Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SDI BOBAWA KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA Meo, Alwisia; Wau, Maria Patrisia; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v1i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesuslitan membaca permulaan siswa kelas I SDI Bobawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDI Bobawa berjumlah 5 siswa terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki yang dilakukan hanya pada kelompok belajar di lingkungan Bobabaru, Bobalama, dan Watutedo karena pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia sedangkan obyek dalam penelitian ini aktivitas belajar kelas I SDI Bobawa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Seluruh siswa kelas I SDI Bobawa dengan jumlah 20 siswa, 5 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Proses penelitian ini dimulai dengan memberikan tes membaca pada siswa, kemudian setelah aspek kesulitan diketahui, lalu diamati karakteristik siswa yang mengalami kesulitan membaca tersebut. Deskripsi hasil penelitian yaitu aspek siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan yaitu tidak lancar dalam membaca, banyak kesalahan ketika membaca, sulit membedakan huruf yang mirip, memiliki kekurangan dalam memori visual, dan tidak mampu memahami simbol bunyi. Karakteristik kesulitan membaca permulaan siswa yaitu: kesulitan mengidentifikasi huruf dan merangkai susunan huruf, membalik huruf, mengubah kata, menghilangkan huruf dalam susunan kata, mengeja terbata-bata, mengucapkan kata salah, kurang memperhatikan tanda baca tidak memahami isi bacaan, dan sulit konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek kesulitan belajar membaca permulaan yaitu siswa belum mampu menganalisis huruf, siswa belum mampu mengenali huruf atau kata secara global, siswa mengganggap bahwa huruf atau kata yang dihilangkan tidak diperlukan, siswa belum memahami kaitan antara huruf dan bunyi pada kata meliputi pengetahuan tentang semua huruf (konsonan, vocal, konsonan ganda, bunyi mati, bunyi sempurna, dan sebagainya), dan kekurangan dalam mengenal huruf, bunyi bahasa(fonik) dan bentuk kata.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK TEMA 4 BERBAGAI PEKERJAAN SUB TEMA I JENIS-JENIS PEKERJAAN PADA SISWA KELAS IV SDN WATUWULA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Tanggo, Maria Angela Marici; Kaka, Pelipus Wungo; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar tematik siswa dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning pada siswa kelas IV SDN Watuwula Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang didesain oleh Kemmis dan Mc Taggart dan terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Watuwula. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes objektif yang dilakukan pada akhir siklus. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata siklus I diperoleh 66,4 dan nilai rata-rata persentase sebesar 66,4%, sedangkan ketuntasan klasikalnya 20%, berada pada kategori cukup. Sedangkan pada siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 92,8 dan nilai rata-rata persentase mencapai 92,8%, hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 100%. berada pada kategori sangat baik, persentase peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yaitu 26,6%.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KOTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA KEBERSAMAAN UNTUK SISWA KELAS II SD Adong, Yordanius; Lawe, Yosefina Uge; Laba Laksana, Dr. Dek Ngurah
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema kebersamaan untuk siswa kelas 2 Sekolah dasar. Bahan ajar ini terbatas pada pengembangan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa daerah Bajawa. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 2 SDI Rutosoro sebagai ahli materi atau isi, dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Indonesia, penulis cerita daerah dan penulis puisi daerah bajawa sebagai ahli bahasa daerah, guru SMPN 4 Golewa sebagai ahli bahasa Inggris dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri sebagai ahli desain. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang dapat diintegrasikan dengan materi kelas 2 SD pada tema kebersamaan untuk dijadikan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE Terdiri dari lima langkah yaitu: (1) Analyze (Analisis), (2) Design (Desain), (3) Development (Pengembangan), (4) Implementation (Implementasi) dan (5) Evaluation (Evaluasi). Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) uji coba ahli materi pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,6, (2) uji coba untuk ahli bahasa Indonesia ada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,8, (3) uji coba untuk ahli bahasa daerah ada pada kategori “baik” dengan rata-rata 3,5, (4) uji coba untuk ahli bahasa Inggris ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,7, (5) uji coba untuk ahli desain ada pada kategori “baik” dengan rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas maka disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema kebersamaan untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar layak dan siap digunakan.
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAHDENGAN KEPUASAN KERJA GURU SE-GUGUS l KECAMATAN INERIE KABUPATEN NGADA Ytu, Maria Yasinta; Awe, Ermelinda Yosefa; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.637

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru digugus 1 Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 guru. Sampel dalam penelitian ini diambil dari keseluruhan jumlah populasi berjumlah 33 guru. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket dengan mengikuti pola Likert. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menujukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan Kepuasan kerja guru dengan persamaan regresi Y= 63,134 + 0,315X dengan kontribusi sebesar 0,215%. Hasil analisis korelasi atau nilai R2= 0,215 (R?0).Besarnya nilai korelasiR2=0,215 atau 0,215 x100%=21,5%, Ini menunjukan bahwa variabel kepuasan kerja dipengaruhi oleh variabel kepemimpinan kepala sekolah sebesar 21,5%. Untuk sisanya kepuasan kerja guru 100%-21,5% = 78,5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain seperti kondisi sekolah, karakter siswa, dan lain – lain. Hasil Uji hipotesis diperoleh Nilai F-hitung = 5,129 dan F-tabel adalah 4,16 pada taraf signifikan 5%, dimana 5,129 >4,16 pada taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru sekolah Dasar (SD) se-Gugus 1 kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK PADA TEMA I ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA PADA SISWA KELAS V NESI, ESTIANA; WAU, MARIA PATRISIA; LAWE, YOSEFINA UGE
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.638

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the improvement of student learning outcomes on the theme 1 Animal and Human Movement Organs in fifth grade students of SDI Rutosoro, Golewa District, Ngada Regency through the application of the guided inquiry learning model. This type of research is classroom action research (CAR) developed by Kemmis and Mc Taggart, which consists of two cycles and each cycle consists of planning, implementing, and observing, and reflecting. The subjects of this study were 6th grade students of SDI Rutosoro. Research data were collected using test techniques and research instruments in the form of a description test. Data were analyzed by quantitative descriptive statistics. The results of the first cycle of action research obtained that the average student learning outcomes in thematic learning theme I of animal and human movement organs was 63.34, with a percentage of 63.34% and was in the fairly good category. In the second cycle, the average student learning outcomes in thematic learning theme I animal and human movement organs were 94.83 with a percentage of 94.83%. And is in a predetermined category, namely the results criteria with a percentage of 80-100%. the increase from cycle I to cycle II was 31.43%. Based on the data above, it can be concluded that the application of the guided inquiry learning model can improve the learning outcomes of the fifth grade students of SDI Rutosoro for the 2021/2022 academic year.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK PADA TEMA INDAHNYA KEBERAGAMAN DI NEGERIKU MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIC PADA SISWA KELAS IV SDI WAESIA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA TAHUN AJARAN 2019/2020 Deghe, Marselinus; Lawe, Yosefina Uge; Awe, Ermelinda Yosefa
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i3.655

Abstract

ABSTRAK Artikel ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I: Yosefina Uge Lawe, S.Si., M.Pd dan Pembimbing II: Ermelinda Yosefa Awe, S.Sos., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar tematik melalui pendekatan saintific pada siswa kelas IV SDI Waesia, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDIWaesia dengan jumlah 9 orang siswa, yang terdiri dari 4 orang siswa perempuan dan 5 orang siswa laki-laki. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi untuk memperoleh analisis aktivitas belajar tematik dan hasil belajar tematik berupa tes.Terjadi peningkatan aktivitas belajar tematikdari siklus I ke siklus II. Hasil analisis data aktivitas belajar pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 14,16 dengan kategori cukup aktif, persentase aktivitas belajar tematik sebesar 56,64%. Sedangkan hasil belajar tematik pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 63, berada pada kategori cukup, dengan persentase 63% dan ketuntasan klasikalnya adalah 44,44%. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh nilai rata-rata aktivitas belajar 20,6 kategori sangat aktif, persentase sebesar 82,4%. Sedangkan hasil belajar pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 85,44% berada pada kategori sangat baik dengan ketuntasan klasikal adalah 100%. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukan bahwa terjadinya peningkatan aktivitas belajar sebesar 25,76 % dan hasil belajar tematik mengalami peningkatan sebesar 55,56%. Berdasarkan analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintific dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik pada Tema Indahya Keberagaman di Negeriku pada Siswa Kelas IV SDI Waesia Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BEPI PEPI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Rewang, Maria R. Jein; Tensa, Kristina Petra; Zembang, Anastasia Z; Wae, Emiliana; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.935

Abstract

Pendidikan musik bagi siswa Sekolah Dasar sudah sejak lama di rasakan penting, karena selain bersifat edukatif juga bersifat apesiatif. Pendidikan seni music membantu perkembangan siswa di bidang seni music, mengembangkan sikap menghargai dan mencintai karya budaya bangsa, serta memberikan kesegaran dan kegembiraan kepada siswa. Selain pencapaian prestasi, juga di harapkan peran sertanya dalam mengembangkan kepekaan artistic dan aestetik siswa. Dengan demikian Pendidikan music ikut berperan dalam pengemban kepribadian subjek-didik. Alat musik tradisional Ngada merupakan alat musik yang diciptakan oleh masyrakat Ngada dari alat-alat tradisional misalnya salah satunya B’pe Pepi yang berasal dari Etnis So’a. Alat musik tradisional diciptakan dari Nenek Moyang sejak dahulu kala yang diturunkan kepada anak cucu hingga sekarang. Harapannya untuk masyarakat Ngada khususnya Etnis Soa yang memiliki alat musik tradisional misalnya B’pe Pepi agar dapat melestarikan alat musik tradional tersebut agar tidak punah dan tetap dilanjutkan sepanjang hayat. Alat musik tradisional Ngada memiliki nama dan kegunaan yang unik dimasing daerah maupun etnis. Kabupaten Ngada memiliki tiga etnis kebudayaan yaitu Etnis Bajawa, Etnis Soa dan Etnis Riung. Dari setiap Etnis memiliki alat tradisional yang berbeda namun sebagian juga memiliki alat musik tradisional yang sama.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BOMBARDO DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Tanggu, Ariance; Ruba, Yunita Rufina; Linung, Flaviana; Kae, Ester Rosadalima; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.936

Abstract

Musik tradisional merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya bagi pemilik sebuah kebudayaan sebagaimana halnya ada artefak-artefak kebudayaan lain seperti monument atau situs-situs bersejarah. Musik tradisional dan juga, alat-alatnya tidak dapat dipahami secara sempit sekedar sebagai sebuah benda yang menghasilkan bunyi, melainkan sebuah entitas budaya yang mengekspresikan nilai-nilai peradaban, keyakinan atau spiritualitas dan estetika serta sebagai media pewarisan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan para pemiliknya. Bombardom adalah salah satu alat musik tradisional di Kabupaten Ngada yang cara memainknya dengan ditiup. Alat musik Bombardom ini masih eksis hingga genarasi modern saat ini, bombardoo merupakan alat music tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada yang bahan dasarnya terbuat dari bambbo (buluh). Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. Anak SD perlu mempelajari musik tradisional yaitu: 1) Mengetahui keragaman budaya Ngada. 2) Melestarikan alat musik tradisional yang ada. 3) Mengetahui kegunaannya. 4) Agar lebih mengetahui warisan kebudayaan Ngada. 5) Menjaga kelestarian budaya Ngada Mempelajari untuk menerusi kegenerasi berikutnya agar tidak punah. Selain untuk mengasah diri pada bidang seni, bermain musik nyatanya juga memiliki dampak yang positif terutama bagi siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, dalam acara presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.Tujuan dari mengajarkan anak-anak untuk bermain musik bukan mengharuskan mereka menguasai alat musik, tapi lebih pada bagaimana melalui musik ini bisa membentuk karakter mereka.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDING WUNI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Ria, Fransiskus Xaverius; Selo, Maria Kristina; Dhiu , Maria Anjelina; Naru, Deiflora Meo; Sae, Floranida Nari; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.937

Abstract

Alat musik Sunding Wuni merupakan alat musik musik suling ganda yang berada pada etnis Riung kabupaten Ngada sebagai alat musik yang biasa dimainkan oleh masyarakat Riung. Alat musik Sunding Wuni ini sendiri memiliki 2 makna bagi masyarakat Riung, yang mana kedua makna tersebut adalah kedukaan serta kebahagiaan. Kedukaan artinya, ketika alat musik ini dipakai saat acara kematian berarti alat musik ini sedang melangbangkan rasa duka yang mendalam. Sedangkan kebahagiaan berarti alat musik ini dimainkan pada saat upacara panen raya dan beberapa upacara lainnya yang erat kaitannya dengan kebahagiaan. Pembelajaran alat musik Sunding Wuni sangat strategis terutama bagi anak SD dalam mengenal dan memahami budaya Riung. Makna alat musik ini sendiri sangat mendalam bagi kaum muda terutama bagi para pelajar. Ditinjau dari segi konstruksi bentuk, yang mana alat musik ini bergandengan dua suling, yang mengamanatkan kehidupan yang menekankan rasa persaudaraan antara sesama manusia. Bagi siswa SD, makna dari alat musik ini adalah bagiamana siswaa mampu bekerja sama dan berkolaborasi dengan siswa lain dengan diliputi semangat persaudaraan.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL GA’A LI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Klau, Angelina Eno; Beka, Dionisia; Nono , Ulrikus; Pase, Yohana; Teku, Maria Selviana; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.938

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh kami pada Desa Kealigejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, dapat disimpulkan bahwa alat musik Ga’a Li pertama kali dibuat oleh Bapak Klemens Wewe. Pembuatan alat musik Ga’a Li ini terinspirasi dari bunyi Ga’a yang biasa digunakan oleh orang tua dahulu untuk memanggil dan memberi makan babi. Terinspirasi dengan bunyi Ga’a itulah Bapak Klemens Wewe merancang Ga’a menjadi alat musik mirip kolintang. Alat musik ini mulai dibuat pada tahun 2010 dan diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2012. Alat musik Ga’a Li memiliki enam bentuk fisik yang sama namun memiliki ukuran dan karakter bunyi yang berbeda ketika dimainkan. Semua nada yang dihasilkan dalam ke enam Ga’a Li dalam tonalitas do=F Yang membedakan antara Ga’a Li yang satu dengan yang lainnya adalah nada-nada pada bilah bambu setiap Ga’a Li. Perbedaan nada itu disebabkan karena perbedaan ukuran bilah bambu. Dalam memainkan alat musik Ga’a Li ini dilengkapi dengan bebrapa alat musik lain diantaranya adalah Tobho, Foi Doa, Laba (Gendang) dan Markas. Musik memiliki manfaat dalam perkembangan belajar siswa sekolah dasar. Diantaranya terhadap hasil belajar, emosional, intelejensi, daya ingat dan konsentrasi. Peserta didik yang dari kecil terbiasa mendengarkan musik terbukti kecerdasan emosionalnya akan lebih berkembang. Anak dan musik memiliki keterkaitan yang kuat, makna musik bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak dan perkembangan belajar anak. Anak usia tiga sampai 6 tahun mengembangkan kecerdasan emosinya dengan mendengarkan lagu, karena masa itu merupakan masa yang paling baik pada perkembangan pendengarannya. Oleh sebab itu penulis kami mengkaji manfaat musik pada perkembangan belajar peserta didik sekolah dasar.
Co-Authors Adong, Yordanius Adriana Wea Sopo Agustin Palmarista Bela Agustina Mogi Alensiana Ayuti Ratna Ndasi Alexander Uta Alexandra itu Algiana Yuliamat Rasapril Jaun Algiana Yuliamat Rasapril Jaun Alvensiana Ayuti Ratna Ndasi Alwisia Meo Ana Fortunata Longa Anastasia Range Andi Nafsia Angela Mersi Yitu Angeliani Permata Liu Anggela Fridoliani Meo Antonia Jelaha Antonia Ripo Meo Aprilia Io Arnoldus Yansen Watu Awe, Ermelinda Yosefa Baka, Maria Yasinta Bali, Yohanes Fromantius Bate, Nasarius Sensius Bebhe, Agustina Beka, Dionisia Beku, Veronika Yuliana Bela, Agustin Palmarista Benyamin Nanga Bergita Raga Bernadetha Soubyrous Yadha Beru, Martha Yuliani Bhaya, Maria Imakulata Prihartini Bhena, Maria Melania Oktaviana Bhoki, Emirensiana Bhoko, Vinsensia Bolo, Maria Oliva Bozu, Monika Brigita Siwu Ceme, Margareta Chatarina Chatarina Derici Menge Christina Ngadha Cristina Marlinda Deme Daniela Densi Dhiku Deghe, Marselinus Deme, Cristina Marlinda Desidaria Noge, Maria Dhema, Ludgardis Noe Dhema, Yuliana Dhera, Maria Magdalena Dhey, Kristanti Afriliana Dhiu , Maria Anjelina Dhiu, Ludgardis Maria Dhiu, Lusia Florida Dhiu, Maria Isabela Dhoka, Fransiska Angelina Dimas Qondias Dopo, Trivonia Dua, Tarsisius Donbosko Dugo Towary, Maria Y. Deu Dungan , Kristiani Edelbertus Wede Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura Elisantinia Endu Emiliana Wae Endu, ElisantiNia Endu, Santi Ermelinda Mbagha Ernesta Menge ESTIANA NESI Falentina Kedhi Ferdinandus Bate Dopo Ferdinandus, Maria Suzana Feto, Wilhelmus Fono Fole, Fransisika Fransisika Fono Fole Fransiska Angelina Dhoka Fransiska Poang Fransiska Saveriana Ndek Fransiskus Tonda Fransiskus Xaverius Dolo Fransiskus. A Tini Gego, Yosephina Emirensiana Wea Gensiana Mawa Gheme, Selviana Gua, Oktaviani Harti, Maria Dolfina Hendriana Audogsia Mawa Hendriana Audogsia Mawa Heribertus Agaptus Wea Ida Bagus Putu Arnyana Inda, Fransiska Kabrini Inggo, Maria Srimaya Io, Aprilia Irmina Marince Itu itu, Alexandra Itu, Irmina Marince Itu, Maria Alexandra Jaun, Algiana Yuliamat Rasapril Jelaha, Antonia Kae, Ester Rosadalima Kaka, Philipus Wungo Kaka, Yakub Lere Karolus Dhena Karunia, Yustina Kata, Fransiska Klara Pare Klau, Angelina Eno Koe, Magdalena Kristanti Afriliana Dhey Kristina Kedhi Kristina Milo Kua, Maria Yuliana Laba Laksana, Dek Ngurah Laba Laksana, Dr. Dek Ngurah Lajo, Maria Yunita Laksana, Dek Ngurah Laba Lalo, Libertus ledu, Maria Goreti Gowa Lelo, Theresia Avila Menge Libertus Lalo Linung, Flaviana Lobo, Yanuarius Sebastianus Loda, Theresia Lodo, Noni Stephana A Longa, Viviana Meo Lopa, Sebastiana Beo Lulu, Maria Julita Luna, Yohana Yosefa Luxcya Martir Wona Manggus, Meliana Yosefa Mara Oktaviani Pio Maria Angela Marici Tanggo Maria Bate Maria Dela Yona Maria Desidaria Noge Maria Desidaria Noge Maria Desideria Noge Maria Goreti Gowa Ledu Maria Iko Maria Ines Pare Maria Isabela Dhiu Maria Julita Lulu Maria Kristina Ngadhi Maria Kristina Ytu Maria Lidwina Teku To Maria Listia Jawa Maria Oktaviani Pio Maria Patrisia Wau Maria Patrisia Wau MARIA PATRISIA WAU Maria Stefania Odje Maria Stefania Weo Maria Y. Deu Dugo Towary Maria Yasinta Ytu Maria Yefilmat Ndana Maria Yunita Lajo Maria Yunsiana Ninu Mario Antonius Basan Marselina Dua Marselina Pau Marselina Yolanda Bupu Marselinus Deghe Marsianus Aristo Tangi Martina Simplisia Baghe Martir , Luxcya Mawa, Hendriana Audogsia Mego, Maria Yasinta Meka, Marsianus Melania Tuna Melkior Wewe Melkior Wewe Meme, Yosefina Owa Menge, Catharina Derici Meo, Alwisia Meo, Antonia Ripo Meo, Katarina Miding, Maria Kristianti MOGI, AGUSTINA Mogi, Theresia Moi, Maria Alfiana Moi, Maria Aquinda Monika Bozu Mude, Alfridus Mugi, Ermelinda Nanga, Benyamin Nari Sae, Floranida Naru, Deiflora Meo Nasarius Sensius Bate Natalia Boro Kaka Natalia Rosalina Rawa Natalia Rosalina Rawa Ndana, Maria Yefilmat Ndasi, Alensiana Ayuti Ratna Ndek, Fransiska Saveriana Ndoang, Tanti Irwanti Ndola, Maria Roliastri Y Ndoya, Maria Karmelita NESI, ESTIANA Ngadha, Christina Ngeo, Matilde Ngurah Mahendra Dinatha Ninu, Maria Yunsiana Noni Stephana Ariany Lodo Nono , Ulrikus Nono, Ulrikus Nurwijayanti Nuwa, Aprilia Ayuni Io Odje, Maria Stefania Oktaviani Gua Owa, Yosefa Kafasin Owa, Yosefa Kafasin Owa Paba, Maria Skolastika Pae, Yolenta Ule Pare, Klara Pare, Maria Ines Pase, Yohana Pau, Marselina Paula Maria Bhoko Pawe, Yovita Maria Pawe Pelipus Wungo Kaka Pio, Maria Oktaviani Poang, Fransika Prisko Yanuarius Djawaria Pare Putu Budi Adnyana Qondias , Dimas Raga, Maria Yosefina Resi, Marselina Rewang, Maria R. Jein Rewo, Josep Marsianus Ria, Fransiskus Xaverius Rifaldus Wogo Ripo, Frumensia Rolince Menge Ruba, Yunita Rufina Sae, Floranida Nari Santi Endu Sarita Natalia Wona Sego, M. Ignasia S. Selo, Maria Kristina Sito, Maria Anisiata Siwu, Brigita Sopo, Adriana Wea Soro, Viorentina Meo Suparmi, Ni Wayan Susik, Dolina Saltilitas Ta'i, Yasinta Tai, Yasinta Tanggo, Maria Angela Marici Tanggu, Ariance Te'a, Yolenta Varista Teku, Maria Selviana Tensa, Kristina Petra Theresia Avila Menge Lelo Theresia Yasintha Mau Ti'a, Edeltrudis Tini, Fransiskus Aloysius Tini, Fransiskus. A Tua, Maria Esterina Una, Yosefani Una, Yosefania Valentina Yunita Rey Veronika Yuliana Beku Vinsensia Bhoko Vinsensius Meo Azi Viorentina Meo Soro Viviana Meo Longa Wa'e, Emiliana Wae, Emiliana Watu, Arnoldus Yansen Watu, Maria Fransiska Wau, Maria Patrisia Wea, Heribertus Agapitus Wea, Heribertus Agaptus Wea, Raymunda Yosefina Wea, Rosadalima Wede, Edelbertus Wele, Maria Ancelina Weo, Maria Stefania Wero, Lidwina Wewe, Melkior Wilibaldus Bhoke Wona, Luxcya Martir Wona, Maria Hilda Wona, Sarita Natalia Wungo Kaka, Pelipus Wunu, Mathilde Dhiu Yadha, Bernadetha Soubyrous Yakub Lere Kaka Yanuarius Sebastianus Lobo Yitu, Angela Mersi Yohana Rasdiyanti Yohanes Berchmans Walona Yohanes Mite Oli Yohanes Vianey Sayangan Yolenta Varista Te'a Yordanius Adong Yosefa Kafasin Owa Owa Yosefani Una Yosephina Emirensiana Wea Gego Yovita Awu Yovita Awu Awu Yovita Maria Pawe Yovita Maria Pawe Pawe Ytu, Maria Yasinta Yudit Menge Yuliana Dhema Yuliana Soli Yuliani Susanti Moi Zembang, Anastasia Z