Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Perairan Dangkal Pulau Genting, Kepulauan Karimunjawa Choiriah, Nabila Fitri; Ismunarti, Dwi Haryo; Helmi, Muhammad
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.41652

Abstract

Pulau Genting adalah salah satu pulau berpenghuni yang terletak di Kepulauan Karimunjawa bagian timur. Kegiatan pelayaran merupakan kegiatan utama bagi para penduduk Pulau Genting, baik untuk transportasi, jasa angkut, atau sebagai mata pencaharian masyarakat Pulau Genting. Pemetaan kedalaman perairan, terutama pada perairan dangkal perlu dilakukan untuk mendukung urgensi kegiatan pelayaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan perairan dangkal Pulau Genting untuk mendukung alur kegiatan pelayaran. Data yang digunakan adalah data pemeruman lapangan tanggal 26-28 Juni 2022, dan data pasang surut dengan periode 12 Juni–10 Juli 2022. Metode pengambilan data kedalaman lapangan dilakukan dengan alat fishfinder. Sedangkan pengolahan data pasang surut dilakukan dengan metode Admiralty, dan pengolahan data kedalaman lapangan menggunakan koreksi reduksi pasang surut (rt). Nilai kedalaman perairan dangkal Pulau Genting berkisar antara 0 hingga -20 meter, dengan nilai Z0=0,54 meter, HHWL=2,27 meter, MSL=1,77 meter dan LLWL 1,23 meter. Perairan dangkal Pulau Genting sebelah barat memiliki topografi yang lebih landai dibandingkan dengan perairan di sebelah timur. Topografi pantai sebelah timur Pulau Genting, yang cenderung lebih dalam, memungkinkan kapal perikanan kecil dapat bersandar tanpa khawatir kemungkinan kandas. In the eastern Karimunjawa Islands, Genting Island was one of the populated islands. The primary activity for Genting Island residents was shipping, whether it is for personal transit, moving goods, or as a means of support. To support the urgency of these maritime activities, water depth mapping was required, particularly in shallow waters. In order to facilitate maritime activity, this project examine and map Genting Island's shallow water. The data used includes tidal data for the period June 12-July 10, 2022, and field survey data for the period June 26–28, 2022. A fishfinder instrument was used to conduct the method of acquiring field depth data. While implementing the Admiralty method for tidal data processing and tidal reduction correction for field depth data processing. Genting Island's shallow water are between 0 and -20 meters deep, with Z0=0,54 meter, HHWL=2,27 meter, MSL=1,77 meter dan LLWL 1,23 meter respectively. The topography of Genting Island's shallow water to the west was softer than those to the east. Small fishing boats can dock on Genting Island's east coast without being concerned about the potential of running aground due to the terrain, which was often steep.
Integrasi Pendekatan Geospasial Dan Model Hidrodinamika 2D Untuk Kesesuaian Budidaya Ikan Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung Di Perairan Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Provinsi Jawa Tengah Ariputro, Aryobimo Bharadian; Ismunarti, Dwi Haryo; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.14100

Abstract

Akuakultur merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan produksi perikanan sekaligus kelangkaan ikan pada suatu perairan. Efektifitas akuakultur ditentukan dari banyak faktor, Lokasi yang sesuai merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi kegiatan akuakultur. Perairan Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa merupakan suatu wilayah di Indonesia yang memiliki kelimpahan kekayaan maritim dan memiliki potensi yang besar untuk pengembangan budidaya berbasis Keramba Jaring Apung (KJA) khususnya ikan kerapu. Kurangnya informasi mengenai lokasi yang efektif untuk budidaya merupakan permasalahan utama dalam usaha budidaya. Penentuan lokasi budidaya perairan sangat dipengaruhi oleh parameter oseanografi di perairan setempat diantaranya arus, suhu, gelombang, oksigen terlarut, ph, salinitas, substrat dasar dan kedalaman. Oleh karena itu diperlukan kajian dan analisis mengenai lokasi yang efektif serta cocok untuk pengembangan budidaya ikan kerapu berbasis keramba jaring apung di perairan Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa. Survey lapangan dilakukan terhadap 40 titik stasiun yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Selain itu dilakukan pemodelan hidrodinamika 2D terhadap kecepatan arus dan tinggi gelombang signifikan untuk digabungkan dengan hasil survey lapangan sehingga diperoleh kondisi oseanografi perairan. Kemudian dilakukan Analisis data dengan melakukan modifikasi pada kriteria kesesuaian yang kemudian diintegrasikan dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis menggunakan program ArcGIS 10.3. Berdasarkan integrasi kesesuaian perairan, luas area perairan yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya ikan kerapu berbasis sistem keramba jaring apung adalah 60.91 ha. Kata kunci: Kesesuaian Perairan, Ikan Kerapu, Sistem Informasi Geografis, Menjangan Besar Abstract Aquaculture is a solution to overcome the problem of fishery production as well as the scarcity of fish in a waters. The effectiveness of aquaculture is determined by many factors, the appropriate location is one of the most influencing factors for aquaculture activities. Menjangan Besar waters in the Karimunjawa archipelago is an area in Indonesia that has an abundance of maritime wealth and has great potential for the development of aquaculture based on floating net cages (FNC), especially grouper. Lack of information on effective locations for cultivation is a major problem in aquaculture. Determination of aquaculture locations is strongly influenced by oceanographic parameters in local waters including currents, temperature, waves, dissolved oxygen, pH, salinity, bottom substrate and depth. Therefore, it is necessary to study and analyze an effective and suitable location for the development of grouper aquaculture based on floating net cages in the waters of Menjangan Besar, Karimunjawa archipelago. The field survey was conducted on 40 station points obtained by purposive sampling method. In addition, 2D hydrodynamic modeling was carried out on current velocity and significant wave height to be combined with the results of field surveys so that oceanographic conditions of the waters were obtained. Then the data analysis was carried out by modifying the suitability criteria which was then integrated with the Geographic Information System approach using the ArcGIS 10.3 program. Based on the integration of the suitability of the waters, the area of the waters that is very suitable for the development of grouper aquaculture based on the floating net cage system is 60.91 ha. Keywords : Water Suitability, Grouper, Geographic Information System, Menjangan Besar
Tinjauan Metode Ushul Fikih dalam Dinamika Hukum Islam pada Masa Pandemi Covid-19 Husni, Muhammad; Umami, Novita; Agung Prasongko, Wahyu; Utami, Hana Putri; Hayati, Laila; Muhammad Rifaí; Ulyana, Dyah Nurul; Ningsih, Rahayu; Helmi, Muhammad
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v5i01.589

Abstract

Wabah virus Covid-19 saat ini masih melanda hampir di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Akibat pandemi ini, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan sesuatu yang sebelumnya tidak diperbolehkan menjadi boleh atau sebaliknya. Masyarakat awam banyak yang menganggap sebagai penyimpangan dari apa yang mereka ketahui sebelumnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana metode aturan dan hukum fikih dapat berubah pada saat terjadinya pandemi dan menjawab pertanyaan masyarakat yang masih bingung dengan perubahan dan aturan fikih saat pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan , yaitu penelitian yang mengumpulkan data-data dari berbagai sumber bacaan seperti buku-buku, artikel ilmiah, dan sumber bacaan lain yang relevan. Hasil penelitian menujukkan bahwa perubahan aturan dan hukum fikih saat pandemi karena dalam hukum Islam ada kaidah fikih yaitu mendahulukan menolak kemudharataan lebih diutamakan dibandingkan mengambil kemaslahatan, karena virus Covid-19 berbahaya dan menimbulkan mudharat bagi manusia, maka permasalahan yang ada seperti vaksin mengandung babi, sholat jarak, sholat dengan memakai hand sanitizer, ditiadakannya sholat jum'at, sholat fardhu bagi tenaga medis memakai APD boleh dijamak, dan akad nikah secara bold sudah sesuai dengan kaidah fikih dan hukumnya boleh serta telah sesuai dengan maqashid jaga syariah yaitu menjaga jiwa dengan berusaha mencegah kemudharataan virus Covid-19.
PERENCANAAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI TANJUNG DEWA DI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Rianawati, Fonny; Asyari, Mufidah; Helmi, Muhammad; Akbari, M. Denny; Ayudila A. P., Prasasty; Muhana, Muriyani
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i2.19772

Abstract

Penelitian perencanaan sosial pengelolaan pantai Tanjung Dewa merupakan penelitian lanjutan dari penelitian potensi dan strategi pengembangan pantai Tanjung Dewa berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pantai Tanjung Dewa. pengelolaan dan pengembangan pantai Tanjung Dewa menjadi kawasan Ekowisata yang datanya dapat dijadikan acuan dalam perencanaan sosial terkait pengelolaan berkelanjutan pantai Tanjung Dewa. Pengumpulan data dilakukan di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD). Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap masyarakat awam dan tokoh kunci (kepala desa) yang tinggal di wilayah penelitian. Hampir seluruh responden menunjukkan sikap yang baik terhadap pengembangan pantai Tanjung Dewa menjadi kawasan ekowisata. Namun tingginya sikap responden tidak dibarengi dengan perilakunya terhadap pengembangan tempat wisata tersebut, didukung oleh rendahnya pengetahuan mereka terhadap ekowisata. Perlu dilakukan sosialisasi/sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat setempat mengenai kegiatan pengembangan dan pengelolaan ekowisata di Pantai Tanjung Dewa sehingga akan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi mereka.
Analisis Pengaruh Kesiapan Pemilik Kapal Dalam Pelaksanaan Retrofitting Sistem Ballast Kapal Tanker Menggunakan Pendekatan Dinamika Sistem Hardiyanto, Hardiyanto; Zulyani, Zulyani; Jamal, Jamal; Helmi, Muhammad
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3658

Abstract

IMO mewajibkan semua kapal existing yang beroperasi pada rute internasional untuk memasang Ballast Water Treatment System (BWTS). Pemasangan BWTS dilakukan dengan melakukan retrofitting kapal exiting yang dijadwalkan bersamaan dengan pembaruan survei International Oil Pollution Prevention (IOPP) dan paling lambat sebelum 8 September 2024. Retrofitting sistem Ballast Water Treatment System (BWTS) pada kapal existing. Retrofitting BWTS merupakan langkah yang memerlukan persiapan cermat oleh pemilik kapal, termasuk persiapan dokumen dan pelaksanaan survei atau 3D scaning. Hasil pengembangan model menggunakan pendekatan dinamika sistem menunjukkan bahwa ketidaktersediaan dokumen yang diperlukan dapat menyebabkan peningkatan biaya sebesar 1,7% dan penambahan durasi sebesar 1,4% dalam proses retrofitting kapal tanker. Hasil simulasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi mitigasi untuk menghindari kegagalan pemenuhan standar BWTS, mengurangi downtime, dan mengoptimalkan pengeluaran biaya.
PERBANDINGAN NILAI TAMBAH PEMELIHARAAN LEBAH MADU KELULUT (Trigona itama) DAN LEBAH MADU LOKAL (Apis cerana) DI DESA SUMBER MAKMUR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Sulaiman, Sulaiman; Basir, Basir; Helmi, Muhammad
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i4.21453

Abstract

Honey is one of the leading non-timber forest products (HHBK) in Tanah Laut Regency which was stipulated through the Decree of the Tanah Laut Regent Number 188.45/463-KUM/2013 dated 10 September 2013 concerning Designation as a development area for superior Non-Timber Forest Products (HHBK) in the form of honey. The economic strength resulting from the honey bee cultivation business can be reflected in the value added (value added) of its management. Product added value, output value, production productivity, and also the amount of remuneration to the owner, as well as the factors of production, can be identified by carrying out an added value analysis. The amount of added value can be a reference for whether or not there is added value from the treatment that has been given to the product. The purpose of this research is to analyze the added value of kelulut honey cultivation. Analyzing the amount of added value from local honey cultivation. Comparing the added value of cultivating kelulut honey and local honey bees (A. carena). The object of this research is farmers who cultivate kelulut honey bees and local honey bees with a system of maintenance, production and value added management. The cultivation of kelulut honey bees produces a total output of Rp. 150.000.000 per year. The total added value generated is Rp. 41.217.500, consisting of Rp. 7.540.000, the profit is Rp. 39.859.900, and depreciation of Rp. 3,707,500. Local honey bee cultivation of A. carena produces a total output of Rp. 27.000.000 per year. The total added value generated is Rp. 13.08.000, consisting of Rp. 4.500.000, the profit is Rp. 11.730.000, and depreciation of Rp. 1.220.000. The cultivation of kelulut honey bees generates an added value of Rp. 41.217.500 more than the added value of A. carena local honey bee cultivation with an added value of Rp. 13.008.000.
Analisis Variabilitas Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut pada saat Kejadian Siklon Tropis Lili di Laut Timor dan sekitarnya Sinaga, Boby Christian; Wirasatriya, Anindya; Helmi, Muhammad
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i3.65797

Abstract

 Siklon Tropis Lili terjadi mulai tanggal 27 April hingga 30 April 2017, merupakan siklon yang melintasi Laut Timor. Analisis siklon tropis Lili terhadap parameter klorofil-a dan suhu permukaan laut dilakukan dengan data penginderaan jauh dan reanalisis selama empat belas tahun digunakan untuk menganalisis variabilitas konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut (SST). Dataset yang digunakan termasuk Copernicus Glob-Colour untuk klorofil-a dan Optimally Interpolated Sea Surface Temperature (OISST) untuk SST. Data angin dari Cross-Calibrated Multi-Platform (CCMP) juga digunakan untuk menilai angin dan kecepatan pemompaan Ekman (EPV) sebagai parameter siklon tropis. Data dianalisis secara spasial dan temporal serta anomali dihitung untuk setiap parameter. Analisis korelasi dilakukan selama fase pembentukan, puncak, dan peluruhan Siklon Tropis Lili, dengan fokus pada Laut Timor dan wilayah dengan kecepatan angin maksimum. Hasil menunjukkan bahwa Siklon Tropis Lili mengurangi SST dan meningkatkan klorofil-a di Laut Timor. EPV negatif menyebabkan upwelling, mengurangi SST dan meningkatkan klorofil-a. Selain itu, angin kencang meningkatkan pelepasan panas laten dan penguapan, yang memengaruhi penurunan SST.   Tropical Cyclone Lili occurred from April 27 to April 30 2017, passing through the Timor Sea. Remote sensing and reanalysis data spanning fourteen years were used to analyze the variability of chlorophyll-a concentration and sea surface temperature (SST). The datasets included Copernicus Glob-Colour for chlorophyll-a and Optimally Interpolated Sea Surface Temperature (OISST) for SST. Wind data from the Cross-Calibrated Multi-Platform (CCMP) were also used to assess wind and Ekman pumping velocity (EPV) as parameters of tropical cyclones. The data were analyzed spatially and temporally, with anomalies calculated for each parameter. Correlation analysis was performed during the formation, peak, and decay phases of Tropical Cyclone Lili, focusing on the Timor Sea and the region with maximum wind speed. Results showed that Tropical Cyclone Lili reduced SST and increased chlorophyll-a in the Timor Sea. The negative EPV induced upwelling, reducing SST and increasing chlorophyll-a. Additionally, strong winds enhanced latent heat release and evaporation, further reducing SST.
KARAKTERISTIK PETANI DAN KONTRIBUSI EKONOMI HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KPH TANAH LAUT Prasetyo, Agung; Helmi, Muhammad; Rinakanti, Rinakanti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9805

Abstract

The social forestry program will undoubtedly have an impact on society, and each HKm in Indonesia provides varying contributions, just like in the KPH Tanah Laut. This research aims to identify the Characteristics of Forest Farmer Groups (KTH) in the Tanah Laut Forest Management Unit (KPH) and to analyze the contribution of Community Forests to forest farmers' income in the Tanah Laut KPH. The determination of respondent samples was intentionally done with the criteria being active members of KTH. The total number of respondents in this research was 56 respondents, calculated using the Slovin formula with a margin of error of 10%. The results of this research indicate that the Farmers' characteristics in KTH Kariya Jaya, KTH Harapan Baru, KTH Ingin Maju, and KTH Suka Maju consist of 85% male and 15% female. The average age of KTH members is above 51 years old. On average, they have an educational level of elementary school (SD) with 49.6%. The average number of dependents is 2 people. On average, KTH members manage land with an area of 0.5 hectares. The average occupation of KTH members is as private employees. The economic contribution of HKm in KTH Kariya Jaya accounts for 38%. The economic contribution of HKm in KTH Harapan Baru accounts for 55.2%. The economic contribution of HKm in KTH Ingin Maju accounts for 42.3%. The economic contribution of HKm in KTH Suka Maju is 46.9%.Program Perhutanan sosial sejatinya pasti akan memberikan dampak kepada masyarakat, setiap HKm di Indonesia memberikan kontribusi yang berbeda-beda sama halnya di KPH Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Karakteristik Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut, dan Menganalisis kontribusi Hutan Kemasyarakatan terhadap pendapatan petani hutan di KPH Tanah Laut. Penentuan sampel responden dilakukan secara sengaja dengan ketentuan sebagai anggota KTH yang aktif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 56 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan galad 10%. Hasil dari penelitian ini Karakteristik petani di KTH Kariya Jaya, KTH Harapan Baru, KTH Ingin Maju dan KTH Suka Maju memiliki Rasio Jenis Kelamin 85% laki-laki dan 15% berjenis kelamin perempuan. Umur rata-rata anggota KTH 51 tahun keatas. Rata-rata tingkat pendidikan SD 49,6%. Rata-rata memiliki tanggungan keluarga 2 orang. Rata-rata anggota KTH mengelola lahan seluas 0,5 ha. Pekerjaan anggota KTH rata-rata sebagai karyawan swasta. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Kariya jaya sebesar 38%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Harapan Baru sebesar 55,2%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Ingin Maju sebesar 42,3%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Suka Maju adalah sebesar 46,9%.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Di Desa Mandiangin Barat Melalui Pembuatan Pot Organik Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet; Nisa, Khairun; Rianawati, Fonny; Naparin, Muhammad; Helmi, Muhammad; Pitri, Rina Muhayah Noor; Puspita, Dian Endah; Yulicia , Zamrudhinda Minna
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.186

Abstract

Pot organik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan penggunaan polybag plastik. Bahan organik yang memiliki potensi besar yang dapat digunakan sebagai bahan pot organik yang dapat terurai yaitu limbah sabut kelapa dan jerami padi. Permasalahan mitra saat ini adalah Masyarakat Desa Mandiangin Barat yang berada di sekitar KHDTK ULM belum menangkap peluang usaha untuk membuat pot organik sehingga kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pot organik, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pot organik dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, bertempat di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengetahuan dan kemampuan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Faktor pendukung kegiatan PKM adalah keinginan mitra untuk maju dan mengembangkan usaha pot organik. Luaran kegiatan berupa publikasi pada Banjarmasin Tribunnews.com, video kegiatan pada YouTube, poster dan artikel ilmiah.
Rethinking Human Development: Contributions of Mahbub Ul Haq, Amartya Sen, and Umer Chapra to Conventional and Islamic Indices Jannah, Nurul; Tarigan, Azhari Akmal; Helmi, Muhammad; Harahap, Fasthabiqul Ambiya
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2022.13.2.13576

Abstract

This study examines the evolution of human development measurements by comparing the Human Development Index (HDI) and the Islamic Human Development Index (IHDI). The HDI, developed by Mahbub Ul Haq and Amartya Sen, assesses life expectancy, education, and income but has been criticized for overlooking ethical and spiritual dimensions. In response, Umer Chapra proposed the IHDI, which integrates *maqasid al-shari'ah* (objectives of Islamic law), emphasizing religion, intellect, life, lineage, and wealth. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes literature on the HDI and IHDI, assessing their conceptual frameworks and applications. Findings indicate that while the HDI provides a broad measure of well-being, the IHDI offers a more holistic approach by incorporating ethical and spiritual values, though its implementation remains underdeveloped. The study highlights the growing need for development indices that reflect both material and non-material aspects of well-being, as human progress extends beyond economic indicators. To achieve a comprehensive measure of development, future research should explore the practical application of the IHDI, ensuring it effectively captures the multidimensional nature of human flourishing.
Co-Authors Adhyaksa Saktika Drestanto Afirman Karyono Agung Prasongko, Wahyu Agus Hartoko Agus Indarjo Agus Kurniawan Ainur Rofiq Sofa Akbari, M. Denny Akhiroh, Puji Akhmad Hanan Alfi Satriadi Ali Rahman Hakim Amaliana Yuniarti Amin, Moh. Hasan Shodiqil Aminuyati Anam, M. Khairul Anang Joko Sadono Anindya Wirasatriya Ardilla, Yohana Nanita Nansy Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris Ismanto AS, Harun Asmar, Asri Fianti Asyari, Mufidah Asyisyifa, Asyisyifa Atik Winarti Aulia, Zahra Safira Ayudila A. P., Prasasty Azhari Akmal Tarigan Azra, Mhd Rayhan Badaruddin Badaruddin Basir, Basir Baskoro Rochaddi Benny Tyson Siagian Bobi Kurniawan, Bobi Budhi Santoso Budi Hartono Cahya, Ardhian Indra Cathaputra, Edo Choiriah, Nabila Fitri Dedi Supriadi Denny Nugroho Sugianto Desrina Desrina Dhaneswara, Donanta Dianpurnama Dianpurnama Dwi Haryo Ismunarti Dwi Puspa Arini Edwin Maulani Edy Haryanto Eka Kusumastuti, Anie Eko Nofridiansyah, Eko Eko Nugroho Fahendi Roher Fauzi Hanif Febriani, Diana Nur Febrianto, Nanang Fikri, Hidayatulla Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fonny Rianawati Gaol, Hadimas Lumban Gentur Handoyo Ghozali, Kanaya Gusti Muhammad Hatta H Hadiyanto Hadi, Wirawan Noor Hamdi Anugrah, Hamdi Hanum Muarifah Hanun, Alain Shofia Harahap, Fasthabiqul Ambiya Hardiyanto Hardiyanto Hardjana, Fahira Mutiara Hariadi Hariadi Hasan, Miftahul Hatmaja, Rahaden Bagas Hayati, Sri Ayatina Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Heryoso Setiyono Hidayat, Amat Hidayatullah, Muhammad Fatih Himavan Prathista Nugraha Hirawaty Kamarulzaman, Nitty Ivan Febriansyah Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jamal Jamal Jamhari Jamhari Jannah, Nurul Jarkawi Jarkawi Jayawarsa, A.A. Ketut Khairun Nisa Kunarso Kunarso Laila Hayati, Laila Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Linda Norhan, Linda Luh Putu Ratna Sundari M. Fachrurrozi M. Furqon Azis Ismail M. Taufan Qoriadi Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Mario Putra Suhana Masyithoh, Dewi Max Rudolf Muskananfola Meirantika, R. Meirantika, Ruping Melissa Bonauli, Melissa Muarifah, Hanum Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Husni Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Muhana, Muriyani Munasik Munasik Musdalipah, Febby Nadia Ramli, Nurul Naparin, Muhammad Nasir Shamsudin , Mad Nerinawati, Umi Noor Mirad Sari Nugroho Agus D Nurhasanah Nurhasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Hadi, Nurul Nurul Huda, Asri Nurwahyuni, Eka Octavianna, Pramesthi Dwi Pangastuti, Prima Riliayunda Petrus Subardjo Prafitri , Rizky Pratama, Dhika Rino Priyo Sugeng Winarto Puspita Anugra Yekti , Aulia Puspita Anugra Yekti, Aulia Puspita, Dian Endah Putri Utami, Putri Putri, Eka Salma Afifah Putri, Mayada Qorihah Ismayati Rahayu Ningsih Rahma Wahdiniwaty Ramadhani, Khoirul Ramadhina Irsanti Putri, Ardyah Rendhy Dimas R, Rendhy Dimas Rezti, Rezti Ria Azizah Tri Nuraini Rikoh Manogar Siringoringo Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rinda Nita Ratnasari, Rinda Nita Rini Dwi Wahyuni Rizki Prafitri Rizkiyah, Sinta Asri Rodi Rodi, Rodi Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah Ryanto, Fauzan Novan Saipiatuddin Sanova, Aulia Seto Sandi Sari Mayawati Seprianti, Restu Setiawan, Abim Setiyadi, Johar Siddhi Saputro Sinaga, Boby Christian Siswono, Eko Sitinjak, Dedy Febrianto Sohri Ramadhan Alfikri Sri Wilarso Budi Subekti Mujiasih Sugeng Widada Suharsono Suharsono Sulaiman Sulaiman Susanti, Yuari Syafrudin Syafrudin SYARIFUDDIN KADIR Sya’roni, Deden Abdul Wahab Tadzkirah, Laila Ulfah Nurjanah, Ulfah Ulfani, Afifa Ulyana, Dyah Nurul Umami, Novita Utami, Hana Putri Violet Wahyu Adi Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widodo S Pranowo Winarto , Priyo Sugeng Winarto, Priyo Yulicia , Zamrudhinda Minna Yusuf Jati Wijaya Zulyani, Zulyani