Jeruk sambal (Citrus microcarpa Bunge) merupakan buah lokal yang kaya vitamin C dan senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan pelengkap makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi penambahan sari jeruk sambal yang menghasilkan karakteristik es krim terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu konsentrasi sari jeruk sambal yang terdiri atas enam taraf perlakuan (0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%) dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan leleh, warna (L*, a*, b*), pH, dan sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5% apabila berbeda nyata, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk sambal berpengaruh nyata terhadap nilai kecerahan (L*), pH, dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan leleh, nilai a*, b*, warna, rasa, dan aroma. Berdasarkan uji indeks efektivitas, perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan sari jeruk sambal 5% dengan karakteristik daya leleh 34,89 menit/20 g, nilai L* 86,27, a* 1,59, b* 25,26, pH 4,81, serta tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur masing-masing sebesar 3,63; 3,80; 3,73; dan 3,97 (kategori suka).