p-Index From 2021 - 2026
8.058
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA Pandecta Jurnal Dinamika Hukum Qistie: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Panorama Hukum Jurnal Meta-Yuridis Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI JOURNAL OF PRIVATE AND COMMERCIAL LAW Pagaruyuang Law Journal Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Jurnal Suara Hukum LEGAL BRIEF Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Keadilan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Bina Desa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Annual Review of Legal Studies Jurnal Intelek Insan Cendikia Keadilan Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Jurnal Abdimas PESHUM Pandecta : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum (Research Law Journal) Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services "Indonesian Journal of Environmental Law and Sustainable Development " Contemporary Issues on Interfaith Law and Society Semarang State University Undergraduate Law and Society Review Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Law Research Review Quarterly Unnes Law Journal : Jurnal Hukum Universitas Negeri Semarang
Claim Missing Document
Check
Articles

Efforts to Improve Education to Protect Children from Sexual Violence Fidiyani, Rini; Kamal, Ubaidillah; Ningsih, Ayup Suran; Prasetyo, Kresna Adi; Lestari, Lilis Eka
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i2.35924

Abstract

The phenomenon of child victims of sexual violence increased during COVID-19 from 2021 to 2022. This indicates that COVID-19 is a vulnerable and dangerous situation because children live near their families and interact with social environments outside of school. Child victims of sexual violence are often difficult to obtain information about the legal incidents that befell them. This is due to the limited vocabulary of children and their vulnerability to threats from perpetrators, which can result in psychological trauma for the victims. The objectives of this community service program are: first, to map the types of violence affecting child victims; second, to prevent and address child victims of sexual violence. The community service methods used include: a pre survey of the locations and situations that will be the target of community service; second, observation and interviews with neighborhood and local residents' association officials who include young families with children; and third, offline community service and discussions with young families with children. The results obtained include a diversity of types of violence against child victims, and, fundamentally, children's mental and physical development can be affected in the future. Efforts to prevent and handle child victims of sexual violence require obtaining statements from child victims in a language that children understand and involving parties who are trusted and competent in addressing the basic needs of child victims of sexual violence.
Social Justice on Environmental Law Enforcement in Indonesia: The Contemporary and Controversial Cases Adiguna Bagas Waskito Aji; Puji Wiyatno; Ridwan Arifin; Ubaidillah Kamal
The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Vol. 2 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/iccle.v2i1.36382

Abstract

Kaidah dasar yang melandasi pembangunan dan perlindungan lingkungan hidup Indonesia terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke-4 yang pada pokoknya mewajibkan pemerintah untuk mendayagunakan sumber daya alam yang ada untuk sebanyak-banyak kesejahteraan rakyat. Pemikiran tentang kewajiban negara ini secara konstitusional tersebut lebih dijabarkan lagi dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yaitu prinsip negara, bumi dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya serta menjadi hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara untuk digunakan untuk kehidupan orang banyak atau dengan kata lain negara bertindak sebagai penyelenggara kepentingan umum. Lingkungan hidup yang baik dan sehat meruoakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamantkan dalam Pasal 28H UUD RI 1945.
PERLINDUNGAN PELAKU USAHA RENTAL MOBIL TERHADAP TINDAKAN MERUGIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KONSUMEN Sadewa, Bayu Krisna Ari; Kamal, Ubaidillah
Qistie Jurnal Ilmu Hukum Vol 18 No 1 (2025): Qistie : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jqi.v18i1.12964

Abstract

Rental mobil pada saat ini merupakan usaha yang memiliki peluang yang besar karena banyak orang yang mencari rental kendaraan bermotor di setiap daerahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman hukum di sektor rental mobil dan memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha dalam mengelola risiko hukum yang mungkin timbul akibat tindakan wanprestasi konsumen. Metode penelitian ini menggunakan yuridis empiris dan studi kasus, yang merupakan metode yang tidak hanya berfokus pada kajian terhadap norma hukum yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan, namun juga memperhatikan bagaimana hukum itu diterapkan dalam praktik kehidupan masyarakat. Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi pelaku usaha rental mobil terhadap tindakan wanprestasi dari konsumen, khususnya penggadaian kendaraan tanpa izin, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Ditemukan adanya kesenjangan antara ketentuan hukum ideal dan praktik nyata, terutama terkait tindakan curang dari konsumen yang dapat merugikan pelaku usaha. Rekomendasi yang diajukan meliputi revisi UUPK, peningkatan edukasi, pengawasan pemerintah, dan kampanye literasi untuk memperkuat perlindungan hukum dan meminimalisir risiko kerugian dalam industri rental mobil. Kata Kunci: Wanprestasi, UUPK, Rental mobil.
Ketimpangan Akses Terhadap Keadilan Bagi Perempuan Korban Kdrt Wulandari, Putri Ayu; Aisyah, Nandhyra Syafa Nur; Sejati, Ajeng Permata; Hardisafitri, Katlea; Kamal, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi persoalan serius di Indonesia meskipun telah diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Artikel ini mengkaji ketimpangan akses terhadap keadilan bagi perempuan korban KDRT yang menunjukkan bahwa hambatan hukum, ekonomi, dan budaya masih menghalangi korban dalam memperoleh perlindungan yang layak. Penelitian menggunakan pendekatan normatif-sosiologis dengan metode statute approach dan conceptual approach, serta menganalisis data sekunder dari regulasi, laporan Komnas Perempuan, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pelaporan kasus, minimnya perspektif gender di kalangan aparat penegak hukum, dan budaya patriarki yang mengakar memperparah ketimpangan keadilan bagi korban. Oleh karena itu, diperlukan reformasi sistem hukum, penguatan layanan terpadu, dan edukasi hukum yang sensitif gender untuk mewujudkan perlindungan hukum yang lebih efektif dan berkeadilan bagi perempuan korban KDRT.
Kejahatan Moralitas Dalam Digitalisasi: Studi Kasus Grup Facebook “Fantasi Sedarah” Ayushandra, Anindya Diva; Mubarok, Naila Shafa Kamila; Sasra W., Dian Ayu Safita; Kamal, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama media sosial, telah membawa dampak signifikan terhadap pola interaksi masyarakat. Di satu sisi, media sosial memperluas ruang komunikasi, namun di sisi lain memfasilitasi penyebaran konten menyimpang, termasuk pornografi bertema incest. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena grup “Fantasi Sedarah” di Facebook yang menyebarkan konten incest secara masif, tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga dari perspektif moralitas sosial dan transformasi nilai dalam era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan sosiologis, dengan mengkaji regulasi yang berlaku serta dinamika sosial yang berkembang di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran konten tersebut mencerminkan degradasi moral masyarakat yang dipicu oleh minimnya literasi etika digital, lemahnya pengawasan media sosial, dan absennya regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Negara belum menunjukkan respons yang memadai dalam mengantisipasi perubahan nilai sosial yang ditimbulkan oleh digitalisasi. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi, penguatan literasi etika digital, dan strategi pembinaan moral yang kontekstual. Temuan ini mempertegas pentingnya peran negara dan masyarakat dalam membangun sistem nilai yang tangguh di tengah arus transformasi digital.
Implementation of Carbon Capture and Storage in order to Achieve Net Zero Emissions in Indonesia Raphael Mayaka; Stephen Rodriguez; Ubaidillah Kamal; Muhammad Fikri
Unnes Law Journal Vol. 10 No. 1 (2024): April, 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ulj.v10i1.4526

Abstract

In Indonesia, currently many people still use fossil fuels as the main energy source, but with the use of fossil fuels, greater carbon dioxide emissions will be released into the atmosphere, ultimately causing climate change (global warming). To overcome this problem, Indonesia is now starting to adopt techniques that have been used by several countries, namely carbon capture. Carbon Capture and Storage or commonly called CCS or some call it CCUS (Carbon Capture, Utilization and Storage) is one solution to climate change which continues to worsen over time. Indonesia itself is currently preparing 15 projects that will develop and use CO2 capture technology. The research method in the research carried out is using a normative juridical approach. The normative juridical approach is carried out by examining legal principles, legal provisions, legislation and legal mechanisms. Based on the normative type of legal research, several normative approaches are also used, namely the Conceptual Approach and the Statutory Approach. ESDM Ministerial Regulation No. 2 of 2023 does not directly provide benefits to society. This regulation focuses on regulations and incentives for business actors in the upstream oil and gas sector to implement Carbon Capture and Storage (CCS) technology. In Presidential Regulation no. 14/2024 states that holding CCS can be based on three things Carrying out CCS or CCUS implementation in Indonesia begins after obtaining a storage permit for CCS implementation schemes based on permits, whereas for CCS implementation schemes based on cooperation contracts begins when the contractor obtains approval for the proposed field development plan or changes. There are a few things that Indonesia should do such as making a new regulation about funding, insentive and public participation.
The Digital Sanctuary: Forging Legal And Ethical Frameworks For Interfaith Coexistence Online Utari, Indah Sri; Ramada, Diandra Preludio; Kamal, Ubaidillah; Damayanti, Ratih; Alias , Nizamuddin
Contemporary Issues on Interfaith Law and Society Vol. 4 No. 2 (2025): Digital Society and Interfaith Legal Challenges
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ciils.v4i2.35309

Abstract

The internet has profoundly transformed interfaith relations, offering an unprecedented global arena for dialogue and community building. Yet this transformative power is shadowed by a growing threat: the digital space is increasingly weaponized as a battleground for religious tensions, fueled by hate speech, misinformation, and targeted harassment. The absence of robust legal and ethical frameworks tailored to the complexities of online interaction leaves interfaith communities vulnerable and undermines genuine cooperation. This article introduces the conceptual model of a “digital sanctuary”—a deliberately designed and protected online space where diverse faiths can coexist and flourish. Achieving this ideal is not an organic outcome of technology but requires intentional, multi-faceted efforts from all stakeholders. The paper critically examines regulatory gaps and ethical dilemmas obstructing interfaith harmony online, highlighting the limitations of fragmented national laws in a borderless environment and analyzing the responsibilities of technology platforms. We advocate moving beyond simple content moderation toward a proactive, rights-based approach that prioritizes the safety and dignity of religious minorities. By proposing a model of “digital jurisprudence,” the article calls for holistic guidelines that extend beyond traditional statutes. These include policy recommendations for algorithmic transparency, community-led dialogue, and greater international cooperation to establish standards that balance freedom of expression with protection from religious incitement. Ultimately, the paper contends that the future of peaceful interfaith coexistence depends on transforming the digital realm from a passive, ungoverned space into a resilient ecosystem where principles of mutual respect are systematically protected and nurtured
Progresivitas Hukum Dalam Memenuhi Tuntutan Masyarakat: Studi Kasus Perjuangan Ojek Online Memperjuangkan Keadilan Indio, Bryant Poerani Efan; Khoiryana, Meutia Lintang; Luhur, Dylan Raafi; Kamal, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat industri transportasi, khususnya transportasi online, membawa perubahan signifikan dalam mobilitas masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru. Namun, pengemudi ojek online menghadapi ketidakpastian hukum terkait status pekerjaan, perlindungan sosial, dan regulasi tarif yang belum jelas dan seragam. Artikel ini mengkaji ketimpangan perlindungan hukum terhadap pengemudi ojek online di Indonesia serta perjuangan mereka dalam mewujudkan hukum yang progresif dan inklusif. Metode penelitian yuridis normatif digunakan dengan pendekatan perundang-undangan dan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekosongan dan ketidakjelasan hukum menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan perlindungan bagi pengemudi ojek online. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang adaptif dan berpihak pada keadilan sosial agar kemajuan teknologi dapat memberikan kesejahteraan dan perlindungan yang layak bagi para pengemudi sebagai bagian dari masyarakat pekerja.
Penerapan Restorative Justice Dalam Penanganan Kenakalan Remaja Di Indonesia Fodhi, Azhari Sellomitha; Lestari, Eky; Novita, Anik; Pangaribuan, Neysa Natalie; Kamal, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang semakin kompleks di Indonesia, ditandai dengan meningkatnya jumlah kasus pelanggaran hukum yang melibatkan anak-anak. Pendekatan sistem peradilan pidana konvensional yang bersifat represif terbukti tidak efektif dalam memberikan solusi jangka panjang, bahkan seringkali berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja. Oleh karena itu, pendekatan Restorative Justice muncul sebagai alternatif strategis yang lebih humanis, dengan menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa literatur hukum, artikel ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Restorative Justice efektif dalam menurunkan tingkat residivisme, mencegah stigmatisasi, serta mempercepat reintegrasi sosial anak. Kendati demikian, penerapan pendekatan ini masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, keterbatasan fasilitator, dan resistensi budaya masyarakat terhadap pendekatan non-hukuman. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pelaksanaan Restorative Justice dalam penanganan kenakalan remaja di Indonesia.
Rekonstruksi Keadilan Substantif Di Era Digital Melalui Mitigasi Legal Gap Menanggapi Fenomena No Viral No Justice Di Indonesia Manulang, Beth Anastasia Nakita; Azzahra, Isna Khalimatussa’diah; Widowati, Salsa Alfi; Asy- Syifa, Ghaida Raisya; Kamal, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah dinamika tuntutan keadilan di Indonesia, di mana fenomena “No Viral No Justice” mencerminkan ketidakmampuan sistem hukum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa tekanan publik. Ketergantungan pada viralitas menunjukkan adanya kesenjangan hukum antara hukum positif dan keadilan substansial. Artikel ini mengkaji strategi rekonstruksi hukum untuk mengurangi ketergantungan tersebut dan mencapai keadilan substansial di era digital melalui rumusan masalah berupa (1) bagaimana strategi rekonstruksi hukum yang efektif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap viralitas dalam mewujudkan keadilan dan (2) bagaimana perwujudan keadilan substantif dapat dicapai di era digital melalui mitigasi legal gap sebagai respons terhadap fenomena “No Viral No Justice”. Menggunakan metode hukum normatif berdasarkan tinjauan literatur, analisis dilakukan melalui pendekatan hukum yang hidup, responsif, dan progresif. Ditemukan bahwa rekonstruksi hukum harus melibatkan penguatan akses keadilan, reformasi budaya hukum, transformasi digital proses hukum secara inklusif, dan peningkatan kapasitas pejabat hukum. Selain itu, mitigasi ketidakadilan hukum harus dilakukan melalui regulasi adaptif, keterlibatan masyarakat dalam legislasi digital, dan penerapan prinsip akses keadilan berbasis teknologi. Dengan demikian, keadilan tidak lagi bergantung pada popularitas suatu kasus, melainkan menjadi hak fundamental yang dijamin oleh negara.
Co-Authors Abdul Mutalib, Mimi Hanida Abdullah Azzam Adiguna Bagas Waskito Aji Adityo, Farouq Panca Afaaf, Daffa Ayu Aliifah Afifa Rizky Destiana Putri Ainun Kusuma Dewi Aisyah, Nandhyra Syafa Nur Aji, Adiguna Bagas Waskito Aksan, Mutia Azizah Ali Masyhar Alias , Nizamuddin Alif Farhan Alisya Afifah Maulidina Putri Abdilllah Amrullah, M. Fikri Amzar T, Aditya Ananta, Alya Dwi Anasthalia, Deva Angela, Renyta Syifa Anggiyanti, Destina Balqis Anggriani, Ayu Anisa, Yeni Anitasari, Rahayu Fery Annisa, Nur Afif Aprila Niravita, Aprila Aprilia Putri Malaya Arif Purnomo ARIF PURNOMO Astuti, Alfina Sofi Asy- Syifa, Ghaida Raisya Aufa, Rina Aulia Vani Rahmawati Aurelia Dwi Permata Ayushandra, Anindya Diva Aziz , Muhammad Sulthoni Azzahra, Isna Khalimatussa’diah Azzahra, Tiara Azzahro, Afifah Khoirunisa Baswara Dascha, Raka Nur Bertha Maulidina Bhamatika, Nailizza Weni Cahyani Putri, Amanda Dwi Christian, Geal Aditya DAHLAN, TRI ANDARI Destina Balqis Anggiyanti Diandra Preludio Ramada Diandra Preludio Ramada, Diandra Preludio Dinda Fitri Yudha Yanti Dini Mulia Mutmainah Diny Widya Evriyanti Simarangkir Divia Avril Yuniar Duhita, Elsa Ratna Elly Kismini Emilia, Setyani Hilda Erisandi Arditama Evriyanti Simarangkir, Diny Widya Fahri, Faizal Faizah, Nayla Marwa Nur Fajar Luthfianingsih Febrianti, Syafa Marwah Fikri , M Adymas Hikal Fikri, Muhammad Adymas Hikal Fodhi, Azhari Sellomitha Gabriella Michiko Pelleng Grandis, Syaulia Hafila Azzafi Daskarata Haifa, Afra Hanna Hanifa, Zheylla Putri Hanifati Husna Hardisafitri, Katlea Hermawan, Rifchyka Putri Hilal, Cut Anastasya Nurul Idris, Siti Hafsyah Indah Sri Utari Indio, Bryant Poerani Efan Irawaty Irawaty Junita, Putri Kadir, Kayla Nurhaliza Khairunnisa, Khansa Khoiryana, Meutia Lintang Kholila, Marsya Ainun Kintani, Inki Megawati Kurniawati, Titis Laeliyah, Dini Sofia Laskarwati, Batari Latifah Nurjannah Sartono Lestari, Eky Lestari, Lilis Eka Luhur, Dylan Raafi Mabelle Taja Tambingon Maharani, Ardiyanti Julia Manuel, Hosea Manulang, Beth Anastasia Nakita Mardiana - Marshanda Aurelia Fitri Masrukhi Masrukhi Maulana Iqbal Adiyatma Maulida, Azka Alvira Mayaka, Raphael Bertrand Melisa Yulianti Mohammad Hayqal Rafi Khamid Mubarok, Naila Shafa Kamila Muchammad Shidqon Prabowo Muhammad Adymas Hikal Fikri Muhammad Andy Prananto Muhammad Defa Hakim Muhammad Fikri Muniroh, Siti Dhurotun Munte, Michelin Astrifence Musaffah, Ummi Nabila, Aprilia Nadiva, Nadiva Nauri, M Maulvi Aldi Ningsih, Ayup Suran Noor, Nisrina Noreen Novita, Anik Nugroho Aryo Bimo Nunna, Bhanu Prakash Nuraini Nabilah Hidayat Nuranalina, Tyara Fridayanty Nurhidayah, Risma Ika Nurul Khikmah Oktaviana, Amelia Yogi Oktaviani, Nadya Ivi Pangaribuan, Neysa Natalie Permana, Diamanta Putri Permatasari, Serly Pinasti, Shabrina Alifah Prasetyo, Kresna Adi Prasna, Nashwa Ulaya Putri Pratama, M Yusuf Zenidin Zidan PUJI LESTARI Puji Wiyatno Putri Ayu Wulandari, Putri Ayu Putri Latifa Irvi Sinuhaji Putrinindra, Eiffeliqa Torriq Fatima Rafly Hakim Rahayu, Sang Ayu Putu Rajib, Rayi Kharisma Ratih Damayanti Ratu Syifa Junaedi Putri Rayi Kharisma Rajib Ridwan Arifin Rindia Fanny Kusumaningtyas Rini Fidiyani Rini Fidiyani Sabila Alisa Nurlaili Sabillah, Ardan Sadewa, Bayu Krisna Ari Salsabila Aprilia Sandi, Gayatri Natha Saputra, Hadrian Sasra W., Dian Ayu Safita Satria, Luhur Sejati, Ajeng Permata Setiani, Syalis Mei Setyaningsih Setyaningsih, Setyaningsih Shabita Qurrotul Aini Shandya Fadilla Novita Sinaga, Gering Osborne Martua Sinta, Dewi Starla Yulia Putri Stephen Rodriguez Sudibya, Dafa Pranaja Sarwahita Susiyanti, Anissa Syafitri Novia Asyari Syariefudin, Iqbal Syukron Salam, Syukron Tabita Rosi Puspitasari Theresa Yvone Sidabutar Ummi, Aulia Yudatining Utami, Cita Rahma Vionica, Putri W, Viesta Tya Amanda Wahyudi, Eka Gusnetta Putri Wajendra Dafa Veda Wedhatami, Bayangsari Widowati, Salsa Alfi Wisnu Indra Setiawan Wiyatno, Puji Yeriko Anugrah Pratama Damanik Zandri, Helmalina Zweta Zulfiyani, Afrida