Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN DI DESA SETAWAR KECAMATAN SEKADAU HULU KABUPATEN SEKADAU Diana, Diana; Yani, Ahmad; Nurhaida, Nurhaida
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.83409

Abstract

Utilization of NTFPs can indirectly help the economy by processing them into handicraft products. The use of NTFPs has more or less an influence on meeting daily living needs. This research aims to record the types of NTFPs that are used as woven crafts and describe the woven craft products produced from NTFPs by the community in Setawar Village, Sekadau Hulu District, Sekadau Regency. This research uses a survey method with data collection techniques through interviews with 81 respondents selected using purposive sampling, analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The highest Use Value (UV) value is luwok (Korthalsia echinometra Becc)(0.4815), the highest Family Importance Value (FIV) value is Arecaceae (62.67%), the highest Informant Consensus Factor (ICF) value is 1.00 with a total of 15 types of woven, and the highest Fidelity Level (FL) values are (100) rirang (Licuala spinosa Wurmb) and muntik (Gigantochloa apus). We obtained 14 types of 4 families of NTFP plants which were used by the Setawar Village community as materials for woven crafts. 26 craft products with 5 categories of use, namely decoration, household tools, transportation equipment, fishing equipment and constructionKeywords: NTFPs, Plant Types, Woven Crafts.AbstrakPemanfaatan HHBK secara tidak langsung dapat membantu perekonomian dengan diolah menjadi produk kerajinan, adanya pemanfaatan HHBK sedikit banyak memberi pengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis HHBK yang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan anyaman dan mendeskripsikan produk kerajinan anyaman yang dihasilkan dari HHBK oleh masyarakat di Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data secara wawancara terhadap 81 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Nilai Use Value (UV) tertinggi yaitu uwi luwok (Korthalsia echinometra) yaitu 0,4815, nilai Family Importance Value (FIV) tertinggi yaitu Arecaceae yaitu 62,67%, nilai Informant Consensus Factor (ICF) tertinggi yaitu 1,00 dengan kategori pemanfaatan konstruksi,  dan nilai Fidelity Level (FL) tertinggi yaitu 100 untuk kategori pemanfaatan alat rumah tangga : uwi marau (Calamus mattanensis Becc), pensok (Schizostachyum flexuosum), perupok (Pandanus tectorius), untuk alat perikanan : muntik (Gigantochloa apus), untuk konstruksi : rirang (Licuala spinosa Wurmb). Diperoleh 14 jenis dari 4 family tumbuhan  HHBK yang dimanfaatkan masyarakat Desa Setawar sebagai bahan kerajinan anyaman. 26 produk kerajinan dengan 5 kategori pemanfaatan yaitu hiasan, alat rumah tangga, alat angkut, alat perikanan dan konstruksi.Kata kunci : HHBK, Jenis Tumbuhan, Kerajinan anyaman.
EDUKASI KESEHATAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK BERMANFAAT PADA BANK SAMPAH PASIE NAN TIGO Earnestly, Femi; Nurhaida, Nurhaida; Firdaus, Firdaus; Azfa, Naila Arifah; Nugraha, Rezky Adrian; Muchlisinalahuddin, Muchlisinalahuddin
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7458

Abstract

Minyak bekas masak adalah limbah dari rumah yang sering dibuang sembarangan atau dipakai lagi dalam memasak. Penggunaan kembali minyak bekas dapat menimbulkan zat berbahaya seperti senyawa karsinogenik asam lemak trans dan radikal bebas yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif. Selain itu, membuangnya ke dalam saluran air dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat. Pemakaian minyak jelantah sampai dua kali pemanasan masih dapat ditoleransi. Namun jika lebih dari dua kali, terlebih jika warnanya sudah berubah menjadi kehitam-hitaman, maka minyak tersebut sudah tidak baik dan harus dihindarkan. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan mengenai risiko minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan, serta memberikan pelatihan untuk mengolahnya menjadi produk yang berguna, seperti sabun dan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, dan penilaian peserta dengan memberikan kuisioner kepada peserta pengabdian kepada pengelola Bank Sampah Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya kesehatan dari minyak bekas dan keterampilan mereka dalam membuat produk olahan yang aman dan memiliki nilai ekonomis, dimana peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat dari 48% ke 90%. Program ini menjadi contoh pendidikan kesehatan pencegahan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.Kata kunci: minyak jelantah, edukasi kesehatan, sabun, lilin aromaterapi, pemberdayaan masyarakat
Penerapan Matriks Leslie pada Pertumbuhan Populasi Sapi Betina di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Nurhidayah, Kurnia; Nurhaida, Nurhaida; Sesa, Junianto; Aprilyani, Lilis Dwi Sapta
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10584

Abstract

Abstrak - Pertumbuhan hewan ternak merupakan salah satu aspek penting dalam dunia peternakan. Masalah bisa terjadi jika jumlah ternak tidak dikendalikan. Salah satunya adalah sulit meningkatkan kesejahteraan populasi hewan itu. Oleh karena itu, laju pertumbuhannya perlu diperhatikan. Perubahan populasi dipengaruhi oleh kelahiran, kematian dan kelangsungan hidup. Pertumbuhan penduduk dapat menunjukkan apakah jumlah populasi pada tahun berikutnya akan bertambah, berkurang, atau tetap sama. Matriks dapat digunakan untuk menentukan laju pertumbuhan populasi. Matriks dalam matematika dapat digunakan untuk menangani model matematika, seperti mencari laju pertumbuhan suatu populasi. Matriks Leslie digunakan untuk memprediksi jumlah populasi dan laju pertumbuhan populasi. Matriks Leslie sering disebut sebagai model pertumbuhan populasi. Matriks Leslie hanya dapat digunakan untuk populasi betina karena hanya mereka yang dapat melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Matriks Leslie dalam memprediksi populasi dan laju pertumbuhan populasi sapi betina di Kabupaten Manokwari, Papua Barat Tahun 2026. Dengan menggunakan Matriks Leslie diperoleh  dimana , menunjukkan bahwa laju pertumbuhan populasi sapi betina di Kabupaten Manokwari mengalami peningkatan pada Tahun 2026Kata kunci: Laju Pertumbuhan Populasi; Matriks Leslie; Nilai Eigen; Abstract - Livestock growth is an important aspect of animal husbandry. Problems can arise if livestock numbers are not controlled. One of these is the difficulty of improving the welfare of the animal population. Therefore, its growth rate needs to be considered. Population changes are influenced by births, deaths, and survival. Population growth can indicate whether the population will increase, decrease, or remain the same in the following year. Matrices can be used to determine the population growth rate. Matrices in mathematics can be used to handle mathematical models, such as finding the growth rate of a population. The Leslie Matrix is used to predict population size and population growth rate. The Leslie Matrix is often referred to as a population growth model. The Leslie Matrix can only be used for female populations because only they can give birth. This study aims to apply the Leslie Matrix to predict the population and growth rate of female cattle in Manokwari Regency, West Papua in 2026. Using the Leslie Matrix, is obtained, where , indicating that the growth rate of the female cattle population in Manokwari Regency will increase in 2026.Keywords: Population Growth; Leslie Matrix; Eigen Value;
PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN REWARD TERHADAP KINERJA KARYAWAN SPPBE PT. AWAL BROS MULTI KARYA PEKANBARU Oktavina, Sri Wahyu; Nurhaida, Nurhaida; Pedri, Raftul; Usmiar, Usmiar
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 12, No 1 (2026): VOLUME XII NO. 1 APRIL 2026
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v12i1.7832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan reward terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan SPPBE PT. Awal Bros Multi Karya sebanyak 54 orang, yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup, sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 3,062, sig = 0,004 0,05). Selain itu, reward juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja (t = 3,479, sig = 0,001 0,05). Secara simultan, work life balance dan reward memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 20,065, sig = 0,000 0,05). Kontribusi pengaruh work life balance dan reward adalah sebesar 64,4%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara keseimbangan kerja dan sistem penghargaan yang adil merupakan determinan penting dalam membentuk kinerja karyawan yang optimal di lingkungan kerja industri berbasis operasional tinggi. Kata kunci: work life balance, reward, kinerja karyawan
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Afifi, Muhammad Ridho ahmad yani Ainun Mardhiah, Ainun Ainun Mardiah Alam, Samsu ALDIANSYAH, TEUKU Amrina, Bella Septie andi, adi Anwari, M Sofwan Apriani, Riny Aprilyani, Lilis Dwi Sapta ARDIANSYAH ARDIANSYAH Aritonang, Devinna Riskiana Astuti, Tani ATANTA, JAINURSUMARMI SAFRULLAH Aulia, Astrina Azfa, Naila Arifah Azzahra, Mayochi Binawati Ginting Cut Aja Nuraskin Darwanti, Herlina Dewi, Shoufi Nisma Diana Diana Dina Setyawati Dirhamsyah, Muhammad Eka Safitri Elvi Susanti Lubis Farah Diba Febriani, Henny Femi Earnestly Firdaus Firdaus Fitri Kurnia Fitriani Fitriani Ginting, Bersiap Gitriadi, Heru Gusti Hardiansyah Gustina, Jessi Gustira, Ndari Habibi Habibi Hari Prayogo Hasan Ashari Oramahi Havija Sihotang Hutauruk, Puput Melati Indah Susanti Indrawasih, Indrawasih Isnaini, Nur Uli Khairunisa, Ana Laode Muhammad Harjoni Kilowasid Leli Suwita, SE, MM M. Dirhamsyah Maharani, Dhevia Marwanto Marwanto, Marwanto Muchlisinalahuddin Mufizarni, Mufizarni Muflihati, . Munadian, Munadian Murniana Murniana Muslim, Fluorina Oyza Mutia, Hera Mutiar, Mutiar N. Nazaruddin Nanang Masruchin Nasution, Putri Nabila NAZARUDDIN, SALSABILLA LATANSA Nengcy, Silvia Nova Rita, Nova Nugraha, Rezky Adrian Nurhasyifa, Najwa Nurhayati Nurhayati Nurhidayah, Kurnia Nursabila, Najwa Oktavia, Elmi Oktaviani, Maria Gerlina Oktavina, Sri Wahyu Pedri, Raftul Peterson, Peterson Puguh Setiawan Purwano, Sigit Putri, Puji Pradya R, Siti Raftul Fedri Rahayu, Eka Sri Rangkuti, Miftahul Nur Khairi Ranglaut, Sebastianus Lio Rago Rasyid, Syarifah AB Reca Reca Refiadinata, Jeki Refialdinata, Jeki Rikandi, Meta Riko, Eryesiswanto Sabyan, Muhammad Salihin, Salihin Santoso, Ida Riyanti Saputra, Muhammad Romi Saputri, Melda SARAWA, SARAWA Sarma Siahaan Sesa, Junianto Siregar, Liesma Maywarni Sofyan Zainal Sri Wahyuni Suhud, Khairi Sukatin, Sukatin Suri, Mellan Suryani, Cici Susanti, Baiq Indah Susanti, Yana Yetria Syahfira A Syahna Teuku Salfiyadi Trisna Wati, Trisna Usmiar, Usmiar Wahdina, Wahdina Wahyuni, Dian Eka Mayasari Sri Widiyanti, Rina Widyanti, Rina Widyawati Widyawati Wirawan, Hadi Purnama Wirza Wirza, Wirza Wulandari, Reine Suci Wulandari Yuliaty, Ihdina Yundelfa, Mandria Zulfahmi Zulfahmi