Claim Missing Document
Check
Articles

Menumbuhkan Jiwa Pariotisme Melalui Ekstrakulikuler Bela Negara Mas Fierna Putri; Saepudin Kartasasmita; Samino Samino
Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Jurnal Loyalitas Sosial VOL.4 NO.1 Maret 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JLS.v4i1.p48-53

Abstract

Di era dan jaman teknologi dan komunikasi yang sedang berkembang dan maju saat ini, bukan berarti tidak ada kekhawatiran terhadaap siswa-siswi dan masyarakat dalam mencintai tanah airnya sendiri. Pengaruh budaya barat yang terus masuk dapat memberikan dampak positif dan negative terhadap budaya, nilai, norma serta sikap dan perilaku masyarakat khusunya siswa-siswi di sekolah. Untuk mengatasi dampak negative ini diperlukan menumbuhkan jiwa patriotism sebagai bentuk dan sikap dalam mencintai negaranya sendiri. Patriotisme ada bukan karena perenungan individu atau bersama. Patriotisme ada karena muncul atas dasar yang dimiliki bangsa Indonesia, sebagai cita-cita luhur dan tujuan bangsa Indonesia.. Penyuluhan patriotisme adalah bentuk usaha untuk menumbuhkan jiwa patriotism peserta didik di SMK Tarauna Terpadu I, Kabupaten Bogor dengan ektrakulikuler Bela Negara sebagaai wadah untuk menumbuhkan pengorbanan, rasa cinta, saling toleransi, mengahrgai, pengorbanan demi bangsa dan negaranya. Selain itu bisa menjadi acuan, pembinaan serta dapaat menyelesaikan maslah yang ada baik umum maupun khusus, baik lingkup luas maupun sempit, sehingga apa yang diharpakan untuk generasi muda selanjutnya memiliki sikap patriotism serta dapat menjadi contoh bagi generasi yang akan datang.
PERBEDAAN SIKAP DAN TINDAKAN SISWI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET TENTANG KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 1 RAJA BASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012 Fitriyanti Fitriyanti; Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.363

Abstract

Penyakit keputihan masih menjadi masalah bagi wanita, dimana penyakit inimenyerang sekitar 50 % populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur.Hasil pra survey yang peneliti lakukan pada bulan maret 2012 di SMA Negeri 1 Raja Basaterhadap 18 orang siswi ternyata seluruh siswi pernah mengalami tanda dan gejalakeputihan, 7 siswi bersikap negatif dan 11 siswi bersikap positif terhadap keputihan, dan12 siswi mempunyai tindakan yang buruk dan 6 siswi mempunyai tindakan yang baikterhadap penceegahan keputihan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaansikap dan tindakan siswi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode booklettentang keputihan di SMA Negeri 1 Raja Basa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitianpra eksperimen dengan jumlah populasi 64 responden, dan jumlah sampel 64responden. Pengumpulan data dilakukan dengan penyeberan kuisioner dan melakukanpenyuluhan. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Mc Nemar.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sikapresponden terbanyak adalah negatif 52.2%, tindakan responden terbanyak adalah positif52.2 %, setelah dilakukan penyuluhan sikap responden terbanyak adalah positif 81.2%,dan tindakan responden terbanyak adalah positif 89.9%. Hasil analisa bivariatmenunjukkan bahwa ada perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukanpenyuluhan (p-value 0.000 < 0.05), dan terdapat perbedaan tindakan respondensebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value 0.000 < 0.05). Disarankanpenyuluhan atau promosi kesehatan tentang keputihan dan kehesatan reproduksidilakukan setiap 3 bulan sekali di sekolah-sekolah agar masyarakat mudah memahamitentang kesehetan reproduksi atau penyluhan dengan menggunakan media eletronikmaupun media cetak.Kata Kunci : Sikap, Tindakan, Booklet, Keputihan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI PUSKESMAS GEDONG AIR 2014 Susila Susila; Samino Samino; Achmad Farich
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.450

Abstract

Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana (KB). Mayoritas peserta KB baru didominasi peserta non metode kontrasepsi jangka panjang (Non MKJP), sebesar 83,79% dari seluruh peserta KB baru. Sedangkan peserta KB baru yang menggunakan metode jangka panjang seperti IUD (Intra Uterine Device), MOW (Metode Operasi Wanita), MOP (Metode Operasi Pria) dan Implant hanya sebesar 16,21%. Kota Bandar Lampung (29,6%), dan Puskesmas Gedong Air (31,93%). Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi di Puskesmas Gedong Air 2014.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Conrol. Populasi 2.484 aseptor dan sampel 160, dengan rincian 80 responden kelompok kasus yaitu pemakai kontrasepsi IUD dan 80 responden kelompok kontrol yaitu pemakai kontrasepsi Non-IUD. Pemilihan sampel dengan Purposive Sampling. Pengujian hipotesis dengan uji Chi Square, (α=0,05).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara nilai-nilai dengan penggunaan kontrasepsi dengan p-value=0,003. Tidak ada hubungan antara pendididkan dengan penggunaan kontrasepsi dengan nilai p-value=0,125. Ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi dengan p-value=0,000. Kesimpulan ada hubungan antara nilai-nilai, dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi, dan tingkat pendidikan tidak ada hubungannya. Disarankan Badan Kesehatan Keluarga Berencana untuk meningkatkan promosi kepada aseptor baru dan lama.Kata kunci : IUD, Nilai, Pendidikan, Dukungan Suami, Kontrasepsi
SANKSI PERAWAT DALAM UU NOMOR 38 TAHUN 2014 TENTANG KEPERAWATAN Samino Samino; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.441

Abstract

Lahirnya UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, merupakan pengakuan profesi perawat sebagai perawat profesional, sejajar dengan prosefesi kesehatan lainnya. Praktik keperawatan berasaskan perikemanusiaan, keadilan, pelindungan dan kepastian hukum. Apakah sanksi dalam UU tersebut sudah mampu memenuhi asas dan kepastian hukum. Tujuan diketahui sanksi hukum dalam UU No. 38 Tahun 2014 dalam memenuhi asas dan kepastian hukum. Menjawab tujuan, dilakukan pengkajian UU Keperawatan dan UU lain yang berkaitan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa UU Keperawatan tidak memuat sanksi pidana denda maupun badan (kurungan/penjara), hanya memuat sanksi administratif. UU tersebut tidak sejalan dengan UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. UU No. 10 Tahun 2004 dinyatakan bahwa sanksi pidana dapat dimasukkan kedalamnya. Sanksi pidana bertujuan agar terwujud keadilan, ketertiban dan kepastian hukum. Pada akhirnya akan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, menurunkan kasus-kasus malpraktik, dan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu seyogyanya UU tersebut diubah dan memuat sanksi pidana didalamnya.Kata kunci: Praktik keperawatan dan sanksi
FAKTOR-FAKTOR SANITASI LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT KEMUNING LAMPUNG M. Imam Subarkah; Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.400

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan. Tiga faktor yangdominan adalah kualitas air, pembuangan tinja dan limbah. Angka kesakitan diare tahun2011 adalah 600 kasus/1190 (50.4%), tahun 2012 sebanyak 343 kasus/908 balita(37,7%) dan pada tahun 2013 sebanyak 361 kasus/877 (41,1%) hal ini disebabkan olehcakupan PHBS rendah adalah wilayah kerja Puskesmas Bukit Kemuning, yaitu 37,77%dari 5211 rumah tangga yang dipantau.Persentase cakupan sarana air bersih (SAB)yaitu sebanyak 18,2%, cakupan jamban keluarga (JAGA) yaitu sebanyak 27,2%,Cakupan SPAL 23,2%.Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan antara sumber airbersih, kondisi jamban, dan jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada balitadiwilayah kerja puskesmas Bukit Kemuning Lampung Utara Tahun 2014.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desaincross sectional.Populasi penelitian ini adalahseluruh rumah tangga yang memiliki balita di wilayah kerjaPuskesmas Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara sejumlah 328 rumah yangmemiliki balita, sampel 77 rumah dengan tehnik random sampling, pengambilan datamenggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan analisis univariat danbivariatHasil penelitian menunjukkan bahwa balita mengalami diare dalam tiga bulanterakhir 35,1% sumber air bersih tidak baik 59.7%, kondisi jamban baik 66,2%, jenislantai memenuhi syarat 62,3%. Ada hubungan antara sumber air bersih, (p value0,000), kondisi jamban (p value 0,000), jenis lantai rumah (p value 0,000) dengankejadian diare Saran pada nasyarakat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungansehingga dapat mencegah penyakit diare.Kata Kunci : Faktor-faktor sanitasi, diare
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT PEMBUATAN GIGI TIRUAN DI WILAYAH PUSKESMAS RAWAT INAP KECAMATAN TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN Samino Samino; Tri Windiari Sepsetyowati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i3.496

Abstract

Gigi mempunyai peranan penting pada tubuh manusia diantaranya berfungsi untuk pengunyahan, estetik dan berbicara. Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : trauma, karies, penyakit periodontal. Pembuatan gigi tiruan merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter gigi, namun pada kenyataan, dimasyarakat banyak yang melakukan pembuatan gigi tiruan pada tukang gigi. Tujuan penelitian diketahui faktor yang berkaitan dengan pemilihan tempat pembuatan gigi tiruan. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pemilihan sampel secara ancidental dengan jumlah 390 responden. Analisa data univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (regresi logistik berganda), dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi ancaman akibat kehilangan gigi asli, kecenderungan pemilihan perawatan pembuatan gigi tiruan, faktor pendorong, dan manfaat dengan pemilihan tempat pembuatan gigi tiruan. Variabel manfaat merupakan dominan. Sebagian responden tetap memanfaatkan tukang gigi tiruan. Namun demikian disarankan agar masyarakat memilih pelayanan pembuatan gigi tiruan ke dokter gigi
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SISTOLIK ANTAR AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA PADA KELUARGA PRA SEJAHTERA DAN SEJAHTERA 1 DI BANDAR LAMPUNG Ita Paramitha; Khoidar Amirus; samino samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.464

Abstract

Tekanan darah sistolik adalah mewakili tekanan di arteri-arteri ketika otot jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalamnya. Lima persen dari orang-orang yang memiliki hipertensi sekunder, salah satunya disebabkan oleh obat-obatan (Pil KB). Tujuan penelitian diketahui perbedaan tekanan darah sistolik antara akseptor keluarga berencana pada keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I di Bandar Lampung 2016.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasangan usia subur (PUS) (usia 20-49 tahun). Besar sampel 138 PUS KPS dan KS-I. Teknik pengambilan sampel multi stage cluster sampling dengan Probability Proportionate to Size (PPS). Alat pengumpulan data dengan kuesioner, Sphygmomanometer dan Stethoscope, cara pengambilan data dengan wawancara dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dengan uji Mann-Whitney dan Kruskall-Wallis, dengan derajat kepercayaan 95%, α = 5%.Hasil penelitian diketahui rata-rata tekanan darah sistolik/diastolik akseptor pil 122,11/79,47 mmHg, suntik 111,35/79,38 mmHg, implan 115,83/83,33 mmHg, IUD 118,33/80,00 mmHg. Hasil analisis perbedaan tekanan darah diketahui ada perbedaan antara akseptor Pil dan Suntik (p=0,019), akseptor Pil, Suntik, Implan dan IUD (p=0,034), dan tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik antara akseptor pil dan implan (p=0,545), pil dan IUD (p=0,595), suntik dan implan (p=0,097), suntik dan IUD (p=0,087), implan dan IUD (p=0,947), KB hormonal dan non hormonal (p=0,231). Disarankan kepada PUS agar memilih kontrasepsi yang aman dan memiliki efek samping rendah terhadap peningkatan tekanan darah yaitu IUD. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian lanjutan (Longitudinal Research) pengukuran tekanan darah sistolik/diastolik sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi, lama pemakaian alat kontrasepsi yang digunakan untuk melihat manakah yang lebih berpengaruh pada peningkatan tekanan darah.Kata kunci : Tekanan Darah Sistolik, Akseptor Keluarga Berencana
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DALAM KECAMATAN WAYLIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Agung Aji Perdana; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.387

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih terjadi transmisi malaria atauberisiko malaria (risk malaria), karena tahun 2011 jumlah pasien malaria yangmeninggal tahun 2011 adalah 388 orang. Angka API di Provinsi Lampung pada tahun2011 sebesar 0,62‰, di Kabupaten Pesawaran angka API pada tahun 2011 sebesar14,77‰, di Puskesmas Kota Dalam angka API pada tahun 2011 sebesar 4,81‰.Tingginya kasus malaria disebabkan oleh masih adanya nyamuk Anopheles sebagaiperantara penularan malaria, perubahan lingkungan yang tidak terkendali, mobilitaspenduduk yang tinggi, dan perilaku masyarakat yang tidak sehat. Tujuan penelitian iniadalah untuk diketahui hubungan perilaku masyarakat dan lingkungan dengan kejadianpenyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam, Kecamatan Way Lima,Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan Case Control. Jumlah sampeldalam penelitian 128 responden. Kelompok kasus 64 responden dan kontrol 64responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang analisaunivariat dan bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan keluarrumah pada malam hari (p-value 0,001, OR sebesar 3,432 (CI 95% : 1,655 – 7,115),tempat perindukan nyamuk (p-value 0,001, OR sebesar 3,462 (CI 95% : 1,664 – 7,200),kerapatan dinding rumah (p-value 0,013, OR sebesar 2,616 (CI 95% : 1,279 - 5,351),pemasangan kawat kassa (p-value 0,008, OR sebesar 2,781 (CI 95% : 1,359 - 5,691)dengan kejadian malaria. Tidak terdapat hubungan antara penggunaan obat anti nyamukdengan kejadian malaria (p-value 0,111)Disarankan agar masyarakat mencegah gigitan nyamuk, jika keluar rumah padamalam hari hendaknya menggunakan baju lengan panjang atau menggunakan obat antinyamuk oleh (rappelent). Bagi instansi kesehatan dilakukan penyuluhan secara intensifguna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mencegah danmenanggulangi malaria.Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Lingkungan, Kejadian Malaria
KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN INFORMED CONSENT DI PROVINSI LAMPUNG 2013 Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.424

Abstract

Informed consent merupakan dokumen penting dalam proses pelayanan kesehatan. Dokumen tersebut merupakan alat bukti bahwa keduanya telah sepakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan pasien. Tujuan diperoleh informasi penggunaan form serta gambaran kelengkapan pengisian dokumen informed consent, dan aspek hukumnya. Pengkajian dokumen informed consent tersimpan di ruang rawat inap maupun di instalasi rekam medik di 3 RS. Jumlah sampel 74 dokumen. Dilaksanakan April-Juli 2013. Pengkajian difokuskan pada pemberlakuan form dan kelengkapan pengisian masing-masing variabel sesuai dengan form yang digunakan. Hasil pengkajian dalam %, serta dibahas dalam persfektif hukum.Hasil penelitian menunjukkan : (a). Tidak ada satupun RS yang menggunakan form informed consent sesuai dengan keputusan Keputusan Direktur Pelayanan Medik No. HK.00.06.3.5.1866/1999; (b). Tidak ada satupun dokumen informed consent yang diisi dengan lengkap; (c). Terdapat perbedaan form informed consent yang berlaku di tiga RS; (d). RS-3 mewajibkan dokumen informed consent harus menggunakan meterai 6000; (e). RS swasta lebih lengkap pengisiannya dibandingkan dengan negeri; (e). Secara hukum dokumen yang tidak diisi dengan lengkap lemah sebagai alat bukti. Disarankan setiap RS mengevaluasi pengisian form informed consent setiap triwulan untuk melihat kelengkapan pengisiannya, dan menggunakan form yang sudah baku, serta tidak merubahnya. Akademisi untuk melakukan penelitian mencari akar permasalahan mengapa RS belum menggunakan form yang baku.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI TAHUN 2014 Jeffri Herlangga; Samino Samino; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.392

Abstract

Kesehatan merupakan masalah yang penting dalam sebuah keluarga, terutamayang berhubungan dengan bayi, balita dan ibu hamil. Puskesmas Brabasan tahun 2013memiliki 17 unit Posyandu yang terdiri dari 4 Posyandu Pratama (23,5%), 3 PosyanduMadya (17,7%), 9 Posyandu Purnama (52,9%) dan 1 Posyandu mandiri (5,9%) dengan85 kader dan kader aktif berjumlah 37 orang dan yang tidak aktif berjumlah 48 orang.Tujuan penelitan adalah diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerjakader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Brabasan Kabupaten Mesuji tahun 2014.Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Populasi seluruhkader Posyandu berjumlah 85 orang dengan sampel total populasi (85 orang). Analisisdata menggunakan Uji Chi Square, dengan CI 95 % dan ά 0,05.Hasil uji statistik di dapat ada hubungan pendidikan dengan kinerja kader Posyandu(p value 0,014), ada hubungan Pengetahuan dengan kinerja kader Posyandu (p value0,003), ada hubungan insentif dengan kinerja kader Posyandu (p value 0,007), adahubungan pelatihan dengan kinerja kader Posyandu (p value 0,003). Berdasarkan hasildiatas disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji agar memberikan pelatihan kepadakader posyandu serta memberikan insentif secara teratur dan menaikkan insentif bagikader.Kata kunci : Pendidikan, pengetahuan, pelatihan, insentif, kinerja
Co-Authors Abdul Haris Abriandi, Erick Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Barliyan, Muh Ahcmad Farich Amanda, Fadhila Dwi Amin, Muslim Aminah, Mina Amir, Sabrina Amirus , Khoidar Andayani, Yeni Andriani, Verra Angelina F, Christin Angelina, Christin Anggraini Anggraini Areh Sulistiyo Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Asnida, Dewi Astari, Yulia Ayu Rai Saputri, Gusti Ayuningtyas, Rosida Dwi Azzahra, Dhika Bambang Nurwanto cahya, fajar nur Christin Angelina Febriani Dayasih, Nia Devy Septina Sari Dhini Easter Yanti Dhini Easter Yanti Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dina Dwi Nuryani Dira Yuniar, Trisia Duet Irianto, Terry dwi ayu lestari, dwi ayu Dwiyana, M Rizal Editama, Fitra Eka Sariningsih Ekasari, Fitri Eko Purnomo Endah Rachmawati Ermasari, Anissa F, Christin Angelina Farich, Achmad Fauzi, M. Agus Fesliria, Eka Fikri, Rahmat fitriyanti fitriyanti Fradika, Agustina Hadinata, Andri Hardinata, Andri Hayka Salsabila, Farra Hendy Pratama, Hendy Hermawan, Dessy I Gusti Made Yoga Astawa Iing Lukman Irianto, Torry Duet Irna Yunaeni Istiqomah, Anisa Cahyanti Ita Paramitha Januartha, Herzandho Jeffri Herlangga Juminingsih Juminingsih Juminingsih Juminingsih, Juminingsih Khoidar Amirus Kundayani, Tri Kuntoro, Selamet Kurniati, Mala Latifah, Neneng Siti Lesta Ningrum Aprilia Liasari, Deny Eka Lily D. Sidiarto Lolita Sary M. Imam Subarkah Marina Susanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Mas Fierna Putri Muhammad Muhammad Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Neneng Siti Latifah Ningrum, Agustin Setia Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nugraheni, Dwi Ary Nur Mahmudah, Fitri Nurdin, Ambia Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nurzana, Desi Oktavia Rudi, Renna Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari Primadiamanti, Annisa Priyogo, Adib Purnama, Ade Sinta Putri, Govindha Putri, Mas Fierna Rachmawati Rachmawati Rahmad Efendi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Rahmat Effendi, Rahmat Ramayanti, Rika Ratu, Dianing Ayu Yustika Reni A. Febrida Retika, Nelya Rilyani Rilyani Riyanti Riyanti Rizqy, Muhammad Alva Rokhayati, Yuli Rudi, Renna Oktavia Ruswaldi Munir Saepudin Karta Sasmita Safitri, Erna Salsabilla, Nadya Sari, Dewi Yulia Sari, Fitri Eka Sidiarto Kusumoputro Sihono, Bagas Prakoso Silaen, Rahel Gusnita Sofiyah Suryani Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Surtini, Surtini Susila Susila Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sutama Suwardi Suwardi Suwito Suwito Tri Windiari Sepsetyowati Trikundayani, Trikundayani Viana Teti Anggraeni, Viana Teti Wahjudi Nugroho Wahyu Ardhi Bandono Wahyu Ardhi Bandono, Wahyu Ardhi Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Wandi Adiansah, Wandi WAYAN, WAYAN Welly Rizkianti Wibowo, Angga Wahyu Tri Widiastuti, Valentina Dewi Wihatyani, Ketut Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yudhistira, Hendri Yuli Siyamto, Yuli Yuliasari, Dewi Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa Zuana, Eli