p-Index From 2021 - 2026
7.799
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal KALAM Analisis: Jurnal Studi Keislaman Hunafa: Jurnal Studia Islamika Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman AT TA´DIB Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Tasfiyah Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Penelitian Medan Agama Islamic Guidance and Counseling Journal TSAQAFAH Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Jurnal Ilmu Dakwah TARBAWI: Journal on Islamic Education Jurnal Al-Dustur Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Abdi Insani International Journal of Community Service Hunafa: Jurnal Studia Islamika Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Al Basirah Journal Education And Islamic Studies Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Madania: Jurnal Kajian Keislaman Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Pendidikan Islam Comprehensive Journal of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : al-Afkar, Journal For Islamic Studies

TELAAH PROBLEM HADIS PERSPEKTIF SEKULER: SEBUAH PENGANTAR: Telaah Problem Hadis Perspektif Sekuler; Sebuah Pengantar Mohammad Muslih; Fachri Khoerudin; Amir Amir Reza
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 1, January 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.006 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i1.245

Abstract

Pembahasan mengenai hadis terus dilakukan oleh para ulama, dari mulai generasi mutaqaddimîn, mutaakhirîn sampai pada generasi kontemporer (hadîtsiyyah) pada masa sekarang.kajian mereka mengenai hadis tidak pernah lepas dari dua hal; dirâyah dan riwâyah. Kajian mengenai hadis dari sisi dirayah adalah kajian tentang asal-usul tentang kenapa dan bagaimana hadis tersebut muncul. maka jelas bahwa tujuan kritik hadis –baik matan ataupun sanad- yang dilakukan oleh para ulama terdahulu adalah untuk menjaga validitas hadis itu sendiri dari unsur-unsur lain yang bukan hadis. Sehingga muncul istilah-istilah seperti hadis sahih, hadis dhaif, hadis hasan dan hadis maudhu. Dalam artian, ada hadis yang benar-benar hadis dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, bahkan ada juga hadis yang sebenarnya tidak bisa disebut hadis (psudou-hadis, maudhu’). Pengkategorian seperti itu adalah hasil dari kritik hadis yang dilakukan oleh para ulama sepanjang lintasan sejarah. Makalah ini menghasilkan setidaknya kita bisa menyimpulkan bahwa sasaran kritik mereka tertuju pada sumber, sanad, matan dan hadis-hadis yang ahad. Tentu kritikan tersebut tidak serta-merta dapat diterima dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah, mengingat ada beberapa problem yang harus diluruskan ketika kegiatan kritik hadis dalam perspektif sekuler dilakukan. Dalam konteks ini, kritik tersebut dilakukan oleh orientalis dan para pengikutnya sebagaimana yang telah dijelaskan
Criticism of Arab Reason: Reading Muhammad Abid Al-Jabiri's Path of Knowledge Saidil Yusron; Mohammad Muslih
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i4.1199

Abstract

The central theme of the idea of renewal of thought in Islam lies in the key word I'aadatul Islam; That is the desire of the Muslim community to restore the role of the Islamic world in the global arena of world civilization. If Muhammad Abduh made Tajdid Al-Fahm (Renewing the Understanding of Islam) as a key word in his thought pattern, Rashid Rida had the concept of Tathbiq Al-Shari'ah or Tathbiq Qanun Al-Shar'iyyah, then, contemporary Islamic thinkers – Hasan Hanafi, Muhammad Arkoun and 'Abid Al-Jabiri – for example prefer to focus on the reconstruction of the understanding of tradition and criticism of the reason or system of thinking of Muslims. Al-Jabiri's concern for the decline of the Arabs and the failure of the Islamic revival in general, prompted him to examine the causes that led to this failure. The main problem that has not been resolved is how to respond and position heritage (turast) with the flow of modernization. The study should take into account the thoughts of the owner of the dal text. Studies must take into account the thoughts of the owner of the text in the context of its historical time, and reveal the ideological function desired by the thought intended in the realm of general knowledge to which it belongs. Thus, making the text contemporary for itself means separating it (fashl) from us and relating it (rabth) to the reality it produces.
Co-Authors Abdul Aziz Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Rohman Ach Fuad Fahmi Adib Fattah Suntoro Adrian Syahidu Ahmad Ahmad Ahmad Faizin Soleh Ahmad Hisyam Syamil Ahmad Inzimam Haq Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit Alfadla, Maya Tsuroya Alfadla, Maya Tsurroya Amal Fathullah Zarkasyi Amir Amir Reza Amir Reza Kusuma Amir Reza Kusuma Amir Reza Kusuma Amir Reza, Amir Angga Nuraufa Zamzami Putra Anwar , Saiful Ashari, Riza Bambang Setyo Bambang Setyo Utomo Bambang Setyo Utomo Choliq, Muthmainnah Danial Khaled Syamna Dimas Abdillah Azzam Diyan Novita Sari Eka Rosanti Ely Windarti Hastuti Fachri Khoerudin Fachri Khoerudin Falah, Muhammad Zulfikar Nur Fitri Masturoh H, Harisman Hamid Fahmy Zarkasyi Happy Susanto Haryanto . Heru Saiful Anwar Heru Wahyudi Hidayatullah, Rakhmad Agung Ida Susilowati Ide Mafaza Sansayto Ihwan Mahmudi Indra Ari Fajari Khotimatul Mahbubah Kusuma, Amir Reza Laila, ST. Noer Farida Lathiefa Rusli Madani Ahmadan Martin Putra Perdana Maya Tsuroya Alfadla Maya Tsurroya Alfadla Mochamad Sandisi, Zahratur Rofiqah Binte Mochammad Fachturrahman Spama Putra Moh. Rofiq Mohamad Abdul Azis Mohamad Latief Muhammad Faqih Nidzom Muhammad Muchlish Huda Muhammad Rizky Ramadhani Muhammad Taqiyuddin Muhammad Tharmidzi Muhtadi Abdul Mun'im Muthmainnah Choliq Neri Wijayanti Novita Najwa Himaya NUR AINI Nur Aini Nuraini Nuraini Nuraini Putra, Mochammad Fachturrahman Spama Racha Suheib Achmad Rahman, Ryan Arief Rakhmad Agung Hidayatullah Rindang Diannita Rofiq, Moh Rofiqo, Azidni Ryan Arief Rahman Sahidin, Amir Saidil Yusron Saifullah, Ahmad Samsirin Samsirin Sari, Diyan Novita Sofian Hadi Sri Haryanto sukawi sukawi Suntoro, Adib Fattah Sutoyo, Yongki Syahdul Iman Syarifah . Tharmidzi, Muhammad Tsuroya Alfadla, Maya Umma Fatayati Use Etica Wildan Mubarok Yahya, Yuangga Kurnia Yongki Sutoyo Yulia Nasrul Latifi, Yulia Nasrul Yusuf Al Manaanu Zahrul Fata