Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM TIGA KUMPULAN CERITA PENDEK KARYA KAKANDA REDI Fatmawati, Fatmawati; Priyadi, Antonius Totok; Syam, Christanto
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 9, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v9i2.81319

Abstract

This research aims to analyze the use of language styles in three short story collections by Kakanda Redi. The method used is a qualitative descriptive method. The data sources for this research are three short story collections by Kakanda Redi. The data is in the form of phrases and sentences that contain language styles. Data collection techniques, namely documentary study, listening and note-taking techniques. The results of the analysis found (1) a group of comparative language styles including similes, metaphors, personification, depersonification, antithesis, pleonasm, periphrasis and correction, (2) a group of conflicting language styles including hyperbole, irony, anticlimax, cynicism and sarcasm, (3) a group of contrasting styles linking language includes metonymy, synecdoche, anthomonation, erotesis, ellipsis, gradation, incidenton and polysidenton, (4) groups of repetition language styles include alliteration, chiasmus, epizeukis, anaphora, epistrophe and mesodiplosis. The results of this research can be implemented for writing teaching materials for Indonesian language learning
Kajian Bandingan Novel Langgam Nyi Bagelen, Rana Renjana, dan Mala Borneo Pebriyandi, Pebriyandi; Antonius Totok Priyadi; Agus Wartiningsih; Martono, Martono; Christanto Syam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan unsur intrinsik tiga novel, yaitu Langgam Nyi Bagelen karya Yusuf Mahessa Dewo Pasiro, Rana Renjana karya Piko, dan Mala Borneo karya Retni Sb. Analisis ini menggunakan pendekatan struktural berfokus pada unsur intrinsik yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, serta latar yang terdapat dalam ketiga novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berdasarkan kutipan-kutipan relevan dari masing-masing novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat intertekstualitas dalam penggambaran tema kebudayaan, tradisi, dan supranatural pada ketiga novel tersebut. Langgam Nyi Bagelen mengangkat tema tentang gaib dan cinta tragis, Rana Renjana mengusung tema kebudayaan dan cinta segitiga, sementara Mala Borneo mengangkat tema kehidupan pekerja kebun sawit yang dibalut dengan unsur mistis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada kelas XII semester ganjil, dengan fokus pada pengembangan kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur intrinsik novel sesuai dengan kurikulum merdeka. Temuan ini juga relevan untuk membantu siswa mengevaluasi gagasan dan pandangan dalam karya fiksi dengan menggunakan pendekatan berpikir logis dan kritis.
Pendidikan Multikultural melalui Pembelajaran Agama Katolik dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Banyuke Hulu Teti, Marianus; Kristianus, Kristianus; Priyadi, Antonius Totok; Sutami, Florensius; Acin, Mayong Andreas
Vocat : Jurnal Pendidikan Katolik Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/vctjpk.v2i2.125

Abstract

Peran Orang Tua dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri 17 Kabupaten Sintang Kurniati, Nuri; Halidjah, Siti; Priyadi, Antonius Totok
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): VOLUME 8 NUMBER 3 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v8i3.4730

Abstract

Dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Keterlibatan orang tua dalam menyekolahkan anaknya kini terbatas. Mayoritas orang tua memilih pesantren dan pendidikan formal untuk mendidik anak-anaknya. Meski demikian, peran orang tua tetap memegang peranan penting dalam memilih sekolah atau pesantren. Orang tua harus membuat persiapan untuk memposisikan diri mereka sehingga mereka dapat berkontribusi pada kesuksesan kurikulum merdeka. Metodologi studi ini, melibatkan pemeriksaan deskriptif kualitatif sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer, yaitu kepala sekolah dan sumber data sekunder yaitu orang tua dan juga siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis model Milles dan Huberman yang terdiri dari data reduction, display, dan conclution atau verification. Dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam pendidikan anak sudah terlaksana, walaupun tidak semua terlaksana dengan baik. Karena tingkat pendidikan orang tua yang masih rendah. Orang tua diharapkan mempelajari kurikulum merdeka, mengenali minat dan kemampuan anak, mendukung upaya anak dalam menyelesaikan tugas atau menggali potensi dirinya, memahami gaya belajar anak, memberikan bimbingan berkelanjutan, dan menjalin komunikasi dengan guru kelas dan wali kelas anak.
Analisis Buku Teks Fase A Kelas 1 Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester 1 Sekolah Dasar Berdasarkan Permendikbud RI Nomor 22 Tahun 2022 Kurniati, Nuri; Halidjah, Siti; Priyadi, Antonius Totok
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian aspek materi, desain, penyajian, kegrafikaan dan keterbacaan buku teks fase A kelas 1 kurikulum merdeka mata pelajaran bahasa Indonesia sekolah dasar semester 1 dengan Permendikbud RI Nomor 22 tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku teks yang berjudul “Erlangga Straight Point Series (ESPS) Bahasa Indonesia untuk SD/MI” edisi kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan untuk aspek materi sesuai dengan standar pemenuhan syarat isi buku dan standar kelayakan isi buku, aspek desain sesuai dengan standar penggunaan ilustrasi, standar pendesainan halaman isi, standar pendesainan halaman kover buku, aspek penyajian sesuai dengan kelayakan penyampaian isi buku sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan kelayakan penggunaan bahasa yang tepat serta komunikatif sesuai dengan tingkat penguasaan bahasa siswa, aspek kegrafikan sesuai dengan standar kualitas hasil cetak yang meliputi kualitas format, kualitas cetak, kualitas jilid, dan kualitas sisir/potong bersih, dan aspek keterbacaan sudah sesuai dengan perhitungan grafik Fry dengan rata-rata jumlah suka kata adalah 110,75 dan rata-rata jumlah kalimat adalah 13,8 dan titik temu persilangan data berada pada wilayah 1.
INTEGRASI TEKNOLOGI DAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI SEKOLAH Sugiarto, Sigit; Martono, Martono; Priyadi, Antonius Totok
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pilar utama, pendidikan bertujuan membetuk generasi yang kompeten serta siap menghadapi tantangan zaman. Untuk itu diperlukan suatu keterampilan yaitu berbicara. Sejalan dengan perkembangan digital seperti saat ini, teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar bagi seluruh aspek, termasuk pendidikan. Untuk itulah, pengintegrasian teknologi dan literasi digital menjadi hal yang perlu untuk melatih siswa dalam kemampuan berbahasanya, khususnya berbicara. Tujuan penelitian sederhana ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana integrasi teknologi dan literasi digital sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa di sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dari berbagai sumber baik buku, maupun jurnal hasil penelitian. Data yang diperoleh selanjutnya dikaji untuk ditarik simpulan. Berdasarkan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa pengintegrasian teknologi dalam pendidikan memberikan pengaruh yang signifikan termasuk keterampilan berbicara siswa. Selain itu, baik guru maupun siswa memiliki persepsi yang baik terkait dengan integrasi teknologi dalam pendidikan. Sementara itu, strategi efektif integrasi teknologi dan literasi digital dalam pendidikan diantaranya melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi, pembelajaran kolaboratif dan berbasis proyek, pemanfaatanan aplikasi dan platform pembelajaran, serta menggunakan pendekatan blended learning. Sementara itu, dari segi tantanan integrasi teknologi dan literasi digital dalam konteks pendidikan, diantaranya: kesenjangan digital, kesesuaian kurikulum, kurangnya keterampilan pendidik, dan pengelolaan dan keamanan data.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dari, Wulan; Martono, Martono; Priyadi, Antonius Totok
Tanjungpura Journal of Language Education Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjole.v1i1.78962

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran berbicara yang berdampak pada nilai rata-rata siswa yang masih di bawah KKM (75) yang telah ditetapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan hasil, dan penilaian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dan media video. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai jenis penelitian. Penelitian ini menggunakan metodologi tidak langsung yang terdiri dari observasi dan studi dokumenter. Instrumen pengumpulan data terdiri dari petunjuk observasi, khususnya IPKG I serta IPKG 2, dan lembar evaluasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk analisis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa pada siklus pertama, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencapai 87,77%, sedangkan pada siklus kedua mencapai 98%. Penerapan pembelajaran pada siklus pertama mencapai 78,33%, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 96,7%. Pada siklus pertama, nilai rata-rata untuk tujuan pembelajaran adalah 75,55%, dengan 19 siswa lulus. Pada siklus kedua, nilai rata-rata meningkat menjadi 86,07%, dengan 28 siswa lulus. Hambatan internal yang terdapat dalam penelitian ini adalah dalam mengkondisikan siswa agar perlakuan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, memanfaatkan waktu, membuat siswa memahami apa yang sedang dipelajari, dan meningkatkan motivasi serta menumbuhkan semangat siswa dalam pembelajaran berbicara melalui metode Talking Stick dengan media audio visual berupa video.
INTERTEKSTUAL DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY Saputri, Desi; Martono, Martono; Priyadi, Antonius Totok
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 7, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v7i2.68974

Abstract

This study aims to describe the intertextuality in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy and the novel Perempuan Berkalung Turban by Abidah El Khalieqy through its intrinsic elements and how it is implemented in learning Indonesian at school. The research method used is descriptive with a qualitative research form. The data sources in this study were two novels which were the object of research and the data were intertextual from the novel Bidadari Bermata Bening and the novel Perempuan Berkalung Turban. The results of the research show that there is an intertextuality of the two novels based on the intrinsic elements of the two novels such as the themes of family muruah, forced marriage, struggle, and happiness. Characters and characterizations such as Ayna and Anisa, Yoyok and Samsudin, Gus Afif and Lek Khudori, Neneng and Nina. The plot is backwards, and the setting is the foyer of the mosque, the time setting is morning, evening and night. The background atmosphere is a sad, emotional, happy, and angry atmosphere. This research can be implemented in the 2013 curriculum for senior high school grade XI even semester with KD 3.20. Analyzing messages from two fiction books (novels and poetry collections) read
ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA CERITA ANAK SABALAH DAN ARUM BERISTRI TUAN BUNGSU ANAK RAJA (SASTRA LISAN DAYAK KANAYATN) Priyadi, Antonius Totok; Khairullah, Khairullah; Elofhia, Loriya; Annisa, Ayu; Sabila, Lisa
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 9, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v9i2.95798

Abstract

This research examines two Dayak Kanayatn folktales from Landak Regency, West Kalimantan, namely “Anak Sabalah” and “Arum Beristri Tuan Bungsu Anak Raja”. The purpose of this research is to find the storytelling environment, structure, and meaning of the story of "Anak Sabalah" and to find the storytelling environment, structure, and meaning of the story of "Arum Beristri Tuan Bungsu Anak Raja", the Dayak folklore of Kanayatn. Using a descriptive qualitative approach, the study focuses on the storytelling environment, structure, and meaning of the tales. Data were gathered through document analysis and interviews, then validated by prolonged observation, triangulation, and referential adequacy. The results show that the stories are conveyed through narrative and dialogue in a traditional community, highlighting changes in character functions due to broken promises and the predominance of goodness that ultimately prevails. The meanings of the two tales involve humans relationship with God (faith in Jubata and destiny), with others (mutual giving and deliberation), with oneself (determination, humility, courage), and with nature (mutual dependence). Based on these findings, it is recommended to preserve the folktales, utilize local wisdom in regional policy-making, and incorporate them as teaching material for fantasy (folktale) texts in seventh-grade junior high school classes.
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA DALAM NOVEL SI ANAK CAHAYA KARYA TERE LIYE Pratiwi, Kelsy; Priyadi, Antonius Totok; Seli, Sesillia
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 7, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v7i2.68903

Abstract

The objective of this study is to provide a description of the cultural values depicted in the novel Si Anak Cahaya by Tere Liye, as well as to examine the extent to which these cultural values are incorporated into the learning behavior of students studying Bahasa Indonesia at the senior high school level (SMA/MA). The employed research methodology is the descriptive method, specifically utilizing a approach. The methodology employed in this study is the sociological approach to literature. The primary data source utilized in this study is the literary work entitled "Si Anak Cahaya" authored by Tere Liye. The data collection procedures employed in this study encompassed documentary investigations, which were afterwards examined by the researcher. Data validity assessment approaches employ several methods such as observation persistence, triangulation, and reference adequacy to ensure the accuracy and reliability of the data. The present study focuses on the examination of cultural values depicted in the novel Si Anak Cahaya by Tere Liye. The research entails a comprehensive data analysis to identify the cultural values manifested in the portrayal of the human-God relationship. These values include obedience in worship, surrender to the divine, resilience in the face of adversity, and the constant remembrance of the divine presence. These values encompass obedience, closeness, mutual tolerance, love, mutual assistance, and deliberation. The interaction between humans and nature serves as a reflection of cultural values, particularly in terms of the comprehension and appreciation of the natural world
Co-Authors . Kholijah, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Agung Hartoyo Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Ahadi Sulissusiawan Ahmad Rabiul Muzammil AHMADI Aji Ali Akbar Akbar, Anugrah Albino, Serillus Aliyah Nur’aini Hanum Alzuardi, Rikki Ambarini, Intania Citra Amrazi Zakso Annisa, Ayu Arianti, Kiki Asrori Asrori Asrori Asrori Atiqa Nur Latifa Hanum Bagong, Virminus Bayu, Adityo Bayu Ariyadi Binar Kurniasari Febrianti Bunyau, Agustinus Buri, Viktorina Cendiberdi, Reza Chairil Effendy Christanto Syam Dasilva, Lula Dayanti, I'is Dedy Ari Asfar Desinta, Cecillia Cris Dian Rahayu Dinny Septiany Edith Wenny Puspitasari Elni Zuniarti, Elni Elofhia, Loriya Endang Purwaningsih Evinna Cinda H Fatmawati, Fatmawati Fitria Agustina Gagah Prakasa, Wira Catur Hajiri, Hajiri Hanum, Atiqa Nur Latifa Hardianti, Dwi Henny Sanulita Ilahi, Ayu Kurnia Isytar, Elintara Putri Jatmiko Jatmiko Juniawati, Anggi Kartini Kartini Khairullah, Khairullah Kristianus Kristianus Kristianus, Kristianus Kriswibowo, Boby Kurniati, Nuri Lamalian, Wehelmina Junita Larasaty, Indah Laurensius Salem Laurensius Salem Laurensius Salem Madeten, Sisilya Saman Magdalena Magdalena Mahfiroh, Anis Satul Maradika, Puja Margaretha Lidya Sumarni Maria Desinta Markus Beno, Markus Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Mashudi Mashudi Maymanah, Qathrunnada Mayong Andreas Acin Melani, Aulia Monalisa, Mega Muhammad Iqbal Munir Munir, Munir Munyati, Fathiyyah Muzammil, Ahmad Rabi ul Nadela, Liony Vidya Nanang Heryana Nany Safrianty Narto, Siti Laila Nisa, Wulan Khairun Nopita, Kiki Nur’aini, . Nurbaitiana, Nurbaitiana Oktaviani, Tian Ortensia, Soraya Patin, Patin Patriantoro . Pebriyandi Pebriyandi Pebriyandi, Pebriyandi Pincawan, Gebry Ariel Pratiwi, Kelsy Puspitasari, Edith Wenny Putra, Ikhza Mahendra Rahma Fitriani Rahmawati, Rahmawati Rasib, Abdul Rima Melati Rosdiana, Eva Sabila, Lisa Saman Madeten, Sisiliya Saputra, Fiky Indra Gunawan Saputri, Desi Seli, Sesillia Sesilia Seli Sesilya Seli, Sesilya Sigit Sugiarto Sinto Sinto, Sinto Sisilya Saman Sisilya Saman Siti Aisyah Siti Halidjah Siti Nur Fadhilatin Sitio, Desi Kristiani Sri Wahyuni Suharti, Neneng Sukmawati, Perna Diana Sunarti Sutami, Florensius Syambasril, Syambasril Syamsul Arifin Syarmila, Syarmila Teti, Marianus Tomo Djudin Towang, Wiranto Uray Husna Asmara Victorria Yunus Wulan Dari, Wulan Yati, Umni Yoga Mandala Yulis Jamiah Yuniarti Yuniarti Zuchri Abdussamad