Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPLORASI KONSORSIUM MIKROB FILOSFER DAN RIZOSFER ASAL BERBAGAI EKOSISTEM DI KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Aris Aksarah Pas; Didy Sopandie; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Agrotech Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v8i1.12

Abstract

Microbial consortium exploration in an ecosystem is a series of activities aimed at obtaining microb living in a consortium and beneficial to plant growth.The study aimed to obtain leaf and soil samples in various plants within an ecosystem, as a source of a consortium of microbial phyllosphere and rhizosphere to be tested for their effectiveness in increasing the growth and yield of rice crops. The method of determining the location is based on the method of transect sampling/line intersep plot design on an area of 5,196.02 km2. Site determination based on purposive sampling includes ecosystems: rice fields, gardens, pastures and forests.The results showed that, Sigi District has biodiversity in various ecosystems that have potential as source of consortium of microbial phyllosphere and rhizosphere. From the exploration results obtained a sample of 48 species of plants consisting of plants under the level of 30 species, 12 pile poles and 6 types of stakes. The results of the isolation of leaf and soil samples obtained 144 consortium of microbial phyllosphere and 48 consortium of microbial rhizosphere. The obtained consortium was then tested for its effectiveness on the growth and yield of rice crops in the next stage of the study
UJI DAN SELEKSI ISOLAT KONSORSIUM MIKROB FILOSFER DAN RIZOSFER TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH PADI Aris Aksarah Pas; Didy Sopandie; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Agrotech Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.855 KB) | DOI: 10.31970/agrotech.v8i2.21

Abstract

The application of microbes on the seeds of rice plants, microbes can enter into the rice seed tissues and growth in seed tissues, these microbes can colonize and survive and develop in the seeds. Colonization will continue when the plant grows. This study aims to select the phyllosphere and rhizosphere microbial consortium which can increase plant growth. Furthermore, choosing the best phyllosphere and rhizosphere microbial consortium to test its effectiveness in increasing rice growth. The test method was carried out by soaking the rice seeds (seed treatment) on each mixture suspension for 24 hours. Sprout power was observed after 2 days of incubation and root length, shoot length, wet weight and dry weight of seedlings were observed after 5 days. The method uses a Completely Randomized Design one treatment factor. The selection of the eight best consortium isolates was chosen based on the ranking after each parameter was given the weight multiplied by the scoring. The explored samples from various ecosystems in Sigi Regency contain the phyllosphere and rhizosphere microbial consortium. The isolates of the phyllosphere and rhizosphere microbial consortium have a positive, neutral and negative influence on rice seed germination. Can be selected for each of the eight best phyllosphere and rhizosphere microbial consortiums
Pengaruh Irradiasi Sinar Gammapada Pertumbuhan Kalusdan Tunas Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) Laela Sari, Agus Purwito, Didy Sopandie, Ragapadmi Purnamaningsih, dan Enny Sudarmanowa
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6176

Abstract

Tujuan utama pemuliaan tanaman adalah memperbaiki varietas yang sudah ada guna mendapatkan varietas yang lebih baik atau unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kisaran Lethal Dosis 20 (LD20) dan 50 (LD50) pada kalus gandum varietas Dewata yang diradiasi sinar gamma. Keberhasilan perlakuan irradiasi sinar gamma sangat ditentukan oleh sensitivitas genotipe tanaman. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juli-Desember 2011 di Laboratorium kultur BB-Biogen dan PATIR BATAN. Percobaan disusun secara faktorial dalam lingkungan Rancangan Acak Lengkap 1 x 4, dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah genotipe gandum Dewata. Faktor kedua adalah dosis irradiasi sinar gamma yaitu 0; 7,5; 15; 22,5; dan 30 Gy. Peubah yang diamati pertumbuhan kalus dan persentase tumbuh tunas. Data dianalisis menggunakan Program SAS 9.1. LD20 dan   LD50  ditentukan menggunakan Program Best Curve-fit Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis irradiasi berpengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan kalus gandum. Persentase hiduptunasmenurun sejalan dengankenaikan dosis irradiasi.Kelangsungan hiduptunasmenurun drastis bahkan tidak tumbuh sama sekali dan berwarna albino pada dosis 30 Gy. Persentase hidup tunas tertinggi pada dosis 15 Gy. Persentase tumbuh kalus tertinggi terdapat pada dosis 7,5 Gy. Semakin tinggi dosis iradiasi yang digunakan, maka persentase tunas yang tumbuh semakin sedikit atau daya regenerasi semakin rendah. Peningkatan keragaman genetik kalus gandum terdapat pada perlakuan irradiasi antara LD 20 dan LD 50 yaitu  dosis  iradiasi sinar gamma 15 – 22.5 Gy. Model dosis lethal terbaik untuk pertumbuhan kalus berbentuk kuadratik dengan persamaan Y =   86,28 – 6,47 x + 0,13 x2,   LD20 = 0,99 Gy dan LD50 = 6,41 Gy. Sedangkan untuk persentase kalus yang bertunas dan mampu bergenerasi mempunyai persamaan berdasarkan persentase tumbuh kalus Y = 100,28 – 0,87x - 0,05 x2, LD20 = 13,14 Gy dan LD50 = 24,00 Gy.Kata kunci: Gandum (Triticum aestivum), lethal dosis, irradiasi sinar gamma.
Aplikasi Konsorsium Mikrob Filosfer dan Rizosfer Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Application of Phyllosphere and Rhizosphere Microbial Consortium to Improve Rice Growth and Production Aris Aksarah Pas; Didy Sopandie; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Dwi Andreas Santosa Santosa
JURNAL PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v24i1.39

Abstract

Pendekatan secara biologi, memanfaatkan konsorsium mikrob filosfer dan mikrob rizosfer merupakan langkah alternatif mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk sintetik, untuk mencapai produksi padi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran konsorsium mikrob filosfer dan mikrob rizosfer terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari hingga Mei 2014, di Green House Indonesian Centre For Biodiversity and Biotecnology, Bogor. Dalam penelitian ini digunakan konsorsium mikrob terbaik hasil seleksi, yaitu konsorsium mikrob filosfer Fm48 dari daun tumbuhan Emmerrilia ovalis Miq Dandy dan konsorsium mikrob rizosfer R15 dari rizosfer tumbuhan Physalis angulata L. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu : pemberian pupuk N sintetik setengah dosis anjuran yaitu 30 N/ha, pemberian pupuk N sintetik sesuai dosis anjuran, yaitu 60 kg N/ha dan pemberian kombinasi konsorsium mikrob filosfer Fm48 dan mikrob rizosfer R15 dengan diberi pupuk N sintetik setengah dosis anjuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aplikasi kombinasi konsorsium mikrob dengan pemberian pupuk N sintetik setengah dosis anjuran, meningkatkan jumlah anakan, bobot kering tanaman, jumlah anakan produktif dan bobot segar malai setara dengan pemberian pupuk N sintetik sesuai dosis anjuran. Biological approach, by utilizing phyllosphere and rhizosphere microbial consortium, offers n alternative method to avoid the negative impact of synthetic fertilizer to the environment to achieve higher rice production. This research aims to study the role of phyllosphere and rhizosphere microbial consortium on the growth and yield of rice plants. The study was conducted from January to May 2014 in Green House Indonesian Centre For Biodiversity and Biotechnology, Bogor. Microbial consortium of phyllosphere Fm48 from plant leaves Emmerrilia ovalis Miq Dandy and microbial consortium of rhizosphere R15 from plant rhizosphere Physalis angulata L. are selected for this study. This research is designed in randomized block design with one factor, which consists of three treatments, namely: half recommended dose of synthetic N fertilizer (30 kg N/ha), recommended dose of Synthetic N fertilizer (60 kg N/ha), and a combination of microbial consortium of phyllosphere and rhizosphere microbes plus half recommended dose of synthetic N fertilizer. The results show that the applications of microbial consortium combined with half of recommended dose of synthetic N fertilizer, increases the number of tillers, plant dry weight, number of productive tillers, and panicles fresh weight equivalent to the use of recommended dosage of synthetic N fertilizer. 
Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) melalui Pemberian Nano Silika Increased Productivity of Rice Plants (Oryza sativa L.) through The Application of Nano Silica Amrullah Amrullah; Didy Sopandie; Sugianta Sugianta; Ahmad Junaedi
JURNAL PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v23i1.46

Abstract

Beras merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Namun sampai saat ini produktivitas tanaman padi masih rendah dan belum dapat memenuhi kebutuhan secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu upaya nyata untuk meningkatkan hasil panen tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian unsur hara silika (Si) dalam ukuran nano yang diisolasi dari sekam padi terhadap pertumbuhan, respon morfologi dan fisiologi serta produktivitas tanaman padi sawah. Perlakuan yang diberikan terdiri atas pemberian pupuk SiP 300 kg/ha (S2), pemberian nano silika koloid 10 ppm (S3), 20 ppm (S4), 30 ppm (S5) dan kontrol/tanpa silika (S1). Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian nano silika koloid 20 ppm dan 30 ppm secara umum memberikan pengaruh yang terbaik pada pertumbuhan, respon morfologi, fisiologi dan produktivitas tanaman padi kecuali pada jumlah stomata.Rice is one of the most important staple food commodities in Indonesia. So far, however, the productivity of rice is still low and has not been able to meet the overall domestic needs. Therefore, a real effort to improve the harvest rice crops is urgently needed. This research aims to investigate the influence of silica (Si) nutrient elements, to be applied in nano size isolated from rice husk, on the growth, morphology and physiology responses as well as the productivity of the wet land rice. The treatment consists of the application of fertilizer SiP 300 kg/ha (S2), the colloid nano silica 10 ppm (S3), 20 ppm (S4), 30 ppm (S5) and kontrol/with no silica (S1). The results showed that the application of colloid nano silica 20 ppm and 30 ppm generally resulted in the best growth, morphological, physiological responses and productivity of the rice plant except for the number of stomata. 
Pengaruh Kedalaman Muka Air dan Amelioran terhadap Produktivitas Kedelai di Lahan Sulfat Masam Effects of Water Depth and Ameliorant to Soybean Productivity on Acid Sulphate Soil Alce Ilona Noyaa; Munif Ghulamahdi; Didy Sopandie; Atang Sutandi; Maya Melati
JURNAL PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v23i2.56

Abstract

Oksidasi pirit di lahan sulfat masam menyebabkan pH tanah turun sehingga meningkatkan kelarutan aluminium dan besi. Budidaya jenuh air mempertahankan kedalaman muka air tanah dan membuat lapisan di bawahnya jenuh. Penelitian bertujuan menentukan pengaruh kedalaman muka air tanah dan ameliorasi terhadap beberapa sifat kimia tanah dan produktivitas kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan sulfat masam Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan, sejak Juni sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan rancangan petak-petak terpisahdengan 3 ulangan. Faktor utama adalah tinggi air dalam parit 10 cm dan 20 cm di bawah permukaan tanah dengan pembanding budidaya kering. Faktor kedua adalah amelioran : tanpa amelioran, kapur dan abu jerami. Faktor ketiga adalah genotipe Anjasmoro, Yellow Biloxi, Tanggamus dan Lawit. Hasil penelitian menunjukkan interaksi kedalaman muka air dan ameliorasi meningkatkan pH tanah menjadi 4,67; mempertahankan kadar P tanah 10,70 ppm; meningkatkan kadar K, Ca dan Mg tanah menjadi 1,15; 11,70 dan 6,90 me/100 g. Kadar Fe tanah turun menjadi 12,14 ppm sedangkan kadar Al dan kejenuhan Alturun menjadi 2,06 ppm dan 10,36 persen. Tanggamus memiliki produktivitas tertinggi (2,47 t/ha) karena memiliki lebih banyak jumlah daun (31,5), jumlah cabang (4,5 - 5,3), jumlah buku produktif (27,67) dan jumlah polong isi (80,9).Pyrite oxidation causes the soil pH drops, thus increasing the solubility of aluminium and iron. Saturated soil culture maintains the water depth and makes the soil below saturated. This study aims to determine the effects of soil water depth and amelioration on soil chemical properties and soybean productivity. The experiment is conducted on acid sulphate soil Banyu Urip, South Sumatera Province, from June until October 2012. The experiment is arranged in a split split plot design with three replications. The main factor is water depth in the furrow consisted of 10 and 20 cm under soil surface. The second factor is ameliorant: without ameliorant, lime and straw ash. The third factors are genotypes: Anjasmoro, Yellow Biloxi, Tanggamus and Lawit. The results show that interaction of water depth and amelioration increase soil pH to 4.67, maintain soil P at 10.70 ppm and increase soil K, Ca and Mg to 1.15, 11.70 and 6.90 me/100 g. The soil Fe decrease to 12.14 ppm, whereas Al and Al saturated decrease to 2.06 ppm and 10.36 percent, respectively. Tanggamus has the highest productivity (2.47 t/ha), supported by higher number of leaves (31.5), branches (4.5 - 5.3), productive nodes (27.67) and filled pods (80.9.)
ADAPTASI TANAMAN Hoya diversifolia BLUME PADA INTENSITAS CAHAYA TINGGI [ ADAPTATION OF Hoya diversifolia BLUME TO HIGH-LIGHT INTENSITY ] Sintho Wahyuning Ardie; Sri Rahayu; Anas D Susila; Didy Sopandie
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i1.697

Abstract

Hoya diversifolia Blume merupakan salah satu anggota famili Asclepiadaceae yang potensial dikembangkan sebagai tanaman hias, terutama sebagai dekorasi pergola.  Akan tetapi, tanaman ini hidup pada kondisi ternaung di habitat aslinya dan pertumbuhannya pada kondisi cahaya matahari penuh belum diketahui.  Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari adaptasi tanaman H. diversifolia Bl. pada intensitas cahaya yang berbeda.  Penelitian disusun berdasarkan rancangan tersarang, dengan satu faktor dan tiga ulangan.  Ulangan tersarang di dalam intensitas cahaya yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 28.2 (cahaya penuh), 20.8 (37% naungan) dan 10.1 Klux (64% naungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya.  Tanaman yang ditanam pada kondisi cahaya penuh memiliki jumlah buku lebih sedikit, daun yang lebih tipis, dan warna daun yang kekuningan.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa H. diversifolia Bl. dapat ditanam pada kondisi naungan hingga ternaung sebagian, dan menanam pada kondisi cahaya matahari penuh tidak direkomendasikan. Kata kunci: Asclepiadaceae, intensitas cahaya, naungan, tanaman hias
Aspek Hortikultura dan Usaha Tani Budidaya Tanaman Hias Asteraceae dan Violaceae di Cianjur, Jawa Barat Annisa Fadila; Juang Gema Kartika; Didy Sopandie
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 2 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i2.46845

Abstract

Produk tanaman hias dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu tanaman hias hamparan, tanaman hias gantung, dan tanaman hias pot. Marigold (Tagetes erecta L.), Pansy (Viola tricolor L.), dan Viola (Viola odorata L.) merupakan jenis tanaman hias hamparan. Tanaman hias hamparan umumnya merupakan tanaman semusim yang ditanam di hamparan tanah atau menggunakan polybag. Tanaman hias hamparan paling umum diperuntukkan sebagai tanaman lanskap atau tanaman dekorasi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari aspek hortikultura dan kelayakan ekonomi usaha tanaman hias Asteraceae dan Violaceae. Penelitian dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat dari Januari hingga April 2020. Percobaan dilakukan secara pararel pada komoditas Marigold, Pansy dan Viola. Pada komoditas Marigold percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan terhadap varietas dalam spesies yang sama. Pada percobaan kedua percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan membandingkan spesies yang berbeda pada genus yang sama yaitu Pansy dan Viola. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah kuntum bunga dalam satu tanaman, diameter bunga dan analisis usaha tani. Kriteria panen hasil pengamatan menunjukkan hasil yang sesuai dengan kriteria perusahaan maupun literatur, kecuali untuk tinggi tanaman marigold kuning yang sedikit di bawah standar perusahaan. Nilai R/C rasio pada marigold, pansy, dan viola yaitu 1.65 dan 2.47. Hasil analisis usahatani pada seluruh komoditas memiliki nilai R/C rasio >1 yang menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan dan bersifat menguntungkan. Kata kunci: kriteria panen, marigold, pansy, viola
Agronomic Characterization of Wheat Mutants (Triticum aestivum) of M3 Generation Planted in Sukabumi Laela Sari; Agus Purwito; Didy Sopandie; Ragapadmi Purnamaningsih; Enny Sudarmonowati
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 8, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v8i3.6612

Abstract

The purpose of this study was to identify the selection criteria to obtain a superior mutant derived from the wheat plants of such varieties as Dewata, Selayar and Alibey, adaptive in medium land. The analysis of agronomic growth characters showed a significantly effect on a growth percentage of the initial growth (8 mutants), flowering time (1 mutant), panicle stem length (15 mutants), number of panicles (7 mutants), the number of grains per panicle (8 mutants), grain weight observed (8 mutants), grain weight per genotype (6 mutants), leaf area (2 mutants) and leaf greenness (5 mutants). The effects on the characters of ripe time, harvest, panicle length and plant height were not significant. The mutants of Dewata, Selayar and Alibey could be selected based on the characters of panicle stem length, number of grains per panicle and grain weight per observation because these characters generated more mutants than the other characters. The correlation analysis between the characters of growth and yield components of wheat mutants showed that the number of grains per panicle was positively correlated with the grain weight observed, while the length of panicle stem was positively correlated with grain weight per genotype, number of panicles and leaf area. Hopefully some mutants produced could adapt to the tropical medium land, thus adding to the diversity of wheat germplasm in Indonesia, thereby reducing the import of wheat to Indonesia.How to CiteSari, L., Purwito, A., Sopandie, D., Purnamaningsih, R. Sudarmonowati, E. (2016). Agronomic Characterization of Wheat Mutants (Triticum aestivum) of M3 Generation Planted in Sukabumi. Biosaintifika: Journal of Biology Biology Education, 8(3), 353-361. 
Pengaruh Cekaman Kekeringan Berulang Fase Vegetatif dan Terminal pada Padi Gogo Mutan Towuti Lukman Chakim; Didy Sopandie; Azri Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 19, No 1 (2023): Vol 19, No. 1 (2023): November 2023
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2023.19.1.6885

Abstract

Perubahan pola iklim dan curah hujan menyebabkan meningkatnya risiko kekeringan terutama di lahan kering. Cekaman kekeringan pada budidaya padi dapat terjadi secara tunggal maupun berulang atau sering disebut cekaman ganda. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon pertumbuhan beberapa galur padi M3 dan varietas pembanding pada kondisi cekaman kekeringan pendek ganda yaitu kekeringan pada awal tanam saat vegetatif dan terminal saat pembungaan. Percobaan ini menggunakan 24 galur padi gogo M3, Varietas Towuti (cek Indukan), IR20 (cek peka), dan Salumpikit (cek toleran). Hasil penelitian menunjukkan dari 24 galur padi M3, galur Tw16, Tw18 dan Tw22 merupakan galur yang toleran berdasarkan nilai derajat kekeringan (DTD), Skor recovey dan Skor daun mengering fase terminal. Nilai derajat kekeringan (DTD) beberapa galur mutan yang toleran (>0,85), memiliki skor daya tumbuh kembali yaitu <3 dan skor daun mengering fase terminal kurang dari 4. Cekaman kekeringan pada awal tanam dan terminal secara signifikan menurunkan rata-rata tinggi tanaman dan jumlah anakan total. Galur  Tw16, Tw18 dan Tw22 merupakan galur harapan yang akan diuji pada tahapan penanaman generasi M4.
Co-Authors , Hamin , Kisman , Purwono , Suharsono , Syafruddin , Tasliah . SUHARSONO . SUWARNO A. HAITAMI A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Aziz Syarif ABDUL KARIM MAKARIM Abdul Munif Abdul Qadir Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Agus Purwito AHMAD JUNAEDI AKIHO YOKOTA AKIHO YOKOTA Akiho Yokota Aksarah Pas, Aris Alce Ilona Noyaa Alifiya Herwitarahman Amris Makmur Amrullah Amrullah Anas D Susila Anas Dinurrohman Susila ANGELITA PUJI LESTARI Angelita Puji Lestari Annisa Fadila Ardie, and Sintho Wahyuning Ardie, dan Sintho Wahyuning Arvita Netti Sihaloho, Arvita Netti ASMARLAILI SAHAR Atang Sutandi Azri Kusuma Dewi Azri Kusuma Dewi Budi Mulyanto Careca Sepdihan Rahmat Hidayatullah Chairani Hanum Chairani Hanum Christoph Leuschner Deden Derajat Matra Desta Wirnas Dhika Prita Hapsari DWI ANDREAS SANTOSA Edi Santosa Edi Santosa Edi Santosa Efendi, Darda Enny Sudarmonowati Enny Sudarmonowati Enung Sri Mulyaningsih Enung Sri Mulyaningsih Eny Widajati Erma Prihastanti Fadliah Salim Faqih Udin Gusmaini Gusmaini GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI, GUSMAINI HAJRIAL ASWIDINNOOR Hajrial Aswidinoor Halimatus Syahdia Hasibuan Hamim Hamim Hanedi Darmasetiawan HANNA ARTUTI EKAMAWANTI Hapsoh Hidayah, Agus Nur I Ketut Suada IBNUL QAYIM Ida Hanarida Soemantri Ika Mariska Ika Mariska Ika Mariska Ilona Noyaa, Alce Imam Widodo Inez Hortense Slamet Loedin Inez Hortense Slamet Loedin Inez Hortense Slamet-Loedin INEZ HORTENSE SLAMET-LOEDIN Iskandar Lubis Joko Prasetiyono Joko Prasetiyono Juang Gema Kartika K. Idris Karlin Agustina Kartika Ning Tyas Ketty Suketi KINYA AKASHI KINYA AKASHI Kisman Kisman Komaruddin Idris Komaruddin Idris La Muhuria Laela Sari Laela Sari laela Sari, laela Lukman Chakim Luluk Setyaningsih Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya M A Chozin M. A. Chozin Maemonah, Maemonah Mahpuzah, Marfiatun Mariska, Ika Masdiar Bustamam Masdiar Bustamam Masumi Moritsugu Matra, Deden Derajat Maya Melati Mayang Sari Meliala, Merry Gloria Moh. Yani Momongan, Jorex Daniel Muhamad Syukur Muhammad Arif Yudiarto Muhammad Jusuf Munarti Munif Ghulamahdi Muzuni, Muzuni Nani Heryani Nasution, Annisa Andrini Ni Made Armini Wiendi Nurliani Bermawie Nurliani Bermawie NURLIANI BERMAWIE Nurul Khumaida Osmat Azzam Jefferson Osmat Azzam Jefferson, Osmat Azzam OuwerkerV, Pieter BF Pieter B.F. Ouwerkerk Pieter BF OuwerkerV Putri Andini Mandasari RADITE TISTAMA RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Ragapadmi Purnamaningsih Ratna Yuniati Rini, Erin Puspita Roedhy Poerwanto Rossa Yunita Rossa Yunita Rossa Yunita Rosyad, Astryani S. Suharsono Saepudin, Adam Sandi, Yusri Iryas Sandra Arifin Aziz Saragih, Ery Leonardo Sari, Laela Sarsidi Sastrosumarjo SATRIYAS ILYAS Satya Nugroho Sinaga, Falencia Sinaga, Parlin H. Sintho Wahyuning Ardie Siti Marwiyah Slamet Loedin, Inez Hortense Sobir Sobir SOEKISMAN TJITROSEMITO Soeranto Human Sri Mulatsih SRI RAHAYU Sri Setyati Harjadi Sri Wilarso Budi Sudarmonowati, Enny Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sugianta Sugianta Sugianta, Sugianta SUGIONO MOELJOPAWIRO Sugiono Moeljopawiro Suharsono . Suharsono Suharsono Suharsono Suharsono Suhartanto, Muhammad Rahmad Sumiati, dan Sungkono Sungkono Supijatno Surjono Hadi Sutjahjo Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarto Suwarto Syamsidah Rahmawati Syamsidah Rahmawati, Syamsidah T. Kawasaki T. M. H. Oelim Tanari, Yulinda Tintin Suhartini Titin Handayani Toshio Kawasaki Toyip Toyip TRI KOESOEMANINGTYAS Tri Lestari Trikoesoemaningtyas Utami, Nita Nur UTUT WIDYASTUTI UTUT WIDYASTUTI Utut Widyastuti Utut Widyastuti Suharsono Wage Ratna Rohaeni Wahju Q. Mugnisjah Wahju Qamara Mugnisjah Yadi Setiadi Yadi Setiadi Yadi Setiadi YADI SETIADI Yonny Koesmaryono Yopie Moelyohadi Yuli Sulistyowati YULIN LESTARI Yuniati, Ratna Yunita, Rossa