Claim Missing Document
Check
Articles

Physicochemical Changes and Role of Analytical Chemistry in Black Garlic (Allium sativum L.) Processing Wonorahardjo, Surjani; Sari, Dian Puspita; Salsabila, Arini; Estiyawati, Estiyawati; Yuliani, Dewi; Wijaya, Anugrah Ricky; Suharti, Suharti; Kusumaningrum, Irma Kartika; Maharani, Chariztya Anggita; Noviyanti, Thjiong Angelina
Makara Journal of Science Vol. 27, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black garlic is a traditional spice having potential of herbal medicine; however, continuous heating darkens its color and changes its taste due to chemical processes and new equilibrium in the system. In this study, fresh garlic was processed into black garlic at 60 °C for 24 days. Changes in physical and chemical parameters, such as browning and protein content, reducing sugar content, and antioxidative components were recorded. Protein content was measured by Kjeldahl method, brown color development was analyzed using a color reader, reducing sugar was examined using a dinitro salicylic DNS reagent, and antioxidative activities were studied with a diphenyl picrylhydrazyl DPPH reagent in terms of their percent inhibition. Gas chromatography – mass sepctrometry (GC–MS) and Liquid Chromatography-High Relosultion Mass Spectrometry (LC–HRMS) were performed to determine the chemical profiles. Results showed a number of interesting features. The protein and sugar contents increased up to 3 and 4 times that of the initial values, respectively during processing. The antioxidative properties improved in the later stages. The chemical profiles of volatile and nonvolatile components were altered in their final stage. Sulfur and nitrogen-containing nonvolatile components were relatively stable during heating, but their compositions changed. The natural chemical changes reflect the biological potential dynamics in biological processes as herbal supplements. The reflection of the processes might go further into food chemistry and the food industry. This needs an interdisciplinary approach, expanded to biological concepts and safe, ethical industrial processes.
Representation of Bullying in the French Movie "Respire" and Countermeasures through the Correlation of Character Education Sari, Dian Puspita; Sunendar, Dadang; Sopiawati, Iis
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 11 No 1 (2024): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v11i1.6156

Abstract

This research explores the representation of bullying in a French film entitled "Respire" by Anne-Sophie Brasme in 2014. This research uses a qualitative analysis and the Roland Barthles semiotic method by examining the denotation, connotation, and mythical signs contained in the movie scenes. Furthermore, this study also classifies the types of bullying in the movie and discusses how to countermeasures the bullying through character education. The results show that the film Respire depicts the dynamics of bullying, including the factors that influence the perpetrator's behavior and the victim's response. The types of bullying in the film are verbal bullying, non-verbal bullying, physical bullying, cyber bullying, and social/psychological bullying. This movie is used as a means to discuss the issue of bullying in the context of character education, relying on the importance of the role of parents and teachers as role models for students to implement character education. The activities that can be carried out to prevent bullying in educational institutions include school orientation activities, class socialization about bullying, and parent meetings with the teachers to provide psychological studies of child development. This research contributes to a deeper understanding of bullying and the importance of integrating character education to form a more resilient and empathetic student character to avoid bullying behavior.
Peningkatan Kesadaran Tentang Kesehatan Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Sekolah Dasar Afrizal, Sandra; Fajarianti, Yuniar; Malihah, iis Ismiati; nabilla, Umniya; Rugayyah; Sari, Dian Puspita; kinasih, Hanna ajeng; Anjani, Mutiara; Zulfaizah, Ovi Riani; Larassati, Kartika Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v4i02.850

Abstract

Wilayah Cakung Jakarta Timur memiliki berbagai masalah kesehatan anak usia sekolah seperti penularan infeksi dan kasus gangguan gizi yang masih tinggi. Masalah kesehatan tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan menjaga pola makan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan kesadaran tentang kesehatan tersebut perlu dilaksanakan sedini mungkin terutama pada jenjang sekolah dasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar melalui pemberian edukasi terkait pola makan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian edukasi terkait gizi dan juga perilaku hidup bersih dan sehat menggunakan media video interaktif, poster dan leaflet. Hasil kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami penerapan hidup bersih dan sehat serta memilih makanan yang sehat yang berimplikasi pada peningkatan pengetahuannya terkait topik yang disampaikan. Hal tersebut terlihat dari adanya perbedaan nilai pre-test (sebelum intervensi) dan post-test (setelah intervensi), dimana saat sebelum disampaikannya materi nilai pre-test sebagian besar baik dengan persentase sebesar 71,4% dan mengalami peningkatan setelah dilakukannya penyampaian materi pada post-test sangat baik dengan persentase 96,4%. Sementara hasil evaluasi perilaku hidup bersih dan sehat diperoleh perbedaan bermakna, yaitu 67,9% sebelum penyampaian materi dan meningkat sebesar 92,9% setelah penyampaian materi. Sebagai kesimpulan, pendidikan kesehatan sudah harus dimulai sejak dini untuk memberikan kesadaran tentang kesehatan dan diharapkan bisa menjadi penerus bangsa yang sehat dan kuat.
Good Perinatal Outcome of Rhesus Incompatibility in Multigravida without Anti-D Injection Therapy: A Rare Case Report Husada, Abdillah; Lestari, Peby Maulina; Maritska, Ziske; Sari, Dian Puspita; Al Farisi Sutrisno, Muhammad; Stevanny, Bella
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i2.668

Abstract

Introduction: Rhesus (Rh) incompatibility problem arises exclusively when an Rh-positive male impregnates an Rh-negative female, resulting in maternal Rh sensitization to produce anti-D antibodies that can bind and destroy Rh-positive erythrocytes of the fetus. Hemolytic disease of the neonate due to Rh incompatibility ranges from self-limited hemolytic anemia to severe hydrops fetalis. Rh incompatibility can be prevented by administering anti-D injection therapy containing Rh Intravenous Immunoglobulin (RhIVIG). We report a rare case of good perinatal outcome of rhesus incompatibility in multigravida without anti-D therapy injection due to weak D phenotype.Case Illustration: A gravida 3, para 2 woman at 27 weeks gestation with Rh-negative blood type, who has not experienced any previous compatibility problems, came to our facility for routine antenatal care. The husband has an Rh-positive blood type with a Dd genotype (heterozygous), suggesting a 50% probability that the offspring will have an Rh-positive blood type. Laboratory results showed a negative Coombs test and weak D phenotype. The patient had never received an anti-D therapy injection in this pregnancy and her previous two pregnancies. None of her children developed hemolytic disease in the neonate. Ultrasonography showed a well-developed 27-week gestational age fetus with no major congenital disorders. The good perinatal outcomes of her children might be due to weak D phenotype. Pregnant women with weak D phenotype have fewer D antigens that can still result in Rh sensitization but not enough to cause serious complications to the fetus. Conclusion: Rhesus incompatibility with weak D phenotype can have good perinatal outcomes without anti-D injection therapy. Administration of Anti-D injection remains a viable option to prevent subsequent Rh alloimmunization.Inkompatibilitas Rhesus pada Multigravida dengan Luaran Perinatal Baik tanpa Terapi Injeksi Anti-D: Laporan KasusAbstrakPendahuluan: Masalah inkompatibilitas Rhesus (Rh) muncul secara eksklusif pada ayah Rh-positif dan ibu Rh-negatif, sehingga terjadi sensitisasi Rh ibu untuk menghasilkan antibodi anti-D yang dapat mengikat dan menghancurkan eritrosit janin yang Rh-positif. Penyakit hemolitik pada neonatus akibat ketidakcocokan Rh dapat berupa anemia hemolitik yang bisa sembuh sendiri hingga hidrops fetalis berat. Inkompatibilitas Rh dapat dicegah dengan pemberian terapi injeksi anti-D yang mengandung Rh Intravenous Immunoglobulin (RhIVIG). Kami melaporkan kasus langka dengan hasil perinatal yang baik inkompatibilitas rhesus pada multigravida tanpa injeksi terapi anti-D akibat fenotip D yang lemah.Ilustrasi Kasus: Seorang wanita gravida 3, para 2 pada usia kehamilan 27 minggu dengan golongan darah Rh-negatif, yang sebelumnya tidak mengalami masalah kompatibilitas, datang ke fasilitas kami untuk pemeriksaan antenatal rutin. Suami mempunyai golongan darah Rh-positif dengan genotipe Dd (heterozigot), sehingga kemungkinan keturunannya mempunyai golongan darah Rh-positif sebesar 50%. Hasil laboratorium menunjukkan tes Coombs negatif dan fenotipe D lemah. Pasien belum pernah menerima suntikan terapi anti-D pada kehamilan ini dan dua kehamilan sebelumnya. Semua anaknya tidak menderita penyakit hemolitik pada neonatus. Hasil USG menunjukkan janin usia kehamilan 27 minggu berkembang baik tanpa cacat bawaan mayor. Hasil perinatal yang baik mungkin disebabkan oleh lemahnya fenotip D. Ibu hamil dengan fenotip D yang lemah memiliki antigen D yang lebih sedikit sehingga masih dapat menyebabkan sensitisasi Rh, namun tidak cukup menyebabkan komplikasi serius pada janin.Kesimpulan: Inkompatibilitas rhesus dengan fenotip D lemah dapat memberikan outcome perinatal yang baik tanpa terapi injeksi anti-D. Injeksi Anti-D tetap dapat diberikan untuk mencegah aloimunisasi Rh di kemudian hari.Kata kunci: Fenotip D lemah, Imunoglobulin Rh, Inkompatibilitas rhesus, Multigravida, Terapi injeksi anti-D
Perkembangan Hukum Tata Negara di Indonesia Pasca Kemerdekaan dan Implikasinya Ramadhani, Dina; Sari, Dian Puspita; Meilisa, Riska; Maghfiroh, Luluk; Sari, Dian Permata
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i2.3531

Abstract

Hukum Tata Negara adalah disiplin ilmu yang mengkaji struktur kenegaraan, hubungan antar organ negara, dan interaksi antara negara. Seperti yang dapat dilihat dari awal kemerdekaan hingga saat ini, HTN di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Dari waktu ke waktu, HTN tidak tetap sama tanpa adanya perubahan sama sekali. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perkembangan HTN, implikasi dan dampak dari perkembangan HTN di era modern. Penelitian ini menggunakan metode literatur reviuw, yaitu dengan menganalisis dari beberapa artikel dengan tujuan untuk memahami perkembangan, implikasi, dan dampak perkembangan dari HTN di era modern. Penulisan dilakukan dengan ruang lingkup hukum, teori, dan dasar UUD 1945 yang berhubungan dengan HTN serta perkembangannya di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sejarah HTN di Indonesia tidak luput dari Undang-undang yang dipergunakan pada setiap masa. Mekanisme pemerintahan di setiap masa Undang-Undang Dasar yang dipergunakan pada setiap masa tidak sepenuhnya sama dengan yang lainnya. Penelitian ini menyoroti perlunya kolaborasi interdisipliner dalam menelaah dan mengembangkan HTN untuk mendukung tantangan kontemporer ketatanegaraan.
Hepcidin levels, markers of iron overload, and liver damage in children with beta-thalassemia major Sari, Indah; Sari, Dian Puspita; Damayanti, Moretta; Salwan, Hasri
Paediatrica Indonesiana Vol. 64 No. 5 (2024): September 2024
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi64.5.2024.412-8

Abstract

Background Thalassemia is a hemoglobin synthesis disorder that causes patients to need lifelong blood transfusions, leading to iron overload and alter organ function, including the liver. Hepcidin, produced by the liver, plays a role in iron homeostasis and should be increased in excess iron stores. However, the level decreases in thalassemia due to some factors, such as ineffective erythropoiesis and liver damage. Recent publications revealed that hepcidin could be associated with iron overload and also a marker of liver diseases. Objective To analyse the correlation between hepcidin level, markers of iron overload, and liver damage in beta-thalassemia major. Methods This cross-sectional study included all ?-thalassemia major age 2-18 years admitted to Dr. Mohammad Hoesin Hospital, Palembang, South Sumatera, who underwent blood transfusions from March to August 2022. We measured the level of iron overload markers, hepcidin, liver function test (LFT), and performed liver ultrasonography (USG). Results Of 97 subjects, median hepcidin level was 10.01 ng/mL and 68% of the subjects showed a decrease. The iron overload parameters were evaluated from serum iron levels (P=0.13), ferritin levels (P=0.90), and transferrin saturation (P=0.29) and 24.7% had abnormal liver USG findings. Spearman’s correlation revealed that only direct bilirubin (DB) (r=0.35; P=0.001) and liver USG (r=0.20; P=0.05) had positive correlations with decreased levels of hepcidin. Also, it had 91.7% sensitivity in predicting liver damage from ultrasound. Conclusion The hepcidin level was not significantly associated with iron overload markers.
The Predictors of Spontaneous Coronary Reperfusion in Patients with ST-segment Elevation Myocardial Infarction Ermawan, Romi; Pintaningrum, Yusra; Sari, Dian Puspita; Indrayana, Yanna; Aprilia, Kartika
Heart Science Journal Vol. 5 No. 3 (2024): The Science and Art of Revascularization in Acute Coronary Syndrome
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub/hsj.2024.005.03.6

Abstract

BACKGROUND: In ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI) management, some patients undergo spontaneous coronary reperfusion (SCR) with a better prognosis than those without SCR, but predictors for SCR remain unclear.OBJECTIVE: To investigate several potential predictors of SCR, including smoking status, BMI, DAPT loading time, hemoglobin levels, platelet count, random blood sugar levels, uric acid levels, creatinine clearance, and the Syntax score.METHODS: This case-control study was conducted at the West Nusa Tenggara General Hospital in Indonesia from December 2022 to September 2023. Data collection encompassed various patient demographics and clinical parameters, including name, medical record number, age, gender, smoking status, BMI, DAPT loading time, hemoglobin levels, platelet count, random blood sugar, uric acid, creatinine clearance, the Syntax score, and the occurrence of SCR. Statistical analysis for this study involved multivariate logistic regression analysis.RESULTS: A total of thirty-two patients was included, evenly divided into 16 subjects allocated to the SCR group and 16 to the non-SCR group. The analysis indicated that only BMI demonstrated a statistically significant association with SCR occurrence. However, the study did not yield conclusive evidence regarding the influence of smoking status, DAPT loading time, hemoglobin levels, platelet count, random blood sugar levels, uric acid levels, creatinine clearance, and the Syntax score on the likelihood of SCR.CONCLUSION: A normal BMI is identified as a robust predictor for the incidence of SCR in patients diagnosed with STEMI.
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Terkait Penjaringan Kesehatan Remaja Melalui Pemberdayaan Sekolah Sitoayu, Laras; Dewanti, Lintang Purwara; Mutiara, Rika; Fanani, Lutfi; Sumitra, Putri Azahra; Sari, Dian Puspita; Meiliana, Yutta Lilin Sabad; Ramadhan, Muhammad Rizzqi; Jayakusuma, Muhamad Zaidan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijaya Kusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.563

Abstract

Masalah kesehatan remaja di Indonesia menunjukkan adanya tren yang meningkat dan perlu menjadi pusat perhatian. Salah satu upaya mengurangi masalah kesehatan pada remaja adalah dengan adanya penjaringan kesehatan di sekolah, tetapi sayangnya kegiatan itu belum banyak berhasil dilakukan secara efektif dan berkala. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan sikap terkait penjaringan kesehatan remaja di SMA Sejahtera 1 Depok, dengan sasaran Tim Penjaringan Kesehatan Remaja (PKR). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah Community Development. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan sebanyak 12 poin dan sikap sebanyak 8 poin terkait penjaringan kesehatan beserta pentingnya program kesehatan di sekolah. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap, Tim PKR mampu menjadi penggerak dalam mengimplementasikan penjaringan kesehatan di sekolah secara aktif dan berkala.
Penyuluhan Inovasi Produk Puding jagung dan Kacang Hijau Untuk Pencegahan Stunting Fitriyah, Sabilatul; Syarifuddin, Muhammad Afif; Sari, Dian Puspita; Setia, Devit; Sulistiawati, Sulistiawati; Masruroh, Masruroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 1 (2025): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i1.565

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem still challenging in various rural areas of Indonesia, including Trosono Village in Lamongan. Efforts to prevent stunting require appropriate nutritional interventions, including introducing innovative and nutritious local food products. The purpose of this community service is expected to increase the knowledge of the Trosono Village community regarding the importance of balanced nutrition through innovative products such as corn and green bean pudding. The method of community service is divided into four stages, namely: First: Nutrition survey, Second: Recipe development, third: counseling and stage four, distribution and monitoring. The results after the implementation of the counseling program showed an increase in nutritional status in 17 children who experienced a significant increase in weight and height growth as indicators.
Keseimbangan antara Efisiensi, Demokrasi, dan Amanat Konstitusi Dalam Rekonstruksi Sistem Pemilihan Kepala Daerah Sari, Dian Puspita; Rahman, Mohammad Haris Taufiqur; Hafani, Moch Hasan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.683

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi, yang memberikan rakyat hak untuk memilih pemimpin daerah secara langsung. Meskipun tujuannya untuk memperkuat kedaulatan rakyat, pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan, seperti tingginya biaya politik, rendahnya partisipasi masyarakat, serta praktik politik uang yang merusak kebebasan pemilih. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan deskriptif naratif. Sedangkan pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yakni penelitian yang mengkaji tentang fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Sistem Pilkada yang serentak juga menambah kompleksitas, mengurangi efisiensi, dan menghambat akses informasi di daerah terpencil, yang bertentangan dengan prinsip konstitusi yang menjamin hak politik setiap warga negara. Rekonstruksi sistem Pilkada menjadi penting untuk menciptakan proses yang lebih efisien, adil, dan sesuai dengan prinsip demokrasi. Perbaikan perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek aksesibilitas, transparansi, dan pengurangan biaya kampanye. Penguatan pengawasan terhadap praktik politik uang serta pemberian ruang bagi calon independen dapat mendorong pemilihan yang lebih inklusif dan representatif. Selain itu, penguatan akuntabilitas kepala daerah setelah terpilih sangat diperlukan untuk memastikan kualitas pemerintahan yang responsif dan berkualitas. Dengan reformasi ini, Pilkada dapat menciptakan pemimpin daerah yang amanah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat demokrasi di tingkat daerah.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdiman, I Made Tobias Achirul Bakri, Achirul Afrizal, Sandra Agustini, Nur Indah Al Farisi Sutrisno, Muhammad Ali Murtopo Anak Agung Ayu Niti Wedayani Anjani, Mutiara Anugrah Ricky Wijaya Aprilia, Kartika Ardinia, Gusti Ayu Eka Radha Asmaul, Rina Ayu, Dewi Rosalia Baiti, Isma Nur Bangun, Primta Basuki Rahmat Masdi Siduppa Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Candra Eka Puspitasari Christian, Samuel Eza Dadang Sunendar Damayanti, Moretta Dedianto Dedianto, Dedianto Dedianto Hidajat Dewanti, Lintang Purwara Dewi Rosariah Ayu Dewi Suryani Dewi Yuliani, Dewi Dian Permata Sari Didik Wahyudi Dilaga, Marisa Syavitri Eka Intan Fitriana eka rahmawati Erial Bahar, Erial Estiyawati, Estiyawati Fadli, Muhammad Fajarianti, Yuniar Fitriyah, Sabilatul Fuad Fitriawan, Fuad Hafani, Moch Hasan Hamidah . Harahap, Alvin Abrar Hasri Salwan, Hasri Hertanti Indah Lestari, Hertanti Indah Hidayaturrahman, Taufik Hindra Hastuti, Nurnawati Husada, Abdillah Hy, Mc. Fulvia Ida Ayu Eka Widiastuti Iis Sopiawati Indrayana, Yanna Indrayana, Yanna Irma Santika Putri Jayakusuma, Muhamad Zaidan Jayawarsa, A.A. Ketut Josafat, Anom Kaimuddin, La Ode kinasih, Hanna ajeng Kusumaningrum, Irma Kartika Laras Sitoayu Larassati, Kartika Putri Lutfi Fanani M. Furqon Wahyudi Maghfiroh, Luluk Maharani, Chariztya Anggita Mahardika, Agustine Malihah, iis Ismiati Manafe, Winda Maringka, Kezia Michella Yusak Maserona, Lukas Masruroh MASRUROH Medha, Ied Andro Meiliana, Yutta Lilin Sabad Meilisa, Riska Metta Octora Mira Wahyuni, Mira Misbahuddin, Agus Ridwan Moraida Hasanah nabilla, Umniya Nadjadji Anwar Novi Darmayanti Noviyani, Ni Made Reditya Noviyanti, Thjiong Angelina Nurliana Cipta Apsari Patandianan, Firdaus Kamma Peby Maulina Lestari, Peby Maulina Peginusa, Stefani Switly Pintaningrum, Yusra Pramesti, Renita Priyono Priyono Putra, Chani Sinaro Putri, Baiq Ayu Wulan Maharani Rahman, Mohammad Haris Taufiqur Ramadhan, Muhammad Rizzqi Ramadhani, Dina Ramzi Amin, Ramzi Retno Anggraini Rika Mutiara, Rika Rina Lestari Rio Eka Nugraha, Rio Eka Romi Ermawan, Romi Rosati, Intania RR. Ella Evrita Hestiandari Rugayyah Salsabila, Arini Saputra Siregar, Damara Saputra, Dedech Muhammad Sari, Putu Suwita Sari Selfiana, Evi Setia, Devit Sidharti, Theresia Sri Stevanny, Bella Suharni, Sitti Sulistiawati Sulistiawati Sumitra, Putri Azahra Supit, Teve W. M. Surjani Wonorahardjo Suryanti, Dewi Suyanto Suyanto Syarifuddin, Muhammad Afif Syifah, Fuatis Tajudin, Ahmad Theodorus Umi Mardiyati Wibowo, Yusep Windhu Ari Wijaya, Christabella Natalia Windriani, Dian Yoga Pamungkas Susani Z, Fynnisa Zahar, Intan Ziske Maritska Zulfaizah, Ovi Riani