Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar siswa di UPT SDN 2 Rantau Tijang Kecamatan Pardasuka Afriyandi, Afriyandi; Herpratiwi, Herpratiwi; Rusminto, Nurlaksana Eko
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2022): Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v1i10.425

Abstract

Education is something that cannot be separated in human life. Likewise, parenting patterns for children's growth and development are very decisive for their growth and development, especially in shaping the personality of children who have high motivation. This is because parents are the first environment for children so that the child's personality depends on their upbringing. The research method used is qualitative, it is intended to know clearly in analyzing natural objects, where the researcher is the key instrument. While the data analysis technique used is a data triangulation technique in the form of a merging technique which is carried out using detailed analysis of the research subject. The result of this research is that there is an effect of parenting style on students' learning motivation in class. 4) In the text "Serat Wedhatama IV" contains religious character education who lives based on Islamic principles.
ASABI App: Mobile learning media for learning procedure texts in the seventh grade of junior high school Chintiya Dewi, Fadilla; Samhati, Siti; Sumarti, Sumarti; Rusminto, Nurlaksana Eko
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i2.63690

Abstract

The purpose of this study was to describe the use and benefits of using the ASABI application in learning procedure texts in junior high school. The research was developmental research using the Hannafin and Peck model. The data was taken from Junior High School 12 of Bandar Lampung. The results of this study indicated that 89% of respondents agree that the ASABI application provides benefits in learning procedure text. The ASABI application can be used in learning procedure texts in junior high school. There was an increase in learning motivation in students themselves. The advantages obtained from the ASABI application include 1) a more attractive appearance and ability to increase enthusiasm for learning, 2) easy to use, 3) the material is easier to understand, 4) more practical and economical, and 5) equipped with evaluation questions accompanied by feedback. The use of the ASABI application in procedural text learning was not only providing benefits for students but also for the educator.
Analysis of PBL-based LKPD Development Needs to Improve Critical Thinking Ability in Indonesian Language Learning Pane, Syafitria Rahma; Herpratiwi, Herpratiwi; Rusminto, Nurlaksana Eko; Sutiarso, Sugeng
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 6, No 4 (2023): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, Novemb
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v6i4.7767

Abstract

This research aims to develop a PBL model-based LKPD on Indonesian language subjects in SDNI Pelita class IV. The method in this research is research and development using the ADDIE development model. Collecting research data using evaluation leaflets and test questions. This research phase focuses on the analysis phase for the development of PBL based LKPD to enhance the ability to think critically about the Indonesian language learning of 1 Pelita State Elementary School students. Consider some important points, including 1) Students struggle to analyze, evaluate, and interpret text readings. 2) Students find it challenging to make argumentative solutions from the wrong text; 3) Teachers need to use LKPD teaching materials for the learning process. The results of the literature analysis have been obtained that for the implementation of the PBL-based LKPD in implementation the study refers to the sixth step: 1) Preparation; 2) Observation; 3) Analysis of problems; 4) Formulation of a solution plan; 5) Presentation of results of work; 6) Reflection and evaluation. Critical thinking skills indicators in this study focus on text analysis, text argument evaluation, text interpretation, critical information in text and problem-solving.
Kesalahan pembentukan kata bahasa Indonesia tulis mahasiswa BIPA Rusminto, Nurlaksana Eko
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 23, No 1 (2022): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.321 KB) | DOI: 10.23960/aksara/v23i1.pp148-169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan pembentukan bahasa Indonesia tulis mahasiswa BIPA di Universitas Lampung. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan imbuhan (afiksasi) dan pengulangan (reduplikasi), (2) mendeskripsikan kesalahan pembentukan kata berdasarkan taksonomi siasat permukaan, dan (3) mendeskripsikan kesalahan pembentukan kata berdasarkan taksonomi efek komunikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah mahasiswa BIPA di Universitas Lampung. Data penelitian berupa kesalahan pembentukan kata bahasa Indonesia tulis mahasiswa BIPA dalam kegiatan pembelajaran BIPA di Universitas Lampung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan prosedur analisis kesalahan berbahasa berdasarkan taksonomi siasat permukaan dan taksonomi efek komunikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesalahan pembentukan kata bahasa Indonesia tulis mahasiswa BIPA di Universitas Lampung didominasi oleh pembentukan kata dengan menggunakan imbuhan, yakni sebesar 78%, sedangkan 22% sisanya berupa kesalahan penggunaan reduplikasi; (2) berdasarkan taksonomi siasat permukaan ditemukan bahwa kesalahan penambahan sebesar 33%,  kesalahan penghilangan sebesar 39%, dan kesalahan pembentukan sebesar 28%; (3) berdasarkan taksonomi efek komunikatif ditemukan kesalahan lokal sebesar 65% dan kesalahan global sebesar 35%.
EFEK TINDAK TUTUR TERHADAP ELEKTABILITAS DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA Sumarta, I Wayan Ardi; Rusminto, Nurlaksana Eko; Prayogi, Rahmat
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 Sep (2024): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of speech acts in increasing students' electability during the classroom learning process. A student's electability depends not only on his or her knowledge, but also on his or her ability to communicate effectively through speech acts. Using a descriptive qualitative approach, this research analyzes conversations between lecturers and students or students with other students in lectures at the Indonesian Language and Literature Education Study Program, University of Lampung. The data were collected through conversations and analyzed using relevant speech act theories. The results show that appropriate speech acts, such as the use of subtle commands or praise, can increase students' interest and participation and create a conducive learning atmosphere. Conversely, inappropriate speech acts can reduce the instructor's electability and hinder the achievement of learning goals. This study highlights the importance of understanding and using effective speech acts to improve the quality of learning and the interpersonal relationships between instructors and students.Penelitian ini mengeksplorasi peran tindak tutur dalam meningkatkan elektabilitas mahasiswa selama proses pembelajaran di kelas. Elektabilitas seorang mahasiswa tidak hanya bergantung pada pengetahuan yang dimilikinya, namun juga pada kemampuan berkomunikasi secara efektif melalui tindak tutur. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis percakapan antara dosen dan mahasiswa ataupun mahasiswa dengan mahasiswa lainnya dalam perkuliahan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lampung. Data diperoleh melalui percakapan dan dianalisis menggunakan teori tindak tutur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang tepat, seperti penggunaan perintah secara halus atau memberikan pujian, dapat meningkatkan daya tarik dan partisipasi siswa, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. Sebaliknya, tindak tutur yang kurang sesuai dapat menurunkan elektabilitas dosen dan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman dan penggunaan tindak tutur yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hubungan interpersonal antara dosen dan mahasiswa.
Pengembangan Media Mobile Learning dalam Pembelajaran Teks Anekdot di SMA Kelas X Samhati, M.Pd., Dr. Siti; Rusminto, Nurlaksana Eko; Suyanto, Edi; Prayogi, Rahmat
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 Sep (2023): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini memaparkan mengenai masalah keterbatasan media pembelajaran yang dialami oleh peserta didik pada materi teks anekdot di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan, mengembangkan produk media pembelajaran berupa media mobile learning dalam pembelajaran teks anekdot di SMA kelas X yang dapat diunduh di google playstore, serta mendeskripsikan kelayakan produk media pembelajaran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) yang disadur dari teori Sugiyono. Prosedur penelitian Sugiyono yang terdiri atas sepuluh Langkah diringkas menjadi enam langkah sesuai kebutuhan peneliti serta standar penelitian dan pengembangan tingkat sarjana, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data informasi, desain produk, validasi produk, uji coba produk dan revisi produk. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Bandarlampung terhadap pendidik Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara dan survei menggunakan kuesioner. Wawancara dilaksanakan untuk menemukan masalah yang ada sedangkan survei menggunakan kuesioner dilaksanakan untuk validasi kelayakan produk.This developmental research addresses the limitations in learning media experienced by students regarding the anecdote text material in high school. The aim is to produce and develop a learning media product in the form of mobile learning for teaching anecdote texts in 10th-grade high school, available for download on Google Play Store, and to describe the feasibility of this learning media product. The method employed in this study is the Research and Development (R&D) method adapted from Sugiyono's theory. Sugiyono's ten-step research procedure is condensed into six steps based on the researchers' needs and the standards of undergraduate research and development: identifying potential and problems, collecting data and information, product design, product validation, product testing, and product revision. The study took place at MAN 1 Bandarlampung with Indonesian Language educators. Data collection techniques involved interviews to identify existing issues and surveys using questionnaires for product validity validation.Keywords: Anecdote, Cross Platform, Mobile Learning.
Sign Images Politiness in the Film "Miracle in Cell No 7" and Its Implications in Learning Indonesian Language Sumarta, I Wayan Ardi; Rusminto, Nurlaksana Eko; Widodo, Mulyanto; Nuraeni, Intan
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 Sep (2023): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language politeness plays a role in building a good relationship with someone, because language politeness can make interactions run smoothly and effectively. Seeing this phenomenon, the researcher conducted a study with the aim of describing the types of language principles in speaker interactions. This research uses a descriptive qualitative method with a pragmatic approach and is supported by Roland Barthes' semiotic theory. Then in collecting data, the researcher uses three techniques, namely: free listening technique, observation of the phenomenon, and requires sharp researcher instincts. After the data is obtained, then the researcher classifies the data and analyzes it using the concept of politeness principles. The results of this study show that the speakers in the film Miracle in Cell No. 7, which focuses on the meaning of verbal and nonverbal communication conveyed by Mr. Dodo as a person with a disability, that every human being has its own way of communicating, and Mr. Dodo's way can be said to be unique. Therefore, researchers are interested in knowing how Mr. Dodo expresses his feelings as part of semiotics and describes the types of language politeness principles as a pragmatic theory.Kesantunan berbahasa berperan dalam membangun hubungan baik dengan seseorang, karena kesantunan berbahasa dapat membuat interaksi berjalan lancar dan efektif. Melihat fenomena tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis prinsip bahasa dalam interaksi penutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatis dan didukung oleh teori semiotika Roland Barthes. Kemudian dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tiga teknik, yaitu: teknik mendengarkan bebas, observasi terhadap fenomena, dan memerlukan naluri peneliti yang tajam. Setelah data diperoleh, selanjutnya peneliti mengklasifikasikan data dan menganalisisnya dengan menggunakan konsep prinsip kesantunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemateri dalam film Keajaiban di Sel No. 7 yang menitikberatkan pada makna komunikasi verbal dan nonverbal yang disampaikan oleh Pak Dodo sebagai seorang penyandang disabilitas, bahwa setiap manusia mempunyai caranya masing-masing. berkomunikasi, dan cara Pak Dodo bisa dikatakan unik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana Pak Dodo mengungkapkan perasaannya sebagai bagian dari semiotika dan menguraikan jenis-jenis prinsip kesantunan berbahasa sebagai teori pragmatis.Keywords: Pragmatics of Politeness Principles, Politeness Strategies, Roland Barthes Semiotics.
Developing a Culturally Responsive Picture Storybook to Enhance Reading Literacy in Indonesian Primary Schools Yuninda, Dewi; Rusminto, Nurlaksana Eko; Pramudiyanti, Pramudiyanti; Adha, Mohammad Mona
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2024): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v15i2.20398

Abstract

In the current era of globalization and the development of information technology, literacy skills have become critical skills that every student must master to face the challenges of the times. Literacy skills are related to reading, writing, and thinking activities that focus on increasing the ability to critically, creatively, and innovatively understand information. By reading, students will apply speaking and writing skills. Based on the results of interviews at one school, teachers have not made maximum use of interesting learning media. Therefore, it is necessary to create exciting learning media for reading skills. One of them is picture storybook media. Picture storybook media are suitable learning media to develop because engaging learning media can be used as teaching aids to illustrate material explained in related subject books. This research aims to produce picture storybooks based on the CRT approach to improve students’ reading literacy in lower grades. This research method uses the ADDIE model. Data collection uses scales, interviews, observations, and questionnaires. Data analysis techniques use descriptive analysis t-tests. In validating media, material, language, learning, and evaluation, the v-aiken results were 0.88, 0.85, 0.88, 88.3, ​​and 65, respectively, with decent classification. Then the t-test obtained a significance result 0.000, which means 0.000 < 0.05. In short, developing picture storybooks based on the CRT approach has increased students’ reading literacy in lower grades.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI LINGKUNGAN BERMAIN Faturrohman, Aji; Rusminto, Nurlaksana Eko; Munaris, Munaris; Widodo, Mulyanto; Samhati, Siti
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2024): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v7i2.27069

Abstract

The importance of analyzing directive speech acts in preschool-aged children needs to be carried out to see how preschool-aged children act. At pre-school age, children experience rapid language development. Understanding the speech acts of pre-school children helps parents and educators support the language learning process effectively. The research was conducted at Timezone Lampung City Mall, this research data is directive speech acts of preschool children aged 5-6 years. The research subjects were children aged 5-6 years who played at Timezone Lampung City Mall. Based on the results, it can be seen that the forms of directive speech acts found in preschool children (5-6 years) at Timezone Lampung City Mall are in the form of requests, questions, commands, prohibitions and advice. There were no directive speech acts found in children's speech. The results of the research show that children's early speech repertoires are limited, transitional, and imperfectly language-like to a certain extent. Most of the linguistic forms acquired by children are expressions that lack the characteristics of syntactic combinations in adult language. The most dominant types of directive speech acts that often appear in the speech of preschool aged children are the types of directive speech acts of questions and commands. These two types of directive speech acts are the most prominent and are widely used by children to ask, order, and ask to remind.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KISAH TIGA PANGERAN Piani, Ririn Tria; Sumarti, Sumarti; Samhati, Siti; Rusminto, Nurlaksana Eko; Widodo, Mulyanto
Widyaparwa Vol 52, No 2 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i2.1525

Abstract

Kisah Tiga Pangeran merupakan cerita rakyat dari Sumatera Selatan yang banyak menyajikan hal menarik untuk dikaji secara mendalam. Salah satu dari hal menarik tersebut adalah berkaitan dengan penggunaan bahasa, khususnya pada strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh ceritanya. Penelitian ini bertujuan menguraikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran. Kajian ini menekankan pada teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Brown & Levinson, yakni seputar penyelamatan muka. Semua orang yang rasional mempunyai muka yang harus dijaga dan dipelihara. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berwujud kutipan kalimat yang dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik interaktif yakni teknik analisis data dengan menyajikan data dalam bentuk visualisasi berupa tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran menggunakan beragam strategi untuk dapat berbahasa secara santun. Strategi yang digunakan para tokoh cerita terbagi ke dalam dua jenis, yakni strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif. Strategi kesantunan negatif direalisasikan dengan cara memberikan pertanyaan, meminimalkan paksaan, memberikan penghormatan, meminta maaf, dan menggunakan tuturan berpagar. Adapun strategi kesantunan positif direalisasikan dengan cara melibatkan penutur dan lawan tutur dalam aktivitas, memperhatikan keinginan lawan tutur, membesar-besarkan perhatian dan simpati kepada lawan tutur, serta menyatakan hubungan secara timbal balik. Selain itu, strategi kesantunan positif juga dilakukan tokoh cerita dengan cara menggunakan penanda identitas kelompok, mengintensifkan perhatian penutur dengan mendramatisasi peristiwa atau fakta, memberikan hadiah (barang, simpati, perhatian, kerja sama) kepada lawan tutur, memberikan tawaran atau janji, dan menunjukkan hal-hal yang dianggap memiliki kesamaan. Kisah Tiga Pangeran merupakan cerita rakyat dari Sumatera Selatan yang banyak menyajikan hal menarik untuk dikaji secara mendalam. Salah satu dari hal menarik tersebut adalah berkaitan dengan penggunaan bahasa, khususnya pada strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh ceritanya. Penelitian ini bertujuan menguraikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran. Kajian ini menekankan pada teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Brown & Levinson, yakni seputar penyelamatan muka. Semua orang yang rasional mempunyai muka yang harus dijaga dan dipelihara. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berwujud kutipan kalimat yang dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik interaktif yakni teknik analisis data dengan menyajikan data dalam bentuk visualisasi berupa tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran menggunakan beragam strategi untuk dapat berbahasa secara santun. Strategi yang digunakan para tokoh cerita terbagi ke dalam dua jenis, yakni strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif. Strategi kesantunan negatif direalisasikan dengan cara memberikan pertanyaan, meminimalkan paksaan, memberikan penghormatan, meminta maaf, dan menggunakan tuturan berpagar. Adapun strategi kesantunan positif direalisasikan dengan cara melibatkan penutur dan lawan tutur dalam aktivitas, memperhatikan keinginan lawan tutur, membesar-besarkan perhatian dan simpati kepada lawan tutur, serta menyatakan hubungan secara timbal balik. Selain itu, strategi kesantunan positif juga dilakukan tokoh cerita dengan cara menggunakan penanda identitas kelompok, mengintensifkan perhatian penutur dengan mendramatisasi peristiwa atau fakta, memberikan hadiah (barang, simpati, perhatian, kerja sama) kepada lawan tutur, memberikan tawaran atau janji, dan menunjukkan hal-hal yang dianggap memiliki kesamaan.STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KISAH TIGA PANGERAN
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Achril Zalmansyah Adi Winata Afriyandi, Afriyandi Ag Bambang Setiyadi Ag. Bambang Setiyadi Agustinus Bambang Setiyadi Ahmad Sarjuni Ali Mustofa Anggun Mawar Sari Ardian, Dina Ardila, Tria Ari Mahendra Ari Prayogi Ari Rohmawati Arifah Nur Isnaini Arya Dwi Putri Asep Perdiansyah Astuti, Tria Puji Atik Kartika Aulia Ika Atika Ayu Mayasari AYU WANDIRA Badiah Badiah Baehaqi Bambang Riadi Bambang Setiyadi Budi Koestoro Bujang Rahman Burhanudin Burhanudin Candra Pratiwi Chandra Ertikanto Chintiya Dewi, Fadilla Cucu Sutarsyah Daniel Happy Putra Darsono Darsono Dede Putri Delvi Iskandar dery oscar Des Sinta Sari Desembri Desembri Dewi Pujiastuti Dewi Ratna Ningsih Dewi Sri Rezki Dian Puspita Sari Dorlan Evi Yanti DWI YULIANTI Edi Parlindungan Tampubolon Edi Saputro Edi Suyanto Edi Suyanto Een Yayah Haenilah Een Yayah Haenilah Egatri, Dewi Eka Sofia Agustina Elfrida Ratnawati Elvanur Syafitri Emilia Sari Endah Meylinasari Erwin Saputra Esterlina, Dwi Eva Restia farida ariyani Farida Ariyani Farida Ariyani Farida Ariyani Faturrohman, Aji Fistin Lidanti Fitria Asmawati Fransiska Pratiwi Prasakti Fransiska Retno Widiarti Gustia Putri Hapzi Ali Hendra Purnama Hendri Wakaimbang Heri Prihartono Hernaini Hernaini Herpratiwi Herpratiw Heru Prasetyo Hilda Fatah Asih Amrillah I Wayan Ardi Sumarta Indri Arnaselis Iqbal Hilal Ismania Triyanova Janatun Naim Joko Setyo Nugroho Jully Andry Yanto Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Kusbarini Kusbarini Laila Rahmawati Lidya Kandau Lilik Sabdaningtyas Linda Apriyanti Lismayana Lismayana M. Thoha B. Sampurna Jaya Maria Kristiningsih Mario Efendi Maryani Maryani Megawati Megawati Merina Tri Rahma Okta Meyrina Putri Utami Mohammad Mona Adha MUHAMMAD FUAD Muhammad Lukman Rifai Mulyanto Widodo Mulyanto Widodo Munaris Munaris . Mustavida Sari Mustofa Abi Hamid Nadya Arizona Nani Gustina Naufalia, Jauza Najla Nelly Yustinawati Ni Nyoman Wetty Ni Nyoman Wetty Suliani Ni Peishi Nuraeni, Intan Nurria Mafri Atun Nurudin Nurudin Nurul Hudha Nurwahidin, Muhammad Oriza Pratiwi Pane, Syafitria Rahma Paramitha, Adelia Ayu Pargito Pargito Patar Albert Marpaung Piani, Ririn Tria Pramudiyanti Pramudiyanti Purnawan Wahyu Pratama Puspita Cahya Rivai R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmat Prayogi, Rahmat Rangga Firdaus Rani Setia Prasanti Rani, Septi Mustika Ratu Farry Alifia Azka Reka Umami Rian Andri Prasetya Riana, Hana Rifany Maulidya Riri Savitri Risky Amelia Risma Margaretha Sinaga Rohmah Tussolekha RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Hermawan Rudi Isbowo Sabilla Mukhtar, Amalia Salmina Salmina Sari, Fenty Tryana Sefty Angraini Semi Amsiah Sepirna Juwita Putri Septi Husnul Khotima Shelvina Elvira Shely Nasya Putri Siska Mega Diana Siti Patmawati Siti Samhati Siti Sumarlin Soca Anggraini Sudaryo Sudaryo Sugeng Sutiarso Sulistiawati sulistiawati Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Sundyana Sundyana Sunyono Supu Hernawiah Susi Wahyuti Suwarjo Suwarjo Syukri, Ridwan Tika Qurratun Hasanah Tika Yuni Arsita Tiyas Abror Huda Tri Kuryanti Trie Utami Wini Arwila Wini Tarmini Wisudiana Risyant Insani Yorista Indah Astari Yulinar Yulinar Yulita Anlisia Yunida Fitratun Nisa Yuninda, Dewi Yuningsih Yuningsih Yunita Fitri Yanti Yunita Handiawati Zufaida Zufaida