Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Respon Orang Tua Terhadap Integrasi Teknologi Informasi Sebagai Sumber Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Di Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal Nurul Baeti; Ngatmini Ngatmini; Iin Purnamasari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cpjwq404

Abstract

Integrasi teknologi informasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar telah mengubah paradigma pendidikan dan menuntut keterlibatan orang tua secara lebih intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons orang tua terhadap penggunaan teknologi informasi sebagai sumber belajar siswa serta implikasinya terhadap pola dukungan yang diberikan, dengan lokasi penelitian di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data digali melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan orang tua, guru, dan kepala sekolah sebagai subjek. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons orang tua terpolarisasi ke dalam dua kutub utama. Respons positif muncul dari pengakuan bahwa teknologi mempercepat akses informasi, meningkatkan motivasi dan kemandirian belajar anak, serta mempermudah komunikasi dengan guru. Sebaliknya, respons negatif didominasi oleh kekhawatiran terhadap kecanduan gawai, penurunan interaksi sosial, dan paparan konten tidak sesuai usia. Kedua respons tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital, kondisi ekonomi, dan pengalaman orang tua dengan teknologi. Peran orang tua pun bergeser menjadi fasilitator, mediator, dan supervisor digital. Respon negatif muncul karena kekhawatiran terhadap dampak penggunaan teknologi seperti kecanduan gadget dan paparan konten negatif Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran berbasis teknologi di jenjang dasar memerlukan kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga melalui program peningkatan literasi digital bagi orang tua. Dengan demikian, ekosistem belajar digital yang aman dan produktif dapat terwujud secara berkelanjutan.
Integrasi Koding Unplugged dan Computational Thinking dalam Pembelajaran IPAS: Peningkatan Pemahaman Konsep dan Berpikir Kritis Siswa Fahrudin Fahrudin; Mei Fita Asri Untari; Joko Sulianto; Ngatmini Ngatmini
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5688

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan perangkat pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa memahami konsep, tetapi juga memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas pemecahan masalah yang sistematis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD Koding Unplugged berbasis Computational Thinking yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. LKPD mengintegrasikan empat komponen Computational Thinking, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm design, melalui misi IPAS kontekstual, grid map, kartu instruksi koding, serta tantangan pemecahan masalah. Uji coba terbatas melibatkan 8 siswa, sedangkan uji efektivitas melibatkan 60 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol dengan desain nonequivalent control group. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh rata-rata Aiken’s V sebesar 0,91 dengan kategori sangat valid dan tingkat kepraktisan sebesar 91,15% dengan kategori sangat praktis. Pada aspek efektivitas, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dengan N-Gain sebesar 0,63 dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,34. Kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen juga meningkat dengan N-Gain sebesar 0,60, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,33. Dengan demikian, LKPD Koding Unplugged berbasis Computational Thinking dinilai valid, praktis, dan potensial efektif untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS sekolah dasar.