Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Gelombang Tinggi Pada Musim Barat Terhadap Penggunaan Lahan Pesisir di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah Hanan, Akhmad; DS, Agus Anugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.768 KB)

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Rembang adalah daerah yang terletak di pantai utara Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa dimana sangat rawan pengaruh gelombang tinggi yang biasa terjadi pada musim barat yang berdampak terhadap penggunaan lahanpesisir. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dampak gelombang tinggi pada musim barat tersebut terhadap penggunaan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data Satelit Altimetri Saral AltiKa dan Cryosat tahun 2009 – 2014 yang menghasilkan komponen gelombang. Untuk analisis data penggunaan lahan menggunakan analisis data satelit Landsat 8.  Berdasarkan hasil wilayah pesisir Kabupaten Rembang yang terkena dampak gelombang tinggi pada musim barat dengan tinggi gelombang mencapai 2,24 meter adalah wilayah pesisir Kecamatan Kaliori dan Kecamatan Sluke. Penggunaan lahan yang terkena dampak gelombang tinggi di wilayah tersebut adalah tambak 149,7  Ha, lahan pertanian 34,59 Ha, permukiman 74,6 Ha dan mangrove  2,1 Ha. Wilayah yang terkena dampak gelombang pada musim barat kategori sedang adalah di wilayah Kecamatan Rembang dan sebagian wilayah Kecamatan Lasem luas penggunaan lahan sebesar 271,6 Ha. Sedangkan di wilayah Kecamatan Kragan dan Kecamatan Sarang dampak gelombang tinggi terhadap penggunaan lahan negatif. 
ARUS GEOSTROPIK PERMUKAAN MUSIMAN BERDASARKAN DATA SATELIT ALTIMETRI TAHUN 2012-2013 DI SAMUDERA HINDIA BAGIAN TIMUR R, Rendhy Dimas; Setiyono, Heryoso; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.798 KB)

Abstract

Arus geostropik merupakan fenomena fisik kelautan yang mencakup wilayah yang luas, maka dalam melakukan perekaman data dengan alat konvensional sulit dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Informasi mengenai arus ini sangat penting dalam berbagai keperluan, seperti, mendeteksi dan memahami fenomena arus eddy, upwelling, dan downwelling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus geostropik permukaan rerata musiman dalam satu tahun berdasarkan data anomali tinggi muka laut menggunakan data satelit altimetri di Samudera Hindia Bagian Timur. Penelitian ini menggunakan data satelit, yaitu anomali tinggi muka laut (Jason-1, Jason-2, Cryosat-2 dan AltiKa) serta angin permukaan (ECMWF) dan data spasial berupa vektor garis pantai Data anomali tinggi muka laut dan angin diolah menggunakan program ArcMap 10.0. Data anomali tinggi muka laut menghasilkan sebaran spasial anomali tinggi muka laut dan arus geostropik permukaan. Data angin menghasilkan sebaran angin permukaan. Data spasial vektor garis pantai menunjukkan batas daratan dengan laut. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan kecepatan dan pergerakan arus geostropik setiap musimnya. Kecepatan arus geostropik permukaan paling tinggi terjadi pada Musim Barat dengan kecepatan berkisar antara 0,013 - 1,078 m/s dengan pergerakan arus menuju timur dan paling rendah terjadi pada Peralihan Musim Barat ke Musim Timur dengan kecepatan berkisar antara 0,010 – 0,929 m/s dengan arah yang tidak menentu. Selain itu, arus geostropik permukaan juga membentuk pusaran (arus eddy) dan menimbulkan terjadinya fenomena downwelling dan upwelling. 
STUDI VARIABILITAS SPASIAL DAN TEMPORAL TEMPERATUR PERMUKAAN LAUT BERDASARKAN ANALISIS CITRA TERMAL SATELIT LANDSAT-8 DI PERAIRAN PLTU SUMURADEM INDRAMAYU JAWA BARAT Wijaya, Yusuf Jati; Yusuf, Muh.; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.574 KB)

Abstract

Pembangunan PLTU di wilayah pesisir akan mengakibatkan peningkatan temperatur permukaan laut cukup signifikan. Peningkatan temperatur permukaan laut tersebut disebabkan oleh air pendingin yang dibuang ke badan air melalui kanal pembuangan, buangan itu disebut air bahang. Terpilihnya perairan komplek PLTU Sumuradem sebagai daerah kajian, karena PLTU Sumuradem merupakan pembangkit listrik yang baru beroperasi selama 3 tahun. Tujuan penelitian ini adalah memetakan temperatur permukaan laut akibat air bahang secara horizontal di perairan PLTU Sumuradem, Indramayu. Penelitian temperatur permukaan laut menggunakan citra satelit Landsat-8 kanal 11 yang mempunyai kanal inframerah termal, berfungsi dalam mengukur dan memetakan panas. Pengolahan saluran termal Landsat-8 melalui analisa kuantitatif yang meliputi konversi nilai digital menjadi nilai radian dan konversi nilai radian menjadi temperatur. Kenaikan temperatur permukaan laut perairan kompleks Sumuradem Indramayu akibat air bahang dari yang terendah 31°C hingga temperatur tertinggi 36°C yang berada di mulut kanal outlet PLTU.
KAJIAN POTENSI ENERGI PASANG SURUT DI PERAIRAN KABUPATEN CILACAP PROPINSI JAWA TENGAH Maulani, Edwin; Handoyo, Gentur; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.557 KB)

Abstract

Abstrak Pasang surut merupakan parameter yang penting dalam memperoleh besaran energi pasang surut yang berdasarkan nilai muka air pasang tertinggi dan surut terendah. Perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah merupakan perairan yang terletak di Samudera Hindia yang diduga terdapat potensi energi pasang surut yang tinggi. Pasang surut ini disebabkan karena adanya pengaruh gaya tarik bulan dan matahari. Selain itu faktor lokal yang mempengaruhi adalah bentuk morfologi pantai yang berbentuk alamiah dan diperairan pantai seperti teluk dan selat sempit serta kedalaman perairan. Tipe pasang surut dan nilai muka air pasang tertinggi dan muka air surut terendah di peroleh menggunakan Metode Admiralty, hasil yang didapat tipe pasang surut di perairan Kabupaten Cilacap Campuran Condong ke Harian Ganda dengan nilai formzahl 0,3. Sedangkan nilai muka air pasang tertinggi sebesar 2,3 m dan surut terendah sebesar 0,05 m. Hasil simulasi untuk luasan kolam tunggal 1,1 km2 diperoleh energi pasang surut sebesar 61.161 kWh selama kurun waktu satu tahun di Perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Maka dapat disimpulkan, bahwa pemanfaatan energi yang diketahui dapat dijadikan acuan dalam pembangunan perencanaan kedepannya untuk memperoleh energi pasang surut yang maksimal sebagai sumber energi alternatif.
Studi Variabilitas Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Citra Satelit Aqua MODIS Tahun 2007-2011 di Perairan Selat Bali Yuniarti, Amaliana; Maslukah, Lilik; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.591 KB)

Abstract

AbstrakSuhu permukaan laut dapat memberikan informasi mengenai front, upwelling, arus, cuaca atau iklim dan daerah tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabilitas suhu permukaan laut secara spasial dan temporal serta pola penyebarannya selama lima tahun (2007-2011) berdasarkan data citra satelit Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level.3 bulanan. Pengambilan data insitu dilakukan pada 10 Agustus 2012 dengan 10 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan laut mengalami variasi dan fluktuasi berdasarkan pola musim, yaitu musim barat sebesar 29,85°C, musim peralihan I sebesar 29,79°C, musim timur sebesar 26,72°C dan musim peralihan II sebesar 27,86°C. Terlihat fluktuasi antar tahunan dimana suhu permukaan laut pada tahun 2010 memiliki nilai yang paling tinggi dan pada tahun 2008 memiliki nilai yang paling rendah. Tingginya suhu permukaan laut di tahun 2010 diduga terkait  dengan fenomena IODM (Indian ocean dipole mode) di Samudera Hindia dengan nilai DMI (Dipole Mode Index) yang ekstrim negatif dengan nilai DMI sebesar -1.021 dan -1.059 sementara di tahun 2008 memiliki nilai DMI yang ekstrim positif sebesar 0,568 dan 0,860.
Sebaran Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Berdasarkan Analisa Citra Satelit Landsat-8 di Perairan PLTU Labuhan Angin Sibolga, Sumatera Utara Sitinjak, Dedy Febrianto; Suryo P., Agus Anugroho Dwi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.416 KB)

Abstract

PLTU Labuhan Angin Sibolga memiliki air bahang yang langsung berhubungan dengan laut. Air bahang adalah air laut yang telah digunakan dalam proses pendinginan mesin PLTU yang dibuang kembali ke laut, sehingga suhu permukaan laut mengalami peningkatan suhu dari suhu rata-rata laut.             Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU Labuhan Angin Sibolga dengan menggunakan data Citra Satelit Landsat-8. Sebaran suhu permukaan laut diproses melalui pendekatan metode penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). hasil analisa terlihat adanya perubahan dan sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU. Penelitian ini dilakukan verifikasi data lapangan di beberapa titik sampling dengan penentuan titik secara acak sebanyak 15 titik yang digunakan untuk verifikasi data.             Hasil dari penelitian didapatkan adanya suhu permukaan laut yang mengalami perubahan suhu sebesar 4,8oC dari suhu rata-rata laut dan arah sebaran dominan ke arah Selatan perairan sejauh 690 meter dengan kecepatan arus permukaan rata-rata 0,032 m/s. Suhu tertinggi perairan akibat air bahang sebesar 35,4oC dan suhu terendah 31,4oC, verifikasi data lapangan mendapatkan Mean Relative Error 3,48%.
KAJIAN SPASIAL SUHU PERMUKAAN LAUT AKIBAT AIR BAHANG PLTU PAITON MENGGUNAKAN SALURAN TERMAL SATELIT LANDSAT 7/ETM+ DI PANTAI BHINOR KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR Ismayati, Qorihah; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.881 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk memetakan secara horisontal suhu permukaan laut di perairan PLTU Paiton Probolinggo dan mengkaji sebaran spasial termal perairan akibat air bahang PLTU Paiton Probolinggo. Pengolahan data citra dilakukan menggunakan perangkat lunak ER Mapper 7.0 dan ArcGIS 9.3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra Satelit Landsat 7ETM+ tahun 2009 hingga tahun 2012, data arus permukaan dan angin yang diperoleh dari BMKG Maritim Perak Surabaya dan data hasil pengukuran lapangan bulan Februari 2012. Kenaikan suhu permukaan perairan kompleks PLTU Paiton Probolinggo akibat air bahang berkisar  dari  yang  terendah  28 °C  hingga suhu  tertinggi 36 °C yang berada pada mulut saluran buangan PLTU. Luasan area perairan yang mengalami kenaikan suhu permukaan akibat air bahang bervariasi mulai dari 2,07  hingga mencapai 35,65 . Arah pergerakan air bahang dipengaruhi oleh arus yang dibangkitkan oleh sistem angin monsun.
KAJIAN GENANGAN BANJIR PASANG DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA, KOTA PEKALONGAN Febriani, Diana Nur; Helmi, Muhammad; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.509 KB)

Abstract

Kecamatan Pekalongan Utara merupakan salah satu Kecamatan di Kota Pekalongan yang memiliki karakteristik wilayah pesisir. Wilayah pesisir Kecamatan Pekalongan Utara memiliki nilai elevasi tanah yang rendah yaitu < 1 meter. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut tergenang banjir pasang. Banjir pasang yang terjadi di wilayah tersebut merupakan kejadian dengan intensitas yang sering dan mengakibatkan infrastruktur dan pemukiman mengalami kerusakan sehingga menyebabkan kerugian cukup besar. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya mitigasi untuk mengurangi besarnya kerusakan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai elevasi pasang surut serta mengetahui luas genangan banjir pasang, sehingga dapat bermanfaat untuk mitigasi mengenai banjir pasang di pesisir Pekalongan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Selain itu, dilakukan juga pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk membuat model genangan banjir pasang dalam bentuk peta menggunakan Software ArcGIS 10.3. Data yang digunakan untuk membuat model genangan banjir pasang adalah data pasang surut, data survei lokasi batasgenangan terjauh, titik tinggi dan DEM, serta Peta Penggunaan Lahan Kota Pekalongan tahun 2014. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa tipe pasang surut di perairan pesisir Pekalongan adalah pasang surut campuran condong harian tunggal dengan nilai LLWL sebesar 1,27 m; MSL 1,72m; HHWL 2,11 m.. Total luas penggunaan lahan yang terkena dampak genangan banjir pasang sebesar 1.019,45 ha Ha. Penggunaan lahan yang tergenang mencakup tambak 585,42 Ha; lahan terbuka 109,94 Ha; permukiman 217,93 Ha; sawah 38,32 Ha dan rawa 68,12 Ha.
ANALISIS PERUBAHAN LUAS MANGROVE BERDASARKAN CITRA SATELIT IKONOS TAHUN 2004 DAN 2010 DI KECAMATAN MLONGGO, TAHUNAN DAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Karyono, Afirman; Pribadi, Rudhi; Helmi, Muhammad
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.488 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3141

Abstract

Mangrove as one of coastal ecosystem has plenty of role on coastal stability, but the current condition even though of mangroves ecosystem is Java, including Jepara destructed by many reasons mostly human activities such as. Conversion of mangrove forests to ponds, settlements and illegal logging. Rehabilitation was conducted in some places. therefore, there is a need of review the changes. The purpose of this study to determine the mangrove area changes based on IKONOS satellite imagery of 2004 and 2010 in the District Mlonggo, Tahunan and Kedung, Jepara. Descriptive method is used to describe the state of research areas by comparing the field data and interpretation process. Satellite images have been digitized in overlay to know the changes at mangrove area. Ground check was conducted the field using the quadratic sampling plots of 10m x 10m to for tree, 5m x 5m for sapling and 1m x 1m for seedling. The results were increate that the between period of 2004 to 2010. However, the mangrove area increased 5,959 ha and reduced 5,294 ha and so there was in general 0.665 ha increased. The total area at mangrove in 2004 38,098 ha and in 2010 was variously 37,444. There were at least 20 species in the research area and Rhizophora sp was the most dominant species.
Kajian Kerentanan Tsunami Menggunakan Metode Sistem Informasi Geografi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Mardiyanto, Bangun; Rochaddi, Baskoro; Helmi, Muhammad
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.331 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2071

Abstract

Indonesian archipelago directly opposite to the subduction zone between the Indo-Australian plate with the Eurasian plate. Based on plate movements, earthquakes are common in the Indian Ocean. As a result, the southern part of Java Island is very prone to earthquakes. If earthquakes occur beneath the sea and vertical fracture occurs, it will cause a tsunami. The purpose of this research is to create a map of vulnerability to tsunamis in the region peisir Bantul, Yogyakarta using Geographic Information Systems technology (GIS) and identify any areas that are highly vulnerable The research was conducted in March 2012 until August 2012. The method of analysis in this research is qualitative and quantitative. The methodology used in this study include data gathering both primary and secondary data include satellite imagery, DEM, scale 1:25,000 Topographic maps, demographic data, seismic positioning data, bathymetry data, and earthquake data fault. Processing parameters data that represent each variable vulnerability, ie environmental vulnerability, physical, social and economic was weight and then given a vulnerability score of each variable, vulnerability areas data processing to tsunami to get the vulnerability of the region to the tsunami map and field surveys. Villages in coastal areas that have a high level of tsunami vulnerability is Poncosari Village, Gadingsari Village, Gadingharjo Village, Srigading Village, Tirtoharo Village, Donotirto Village and Parangtritis village. Land use in Bantul related to human activities that weredamage threatened by the tsunami are residential, gardens, fields, ponds, moor and forest.
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Indarjo Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Ali Rahman Hakim Amaliana Yuniarti Amin, Moh Hasan Shodiqil Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto Asyari, Mufidah Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azhari Akmal Tarigan Azra, Mhd Rayhan Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Berlianto, Anggit Novian Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Edy Haryanto Eka Kusumastuti, Anie Eko Nugroho Fahendi Roher Fauzi Hanif Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Ferry Hermawan Fikri, Hidayatulla Firdausiyah, Jannatul Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Habibah, Wulidatul Hamdi Anugrah, Hamdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Harahap, Fasthabiqul Ambiya Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Hayati, Sri Ayatina Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jafron Wasiq Hidayat Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jannah, Nurul Jarkawi Jarkawi, Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Kartika Hariyanto, Hani Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Muttaqien, Moh Hasan Firghol Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Kurniati Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin, Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandi Saputri, Elsi Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Suharyanto, Oasiska Nuhannaning Sulaiman Sulaiman Tadzkirah, Laila Tagore, Rafa Fahrezi Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarti, Atik Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zaini, Fina Magfirah Zakiyullah, Azkalakum Zulyani, Zulyani