p-Index From 2021 - 2026
13.043
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Manajemen Keperawatan Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Bidan Prada Juiperdo Jurnal NERS JKG (Jurnal Keperawatan Global) IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Jurnal Kesehatan Vokasional Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah The Indonesian Journal of Infectious Diseases Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Faletehan Health Journal Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Jurnal JKFT Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Journal of Health Sciences and Medicine Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Cendekia Medika : Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja MAHESA : Malahayati Health Student Journal JOSING: Journal of Nursing and Health Quality : Jurnal Kesehatan Makara Journal of Health Research Journal of Nursing Science Update Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Journal Of Health & Cardiovascular Nursing DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Keperawatan Journal of Pubnursing Sciences Jurnal Kedokteran Meditek Jurnal Sahabat Keperawatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal AFIAT NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Abdimas Indonesia Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Nurses’ Job Satisfaction Regarding the Use of Health Technology: A Survey Study Diah Arruum; Setyowati; Hanny Handiyani; Raldi Artono Koestoer
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 27 No 1 (2024): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v27i1.1076

Abstract

The development of innovative health technology is continuously needed by health workers, including nurses in hospitals. Nurses need to adapt and are required to be able to use various current technological innovations. However, the demand for quality care in maintaining patient safety through the use of technology is still an issue, thereby affecting the achievement of nurse job satisfaction. This study aims to describe the job satisfaction of nurses regarding the use of health technology. It is a descriptive study with a cross-sectional design that included 172 hospital nurses. The sample was selected using the purposive sampling method, and the data were collected through questionnaires. Of the nurses in the sample, 33.1% were between the ages of 26 and 31 years old, while 90.1% were female. Furthermore, regarding educational background, a majority of the nurses (54.1%) held diplomas in nursing, and 23.8% had professional nursing degrees. The maximum length of work experience taking care of patients was over 10 years. The results of this study showed that 40.1% of the nurses were satisfied with the use of health technology, while 59.9% were not satisfied. A significant relationship was found between education level, work position, and nurse satisfaction (p < 0.05). The recommendation of this study is that the manager’s role should include supporting, motivating, and providing self-awareness for the nurses regarding technology in order to save time, make communication more effective, facilitate nursing care, and improve patient safety. The manager should also be in charge of implementing easy-to-use technological innovations. Keywords: health technology, job satisfaction, nurse   Abstrak Kepuasan Kerja Perawat melalui Pemanfaatan Teknologi Kesehatan: Sebuah Penelitian Survei. Perkembangan inovasi teknologi kesehatan terus dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, termasuk perawat. Perawat perlu beradaptasi dan dituntut mampu menggunakan berbagai inovasi teknologi yang ada saat ini. Namun tuntutan terhadap kualitas pelayanan dalam menjaga keselamatan pasien melalui pemanfaatan teknologi masih menjadi isu sehingga memengaruhi pencapaian kepuasan kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan kerja perawat melalui pemanfaatan teknologi kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang mengobservasi melalui kuesioner pada 172 perawat rumah sakit, dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi 33,1% perawat berusia antara 26-31 tahun, 90,1% adalah perempuan, 54,1% perawat berpendidikan diploma keperawatan, 23,1% adalah perawat professional. Lama bekerja maksimal 10 tahun lebih merawat pasien. Sebanyak 40,1% perawat merasa puas dengan penggunaan teknologi kesehatan, sedangkan 59,9% kurang puas. Analisis data menunjukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, posisi kerja, dan kepuasan perawat (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas perawat masih merasa tidak puas dengan penggunaan teknologi kesehatan. Peran perawat manajer ruangan seperti memberi dukungan, motivasi, dan edukasi dapat menumbuhkan kesadaran diri bagi perawat tentang manfaat teknologi untuk menghemat waktu, berkomunikasi yang lebih efektif, mendukung asuhan keperawatan, dan meningkatkan keselamatan pasien. Manajer juga bertugas menerapkan inovasi teknologi yang mudah digunakan. Kata Kunci: kepuasan kerja, perawat, teknologi kesehatan
Implementasi budaya ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin (5R) di ruang rawat inap rumah sakit Susilowati, Margareta; Handiyani, Hanny; Afriyani, Tuti; Wildani, Andi Amalia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1651

Abstract

Background: The implementation of a work culture of concise, neat, clean, attentive, and diligent is a proven adaptation of lean management that improves service quality, patient safety, and operational efficiency. However, its implementation in hospitals is often suboptimal. Purpose: To analyze the implementation of concise, neat, clean, attentive, and diligent in hospital inpatient wards. Method: A case study survey of residency reports was conducted from May to June 2025, using interviews with five Nurse Unit Managers (NUMs), questionnaires with 115 nurses, and field observations. The analysis used fishbone and SWOT analysis, with interventions designed following Kurt Lewin's theory of change. Results: Staff compliance with the 5Rs increased from 61% to 83% post-intervention, while patient/family engagement increased from 35% to over 60%. The pilot unit's standardization of ward layouts was also accompanied by enhanced supervision and the use of visual educational media (posters, leaflets, QR codes). Conclusion: Implementing a structured and collaborative work culture can improve ward order, increase staff compliance, and encourage patient participation. Follow-up actions are recommended through program integration into hospital SOPs, utilization of digital monitoring, and replication of standard layouts across all units.   Keyword: Inpatient Wards; Nursing Management; Patient Safety; Work Culture.   Pendahuluan: Penerapan budaya kerja ringkas, rapi, resik, rawat, rajin (5R) merupakan adaptasi lean management terbukti meningkatkan mutu layanan, keselamatan pasien, serta efisiensi operasional, namun implementasinya di rumah sakit sering belum optimal. Tujuan: Untuk menganalisis implementasi ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin (5R) di ruang rawat inap rumah sakit. Metode: Penelitian survey case study laporan residensi, dilaksanakan pada Mei-Juni 2025, melalui wawancara dengan 5 Nurse Unit Manager (NUM), kuesioner terhadap 115 perawat, serta observasi lapangan. Analisis menggunakan fishbone dan SWOT, dengan intervensi yang dirancang mengikuti teori perubahan Kurt Lewin.  Hasil: Tingkat kepatuhan staf terhadap 5R meningkat dari 61% menjadi 83% pasca intervensi, sementara keterlibatan pasien/keluarga naik dari 35% menjadi lebih dari 60%. Uji coba standarisasi layout ruang rawat di unit pilot juga disertai penguatan supervisi dan penggunaan media edukasi visual (poster, leaflet, QR-code). Simpulan: Pelaksanaan 5R secara terstruktur dan kolaboratif mampu memperbaiki keteraturan ruang rawat, meningkatkan kepatuhan staf, danmendorong partisipasi pasien. Tindak lanjut disarankan melalui integrasi program ke dalam SPO rumah sakit, pemanfaatan monitoring digital, serta replikasi layout standar ke seluruh unit.   Kata Kunci: Budaya Kerja 5R; Manajemen Keperawatan; Keselamatan Pasien; Ruang Rawat Inap.
Reinventing Community Nursing Leadership for Stunting Prevention: A Case Report of Leadership Transformation within PP IPKKI Andi Pranata; Eva Yuliani; Oop Ropei; Rizqy Iftitah Alam; Susi Muryani; Hanny Handiyani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53297

Abstract

Stunting merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan multisektoral dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas. Namun, analisis regulasi nasional menunjukkan bahwa peran perawat komunitas dalam kepemimpinan pencegahan stunting belum diatur secara eksplisit, sehingga kontribusinya cenderung terbatas pada fungsi teknis. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan proses transformasi kepemimpinan di Pengurus Pusat Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (PP IPKKI) melalui pengembangan Reinvented Community Nursing Leadership Model. Studi ini menelaah pengalaman organisasi dalam mengidentifikasi kesenjangan kebijakan, mengembangkan model berbasis lima pilar kepemimpinan (transformasional, adaptive, community empowerment, data-driven, dan collaborative governance), serta menyusun rekomendasi strategis untuk memperkuat peran kepemimpinan perawat komunitas dalam percepatan penurunan stunting. Data diperoleh melalui analisis regulasi, wawancara mendalam dengan pengurus IPKKI, dan peninjauan dokumen program. Hasil menunjukkan bahwa absennya mandat kepemimpinan yang eksplisit dalam kebijakan nasional menyebabkan peran perawat komunitas belum optimal dalam memimpin perubahan perilaku keluarga. Model kepemimpinan yang dikembangkan memberikan kerangka inovatif untuk penguatan kapasitas perawat komunitas dalam konteks konvergensi stunting. Rekomendasi dari laporan kasus ini berpotensi diterapkan secara nasional melalui integrasi dalam program PP IPKKI dan advokasi kebijakan lintas sektor.
Barriers to Tuberculosis Case Detection in Private Clinics in Indonesia : A Thematic Analysis Ritonga, Imelda Liana; Handiyani, Hanny; Nursasi, Astuti Yuni; Eryando, Tris
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 2 (2025): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.02.02

Abstract

In Indonesia, private clinics have emerged as an alternative healthcare option, even for individuals enrolled in the National Health Insurance program. According to the National Tuberculosis Program, these clinics are also responsible for detecting tuberculosis (TB). However, the ability of these clinics to manage TB patients has not been extensively studied. This study explores the factors that facilitate or hinder healthcare workers (HCWs) at these clinics from detecting TB early on. A qualitative descriptive-interpretative approach was employed. Thirteen HCWs from three clinics, one HCW from a district public healthcare center, and a local TB program supervisor (Wasor TB—deputy supervisor of the Tuberculosis Program) were selected via purposive sampling, resulting in a total of 15 participants. Data were collected through in-depth interviews conducted from April to July 2023 and analyzed using thematic analysis. Three main themes with eight sub-themes emerged: (1) inadequate support from clinic managers for TB services, (2) substandard early TB detection competency among clinical staff, and (3) insufficient support from the external TB network for clinics’ early detection efforts. Improving TB services in private clinics, especially early detection, is essential to achieving the Indonesian government’s goal of eliminating TB by 2030. This can be achieved by reassessing roles and establishing effective collaborative partnerships between clinic leaders and staff and the external TB network.
Artificial Intelligence (AI) in Nursing Services: A Literature Review Moh Heri Kurniawan; Hanny Handiyani; Tuti Nuraini; Rr Tutik Sri Hariyati
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.556

Abstract

Penelitian tentang artificial intelligence (AI) dalam layanan kesehatan telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas perawatan. Namun, penerapan AI dalam keperawatan menimbulkan kekhawatiran terkait bias data dan dampak potensial bagi pasien. Selain itu penelitian terkait AI dan manfaatnya dalam keperawatan masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menjabarkan hasil penelitian terkait teknologi AI dalam pelayanan keperawatan. Metode penelitian yang digunakan ialah literature review. Pencarian terhadap studi-studi yang relevan dilakukan di beberapa database yaitu PUBMED, Scopus dan Google Scholar dengan kata kunci serta istilah yang terkait dengan keperawatan, artificial intelligence, dan machine learning dalam rentang tahun 2012-2022. Kriteria inklusi meliputi penelitian pengembangan atau validasi teknologi berbasis AI yang digunakan dalam layanan keperawatan dan desain studi, termasuk eksperimental atau observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya. Sedangkan kriteria ekslusi yaitu artikel yang tidak relevan dengan keperawatan, non-eksperimental, non-observasional, atau artikel tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan dari total 3713 paper yang ditemukan hanya 10 paper yang masuk dalam kriteria. Penggunaan AI dalam pelayanan keperawatan dapat memberikan banyak manfaat tetapi juga memerlukan pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan untuk memaksimalkan potensi AI dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.
Inisiasi penyusunan panduan asuhan keperawatan pasca tindakan percutaneus coronary intervention (PCI) untuk peningkatan perencanaan pulang di unit rawat inap Suci Sari Pratiwi; Hanny Handiyani; Hening Pujasari; Andi Amalia Wildani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2906

Abstract

Background: Discharge planning for patients following percutaneous coronary intervention (PCI) is suboptimal due to limited guidelines, nurse competencies, and support systems. This situation impacts patient outcomes, including an increased risk of readmission. Therefore, the development of evidence-based guidelines is needed to standardize discharge planning and improve the quality of care. Purpose: To describe the process of developing nursing care guidelines following percutaneous coronary intervention (PCI). Method: This study used Kotter's eight-step plan approach to change, which consists of eight steps: building a sense of urgency, forming a coalition, creating a new vision, communicating the vision, removing obstacles, planning for short-term wins, building change, and sustaining change. The study was conducted at hospitals in Depok City from May 27 to June 30, 2025. Results: Problem identification through interviews, questionnaires, and observations of 107 nurses indicated suboptimal post-PCI discharge planning. SWOT and fishbone analyses revealed the primary causes to be limited technical guidelines, nurse competencies, and system support and collaboration. The initial implementation of John P. Kotter's change model resulted in the formation of a coalition, the development of a Plan of Action, and the formulation of a vision for change. Guideline socialization was conducted as the initial step in implementation. Subsequent stages will be followed up with a hospital-based follow-up plan. Conclusion: Optimizing post-PCI patient discharge planning can be achieved through a structured change approach using John P. Kotter's model, which effectively identifies root causes, such as guideline limitations, nurse competency, and system support. Suggestion: Hospitals can continue implementing changes through steps five through eight of Kotter's change model to ensure post-PCI nursing care guidelines are optimally integrated into clinical practice.   Keywords: Discharge Planning; Inpatient Unit; Nursing Care Guidelines; Percutaneous Coronary Intervention (PCI).   Pendahuluan: Perencanaan pulang pasien pasca tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) belum optimal akibat keterbatasan panduan, kompetensi perawat, dan sistem pendukung. Kondisi ini berdampak pada luaran pasien, termasuk peningkatan risiko readmisi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan panduan berbasis bukti untuk menstandarisasi perencanaan pulang dan meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan proses penyusunan panduan asuhan keperawatan pasca tindakan percutaneus coronary intervention (PCI). Metode: Penelitian dengan pendekatan perubahan Kotter’s eight-step plan yang terdiri dari delapan langkah yaitu membangun rasa urgensi, membentuk koalisi, menciptakan visi baru, mengomunikasikan visi, menghilangkan hambatan, merencanakan kemenangan jangka pendek, membangun perubahan, dan mempertahankan perubahan. Penelitian dilaksanakan di rumah sakit di Kota Depok pada 27 Mei-30 Juni 2025. Hasil: Identifikasi masalah melalui wawancara, kuesioner, dan observasi pada 107 perawat, menunjukkan perencanaan pulang pasca tindakan PCI belum optimal. Analisis SWOT dan fishbone mengungkap penyebab utama berupa keterbatasan panduan teknis, kompetensi perawat, serta dukungan sistem dan kolaborasi. Penerapan tahap awal model perubahan John P. Kotter menghasilkan pembentukan koalisi, penyusunan Plan of Action, serta perumusan visi perubahan. Sosialisasi panduan dilakukan sebagai langkah awal implementasi. Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan melalui rencana tindak lanjut di rumah sakit. Simpulan: Optimalisasi perencanaan pulang pasien pasca tindakan PCI dapat dilakukan melalui pendekatan perubahan terstruktur menggunakan model John P. Kotter yang efektif mengidentifikasi akar masalah, seperti keterbatasan panduan, kompetensi perawat, dan dukungan sistem. Saran: Rumah sakit dapat melanjutkan implementasi perubahan hingga langkah kelima sampai dengan langkah kedelapan dalam model perubahan Kotter guna memastikan panduan asuhan keperawatan pasca tindakan PCI terintegrasi secara optimal dalam praktik klinik.   Kata Kunci: Unit Rawat Inap; Panduan Asuhan Keperawatan (PAK); Percutaneus Coronary Intervention (PCI); Perencanaan Pulang.
Pengembangan Supervisi Refleksi “Gibbs” untuk Peningkatan Kepatuhan Kebersihan Tangan Petugas Kesehatan Muhammad Fandizal; Hanny Handiyani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.513

Abstract

Supervision is an actuating part of the management function to achieve the goals of the organization. Supervision of hand hygiene compliance 94 health workers conducted by infection, prevention, & control link nurse (IPCLN) using direct supervision methods. The purpose of developing indirect supervision is because direct supervision is not effective to be carried out, so the development of supervision reflection "Gibbs Reflective Cycle" to assess the compliance of nurses in doing hand hygiene. The method used is the Pilot Study involving internal and external reform agents. Sample selection using purposive sampling as many as 30 respondents consisting of nurses, doctors, and caregivers. The implementation of the study concluded that the compliance of officers in performing hand hygiene was 72.33%, and then Fish Bone analysis was conducted to determine the main problem. The problem was solved by developing the organization using the Kurt Lewin method and using plan, do, check and action (PDCA). The program is carried out by making manuals and operational procedures standard (OPS) for the supervision of reflection. The recommendation given is to propose a draft reflection supervision manual and the OPS that has been prepared should be endorsed by the President Director and disseminating information to the Nursing Manager, the head of the room, and / IPCLN.
Optimalisasi Pendokumentasian Case Manager Rumah Sakit Tipe A Di Jakarta Yandih Mardean; La Ode A Rahman; Hanny Handiyani; Lilis Rayatin
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.865

Abstract

Case management di Indonesia dikenal dengan Manajemen Pelayanan Pasien (MnPP) dan case manager disebut dengan Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Fungsi case manager yaitu melakukan asesmen, perencanaan hingga evaluasi, koordinasi, advokasi, edukasi, serta kendali mutu dan biaya. Case manager dalam menjalankan peran dan fungsinya banyak mendapat tantangan baik dari pasien/keluarga, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), Perawat Penanggung Jawab Pasien (PPJA), Profesional Pemberi Asuhan (PPA) lainnya, kepala ruangan, penunjang medis, penjamin dan RS/Yankes lain dalam sistem rujukan. Metode yang digunakan berupa  case study  dimulai dari identifikasi, analisis dan penetapan prioritas masalah, penyusunan plan of action, implementasi,  sampai evaluasi. Sampel kegiatan ini adalah semua case manager atau total sampling berjumlah 23 orang. Identifikasi masalah didapatkan 5 (lima) masalah fungsi manajer. Prioritas pertama adalah belum optimalnya fungsi pengarahan dalam pedokumentasian case manager. Selanjutnya disusun analisis masalah menggunakan fishbone, Plan of Action (POA), implementasi dan evaluasi bersama tim case manager dan Bidang Pelayanan Keperawatan RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO dengan luaran draft SPO (Standard Procedure Operational) Pendokumentasian Case Manager.
Penerapan Training Need Analysis dalam Penyusunan Kurikulum Pelatihan Kompetensi Nursing Informatics Kepala Ruangan Tomy Suganda; Hanny Handiyani; Nurdiana Nurdiana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.887

Abstract

Kompetensi Nursing Informatic sangat penting bagi kepala ruangan, dan akan menjadi lebih penting lagi di masa depan sehingga perlu dipertimbangkan adanya perencanaan strategis tentang peningkatan kompetensi manajemen kepala ruangan khususnya dalam kompetensi Nursing Informatics.  Studi ini bertujuan untuk menerapkan Training Needs Analysis (TNA) dalam menyusun kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruangan. Studi dilakukan pada bulan September sampai November 2020. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan survei dengan perubahan berencana melalui metode pendekatan action research. Metode pendekatan action research terdiri dari lima tahapan yaitu identifikasi (diagnosis) masalah, analisis, umpan balik, tindakan dan evaluasi. TNA survey menggambarkan 78% kemampuan computer literacy kepala ruangan kurang, 77% kemampuan informatics literacy kepala ruangan kurang, 72% kemampuan informatics management skilss kepala ruangan kurang. Berdasarkan TNA survey tersebut, didapatkan hasil interprestasi level nursing informatics competencies dengan 17 kepala ruangan memiliki skor NIC yang baik dan 58 kepala ruangan  memiliki skor nursing informatics competencies yang kurang.  Kurikulum pelatihan kompetensi kepala ruang adalah acuan dalam perencanaan pelaksanaan pendidikan berkelanjutan kepala ruangan. Pada masa ilmu pengetahuan dan teknologi berubah setiap hari, penting bagi kepala ruangan untuk upgrade dan up-to-date dalam informasi, penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruang adalah salah satu upaya dalam mewujudkan hal tersebut. TNA dapat diterapkan dalam penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruangan. TNA memberikan gambaran tentang tingkat kompetensi nursing informatics kepala ruangan sehingga penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics didasarkan pada data dan tujuan atas keterbutuhan kompetensi yang perlu ditingkatkan.
Faktor Penentu Perawat sehat di Rumah Sakit Endang Sudjiati; Hanny Handiyani; Kuntarti Kuntarti; La Ode Abdul Rahman; Cori Tri Suryani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.1109

Abstract

Healthy behavior carried out by nurses often does not produce good results due to several factors. The risks that arise due to not behaving healthy nurses can reduce the health condition of nurses and the quality of service. The purpose of this study was to identify the factors that can influence the behavior of healthy nurses. The research method used a cross-sectional design to 356 nurses at the General Hospital in Jakarta. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between age 35 years (p = 0.038) and education D3 Nursing/Midwifery (p = 0.034) with healthy nurse behavior. In multivariate analysis, the most influential variables on the behavior of healthy nurses were physical activity (p<0.05; OR = 4.760, 95%CI), spiritual (p=0.211; OR = 1.456, 95%CI) and stress management (p< 0.05; OR = 4.549, 95%CI). Recommendations to improve the behavior of healthy nurses by making healthy nurse programs on a regular basis.
Co-Authors Aam Sumadi Aat Atnikasari Aat Yatnikasari Abd Rahman, La Abu Bakar Achir Yani S. Hamid Achmad Djojo Achmad Djojo Achmad Djojo Achmad Nizar Hidayanto Achmad Syaifudin Afifah, Efy Afriyani, Tuti Agnes Defi Agnes Rini Agung Waluyo Agus Rachmadi Agus Susanto Agustina, Frima Ulfa Aisyah Rohie Aldri Frinaldi Ali Ahmad Keliobas Allenidekania Allenidekania Alpan Habibi Amelia Amelia Amelia Asmara Amiruddin Amiruddin Ana Nurhani Andi Amalia Wilda Andi Amalia Wildani Andi Amalia Wildani ANDI AMALIA WILDANI Andi Amalia Wildani Andi Nur Indah Sari Andi Pranata Anggie Aprizal Anggita Dian Puspita Anika Kartika Anitha Anitha Annisa Rahmi Galleryzki Antia Antia Ardi Findyartini, Ardi Arni Sunarti Arsad Suni Artono Koestoer, Raldi Asra Dewi Astuti Giantini Astuti Lestari Astuti Yuni Nursasi Astuty Yuni Nursasi Ati Surya Mediawat Avia, Imelda Ayu, Vergeina Bardah, Dadan Baskoro Abdiansyah Basyir, Akhmad Azhar Bejo Utomo Budi Anna Keliat Chandra, Muhammad Cicilia Ika Wulandari Citra Hafilah Shabrina Cori Tri Suryani Cori Tri Suryani Cori Tri Suryani Cori Tri Suryani Dadan Bardah Dadan Erwandi Dara Ayu Wardhani Deby Zulkarnain Rahadian Syah Deby Zulkarnain Rahadian Syah, Deby Zulkarnain Rahadian Delsy Cantika Sari Desyi Prana Napitupulu Devi Nurmalia Dewi Gayatri Dewi Irawaty Dian Ayubi Diantha Soemantri Diki Armansyah Diki Armansyah Damanik Dina Lestari Dita Sulistyowati Dita Sulistyowati Djojo, Achmad Dodi Wijaya Dudut Tanjung Dyah Fitri Wulandari Dyah Fitri Wulandari Dyah Fitri Wulandari Ede Surya Darmawan Efi Afifah Efi Riani Efy Afifah Elly Nurachmah Endang Nilaprapti Endang Sudjiati Endang Sudjiati Enggriani, Yesica Tria Enie Novieastari Enny sripurwanti Ermi Rabiuliya Erna Puspita Sari Eti Masiyati Eva Eva Eva Metalita Eva Oktaviarini Eva Riyani Eva Yuliani Evi Martha Febriani, Nelly Fitriadi, Khairul Fitriana Dewi Frima Ulfa Agustina Frima Ulfa Agustina Friska, Friska Gorean, Grace Irma Grace Solely Hadi, Muhammad Hana Mutiasari Hariyati, Roro Tutik Sri Harpendewisasmita Harpendewisasmita Harpendewisasmita, Harpendewisasmita Harwina Harwina Hellen Sindim Hening Pujasari Hening Pujasari Hinoveva Natalia Joaquin Hulu, Soni Roy Kurniawan Ichsan Rizany Ida Rosyada Ignatius Nandang Ikhsan Sodik Imami Nur Rachmawati Irawati Novita Iwan Wahyudi Izza, Syarifatul J Junaidi Jathu Dwi Wahyuni Joan Xaveria Mahulae Junaidi, J Kapadia, Raju Kartika Mawar Sari Kartika Mawar Sari Sugianto Khairul Fitriadi Khairul Nasri Krisna Yetti Krisna Yetti Krisna Yetti Kuntarti Kusumawardhani Kusumawardhani La Ode A Rahman La Ode A. Rahman La Ode A. Rahman La Ode Abdul Rahman Laksono Trisnantoro Laurentia Dewi Lestari, Astuti Lia Dwi Jayanti Lia Setyarini Lilis Rayatin Lilis Rayatin Lilis Rayatin Lilis Rayatin Lilis Suryani Lily Yuniar Luknis Sabri Made Sumarwati Magdalena, Helen Margareta Susilowati Maria Merry Masfuri - Masitho Masitho Masiyati, Eti Mastur Masyati, Eti Mayanti Mahdarsari Mediawati, Ati Surya Merry, Maria Mery Anglelia Sirait Metalita, Eva Moh Heri Kurniawan Moh. Heri Kurniawan Muhammad Fandizal Munezarah Munezarah Muthi&#039;ah Najihah Nanang Miftakhul Wakhdi Nandang, Ignatius Nasri, Khairul Ni Putu Emy Darma Yanti Nieniek Ritianingsih Nilaprapti, Endang Nini Suhani Noraliyatun Jannah Novi Sandra Hasibuan Novieastari Novieastari Novita Kurnia Sari Novita, Irawati Nurbaeti, Reidha Fitri Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuridha Fauziyah Nurwijayanti Octary, Tiara Oop Ropei Prayetni Prayetni Pringgayuda, Fitra Puguh Widiyanto Purwaningsih, Sri Putri, Zifriyanthi Minanda Rachmadi, Agus Rachmi, Shanti Farida Rahayu Widiastuti Rahma Dwi Syukrini Rahma Dwi Syukrini Rahma Jumila Rahman, La Ode Abd Raju Kapadia Raju Kapadia Raldi Artono Koestoer Ratna Meilina Reidha Fitri Reidha Fitri Nurbaeti Rio Verdiansyah Ririn Anantasari, Ririn Rista Tri Wulandari Ritonga, Imelda Liana Rizaldi, Fakhri M Rizany, Ichsan Rizqy Iftitah Alam Roro Tutik Sri Hariyati Rosari - Tarigan Rosdelima Simarmata Rosyada, Ida RR Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Hariyati Rr Tutik Sri Haryati Rr Tutik Sri Haryati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Hariyati Rr. Tutik Sri Haryati Rr. Tutik Sri Haryati Rr.Tutik Sri Hariyati S Suhariyanto Santi Purna Sari Santi Surbakti Sari, Delsy Cantika Sari, Erna Puspita Saripah, Eli Sarvita Dewi Sarvita Dewi Sepni Walvri Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati, Setyowati Shanti Farida Rachmi Siahaan, Marthalena Sitorus, Ratna Sitta Diani Fichara Situmeang, Widiya Yulian Sri Herni Wigiarti Suci Sari Pratiwi Suci Sari Pratiwi Sudaryati Sudaryati Sugihasih, Sugihasih Suhariyanto Suhariyanto Suhariyanto Suhariyanto Suhariyanto Suhariyanto Suhariyanto, S Sukihananto Sukihananto Sukihananto, Sukihananto Sunarti, Arni Suni Hariati Susana Helen Tanlain Susi Muryani Susilowati, Margareta Sutanto Priyo Hastono Teresa Teresa Tiara Octary tifane winesa Tini Sumiarti Tomy Suganda Tri Ilmiah Fattah Tris Eryando Tulende, Alfani Turyatiningsih Tuti Afriani Tuti Afriani Tuti Nuraini Tuti Nuraini Tuti Nuraini Tuti Nuraini Tutik Sri Hariyati Tutik Sri Hariyati Uminah Uminah Uminah, Uminah Wahyu Kusumadi Retnoningtyas Wibowo, Nurhadi Widiasari Widiasari Widiasari Widiasari Widyaningsih, Neni Wildan Wildan Wildani, Andi Amalia Wiwik Sulistyaningsih Sulistyaningsih Yandih Mardean Yasephin Megapurwara Yati Afiyanti Yatnikasari, Aat Yeni Rustina Yiyin Qamariah Takaredas Yiyin Qamariah Takaredas Yogi Ervandi Yudi Yudi Yudi Yudi Yuliana Yuliana Yulistiana Rudianti Yuni Susiana Nur Yuniar Mansye Soeli Yuniar Mansye Soeli Zakiyyah, Naadiyah