Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Journal of Bio-Creaducation

Meningkatkan pemahaman siswa sma melalui penggunaan peta konsep pada materi IPA Azmi, Jihan; Salsabilla, Nisvie Nur; Yulyana, Puspa; Ambarwati, Upik; Slamet, Zahra Anindya Putri; Zaini, Muhammad; Rezeki, Amalia; Putra, Aminuddin Prahatama; Riza, Muhammad Faisal; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concept maps are a very important visual tool in the learning process, serving to illustrate the relationship between concepts systematically. By using concept maps, students can understand and organize information better, thus improving their critical and creative thinking skills. Overall, an understanding of concept maps is essential in the modern educational context. Concept maps not only serve as learning aids, but also as a bridge to connect various complex ideas and concepts, thus facilitating more effective and efficient learning. This study aims to examine the effectiveness of using concept maps in improving students' understanding of science materials. This study was conducted based on the analysis of two classroom action researches (PTK) conducted by Amalia Rezeki and Muhammad Faisal Riza. The research shows that the use of concept maps as learning media is effective in improving student learning outcomes, both individually and classically. The research method used was descriptive with two cycles, including planning, implementation, observation, and reflection. Data were obtained through pretest, posttest, formative test, and student activity observation. The results showed a significant increase in student understanding, with individual learning completeness reaching ≥ 65 and classical completeness ≥ 85%. Students' learning activities became more active, such as making concept maps and group discussions. Concept maps proved to be able to connect new information with students' prior knowledge, resulting in meaningful learning. These findings support the importance of applying innovative learning methods such as concept maps to improve the quality of education.Peta konsep merupakan alat visual yang sangat penting dalam proses pembelajaran, berfungsi untuk menggambarkan hubungan antar konsep secara sistematis. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat memahami dan mengorganisasikan informasi dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Secara keseluruhan, pemahaman tentang peta konsep sangat penting dalam konteks pendidikan modern. Peta konsep tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai jembatan untuk menghubungkan berbagai ide dan konsep yang kompleks, sehingga memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan peta konsep dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA. Kajian ini dilakukan berdasarkan analisis dua penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan oleh Amalia Rezeki dan Muhammad Faisal Riza. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peta konsep sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara individu maupun klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan dua siklus, mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui pretes, postes, tes formatif, dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan ketuntasan belajar individu mencapai ≥ 65 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Aktivitas belajar siswa menjadi lebih aktif, seperti membuat peta konsep dan berdiskusi kelompok. Peta konsep terbukti mampu menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan awal siswa, sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Temuan ini mendukung pentingnya penerapan metode pembelajaran inovatif seperti peta konsep untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemanfaatan media teknologi melalui pendekatan kooperatif dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa sekolah menengah atas Jainab, Jainab; Audia, Arfa Veni; Safitri, Yulina; Yuli, Yuli; Ramadhan, Muhammad Nazhief; Rahmawati, Sri; Febrianti, Gerhana; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of this research lies in the pressing need to improve the quality of biology education in secondary schools. The use of technological media and collaborative approaches creates a more interactive and collaborative learning environment that not only improves student learning outcomes but also enhances the learning process to be more effective and enjoyable. In today's digital era, integrating technology into education is essential to prepare students for global challenges and develop critical and collaborative thinking skills needed in the world of work. This research aims to analyze technology-based cooperative learning approaches, particularly animation media, in biology learning at the high school level to improve student learning outcomes and processes. The rapid development of technology opens up new opportunities for improving the quality of education, especially in the development of effective learning media. This study uses the STAD (Student Teams Achievement Division) type cooperative learning model that encourages collaborative skills and active participation of students. Through classroom action research, this study compares pretest and posttest results, as well as evaluates student activities and classroom management by teachers. The results showed significant improvement in student learning outcomes, increased student activity, as well as positive responses to the use of animated media. These results support the effectiveness of animation as a learning tool and show that technology-based cooperative methods can improve learning quality and student interest in complex biological concepts.Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi di sekolah menengah. Penggunaan media teknologi dan pendekatan kolaboratif menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa tetapi juga meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Di era digital saat ini, mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif yang diperlukan di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis teknologi, khususnya media animasi, dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa. Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang baru untuk peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) yang mendorong keterampilan kolaboratif dan partisipasi aktif siswa. Melalui penelitian tindakan kelas, studi ini membandingkan hasil pretest dan posttest, serta mengevaluasi aktivitas siswa dan manajemen kelas oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, peningkatan aktivitas siswa, serta respons positif terhadap penggunaan media animasi. Hasil ini mendukung efektivitas animasi sebagai alat pembelajaran dan menunjukkan bahwa metode kooperatif berbasis teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat siswa terhadap konsep-konsep biologi yang kompleks.
Meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada sistem reproduksi melalui pembelajaran kooperatif dan debat Putri, Kania Nabilah; Agustina, Noor Fithri; Noorhasanah, Noorhasanah; Simbolon, Putri Stephanie; Rahmawati, Rahmawati; Ni’mah, Laili; Hasmi, Yulita; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the process and learning outcomes of students in the reproductive system material at SMA Negeri 8 Banjarmasin by using the Jigsaw and debate cooperative learning methods. The problems faced are the low understanding of students towards bioethics and minimal participation in discussions because the lecture method used does not actively involve students. The solution offered is to integrate the debate method to deepen the understanding of bioethics and increase student participation. This study is a Classroom Action Research (CAR) with two cycles for the debate method and three cycles for cooperative learning. Data collection techniques include pre-test, post-test, observation, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in student activity and understanding of bioethics material. In the cooperative method, classical completeness increased from 47.22% in cycle I to 86.11% in cycle III, while in the debate method, completeness increased from 65.52% in cycle I to 89.15% in cycle II.  The conclusion of this study is that cooperative learning and debate methods effectively improve students' learning processes and outcomes, especially in understanding the concept of bioethics in the reproductive system material. The use of interactive methods also has a positive impact on students' social skills and critical thinking. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada materi sistem reproduksi di SMA Negeri 8 Banjarmasin dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan debat. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap bioetika dan minimnya partisipasi dalam diskusi karena metode ceramah yang digunakan tidak melibatkan siswa secara aktif. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengintegrasikan metode debat untuk memperdalam pemahaman bioetika serta meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus untuk metode debat dan tiga siklus untuk pembelajaran kooperatif. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aktivitas siswa serta pemahaman materi bioetika. Pada metode kooperatif, ketuntasan klasikal meningkat dari 47,22% di siklus I menjadi 86,11% di siklus III, sementara pada metode debat, ketuntasan meningkat dari 65,52% di siklus I menjadi 89,15% di siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran kooperatif dan debat secara efektif meningkatkan proses dan hasil belajar siswa, terutama dalam pemahaman konsep bioetika pada materi sistem reproduksi. Penggunaan metode yang interaktif juga memberikan dampak positif pada keterampilan sosial dan berpikir kritis siswa.
Pengaruh metode peta konsep pada hasil belajar dan berpikir kritis peserta didik mata pelajaran biologi Aprillita, Gina; Maharani, Pramesti Diah Sulistya; Wulandari, Putri; Zuhrah, Siti Nadzifah; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Lestari, Ayu; Rahmi, Baiti
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low level of student understanding and participation in Biology subjects encourages the need for innovation in learning strategies, one innovation that can be applied is the concept map learning method. This research aims to improve students' learning outcomes and critical thinking in Biology subjects using the Concept Map method. The problems faced are students' low understanding of Biology Subjects and low student participation in discussions. The solution offered is to use the Concept Map Learning Method to make it easier for students to understand learning and hone students' critical thinking. The research method used was Quasi Experimental, the sample in this research was all students in class XII Science at State High Schools in Banjarmasin, the population was taken using the Random Sampling technique. The research consisted of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the data processing stage. The data collection technique was carried out by providing questions describing tests on learning outcomes and critical thinking skills at the beginning of learning (pretest) and at the end of learning (post-test). The tests given to the experimental and control classes obtained different results, the average posttest score was 73.8 for the experimental class and 65.9 for the control class. The average critical thinking ability of experimental class students who use the Concept Map Learning Method in biology learning is higher than that of the control class who use conventional methods. The conclusion of this research is that the Concept Map Method has an effect on improving students' learning outcomes and critical thinking.Rendahnya pemahaman dan partisipasi siswa dalam mata pelajaran Biologi, mendorong perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran, salah satu inovasi yang dapat diterapkan yaitu metode pembelajaran peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis Peserta Didik dalam dalam mata Pelajaran Biologi dengan metode Peta Konsep. Masalah yang dihadapi yaitu rendahnya pemahaman siswa terhadap Mata Pelajaran Biologi serta rendahnya partisipasi Peserta didik dalam diskusi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan menggunakan Metode Pembelajaran Peta Konsep untuk mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran dan mengasah cara berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII IPA pada SMA Negeri di Banjarmasin, pengambilan populasi dilakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling. Penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan data, teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal uraian tes hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis pada awal pembelajaran (pretest) dan akhir pembelajaran (post-test). Tes yang diberikan pada kelas eksperimen dan kontrol di peroleh hasil yang berbeda, untuk kelas eksperimen nilai rata-rata sebesar 73,8 dan untuk kelas kontrol sebesar 65,9. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen yang menggunakan Metode Pembelajaran Peta Konsep dalam pembelajaran biologi lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metode Peta Konsep berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dan berpikir kritis Peserta Didik.
Studi komparatif strategi pembelajaran matriks & quick on the draw (QD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa Azhari, Muhammad Hafizh; Safitri, Nabella Putri Rama; Norhafizah, Norhafizah; Ulanhar, Salma Nida; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Sari, Normila; Roziah, Mida Laisani
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning outcomes of students in the concepts of the circulatory system at MTsN Anjir Muara Kota Tengah and the locomotor system at SMP Negeri 1 Takisung have shown low completeness, below the standard of ≤ 60% and 42.30%, respectively. To address this issue, this study implemented two innovative methods: the cooperative learning model Quick on The Draw and the memory matrix strategy, aiming to improve learning outcomes, student activity, teacher activity, and responses to both methods. The Quick on The Draw cooperative learning model was conducted in two cycles, each consisting of two meetings. Results indicated that this method successfully enhanced student learning outcomes, with classical completeness increasing from 72.72% in cycle I to 90.91% in cycle II. Student engagement improved significantly, as evidenced by increased participation in reading, discussions, and answering questions. Teacher management of learning also improved from a "fairly good" to a "good" category, with 100% of students expressing that the method made learning more engaging and enjoyable. Similarly, the memory matrix strategy was implemented in two cycles, showing a 7.3% increase in learning outcomes, with average scores rising from 83.03 to 87.92. Student activities in reading, discussing, and summarizing improved, although teacher guidance decreased. Overall, both methods proved effective in enhancing student learning outcomes and creating a more active and enjoyable learning environment.Hasil belajar siswa pada pembelajaran konsep sistem peredaran darah di MTsN Anjir Muara Kota Tengah dan sistem gerak di SMP Negeri 1 Takisung menunjukkan ketuntasan yang masih rendah, yaitu di bawah standar, yaitu ≤ 60% dan 42,30%. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menerapkan dua metode inovatif: pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw dan strategi matrik ingatan, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas siswa, aktivitas guru, serta respon terhadap kedua metode tersebut. Pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 72,72% pada siklus I menjadi 90,91% pada siklus II. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, terlihat dari peningkatan dalam membaca bahan ajar, berdiskusi, dan aktif menjawab pertanyaan. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif, dengan 100% menyatakan setuju bahwa metode ini membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan. Di sisi lain, strategi matrik ingatan juga menunjukkan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 7,3%, dengan nilai rata-rata meningkat dari 83,03 menjadi 87,92. Secara keseluruhan, kedua metode pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.
Co-Authors Agustina, Elya Agustina, Noor Fithri Aisyah Aisyah Alfiannoor, Muhammad Amalia Mardhatillah Amalia Rezeki Ambarwati, Upik Anang Kadarsah Anang Kadarsah, Anang Andi Ichsan Mahardika Anni Nurliani Annisa, Majidah Annisa, Sholihatun Aprillita, Gina Apsari, Lisa Arianto Arianto Arnopen Kristina Atiek Winarti Atmaja, Gilang Tri Audia, Arfa Veni Aulia Ajizah Aulia Rahmah Aulia, Nurul Auliyani, Novia AYU LESTARI Ayu Mursita Ayu Wulandari Azhari, Muhammad Hafizh Azmi, Jihan Azzam, Muhammad Naufal Bunda Halang Bunda Halang Cahaya, Lidya Nilam Candrikaningtyas, Sofia Damayanti, Rudiah Danang Biyatmoko Deffi Hartati Dewi Alfianti Dewi Dewantara, Dewi Dewi Susanti Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono, Dharmono Dyah Febria Wardhani Eka Wati Eko Suhartono Emma Rosana Febriyanti Fahmi Fahmi Fazriah, Hikmatul Febrian, Muhammad Rifqy Febrianti, Gerhana Fransisca Aurora, Zevira Gusti, Muhammad Abdi Hakim, Akhmad Nur Hanisa, Hanisa Hanny Imellia Hardiansyah Hardiansyah Hartika, Naurasyifa Inasya Deby Hasmi, Yulita Heri Budi Santoso Hernawati Hernawati Herry Setiawan Hery Fajeriadi Huridah, Muliya Husin, Gt. Muhammad Irhamna Husnul Khatimah Ibrahim, Sayed Indah Rosmalina Irianti, Riya Irmayanti, Aulia Isra Melliyanti Putri Jainab, Jainab Julita Hotmaida Br Solin Kadarsah , Anang Kaspul Kaspul Khair, Muhammad Sa'duddien Khasanah, Khayatun Lisda, Lia Jumiati Lumban Tobing, Fitri Ani Luthfiana Nurtamara M. Arsyad, M. Maharani, Pramesti Diah Sulistya Mahrudin Mahrudin Mahrudin Mahrudin Marniyanti, Marniyanti Masrah Masrah Maulana Khalid Riefani Maulida, Novi Apriani Maulita Permata Sari Miftahul Jannah Muhaimin, Ahmad Muhammad Faisal Riza Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Munirah, Sabrina Mustika Wati, Mustika Nabila, Rini Salma Nada Salsabila Nadia Rahmita Sari Nadiya, Zulfa Nahadi Nia, Dewi Ayu Aldilla Ni’mah, Laili Noor Fajriah, Noor Noorhasanah, Noorhasanah Noorhidayati Noorhidayati Norhafizah, Norhafizah Norhidayati, Norhidayati Normila Sari, Normila Nur Azizah NUR FITRIANI Nur Riyani Nurmauli Dina Nurmiati Nurmiati Nurmina Nurmina, Nurmina Nurul Hidayati Utami Octa Belawati Otari, Widiati Hairina Pamuji, Rizky Pandiangan, Rany Masriana Pitriyani Pitriyani Pratami, Noor Hidayah PUTRI WULANDARI Putri, Kania Nabilah Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah Maulida Rahmawati, Rahmawati Rahmi Saputri, Rahmi Rahmi, Baiti Ramadhan, Muhammad Nazhief Rania Rahima Ratna Yulinda RIFATUL MAHMUDAH Rina Sari Rio Rajamia Harlinson Riza Arisandi Rizaldi, Muhammad Rizki Amalia Putri Roziah, Mida Laisani Rusmansyah Rusmansyah, Rusmansyah RUWAIDA, ULYA Saajidah, Saajidah Safitri Safitri Safitri, Nabella Putri Rama Safitri, Yulina Salsabilla, Nisvie Nur Santana Purba, Harja Saputra, Novan Alkaf Bahraini Selvia, Salna Simbolon, Putri Stephanie Siti Fathya Annida Siti Fatimah Siti Muthia Rahmah Slamet, Zahra Anindya Putri Soendjoto, M. Arief Solly Aryza Sri Amintarti Sri Ayu Wahyuni, Sri Ayu Sugeng Santoso Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Suratno Suratno Suyidno Suyidno Syahmani Syahmani Syihabuddin Syihabuddin Tiara Ayuningtyas Tri Setyowati Ulanhar, Salma Nida Wahyuni, Andina Wardhani, Dyah Febria Widiati, Rahmi Wiranda, Nurruddin Wulandari, Evi Yasmine Khairunnisa Yogo Dwi Prasetyo Yudi Firmanul Arifin Yuli, Yuli Yuliandari Yuliani Astuti Yulyana, Puspa Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zuhrah, Siti Nadzifah