Claim Missing Document
Check
Articles

CORRELATION OF SNACKING FREQUENCY, HEMOGLOBIN LEVELS, PHYSICAL ACTIVITY AND POCKET MONEY WITH NUTRITIONAL STATUS IN FEMALE ADOLESCENTS Dinar Putri Rahmawati; Dono Indarto; Diffah Hanim
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 3 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTITRION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i3.207-214

Abstract

Nutritional problem that occurs in adolescents due to higher food intake and less physical activity leads to over- nutrition. Other nutritional problems occur among them is micronutrient deficiency including anemia, mostly in female adolescents. Higher consumption of energy-dense snacks, low physical activity and more pocket money  have contributed to adolescent’s body weight. This study aims to determine the correlation of frequency of snacking, hemoglobin levels, physical activity, and pocket money with the nutritional status of female adolescents. This cross- sectional study was carried out in 117 female adolescents in Karanganyar Regency, Central Java Province. Data of snacking frequency was collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and hemoglobin level were measured using a Hematology Analyzer. Physical activity data were collected using the IPAQ questionnaire (International Physical Activity Questionnaire) and were converted to Metabolic Equivalent Tasks (METs). Normally distributed data then analyzed using Pearson test and Spearman test for not normally distributed data to determine correlation between independent with dependent variables and followed by the multiple linear regression test if the p-value < 0.25. Most female adolescents had normal nutritional status, but 6.8% and 17.9% female adolescents were overweight and obesity, respectively. The frequency of snacking (r = 0.207, p = 0.025), physical activity (r = -0.201, p = 0.030), pocket money (r = 0.283, p = 0.002) and hemoglobin level (r = 0.150, p = 0.107) were not correlated with nutritional status. In conclusion, frequency of snacks, physical activity, and pocket money were significantly correlated with nutritional status in female adolescents but no correlation with hemoglobin level.
EATING VEGETABLES BEFORE CARBOHYDRATES DECREASE ENERGY INTAKE OF TYPE-2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Dian Eka Widyasari; Sugiarto -; Dono Indarto
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1.51-55

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that has increased significantly in Indonesia and worldwide. Dietary arrangements through diet therapy are beneficial for improving the performance of the pancreas in producing and stimulating the work of insulin. This study aimed to determine the effect of the order of vegetable and carbohydrate consumptions on the decrease of energy intake. Method used randomized control trial with pre-post design.  A total of 24 people with non-complicating type-2 diabetes mellitus aged 18-65 years were assigned into 3 groups ; control group (C), vegetable before carbohydrate group (P1), and vegetable with carbohydrate group (P2) .  Energy intake before and after the intervention was measured using a 24-hour food recall. To compare pre-post intervention, paired T-test were used, meanwhile to compare difference among groups data were analysed using ANOVA.  A significant decrease in energy intake was found in P1 where the mean values of C and P1 were 17.75 ± 12.40 calories and 155.27 ± 23.40 calories (p < 0.001), and mean values of P1 and P2 were 155.27 ± 23.40 calories and 4.54 ± 48.99 calories (p < 0.001). The order of vegetable before carbohydrate consumption decreases energy intake of type-2 diabetes mellitus patients. 
A case-control study related to vitamin and mineral intake in female adolescents with iron deficiency anemia Dwi Rahayu; Dono Indarto
Health Science Journal of Indonesia Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v11i1.3066

Abstract

Latar belakang: Anemia defisensi besi (ADB) merupakan salah satu masalah nutrisi pada remaja putri di seluruh dunia. Penyerapan zat besi di usus halus dipengaruhi oleh adanya vitamin C, kalsium, dan zink pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi vitamin A, vitamin C, kalsium dan zink terhadap kejadian ADB pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control yang melibatkan 60 remaja putri dengan ADB dan 58 remaja putri tanpa ADB. Diagnosis ADB berdasarkan kadar Hb dan indeks eritrosit, dan semikuantitatif FFQ digunakan untuk menentukan asupan vitamin dan mineral. Semua data dianalisis menggunakan test chi square dan tes regresi logistik ganda dengan p<0.05. Hasil: Semua subjek penelitian mempunyai asupan vitamin A dan C harian yang cukup tetapi asupan kalsium dan zinknya tergolong kurang (dalam mg). Namun, mereka semua memiliki frekuensi harian yang berbeda dalam mengkonsumsi mikronutrien tersebut. Remaja putri dengan asupan vitamin A yang jarang (OR=2.67; CI95%=1.10-6.50; p=0.03) dan asupan kalsium yang sering (OR=2.27; CI95%=0.85-6.03; p=0.10) lebih berisiko terkena ADB dibandingkan dengan remaja putri dengan asupan vitamin A yang sering dan asupan kalsium yang jarang. Akan tetapi hanya asupan vitamin A yang memiliki efek signifikan secara statistik. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya risiko ADB pada remaja putri berkaitan dengan asupan vitamin A yang jarang. Kata kunci: anemia defisiensi besi, asupan mikronutrien, remaja putri Abstract Background: Iron deficiency anemia (IDA) is a nutritional problem that occurs in female adolescents around the world. Iron absorption in the small intestine is influenced by the presence of vitamin C, calcium, and zinc in ingested foods. This study aimed to investigate the relationship of vitamin A, vitamin C, calcium, and zinc intake with IDA in female adolescents. Methods: This case-control study was conducted in 60 anemic and 58 normal female adolescents. IDA diagnosis was determined using Hb levels and erythrocyte indexes and the semiquantitative food frequency questionnaire was used to determine vitamin and mineral intake. All collected data were analyzed using chisquare and multiple logistic regression tests with p<0.05. Results: All groups had an adequate intake of vitamin A and C but they had inadequate intake of calcium and zinc (in mg). However, they all had different frequencies in consuming those micronutrients. Rare intake of vitamin A (OR=2.67; CI95%=1.10-6.50; p=0.03) and frequent intake of calcium (OR=2.27; CI95%=0.85- 6.03; p=0.10) increased IDA, compared with frequent intake of vitamin A and rare intake of calcium but only vitamin A intake had a significant effect. Conclusion: Our findings suggest that a higher risk of IDA in female adolescents is related to a rare intake of vitamin A. Keywords: Iron deficiency anemia; micronutrient intake; female adolescents
PEMBERDAYAAN YAYASAN SEBAGAI PELOPOR GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI Dono Indarto; Setyo Sri Rahardjo; Sinu Andhi Jusup; Sri Wulandari; Niniek Purwaningtyas; Heru Sulastomo; Ratna Kusumawati; Tri Nugraha Susilawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7284

Abstract

ABSTRAKPenyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu PTM yang cukup tinggi prevalensinya adalah hipertensi. Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah dengan jumlah kasus hipertensi yang cukup tinggi dan prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah Indonesia dan pemerintah kabupaten setempat telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya pengendalian PTM. Yayasan Usaha Umat Karanganyar (YUUK), sebuah organisasi masyarakat yang berlokasi di Tasikmadu, Karanganyar, telah memiliki program kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan oleh masyarakat setempat, namun program pendidikan dan pelatihan tersebut belum menjamah aspek kesehatan masyarakat. Untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat setempat melalui pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, tim pengabdian masyarakat yang tergabung dalam grup riset Human Proteomics Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) melakukan kegiatan penyuluhan dan konsultasi tentang hipertensi dan serta pelatihan penggunaan tensimeter digital dan oximeter. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran serta YUUK dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit hipertensi. Sasaran kegiatan ini adalah para remaja di sekitar masjid Al Walidah Tasikmadu Karanganyar. Hasil dari kegiatan tersebut adalah meningkatnya pemahaman peserta mengenai hipertensi dan keterampilan memantau kesehatan kardiovaskuler melalui penggunaan tensimeter digital. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara menghubungi pengurus YUUK untuk mendapatkan laporan tentang implementasi pemanfaatan 2 unit tensimeter digital dan 1 unit oximeter yang diberikan oleh tim pengabdi kepada pengelola Yayasan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat sekitar. Tim pengabdi juga terus memonitor prevalensi hipertensi dari tahun ke tahun di Kabupaten Karanganyar. Kata kunci: hipertensi; pemberdayaan masyarakat; penyakit tidak menular ABSTRACT Non-communicable diseases (NCD) are the major causes of mortality in the world, including in Indonesia. One of the most prevalent type of NCD is hypertension. Karanganyar is a district in Central Java province with high incidence of hypertension and its prevalence continues to rise over years. Both central and local governments have established "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)", a community-based movement to promote healthy lifestyle, to control NCD. "Yayasan Usaha Umat Karanganyar (YUUK)", a community organization located in Tasikmadu, Karanganyar, provides education and training for locals but their main focus has not reached health programs. To optimize the locals' health through empowerment of community organizations, we conducted education and counseling about hypertension as well as training on using digital sphygmomanometer and oxymeter. The activities aimed to increase YUUK's roles in the prevention and early detection of hypertension. The activities involved teenagers living in the catchment area of Al Walidah mosque, Tasikmadu, Karanganyar. The activites resulted in an increased understanding about hypertension and skills to monitor cardiovascular health by using a digital sphygmomanometer,  Evaluation was performed by contacting the YUUK manager who is responsible for reporting the use of 2 units of digital sphygmomanometers and 1 unit of oxymeter that were given during the occasion so that the equipment can be used by locals. We also continuosly monitor the annual prevalence of hypertension in Karanganyar district. Keywords:  hypertension; community empowerment; non-communicable diseases
The Test of DLCO Is A Valuable Predictor for Prognostic Determination of Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease Dina Okfina Ria; Suradi Suradi; Jatu Aphridasari; Reviono Reviono; Dono Indarto
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v38i2.162

Abstract

Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is characterized by permanent and progressive air way obstruction. In terms of morbidity, this disease is the first highest pulmonary disease in the world. DLCO is used for measurement of gas transfer from alveoli to blood capillary and Hb level is one of the main factors affecting the gas transfer. The aim of this study was to examine prognosis of patients with stable COPD using lung function, DLCO and Hb tets. Methods: Consecutive sampling was used to recruit 33 outward patients who suffered stable COPD and visited the Lung Clinic at Public Hospital dr. Moewardi Surakarta. Classification of COPD was determined using GOLD 2016. Airway and lung functions were examined using spirometry and single breath DLCO. Hb level was measured using cyamethemoglobin method. All collected data were analyzed using student t test and p value was set up P
Hubungan Berat Badan Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri di Kabupaten Boyolali Yatty Destani Sandy; Didik Gunawan Tamtomo; Dono Indarto
Jurnal Dunia Gizi Vol 3, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v3i2.4744

Abstract

Latar Belakang; Masalah kesehatan global yang masih cukup tinggi pada remaja putri yaitu Anemia. Beberapa faktor penyebab anemia adalah usia menarche, obesitas, serta kurangnya asupan zat besi. Remaja putri yang memiliki berat badan lebih mengalami anemia karena penimbunan lemak di dalam jaringan adipose yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hepsidin sehingga mengganggu absorbsi besi di dalam tubuh. Tujuan; Menganalisis hubungan berat badan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Boyolali. Metode; Observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja putri SMA di Boyolali. Sampel sebanyak 90 remaja putri dengan menggunakan teknik Multi Stage Sampling. Pengumpulan data berat badan diukur dengan antopometri dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Data di analisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil; Sebanyak 51,1% remaja putri mengalami anemia dengan obesitas. Obesitas ditemukan  pada 87,8% remaja putri dengan berat badan lebih. Remaja putri dengan berat badan lebih berisiko untuk mengalami anemia sebanyak 6,273 kali (p = 0,013). Kesimpulan; Berat badan berhubungan positif dengan kejadian anemia. Remaja putri diharapkan dapat mengontrol berat badan dan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi. Penyediaan suplementasi zat besi dimasukkan ke dalam program UKS.
The intakes of vitamin d and zinc and the menstrual periods of the high-school adolescent girls Sunarto Tetes Lugito; Dono Indarto; Diffah Hanim
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 6 ISSUE 3, 2018
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.989 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2018.6(3).122-132

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Menstruasi adalah salah satu proses fisiologis dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi remaja putri yang membutuhkan asupan zat gizi yang memadai. Zinc digunakan sebagai kofaktor pada reseptor estrogen dan progestron sedangkan vitamin D belum diketahui fungsinya dalam mengatur siklus menstruasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara asupan vitamin D dan zinc dan durasi menstruasi pada remaja putri. Metode: Sebanyak 154 remaja putri  kelas X dan XI dari dua SMA di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah berpartisipasi dalam studi cross-sectional ini. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: usia 15-18 tahun dan tidak sedang menstruasi. Data antropometri dikumpulkan dengan pengukuran berat badan (kg) dan tinggi badan(m) sedangkan asupan vitamin D dan zinc diperoleh menggunakan kuesioner food recall 24 jam dalam 3 hari bergantian. Uji chi-square dan regresi logistik ganda digunakan untuk menganalisis variabel penelitian dengan nilai signifikansi <0,05. Hasil: Semua remaja putri memiliki asupan vitamin D yang tidak adekuat dan 89% diantaranya memiliki asupan zinc yang tidak adekuat. Durasi menstruasi yang panjang terjadi pada 8,4 % remaja putri. Asupan vitamin D yang kurang (OR=4,57; 95% CI = 0,943-22,154; p=0,059) memperpanjang durasi menstruasi sedangkan dan asupan zinc yang kurang (OR=0,247; 95% CI=0,073-0,835; p=0,024) memperpendek durasi menstruasi, dibandingkan dengan asupan vitamin D dan zinc yang cukup pada remaja putri. Kesimpulan: Asupan vitamin D yang kurang meningkatkan durasi menstruasi tetapi asupan zinc yang kurang justru menurunkan durasi menstruasi remaja putri SMA di Kabupaten Sukoharjo. Edukasi gizi di perlukan untuk meningkatkan asupan mikronutrien untuk mempertahankan durasi menstruasi. KATA KUNCI : asupan vitamin D, asupan zinc, menstruasi, remaja putri.ABSTRACTBackground: Menstruation is one of the physiological processes on growth and development of the reproductive system in adolescent girls who need adequate nutrient intake. Zinc is used as a cofactor for estrogen and progestron receptors, while vitamin D has not been known to regulate the menstrual cycle. Insufficient food intake can interfere with the duration of menstruation. Objectives: To analyse the relationship between the intakes of vitamin D and zinc and the menstrual periods of the adolescent girls.Methods: A total of 154 tenth- and eleventh-grade girl students from two senior high schools in Sukoharjo Regency, Central Java participated in this cross-sectional study. They were chosen using purposive-sampling technique with the following inclusion criteria: age of 15-18 years and not menstruating. The anthropometric data were collected by the measurement of Body Weight(kg) and Body Height (m) while the data of vitamin D and zinc intakes were obtained using a 24-hour-food-recall questionnaire in 3 alternating days. Chi-square test and multiple logistic regression were used to analyse the research variables with the significance value of < 0.05. Results: All adolescent girls had inadequate vitamin D intake and 89% of them had inadequate zinc intake. Long menstrual duration occurred in 8.4% of the adolescent girls. The deficient intake of vitamin D (OR = 4.57. 95% CI = 0.943-22.154; p = 0.059) lengthened the menstrual period whereas deficient zinc intake, (OR = 0.247. 95% CI = 0.073-0.835; p = 0.024) shortened it compared with adequate vitamin D and zinc intakes in adolescent girls.Conclusions: The deficient intake of vitamin D increases the menstrual duration, but the deficient intake of zinc actually lowers the menstrual period of high-school girls in Sukoharjo Regency. Nutritional education is needed to increase micro-nutrient intakes to maintain menstrual duration. KEYWORDS: adolescent girls, menstruation, vitamin D intake, zinc intake. 
Polimorfisme Gen Ferroportin (FPN1) Q248H dan Karakteristik Sosial Ekonomi Ibu Hamil dengan Anemia di Surakarta Nor Istiqomah; Vitria Sari Dewi; Arta Farmawati; Ahmad Hamim Sadewa; Yuliana Heri Soesilo; Kusumadewi Eka Damayanti; Dono Indarto
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v4i1.284

Abstract

Background: Iron deficiency anemia in pregnancy remains an important health problem in Indonesia. Ferroportin (FPN1) is one of important gene in iron metabolism encodes ferroportin for iron absorption, release, and recycle inside the body. The polymorphism of FPN1 Q248H alters negative charge of the amino acid sequence positively, hence influenced its ubiquitination and degradation. Beside of that, the high prevalence of anemia not only caused by genetics, nutrition, physiology of each pregant women, but also demographic factor and sosio-economic burden of family. This research will study the polymorphism of ferroportin Q248H and demographic character in pregnant women in Surakarta.Methods: The study using descriptive analytic case-control approach. The data used were from questionaire and blood sampling whose counted for screening anemia in private laboratorium. Pregnant women who had intention and had 10-25 week in pregnant were selected to be research subject.  FPN1 Q248H polymorphism were determined using PCR-RFLP method. Analysis Chi-square dan Independent t-test used to conclude the relationship between each variable to anemic state of pregnant women in Surakarta. A p<0.05 was considered as significant. The study using decriptive analytic design method. Results: Prevalence of anemia in Surakarta is 25.7% with 80.7% have mild anemia. There was no varian in FPN1 Q248H. Majority of pregnant women in group of anaemia have demographic character like 20-25 old, multigravid, last education in High School, housewife, their income range from Rp 500.000,00 to Rp 1.000.000,00, and consume Fe tablet. The bivariat analysis show no statistical significancy of parity, maternal age, education, income, and comsumption of iron tablet to state of anaemia (p>0.05).Conclusions: The FPN1 Q248H polymorphism was not a risk factor for iron deficiency anemia in pregnant women, likewise socio-economic factors had no significant role to incidence of anemia in Surakarta. Keywords: Anemia in pregnancy, Ferroportin (FPN1) Q248H polymorphism, Socio-Economic
Indeks massa tubuh, asupan vitamin D, dan serum 25-hydroxyvitamin D pada pasien kanker payudara Amilia Yuni Damayanti; Dono Indarto; Brian Wasita; Tonang Dwi Ardyanto
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 14, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.17243

Abstract

Background: Breast cancer is the most common malignancy in women in the world. Vitamin D helps control the majority of gene expression in female reproductive tissues. Body mass index (BMI) influences the bioavailability of vitamin D. Diet is one of the main sources of vitamin D and it is directly converted into 25-hydroxyvitamin D [25 (OH) D] in the liver.Objective: This study aimed to analyze the relationship between BMI and vitamin D intake and 25 (OH)D serum in patients with breast cancer.Method: Analytic observational with cross sectional design was used in this study. A total of 37 breast cancer patient visited Dr. Moewardi Hospital in Surakarta was selected as research subjects using a purposive sampling technique. BMI data was obtained by measuring body weight and height. Vitamin D intake was determined using 1 x 24-hour food recall and semi-quantitative food frequency questionnaire. While, 25(OH)D serum was measured using enzyme-linked immunoabsorbent assay. Data analysis used Spearman correlation test.Results: The averages of BMI, vitamin D intake and 25(OH)D serum of breast cancer patients were 21.96±3.63 kg/m², 3.50±3.30 µg/day and 16.01±14.67 ng/mL respectively. Most breast cancer patients had less vitamin D intake and 25(OH)D serum deficiency. There was a weak relationship between BMI (r=0.188, p=0.266) and vitamin D (r=0.113, p=0.507) and 25 (OH)D serum in breast cancer patients.Conclusion: There were no significant correlations between BMI and vitamin D intake with 25(OH)D serum in breast cancer patients. Further study is required on the effect of chemotherapy regimens on vitamin D metabolism.
Polimorfisme gen ferroportin (FPN1) -1355 G/C sebagai faktor risiko anemia defisiensi besi pada ibu hamil Nor Istiqomah; Sarah Safira Umarghanies; Arta Farmawati; Ahmad Hamim Sadewa; Yuliana Heri Soesilo; Kusumadewi Eka Damayanti; Dono Indarto
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 9, No 4 (2013): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.18364

Abstract

Background: According to WHO data, prevalence of anemia pregnancy in Indonesia is 44.3%, it’s higher than world prevalence (41.8%). Ferroportin (FPN1) is one of important iron exsporter for iron absorption, release, and recycle inside the body. The varian of FPN1-1355 G/C in promoter region, leads to increased of ferroportin expression and iron export, increased cellular iron needs, overexpression of soluble transferrin receptor (sTfR), decrease hemoglobin (Hb) and erythrocyte indices that manifest to iron deficiency anemia (IDA).Objective: This research will study the frequency of FPN1-1355 G/C polymorphism as a risk factor of IDA in pregnant women in Indonesia.Method: The research design was a case and control study. Blood samples were taken from 26 pregnant women with anemia and 48 pregnant women without anemia. FPN1-1355G/C polymorphism were determined using PCR-RFLP method. sTfR and ferritin level were measured with ELISA. Hemoglobin, erythrocyte indices, and sTfR level were compared among genotype group, then statistically analyzed using independent sample t-test and one way ANOVA. Bivariat analysis of Pearson test was conducted to analyze correlation between level of blood Hb and ferritin in pregnant women (p<0.05).Results: FPN1-1355 G/C polymorphism with frequency in pregnant women with IDA and in pregnant women with anemia non IDA were 100% and 95.2%, respectively (p=0.710; OR=1.600; 95%CI: 0.296-8.653). The mean of Hb level and erythrocyte indices in subjects carrying C allele were lower than subjects carrying only G allele although Hb level is not significantly different (p>0.05). The sTfR and hepcidin level in subjects carrying C allele were higher than subjects carrying only G allele (p<0.05). Conclusion: In this study the FPN1 gene promoter -1355 G/C polymorphism was not a risk factor for anemia, but it was a risk factor for iron deficiency anemia in pregnant women.
Co-Authors ., Hudiyono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adam Haviyan Nasrullah Adi Prayitno Afdhaliya, Noor Khalwati Agus Kristiyanto Ahmad Hamim Sadewa Akbar, Muh. Syaiful Alfian Abdul Rajab Ali Djamhuri Ambar Mudigdo Amilia Yuni Damayanti Andina, Puri Dwi Argyo Demartoto, Argyo Ari Natalia Probandari Arief Suryono Arta Farmawati Asti Swari Paramanindita Astri Purwanti Avelia, Annisa Ayusari, Amelya Augusthina Azizah, Shofura Azzumar, Farchan Badri, Baarizah Febriana Balgis . Balgis . Balgis Balgis Balgis Balgis Bambang Purwanto Baruroh, Durotul Bhisma Murti Brian Wasita Brian Wasita Brian Wasita Brian Wasita Brian Wasita Budianto, Pepi Budiyanti Wiboworini Budiyanti, Novita Damayanti, Ana Dandi Sanjaya Dea Linia Romadhoni Dewi, Dwi Hananta Diah Kurnia Mirawati Dian Eka Widyasari Didik Gunawan Tamtomo Didik Gunawan Tamtomo Didik T Subekti Didik Tamtomo, Didik Diffah Hanim Diffah Hanim Diffah Hanim Diffah Hanim Diffah Hanim Dina Okfina Ria Dinar Putri Rahmawati Diyantana, Wawan Endang Sutisna Sulaeman Ernawati Ernawati Eti Poncorini Pamungkasari Eti Poncorini Pamungkasari Fadhila Balqis Nurfitria Fajar Alam Putra, Fajar Alam Fara Ayu Febyawati, Hani Farchan Azzumar Firdaus, Jihan Fista Utami Fitriana Fitriana Gilang Akbar Shobirin Gracia, Vera Viviana Deo Hambarsari, Yetty Hamidi, Baarid Luqman Hani Fara Ayu Febyawati Hartono Hartono Hastami, Yunia Hastuti, Nunik Maya Hermanu Joebagio Heru Sulastomo Herviana, Herviana Hudiyono . Hutabarat, Ervina Arta Jayanti Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Nurwati Ida Nurwati Inayati Inayati Indah Kusumawati Irma Isnafia Arief Isfaizah Isti Sundari Iwansyah, Ade Chandra Jatmiko Susilo Jatu Aphridasari Jusup, Sinu Andhi Jusup, Sinu Andhi K Kusnandar Kezia Elian Devina Kurniagung, Philipus Prihantiko Kusnandar Kusnandar Kusnandar, K Kusumadewi Eka Damayanti Kusumadewi Eka Damayanti Kusumadewi Eka Damayanti Laksana, Budi Liana, Gladya Lady Lilik Wijayanti Luberta Ebta Wiyani M Rizal Permadi M. Yogi Riyantama Isjoni Mahendra Wijaya Martha Arum Nugraheni Maryati, Warsi Mashuri, Yusuf Ari Mila Ulfia Muchsin Doewes Muhammad, Faizal Muthmainah Muthmainah Nanda Eka Sri Sejati Nasrullah, Adam Haviyan Ningrum, Sri Setiyo NINGRUM, TYAS SARI RATNA Niniek Purwaningtyas NITYASEWAKA, PRATHITA Noor Khalwati Afdhaliya Nor Istiqomah Nor Istiqomah Nor Istiqomah Nugraheni, Martha Arum Nugroho, Anung N. Nunuk Suryani Nurfitria, Fadhila Balqis Nurinasari, Hafi Nurochim, Erna Nurwati, Ida Nurwijayanti Oktaviani, Ratna Pamungkasari, Eti P. Paramasari Dirgahayu Paramasari Dirgahayu Perdana, Muhammad Vidi Pesik, Riza N. Prabaningtyas, Hanindia Riani Prahesti, Ratna Prasetyaningsih, Roh Hastuti Pratama, Yoga Mulia PRATHITA NITYASEWAKA Pratiwi, Ayudhia Purnama, Siswanta Jaka Purwaningsih, Yustina Purwaningtyas, Niniek Puspita, Rumeyda Chitra Putri, Anak Agung Alit Kirti Estuti Narendra Putri, Risma Aliviani R. Aj. Sri Wulandari Rahardjo, Setyo Sri Rahardjo, Setyo Sri RAJ Sri Wulandari Ratih D. Yudhani Ratna Kusumawati Ratna Kusumawati Ratna Oktaviani Retiyansa, Yesi Retiyansa, Yesi Reviono Reviono Ristinawati, Ira Risya Cilmiaty AR Risya Cilmiaty, Risya Rivan Danuaji Riza N. Pesik Riza Novierta Pesik Riza Novierta Pesik RUBEN DHARMAWAN Sajidan Sarah Safira Umarghanies Sari, Septi Ayu Arum Yuspita Satriani, Hayu Andita Sejati, Nanda Eka Sri Selfi Handayani Selfi Handayani Sena, Anantha Setyaningrum, Th. Catur Wulan Setyo Sri Rahardjo Shanti Listyawati Shanti Listyawati Sinu Andhi Jusup Sinu Andhi Jusup, Sinu Andhi Soetrisno Soetrisno Soetrisno Sri Sulistyowati Sri Wulandari Sri Wulandari Sugiarto - Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sugiarto Sugiarto Sulastomo, Heru Suminah Suminah Sunarto Tetes Lugito Sundari, Isti Suradi Suradi SUROTO SURYAWATI, BETTY Susanti, Rahmah Purwaningsih Febri Suselo, Yuliana Heri Suselo, Yuliana Heri Suselo, Yuliana Heri SUSELO, YULIANA HERI Susilawati, Eva Tamtomo, Didik Gunawan Tantri Febriana Putri Tedjo, Raden Andi Ario Tejomukti, Teddy Thesman, Inggrit Bela Tiyas, Dwi Wahyuning Tonang Dwi Ardyanto Tri Agustina Tri Agustina, Tri Tri Harsono Tri Harsono Tri Nugraha Susilawati Ulfia, Mila Umarghanies, Sarah Safira Utami, Agustina Dwi Vitri Widyaningsih Vitria Sari Dewi Vitria Sari Dewi Wahyuni, Ardianti Wardhani, Lusi Oka Wariyanti, Astri Sri Widiasih, Ghina Widya Kaharani Putri Widyanti, Fera Wijayanti, Poppy Winda Rizki Pebrina Batubara Wulandari, R. AJ. Sri Wulandari, RAJ Sri Yarso, Kristanto Y. Yatty Destani Sandy Yoga Mulia Pratama Yudhani, Ratih D. yulia lanti retno dewi Yuliana Heri Soesilo Yuliana Heri Soesilo Yuliana Heri Soesilo Yuliana Heri Suselo Yuliana Heri Suselo Yunilla Prabandari Yusrizal, Mirza