Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PEMETAAN BATIMETRI UNTUK KESELAMATAN PELAYARAN DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA, PROVINSI JAWA TENGAH Fachrurrozi, M.; Widada, Sugeng; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3408.184 KB)

Abstract

Abstrak Pulau Parang merupakan salah satu pulau dari 5 pulau di Kepulauan Karimunjawa yang berpenghuni.Pulau Parang juga termasuk kawasan konservasi yang berada di bawah pantauan Balai Taman Nasional Karimunjawa.Kurangnya informasi mengenai alur pelayaran yang jelas di Pulau Parang menyebabkan kapal yang ingin menuju ke pulau tersebut harus berhati-hati terhadap karang yang berada di dasar perairan karena lokasinya yang dangkal.Oleh karena itu, mendiskripsikan batimetri dasar laut diperlukan di perairan Pulau Parang ini sebagai pedoman jalur pelayaran yang jelas agar kapal yang melintas tidak karam terkena terumbu karang.Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian batimetri di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa perlu dilakukan.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan batimetri menggunakan pancaran gelombang akustik dengan alat Singlebeam Echosounder dan koreksi pasang surut serta pembuatan alur pelayaran berdasarkan hasil pemetaan batimetri dan analisa pasang surut guna keselamatan pelayaran di Pulau Parang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dilaksanakan 5 (lima) hari yaitu pada tanggal 18, 19, 20, 25 dan 28 september 2012. Kedalaman di Pelabuhan Pulau Parang antara 0 s/d 2,7 m sedangkan di luar pelabuhan kedalaman mencapai 36 m atau lebih. Perairan Pulau Parang memiliki tipe pasang surut campuran condong harian tunggal, dengan hasil MSL 102 cm, HHWL 157,28 cm dan LLWL 46,52 cm. Kapal dengan draft di bawah 2,9 m dari MSL yang hanya dapat berlabuh di Pulau Parang. Ada 2 jalur yang digunakan untuk alur pelayaran di Pulau Parang. Jalur pertama digunakan hanya ketika air laut pasang karena morfologi kedalaman pada jalur ini antara kurang dari 1 m s/d 32 m. Namun ketika air laut surut kapal harus memutar Pulau Kumbang terlebih dahulu agar dapat masuk ke dermaga Pulau Parang. 
STUDI SEBARAN KONSENTRASI MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Ratnasari, Rinda Nita; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.119 KB)

Abstract

Nilai konsentrasi padatan tersuspensi total yang tinggi dapat menurunkan aktivitas fotosintesa tumbuhan laut baik yang mikro maupun makro sehingga oksigen yang dilepaskan tumbuhan air menjadi berkurang. Dengan data citra satelit Landsat-8 diketahui informasi tentang konsentrasi material padatan tersuspensi dan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengamatan dan pengambilan data secara langsung di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi material padatan tersuspensi serta pola sebarannya yang didasarkan pada analisa respon spektral citra satelit Landsat-8. Berdasarkan sifatnya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan metode pengolahan data menggunakan metode penginderaan jauh yang terbagi atas metode interpretasi citra satelit dan metode pengolahan citra digital. Metode pengolahan citra digital meliputi metode penyesuaian histogram untuk koreksi radiometrik, cropping untuk pemotongan citra Landsat-8, masking untuk pemisahan daratan, serta pemasukan algoritma untuk mengetahui nilai material padatan tersuspensi. Hasil analisa konsentrasi sebaran MPT di perairan Teluk Balikpapan memiliki kisaran antara 0-40 mg/l dengan 4 kelas. Perbandingan luasan terbesar yang didapat oleh citra satelit pada tanggal 5 Oktober 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 59,87 % daerah perairan, 21 Oktober 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 36,90 % daerah perairan, 6 November 2014 berada pada kelas rendah (10-20 mg/l) yang meliputi 42,66 % daerah perairan dan koefisien regresi linier sebesar 98 %.
KAJIAN KERENTANAN PANTAI DI PESISIR KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Febriansyah, Ivan; D.S, Agus Anugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.953 KB)

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir merupakan ruang pertemuan antara daratan dan lautan, karenanya wilayah ini merupakan suatu wilayah yang unik secara geologis, ekologis, dan merupakan domain biologis yang sangat penting bagi banyak kehidupan di daratan dan di perairan termasuk manusia. Pantai dapat dipandang sebagai mekanisme yang efektif yang menyebabkan gelombang menjadi pecah dan energinya diserap. Pantai berfungsi sebagai buffer, melindungi tebing laut dan konstruksi dibelakangnya dari serangan gelombang. Kehilangan asupan sedimen yang lama dari pantai, tentu akan berdamapak pantai tidak mampu berfungsi sebagai buffer lagi dan kerusakan terhadap bangunan dibelakangnya akan mungkin terjadi sehingga kajian kerentanan pantai merupakan hal yang penting untuk dikaji. Indeks kerentanan pantai didapatkan dengan melakukan perhitungan 6 (enam) variable – variable yang mempengaruhi kerentanan pantai di Pesisir Kabupaten Cilacap yaitu geomorfologi, perubahan garis pantai, kemiringan pantai, perubahan elevasi muka air relative, rata – rata tinggi gelombang serta rata – rata kisaran pasang surut. Hasil perhitungan menunjukan bahwa sepanjang peisir Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 6 Kecamatan hanya satu kecamatan yang memiliki tingkat kerentanan sedang (4.24) yaitu kecamatan Nusawungu, sedangkan Kecamatan – kecamatan lainnya memiliki tingkat kerentanan rendah (2.45) yaitu kecamatan Adipala, Binangun, Cilacap Selatan, Cilacap Utara dan Kesugihan.
Luas Area Genangan Banjir Pasang Pada Kawasan Pemukiman di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak – Provinsi Jawa Tengah Nurdiansyah, Ryan; Subardjo, Petrus; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3099.045 KB)

Abstract

Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan daerah yang sering terjadi banjir pasang pada kawasan pemukiman. Banjir pasang menggenangi daerah-daerah yang mempunyai ketinggian daratan sejajar dengan muka air laut atau lebih rendah dengan muka air laut. Salah satu daerah yang sering terjadinya banjir pasang adalah DesaSriwulan, Desa purwosari, Desa Sidogemah, Desa Tugu, Desa Surodadi, Desa Gemulak, Desa Bedono dan Desa Timbul Sloko. Hal ini diduga karena disebabkan karena terjadinya pasang surut tinggi tertinggi atau HHWL (High Highest Water Level) di wilayah tersebut, sehingga diperlukan suatu tindakan untuk menanggulangi maupun mengurangi dampak yang ditimbukan oleh hal tersebut.            Tujuan penelitian ini adalah mengetahuii kenaikan pasang surut  tinggi tertinggi dari setiap tahunya dari data nilai HHWL tertinggi setiap bulannya dalam satu tahun dengan pengolahan data menggunakan metode admiralty dari tahun 2004-2013 serta tipe pasang surut di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dan Melakukan pemetaan luas area genangan dan luas kawasan pemukiman pada area genangan banjir pasang di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat eksploratif yaitu  bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi secara lokal dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan untuk waktu dan tempat yang berbeda. Selain itu perlu diketahui faktor-faktor penyebab banjir pasang di wilayah tersebut. Data utama yang dibutuhkan adalah data pasang surut, Digital Elevation Model (DEM), titik verifikasi banjir pasang pada kawasan pemukiman,peta tata guna lahan Kabupaten Demak tahun 2008 dan peta rupabumi tahun 2001. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui bahwa luas genangan banjir pasang yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada tahun 2013 adalah 1.938, 42 ha dan luas kawasan pemukiman pada area genangan sebesar 140,05 ha.Laju kenaikan Pasang surut tinggi tertinggi (HHWL) High highest Water Level dari tahun 2004 sampai tahun 2013 adalah  sebesar 13.63 dan nilai HHWL tertinggi yang digunakan untuk membuat genangan banjir pasang dalam penelitian ini adalah bulan desember tahun 2013 sebesar 235.09 cm. Sedangkan Tipe pasang surut yang ada perairan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak adalah campuran condong harian tunggal. Dengan nilai F (Bilangan Formhzal) sebesar 2,99 cm.
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Utami, Widya Sari; Subardjo, Petrus; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memiliki topografi pantai yang landai, elevasi rendah, dan penggunaan lahan yang kompleks sehingga rentan mengalami dampak kenaikan muka air laut. Salah satu indikasi dari meningkatnya muka air laut adalah garis pantai yang semakin naik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar kenaikan muka air laut berdasarkan analisis data pasang surut tahun 2011-2016 dan memprediksi perubahan garis pantai akibat kenaikan muka air laut berupa panjang garis pantai dan luas area tergenang pada tahun 2016, 2021 dan 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif bersifat studi kasus. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membangun model spasial sesuai dengan kondisi sebenarnya. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk memonitor perubahan garis pantai di wilayah pesisir. Data yang digunakan adalah data pasang surut, data titik tinggi tahun 2006, peta rupabumi indonesia tahun 2011, citra satelit landsat 8 tahun 2016. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa laju kenaikan muka air laut yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak 8,294 cm/tahun. Perubahan garis pantai yang terjadi akibat kenaikan muka air laut di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak berupa panjang garis pantai pada tahun 2016 yaitu 32,138 km, tahun 2021 yaitu 18,185 km, dan tahun 2026 yaitu 21,848 km. Luas area yang tergenang pada tahun 2016-2021 seluas 1970,064 ha dan pada tahun 2016-2026 luas area yang tergenang seluas 2951,127 ha. 
ANALISIS KARAKTERISTIK ARUS HARMONIKAKIBAT PASANG SURUT DI PERAIRAN TELUK AWUR KABUPATEN JEPARA Bonauli, Melissa; Helmi, Muhammad; S. Pranowo, Widodo
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.533 KB)

Abstract

Teluk Awur di Kabupaten Jepara merupakan salah satu dari banyak teluk yang ada di Kabupaten Jepara. Kawasan ini menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar. Adanya perubahan fisis-oseanografi yang terjadi di daerah ini berdampak terhadap perubahan karakterisitik pantai, seperti arus dan pasang surut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik arus harmonik dan informasi dalam menunjang perencaan pengembangan pantai. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode deskriptif dan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 2 Maret 2015 – 5 Maret 2015. Data yang diolah berupa data arus dan data pasang surut. Arus laut diamati berdasarkan metode Eulerian menggunakan ADCP. Metode ini merupakan metode pengukuran arus stasioner menggunakan ADCP statis di satu titik. Sedangkan pengukuran pasut menggunakan data pasang surut BMKG. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah karakteristik arus harmonik dan pasang surut harmonik. Berdasarkan komponen di tiga kedalaman terukur serta kedalaman rata-rata didapatkan nilai formzahl yang  untuk mengelompokkan tipe pasang surut masing-masing. Di kedalaman 4,8 meter yaitu Cell 1 memiliki tipe pasang surut pasang surut campuran dominasi tunggal (mixed tide prevailing diurnal). Dikedalaman 2,4 meter yaitu Cell 2 dan di kedalaman 1,2 yaitu Cell 3 memiliki tipe pasang surut harian tunggal (Diurnal tide). Di kedalaman rata-rata memiliki tipe pasang surut campuran dominasi tunggal (mixed tide prevailing diurnal). Arah arus harmonik akibat pasang surut di Teluk Awur berdasarkan pola ellips di kedalaman rata-rata secara umum menunjukkan arah pergerakan arus Timur Laut-Barat Daya. Sedangkan secara lebih detail deskripsi per kedalaman : di kedalaman 1,2 meter (Cell 1) arus harmonik bergerak Timur laut-Barat Daya; di kedalaman 2,4 meter (Cell 2) arah arus harmonik bergerak ke arah Timur Laut-Barat Daya; sedangkan di dasar perairan di kedalaman 4,8 meter (Cell 3) arus harmonik mengalami perubahan arah yakni Utara-Selatan.
PENGARUH KENAIKAN MUKA AIR LAUT TERHADAP AREA GENANGAN PADA PENGGUNAAN LAHAN DI PESISIR KOTA TEGAL JAWA TENGAH Cahya, Ardhian Indra; Helmi, Muhammad; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.497 KB)

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu kota di provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan pantai Utara Jawa.Kota Tegal termasuk kedalam derah daratan rendah dengan toporafinya yang relatif datar. Banjir pasang menjadi salah satu masalah yang dihadapi pemerintah Kota Tegalsetiap tahunnya Banjir pasang merupakan banjir yang dibangkitkan oleh air laut pasang dan dipengaruhi oleh kenaikan muka air laut serta land subsidance.Penelitanin ini bertujuan untuk mengetahui nilai elevasi pasang surut dan mengetahui kenaikan muka air rerata tahunan serta mengetahui penggunaan lahan yang terdampak banjir pasang pada tahun 2017 dan tahun 2022 yang terjadi di Kota Tegal. Metode admiralty digunakan untuk nilai elevasi pasang surut Kota Tegal, serta mengetahui kenaikan muka air rerata tahunan berdasarkan data pasang surut Stasiun Pengamatan Kota Cirebon Badan Informasi Geospasial tahun 2014 – tahun 2017. Dilakukan juga pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dengan metode Topo to Raster untuk menggambarkan kondisi wilayah Kota Tegal saat ini. Hasil dari pengolahan data pasang surut dengan metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,654 cm maka pasang surut perairan Kota Tegal adalah bertipe pasang campuran condong ke harian ganda dengan MSL = 76,49 cm, LLWL = 19,2 cm, dan HHWL = 133,77 cm dengan kenaikan muka air laut rerata tahunan sebesar 5,97 cm. Luas genangan yang terjadi pada bulan Februari tahun 2017 sebesar 497,63 ha meliputi Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Tegalsari di Kecamatan Tegal Barat dan Kelurahan Mintaragen di Kecamatan Tegal Timur. Predikdi pada tahun 2022 luas area genangan bertambah menjadi 884,90 ha.
PREDIKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI TAHUN 2012-2022 DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIK NEMOS (NEARSHORE EVOLUTION MODELING SYSTEM) DI PANTAI SIGANDU KABUPATEN BATANG PROVINSI JAWA TENGAH Sadono, Anang Joko; Satriadi, Alfi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.54 KB)

Abstract

Abstrak Garis pantai merupakan garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya dapat berubah sesuai erosi dan akresi yang terjadi. Faktor-faktor yang menyebabkan erosi dan akresi pantai adalah sedimen yang masuk serta yang meninggalkan suatu pantai, selain itu juga gelombang karena merupakan faktor penyebab erosi pantai secara alami dan juga angin karena merupakan penyebab timbulnya gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai selama sepuluh tahun ke depan (2012-2022). Penerapan sofware NEMOS pada daerah kajian akan menghasilkan volume transpor sedimen sepanjang pantai, luas abrasi dan akresi pantai serta pola perubahan garis pantai. Verifikasi hasil model menghasilkan error 36,83701 %. Hasil simulasi menunjukkan volume transpor sedimen kotor, Qg =  10859989 m3 dan volume transpor sedimen bersih, Qn = -10424692 m3. Hasil simulasi model selama sepuluh tahun (2012-2022) menunjukkan bahwa pantai Sigandu akan mengalami erosi sebesar -106548.2 m2, dan mengalami akresi sebesar 105241.3 m2.
KAJIAN KONDISI DAN SEBARAN KUALITAS AIR DI PERAIRAN SELATAN KABUPATEN SAMPANG, PROVINSI JAWA TIMUR Pratama, Dhika Rino; Yusuf, Muh; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.579 KB)

Abstract

Perairan selatan Kabupaten Sampang memiliki aktivitas jalur transportasi dan tempat berlabuh kapal – kapal yang limbahnya terbuang ke laut. Beberapa aktivitas perairan laut yang berpotensi terhadap penurunan kualitas air laut seperti kegiatan pelelangan ikan, kegiatan nelayan, kegiatan Kapal Mesin, kegiatan lalu lintas laut dan kegiatan limbah rumah tangga.Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konsentrasi parameter kualitas air yang meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut dan logam berat Pb di Perairan Selatan Kabupaten Sampang.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yang diterapkan pada 15 titik stasiun, dan diharapkan dapat menggambarkan kondisi perairan selatan Kabupaten Sampang. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 14-16 Agustus 2015. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, logam berat Pb dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi peta bathimetri wilayah selatan Kabupaten Sampang dan peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Sampang. Data Kualitas yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program arc GIS 10 dan dilakukan pemodelan menggunakan program SMS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial dan pemodelan arus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk parameter suhu mempunyai nilai sebaran berkisar antara 27,7-28,3 ⁰C. Parameter konsentrasi salinitas memiliki nilai sebaran berkisar antara 33,7-34 ppm. Parameter pH memiliki nilai sebaran berkisar antara 8,15-8,28. Parameter oksigen terlarut memiliki nilai sebaran antara 6,3-6,6 mg/l. Parameter logam berat memiliki nilai sebaran antara 0,53-0,73 mg/l. Sebaran kualitas air yang di pengaruhi arah arus yang dominan ke arah barat yang menyebabkan nilai konsentrasi suhu dan logam berat di perairan bagian barat lebih tinggi daripada perairan bagian timur, sedangkan nilai konsentrasi salinitas, oksigen terlarut dan pH di perairan bagian barat lebih rendah.
PEMETAAN KEDALAMAN PERAIRAN SEBAGAI DASAR EVALUASI ALUR PELAYARAN PLTU SUMURADEM KABUPATEN INDRAMAYU Anugrah, Hamdi; Hariadi, Hariadi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.529 KB)

Abstract

PLTU Sumuradem, Indramayu baru mulai beroperasi pada tahun 2011. PLTU Sumuradem, Indramayu memiliki satu pelabuhan khusus guna menerima pasokan batu bara. Informasi mengenai batimetri sangat dibutuhkan guna menunjang alur pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman peraiaran sekitar PLTU Indramayu dan kolam pelabuhannya yang hasil akhirnya berupa peta batimetri yang digunakan sebagai acuan alur pelayaran bagi kapal batu bara. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai  pedoman maintance kolam pelabuhan agar kedalaman yang dibutuhkan kapal layak dan aman. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 sampai dengan 27 Juni 2014 di Perairan sekitar PLTU Sumuradem, Indramayu dan di dalam kolam pelabuhan khususnya. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam GPSMap 585 Garmin dan data pasang surut perairan Indramayu.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan data diolah menggunakan software Excel, Surfer 12 dan ArcGIS 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan sekitar PLTU Indramayu bertipe pasang surut campuran condong harian ganda dan termasuk dalam kategori perairan dangkal dengan kedalaman sebesar 5,5 - 8 m berada didalam lingkungan pelabuhan khusus PLTU Indramayu, kedalaman 5,5 - 6,5 m di depan mulut pelabuhan khusus PLTU Indramayu, nilai kedalaman 7 - 8,5 m di daerah penundaan kapal batu bara dan nilai kedalaman 0 – 8,5 m disekeliling pelabuhan khusus PLTU. Pelabuhan khusus PLTU Indramayu memiliki alur pelayaran satu alur (masuk dan keluar pelabuhan khusus) yang diperuntukan untuk jenis kapal tongkang dan tug boat. Bentuk dari alur pelayaran lurus mengarah ke utara dengan lebar pintu masuk pelabuhan khusus 230 m dengan alur pelayaran yang aman selebar 120 m pada kedalaman 5 m yang menyisakan masing-masing 55 m disetiap sisi kiri dan kanannya dan pada kedalaman 7 - 8,5 terdapat area penundaan kapal. Draft yang dibutuhkan oleh tongkang boat adalah 5,49 m dan 3,55 m untuk tug boat, hal ini sesuai dengan kedalaman kolam pelabuhan khusus PLTU Indramayu yang memiliki nilai kedalaman 5,5 - 8 m.
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Indarjo Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Ali Rahman Hakim Amaliana Yuniarti Amin, Moh Hasan Shodiqil Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto Asyari, Mufidah Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azhari Akmal Tarigan Azra, Mhd Rayhan Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Berlianto, Anggit Novian Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Edy Haryanto Eka Kusumastuti, Anie Eko Nugroho Fahendi Roher Fauzi Hanif Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Ferry Hermawan Fikri, Hidayatulla Firdausiyah, Jannatul Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Habibah, Wulidatul Hamdi Anugrah, Hamdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Harahap, Fasthabiqul Ambiya Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Hayati, Sri Ayatina Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jafron Wasiq Hidayat Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jannah, Nurul Jarkawi Jarkawi, Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Kartika Hariyanto, Hani Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Muttaqien, Moh Hasan Firghol Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Kurniati Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin, Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandi Saputri, Elsi Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Suharyanto, Oasiska Nuhannaning Sulaiman Sulaiman Tadzkirah, Laila Tagore, Rafa Fahrezi Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarti, Atik Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zaini, Fina Magfirah Zakiyullah, Azkalakum Zulyani, Zulyani