Articles
Students’ Hand-Washing Behaviour Based On Behavioral System Models as An Effort of Covid-19 Prevention
Risnah Risnah;
Eny Sutria;
Wahdaniar Wahdaniar;
Muhammad Irwan
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 14, Nomor 1, January-June 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/al-sihah.v14i1.28781
The most effective prevention of the spread of Covid-19 is to break the chain of transmission associated with the modes of transmission of Covid-19 by complying with health protocols. This study aimed to determine the handwashing behavior of nursing students based on Dorothy E. Johnson's theory as an effort to prevent Covid-19. The type of research was quantitative research with a descriptive method. The number of samples was 154 students using a proportionate stratified random sampling technique. The results showed that hand washing behavior in nursing students was in a good category as many as 62 respondents (40.3%), while the application of hand washing in the poor category was 32 respondents (20.8%). Based on the results of research with the application of Dorothy E Johnson's behavioral theory system, it is known that most students matched individual behavior with the demands and expectations that existed in society with a good category, the ability to adapt to various changes in body functions in the moderate category. Likewise, being productive and valuable for themselves and others in the moderate category, and the ability to provide solutions to other health problems was in the sufficient category. The majority of hand washing behavior in nursing students was in a good category, where the match between individual behavior and the demands and expectations that existed in society was in a good category as noticeable efforts to prevent Covid-19.
EVIDENCE BASED NURSING (EBN): BLADDER TRAINING IN URINE ELIMINATION DISORDERS PATIENTS IN LABUANG BAJI MAKASSAR HOSPITAL
Risnah Risnah;
Eva Yustilawati;
Sudarmi Sudarmi;
Rosmah Rosmah
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 3 No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/hmsj.v3i1.25304
Bladder Training is one of the applications of Evidence Based Nursing (EBN) to reduce urinary elimination disorders in Chronic Kidney Disease (CKD) patients with urinary catheters. Bladder training is bladder training that aims to develop muscle tone and bladder sphincter muscles for maximum purpose. The purpose of this EBN is to identify the effectiveness of Bladder Training (delay urination) in reducing urinary elimination disorders in Chronic Kidney Disease (CKD) patients . The results of this EBN application were found that at the time of administering bladder training,on the first day the patient has not felt the sensation of wanting to urinate and at the time of giving bladder training on the second day the client has felt the sensation of wanting to urinate. Bladder training (delay urination) can be recommended as a non-pharmacological therapy to reduce urinary elimination disorders, is easy to do, safe and technically practical to reduce elimination disorders in Chronic Kidney Disease (CKD) patients
Efektivitas Perawatan Luka Modern dan Konvensional terhadap Proses Penyembuhan Luka Diabetik
Muhammad Irwan;
Indrawati;
Maryati;
Risnah;
Salmah Arafah
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (695.223 KB)
|
DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.291
Diabetes mellitus (DM) is a chronic disorder of carbohydrate metabolism. The number of people with diabetes mellitus in the world was recorded at 382 million people suffering from this disease in 2013 and it is estimated that the number will increase significantly to 592 million in 2035. The prevalence of diabetic foot ulcers in patients with diabetes mellitus is between 17-23% and it is estimated that a patient's lifetime can experience foot ulcers up to 25%. 15-30%.. This study aims to analyze the effectiveness of modern and conventional wound care on diabetic wound healing with a quasi-experimental research design with a pre-test post-test control group design. It was carried out in the intervention group at the Ikram Wound Care clinic and the control group at the Majene Hospital Polyclinic in May – July 2019. The sampling technique used nonprobability sampling with the consecutive sampling method. The wound measurement instrument is the Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT). The statistical test used is the "T Test" difference test with a significance level of = 0.05. The results showed that there was a significant difference in the mean difference in wound repair development scores (ρ=0.002) in the two groups. In modern wound care, the effectiveness of the development of wound repair is better than the conventional wound care group. Modern Dressing is very effective in accelerating the wound healing phase. Health workers who carry out wound care must better understand and know the concept of wound care using appropriate Modern Dressing therapy. Abstrak Diabetes mellitus (DM) adalah merupakan penyakit gangguan metabolisme karbohidrat yang berlangsung kronis, Angka penderita diabetes melitus di dunia tercatat 382 juta jiwa menderita penyakit ini pada 2013 dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat secara signifikan menjadi 592 juta jiwa pada tahun 2035. Prevalensi kejadian ulkus kaki diabetes pada penderita diabetes melitus adalah antara 17-23% dan diestimasikan seumur hidup penderita dapat mengalami ulkus kaki hingga 25%. 15-30%.. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas perawatan luka modern dan konvensional terhadap penyembuhan luka diabetikum dengan desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test post-test control group design. Dilaksanakan di kelompok intervensi di klinik Ikram Wound Care dan kelompok control di Poliklinik RSUD Majene pada bulan Mei – Juli 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Instrumen pengukuran luka yaitu Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT). Uji Statistik yang digunakan adalah Uji beda “T Test” dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata selisih skor perkembangan perbaikan luka yang signifikan (ρ=0,002) pada dua Kelompok. Pada perawatan luka modern mempunyai efektivitas perkembangan perbaikan luka yang lebih baik di bandingkan dengan kelompok perawatan luka konvensional. Modern Dressing sangat efektif untuk mempercepat fase penyembuhan luka. Kepada petugas kesehatan yang melakukan perawatan luka harus lebih memahami dan mengetahui konsep perawatan luka dengan menggunakan terapi Modern Dressing tepat guna.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KISTA OVARIUM DENGAN NYERI POST OP MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI MUROTTAL KOMBINASI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN AROMATERAPI LAVENDER DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
Nurul Fadihilah;
Vilda Amaliah;
Risnah Risnah
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 6, No 2 (2022): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33857/jns.v6i2.603
AbstrakTahun 2020 terdapat 14.896 kasus dengan kematian 9.581 orang meninggal. Sedangkan di Indonesia ditahun 2018 sebanyak 13.310 kasus dengan angka kematian mencapai 7.842 orang meninggal. Di provinsi sulawesi selatan pada tahun 2013 kasus kista ovarium usia 12 sampai 24 tahun yaitu 146 orang dengan penyakit ginekologi dan 31 pasien dengan kista ovarium (21,2%), dan 25 sampai 44 tahun ada 124 pasien dengan penyakit ginekologi dan 42 pasien dengan ovarium kista (33,8%), usia 45-64 tahun dengan pasien ginekologi 134 orang, pada pasien kista ovarium 19 orang (14,1%).Tujuan: untuk mengetahui analisis asuhan keperawatan pada pasien kista ovarium dengan nyeri post op dengan intervensi terapi murottal kombinasi relaksasi nafas dalam dan aromaterapi lavender. Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pendokumentasian. pelaksanaan intervensi 1 kali sehari dalam 3 hari pemberian Hasil: analisis studi kasus pasien kista ovarium dengan masalah nyeri post op dengan intervensi nonfarmakologi didapatkan hasil terjadi penurunan skala nyeri dari skala 6 ke skala 2. Implikasi penelitian: penggunaan terapi murottal dengan kombinasi relaksasi napas dalam dan aromaterapi lavender sebagai salah satu intervensi nonfarmakologi yang bisa dilakukan secara mandiri untuk dilakukan pada pasien nyeri post op.Rekomendasi: Penelitian ini dapat dijadikan dasar penelitian untuk selanjutnya seperti penelitian yang dapat menindaklanjuti dari intervensi yang telah diberikan.
Efek Afirmasi Positif Terhadap Penurunan Nyeri Pasien Post Operasi : Tinjauan Literatur.
Irwan, Muhammad;
Risnah
Journal of Health Education and Literacy Vol 5 No 1 (2022): Journal of Health, Education and Literacy (J-healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31605/j-healt.v5i1.1497
Penatalaksanaan managemen nyeri ada 2 teknik yaitu dengan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu teknik managemen nyeri non farmakologi adalah dengan memberikan sugesti ke pasien. Kekuatan kata-kata The power of suggestion (kekuatan kata-kata dalam sugesti), suasana lingkungan dan emosi adalah stimulus eksternal berupa suatu pesan yang ditanamkan kedalam pikiran bawah sadar sehingga nyeri akan teralihkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetauhi Efek afirmasi positif terhadap nyeri pasien post operasi. Desain library research yang disajikan secara deskriptif melalui beberapa literatur yang relevan dengan tulisan ini dengan menggunakan model Literatur Review dengan merujuk pada databased Pubmed, SpringerLink, Google Scholar dengan rentang waktu artikel tahun 2011-2020 dengan penelitian yang menilai Efek kekuatan kata-kata pada nyeri pasien post operasi. Hasil review artikel menujukkan adanya Efek sugesti positif terhadap penurunan nyeri pasien post operasi. Berdasarkan hasil penelitian dari sembilan artikel tersebut menyatakan bahwa terapi ini efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien. Terapi ini direkomendasikan untuk digunakan karena tekniknya sederhana, tidak membutuhkan alat dan bahan yang banyak, tidak memerlukan kemampuan khusus untuk menerapkannya dan dapat dilakukan oleh semua pasien yang mengeluh nyeri.
PENGETAHUAN IBU TENTANG ASUPAN GIZI PADA BALITA STUNTING: A LITERATUR REVIEW
Risnah Risnah;
Muhammad Irwan;
Evawaty Evawaty;
Masliya Masliya
Jurnal Midwifery Vol 3 No 2 (2021): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jmw.v3i2.23251
Introduction Toddlers are one of the groups at risk of experiencing nutritional problems. The intake of foods rich in nutrients has a good impact on the growth and development of children. The emergence of nutritional problems in children can be influenced by many factors, one of which is parenting and how the family meets the child's adequate nutritional needs. Stunting (short stature) is a condition in which the body is very short to exceed -2 SD below the median length or height that is the international reference. Stunting describes a state of poor or poor nutrition. The purpose of this review is to determine the relationship between maternal knowledge about nutritional intake in children under five with stunting Method article searches were conducted on the pubmed and google scholar databases. With the keyword knowledge of mothers, nutrition, stunting toddlers. Result the search results were 1705 articles, then screened so that there were 5 articles left Conclusion The results of five studies indicate that there is a relationship between maternal knowledge about nutritional intake in children under five with stunting
Penyuluhan Kesehatan Meningkatkan Pengetahuan Tentang Manfaat Prenatal Gentle Yoga Pada Ibu Hamil
Nurhidayah;
Risnah Risnah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.2 No.2 Oktober (2022) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prenatal gentle yoga is one type of modification of hatha yoga that is adapted to the condition of pregnant women. Yoga is a movement of the body with the harmonization of mind and soul. One of the yoga exercises intended for pregnant women is the Pranayama Position. Regular yoga practice during pregnancy can increase fetal weight and reduce preterm birth and childbirth complications. This community service aims to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of prenatal gentle yoga. Existing problems are solved through community outreach activities through three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The preparatory stage involves taking initial data and coordinating with the Puskesmas to plan the process of implementing counseling with a theme according to the needs of pregnant women, then the implementation stage begins with and introduces yourself, explains the aims and objectives of the counseling and distributes questionnaires to measure the knowledge of pregnant women before being given counseling. The evaluation phase consisted of discussion and question and answer as well as distributing questionnaires after health education. This activity was carried out on June 2, 2022 at the Bajeng Health Center which was attended by 21 pregnant women. The conclusion is that there are differences in knowledge before and after giving health education about the benefits of prenatal gentle yoga.
PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN STUNTING
Risnah Risnah;
Muhammad Irwan;
Salmah Arafah;
Nur Isriani;
M Syikir
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.128 KB)
|
DOI: 10.31884/nadimas.v2i2.12
Stunting merupakan sebuah kondisi kegagalan pertumbuhan diakibatkan oleh kurang gizi secara kronis serta malnutrisi mulai dari masa hamil hingga usia kehamilan 24 bulan. Berakibat pada berbagai hal yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan anak pada jangka pendek dan jangka panjang. Sulawesi barat menduduki peringkat kedua prevalensi stunting di Indonesia setelah Nusa tenggara timur. Sulawesi Barat menunjukkan bahwa Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang dalam skala nasional merupakan akibat faktor multidimensi. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Mempergunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) menunjukkan hasil bahwa penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh terhadap perubahan pada pengetahuan terkait stunting. Implikasinya berupa pengetahuan yang baik akan menjadi bekal dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di masyarakat. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan pendekatan ABCD dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting.
Interprofessional Collaboration dalam Upaya Pencegahan Stunting di Pelayanan Kesehatan : Interprofessional Collaboration in Effort Prevention of Stunting in Health Services
Mustari;
Risnah;
Muhammad Irwan;
Salmah Arafah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56338/jks.v6i8.3987
Salah satu permasalahan kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama pada anak adalah stunting. Dampak jangka pendek dan jangka panjang ditemukan pada penderita stunting akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuat dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk mengidentifikasi upaya petugas kesehatan secara Interprofessional Collaboration. Hasil kegaiatan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa Berbagai program dan upaya petugas kesehatan secara Interprofessional Collaboration telah dilaksanakan dengan baik dalam berbagai tantangan dan kendala yang ada di masyarakat dan berharap terdapat inovasi program sebagai rencana tindak lanjut terkait pencegahan stunting di Puskesmas Tuppu Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang.
Analysis of Nursing Care of Patients with Acute Pain Sectio Caesarea Surgery with a Combination of Murottal Therapy and Slow Deep Breathing Therapy at Wahidin Sudirohusodo Hospital: Analisis Asuhan Keperawatan Pasien dengan Nyeri Akut Operasi Sectio Caesarea dengan Pemberian Kombinasi Terapi Murottal dan Terapi Slow Deep Breathing di Rsup Wahidin Sudirohusodo
Nurhidayah;
Fira Ayu;
Arbianingsih;
Risnah
Jurnal Midwifery Vol 6 No 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jmw.v6i1.40242
Pendahuluan Persalinan Sectio caesarea dapat memberikan dampak positif dan juga negatif pada ibu. Dampak positif dapat membantu persalinan ibu, apabila ibu tidak dapat melakukan persalinan secara pervaginam. Sedangkan dampak negatifnya muncul setelah tindakan operasi yaitu Nyeri akut. Salah satu terapi nonfarmakologi dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin yakni salah satunya terapi relaksasi (Slow Deep Breathing) dan terapi murottal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu case study dengan teknik pengumpulan data melalui proses wawancara pada keluarga pasien dan pasien itu sendiri, melakukan observasi, pemeriksaan fisik, serta pendokumentasian keperawatan. Pengkajian nyeri menggunakan numeric rating scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi murottal dan terapi slow deep breathing diberikan selama 1 kali dalam 3 hari implementasi Hasil Setelah dilakukan implementasi dan evaluasi keperawatan dengan terapi murottal dan terapi slow deep breathing terjadi penurunan Intensitas nyeri pada kedua pasien yang menjadi responden, pada pasien pertama nyeri yang di rasakan awalnya skala 6. Pada hari pertama skala nyeri 5, Evaluasi hari kedua yakni skala nyeri 4. Adapun evaluasi hari ketiga didapatkan hasil nyeri pasien menurun menjadi skala 2. Pada pasien kedua didapatkan hasil nyeri yang di rasakan awalnya skala 6. Pada hari pertama skala nyeri 4, hari kedua turun menjadi skala nyeri 3. Adapun evaluasi hari ketiga didapatkan hasil nyeri pasien menurun menjadi skala 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil studi kasus Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian dari terapi non farmakologis yaitu Terapi murottal dan terapi slow deep breathing efektif dalam menurunkan nyeri post operasi section caesarea