Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Pewarna Alami Sebagai Pemanfaatan Hasil Alam Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Muflihati, Muflihati; Nurhaida, Nurhaida; Munadian, Munadian
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.4028

Abstract

The management of National Parks which have special regulations means that village communities around the area have limitations in utilizing the potential of the forests around where they live, as a result, conflicts often occur between village communities and National Park managers. It is necessary to find a solution to utilize a more diverse range of forest products without having to violate the rules for managing national parks. One of the non-timber forest products that has quite high potential for improving the economic level of society is natural dyes that can be extracted from various kinds of resources in the forest. Bukit Baka Bukit Raya National Park has very abundant natural resources so efforts are needed to utilize these natural resources sustainably. For this reason, the PKM Forestry team, in collaboration with the TNBBBR management, carries out outreach on the potential of natural dyes as a use of natural products based on regional potential in improving the economy of the community of Belaban Ella Village, Belaban Resort, Bukit Baka Bukit Raya National Park. It is hoped that this outreach can increase the community's capacity to utilize forest products that are environmentally friendly and of course have high economic value. This outreach can change people's mindset to start exploiting the potential that exists in the forest in an environmentally sustainable way.
Isolation and Screening of Endophytic Fungi from Soursop (Annona muricata L.) Leaves: Potential Sources of Antimicrobial Compounds Nurhaida, Nurhaida; Murniana, Murniana; Amrina, Bella Septie; Rasyid, Syarifah AB
Journal of Carbazon Vol 1, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jokarbazon.v1i1.32733

Abstract

Endophytic fungi, which reside within plant tissues, offer a unique ecological perspective due to their mutually beneficial relationship with host plants. Soursop (Annona muricata L.) leaves, known for their medicinal properties, contain bioactive compounds that may be produced by endophytic fungi. This study aimed to isolate endophytic fungi from soursop leaves and evaluate their potential as antimicrobial compound producers. Twenty endophytic fungal isolates were obtained from soursop leaves using Potato Dextrose Agar (PDA) supplemented with leaf extract. Out of these isolates, eight demonstrated antimicrobial activity against the tested microorganisms. Notably, the extract produced by SLE16 exhibited inhibitory effects against Gram-negative bacteria, while isolates SLE7, SLE8, and SLE14 showed antifungal activity against Candida albicans. Furthermore, isolates SLE18, SLE19, and SLE20 displayed significant inhibition of Trichophyton rubrum growth. The extracellular extracts derived from these endophytic fungi exhibited hydrophilic properties and formed inhibition zones larger than 15 mm, indicating their potential as antimicrobial compounds. These findings highlight the potential of endophytic fungi isolated from soursop leaves as valuable sources of novel antimicrobial compounds
PENDIDIKAN KESEHATAN: MENJAGA KEBERSIHAN DIRI Refialdinata, Jeki; Rita, Nova; Yundelfa, Mandria; Nurhaida, Nurhaida; Nursabila, Najwa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2560

Abstract

Kebersihan diri yang buruk menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit menular pada anak usia sekolah. Penelitian telah mengungkapkan bahwa pengetahuan dan penerapan perilaku hidup bersih pada sebagian besar anak usia sekolah dasar termasuk dalam kategori kurang baik. Menurut keterangan dari guru SDN 14 Tabing Banda Gadang Kota Padang, penyuluhan tentang kebersihan diri sudah lama tidak dilakukan terhadap siswa sekolah, sehingga mudah dijumpai dilingkungan sekolah siswa yang berkuku panjang dan tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan setelah bermain. Berdasarkan permasalahan tersebut, sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan diri pada siswa maka dilakukan kegiatan berupa pemberian edukasi tentang kebersihan diri. Edukasi diberikan dengan metode ceramah menggunakan media berupa powerpoint.Keywords: Pendidikan Kesehatan; menjaga kebersihan diri, siswa sekolah dasar
Ecobrick is An Effort to Reduce Plastic Waste in The Cipta Karya Village, Bengkayang district: Ecobrick Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Plastik Di Desa Cipta Karya Kabupaten Bengkayang Munadian, Munadian; Nurhaida, Nurhaida; Muflihati, Muflihati; Wulandari, Reine Suci Wulandari; Siahaan, Sarma
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.20129

Abstract

Desa Cipta Karya merupakan desa wisata yang berada di Kabupaten Bengkayang, hal tersebut menyebabkan banyaknya aktivitas wisata masyarakat yang berakibat pada meningkatnya limbah plastik. Status desa yang termasuk kedalam 75 desa wisata terbaik di Indonesia menyebabkan masyarakat dan pemerintah harus tetap menjaga keindahalan lingkungan desa tersebut, salah satu caranya adalah dengan pengolahan sampah plastik. Pembuatan Ecobrick merupakan salah satu solusi pengolahan limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna. Pengabdian ini bertujuan untuk wadah transfer informasi tentang potensi pengolahan limbah plastik menjadi produk ecobrick sebagai tanggung jawab civitas akademika dalam upaya menjaga status desa sebagai desa wisata terbaik. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan cara persentasi dan praktek langsung pembuatan produk ecobrick. Dari olah data kuisioner menunjukan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengolahan limbah plastik yang memiliki nilai guna lebih dan dapat memberikan peluang usaha baru dengan nilai jual yang tinggi sehingga masyarakat menjadi unggul dalam ekonomi dan lingkungan pun terjaga.
Penilaian Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan ( KPSP ) Sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Di Tk ‘Aisyiyah 6 Kota Padang. Nurhaida, Nurhaida; Saputri, Melda; Rita, Nova; Refialdinata, Jeki; Najwa, Najwa; Nadia, Nadia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53feq773

Abstract

Masa depan bangsa bergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal. Periode awal kehidupan merupakan masa emas sekaligus rentan terhadap gangguan perkembangan, sehingga diperlukan pengasuhan, gizi, stimulasi, dan lingkungan yang baik. Deteksi dini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) penting untuk menilai perkembangan anak usia prasekolah meliputi aspek motorik kasar, halus, bicara, bahasa, serta sosial-kemandirian. Penilaian perkembangan dengan KPSP sangat penting dilakukan secara berkala, terutama pada anak usia prasekolah (3–6 tahun), Tanpa deteksi yang tepat, anak dengan keterlambatan perkembangan berisiko mengalami kesulitan belajar, gangguan perilaku, bahkan kecacatan yang bersifat permanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemantauan pertumbuhan (tinggi dan berat badan), skrining perkembangan dengan KPSP, serta edukasi kepada orang tua dan pendidik. Hasil menunjukkan 69,3% anak memiliki perkembangan sesuai usia, 26% meragukan, dan 4,7% terdapat kemungkinan penyimpangan. Anak dengan hasil meragukan diberikan stimulasi tambahan terutama pada aspek motorik halus dan sosial-kemandirian. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar deteksi dini tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkesinambungan.
PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN DI DESA SETAWAR KECAMATAN SEKADAU HULU KABUPATEN SEKADAU Diana, Diana; Yani, Ahmad; Nurhaida, Nurhaida
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.83409

Abstract

Utilization of NTFPs can indirectly help the economy by processing them into handicraft products. The use of NTFPs has more or less an influence on meeting daily living needs. This research aims to record the types of NTFPs that are used as woven crafts and describe the woven craft products produced from NTFPs by the community in Setawar Village, Sekadau Hulu District, Sekadau Regency. This research uses a survey method with data collection techniques through interviews with 81 respondents selected using purposive sampling, analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The highest Use Value (UV) value is luwok (Korthalsia echinometra Becc)(0.4815), the highest Family Importance Value (FIV) value is Arecaceae (62.67%), the highest Informant Consensus Factor (ICF) value is 1.00 with a total of 15 types of woven, and the highest Fidelity Level (FL) values are (100) rirang (Licuala spinosa Wurmb) and muntik (Gigantochloa apus). We obtained 14 types of 4 families of NTFP plants which were used by the Setawar Village community as materials for woven crafts. 26 craft products with 5 categories of use, namely decoration, household tools, transportation equipment, fishing equipment and constructionKeywords: NTFPs, Plant Types, Woven Crafts.AbstrakPemanfaatan HHBK secara tidak langsung dapat membantu perekonomian dengan diolah menjadi produk kerajinan, adanya pemanfaatan HHBK sedikit banyak memberi pengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis HHBK yang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan anyaman dan mendeskripsikan produk kerajinan anyaman yang dihasilkan dari HHBK oleh masyarakat di Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data secara wawancara terhadap 81 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Nilai Use Value (UV) tertinggi yaitu uwi luwok (Korthalsia echinometra) yaitu 0,4815, nilai Family Importance Value (FIV) tertinggi yaitu Arecaceae yaitu 62,67%, nilai Informant Consensus Factor (ICF) tertinggi yaitu 1,00 dengan kategori pemanfaatan konstruksi,  dan nilai Fidelity Level (FL) tertinggi yaitu 100 untuk kategori pemanfaatan alat rumah tangga : uwi marau (Calamus mattanensis Becc), pensok (Schizostachyum flexuosum), perupok (Pandanus tectorius), untuk alat perikanan : muntik (Gigantochloa apus), untuk konstruksi : rirang (Licuala spinosa Wurmb). Diperoleh 14 jenis dari 4 family tumbuhan  HHBK yang dimanfaatkan masyarakat Desa Setawar sebagai bahan kerajinan anyaman. 26 produk kerajinan dengan 5 kategori pemanfaatan yaitu hiasan, alat rumah tangga, alat angkut, alat perikanan dan konstruksi.Kata kunci : HHBK, Jenis Tumbuhan, Kerajinan anyaman.
EDUKASI KESEHATAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK BERMANFAAT PADA BANK SAMPAH PASIE NAN TIGO Earnestly, Femi; Nurhaida, Nurhaida; Firdaus, Firdaus; Azfa, Naila Arifah; Nugraha, Rezky Adrian; Muchlisinalahuddin, Muchlisinalahuddin
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7458

Abstract

Minyak bekas masak adalah limbah dari rumah yang sering dibuang sembarangan atau dipakai lagi dalam memasak. Penggunaan kembali minyak bekas dapat menimbulkan zat berbahaya seperti senyawa karsinogenik asam lemak trans dan radikal bebas yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif. Selain itu, membuangnya ke dalam saluran air dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat. Pemakaian minyak jelantah sampai dua kali pemanasan masih dapat ditoleransi. Namun jika lebih dari dua kali, terlebih jika warnanya sudah berubah menjadi kehitam-hitaman, maka minyak tersebut sudah tidak baik dan harus dihindarkan. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan mengenai risiko minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan, serta memberikan pelatihan untuk mengolahnya menjadi produk yang berguna, seperti sabun dan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, dan penilaian peserta dengan memberikan kuisioner kepada peserta pengabdian kepada pengelola Bank Sampah Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya kesehatan dari minyak bekas dan keterampilan mereka dalam membuat produk olahan yang aman dan memiliki nilai ekonomis, dimana peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat dari 48% ke 90%. Program ini menjadi contoh pendidikan kesehatan pencegahan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.Kata kunci: minyak jelantah, edukasi kesehatan, sabun, lilin aromaterapi, pemberdayaan masyarakat
Penerapan Matriks Leslie pada Pertumbuhan Populasi Sapi Betina di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Nurhidayah, Kurnia; Nurhaida, Nurhaida; Sesa, Junianto; Aprilyani, Lilis Dwi Sapta
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10584

Abstract

Abstrak - Pertumbuhan hewan ternak merupakan salah satu aspek penting dalam dunia peternakan. Masalah bisa terjadi jika jumlah ternak tidak dikendalikan. Salah satunya adalah sulit meningkatkan kesejahteraan populasi hewan itu. Oleh karena itu, laju pertumbuhannya perlu diperhatikan. Perubahan populasi dipengaruhi oleh kelahiran, kematian dan kelangsungan hidup. Pertumbuhan penduduk dapat menunjukkan apakah jumlah populasi pada tahun berikutnya akan bertambah, berkurang, atau tetap sama. Matriks dapat digunakan untuk menentukan laju pertumbuhan populasi. Matriks dalam matematika dapat digunakan untuk menangani model matematika, seperti mencari laju pertumbuhan suatu populasi. Matriks Leslie digunakan untuk memprediksi jumlah populasi dan laju pertumbuhan populasi. Matriks Leslie sering disebut sebagai model pertumbuhan populasi. Matriks Leslie hanya dapat digunakan untuk populasi betina karena hanya mereka yang dapat melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Matriks Leslie dalam memprediksi populasi dan laju pertumbuhan populasi sapi betina di Kabupaten Manokwari, Papua Barat Tahun 2026. Dengan menggunakan Matriks Leslie diperoleh  dimana , menunjukkan bahwa laju pertumbuhan populasi sapi betina di Kabupaten Manokwari mengalami peningkatan pada Tahun 2026Kata kunci: Laju Pertumbuhan Populasi; Matriks Leslie; Nilai Eigen; Abstract - Livestock growth is an important aspect of animal husbandry. Problems can arise if livestock numbers are not controlled. One of these is the difficulty of improving the welfare of the animal population. Therefore, its growth rate needs to be considered. Population changes are influenced by births, deaths, and survival. Population growth can indicate whether the population will increase, decrease, or remain the same in the following year. Matrices can be used to determine the population growth rate. Matrices in mathematics can be used to handle mathematical models, such as finding the growth rate of a population. The Leslie Matrix is used to predict population size and population growth rate. The Leslie Matrix is often referred to as a population growth model. The Leslie Matrix can only be used for female populations because only they can give birth. This study aims to apply the Leslie Matrix to predict the population and growth rate of female cattle in Manokwari Regency, West Papua in 2026. Using the Leslie Matrix, is obtained, where , indicating that the growth rate of the female cattle population in Manokwari Regency will increase in 2026.Keywords: Population Growth; Leslie Matrix; Eigen Value;
PREVENTION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES IN PRESCHOOL-AGED CHILDREN THROUGH WHATSAPP GROUP MEDIA Refialdinata, Jeki; Nurhaida, Nurhaida; Fitri, Miftahurrahmi
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7493

Abstract

Introduction Eating habits in preschool-aged children play an important role in forming the foundation of long-term health. Low consumption of fruits and vegetables and high intake of sugary drinks have been reported to contribute to an increased risk of non-communicable diseases (NCDs) in adulthood. Nutrition education for parents is one of the main strategies for improving children’s dietary patterns. Purpose: This study aims to analyze the influence of education delivered through WhatsApp groups on changes in fruit and vegetable consumption as well as the limitation of sugary drinks in preschool-aged children at TK ’Aisyiyah Padang. Method: The study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design with 53 respondents (total sampling). Educational material was delivered through a WhatsApp group for one month. Result: The Wilcoxon Signed-Rank test showed an increase in knowledge scores from 30.11 to 33.30 (p 0.0001). Discussion: These findings indicate that digital-based education has the potential to become an effective, affordable, and accessible medium in family health promotion. Further research is recommended to assess actual behavior changes and include a control group
PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN REWARD TERHADAP KINERJA KARYAWAN SPPBE PT. AWAL BROS MULTI KARYA PEKANBARU Oktavina, Sri Wahyu; Nurhaida, Nurhaida; Pedri, Raftul; Usmiar, Usmiar
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 12, No 1 (2026): VOLUME XII NO. 1 APRIL 2026
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v12i1.7832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan reward terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan SPPBE PT. Awal Bros Multi Karya sebanyak 54 orang, yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup, sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 3,062, sig = 0,004 0,05). Selain itu, reward juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja (t = 3,479, sig = 0,001 0,05). Secara simultan, work life balance dan reward memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 20,065, sig = 0,000 0,05). Kontribusi pengaruh work life balance dan reward adalah sebesar 64,4%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara keseimbangan kerja dan sistem penghargaan yang adil merupakan determinan penting dalam membentuk kinerja karyawan yang optimal di lingkungan kerja industri berbasis operasional tinggi. Kata kunci: work life balance, reward, kinerja karyawan
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Afifi, Muhammad Ridho ahmad yani Ainun Mardhiah, Ainun Ainun Mardiah Alam, Samsu ALDIANSYAH, TEUKU Amrina, Bella Septie andi, adi Anwari, M Sofwan Apriani, Riny Aprilyani, Lilis Dwi Sapta ARDIANSYAH ARDIANSYAH Aritonang, Devinna Riskiana Astuti, Tani ATANTA, JAINURSUMARMI SAFRULLAH Aulia, Astrina Azfa, Naila Arifah Azzahra, Mayochi Binawati Ginting Cut Aja Nuraskin Darwanti, Herlina Dewi, Shoufi Nisma Diana Diana Dina Setyawati Dirhamsyah, Muhammad Eka Safitri Elvi Susanti Lubis Farah Diba Febriani, Henny Femi Earnestly Firdaus Firdaus Fitri Kurnia Fitri, Miftahurrahmi Fitriani Fitriani Ginting, Bersiap Gitriadi, Heru Gusti Hardiansyah Gustina, Jessi Gustira, Ndari Habibi Habibi Hari Prayogo Hasan Ashari Oramahi Havija Sihotang Hutauruk, Puput Melati Indah Susanti Indrawasih, Indrawasih Isnaini, Nur Uli Khairunisa, Ana Laode Muhammad Harjoni Kilowasid Leli Suwita, SE, MM M. Dirhamsyah Maharani, Dhevia Marwanto Marwanto, Marwanto Matulessy, Esther Ria Muchlisinalahuddin Mufizarni, Mufizarni Muflihati, . Munadian, Munadian Murniana Murniana Muslim, Fluorina Oyza Mutia, Hera Mutiar, Mutiar N. Nazaruddin Nadia Nadia Najwa Najwa Nanang Masruchin Nasution, Putri Nabila NAZARUDDIN, SALSABILLA LATANSA Nengcy, Silvia Nova Rita, Nova Nugraha, Rezky Adrian Nurhasyifa, Najwa Nurhayati Nurhayati Nurhidayah, Kurnia Nursabila, Najwa Oktavia, Elmi Oktaviani, Maria Gerlina Oktavina, Sri Wahyu Pedri, Raftul Peterson, Peterson Prita Larasati, Prita Larasati Puguh Setiawan Purwano, Sigit Putri, Puji Pradya R, Siti Raftul Fedri Rahayu, Eka Sri Rangkuti, Miftahul Nur Khairi Ranglaut, Sebastianus Lio Rago Rasyid, Syarifah AB Reca Reca Refiadinata, Jeki Refialdinata, Jeki Rikandi, Meta Riko, Eryesiswanto Sabyan, Muhammad Salihin, Salihin Santoso, Ida Riyanti Saputra, Muhammad Romi Saputri, Melda SARAWA, SARAWA Sarma Siahaan Sesa, Junianto Siregar, Alfin Siregar, Liesma Maywarni Sofyan Zainal Sri Wahyuni Suhud, Khairi Sukatin, Sukatin Suri, Mellan Suryani, Cici Susanti, Baiq Indah Susanti, Yana Yetria Syahfira A Syahna Syahna, Syahfira Ananda Teuku Salfiyadi Trisna Wati, Trisna Usmiar, Usmiar Wahdina, Wahdina Wahyuni, Dian Eka Mayasari Sri Widiyanti, Rina Widyanti, Rina Widyawati Widyawati Wirawan, Hadi Purnama Wirza Wirza, Wirza Wulandari, Reine Suci Wulandari Yuliaty, Ihdina Yundelfa, Mandria Zulfahmi Zulfahmi