Articles
Pengaruh Model Pembelajaran PBL Berbantuan Media PADUDI Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Analisis Data dan Peluang pada Siswa Kelas V A SDN Mlatiharjo 01 Semarang
Yunirani, Silfi;
Roshayanti, Fenny;
Afriningsih, Yenny;
Prima, Filia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14890
Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantu media Padudi terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SDN Mlatiharjo 01 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Eksperimental Design dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh sehingga sampel yang digunakan sejumlah 28 siswa. Pengumpulan data yang digunakan pada penalitian ini berupa tes soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pretest 46,4 sedangkan rata-rata postest 83,3. Hasil dari hipotesis yang didapat melalui uji Paired Simple T Test (Uji t) menunjukan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Kesimpulannya, Hasil belajar materi analisis data dan peluang kelas V A SDN Mlatiharjo 01 Semarang meningkat melalui model Problem Based Learning. Kata Kunci: Hasil belajar, Problem Based Learning, Padudi.
The Implementation of Creative Problem Solving Model in Teaching of Biodeviersity at Senior High School
Fatmawati, Baiq;
Roshayanti, Fenny;
Ha, Minsu
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/ijeca.v6i1.13571
Abstract: Making students to be creative thinking need exercises in the form of tasks. Creative problem solving is the constructivist learning model to create creative, imaginative, and innovative solutions in the aim of training and teaching individuals to think differently in solving problems.The research focus was to find out students' learning outcome and creative thinking skills using creative problem solving-based learning. The participants were tenth grade of senior high school in the school year 2019/2020 which were divided into science class as the control class (N=33), and X IPA 2 class as the experimental class (N=33). The research instrument used was a description test on biodiversity content with creative problem solving indicators, namely Clarify, Ideate, Develop, and Implement. Quantitative data analysis used was MANOVA test at a significant level of 5%. The results of this study were the average values for each indicator of creative thinking and learning outcomes in the experimental and control classes showing that the control class was lower than the experimental class. It means that learning outcomes and creative thinking skills through creative problem solving had an impact than the classes using creative problem solving. Therefore, there was a significant influence and a relationship among the creative problem-solving model, creative thinking skills, and learning outcomes which was indicated by the value of. 0.000<0.05.
KAJIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA (IPBA) DI TINJAU DARI EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD) DI SMP NEGERI 2 BOJONG
Tahmid, Tahmid;
Roshayanti, Fenny;
Khoiri, Nur;
Hayat, M Syaiful
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 9, No 2 (2023): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp3.v9i2.17983
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pembelajaran ilmu pengetahuan bumi dan antariksa (IPBA) di SMP Negeri 2 Bojong dari sudut pandang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD). Penelitian deskriptif kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di SMP Negeri 2 Bojong belum sepenuhnya mengintegrasikan konsep ESD dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelajaran IPBA. Sumber daya belajar yang tidak memadai, prasarana yang tidak memadai, dan dukungan dari sekolah adalah masalah yang dihadapi guru saat menerapkan ESD. Studi ini menemukan bahwa prinsip-prinsip ESD seperti relevansi, interdisipliner, kritis, partisipatif, dan berorientasi pada tindakan dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran IPBA di SMP Negeri 2 Bojong. Disarankan agar guru membuat bahan ajar dan media pembelajaran yang sesuai dengan ESD.
POTENSI PENERAPAN EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD) DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 2 SELOPAMPANG
Kustanti, Evi Heri;
Roshayanti, Fenny;
Khoiri, Nur;
Siswanto, Joko
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 9, No 2 (2023): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp3.v9i2.17511
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran teknologi ramah lingkungan bagi siswa SMP Negeri 2 Selopampang Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan angket, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa SMP Negeri 2 Selopampang Kabupaten Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teknologi ramah lingkungan belum menerapkan ESD. Hal ini dapat diketahui bahwa sebagian besar (80%) guru belum memahami tentang ESD, beberapa (60%) guru telah mengaitkan pembelajaran teknologi ramah lingkungan dengan isu lingkungan, sebagian besar (80%) guru belum menerapkan ESD dalam pembelajaran teknologi ramah lingkungan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ESD memiliki potensi untuk diterapkan dalam pembelajaran teknologi ramah lingkungan di SMP Negeri 2 Selopampang Kabupaten Temanggung.
PENGARUH IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMA LABORATORIUM UPGRIS
Kalsum, Norma Ira;
Roshayanti, Fenny
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 9, No 2 (2023): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp3.v9i2.17897
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam. Kurikulum ini pula memiliki konten yang lebih optimal sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kompetensi yang sering digunakan oleh siswa yaitu kemampuan berpikir kritis. Implementasi Kurikulum Merdeka ini lebih fleksibel dan terdapat pembelajaran ekstrakulikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi keanekaragaman hayati dan kendala yang dihadapi guru SMA Laboratorium UPGRIS. Subyek penelitian adalah kelas X-Bali sebagai kelas eksperimen dan X-Dayak sebagai kelas kontrol, serta subyek tambahan guru biologi kelas X. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan pengundian. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji hipotesis, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan kelas ekperimen pada soal posttest nilai tertinggi yang didapat yaitu pada indikator memberikan penjelasan dasar dan membuat inferensi. Kelas kontrol nilai tertinggi yang didapat pada indikator memberikan penjelasan dasar Hasil analisis menggunakan Uji t, ttabel sebesar 1,676 thitung 1,703. Kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil posttest keterampilan berpikir kritis tinggi daripada kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki keterampilan berpikir kritis lebih tinggi daripada keterampilan berpikir kritis kelas kontrol. Implementasi kurikulum merdeka di SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang terlaksana secara optimal namun belum efektif. Hal ini disebabkan oleh kurang pelatihan guru. Kendala yang dihadapi oleh guru yaitu kurangnya referensi, akses yang masih terbatas, keterbatasan pembagian waktu antara pembelajaran teori dengan proyek.
PROFIL KEMAMPUAN SCIENCE REASONING SISWA DI SMA MIFTAHUL FALAH BETAHWALANG
Afwah, Afwah;
Nugroho, Ary Susatyo;
Roshayanti, Fenny
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 9, No 2 (2023): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp3.v9i2.17977
Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran ilmiah siswa SMA Miftahul Falah Betahwalang kelas X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang dipilih tidak secara acak melainkan dengan tujuan tertentu yaitu dengan Teknik Purposive sampling yang berjumlah 28 orang siswa. Instrument penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu soal kemampuan penalaran ilmiah modifikasi dari soal yang dikembangkan oleh Lawson yaitu LCTRS (Lawson Classroom Test Of Scientific Reasoning). Soal yang digunakan berjumlah 12 soal uraian beralasan dengan 6 indikator. Dari hasil penelitian menunjukan gender tidak mempengaruhi kemampuan penalaran ilmiah seseorang. Skor rata-rata menunjukan tingkat penalaran ilmiah siswa laki-laki dan siswa perempuan yaitu memiliki persentase yang hampir sama yaitu untuk siswa perempuan mendapatkan skor 70% yang artinya termasuk kedalam kategori baik sedangkan skor untuk siswa laki-laki yaitu 64% juga termasuk dalam kategori baik. Skor tertinggi tingkat penalaran ilmiah pada siswa perempuan yaitu pada indikator Penalaran korelasi dengan jumlah persentase 83% dan siswa laiki – laki skor 79% sedangkan siswa laki-laki skor tertingginya terdapat pada indikator konservasi yaitu 83% sedangkan siswa perempuan skornya yaitu 76%.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA YANG DITINJAU DARI POTENSI STEAM PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA PGRI 2 KAYEN PATI
Rohmah, Siti;
Roshayanti, Fenny
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 9, No 2 (2023): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp3.v9i2.17917
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Penerapan kurikulum merdeka dapat didukung dengan pendekatan STEAM untuk mempermudah pemahaman peserta didik secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil penerapan kurikulum merdeka yang ditinjau dari potensi STEAM pada materi ekosistem kelas X di SMA PGRI 2 Kayen Pati. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X9 dan X11 serta guru biologi yang mengajar di kelas X9 dan X11. Pengambilan sampling dengan teknik Pusposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi, lembar wawancara, angket dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode yang dikemukakan oleh Miles Huberman dan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah SMA PGRI 2 Kayen Pati telah menerapkan kurikulum merdeka berbasis pendekatan STEAM pada pembelajaran biologi materi ekosistem.
Science Literacy Profile of Junior High School Students on Global Warming Material
Setyaningsih, Setyaningsih;
Roshayanti, Fenny;
Nizaruddin , Nizaruddin;
Khoiri, Nur
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol. 53 No. 1 (2024): Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v53i1.4661
Understanding science literacy is essential to facilitating effective learning and effectively addressing environmental concerns, as global warming is a complex subject. The purpose of this study is to map the science literacy profile of junior high school students in grade 7 regarding global warming content. Using multiple-choice exams and interviews, a descriptive quantitative method is employed to gather data on science context, science content, scientific competence, and science attitudes. 64 grade 7 students from SMP Negeri 1 Sambong in the Blora district participated in this study. According to the findings, 50% of students' science literacy in the area of global warming fell into the "very poor" category. The science literacy of the students attained an average score of 28% in the context aspect, 14% in the content aspect, 14% in the competency component, and 22% in the science attitude aspect. Based on the average score, it can be inferred that the science literacy skills of the pupils remain in the "very poor" category when considering all four components. These results have implications for the necessity of creating a science curriculum that emphasizes critical thinking and application in relation to global warming in order to raise students' general science literacy levels.
Implementasi Pendekatan TaRL pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 2
Jariyatussholihah, Jariyatussholihah;
Roshayanti, Fenny;
Rusmiati, Rusmiati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/ainj.v5i2.404
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran dengan pendekatan TaRL di SDN Pandeanlamper 01 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method. Penelitian ini menggabungakan dua metode yakni metode kualitatif dan juga metode kuantitatif guna memperkuat hasil dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pendekatan TaRL pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas 2 SDN Pandeanlamper 01 Semarang. Pada tahap ini guru kelas membagi peserta didik menjadi 2 kelompok berdasarkan kemampuan, yakni kelompok pertama di isi oleh peserta didik yang belum bisa mandiri bahkan belum lancar membaca dalam proses belajarnya didalam kelas. Kemudian untuk Kelompok kedua di isi oleh peserta didik yang sudah bisa mandiri ketika belajar di kelas sedang berlangsung, dengan harapan peserta didik dapat mengikuti proses pembeajaran dengan hasil maksimal sesuai dengan kemampuannya. Dengan menggunakan pendekatan TaRL ini guru dapat mengakomodir semua peserta didik dengan beragam karakter di satu kelas yang sama. Namun dalam penerapan pendekatan TaRL ini menjadi sesuatu yang sangat menantang bagi guru, karena guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran yang matang untuk mengakomodir berbagai karakter yang dimiliki peserta didik di dalam kelas.
Pengaruh Penggunaan Game Puzzle terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Siswa Kelas 1
Fadliyani, Nur Maulida;
Roshayanti, Fenny;
Suprihatini, Ganis
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/ainj.v5i2.407
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh media game puzzle terhadap hasil belajar Bahasa Jawa pada siswa kelas 1 di SD N Gajahmungkur 04 Semarang. Dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami materi tentang dongeng, terutama dalam mengidentifikasi tokoh dan wataknya, yang tercermin dari rendahnya nilai pretest yang hanya mencapai 37% siswa di atas KKM. Dalam konteks ini, penting bagi guru untuk menggunakan media yang dapat membangkitkan minat belajar siswa, yang pada akhirnya akan memengaruhi hasil belajar mereka. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Data dianalisis melalui uji normalitas dan uji paired sample t tes. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pretest dan posttest setelah pembelajaran menggunakan media puzzle, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam memahami materi cerita dongeng dalam pembelajaran Bahasa Jawa.