Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kualitas Dan Produk Tanaman Agroforestry Berbasis Masyarakat Winarno, Gunardi Djoko; Harianto, Sugeng Prayitno; Yuwono, Slamet Budi; Safe'i, Rahmat; Darmawan, Arief; Bakri, Samsul; Wulandari, Christine; Dewi, Bainah Sari; Kaskoyo, Hari; Febryano, Indra Gumay; Asmarahman, Ceng; Hilmanto, Rudi; Duryat; Hidayat, Wahyu; Salsabila, Sahda
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.11975

Abstract

Peningkatan kualitas dan produk tanaman agroforestry sangat penting dilakukan untuk meningkatkan harga jual dan pemanfaatan ruang yang lebih efisien. Umumnya produk agroforestry tidak disematkan nama produknya sehingga pembeli tidak mendapat kepuasan dan harapan. Kondisi ini terjadi seperti halnya buah MPTS yang tidak ada namanya dari suatu varitas MPTS, sehingga harga jualnya sangat rendah. Para petani perlu dibina dalam pemberian nama suatu produk sehingga konsumen akan percaya dan yakin kualitas dari buah MPTS. Disisi lain pemanfaatan lahan masih kurang efisien terutama pada lahan permukaan tanah. Beberapa lahan garapan tumbuh gulma yang dapat menyebabkan menurunnya produksi kebun. Pengabdian ini dilaksanakan di area kelola Sistem Hutan Kemasyarakatan (SHK) Lestari terhadap kepala keluarga yang menggarap lahan di dalam kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Petani setuju bahwa kualitas bibit dan pemberian nama atau merk sebagai jaminan kualias produk adalah penting untuk peningkatan nilai penjualan produk agroforestry. Secara teknis mereka setuju jika pembatasan jumlah pohon dan pemupukan itu penting dilakukan untuk meningkatkan produksi agroforestry. Mereka menganggap bahwa tidak semua satwa liar mengganggu tanaman. Adapun organisasi dan keamanan adalah penting dilakukan untuk memberikan jaminan keberhasilan panen dan ketenangan dalam bekerja di lahan garapan mereka hingga masa depan. Kata kunci : Kualitas, produk, tanaman agroforestry
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PERUBAHAN WARNA PAPAN PARTIKEL HASIL UKIR LASER CO2 Rasyidah Amany; Alim Fadila Rahman; Indra Gumay Febryano; Dian Iswandaru; Intan Fajar Suri; Wahyu Hidayat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v2i2.5991

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh daya laser CO2 terhadap warna dan preferensi konsumen dari produk papan parikel. Papan partikel tersebut dilakukan pengukiran dengan menggunakan daya laser 2,5 Watt, 5 Watt dan 7,5 Watt. Perubahan warna diuji dengan sistem CIE-LAB dan preferensi konsumen dilakukan dengan wawancara responden. Hasil pengujian kecerahan (L*), kromatisasi merah/hijau (a*) dan kromatisasi kuning/biru (b*) mengalami penurunan seiring dengan naiknya daya laser, sedangkan nilai perubahan warna (∆E*) memperoleh nilai > 12 yang berarti warna berubah total. Preferensi konsumen menunjukkan bahwa laser dengan daya laser 7,5 Watt memiliki hasil yang lebih besar, yang artinya lebih disukai oleh konsumen. Hasil tersebut memperoleh kesimpulan bahwa tingginya daya laser yang dipakai untuk pengukiran menyebabkan warna yang dihasilkan oleh produk papan partikel menjadi lebih gelap, hal tersebut menambah minat para konsumen dalam membeli produk.
PENGARUH DAYA LASER CO2 TERHADAP PERUBAHAN WARNA PERMUKAAN KAYU MERANTI (Shorea sp.) DAN PREFERENSI KONSUMEN Alim Fadila Rahman; Rasyidah Amany; Intan Fajar Suri; Indra Gumay Febryano; Duryat Duryat; Wahyu Hidayat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v2i2.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya laser CO2 terhadap perubahan warna pada permukaan kayu meranti dan mengetahui hasil laser yang paling disukai oleh konsumen. Pengukiran pada permukaan kayu meranti menggunakan daya laser 2,5 Watt, 5 Watt dan 7,5 Watt. Perubahan warna dianalisis menggunakan system CIE-Lab dan preferensi konsumen dilakukan dengan mewawancarai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerahan (L*), kromatisasi merah/hijau (a*) dan kromatisasi kuning/biru (b*) cenderung mengalami penurunan seiring meningkatnya daya laser. Nilai perubahan warna (∆E*) didapatkan nilai > 12 yang berarti warna berubah total. Preferensi konsumen diketahui bahwa hasil laser 7,5 Watt lebih disukai oleh konsumen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perubahan warna keseluruhan (∆E*) meningkat dengan meningkatnya daya laser. Hasil uji preferensi konsumen menunjukkan bahwa warna yang lebih gelap lebih disukai konsumen. Dengan demikian, laser CO2 dapat meningkatkan warna kayu meranti dan nilai tambah produk.
TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU UNIVERSITAS LAMPUNG Del Piero Jonathan; Rudi Hilmanto; Indra Gumay Febryano; Afif Bintoro
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.7750

Abstract

ABSTRAK. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) diharapkan mampu menanggulangi permasalahan lingkungan perkotaan dalam menetralisir dampak negatif oleh aktivitas yang ditimbulkan. Universitas Lampung menjadi salah satu konsep RTH yang berperan penting dalam menyelesaikan pelestarian lingkungan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau Universitas Lampung dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada sivitas akademika, khususnya mahasiswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan dan perubahan tutupan lahan kurun waktu tahun 2015 – 2022 dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu metode Temperature Humidity Index (THI) dan metode observasi. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi yaitu tegakan beringin, kawasan parkiran terpadu, dan lapangan sepak bola. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa tingkat kenyamanan (THI) pada ruang terbuka hijau menunjukkan bahwa yaitu nilai THI tertinggi terdapat pada lokasi Lapangan Sepak Bola, pukul 12.00 – 13.00 WIB yaitu 25,5 dengan suhu 31,8ºC dan kelembapan 64% termasuk kategori sedang. Perubahan tutupan lahan pada RTH di Unila menunjukkan bahwa pada tahun 2015 – 2022 pada lokasi kawasan parkiran terpadu terdapat perubahan lahan, namun pada lokasi tegakan beringin dan lapangan sepak bola tidak mengalami perubahan lahan. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau; Universitas Lampung; tingkat kenyamanan; THI; perubahan tutupan lahan.
IDENTIFIKASI SIFAT KAYU GERGAJIAN PADA INDUSTRI PENGGERGAJIAN (STUDI KASUS: WILAYAH SEKITAR KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) PESAWARAN) Siska Dewi Mauly Nasution; Susni Herwanti; Christine Wulandari; Indra Gumay Febryano
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v5i1.10345

Abstract

Industri penggergajian kayu di Indonesia memainkan peran penting dalam pemanfaatan sumber daya hutan dan mendukung perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kayu gergajian yang digunakan dalam industri sawmill di Kabupaten Pesawaran, khususnya di Kecamatan Way Ratai dan Kecamatan Gedong Tataan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pemilik industri, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri sawmill di wilayah ini memanfaatkan berbagai jenis kayu dari hutan rakyat, termasuk bayur (Pterospermum javanicum), durian (Durio zibethinus), jati (Tectona grandis), mahoni (Swietenia macrophylla), dan jabon (Neolamarckia cadamba). Identifikasi kayu yang diamati meliputi sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara fisis, kayu memiliki variasi dalam berat jenis, kadar air, dan arah serat yang memengaruhi stabilitas dan ketahanannya. Dari aspek mekanis, kayu diklasifikasikan berdasarkan kelas kuatnya, dari kelas I (sangat kuat) hingga kelas V (kurang kuat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu dengan kelas kuat antara tertinggi yaitu kayu jati yang tergolong dalam kelas II sedangkan kayu sengon, waru dan jabon tergolong kelas kuat rendah yaitu III- IV sehingga hal tersebut yang menentukan penggunaannya dalam konstruksi dan industri mebel. Sifat kimia kayu memiliki kandungan selulosa dan lignin, juga berpengaruh terhadap daya tahan kayu terhadap serangan organisme perusak, sehingga penelitian ini dapat menjadi acuan bagi industri pengolahan kayu dalam memilih bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam pengelolaan hutan rakyat. 
Pengaruh Vegetasi pada Tipe Habitat Monokultur Kopi, Agroforestri berbasis Kopi, dan Hutan terhadap Keanekaragaman Jenis Burung di Blok Pemanfaatan, KPH Batutegi Iswandaru, Dian; Pardede, Lusiana Br.; Fitriana, Yulia Rahma; Darmawan, Arief; Kaskoyo, Hari; Wulandari, Christine; Herwanti, Susni; Novriyanti, Novriyanti; Febryano, Indra Gumay; Safe’i, Rahmat; Dewi, Bainah Sari
MAKILA Vol 19 No 2 (2025): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v19i2.22158

Abstract

Bird habitat use is closely linked to survival, reflecting reciprocal interactions between avifauna and vegetation structure within managed landscapes. Coffee monoculture, coffee-based agroforestry, and community-managed forests represent land-use systems with varying capacities to support bird communities in the Utilization Block of the Batutegi Forest Management Unit (KPH Batutegi), Lampung, Indonesia. This study aimed to assess bird species diversity, species similarity, feeding guild composition, and the influence of vegetation and environmental variables across these habitat types. Bird surveys were conducted using the point count method, complemented by quantitative analyses of vegetation structure and environmental factors. Results indicate that the highest bird species diversity occurred in forest habitats (H′ = 2.490), while the greatest species similarity was observed between forest and coffee monoculture habitats (J = 0.464). Across all land-cover types, bird communities were dominated by insectivorous feeding guilds, accounting for 55% in coffee-based agroforestry, 44% in forest habitats, and 42% in coffee monoculture systems. Multivariate regression analyses revealed that vegetation attributes (diversity and density) and environmental variables (altitude, slope, temperature, and humidity) did not exert a significant influence on bird diversity. This pattern is attributed to pervasive anthropogenic pressures, including land-use homogenization, forest modification, and ongoing human disturbance. These findings underscore the need for systematic monitoring and improved land-management practices to mitigate anthropogenic impacts and enhance the ecological function of coffee-based landscapes and forest habitats in supporting avian biodiversity.
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung: Produksi dan Pengembangan Usaha Biochar Desa Bangun Sari Hidayat, Wahyu; Utami, Mia Putri; Nugraha, Muhammad Dimaz; Duryat, Duryat; Febryano, Indra Gumay; Herwanti, Susni; Suri, Intan Fajar
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.3596

Abstract

Purpose: This community service program aimed to explore the feasibility and benefits of utilizing corn cob waste for biochar production as a sustainable practice that can serve as a solution to address the issues of corn biomass waste, while simultaneously enhancing waste management, improving soil fertility, and stimulating local economic development. Methodology/approach: This community service program involved 27 farmers in Bangun Sari Village, Pesawaran, focusing on biochar benefits for soil improvement. The methodology included technical training on building biochar production facilities from corn biomass using clay kilns, production process training, establishing a biochar production unit, and providing ongoing support for production, packaging, and marketing of biochar. Results/findings: The community service program has significantly improved farmer’s knowledge on the agricultural waste utilization to support sustainable farming in Bangun Sari Village. The community service activity reveals that the application of biochar production technology using clay kiln techniques is easily adoptable by the community and involves relatively low production costs. Conclusion: By focusing on biochar production units, process training, and business development, the program will benefits local farmers and the community. Its success hinges on effective technical implementation and strong community and government support. Continued commitment and collaboration promise long-term positive impacts on environmentally friendly agriculture.
CARBON STORAGE IN FOREST AND COFFEE BASED LAND MANAGEMENT AT BATU TEGI M. Pahlevi Fadhlurrazzaq Levi; Arief Darmawan; Christine Wulandari; Indra Gumay Febryano; Hari Kaskoyo; Yulia Rahma Fitriana; Rahmat Safe’i; Susni Herwanti; Dian Iswandaru; Novriyanti
Jurnal Belantara Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v9i1.1147

Abstract

Climate change is a global issue that requires mitigation strategies in various sectors, including forestry. Agroforestry, which combines trees with agricultural crops, is considered a strategy that can reduce greenhouse gas emissions by increasing carbon storage. This study aims to estimate and analyze the amount of carbon stored in three different land cover types found in a landscape of forest management unit (FMU), namely agroforestry coffee, monoculture coffee, and forest. Carbon stock analysis was conducted using a non-destructive approach on 36 sample plots evenly distributed across the three land cover types. The results showed that the highest carbon stock was found in forested area, followed by agroforestry coffee and monoculture coffee. However, the agroforestry system showed a fairly high carbon storage potential and was close to forest land, especially due to the presence of species such as Swietenia macrophylla and Coffea canephora. These findings indicate that the agroforestry system has great potential in climate change mitigation strategies by increasing carbon stocks, making it worthy of being an alternative to support forest conservation and rehabilitation.
Color Modification of Andong Bamboo (Gigantochloa pseudoarundinacea) through Oil Heat Treatment: Aesthetic Enhancement and Consumer Preferences Hafizh Awandi; Indra Gumay Febryano; Afif Bintoro; Intan Fajar Suri; Wahyu Hidayat
Forest and Nature Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i2.7

Abstract

Bamboo is a sustainable alternative to wood and is classified as a non-timber forest product. The primary raw material for this research is andong bamboo (Gigantochloa pseudoarundinacea). which exhibits vivid physical coloration that may reduce its aesthetic appeal. Additionally, it is susceptible to fungal and insect infestations. Heat treatment has been identified as an effective method for modifying the color properties of bamboo, with oil heat treatment offering potential advantages. This study investigated the impact of oil heat treatment on the color properties of andong bamboo and evaluates consumer preferences regarding its modified appearance. Andong bamboo specimens were subjected to oil bath at temperatures of 180°C, 200°C, 220°C, and 240°C for three hours. Colorimetric analysis was conducted using the CIE-Lab system, measuring parameters such as lightness (L*), red-green chromaticity (a*), yellow-blue chromaticity (b*), and overall color change (ΔE*). The results indicate a significant reduction in L* values with increasing treatment temperature, leading to a darker appearance. Similarly, a* and b* values decreased, indicating a shift in chromatic characteristics. A value of ΔE* above 12 suggests a total color change. Consumer preference analysis revealed that respondents favored andong bamboo heat-treated at 180°C and 200°C, perceiving these treatments as producing a more exotic and visually appealing. These findings suggest that oil heat treatment not only enhances the aesthetic value of andong bamboo but also increases its potential for high-value applications in furniture and interior design.
Thermal Degradation-Induced Hydrophobicity and Improved Moisture Resistance of Pyrolyzed Betung Bamboo and Rubberwood Pellets Ahmad Izzuddin Arrofi; Indra Gumay Febryano; Hendra Prasetia; Wahyu Hidayat
Forest and Nature Vol. 1 No. 3 (2025): July
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i3.21

Abstract

The increasing global demand for sustainable energy highlights the need for efficient biomass utilization as an alternative to fossil fuels. This study investigates the effect of pyrolysis temperature on the moisture behavior, hydrophobicity, and storage stability of betung bamboo (Dendrocalamus asper) and rubberwood (Hevea brasiliensis) pellets. Pellets were pyrolyzed at 350°C, 400°C, and 450°C for 30 minutes, and their physical properties, including moisture content, water resistance, and water vapor adsorption, were evaluated. Results show that increasing the pyrolysis temperature significantly reduced the moisture content from 9.33% to 1.18% in bamboo pellets and from 10.18% to 1.10% in rubberwood pellets. Pyrolysis enhanced hydrophobicity, as evidenced by stable water vapor adsorption below 5% over 14 days, compared to more than 15% in untreated pellets. Pyrolyzed pellets also exhibited superior water resistance, retaining their structural integrity after 24 hours of immersion, whereas the control samples deformed completely. These improvements enhance storage stability, minimize the risk of self-ignition, and increase combustion efficiency by reducing water-related energy losses. The findings demonstrate that optimizing pyrolysis temperature effectively improves pellet quality, offering a promising approach for sustainable bioenergy production from forest-based biomass resources.
Co-Authors . Bukhari Abdul Samad Hiola Abdullah Aman Damai Abdullah Aman Damai Aceng Hidayat Adinda, Aryanti Rizki Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setyawan Agustin, Yuli Ahmad Izzuddin Arrofi Aina, Erni Vida Al Qorny, Faiz Alifia Putri Larasati Alim Fadila Rahman Aman Damai, Abdullah Aminah, Lina Nur Amrullah Khalil, Abdul Rouf Anatika, Early Andhine Tri Prinanti Andi Chairil Ichsan ANDIKA Andri Kurniawan Ardyanto, Niko Arief Darmawan Arief Darmawan Arief Darmawan Arif Darmawan Asri Haryanda, Wal Awandi, Hafizh Bagus Saputra Bagus Saputra Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bantara, Idi Buli, Willyam Candra Murty Ayuningtyas Ceng Asmarahman Chantika Osfindra Permata Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Debi Hardian Del Piero Jonathan Desrian Alfandi Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani Dewi Sri Wahyuni Dewi, Niken Puspita Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Nova Yanti Didik Suharjito Dini Zulfiani Dudung Darusman Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Eka Ria Novita Sari Sirait Elisabeth Devi Krisnamurniati Elsa Nadia Almaidah Elva Elva Endang Linirin Widiastuti Erna Rochana Faiz Al Qorny Fatimah Azzahra Nurul Afifah Fatmawati, Nimas Ayu Fawwaz Akbar Fito Apriandana Fito Apriandana Fitriana , Yulia Rahma Fitriana, Yulia Rahma Gultom, Eklesia Armauly Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunawan, Rhezandhy Gusti Ayulia Mustika Weni Hadida, Ratu Husaina Hafizh Awandi haqfini bina lalika Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Harianto, Sugeng Prayitno Harianto, Sugeng Prayitno Hartoyo Hartoyo Hendika Jaya Putra Hendra Prasetia Henky Mayaguezz Idi Bantara Ikhsan Pandu Wibowo Ikhwan Muslih Indra Gumay Yudha Intan Fajar Suri Intan Nurhajah Irlan Rahmat Maulana Irma Thya Rani Irma Thya Rani Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Iskar Bone Ismanto Ismanto Iswandaru , Dian Iswandaru, Dian Jiho Yoo Jiho Yoo Karina Gracia Agatha Tambunan Karina Gracia Agatha Tambunan Kaskoyo, Hari Kaskoyo, Hari Krismurniati, Elisabeth Devi Kurniasari, Nanda Kurniawan, Beny Kuswandono Kuswandono Kuswandono Kuswandono Kuswandono, Kuswandono Latifah, Lutfi Nur Lia Mulyana Lina Nur Aminah Linirin Widyastuti, Endang Lubis, Rini Sari Lubis, Rini Sari M. Pahlevi Fadhlurrazzaq Levi M. Saipurrozi Mantika Lestari Marini Susanti Hamidun Maryani, Lusia Leni Maurent Kartika Maharani Maya Riantini, Maya Mayaguezz, Henky Mega Fatimah Rosana Melya Riniarti Messalina L Salampessy Mispan, Mispan Mufidah, Salma Muhamad Karim Muhammad Alfatikha N. Nazaruddin Nasution, Siska Dewi Mauly Nazaruddin Nazaruddin Nia, Kurnia Albarkati Nindya Tria Puspita Nisa Az Zuhdy, Afifah Novita Tresiana Novita Tresiana Novriyanti Novriyanti Nugraha, Muhammad Dimaz Nur Effendi, Nur Nurbaiti Nurbaiti Nurrahman, Muhammad Irfan Octavia, Nia Oktarine Melly Aminah Harum Oktavian Rizky Risnanda Paksi, Satria Icha Pardede, Lusiana Pardede, Lusiana Br. Permana, Anom Tahta Pitojo Budiono Popy Pratiwi Pramana, Rudi Pratiwi, Popy Pribadie, Aldi Indra Puspasari, Eny Putra, Albar Bagas Putri Wahyuni Rafical Cahaya Utama Rafical Cahaya Utama Rahma Fitriana, Yulia Rahmat Safe'i Rajagukguk, Charles Parlindungan Rasyidah Amany Rhezandhy Gunawan Rian Setiawan Ricat Rawanda Rini Nurindarwati Ristiawati, Risa Rizani Rommy Qurniati Rubiyanti, Tri Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Rusita rusita rusita Rusita Rusita Sadewo, Bagus Sahasrara, Reviana Wanda Salsabila, Sahda Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Sangdo Kim Sangdo Kim Santoso, Trio Saputra, Bagus Sepnina Like Lestari Setiawan, Birgita Diah Puspitrani Setiawati Millenium, Errica Shalehudin Denny Ma’ruf shinta dewi marcelina Sihyun Lee Sihyun Lee Sirait, Eka Ria Novita Sari Siska Dewi Mauly Nasution Sitanggang, Rostuti Lusiwati Siti Fauzia Rochmah Slamet Budi Yuwono Sobirin Sobirin Subki Subki Sugeng p Harianto Sugeng P. Harianto Sugeng P. Hariyanto Sugiantoro Sugiantoro Supono Supono Supono Supono Supono Supono Suri, Intan Fajar Susanto, Gregorius Nugroho Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Thomas Nugroho Tri Santoso Tri Sugiharti Tri Yulianto Tri Yulianto Trio Santoso Trislina Handayani Udin Hasanudin Udin Hasanudin Uma , Kaifa Utami, Mia Putri Velda Reissa Valeska Veny Anisa Wahyu Abdul Rahman Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wibowo, Novita Widiastuti, Endang Linirin Winarno, Gunardi Djoko Winarno, Gunardi Djoko Yanne Permata Sari Yeni Apriliyani Yogi Sulistio Yuli Agustin Yulia Rahma Fitriana Yulia Rahma Fitriana Yulia Rahma Fitriana Yulia Rahma Fitriana Yuni Ayu Wandira Yuwana Utami Cendrakasih Zainal Abidin Zusan, Ulfah Atikah