitan Saifullah Seri Muslimah Shofwan Karim Siregar, Resi Atna Sari Siti Aminah Siti Rohimah Srg, Kartina Sri Wahyuni Sri Wahyuni Hasibuan Suci, Putri Wulan Sumper Mulia Harahap Sumper Mulia Harahap Sumper Mulia Harahap, Sumper Mulia Suryadi Suryadi Syaipuddin Ritonga Tambunan, Jannus Ummi Amira Wendra Yunaldi Zuhdi Hasibuan