Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman Komponen Buah dan Kuantitas Endosperma Kelapa Dalam Kopyor Kalianda dan Kelapa Genjah Kopyor Pati MASKROMO, ISMAIL; NOVARIANTO, HENGKY; SUKENDAH, nFn; SUKMA, DEWI; SUDARSONO, nFn
Buletin Palma Vol 15, No 2 (2014): Desember, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n2.2014.102-109

Abstract

Sifat kopyor pada kelapa ditemukan pada kelapa tipe Dalam, Genjah maupun Hibrida alami yang tersebar di beberapa sentra kelapa di Indonesia, dengan jumlah tegakan yang terbatas. Sifat kopyor yang diduga merupakan hasil mutasi alami tersebut, terekspresi dalam bentuk abnormalitas endosperma dengan tekstur yang remah dan terlepas dari tempurung buah kelapanya. Harga buah kelapa kopyor di pasaran jauh lebih mahal dari kelapa normal dan tergantung ukuran buah serta kuantitas endospermanya. Informasi keragaman komponen buah dan karakteristik endosperma diperlukan dalam penyusunan program pemuliaan untuk mengembangkan varietas unggul kelapa kopyor baru dengan ukuran buah yang ideal, dengan endosperma tebal dan penuh mengisi rongga buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman komponen buah dan kuantitas endosperma kelapa Dalam kopyor Kalianda dan kelapa Genjah kopyor Pati. Evaluasi dilakukan mulai bulan Juni 2011 sampai dengan Desember 2013 dengan metode observasi lapang dan pengamatan di laboratorium Biologi Molekuler (PMB Lab.) IPB, Bogor. Pengamatan lapang dilakukan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pengamatan dilakukan terhadap penampilan warna dan ukuran buah, karakter komponen buah dan karakteristik endosperma. Hasil pengamatan menunjukkan adanya keragaman yang tinggi untuk karakter berat buah utuh, berat buah tanpa sabut, dan berat endosperma, baik pada aksesi kelapa Dalam kopyor Kalianda maupun pada kelapa Genjah kopyor Pati. Kuantitas endosperma buah kelapa kopyor tipe Dalam Kalianda diidentifikasi memiliki skor 1 – 9, sedangkan pada kelapa tipe Genjah memiliki skor 1 – 6. Karakteristik komponen buah dan kuantitas endosperma tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penilaian kualitas buah kopyor untuk standardisasi produk buah kopyor dan sebagai dasar seleksi untuk program perakitan varietas unggul kelapa kopyor. Kata kunci: Skor kuantitas endosperma, keragaman morfologi buah, Sifat unggul kelapa kopyor, pemuliaan kelapa kopyor. ABSTRACTEndosperm Quantity and Fruit Character Variabilities of Kalianda Tall Kopyor and Pati Dwarf Kopyor CoconutKopyor trait in coconut exists in a limited number of provenances in either Tall, Dwarf, and natural Hybrid types spreading in various coconut production centers in Indonesia. Kopyor trait is a natural mutant expressed in the endosperm of coconut. Unlike the hard endosperm of normal coconut, the abnormal kopyor endosperms are soft, fluffy and peeled off from the shell of the nuts. Commercial values of this kopyor mutant coconuts are much higher than the normal one and it depends on fruit size and the endosperm quantity. Information about endosperm quantity and fruit character variabilities are required to support breeding for developing improved kopyor coconut varieties having ideal fruit size, high quantity and thicker endosperm. The objectives of this evaluation were to determine variability of endosperm quantity and fruit character variabilities of Kalianda Tall kopyor and Pati Dwarf kopyor coconuts. The study was conducted during the period of June 2011 to December 2013 by field observations and laboratory works. Field observations were conducted in the kopyor coconut production centers in Kalianda, South Lampung, Lampung Province and Tayu, Pati, Central Java and laboratory works were at PMB Lab, IPB, Bogor. The results showed the existance of high variabilities of the fruit, nut, and meat weight, both for the Kalilanda Tall kopyor or Pati Dwarf kopyor coconut. The scores for endosperm quantities of Kalianda Tall kopyor ranged from 1-9, while those of Pati Dwarf kopyor ranged from 1-6. The fruit characters and endosperm quantity could be used as standard for kopyor fruit quality and for selection criteria in the breeding program to develop improved kopyor coconut varieties.
Variasi Genetik Mutan Anggrek Spathoglottis plicataBlume. Berdasarkan Marker ISSR Atra Romeida; Surjono Hadi Sutjahjo; Agus Purwito; Dewi Sukma; , Rustikawati
Indonesian Journal of Agronomy Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.864 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i3.6829

Abstract

Mutants of Spathoglottis plicataBlume were obtained from plants treated with Gamma Irradiation at 30-100 Gray. The mutants showed variations in the flower morphology. The objective of this experiment was to identify genetic variations of orchids S. plicataand its mutants using inter-simple sequent repeat (ISSR) markers. The amplified product of 10 ISSR primers produced 360 bands and 71 ISSR of the loci (90.14%) were polymorphic. The coefficient of similarity and principal component analysis produced five major groups with similarity coefficient of 0.68. The goodness of fit correlation matrix value reached 0.91. Therefore the ISSR isa good marker for identification of S. plicatamutants.Keywords: gamma irradiation, ISSR marker, mutant, orchid
Pertumbuhan Anggrek Phalaenopsis amabilis pada Perlakuan Chitosan dan Asam Salisilat Erna Sulistiana; Dewi Sukma
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.886 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.75-85

Abstract

Pertumbuhan    vegetatif  tanaman   anggrek  Phalaenopsis dipengaruhi   oleh   kondisi   lingkungan   seperti cahaya, suhu, dan kelembaban. Bahan organik tertentu berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan dan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, diantaranya chitosan dan asam salisilat. Penelitian ini dilaksanakan untuk menguji  pemberian bahan organik chitosan dan asam salisilat terhadap pertumbuhan anggrek Phalaenopsis amabilis. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan faktor tunggal yaitu perlakuan bahan organik. Terdapat enam  perlakuan yaitu, chitosan 3 ppm, chitosan 6 ppm, asam salisilat 5 ppm, asam salisilat 10 ppm serta  chitosan 3 ppm + asam salisilat 5 ppm. Setiap perlakuan diulang lima kali dengan setiap ulangan berupa 1 botol yang berisi 3 planlet. Bahan organik dicampur kedalam media MS ½ kemudian planlet di pindahkan kedalam media tersebut, selanjutnya disimpan di laboratorium kultur jaringan selama empat minggu. Planlet kemudian diaklimatisasi kedalam media tanam spaghnum moss dan disimpan di greenhouse. Perlakuan dilanjutkan dengan menyemprotkan bahan organik ke tanaman dua minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pemberian bahan organik untuk pertumbuhan vegetatif anggrek Phalaenopsis amabilis adalah bahan organik chitosan dengan konsentrasi 3 ppm. Hal ini ditunjukkan oleh perlakuan chitosan 3 ppm yang nyata meningkatkan peubah persentase tumbuh dan peubah panjang daun termuda.
Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis spp. Spesies Asli Indonesia Ni'mah Fauziah; Sandra Arifin Aziz; Dewi Sukma
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.498 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.86-94

Abstract

Keberadaan anggrek Phalaenopsis spesies atau anggrek hutan sudah semakin menurun, sehingga perlu dilakukan upaya perbanyakan untuk melestarikannya. Upaya perbanyakan melalui persilangan buatan merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik dari tetuanya, namun sering mengalami kegagalan akibat incompatibitas tetua. Hal tersebut dapat dikurangi dengan melakukan karakterisasi untuk mengetahui kekerabatan antar tetua persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakter morfologi 14 aksesi anggrek Phalaenopsis spesies yaitu Phalaenopsis gigantea A (PGA), Phalaenopsis bellina (PB),  Phalaenopsis amabilis Halong (PAH), Phalaenopsis violacea (PV), Phalaenopsis doritis (PD), Phalaenopsis schilleriana (PS), Phalaenopsis modesta (PM), Phalaenopsis cornu-cervi (PC), Phalaenopsis pantherina (PP), Phalaenopsis tetraspis (PT), Phalaenopsis pulchra (PPA), Phalaenopsis amabilis Cidaun (PAC), Phalaenopsis amabilis Trenggalek (PAT) dan Phalaenopsis gigantea B (PGB). Hasil penelitian menunjukkan setiap anggota masing-masing aksesi pada Phalaenopsis spesies memiliki kekerabatan sangat dekat yaitu 100% kecuali Phalaenopsis tetraspis yang berkerabat 87% akibat perbedaan bentuk ujung daun. Berdasarkan klasifikasi daun aksesi yang berkerabat dekat adalah Phalaenopsis gigantea A dengan Phalaenopsis bellina (87%), Phalaenopsis amabilis Trenggalek dengan Phalaenopsis gigantea B (87%), Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis pulchra (87%) dan Phalaenopsis amabilis Halong dengan Phalaenopsis pantherina (87%). Berdasarkan klasifikasi bunga aksesi yang memiliki kekerabatan dekat adalah Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis modesta (78%). Berdasarkan klasifikasi daun dan bunga aksesi yang berkerabat dekat adalah Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis modesta (70%).
Budi Daya Lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf.) Shinn.) di Mayungan, Bali Antony Demas; Dewi Sukma; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.246 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14654

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan pengalaman praktik kerja lapangan pada budi daya lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf) Shinn.). Penelitian dilaksanakan di Mayungan, Bali dari Februari - Juni 2009. Selama penelitian berlangsung, pekerjaan yang dilakukan sebagai buruh, pengawas asisten, dan asisten manajer. Beberapa data diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan pekerja dan manajer, selain itu juga pengamatan langsung di lapangan. Informasi yang diperoleh berkaitan dengan profil perusahaan, kondisi tanah, konstruksi penanaman, dan kendala pekerjaan. Fakta budi daya lisianthus, seperti pengembangan tanaman di pembibitan dan rumah kaca, karakteristik tanaman, metode irigasi, pupuk, persentase tanaman produktif, sebaran panen, dan vase life telah diamati. Lisianthus memiliki karakteristik yang unik sebagai tanaman bunga potong, selain itu bervariasi antar varietasnya. Metode budidayanya tidak hanya merawat tanaman muda pada plug produksi tetapi juga menumbuhkan lisianthus dalam rumah kaca produksi, hingga penanganan pascapanen. Terdapat kekurangan dalam produktivitas tanaman yang terlihat sangat rendah. Secara khusus pada produksi dan sistem pemasaran dalam rangka untuk bersaing dengan petani bunga potong berpengalaman dan terlatih.
Pengaruh Pupuk Organik Guano dan Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek Phalaenopsis spp. Ira Fauziah Noer; Dewi Sukma; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.872 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15803

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik guano dan kitosan pada pertumbuhan dan perkembangan anggrek Phalaenopsis dilakukan di pembibitan Gunung Batu, Bogor pada bulan Maret sampai Agustus 2011. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemupukan terdiri atas pupuk Thaichung 1 g L-1, pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm, Thaichung pupuk 1 g L-1 + guano 10 ml L-1, dan pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm + guano 10 ml L-1. pupuk Thaichung 1 g L-1 yang dibutuhkan untuk P. bellina dan P. modesta, dan guano 10 ml L-1 yang dibutuhkan untuk P. amabilis di kompot dalam kondisi panas dan kering.
Karakterisasi Morfologi dan Pengaruh Perlakuan Pemupukan dan Pemberian Silika (Si) pada Genotipe Hibrida Anggrek Cattleya Adimas Krishardianto; Dewi Sukma
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.801 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16794

Abstract

Cattleya merupakan anggrek yang memiliki bunga dengan ukuran besar dan disebut queen of orchid  karena memiliki keindahan dari variasi warna pada bunganya. Pemupukan berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Silika berperan dalam memperkuat jaringan tanaman sehingga lebih tahan serangan penyakit dan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan dan pemberian silika (Si) terhadap pertumbuhan beberapa hibrida anggrek Cattleya. Penelitian dilakukan di rumah Anggrek  Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan April hingga Juli 2015. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu perlakuan pemupukan. Terdapat empat perlakuan yaitu pupuk organik cair lengkap 2 ml L-1, NPK 32:10:10 2 g L-1, pupuk organik cair lengkap 2 ml L-1 + silika 2.5 ml L-1, dan NPK 32:10:10 2 g L-1 + silika 2.5 ml L-1. Perlakuan terdiri dari tiga kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman. Hasil karakterisasi menunjukan tidak terdapat keragamaan pada penampang melintang daun serta posisi pembungaan, bentuk ujung, susunan, bentuk tepi dan tekstur permukaan daun, tipe pembungaan, resupinasi, perhiasan, serta bentuk bunga. Pupuk yang memberikan hasil paling baik untuk ketiga genotipe adalah pupuk organik cair lengkap ditambahkan silika (Si) pada 5 parameter pengamatan yaitu pertambahan jumlah, panjang, lebar dan tebal daun, serta muncul anakan baru.
Pengusahaan Mawar Potong di di Mayungan, Bali Wahyu Arif Sudarsono; Dewi Sukma; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.366 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.16815

Abstract

Mawar merupakan salah satu produk tanaman hias unggulan Indonesia. Tanaman ini memerlukan pengelolaan yang intensif dari persiapan bahan tanam hingga pengelolaan pasca panen. Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan mahasiswa dalam budidaya mawar potong. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2009 di Mayungan, Bali. Data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif (numeric) seperti pertumbuhan, panjang tangkai, dan hasil produksi dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif menggunakan rata-rata dan standar deviasi, sedangkan data yang bersifat kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Penanganan pasca panen yang meliputi pengumpulan bunga yang telah dipotong, pengangkutan ke packing house, sortasi dan seleksi kualitas, pengikatan, pembungkusan, penyimpanan, dan pengangkutan.
Pembibitan (Kultur Jaringan hingga Pembesaran) Anggrek Phalaenopsis di Hasanudin Orchids, Jawa Timur Zahra Fadhlia Yasmin; Syarifah Iis Aisyah; Dewi Sukma
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.36 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21113

Abstract

Kegiatan penelitian di kebun Hasanudin Orchids bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam aspek budidaya anggrek Phalaenopsis. Tujuan secara khusus pada penelitian ini adalah mempelajari proses pembibitan anggrek Phalaenopsis dari kultur jaringan hingga pembesaranuntuk menghasilkan tanaman yang bernilai jual tinggi di Hasanudin Orchid. Hasil pengamatan menunjukkan pada pembuatan media kultur  PDA terjadi kontaminasi sebesar 7% dan media VW sebesar 22%. Proses penyemaian atau sub kultur, terutama pada sub kultur 1 banyak ditemukan kontaminasi. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, diantaranya planlet yang luka pada saat pindah media. Persentase keberhasilan pada saat aklimatisasi adalah 100%. Pencegahan kehilangan akibat kontaminasi perlu diperhatikan secara intensif. Pembibitan mulai dari bibit muda, tanaman remaja, dan tanaman dewasa di dua green house tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Perlu dilakukan beberapa pengembangan agar menghasilkan tanaman yang bernilai jual tinggi.
Karakter Morfologi dan Kimia 18 Kultivar Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Berbiji dan Tanpa Biji Slamet Susanto; Arifah Rahayu; Dewi Sukma; Iswari S. Dewi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 16 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.042 KB)

Abstract

Pamelo is one of the oranges species which have variety of form, size, colour and taste. Most of the pamelo cultivars with seeds, while part of it is seedless. The concumen prefer to chose seedles than with seed because they could consume more. The research proposed to know the morphologycal and chemical characteristics of pamelo with seed and seedless. Characteristication done in RGCI and port harvesting laboratory at IPB to the Pamelo come from Sumedang, Pati, Kudus, Magetan, Aceh and Pangkep (South Sulaewsi) in the period of April 2009 until July 2010. The result of research shown that several pamelo seedless cultivars have pyriform, while other with seed have spheroid form. A few fruit from pamelo seedless cultivars have sweet taste until less taste, with pH of its juice vary from 6.2-6.3, except Jawa cultivar which have pH 4 which its total tertiration acid is 0.47- 0.50 g/g, PTT 9.8- 11.0 ( 0brix), PTT/ATT 19,5-25,3. Vitamine C content 38-48.2 mg/100 g and narigin content from 118,3-1063,2 mg/ml, while pamelo with seed have taste sweet acid, with fruit juice pH 3.7 - 4.7, except "red bali 1", which have pH 6.0, ATT 0,35 - 0,59 g/g, PTT 8.7 - 11.3 ( 0brix), PTT/ATT 16.9 - 24.6, vita mine C content 28.6 - 43.8 and narigin content 55.2 - 461.2 mg/ml. 
Co-Authors , Krisantini , Nazi , Rustikawati ,, Giyanto ABDUL MUNIF Abdullah bin Arif Adil Akbar Muhammad Adimas Krishardianto Affif Andra Saputro Agus Purwito Agus Rachmat Agus Rachmat Ahmad Bukhori, Ahmad Ahmad Fathoni Aji, Titistyas Gusti Akbar, Machmul Alam Sani, Fajri Ali Husni Alvianti Yaufa Desita Alwi, Ahmad Andi Zahira Al Humairoh Andri, Eldrida Antony Demas Apriliani, Elisa Aqilla Fadia Wahono Arifah Rahayu Arrin Rosmala Ary Setiawati Assyifa Fauzia Atra Romeida Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Budi Marwoto Chaireni Martasari Cici Tresniawati Daffa Rafiandra Haryono Daulay, Delfina Deden Derajat Matra Deden Sukmajaya Demas, Antony Dewa Ngurah Suprapta DINI NURDIANI Dini Nurdiani Dirga, Kate Tiffany Dodi Saputra, Muhammad Dwi Utami Nur Usmani Efendi, Darda Eka Martha Della Rahayu Elina, Juanita Elis Nina Herliyana Elizabeth Handini ELSJE T. TENDA ELSJE T. TENDA, ELSJE T. ENNY RANDRIANI Erick Raynalta Erick Raynalta, Erick Erna Sulistiana Erna Sulistiana Fadillah, Anggun Fajar Pangestu Fauziah, Ni'mah Fuady Dharma Harahap, Andes Giyanto, dan Gustaaf Adolf Wattimena HAJRIAL ASWIDINNOOR Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah Handini, Aline Sisi Hasibuan, Nadia HENGKY NOVARIANTO Hengky Novarianto Hengky Novarianto Hermanto, Catur Hidayatullah, Deden Husein Nst, Ahmad I MADE ARTIKA Ika Roostika Indira Ariesta Ira Fauziah Noer Irawati Irawati ISMAIL MASKROMO Ismail Maskromo Ismail Maskromo Isnaini Harahap, Fitri Iswari S. Dewi Juang Gema Kartika Kartiman, Roni Kartiman, Roni Khoiruddin Khoiruddin Khoiuruddin, Khoiruddin Krishardianto, Adimas KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kultsum, Fifit Lestari Koto, Putri Lolliani Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti M. Syukur Maria Swastika Maryuandini, Ufi MASKROMO, ISMAIL MASKROMO, ISMAIL Mastur Mastur Megawati, Gina MEITY A. TULALO MEITY A. TULALO, MEITY A. Mia Kosmiatin Mira Humaira Muhamad Rizal Martua Damanik Muhamad Syukur Muhammad Hamzah Aditama Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nasution, Fery Endang Ni'mah Fauziah Noer, Ira Fauziah NOVARIANTO, HENGKY NOVARIANTO, HENGKY Nur Ajijah NUR AJIJAH Nurul Khumaida OKTA ROSFIANI Pebra Heriansyah Pratama, Syilvia Nosya PUJI LESTARI Pulungan, Darmasyah Pulungan, Nurpadilah Putri, Astrid Aditya Putri, Halida Adistya Putri, Yane Riana Rahmawati, Rika Sri rawati ,, rawati Refa Firgiyanto REFLINUR REFLINUR Risda Rizkillah, Risda Riski Ananda, Ihwan Rizal, Syamsi Roedhy Poerwanto RUBIYO RUBIYO Rusmiyati, Henny S. Sudarsono Sachio, Sachio Safri Hasibuan, Iskandar Saidah, Marwatu Sandi, Gunawan Sandra A. Aziz Sandra Arifin Aziz Sari, Novila Satya Nugroho Satya Nugroho Sauri Nasution, Sofyan Shandra Amarilis Shandra Amarillis Siberakuno, Roberdi Sihombing, Novi Silviyani Siregar, Sindi Simatupang, Juli Simatupang, Juliana Sintho Wahyuning Ardie Siti Salamah Slamet Susanto Sormin, Darlina Sudarsono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono, dan SUDARSONO, nFn SUDARSONO, nFn Sudarsono, Sudarsono Sugianto, Pingkan Sukendah SUKENDAH SUKENDAH SUKENDAH SUKENDAH, SUKENDAH SUKENDAH, nFn SUKENDAH, nFn Sukmana, Bayu Surjono Hadi Sutjahjo Suryo Wiyono Suskandari Kartikaningrum Sutanto, Agus Swastika, Maria Swastika, Maria Syarifah Iis Aisyah Syilvia Nosya Pratama Tony Liwang TRI JOKO SANTOSO Tya Wulandari Ucu Sumirat Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Waras Nurcholis Willy Bayuardi Suwarno Yafqori Ardigusa Yasmin, Zahra Fadhlia Yoshua Shandy Yudha Yudhi, Joshinjitsu Fatirizqina Yustia Yulianti Zahra Fadhlia Yasmin