p-Index From 2021 - 2026
10.098
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Veteriner Jurnal Ilmu Ternak Jurnal Demokrasi TINGKAP Journal of Educational, Health and Community Psychology Abdimas Proceeding Buffalo International Conference Jurnal Sains Peternakan Jurnal Ilmu Ternak Veteriner WARTAZOA Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences Jurnal Peternakan Indonesia JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Jurnal Sosio Agribisnis COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU JURNAL PengaMAS Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Musamus Journal of Agribusiness Musamus Journal of Livestock Science Indonesian Journal of Animal Agricultural Science (IJAAS) Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Jurnal Abdimas Akademika Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB) Asian Journal of Community Services (AJCS) Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Kedokteran Hewan Chalaza Journal of Animal Husbandry BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Community Empowerment Jurnal Abdimas Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Kaa Mieera
Claim Missing Document
Check
Articles

FERTILITAS, DAYA HIDUP EMBRIO, DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR AYAM RAS HASIL INSEMINASI BUATAN DENGAN AYAM TOLAKI Eki Indrawati; Takdir Saili; Syam Rahadi; La Ode Nafiu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 2 (2015): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.175 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v2i2.3796

Abstract

Ayam tolaki merupakan ayam kampung yang dikembangkan di Sulawesi Tenggara yang memiliki postur tubuh yang kecil dan produksi telur yang rendah. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan performans produksi dan reproduksi ayam tolaki. Salah satu upaya tersebut adalah menerapkan sistem kawin silang menggunakan metode inseminasi buatan. Pada penelitian ini dilakukan inseminasi semen ayam tolaki ke saluran reproduksi ayam petelur untuk menghasilkan telur/ayam silangan. Parameter yang diukur pada penelitian meliputi fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas. Penelitian ini dilaksanakan di kandang Pembibitan Unggas Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo selama tiga bulan (Juni-Agustus 2012). Penelitian ini menggunakan 12 ekor ayam ras petelur dan 4 ekor ayam tolaki. Semua data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan fertilitas telur hasil persilangan yaitu 50,54%, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas masing-masing 92,18%, 59,56% dan 39,83 g. Kesimpulan akhir dari penelitian ini menyatakan fertilitas telur, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas telur masih sangat rendah. Rujukan selanjutnya perlu dilakukan persilangan ayam ras petelur jantan dengan ayam tolaki betina.Kata kunci : Ayam tolaki, Fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas, Inseminasi buatan.
KARAKTERISTIK PRODUKSI, FERTILITAS, DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR AYAM ARAB SERTA PERTUMBUHAN ANAK AYAM HASIL PERSILANGAN Rin Orin Ningrum; Takdir Saili; La Ode Ba'a
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.156 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i1.4849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis Karakteristik produksi, fertilitas dan daya tetas, bobot tetas telur ayam arab dan pertumbuhan anak ayam hasil persilangan. Penelitian ini dilakukan pada usaha Kelompok Tani Permata, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua Kendari Sulawesi Tenggara selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu 3 perlakuan dan 6 ulangan. parameter yang diukur adalah kualitas semen, produksi telur bobot telur, index telur, fertilitas, daya tetas, bobot tetas, pertambahan berat badan DOC, konsumsi pakan dan konversi pakan. Analisis data yang digunakan adalah Analysis of  Variance dan dilakuakn uji lanjut Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil persilangan tiga pejantan (ayam bangkok, ayam kampung dan arab jantan) tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap parameter yang diukur. Hal ini dapat dilihat pada proses penelitian yang memberikan hasil tidak jauh berbeda dari hasil persilangan ketiga pejantan yang berbeda dengan menggunakan induk arab fase awal produksi.Kata kunci : Pertumbuhan, Persilangan tiga pejantan yang berbeda, Ayam arab. 
KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING BOERAWA DAN KAMBING KACANG PADA PENGGUNAAN TRIS-KUNING TELUR YANG BERBEDA Rahmiyanti Ismet Inonie; La Ode Baa; Takdir Saili
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 1 (2016): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.815 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i1.1070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara bangsa kambing dan konsentrasi pengencer Tris-Kuning Telur terhadap kualitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial dengan 2 faktor x 4 perlakuan dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah jenis kambing, yaitu kambing Kacang (K1) dan kambing Burawa (K2) sedang Faktor kedua adalah pengencer Tris-Kuning Telur yang terdiri atas 4 (empat) konsentrasi kuning telur yang berbeda yaitu 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3) dan 20% (P4). Parameter yang diukur adalah evaluasi kualitas semen segar secara makroskopis kambing Burawa dan kambing Kacang terdiri atas  : volume, warna, bau dan derajat keasaman (pH) dan secara mikroskopis  terdiri atas : gerak massa, konsentrasi, persentase spermatozoa hidup, persentase motilitas dan persentase membran plasma utuh.  Hasil  penelitian  menunjukan karakteristik semen segar kambing Boerawa dan kambing Kacang kualitasnya hampir sama. Interaksi perlakuan bangsa kambing dan konsentrasi pengencer Tris-Kuning Telur tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas spermatozoa kambing.Faktor konsentrasi pengencer Tris-Kuning Telur secara mandiri tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas spermatozoa kambing. Rataan persentase membran plasma utuh spermatozoa kambing Kacang nyata lebih baik dibandingkan kambing Boerawa setelah pengenceran. Penurunan persentase motilitas spermatozoa selama 4 hari penyimpanan pada suhu 3-5oC lebih rendah pada kambing Kacang dibandingkan pada kambing Boerawa. Konsentrasi pengencer Tris-Kuning Telur 10% mampu mempertahankan motilitas spermatozoa kambing lebih baik dibandingkan konsentrasi pengencer yang lain,konsentrasi pengencer Tris-Kuning Telur 15% mampu mempertahankan persentase MPU spermatozoa dibandingkan konsentrasi yang lain selama 4 hari penyimpanan pada suhu 3-5oC.Kata kunci : Kualitas spermatozoa, kambing Burawa, kambing Kacang,  pengencer TRIS. 
PERFORMANCES OF VILLAGE CHICKEN FOLLOWING CROSS BREEDING WITH DIFFERENT BREEDS OF CHICKEN Takdir Saili; Rusli Badaruddin; La Ode Nafiu
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences (IJSTAS) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences (IJSTAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.76 KB)

Abstract

The performances of village chicken in South-east Sulawesi, Indonesia were typically small and light weight, and low productivity of both egg and meat. However, they more resistant to disease compared to other breed of chicken such as commercial broiler or layer. Therefore, in this research the more productive breed of cocks were used. The objective of this research was to improve productivity of the village chicken using different breeds of cock. Bangkok-crossed breed chicken, commercial broiler and village chicken were used to mate the hen of village chicken using artificial insemination.  Variables measured were egg fertility, egg hatchability, and day old chick weight of village chicken crossed by different breeds. Duncan multiple range test was applied to compare the averages of each data. The results showed that the higher egg fertility and hatchability were obtained when crossing the hen of village chicken and bangkok-crossed breed cocks, although no statistical differences was showed between breeds of cock. The average of day old chick weight was also higher in a group of village chicken hen crossed by bangkok-crossed breed cocks compare to other breeds, but no significant differences was showed. It was concluded that the bangkok-crossed breed cocks tended to be a good candidate for increasing the productivity of village chicken.
CHEMICAL COMPOSITION AND IN VITRO RUMINAL FERMENTATION CHARACTERISTIC OF SONNERATIA ALBA Dian Agustina; Takdir Saili; Nursanty Asminaya
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences (IJSTAS) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences (IJSTAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.037 KB)

Abstract

The aim of study was to determine chemical composition and comparison of nutritive value of  Sonneratia alba  and other forages (Gliricidia sepium  and  Leuchaena leucochepala) by using in vitro gas production technique. The result showed  crude protein  content in S. alba was lower than that G. sepium (p<0.05) and L. leuchochepala. The NDF content among treatments non significant difference. The ADF and lignin content  S. alba were the highest. VFA production and dry matter degradability of  S. alba comparable with G. sepium and L. leuchocepala.The ammonia-N production S. alba higher than G. Sepium  but showed  lower than  L. leuchocepala.  In conclusion, according to the chemical composition Sonneratia alba was a high-quality feed resources. Utilization of Sonneratia albaby ruminal microorganism in vitro was available. Further in vivo  studies could be required to expand the knowledge of the nutritive value Sonneratia alba.
INJEKSI SPERMATOZOA DOMBA HASIL PENGERINGBEKUAN KE DALAM SEL TELUR MENGGUNAKAN TEKNIK INTRACYTOPLASMIC SPERM INJECTION (ICSI) INJECTION OF FREEZE-DRIED RAM SPERMATOZOA INTO OOCYTES USING INTRACYTOPLASMIC SPERM INJECTION, ICSI Takdir Saili; Mohamad Agus Setiadi; Srihadi Agungpriyono; Arief Boediono
Jurnal Veteriner Vol 8 No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dikaji kemampuan spermatozoa domba hasil pengeringbekuan untuk melakukan dekondensasi dan membentuk pronukleus setelah diinjeksikan ke dalam oosit dengan menggunakan teknik intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Metode pewarnaan aceto lacmoid digunakan untuk mengevaluasi kejadian dekondensasi dan pembentukan pronukleus pada oosit setelah ICSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spermatozoa hasil pengeringbekuan dapat melakukan dekondensasi (2%) dan mendukung pembentukan 1PN (34%) tetapi belum mampu mendukung pembentukan 2PN setelah diinjeksikan ke dalam oosit. Sedangkan injeksi dengan menggunakan spermatozoa segar mampu mendukung pembentukan 2PN (30%) dan 1PN (40%). Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan bahwa spermatozoa hasil pengeringbekuan mampu melakukan dekondensasi dan mendukung pembentukan 1PN setelah ICSI
PERUBAHAN VIABILITAS DAN STRUKTUR SUBSELULER SPERMATOZOA DOMBA SETELAH PENGERINGBEKUAN Takdir Saili; I Ketut Mudite Adnyana; Ronny Rachman Noor; Mohamad Agus Setiadi; Srihadi Agungpriyono; Arief Boediono
Jurnal Veteriner Vol 10 No 4 (2009)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several methods i.e. cooling, freezing, and freeze-drying have been widely used to preserve spermatozoa with various degree of success. Freeze-drying appears to provide a method to preserve spermatozoa in a dry state without requiring liquid nitrogen for storing frozen spermatozoa. Freeze-drying procedures can have a detrimental effect on plasma membrane and acrosomal cap of the spermatozoa. In this experiment study, the viability and subcellular changes of freeze-dried ram spermatozoa were evaluated using staining method and scanning electron microscopy. The results revealed that all freeze-dried spermatozoa were dead following evaluation using eosin staining and Hoechst-propidium iodide staining methods. Morover, plasma membrane and acrosomal cap of freeze-dried ram spermatozoa was disrupted observed using scanning electron microscope.
Efektivitas Sinkronisasi Estrus dan Fertilitas Spermatozoa Hasil Sexing pada Sapi Bali di Sulawesi Tenggara (EFFECTIVENESS OF ESTRUS SYNCHRONIZATION AND SPERMATOZOA FERTILITY RESULTS OF SEXING ON BALI CATTLE IN SOUTHEAST SULAWESI) Takdir Saili; La Ode Nafiu; La Ode Baa; Syam Rahadi; Astriana Napirah; Syamsuddin Syamsuddin; I Wayan Sura; Febiang Lopulalan
Jurnal Veteriner Vol 18 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.005 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.3.353

Abstract

Estrus synchronization is one of the reproduction technology applied in the cows that aim to induce estrus of some cows to occur in the same time. In this research, all cows expressing estrus would be inseminated using sexed sperm that produced using column albumen method. Sexing sperm technology could be applied to produce the desired sex of calf. Effectivity of chilled sexed sperm to produce the desired sex of calf was evaluated in this research. Sixty three bali cows divided into 2 groups of ages (3-4 yo. and 5- 6 yo.) were used and performed synchronization using Capriglandin (PGF2a) hormone prior to application of artificial insemination with chilled sexed sperm. Variable measured were success rate of synchronization, estrus post synchronization, estrus quality, non return rate, conception rate and calving rate. The results showed that 62.90% of cows showed estrus following synchronization, estrus post synchronization occurred at 71.73 hours following synchronization, and estrus quality was 2.5%. There were 82.54% of inseminated cows was predicted to be pregnant after first insemination using chilled sexed sperm. However, only 73.02% could maintain the pregnancy up to calving. Whereas 78.26 % of newborn calf was male calf. Finally, it was concluded that PGF2a was effective to trigger estrus in bali cows, while sexed sperm still had good fertility and the sex of newborn calf was 78,26% confirmed the prediction. ABSTRAK Sinkronisasi estrus merupakan salah satu teknologi reproduksi yang diterapkan pada ternak sapi betina dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah ternak yang estrus secara bersamaan. Pada penelitian ini ternak yang mengalami estrus tersebut diinseminasi menggunakan spermatozoa yang telah melalui proses sexing menggunakan metode kolum albumen. Teknologi sexing spermatozoa memungkinkan untuk mengatur kelahiran anak ternak sesuai jenis kelamin yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan semen cair hasil sexing dalam memproduksi anak sapi dengan jenis kelamin yang diinginkan. Sapi bali induk sebanyak 63 ekor yang dibagi ke dalam dua kelompok, umur 3-4 tahun dan 5-6 tahun digunakan sebagai akseptor pada penelitian ini. Sebelum inseminasi buatan (IB) dilakukan, semua sapi akseptor disinkronisasi menggunakan hormon Capriglandin (PGF2a). Variabel yang diamati adalah keberhasilan sinkronisasi, estrus pascapenyerentakan birahi, kualitas estrus, non return rate, conception rate dan calving rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,90% sapi mengalami estrus setelah sinkronisasi dengan rataan waktu munculnya estrus 71,73 jam dan kualitas estrus 2,5. Sapi yang diprediksi bunting setelah inseminasi pertama dengan semen hasil sexing mencapai 82,54%. Jumlah sapi yang mampu mempertahankan kebuntingan hingga melahirkan hanya 73,02% dengan persentase jumlah anak sapi jantan yang dilahirkan mencapai 78,26%. Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah PGF2a cukup efektif merangsang munculnya estrus pada sapi bali induk dan spermatozoa hasil sexing masih mempunyai daya fertilitas yang cukup baik dengan tingkat kesesuaian jenis kelamin anak sapi yang dilahirkan mencapai 78,26%.
Aktivasi Oosit Menggunakan Strontium Klorida setelah Injeksi dengan Spermatozoa Domba Hasil Pengeringbekuan (OOCYTE ACTIVATION USING STRONTIUM CHLORIDE FOLLOWING INJECTION OF FREEZE-DRIED RAM SPERMATOZOA) Takdir Saili; Ita Djuwita; Mohamad Agus Setiadi; Srihadi Agungpriyono; Arief Boediono
Jurnal Veteriner Vol 13 No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.977 KB)

Abstract

One of the factors that inhibit the formation of male pronuclei following injection of freeze-dried ramspermatozoa was the absence of artificial activation during oocyte incubation after the injection. Therefore,in this experiment the ability of strontium chloride (SrCl2) to improve oocyte activation followingintracytoplasmic sperm injection (ICSI) was evaluated. Aceto lacmoid staining was used to assessdecondensation and pronucleus formation following ICSI. Results of this experiment revealed that freezedriedspermatozoa had the ability to decondense and to form 1PN following injection into oocytes evenwithout artificial activation, but failed to form 2PN. However, 40% of 2PN oocytes were obtained when theinjected oocytes was first incubated for 20 minutes in medium containing 50 mM strontium chloride thensubsequently incubated for 10 hours in medium without strontium. On the contrary, the 2PN oocytes werenot observed either in injected oocyte neither without artificial activation nor in non-injected oocytes withartificial activation. In conclusion, freeze-dried ram spermatozoa were able to decondense and to support2PN formation following ICSI and artificial activation using strontium.
PERUBAHAN VIABILITAS DAN STRUKTUR SUBSELULER SPERMATOZOA DOMBA SETELAH PENGERINGBEKUAN Takdir Saili; I Ketut Mudite Adnyana; Ronny Rachman Noor; Mohamad Agus Setiadi; Srihadi Agungpriyono; Arief Boediono
Jurnal Veteriner Vol 10 No 4 (2009)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several methods i.e. cooling, freezing, and freeze-drying have been widely used to preserve spermatozoa with various degree of success. Freeze-drying appears to provide a method to preserve spermatozoa in a dry state without requiring liquid nitrogen for storing frozen spermatozoa. Freeze-drying procedures can have a detrimental effect on plasma membrane and acrosomal cap of the spermatozoa. In this experiment study, the viability and subcellular changes of freeze-dried ram spermatozoa were evaluated using staining method and scanning electron microscopy. The results revealed that all freeze-dried spermatozoa were dead following evaluation using eosin staining and Hoechst-propidium iodide staining methods. Morover, plasma membrane and acrosomal cap of freeze-dried ram spermatozoa was disrupted observed using scanning electron microscope.
Co-Authors . Nurhalim ., Ashar A Hadini, Hairil A. M. Sari A. Napirah Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Achmad Selamet Aku Afyudi, Bobby Ahmad Dzakir Ahmad Fajar Al Jumiati, Wa Ode Albar, Fahry Amiludin Indi Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Analuddin, La Ode Andi Murlina Andi Murlina Tasse Andini Sulfitrana Andini Sulfitrana Angia Azahrah Annisa Fathia Abdullah Aprianto . Aprianto Aprianto Arief Boediono Arjuna, Deni Arsiwan Arsiwan Arwin Putra Pratama AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asmar Hasan Astriana Napirah ASTUTI, MERI Aulia Devinda Afista Awal Maulid Sari Ba'a, La Ode Bahtiar Bahtiar Bana, Sahindomi Basman Basman Boy Arya Sena Budiyanto Darni Darni Dedi Dedi Dedu, La Ode Arfan Deki Zulkarnain Dewi S, Rachmita Dian Agustina Dian Agustina Eki Indrawati Ella Fauzya Fahyuddin Faradillah, F Febiang Lopulalan Febiang Lopulalan Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuty Auza Gerhana Gerhana, Gerhana Gunawan, Rifaldi Gusti Ayu Kade Sutariati H. Hafid Hairil Adzulyatno Hadini Hakim, Muh Haidir Hakim, Muh. Haidir Hamdan Has Harapin Hafid H. Hariono Hariono Hasanuddin Bua Hendhra Sudarno Saputra Hijrawati Hijrawati Hijrawati Hijrawati, Hijrawati I Ketut Mudite Adnyana I Wayam Sura I Wayan Sura Ibrahim, Irianto Ido, Irfan Idrus Salam Ihlas AG, Muhammad Ilahude, Meygi Caesarika Putri Imam Bukhori Irwan Irwan Irwansyah Irwansyah Ismi Wardani Isnaeni, Purnaning Dhian Ita Djuwita Joka, Elen Rosalia Jon Karlino Kadek Juliastini Kesumanengsih, Viny Aprilia Khairiyah, Ummul Kimestry, Asma Bio L. O. Nafiu L. Yunus La Aba La Karimuna La Malesi La Ode Abdul Karim Ishak La Ode Arsad Sani La Ode Ba&#039;a La Ode Ba&#039;a La Ode Baa La Ode Baa La Ode Hermawan La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu Laode Muhammad Sentot Alibasa Lena Wati Lisran Lisran Lukman Yunus Lukman Yunus, Lukman Luzardin Luzardin M Agus Setiadi M. Abadi Madiki, A Majid Majid Mardianto Mardianto Mas Rizky A.A. Syamsunarno Masrah Masrah Mesrawati Mesrawati Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali, Mohammad MOZES R. TOELIHERE Muh Haidir Hakim Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala MULYOTO PANGESTU Musram Abadi Natsir Sandiah Nian Anisa Nur Arafah Nur Asma Nur Asni Nur Asyik, Nur Nur Fitry Yanti Nur Santy Asminaya Nur Zahra Suaidi Nurhayanto, Nurhayanto Nuriadin Nuriadin Nuriadin Nuriadin Nylan Aulia Sari Patrecia Dwita Koty Petrus Kune Pratiwi, Arby’in Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putra Wiadnyana Putra, Agus Kurniawan Putri, Anindyaningrum Zainal Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahmad Hardiono Rahmat Mulhazaa Rahmiyanti Ismet Inonie Rangga Setiawan Rangga Setiawan Restu Libriani Rijanto, Abdes Rin Orin Ningrum Rin Orin Ningrum Rini Widyastuti Ronny Rachman Noor Rusdin, Muh. Rusdin, Muh. Rusli Badaruddin Rusmiyanto Rusmiyanto Sani Wanti Santi, Nur Sarmin Sitti Aida Adha Taridala Sri Rejeki Sri Yuliana Srihadi Agungpriyono Sumiarti, Rina Sunarti Sunarti Surahmanto Suryanef Suryanef Syahruddin Said Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsul Arifin Tamrin Tamrin W. Kurniawan W. L. Salido Wa Laili Salido Wa Laily Salido Wa Ode Astija Madu Wa Ode Jasnia Wahono Esthi Prasetyaningtyas Yaddi, Yafsin Yuni Lestari Yuni Lestari yuniati yuniati Zulkarnaian, Deki