p-Index From 2021 - 2026
12.359
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Ta´dib Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Al Ishlah Jurnal Pendidikan MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam RAUDHAH TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Ijtimaiyah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Basicedu Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Abdi Ilmu JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman JURNAL RAUDHAH RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Ulumuna Didaktika: Jurnal Kependidikan Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Islamika Granada Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan International Journal of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Mudabbir: Journal Research and Education Studies Journal of Educational Sciences Jurnal Basicedu Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Tadris: Jurnal Pendidikan Islam HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Islamic Education Jurnal Salome: Multidisipliner Keilmuan Local History & Heritage Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Pendidikan Islam Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Jurnal Media Akademik (JMA) Cigarskruie Jurnal Elementaria Edukasia Fatih: Journal of Contemporary Research Mesada: Journal of Innovative Research Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Journal of Ushuluddin and Islamic Thought Journal of Islamic Philosophy and Contemporary Thought Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PERADABAN DALAMAL-QUR’AN Fauzi Ahmad Syarif; Zaini Dahlan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.58

Abstract

Alquran merupakan pedoman hidup manusia. Dalam Alquran semua hukum Islam dikaji dengan berbagai penyelesaian juga. Dalam Alquran tidak hanya membahas tentang hukum-hukum, namun juga membahas segala yang berkaitan dengan dunia dan akhirat, termasuk juga banyak membahas sejarah. Dalam Alquran dibahas asal muasal pengembangan peradaban Islam. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini ialah untuk menyingkap prinsip-prinsip pengembangan peradaban dalam Alquran yang meliputi keberlanjutan dunia akhirat, peranan khilafah manusia, perananan ihsan dan islah, serta perintah penelitian ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan atau library research. Dimana dalam penelitian ini menggunakan data yang berupa pustaka. Sumber data utama dalam penelitian ini ialah kitab terjemahan tafsir ibnu katsir dan terjemahan tafsir qurthubi dan beberapa buku pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Alquran dijelaskan bahwa kehidupan di dunia adalah sementara dan kehidupan akhirat selamanya. Dengan penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi bertujuan agar manusia senantiasa beribadah kepada Allah Swt., dan menjaga semesta alam. Serta sebagai khalifah di muka bumi harus memiliki sikap Ihsan dan senantiasa menuntut ilmu.
KEBANGKITAN ISLAM: TINJAUAN KONSEP MODERNISASI, REVIVALISASI, DAN WESTERNISASI SERTA TOKOH-TOKOHNYA Muhamad Hamdan; Shufiatul Ihda; Zaini Dahlan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.59

Abstract

Kebangkitan Islam dimulai sejak abad ke-19 M. Dalam sejarah kebangkitan Islam tentu menempuh jalan dan proses yang panjang. Dimana dalam masa kebangkitan Islam, juga mengalami kemandekan yang disebebakan beberapa faktor, seperti kesenjangan idealisme dan lain sebagainya. Namun semangat untuk terus bangkit menuju masa kejayaan terus dilakukan. Sehingga munculnya masa modernisasi, revivalisasi dan westernisasi. Dimana para tokoh modernisasi muncul dengan gagasan-gagasan pembaharuan mereka untuk membangkitan kejayaan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui awal mula masa kebangkitan Islam, serta memaparkan tokoh-tokoh pembaharuan Islam serta gagasan para tokoh terkait pembaharuan Islam. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan atau library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kebangkitan Islam meliputi tiga masa, yaitu masa modernisasi, revivalisasi dan westernisasi. Kemudian peneliti mencantumkan tiga tokoh pembaharuan yaitu Muhammad Abduh, Fazlur Rahman, dan Hasan Al-Banna dengan berbagai gagasan pembaharuan mereka dalam berbagai bidang. Kemudian ditemukan fenomena modernitas umat Islam dalam bidang politik, agama, pendidikan dan sosial budaya.
MASA KEJAYAAN PERADABAN ISLAM : DINASTI UMAYYAH TERMASUK ANDALUSIA, ABBASIYAH, DAN FATHIMIYAH Rudy Erdianto; Zaini Dahlan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.63

Abstract

Pada masa pemerintahan Abbsiyah, kebudayaan Islam menorehkan beberapa prestasi, dan karya ini bertujuan untuk menceritakan semuanya. Tujuan dari analisis tertulis ini adalah untuk melihat lebih dekat kiprah ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial budaya, dan politik yang dilakukan oleh peradaban Islam di bawah kekuasaan Abbsiyah. Dalam teknik penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan tinjauan literatur, bahan-bahan terkait diambil dari buku dan jurnal ilmiah. Berdasarkan temuan tersebut, Dinasti Abbasiyah mengambil kendali penuh atas otoritas Muslim setelah jatuhnya Kekaisaran Bani Umayyah. Bani Abbasiyah dipimpin oleh 37 khalifah sepanjang masa pemerintahannya. Ketika Islam menyebar dan kota Bagdad berkembang pesat, kota ini menjadi pusat politik dan budaya dunia Islam. Mulai dari bidang ekonomi, sosiologi, politik, dan sains. Kehidupan setiap orang terstruktur dengan baik dan dipenuhi dengan banyak hal. Bidang ilmu agama dan ilmu umum telah melahirkan beberapa pemikir Muslim terkemuka. Bagi pertumbuhan ekonomi, posisi Baghdad yang strategis juga menjadi nilai plus.
PELETAKAN DASAR-DASAR PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD SAW DAN KHILAFAH RASYIDAH Alwanda Putra; Zaini Dahlan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.65

Abstract

Artikel ini membahas tentang peletakan dasar-dasar peradaban Islam di masa Nabi Muhammad SAW dan masa Khilafah Rasyidah. Kehadiran Nabi Muhammad SAW telah merubah cara pandang seluruh dunia berhubungan dengan segala aspek kehidupan. Ia telah menyebarkan pesan-pesan agama Islam pada masyarakat Arab di masa itu. Selanjutnya pembentukan Khilafah Rasyidah pada masa sesudah kematian Nabi membawa peradaban Islam ke tingkat yang lebih tinggi. Kehadiran Khilafah Rasyidah telah menciptakan ruang kebebasan untuk eksplorasi intelektual dan pemahaman tentang Ilahi. Khilafah memberi tujuan yang spesifik dan pedoman bagi orang-orang agar mengekplorasi kedalaman intelektual Islam dengan mengembangkan cabang ilmu pengetahuan dan membangun masyarakat dan dunia secara keseluruhan berdasarkan prinsip Islam.
Learning Management of Islamic Religious Education for Children with Intellectual Disabilities: Multicase Study Maulida Ulfa; Salminawati; Zaini Dahlan
Ta'dib Vol 28 No 2 (2023): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v28i2.22075

Abstract

This research aims to examine the learning of Islamic Education for children with intellectual disabilities in Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Binjai and Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Binjai, including planning, implementation, learning evaluation, as well as barriers and solutions in learning. The research method uses a qualitative approach with a multi-site study to explore the learning process at SLB Negeri Binjai and SLB Negeri 1 Binjai The research findings indicate that Islamic Education learning in both SLBs includes the introduction of basic Islamic concepts, teaching methods tailored to the needs of students, and parental involvement in the learning process. However, there are still obstacles such as limited resources and a lack of training for Islamic Education teachers. In conclusion, this research provides a significant contribution to efforts to improve the quality of Islamic education for children with special needs SLB Negeri Binjai and SLB Negeri 1 Binjai.
Penjajahan Negara-Negara Barat Atas Negara-Negara Islam Muhammad Fajar Rasyiid S; Siti Nurzana; Zaini Dahlan
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v3i1.2462

Abstract

Islamic culture has been on a steady decline from the time of the prophet, who ushered in its golden age. A factor contributing to Islamic stagnation was the emergence of Western nations that colonized Islamic nations. In their imperialistic pursuit of power, wealth, culture, and politics, Western nations prey on Islamic nations. Consequently, it is intriguing to examine their colonization of Islamic nations. My goal in writing this paper is to gain a better understanding of the reasons behind western colonization of Islamic countries. I hope that all students in Indonesia, and particularly those at UINSU, will read it and be inspired to work towards a world where Islamic countries no longer face colonization from the West.. Library research is the methodology employed in this article. There was a lengthy period of Islamic stagnation due to the colonization of the archipelago by western powers. This was accompanied by devastating conflicts, economic and social inequalities, the loss of native culture and civilization, and the introduction of Christianity. Due in part to the fact that Islamic countries are unable to stand up to Western colonization on their own, Islam has been unable to advance in recent centuries. Economic, social, political, and legal decisions may all stem from the need for prior permission from the federal government in order to pass legislation pertaining to a state. A number of indigenous peoples' desires to secede from their colonial masters emerged in response to Western colonialism. Some of the colonized states that rose up in opposition to the occupying power were successful in becoming independent nations, while others were unable to do so due to the superior military might of the colonial power.
Pemikiran Pendidikan Naquib al-Attas Dalam Pendidikan Islam Kontemporer Sapri; Zaini Dahlan; Ahmad Tarmizi Hasibuan; Rahmawati, Ely
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.232 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v17i2.4978

Abstract

Islamic education as one of the recognized scientific disciplines and has attracted the interest of the participants, especially for students who want to study it seriously. However, this field of study and discipline is not fast enough in its development, when compared to the number of other fields of Islamic studies. Even so, the portrait of Islamic education can actually be described in various perspectives. For example, from the educational perspective of Naquib al-Attas. This study aims to explore the educational concept of Naquib Al Attas in terms of the meaning and purpose of education, curriculum and educational methods as well as the authority and role of the teacher. The research uses a descriptive approach. This is done to be able to reveal the concept of education in Naquib Al Attas' thought based on reading related books and articles. The results of this study indicate that the thoughts of Naquib Al Attas tend to be selectively reconstructive which seeks to present an integrated Islamic education system. While in the Al Attas Curriculum seeks to integrate Science (Fardhu Ain and Fardu Kifayah), so the method used is the cultivation of Adab (Faith-Science-Charity).
Ulul Albab Character Formation In Al-Ghazali's Intellectual Tradition: Wahdatul Ulum's Perspective Fahrur Rozy; Anggie Sri Utari; Sindi Pramitha; Ibnu Alwi Jarkasih Harahap; Zaini Dahlan
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 1 (2024): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v9i1.776

Abstract

The term "ulul albab" is frequently mentioned in the Quran. Ulul albab refers to individuals known for their sharp intellect, unclouded by confusion, as well as strong spiritual and intellectual integrity. Drawing on the ideas of Al-Ghazali as a foundation, this study aims to explore Al-Ghazali's thoughts on shaping the character of Ulul Albab from the perspective of Wahdatul Ulum. Through qualitative approaches and a literature review, the integration of reason and revelation, the importance of Sufi practices, and the virtues of ethics in seeking closeness to Allah are analyzed. The research findings demonstrate that Al-Ghazali, as a brilliant Islamic scholar and humanist, mastered various branches of knowledge, ranging from jurisprudence, theology, logic, philosophy, and Sufism and ethics. In Al-Ghazali's view, Ulul Albab are depicted as individuals who combine knowledge and action, possess firm beliefs rooted in true understanding, and develop noble traits reflected in everyday life. This research significantly contributes to enriching insights into the concept of Ulul Albab from the perspective of Al-Ghazali's thought, while highlighting the importance of spiritual and moral practices in attaining perfection as servants of Allah, as well as the integration of reason and revelation.
Efektivitas Kajian Program Organisasi Kajian Hadis dalam Pengembangan Keilmuan Islam Asril Azhari Hasibuan; Nur Alfina Sari Sitepu; Pipi Darsina Siregar; Nurhadani Nasution; Zaini Dahlan
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.678

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas program organisasi kajian hadis dalam pengembangan keilmuan Islam di Masjid Al-Izzah UIN Medan. Kajian hadis memiliki peran strategis sebagai sumber ajaran Islam yang tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga fondasi dalam membangun sistem keilmuan berbasis nilai-nilai ilahiah. Program kajian ini dirancang untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap hadis, mengintegrasikannya dengan disiplin ilmu lainnya, serta menjawab tantangan kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan efektivitas program tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Subjek penelitian meliputi pengurus organisasi kajian hadis dan peserta kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian hadis di Masjid Al-Izzah dilaksanakan secara rutin dan terstruktur dengan dukungan pemateri yang kompeten serta metode pengajaran interaktif. Sebagian besar peserta mengakui peningkatan pemahaman mereka terhadap konteks hadis dalam kehidupan modern dan relevansi ajarannya dalam praktik sehari-hari. Evaluasi berkala juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas program.
MAWARIDUSSALAM: Sejarah, Perkembangan, dan Kontribusinya bagi Masyarakat Deli Serdang Afdhalurrahman; Miftahul Jannah; Muhammad Zakir Hasibuan; Zaini Dahlan
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.711

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah, perkembangan, dan kontribusi Mawaridussalam sebagai lembaga sosial yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat Deli Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam mengenai dampak dan peran lembaga ini dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat setempat, serta kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren ini memiliki peran strategis dalam memperkuat jaringan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberi dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pesantren Mawaridussalam berpotensi menjadi model dalam pendidikan Islam yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Co-Authors Abdul Hafizh Azizi Azizi Abdul Mukti Abdul Mukti Abdul Rasyid Rosandi Lubis Abi Karami Adi Syahputra Afdhalurrahman Ahmad Muhajir Ahmad Pihar Ahmad Tarmizi Hasibuan Ajeng Endah Wulandari Al Farabi, Mohammad Aldi Wijaya Dalimunthe Ali Imran Sinaga Ali Imran Sinaga Alvira Asri Br.Purba Alwanda Putra Angga Febiyanto Anggie Sri Utari Anju Mayang Chairunnisa Annisa Muharmina Asari, Hasan Asnil Aidah Ritonga Asril Azhari Hasibuan Asrul Asrul Atika Andayani Aulia Rahmah Puteri Aulia Syarah Lubis Aulia, Mizar Azimahrani Hasibuan Azmar Hidayat Bayu Ismail Nasution Bintang Arif Samudra Burhanuddin DahlQurrota A’yuna Tambunan Dede Efrianti Lubis Dinda Saqina Ningrum Eni Rahmawati Eva Diana Br. Sinulingga Fahrur Rozy Faisal Faisal Farhan Hidayat Fatekhah, Rully Fauzi Ahmad Syarif Fauziah Nur Febrina Asmiralda Fery Dermawan Fika Widiya Putri Fitri Diana Hasibuan Fitri Randia Ningsih Hadi Lapian Pohan Haidar Daulay Haidar Putra Daulay Haidar Putra Daulay Haidar Putra Daulay Haidar Putra Daulay Haidar Putra Daulay Haidar Putra Daulay Haidar Putra Daulay Harahap, Addurun Nafis Hasan Asari Hasan Asari Hasibuan, Nurul Fatimah Havelia Ramadhani Ibnu Alwi Jarkasih Harahap Ihda, Shufiatul Ikhwan Ciptadi Ilham Putra Pratama Ilham Rahmat Iqbal Maulana Irfan Fauzi Irma Handayani Ismi Lathifah Izmi Luthfiah Ja'far Ja'far Jelita Dwi Septya Khairunnisa Abdillah Khairury Hafiza Khamim Zarkasih Putro Khodijah Zuhro A. Batubara Lesnida Lesnida Lesnida Lesnida Liza Wardani M Nazri M. Hafiz Mahisarani Mahisarani Maisyaroh, Maisyaroh Masganti Sit Mashabi M. Noor Ritonga Maulida Ulfa Mesiono, Mesiono Mhd. Sofwan Mhd. Syahnan MIFTAHUL JANNAH Mizar Aulia Mohammad Al Farabi Mohammad Alfarabi Mufidah, Eni Muhamad Hamdan Muhammad Fajar Rasyiid S Muhammad Ilyas Sipahutar Muhammad Nasrullah Ramadhana Muhammad Nawawi Muhammad Shaleh Assingkily Muhammad Shaleh Assingkily Muhammad Tarmizi Muhammad Zakir Hasibuan Murali Murali Najmul Akhuar Nasution Neliwati Noveria Fradila Nur Alfina Sari Sitepu Nur Atika Shofia Herman Nur Haflisma Nurdalipah Hasugian Nurhadani Nasution Nurhalizah Liza Nurmawati Nurmawati Nurul Liza Nasution Paisal Ipanda Ritonga Pipi Darsina Siregar Priska Yolanda Putri Pramestia Ningrum Putri Pramestia Ningrum Rafly Prahmana Hidayat RAHMAWATI, ELY Rahmida Putri Rahmida Putri Ridho Ansyah Ridho Rika Mahrisa Rizka Amalia Rahmadhani Rudy Erdianto Rusdi Anshori Harahap Rusydi Ananda Saifundi Sakti Ritonga Salman Al-Farisi Lingga Salminawati Salminawati Salminawati, Salminawati Sapri Sheilla Fahira Khadna Shufiatul Ihda Sinaga, Ali Imran Sindi Pramitha Siti Aisyah Br Rambe Siti Aniah Siti Chairun Nisyah Siti Halimah Siti Nurzana Siti Rodhiyah Siti Rodhiyah Siti Rohimah Panjaitan Soraya Zairina Asmadi Sri Baniah Suchi Nurul Khofifah Syahila Nazua Ritonga Syahilanazuaritonga Tansri Rizieq Hilman Afif Taufik Hidayat Tiara Arfiandini Usiono Usiono Wahiddin Batubara Wahyu Rinjani Wan Tasya Luthfiah Anwar Willy Rahim Marpaung Windy Rahmadhani Yumita Anisa Putri Yusnaili Budianti Yusranida Hidayati Zunidar