This Author published in this journals
All Journal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Analisis: Jurnal Studi Keislaman Al-Ulum Islam Futura Religio : Jurnal Studi Agama-agama JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum JURNAL MAHKAMAH Jurnal Akta AL-HUKAMA´ Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Journal of Humanities and Social Studies Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis An Nadwah JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan) Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum JURNAL LENTERA BISNIS Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Darma Agung Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan (Journal of Economics, Management and Banking) Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Journal of Islamic Economic and Business Research INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Indonesian Journal of Innovation Studies Jurnal Interpretasi Hukum Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Journal of Islamic Economics and Business Moneter : Jurnal Keuangan dan Perbankan IIJSE Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Fajar: Media Komunikasi dan Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

PANDANGAN WAHBAH AZ-ZUHAILI TENTANG HUKUM MEMBERI UPAH DENGAN MAKANAN PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH Muhammad Syukri Albani Nasution
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 8, No 01 (2020): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.792 KB) | DOI: 10.30868/am.v8i1.692

Abstract

 The essence of the employment relationship is wages, the rewards given by the employer to workers in an employment agreement. The work egreement contains the amount of wages and the time the wages were paid. If the wages are late paid at the specified time, then the right of workers to receive wages is not fulfilled well by the employer. The purpose of this research is to find out the views of wahbah az-zuhaili about the law of giving wages with food perspective of the related maqasid sharia in the case. The type of research, is research conducted in the field or norms in positive and sharia law that apply. Law number 13 of 2003 concerning manpower in article 1number 3 provides the meaning of work of labor is “every person who works for a wage or other forms of remuneration,” assertion of compensation in any form is necessary because wages have been given with money, even though there are also workers or workers who receive compensation in the form of goods.
The Sharia Concerning Hajj Based on Syar'u Man Qablana Approach (An Analysis of History and Maqashid Sharia) Muhammad Syukri Albani Nasution
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 10, No 01 (2022): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v10i01.2364

Abstract

Hajj is extraordinary worship in Islam and can be categorized as ancient worship, because the Hajj was performed long ago during the time of Prophet Ibrahim' alayhi sallam. As the people of the Prophet Muhammad salallahu' alayhi wasallam. who came later were also required to carry out the Hajj even he was the fifth pillar of Islam (pilgrimage for those who could) This Shari'a is valid because no one is abrogating even Allah subahahu ta'alah through his word in the Qur'an sura Ali Imran verse 97 emphasizes that performing the hajj is a human obligation to God, that is for those who are able to travel to the temple. Hajj is a Shari'a brought by the previous prophet in the term of jurisprudence known as Shar'u Man Qablana. This study uses the Syar'u Man Qablana approach, which is by observing verses or propositions regarding the relationship between Islamic Shari'a and the previous Ummah about the Hajj in the Ushul Fiqh Method. The aim is to give understanding to the public and academics to understand the essence of hajj as a pilgrimage in Islam and to give an understanding of the theory of sha'a man qablana to know about hajj as a law ordered by God in the Qur'an. This paper is expected to add to the scientific treasures, especially in the matter of the implementation of the pilgrimage. The results showed that the Hajj was a Shari'a from the Prophet Ibrahim which continued to the Prophet Muhammad. Hajj Pilgrimage which still applies to the people of the Prophet Muhammad. called shyar'u man qablana which is the laws of God brought by the Prophets / Apostles before the Prophet Muhammad SAW applies to their people at that time. The Hajj which is the Shari'a of the Prophet Ibrahim applies to the people of the Prophet Muhammad. because there is no proof of abrogation. The pilgrimage, which was originally the Shari'a of the Prophet Ibrahim As, was then prescribed also to the people of the Prophet Muhammad. accompanied by improvements and additions. One of the ritual elements that are developing is the issue of miqat (eating and eating). All of this is intended so that humans more fully appreciate the meaning of surrender completely to Allah.
HUKUM PENYALURAN ZAKAT FITRAH BAGI APARATUR DESA PERSPEKTIF MAZHAB SYAFI’I (STUDI KASUS DI DESA SUKA MAJU KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM) Ihsan Ihsan; Muhammad Syukri Albani Nasution
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v5i1.3021

Abstract

Hukum penyaluran zakat fitrah bagi aparatur Desa perspektif Mazhab Syafi’i (Studi Kasus Di Desa Suka Maju  Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan sosiologi (sociology oppro ouch) yaitu mengamati gejala dan fakta yang terjadi dilapangan. Lokasi penelitian di Desa Suka Maju dengan teknik Purposiv Sampling yaitu penentuan tempat penelitian berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menjadi alasan aparatur Desa Suka Maju mendapatkan bagian Zakat Fitrah, tata cara masyarakat Desa Suka Maju mengeluarkan zakat fitrah, hukum mengenai penyaluran zakat fitrah bagi Aparatur Desa di Suka Maju Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam ditinjau dari persfektif Imam Syafi’i. Dari penelitian ini diketahui  alasan aparatur Desa Suka Maju mendapatkan bagian Zakat Fitrah karena mereka merasa berperan aktif ditengah masyarakat dan mengannggap bahwa mereka dalam golongan fisabilillah, penyaluran zakat Desa Suka Maju dilaksanakan satu hari sebelum hari raya idul Fitri dimana panitia zakat fitrah sudah menyiapkan nama-nama yang berhak menerima zakat, dan hukum penyaluran zakat fitrah bagi Aparatur Desa di Suka Maju ditinjau dari persfektif Imam Syafi’i menyebutkan bahwa  penyaluran zakat baik zakat fitrah maupun zakat mall selain golongan delapan tidak boleh, makna fisabilillah adalah orang yang berangkat jihad, sementara mereka tidak mendapat gaji tetap dari negara atau baitul mall.
Analisis Kompilasi Hukum Islam tentang Tipologi Pelaksanaan Hukum Keluarga Islam di Mandailing Natal Muhammad Syukri Albani Nasution
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3884.434 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v9i1.510

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi adanya keragaman pelaksanaan hukum perkawinan masyarakat Mandailing. Keragaman tersebut disebabkan karena beragamnya hukum yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan hukum perkawinan masyarakat muslim di Mandailing Natal, bagaimana tipologi pelaksanaan hukum perkawinan di masyarakat muslim di Mandailing Natal tersebut dan untuk mengetahui mengapa ada keragaman pelaksanaan hukum perkawinan masyarakat muslim Mandailing Natal. Model penelitian (mode of inquiry) ini adalah penelitian kualitatif karena kajian ini untuk memahami fenomena pelaksanaan hukum perkawinan dalam suatu setting masyarakat yang alami. Pola pelaksanaan hukum perkawinan masyarakat Mandiling diistilahkan dengan ombar do adat dohot ugamo yang secara harafiah artinya “adat dan agama seiring-sejalan”, yaitu sebuah ungkapan yang cukup sering diucapkan oleh orang Mandailing, baik itu warga masyarakat biasa, tokoh masyarakat, tokoh adat, maupun tokoh agama. Selain itu pengaruh budaya asing juga ambil bagian dalam penyebab beragamnya pelaksanaan hukum perkawinan Mandailing, tidak bisa dipungkuri bahwa kebudayan lain telah masuk dan diserap masyarakat Mandailing, tetapi budaya asing hanya berada di sekitar peraturan teknis seperti upacara perkawinan, pakaian adat, model menyambut undangan dan lain-lain sebaginya.
'Azal dan Dampaknya dalam Kehidupan Rumah Tangga (Studi terhadap Pandangan Al-Ghazali dalam Kitab Ihya' Ulum al-Din) Muhammad Syukri Albani Nasution
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3900.269 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v10i1.918

Abstract

Tujuan kajian ini membahas tentang beberapa permasalahan. Pertama, bagaimana hubungan 'azal dengan pemutusan kelahiran. Kedua, bagaimana pengaruh 'azal terhadap hubungan seksual suami-isteri. Ketiga, bagaimana pengaruh hubungan seksual melalui 'azal terhadap kejiwaan menurut al-Ghazali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka karya al-Ghazali Ihya' 'Ulum al-Din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali memperbolehkan 'azal berdasarkan dalil-dalil dalam nass ajaran Islam. Al-Ghazali menjelaskan pendapatnya dengan mengemukakan bahwa dasar yang pasti untuk melarang 'azal tidak ada, sebab larangan dalam Islam bisa diterapkan dengan mengemukakan teks asli (nass) yaitu ketentuan yang jelas di dalam al-Qur'an maupun hadis atau membuat qiyas dengan nass tersebut. Menurut pendapatnya, jika 'azal merupakan suatu bentuk usaha untuk menjaga ekonomi keluarga maka usaha-usaha tersebut merupakan tindakan yang sah menurut hukum Islam.
Kuasa Anak atas Perkawinan: Harmonisasi Perlindungan Anak dan Doktrin Fikih dalam Putusan Dispensasi Kawin Muhammad Idris Nasution; Muhammad Syukri Albani Nasution
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.92 KB) | DOI: 10.24090/yinyang.v16i2.4606

Abstract

Child marriage is a global phenomenon that often neglects the protection of children's rights, but a few parents use the jurisprudence doctrine as a shield against their actions. The fiqh doctrine that gives absolute power (ijbar) to fathers and grandfathers over their children's marriages is often abused to marry off children even without their consent. The voice of a child is considered insignificant and his rejection of the actions of his parents is often seen as a form of iniquity. It is different from the two decisions of the Religious Courts, which the authors found, in which the decisions were more concerned with the child's opinion on the marriage that was planned for him by giving the child the rights of isti'dzan and isti'mar. Regarding this case, the authors conducted an analysis with the perspective of child protection and maqashid sharia. The results of the analysis show that in the perspective of child protection and maqashid sharia, children should be rewarded for their opinions. But this award is not enforced absolutely because the opinions of parents cannot be ignored, especially in cases where there is a very urgent reason. So that it is necessary to harmonize the protection of children's rights with the fiqh doctrine of guardian authority by considering the best interests of the child.
The Legality of Divorce in Aceh: A Study of Divorce Practices Out of Religious Courts Azwir Azwir; Pagar Pagar; Muhammad Syukri Albani Nasution
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v16i2.6389

Abstract

Divorce for the people of Aceh is inseparable from Islamic law, the power of Islamic law dominates in every legal decision related to religion. Islamic law for the people of Aceh is understood as fiqh produced by the ulama (Muslim scholars). Likewise with divorce, when there are legal differences, Islamic law becomes the main priority in resolving these differences. This study aims to analyze the legality of divorce for the people of Aceh between Islamic law and state law. In addition, this paper will also analyze the legal trends used by the Acehnese people in divorce cases. This paper is empirical legal research with a statute approach and the sociology of law, the primary data source interviews, this research also examines essential writings related to divorce. The results show that the legality of divorce for the majority of the people of Aceh is what is specified in the Syafi'i school of jurisprudence, state law will be used if needed for administrative needs, but people who are aware of the legality of state law, will use the judiciary in divorce cases to guarantee post-divorce rights.
TRADISI PEMINANGAN MELALAKEN MENURUT MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA (MPU) DAN MAJELIS ADAT ACEH (MAA) KOTA SUBULUSSALAM Ismudin Ismudin; Muhammad Syukri Albani Nasution; Khalid Khalid
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v10i001.3657

Abstract

Dalam syariat Islam sudah diatur secara rapi tentang pernikahan yang dilakukan oleh manusia. Mulai dari pengenalan, memimang seorang wanita. Dan dalam meminang tidak boleh sembarangan, harus melalui proses yang benar, tidak boleh meninang seorang dalam pinangan orang lain dan sebagainya. Berdasarkan defenisinya Kata “peminangan” berasal dari kata “pinang, meminang” (kata kerja). Meminang sinonimnya adalah melamar, yang dalam bahasa Arab disebut “khithbah”. Menurut terminologi, peminangan ialah seorang laki-laki meminta kepada seorang perempuan untuk menjadi istrinya, dengan cara-cara yang umum berlaku di tengah tengah masyarakat. Peminangan sejatinya sudah diatur dalam Islam bagaimana semestinya, begitupun dalam adat istiadat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif deskriptif analisis yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu realita yang terjadi saat ini. Teknik yang dipakai dalam upaya memperoleh data-data yaitu dengan teknik field research (penelitian lapangan) sebagai data primer yaitu, dengan melakukan wawancara dengan pihak Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam, Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam, Tokoh adat dan pihak yang terkait serta observasi dan penelitian kepustakaan sebagai data sekunder yaitu, dengan cara menelaah dan membaca kitab-kitab, buku-buku, surat kabar, serta website yang berkenaan dengan ruang lingkup penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam dan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam mengatakan Hukum Peminangan adat melalaken mubah (Boleh), jika dilakukan dengan membawa perempuan ditemani oleh seorang perempuan atau (penentuai) ketika melakukan melalaken. Akan tetapi jika praktek peminangan ini laki-laki yang melalaken tidak membawa wanita lain sebagai teman perempuan tersebut maka hukumnya haram
Subliminal Message Social Media Against Trust Society About Spirit Doll ( Analysis Maqashid Sharia ) Muhammad Syukri Albani Nasution; Hasnah Nasution; Imam El Islamy; Zulfikar Abdul Aziz; Wulan Dayu
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 10, No 02 (2022): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v10i02.3105

Abstract

This research is entitled subliminal social media message to public beliefs about spirit dolls using syariah maqashid analysis. The intensity of social media showing the spirit doll made most people start making excuses in finding the truth of their minds, so this study looks at how the secret message displayed by social media to the public in influencing their beliefs, as well as the position of sharia maqashid law used by some communities as evidence in its legitimacy. . The mixed method between qualitative and quantitative is a way to analyze this problem by looking at phenomena in the field and describing them and using questionnaires to see public perceptions. Cultivation, subliminal and maqashid theories are used as the basis of this research. There are secret messages displayed by the media to obscure the public's belief in the oneness of God that everything that is done should not be contrary to sharia law, let alone associating God.
The legality of Boster Pro Online Game Transactions Based On Fatwa Assembly Of Indonesian (MUI) No. 116/DSN-MUI/ix/2017 About Sharia Electronic Money Haris Fadillah; Muhammad Syukri Albani Nasution; Ramadhan Syahmedi; Mhd. Yadi Harahap
JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v9i1.10162

Abstract

This study aimed to describe the mechanism of buying and selling Diamonds in the online game Boster Pro based on the DSN MUI fatwa Number 110/DSN-MUI/IX/2017 on buying and selling Diamonds in the Boster Pro game. This type of research is normative law, which uses materials from written regulations or other normative legal materials. The study results concluded that the online game boster pro is a game to play slots, cards, and other betting games, and whoever often wins will get a lot from the bet. The bet is made using Diamonds (virtual coins) instead of Diamonds to play the game. In the Boster Pro game, Diamonds are provided on a limited basis; the more often gamers play games, the fewer Diamonds in the game. Then, gamers are looking for alternatives to get these by buying and selling transactions, namely by buying Diamonds belonging to luckier people. Gamers do this so they can continue to play the game. According to the DSN MUI Fatwa Number 110/DSN-MUI/IX/2017, in the buying and selling transaction of the Diamon game Boster Pro, the consent and acceptance are clear because the perpetrators of the buying and selling transactions are in a conscious state. However, according to the MUI, traded objects contain elements of maysir because they benefit from betting on a game. The next reason, the object of buying and selling is unclear and has no real formPenelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme  transaksi jual beli  Diamon   dalam game online  Boster Pro perspektif fatwa DSN MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 terhadap jual beli  Diamon   dalam game  Boster Pro. Jenis penelitian adalah hukum normatif, yaitu penelitian yang menggunakan bahan-bahan dari peraturan-peraturan tertulis atau bahan     hukum normatif lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa game online boster pro  adalah suatu game untuk memainkan slot, kartu, dan game lainnya yang bersifat taruhan, siapa yang sering memenangkan akan banyak mendapat dari taruhan tersebut. Taruhan tersebut dilakukan menggunakan  Diamon   (koin maya) sebagai pengganti Diamon  untuk memainkan game tersebut. Dalam game  Boster Pro disediakan  Diamon   secara terbatas, semakin sering gamers memainkan game maka semakin berkurang  Diamon   dalam game tersebut, berawal dari hal itu gamers mencari alternatif untuk mendapatkan tersebut dengan cara transaksi jual beli yaitu dengan cara membeli  Diamon   milik orang yang lebih beruntung. Hal ini dilakukan gamers agar bisa terus memainkan game. Menurut Fatwa DSN MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 dalam transaksi jual beli  Diamon   game  Boster Pro ini ijab dan qobul sudah jelas, karena pelaku jual beli bertansaksi dalam keadaan sadar. Akan tetapi, menurut MUI mengenai objek yang diperjual belikan mengandung unsur maysir karena mendapatkan keuntungan dari hasil taruhan sebuah game. Alasan selanjutnya, objek jual belinya tidak jelas dan tidak memiliki wujud nyata.
Co-Authors Adliya Muchni Muharrama Adly, M. Amar Aep Kusnawan, Aep Afendi, Hazrul Ahmad Kholil Ahmad Muhaisin B. Syarbaini Ahmad Tamami Akbar , Ali Akhyar Zein Ali Akbar Ali Hardana Alwy Akbar Amal Tuyadiah Ananda, Faisar Andiyanto, Sakti Andri Soemitra Annisa Sativa Arifin Fauzi Lubis Arisandy, Danil Putra Asmuni Asmuni Asyrofulmuttaqin, Asyrofulmuttaqin Atika Atika Azhari Akmal Tarigan Aziz Bagaskara Azmy, Azmy Azwir Azwir Baehaqi Batubara, Maryam Chanda Chansa Thelma Dhiauddin Tanjung Dinda Pratiwi Tarigan Fadhillah Lubis, Muhammad Arif Faisar Ananda Arfa, Faisar Ananda Ginting, Elvira Dewi Hafsah Hafsah Hafsah Hafsah Hakim, Muhammad Luqman El Harahap, Arifuddin Muda Harahap, Faisal Hamdani Harahap, Muhammad Ikhsan Harahap, Rahmat Daim Haris Fadillah Hasan Matsum Hasan Matsum Hasanuddin Hasanuddin Hasbullah Ja'far Hasibuan, Hamka Husein Hasibuan, Mahlia Putri Hasibuan, Malkan Hasibuan, Reni Ria Armayani Hasnah Nasution Heldani, Shella Utari Hendra Harmain Hidayah, Widyatul Ihsan Ihsan Imam El Islamy Imam Yazid Imsar Ismail Effendi Nasution Ismail Marjuki Harahap Ismudin Ismudin Japakiya, Ismail Lutfi Julhaidir Purba Khadijah Binte Mahfuh, Siti Khalid Khalid M. Iqbal Maimunah Siagian Manurung, Sakinah Halim Margolang, Alifiah Marliyah Marliyah, Marliyah Maulana, Irsyad Meha, Nurmala Lutfi Mhd. Eko Nanda Siregar Mhd. Ulul Azmi Mhd. Yadi Harahap Muhammad Hakim Sitompul Muhammad Idris Nasution Muhammad Iqbal Nasution Muhammad Sya’ban Siregar Muhazir Muhazir, Muhazir Nasir, Ahmad Nasution, Jumanah Nasution, Muhammad Irwan Padli Nauval, Ahmad Zaky Nawir Yuslem Nur Ahmadi Bi Rahmani Nur Aisyah Nurbaiti Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurhayati, Sucinta Tri Nuri Aslami Nurul Arif El Hakim OK Muhammad al fadli Pagar Pagar Panggabean, Nurul Huda Pirmansyah Nasution Purba, Julhaidir Purba, Sa’iful Husairi Putri, Andini Eka Putri, Ararya Nabilah Putri, Kennadem Kurnia Rahma, Nopita Rahmadani, Gema Rahmi Syahriza, Rahmi Ramadhan Syahmedi Ramadhan Syahmedi Siregar Ramadhana, Rizki Resha Khofila Riska Febrianti Aulia Ritonga, Mawaddah Humaira Roro Retno Wulan Sari Sahmiar Pulungan Sahmiar Pulungan, Sahmiar Sahnaz Kartika Siagian , Maimunah Sihite, Sontayati Sihotang, Mhd Rifani Siregar, Cai Siregar, Ramdhan Syahmedi Sugianto Syafran Arrazy Syafruddin Syam Syafruddin Syam Syah, Muhammad Farras Syahrial Arif Hutagalung Tanjung, Dhiauddin Telaumbanua, Ita Ayu Anggina Tuseno, Tuseno Tuti Anggraini Warohmah, Mawaddah Windari Wulan Dayu Wulan Dayu YENNI SAMRI JULIATI NASUTION, YENNI SAMRI JULIATI Zikra, Alfiandi Zulfikar Abdul Aziz