Claim Missing Document
Check
Articles

Managing Sustainable Tourism in Monkey Forest Ubud due to Covid-19 Pandemic I Putu Sudira; I Gede Mudana
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 2, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to determine the sustainable tourism management of Monkey Forest Ubud, Bali, Indonesia, in the presence of the Covid-19 pandemic which has resulted in a tourism crisis. Research methods: This study uses a qualitative method to describe the condition of Monkey Forest Ubud in the presence of the Covid-19 pandemic. It is explained in a descriptive manner to show the sustainability management applied by its management during the pandemic. Results and discussion: The management of Monkey Forest Ubud carries out operations by paying attention to economic, ecological and socio-cultural aspects, which aims to create sustainable tourism in the pandemic situation, so as to create harmonization of relations between the surrounding community and the manager of such an attraction. Implication: The management must pay attention to economic, ecological and socio-cultural aspects which shows that Monkey Forest Ubud supports sustainable tourism.
The Effectiveness of Online English Learning Activities in Rural Area: A Case Study of Timpag Village, Tabanan, Bali I Wayan Kiki Sanjaya; I Putu Ryan Dharma Putra; I Gede Mudana; Budi Susanto
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 3, Nomor 1, April 2022
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v3i1.224

Abstract

Purpose: This research aims to analyze online English learning activities in the rural area of Bali through a case study of Timpag Village, Tabanan Regency, Bali. Design/methodology/approach: A SWOT analysis was conducted to determine the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that influence the decline in student enthusiasm related to online learning. Findings: The results obtained are a declining trend in teaching and learning activities in Timpag Village due to less interactive learning material and the lack of interaction between parents and teachers in monitoring student learning activities at home. Implications: The solution given is to improve coordination between parents and teachers and improve the quality of the material that will be provided.
MODEL KEWIRAUSAHAAN MEMANDU WISATA MENDAKI GUNUNG AGUNG DI DESA SELAT, KARANGASEM I Gede Mudana; I Ketut Sutama; Cokorda Istri Sri Widhari
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.531 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.717

Abstract

Penelitian tentang kewirausahaan pendakian Gunung Agung di Desa Selat, Karangasem ini bertujuan melahirkan model kewirausahaan kepemanduan mendaki gunung. Penelitian ini memiliki urgensi (keutamaan) dalam kebermanfaatannya secara bersama-sama dan saling menguntungkan bagi pemerintah, swasta/industri pariwisata, dan masyarakat setempat, khususnya para pemandu pendakian, selain untuk kepentingan kelestarian alam pegunungan, budaya, dan kesuciannya. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan serta penggunaan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kewirausahaan memandu wisata mendaki Gunung Agung di Desa Selat dapat dikembangkan karena faktor-faktor berikut. Pertama, Gunung Agung memiliki daya tariknya sendiri, baik daya tarik alamiah maupun daya tarik budaya dan/atau supranatural-spiritualitas-religiusitasnya di mana Desa Selat merupakan tempat paling strategis bagi pertemuan antara pemandu dan wisatawan pendaki sebelum menuju pendakian melalui Dusun Sogra/Pura Pasar Agung. Daya tarik supranatural- spiritualitas-religisuitas terkait juga dengan praktik marketing Kabupaten Karangasem melalui slogan “Karangasem Spirit of Bali” yang memiliki makna dalam, enak dibaca, dan mengena. Kedua, tersedia sumber daya manusia terkait yang ada di Desa Selat yang cukup kapabel untuk mengembangkan kewirausahaan. Ketiga, adanya modal popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata populer dan terbaik dunia serta berkembangnya pasar wisatawan pendaki (alam) yang sangat memengaruhi wisata pendakian Gunung Agung. Keempat, tersedianya daya tarik wisata (tourist attraction) di sekeliling kawasan Desa Selat. Kelima, terdapatnya pengembangan kewirausahaan wisata mendaki Gunung Agung melalui upaya maksimalisasi teknologi digital di mana, meskipun secara geografis cukup terpencil dan relatif jauh dari pusat-pusat kepariwisataan (tourist spots) di Bali.
URGENSI PEDOMAN AKADEMIK DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MAGISTER TERAPAN PARIWISATA Ni Made Ary Widiastini; I Gede Mudana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.786 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.590

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memahami apa saja urgensi atau kepentingan buku petunjuk untuk penyelenggaraan sistem pendidikan, khususnya di perguruan tinggi terapan bidang pariwisata. Penelitian ini berbasis studi literatur dengan menggunakan kepustakaan terkait, termasuk peraturan pemerintah yang menjadi acuan bersama. Hasil penelitian menunjukkan, Pedoman Akademik merupakan bagian penting dalam proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi, termasuk pada Program Studi Magister Terapan Pariwisata, maka sangat penting untuk dibuat dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku baik dengan ketentuan yang ada pada tataran nasional (Kemristek Dikti) maupun lembaga pendidikan yang bersangkutan. Dalam hal ini di dalam praktiknya, isi instruksi akademik tentu juga diperlukan pada program studi input dan output lulusan. Dengan memahami segala unsur penting yang wajib tersedia dalam lingkungan akademik, maka suatu program studi akan dapat membuat sebuah program yang tersedia dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya bagi Program Studi Magister Terapan Pariwisata. Selanjutnya, aplikasi akademik sebagai referensi dalam penyelenggaraan pendidikan wajib dilakukan oleh setiap individu, baik oleh mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan.
Business Incubators Support College Performance I Ketut Sutama; I Ketut Pasek; I Gede Mudana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 1 (2018): March 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.149 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i1.623

Abstract

Business incubators have a very important role in developing entrepreneurship, since it gives large opportunity to its participants to develop their business skill during incubation. The Indonesian government today provides a major boost to the development of business incubators in universities or other form of higher education institutions. The purpose of this research is to analyze the validation of the establishment of business incubator in colleges. In Ministerial Regulation (Permen) Minister of Cooperation and Small Medium Entrepreneurship the Republic of Indonesia No. 24/2015 explained that the head of the university, the Rector or the Director may issue a business incubators license. Thus, internal validation can be done by university or college management through the issuance of Decree (SK) Establishment complete with personnel appointed as manager. Furthermore, the college, has to provide a place or room consisting of office space, tenant room at least 3, discussion room 1, and tenant production display room. External validation is carried out by tenants through their success of becoming independent businessmen after being forged or incubated in a business incubator for a maximum of 3 years in one incubation period.
Consumptivism of Gender Role in Ni Nyoman Sani’s Works of Arts Hardiman Hardiman; I Nyoman Darma Putra; Nengah Bawa Atmadja; I Gede Mudana; Made Hery Santosa
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.06 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v9i1.1197

Abstract

All this time, a woman has often been placed as an object per se in visual art in Bali. Actually, there is an ideology behind the work of women visual artists in Bali. This article reveals and describes the gender ideology that works behind the visual representation of Ni Nyoman Sani’s works. This article concludes that the gender ideology works behind Ni Nyoman Sani’s work, that is, concerning the consumptivism of the gender role in its use. It is expected that this discussion can give us a broader and deeper understanding of the gender ideology that works behind Ni Nyoman Sani’s creative process.
SENI BAHASA PEREMPUAN: IDEOLOGI DI BALIK WACANA I Gede Mudana; Ni Wayan Ardini
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2013): March 2013
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.093 KB)

Abstract

Behind language, including women’s language, there is an ideology that works in it. From the aspect of how the ideology works and the language relates to the system of power, critical cultural studies will be helpful to explain such a phenomenon, as a discourse, because it assumes the dominance of male power over women. Moreover, it is a discipline which holds that there is no objective, neutral knowledge (including language). This article is a literature review to deconstruct ideology that works behind it according to the paradigm of cultural studies itself.
Discourses on Sanctity and Mithology Around The Popularity of Mount Batur Area in Climbing Tours I Gede Mudana; I Ketut Sutama; Cokorda Istri Sri Widhari
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2018): November 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.088 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i3.1083

Abstract

Mountains in Bali are believed by the local people to have power of sanctity. In Mount Batur, Kintamani District, Bangli Regency, such a sanctity has a close relationship with mithology that developed not only in Batur, Kintamani, and Bangli but also Bali in general. On the other hand, Mount Batur is one of the most popular mountains in Bali as a climbing/trekking arena especially when Mount Agung as the highest mountain is experiencing eruption at this time. There are about 300 climbing/trekking tourists who climb and descend Mount Batur every day. This qualitative study was conducted to determine the aspects of sanctity and mythology around the popularity of Mount Batur area in climbing tours. Its data is analyzed by qualitative data analysis technique through data reduction, data presentation, and conclusion and its result is descriptively presented. The results of the study indicate that the values ​​of Mount Batur's sanctity are associated with the mountain’s niskala (divine) relation with Batur Lake, Ulun Danu Batur Temple, and even Mount Agung in Karangasem Regency which all are sacred lake, temple, and mountain which. In connection with the sanctity, there is a mythology, such as myths, legends, fairy tales, and folklore. Mount Batur as a beautiful and exotic volcano is much liked by climbing/trekking tourists moreover Lake Batur, Ulun Danu Batur Temple, and Mount Agung located near the mountain are also interesting tourist attractions, with their own sanctity and mythology
Tri Hita Karana-Based CSR: How Hotel Relates to Community during the Covid-19 Pandemic Ni Wayan Budi Purnama Dewi; Ni Made Ernawati; I Gede Mudana; Anak Agung Ayu Ngurah Harmini; Ni Putu Somawati
International Journal of Glocal Tourism Vol. 3 No. 2 (2022): International Journal of Glocal Tourism - June 2022
Publisher : Catuspata Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to examine the implementation and develop a corporate social responsibility (CSR) model based on the Tri Hita Karana culture during the Covid-19 pandemic at the Ritz-Carlton Bali, Indonesia. Research methods: Data collection techniques are observation, interviews and documentation studies. Data analysis was carried out with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Findings: The Ritz-Carlton in Bali carried out CSR activities based on the Tri Hita Karana culture during the COVID-19 pandemic on a limited basis. Then the model development results in: CSR activities are more focused on efforts to provide assistance to fellow humans (Human), CSR activities are carried out to protect nature (Nature), CSR activities need to consider matters related to business, CSR activities respect the culture of the local community (Culture) . Implication: This research can be used as material for consideration and evaluation of hotels related to CSR activities based on the Tri Hita Karana culture during the Covid-19 pandemic.
VISUALISASI BUKU KEPARIWISATAAN DAN PERSOALAN FILSAFAT ILMU TERAPAN PARIWISATA I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Gede Mudana; Kadek Ayu Ariningsih; I Dewa Ayu Agung Tantri Pramawati
Jurnal Nawala Visual Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Nawala Visual Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v2i2.111

Abstract

Suatu terbitan buku yang memiliki tujuan komersial pasti akan membutuhkan proses desain yang mendukung. Tujuannya tentu untuk membangun branding positif pada visual awal oleh pembaca dan tertarik untuk membaca. Selain isi konten buku, strategi visual dengan berbagai pertimbangan prinsip desain yang sejalan dengan konsep secara keseluruhan buku menjadi satu kesatuan utuh seperti pada perancangan sampul dan layout buku Persoalan Filsafat Ilmu Terapan Pariwisata yang dibahas. Berhubungan dengan ilmu filsafat maka referensi yang digunakan adalah penyederhanaan ilustrasi fractal, mozaik, dan low poly. Pemanfaatan tipografi pun dipilih dengan karakteristik huruf yang tidak terlalu kompleks seperti jenis sans serif serta prinsip-prinsip teoritik dalam tipografi. Pendekatan nuansa warna dipilih berdasarkan pertimbangan makna unsur pariwisata dengan menggabungkan tone warna pada media sampul buku. Pada hasil akhir mempertimbangkan pula ruang display promo yang dapat menjangkau pembaca yang lebih luas dengan memanfaatkan media sosial dan google play book. Pada akhirnya buku yang diterbitkan memang selayaknya mempertimbangkan pula visual dan strategi pemasarannya, walau memerlukan waktu dalam penjualannya tetapi proses perancangan yang dilalui telah melingkupi berbagai hal yang bersifat strategis dalam penerbitan sebuah buku.
Co-Authors A.A. Bagus Wirawan A.A. Ngurah Anom Kumbara A.A. Raka Sita Laksmi, A.A. Raka Sita Adam Rahmadi Akbar Agus Martha Di Nugraha Ahmad Riri Nurany Anak Agung Ayu Ngurah Harmini Anak Agung Bagus Wirawan Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andreani, Ni Putu Elvian Aron Meko Mbete Artajaya, Made Astawa, I Ketut Baiq Mega Yustika Kharomah Budi Susanto Budiasa, I Kadek Cokorda Istri Sri Widhari Cokorda Istri Sri Widhari Darmawan, I Putu Ikka Dermawan Waruwu Dewa Made Suria Antara Elvira Septevany Entas, Derinta Gede Ginaya Gede Ginaya Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gilang Ramadan Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman I Gde Hendra Narottama I Gusti Agung Bagus Mataram I Gusti Ayu Nurtirtawaty I Gusti Ketut Purnaya, I Gusti Ketut I Gusti Made Wendri I Kadek Eri Suma Andika I Ketut Astawa I Ketut Astawa I Ketut Astawa I Ketut Budarma I Ketut Pasek I Ketut Suda I Ketut Suja I Ketut Suparta I Ketut Supir I Ketut Sutama I Ketut Sutama I Ketut Sutama I Ketut Sutama I Made Antara I Made Darma Oka I Made Darma Oka I Made Darma Oka, I Made Darma I Made Dede Ardika I Made Kartika I Made Rony Mulia Kusuma Putra I Made Suniastha Amerta I Nengah Dasi Astawa I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan, I Nyoman Anom I Nyoman Artayasa I Nyoman Darma Putra I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Rajin Aryana I Nyoman Rajin Aryana I Nyoman Rajin Aryana I Nyoman Sirtha I Nyoman Suarka I Nyoman Winia I Nyoman Winia I Nyoman Winia I Putu Adis Putra Kencana I Putu Astawa I Putu Ikka Darmawan I Putu Krisna Arta Widana I Putu Ryan Dharma Putra I Putu Subali Adi Putra I Putu Sudana Sunario Adi Putra I Putu Sudira I Putu Sudira I Putu Surya Anggana I Wayan Ardika I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Swandi Ida Ayu Elistyawati Ida Ayu Elistyawati Ita Supeno Kadek Ayu Ariningsih Kadek Wirantari Kadek Wirantari Ketut Sumerjana, Ketut Komang Devi Paramita Kumiko Shishido La Ode Dirman, La Ode Luh Putu Kristiani Made Antara Made Hery Santosa Made Ruki Made Ruki Made Sudiarta Made Sudiarta Merry Dwika Larasati Zaluchu Muhamad Nova Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Gst Nym Suci Murni Ni Gst Nym Suci Murni Ni Gst Nym Suci Murni Ni Gusti Nyoman Suci Murni Ni Kadek Jumiati Parwati Ni Luh Eka Armoni Ni Luh Gde Vania Pradina Ni Luh Gde Vania Pradina Ni Luh Sustiawati Ni Made Arisani Dewi Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ayu Windu Kartika Ni Made Ernawati Ni Made Ernawati, Ni Made Ni Made Nitha Balistha Ni Made Nitha Balistha Ni Made Rai Sukmawati Ni Made Sudarmini Ni Nyoman Sri Astuti Ni Nyoman Triyuni Ni Putu Diah Astriningsih Ni Putu Lianda Ayu Puspita Ni Putu Somawati Ni Putu Somawati Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini Ni Wayan Ardini, Ni Wayan Ni Wayan Budi Purnama Dewi Ni Wayan Budi Purnama Dewi Nida Ulhasanah Dwi Sulistyaningrum Nyoman Mastiani Nadra Palguna, I Gede Rai Pamularsih, Tyas Raharjeng Paskalis Nyoman Widastra Pramawati, I.D.A Tantri Putra Kencana, I Putu Adis Putu Radharani Paramitha Sai Ishvari Putu Rian Arde Surya Putu Yunita Wacana Sari Raden Roro Rieta Anggraheni Rama, Vanny Oktafia Putri Rustiani, Komang Wahyu Sang Putu Eka Pertama Sanjaya, I Wayan Kiki Sanjiwani, I Gusti Agung Mirah Sari, Putu Yunita Wacana Setya Aristu Pranoto Sudira, I Putu Sylvine Pickel Chevalier Vanny Oktafia Putri Rama Wayan Nurita Wendri, I Gusti Made Wijaya, I Nyoman Cahyadi Yayu Indrawati