p-Index From 2021 - 2026
8.894
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional Jurnal Ilmiah Mahasiswa JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Belitung Nursing Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Serambi Engineering JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JOURNAL OF RESEARCH IN PUBLIC HEALTH SCIENCES Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Avicenna : Journal of Health Research Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Narra J KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Impresi Indonesia Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Journal of Noncommunicable Diseases (JOND) Jurnal Ekosains Gema Lingkungan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis)
Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan biopsikososial kebugaran kardiorespirasi pada penderita diabetes melitus (jemaah haji) Ekawati, Puspaningdyah; Setiani, Onny; Sutiningsih, Dwi; Suroto, Suroto; Fauzi, Muh
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 7 (2024): Volume 18 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i7.442

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is closely related to decreased cardiorespiratory fitness and impaired exercise. DM is the second highest disease after hypertension in Hajj pilgrims in Blora Regency. The cardiorespiratory fitness status of Hajj pilgrims in Blora Regency in 2023 was mostly in the sufficient category (49.6%) and the poor category (30.4%). Given the importance of cardiorespiratory fitness in Hajj pilgrims with DM, an approach is needed that is able to examine various factors related to cardiorespiratory fitness through a biopsychosocial approach. Purpose: To analyze the biopsychosocial determinants of cardiorespiratory fitness in Hajj pilgrims with DM. Method: A cross-sectional design study was used to examine biopsychosocial factors on cardiorespiratory fitness. This study was conducted in Blora Regency in February-April 2024. The sampling technique used purposive sampling, the sample size was calculated using the Slovin formula and based on the researcher's justification, a sample of 119 respondents was taken. The inclusion criteria were being able to communicate well, being diagnosed with DM by a doctor, and laboratory results (GDS, GDP and HBA1c). Data analysis used univariate, bivariate (chi-square and logistic regression), and multivariate. Results: Most respondents (47.1%) had poor cardiorespiratory fitness (not fit). The results of the bivariate test showed that the variables of age (p=0.035, PR= 1.57), gender (p=0.044, PR= 1.56), BMI (p=0.016, PR= 1.65), physical activity (p=0.000, PR= 4.68), stress (p=0.000, PR= 2.30), and activity at the Integrated Development Post for non-communicable diseases (p=0.005, PR= 1.80) were related to cardiorespiratory fitness. The most dominant variables on cardiorespiratory fitness in DM hajj pilgrims were physical activity and stress variables controlled by age and gender. Conclusion: There is a relationship between age, gender, BMI, physical activity, stress and activity at the Integrated Development Post for Non-Communicable Diseases with cardiorespiratory fitness in DM hajj pilgrims. However, the most dominant is physical activity and stress which are controlled by age and gender.   Keywords: Biopsychosocial; Cardiorespiratory; Diabetes Mellitus; Fitness; Hajj Pilgrim.   Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) berkaitan erat dengan penurunan kebugaran kardiorespirasi dan gangguan olahraga. DM merupakan penyakit tertinggi kedua setelah hipertensi pada jemaah haji di Kabupaten Blora. Status kebugaran kardiorespirasi pada jamaah haji di Kabupaten Blora tahun 2023 sebagian besar dengan kategori cukup (49.6%) dan kategori kurang (30.4%).Mengingat pentingnya kebugaran kardiorespirasi pada jemaah haji dengan DM, perlu dilakukan pendekatan yang mampu mengkaji berbagai faktor yang berhubungan dengan kebugaran kardiorespirasi melalui pendekatan biopsikososial. Tujuan: Untuk menganalisis determinan biopsikososial terhadap kebugaran kardiorespirasi pada jemaah haji dengan DM. Metode: Penelitian desain cross sectional, digunakan untuk mengkaji faktor biopsikososial terhadap kebugaran kardiorespirasi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Blora pada bulan Februari-April 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, besar sampel dihitung dengan rumus Slovin dan berdasarkan justifikasi peneliti diambil total sampling sebanyak 119 responden. Kriteria inklusi yaitu mampu berkomunikasi dengan baik, terdiagnosis DM oleh dokter, dan hasil laboratorium (GDS, GDP dan HBA1c). Analisis data menggunakan univariat, bivariat (chi-square dan regresi logistik), dan multivariat. Hasil: Sebagian besar responden (47.1%) mempunyai kebugaran kardiorespirasi kurang (tidak bugar). Hasil uji bivariat menunjukkan variabel umur (p=0.035, PR= 1.57), jenis kelamin (p=0.044, PR= 1.56), IMT (p=0.016, PR= 1.65), aktivitas fisik (p=0.000, PR= 4.68), stres (p=0.000, PR= 2.30), dan keaktifan dalam posbindu PTM (p=0.005, PR= 1.80) berhubungan dengan kebugaran kardiorespirasi. Variabel yang paling dominan terhadap kebugaran kardiorespirasi pada jemaah haji dengan DM adalah variabel aktivitas fisik dan stres yang dikontrol dengan umur dan jenis kelamin. Simpulan: Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, IMT, aktivitas fisik, stres dan aktivitas di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular dengan kebugaran kardiorespirasi pada jemaah haji DM. Namun yang paling dominan adalah aktivitas fisik dan stres yang dikontrol oleh usia dan jenis kelamin.   Kata Kunci: Biopsikososial; Diabetes Mellitus; Jemaah Haji; Kardiorespirasi; Kebugaran.
Hubungan antara Intensitas Kebisingan dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja di Stasiun Semarang Tawang Az-zahro, Putri Rahmawati; Setiani, Onny; Darundiati, Yusniar Hanani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.52-57

Abstract

Latar belakang: Kebisingan di stasiun berasal dari padatnya lalu lintas kereta api yang beroperasi selama 24 jam yang mengganggu lingkungan. Dampak dari kebisingan kereta api terjadinya gangguan fisiologis, salah satunya yaitu hipertensi. Tujuannya ialah melihat hubungan intensitas kebisingan di stasiun dengan hipertensi pada pekerja. Metode: Menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional metode analisis kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 128 pekerja di Stasiun Semarang Tawang. Pengambilan sampel metode purposive sampling dan menggunakan rumus Lemeshow yang dengan jumlah sampel 100 pekerja. Analisis bivariat dengan uji Chi Square (α<0,05) untuk menguji hubungan variabel. Hasil: Responden rata-rata berusia 41 tahun yang didominansi laki – laki (70%) dan mempunyai masa kerja ≥5 tahun (87%). Hasil pengukuran intensitas kebisingan tertinggi 94 dB(A), terendah 80 dB(A) dan rata – rata 85,5 dB(A) dengan NAB kebisingan 85 dB(A). Hasil tabulasi silang di dapatkan sebanyak 40 responden (40%) mengalami hipertensi. Rata-rata sistolik di dapatkan 127,95 mmHg dan diastolik di dapatkan rata – rata 81,94 mmHg. Hasil uji statistik mendapatkan hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan hipertensi (p=0,001) dan RP=4,104 (95% CI=1,897–8,878) dimana bekerja pada lingkungan bising di atas 85,5 dB(A) berisiki lebih dari 4 kali untuk mengalami hipertensi. Kesimpulan: intensitas kebisingan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi bagi pekerja di lingkungan stasiun kereta api.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gangguan Neurologis Pada Petani (Studi Pada Petani Di Desa Bumen Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang) Ardiansyah, Raihan Mahesa; Setiani, Onny; Suhartono, Suhartono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.3.257-266

Abstract

Latar belakang: Para petani penyemprot di Desa Bumen, Kecamatan Sumowono setiap harinya selalu melakukan kontak dengan pestisida. Paparan pestisida kepada para petani penyemprot di Desa Bumen dapat menyebabkan timbulnya gejala gangguan neurologis. Sebagian besar petani tersebut memiliki riwayat gejala gangguan neurologis, seperti tremor, merasa sangat lelah di luar kebiasaan, sensitif, kebas pada tangan dan kaki, dan lupa hal baru saja terjadi. Selain itu, terdapat anggota keluarga yang sering lupa akan hal yang baru saja terjadi, dan mengharuskan mereka mencatat hal-hal penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian gangguan neurologis akibat pestisida pada petani di Desa Bumen, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional yang bersfiat analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian pada penelitian ini sebanyak 363 petani penyemprot. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sehingga diperoleh subjek penelitian 76 petani penyemprot. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner Q18 Jerman yang telah dimodifikasi sesuai dengan budaya setempat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariate dengan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46 petani (60,52%) mengalami gejala gangguan neurologis. Terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p-value= 0,009), dosis pestisida (p-value= 0,032), jenis pestisida (p-value= 0,009), dan cara pencampuran pestisida (p-value= 0,002) dengan gejala neurologis pada para petani. Tidak ada hubungan lama penyemprotan (p-value= 0,64), frekuensi penyemprotan (p-value= 0,638), posisi menyemprot (p-value- =1,000), kelengkapan APD (p-value= 0,85), dan penyimpanan pestisida dengan kejadian gangguan neurologis pada petani di Desa Bumen.Simpulan: Terdapat sebanyak 4 variabel yang terbukti memiliki hubungan dengan kejadian gangguan neurologis pada petani di Desa Bumen. Variabel tersebut yaitu masa kerja, dosis pestisida, jenis pestisida, dan cara pencampuran pestisida. ABSTRACT Title: Factors Related to the Incident of Neurological Disorders in Farmers (Study on Farmers in Bumen Village, Sumowono District, Semarang Regency)Background: Spraying farmers in Bumen Village, Sumowono District always come into contact with pesticides every day. Exposure to pesticides by spraying farmers in Bumen Village can cause symptoms of neurological disorders. Most of these farmers have a history of symptoms of neurological disorders, such as tremors, feeling unusually tired, sensitive, numb in the hands and feet, and forgetting what has just happened. In addition, there are family members who often forget what has just happened, and require them to record important things. This research aims to determine what factors are associated with the incidence of neurological disorders due to pesticides in farmers in Bumen Village, Sumowono District, Semarang Regency.Method: This research is an analytical observational study with a cross-sectional research design. The research population in this study was 363 spray farmers. The sampling technique used simple random sampling, so that the research subjects were 76 spraying farmers. The instrument used in this research is the German Q18 questionnaire which has been modified according to local culture. The data analysis techniques used in this research include univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test.Result: The results showed that as many as 46 farmers (60.52%) experienced symptoms of neurological disorders. There is a significant relationship between work period (p-value= 0.009), pesticide dose (p-value= 0.032), type of pesticide (p-value= 0.009), and method of mixing pesticides (p-value= 0.002) with neurological symptoms in the farmers. There is no relationship between spraying time (p-value= 0.64), spraying frequency (p-value= 0.638), spraying position (p-value- =1.000), completeness of PPE (p-value= 0.85), and storage pesticides with the incidence of neurological disorders in farmers in Bumen Village.Conclusion: There are 4 variables that have been proven to have a relationship with the incidence of neurological disorders in farmers in Bumen Village. These variables are work period, pesticide dose, type of pesticide, and method of mixing the pesticide. 
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Homer, Philips; Rasyid, Khairul; Setiani, Onny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41640

Abstract

Masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia adalah penyakit demam berdarah. Hal ini disebabkan oleh iklim di Indonesia yang memfasilitasi penyebaran vektor penyakit tersebut, selain iklim, faktor yang juga turut mempengaruhi terjadinya kejadian DBD di Indonesia yaitu kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. faktor perilaku masyarakat seperti kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk, penggunaan kelambu, menggantung pakaian, kebiasaan menguras tempat penampungan air, menimbun sampah serta tindakan dan sikap lainnya yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit DBD.  Dari uraian tersebut di atas penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku yang dapat mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini yaitu literature review. Literature review adalah metode penelitian yang mengulas kembali tentang topik tertentu yang menekankan pada pertanyaan tunggal yang telah dikenal  secara sistematis, dinilai, dipilih dan disimpulkan menurut kriteria yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan bukti penelitian yang berkualitas tinggi yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia yang diterbitkan dalam rentan tahun 2020-2024. Tema dari studi literatur ini yaitu tentang hubungan faktor perilaku  dengan kejadian DBD. Data kuantitatif yang didapatkan, selanjutnya dianalisis secara sistematis sehingga mendapatkan bahasan yang mewakili isi dari literature review. Dengan hasil adanya hubungan yang signifikan antara faktor perilaku seperti Kebiasaan menggantung pakaian, tindakan (menggunakan lotion, kelambu saat tidur), kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk dan membersihkan penampungan air, dengan kejadian DBD. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil dari 6 jurnal di atas yaitu adanya hubungan yang signifikan antara faktor perilaku seperti Kebiasaan menggantung pakaian, tindakan (menggunakan lotion, kelambu saat tidur), kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk dan membersihkan penampungan air, dengan kejadian demam berdarah dengue.
Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kejadian DBD di Kecamatan Ambarawa Philips Homer; Onny Setiani; Budiyono Budiyono
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1299

Abstract

Penyakit DBD merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Data dari Dinkes Kabupaten Semarang, tahun 2020 IR sebesar 16/100.000 penduduk dari 167 kasus dengan angka Kematian (CFR) DBD tercatat sebesar 1,2 % (2 kasus). IR DBD tahun 2021 sebesar 7,3/100.000 penduduk dari 77 kasus. IR DBD tahun 2022 meningkat lagi yaitu sebesar 8,51/100.000 penduduk dari 90 kasus. Tahun 2023 meningkat lagi menjadi 155 kasus dengan IR sebesar 14,3/100.000 penduduk. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian DBD di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain case-control, melibatkan 120 responden yang terbagi menjadi 60 responden kasus dan 60 responden kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, lembar observasi, alat tulis, dan telepon seluler. Analisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat pada taraf kesalahan 5% dengan interval kepercayaan sebesar 95%.  Hasil dari penelitian didapatkan pada variabel perilaku menggunakan lotion anti nyamuk (nilai p = 0,317. OR = 1,893), variabel perilaku PSN (nilai p = 0,001. OR = 3,755), variabel perilaku menabur bubuk abate (nilai p = 1,000. OR = 0,882), variabel perilaku menggantung pakaian (nilai p = 0,206. OR = 0,342), variabel pengetahuan PSN (nilai p = 0,001. OR = 3,865).  Kesimpulan terdapat hubungan antara perilaku PSN dan pengetahuan PSN dengan kejadian DBD di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, namun tidak terdapat hubungan antara Perilaku menggunakan lotion anti nyamuk, perilaku menaburkan bubuk abate dan perilaku menggantung pakaian dengan kejadian DBD.
Literature Review: Penggunaan Pestisida Dengan Gangguan Kesehatan Petani Siregar, Sylvia Nehemia; Setiani, Onny; Hanani, Yusniar
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1008

Abstract

Latar Belakang: Setiap hari, ribuan petani dan pekerja pertanian terpapar pestisida, dan setiap tahun diperkirakan jutaan orang yang terlibat dalam sektor pertanian menderita keracuanan akibat penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida pada sektor pertanian tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menyebabkan pencemaran dan mengganggu kesehatan manusia. Petani terpapar pestisida saat mencampur dan menyemprot.Metode: Framework yang digunakan adalah PICO dengan populasi yaitu petani. Literature review menggunakan 3 database yaitu sciendirect, research gate dan google scholar dengan 8 artikel yang direview.Hasil: Berdasarkan 8 artikel menunjukan penggunaan pestisida dipengaruhi oleh jenis, dosis, penggunaannya dan alat perlindungan diri yang dipakai oleh petani. Penggunaan pestisida dapat menimbulkan gangguan Kesehatan petani diantaranya hipertensi, iritasi kulit, anemia, gangguan system syaraf dan keluhan subjektif.Kesimpulan: ada hubungan penggunaan pestisida dengan gangguan Kesehatan pada petani.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DAN MILD COGNITIVE IMPAIRMENT PADA PETANI DI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Sulistiyono Putra, Ilham Pradana; Setiani, Onny; Darundiati, Yusniar Hanani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47120

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan pestisida yang intensif dalam pertanian hortikultura di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatannya, terutama hipertensi dan Mild Cognitive Impairment (MCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi dan MCI pada petani, termasuk karakteristik individu dan paparan pestisida seperti dosis, durasi kerja, masa kerja, frekuensi penyemprotan, jumlah jenis pestisida, penyimpanan, arah penyemprotan, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 100 petani laki-laki aktif di Kecamatan Bandungan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), dan fungsi kognitif menggunakan kuesioner MMSE. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dan Chi-square. Hasil: Ditemukan prevalensi hipertensi sebesar 38% dan gangguan kognitif sebesar 61%. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan IMT (p=0,005), dosis pestisida (p=0,000), lama kerja per hari (p=0,000), dan penggunaan APD (p=0,002). Gangguan kognitif berhubungan signifikan dengan masa kerja (p=0,000), lama kerja per hari (p=0,042), dosis pestisida (p=0,045), dan penggunaan APD (p=0,000). Variabel arah penyemprotan, jumlah jenis pestisida, penyimpanan, dan frekuensi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan: Hipertensi dan gangguan kognitif ringan pada petani lebih dipengaruhi oleh intensitas paparan harian dan perilaku keselamatan kerja dibandingkan faktor lamanya bekerja atau jumlah pestisida yang digunakan. Intervensi preventif melalui edukasi penggunaan APD, pembatasan durasi kerja, serta penyemprotan yang aman sangat dibutuhkan untuk melindungi kesehatan petani dari paparan pestisida kronis.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP TUBERKULOSIS PARU: SEBUAH KAJIAN SISTEMATIS DI INDONESIA: Literature Review Rizkyansyah, Alif; Setiani, Onny; Astorina YD, Nikie
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 22 No. 1, Januari 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v22i1.896

Abstract

Indonesia was the 3rd country with the highest number of tuberkulosis sufferers in the world. The high number of tuberkulosis (TB) in Indonesia was related to various factors in the home environment. Population density, poor housing conditions, limited access to health services, low nutritional status, social and economic factors, high population mobility, and inappropriate treatment patterns were some of the main causes. A study was conducted to investigate the relationship between the home environment and the occurrence of pulmonary tuberkulosis in Indonesia. A systematic review was employed in this study, utilizing a sample of 15 pertinent journal articles. The data collection approach encompassed the exploration of articles aligned with the research objectives in designated databases, namely Google Scholar, Portal Garuda, Science Direct, ProQuest, and Springer Link, following defined inclusion and exclusion criteria. The Gathered data were organized into tables, and a table for data extraction was formulated. The identification of home environmental risk factors and data analysis were conducted using meta-synthesis (qualitative). The results of the research indicated that out of the 15 articles obtained in the final databases, factors such as ventilation, humidity, temperature, lighting, income , diabetes mellitus, and a history of household contacs were established as correlated with prevalence of pulmonary tuberkulosis in Indonesia. Home environmental factors, including ventilation, humidity, temperature, lighting, income, diabetes mellitus, and history of household contacts, influenced pulmonary tuberkulosis in Indonesia
The Relationship Between Pesticide Exposure and Disturbances in Balance Function in Apple Farmers in Tulongrejo Village, Bumi Aji District, Batu City Siregar, Sylvia Nehemia; Setiani, Onny; Hanani, Yusniar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11288

Abstract

This study aims to analyze the morphological diversity and phylogenetic relationships of six species from the Annonaceae family at the Purwodadi Botanical Garden using a phenetic approach. The background of this research is based on the importance of character-based identification to support taxonomy, conservation, and plant classification within the Annonaceae family, which is known for its high diversity. The research began with field exploration and specimen identification, followed by morphological characterization focusing on stem, leaf, petiole, and flower traits. Data acquisition was conducted by direct observation and measurement using tools such as calipers, rulers, and color tables. The morphological data were analyzed using Hierarchical Cluster Analysis and Principal Component Analysis (PCA) with SPSS 25.00 software to determine phylogenetic relationships among the species. The results revealed two major clusters: the first includes Mitrephora polyprena, Stelechocarpus burahol, Orophea enneandra, and Polyalthia bullata, with a similarity index of 73.2%, and the second consists of Annona muricata and Miliusa horsfieldii, with 59.3% similarity. PCA results indicated that leaf width, leaf length, petiole length, leaf color, and stem surface were the most influential morphological traits. These findings demonstrate that the phenetic approach is effective for analyzing phylogenetic relationships and can contribute to conservation strategies and biodiversity management.
Respiratory Impact of PM10 and PM2.5 Exposure among Furniture Workers in Tegal Anissah, Neli; Setiani, Onny; Hanani D, Yusniar
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.306

Abstract

The furniture industry has a high potential for particulate matter (PM10 and PM2.5) exposure, which may lead to impaired lung function and occupational diseases. Dust from cutting, sanding, and finishing processes can be inhaled and accumulate in the respiratory tract, increasing the risk of respiratory dysfunction. This study aimed to determine the relationship between PM exposure and impaired lung function among furniture industry workers in Tegal Regency. This study was an analytical observational study with a cross-sectional approach involving 100 production workers. PM concentration was measured using the Haz Dust EPAM-5000, and lung function was assessed using spirometry. Bivariate analysis was conducted using the chi-square test, and multivariate analysis was performed using logistic regression. A total of 57% of respondents experienced impaired lung function. Bivariate analysis showed a significant relationship between PM 10 concentration (p=0.001; OR=4.725), PM 2.5 concentration (p=0.007; OR=3.580), inhalable dust concentration (p=0.034; OR=2.478), duration of employment (p=0.003; OR=3.929), and working hours (p=0.001; OR=4.143) with impaired lung function. A total of 57% of respondents experienced impaired lung function, consisting of mild restriction, moderate restriction, and mild obstruction. There was a significant association between PM 10 concentration (p = 0.001), PM 2.5 concentration (p = 0.007), and duration of employment (p = 0.003) with impaired lung function. Logistic regression analysis identified PM 10 concentration as the dominant factor associated with impaired lung function (p = 0.002; OR = 3.976; 95% CI: 1.641–9.637.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abd. Rasyid Syamsuri Adi, Bayu Kusuma Adilasari, Philomena Larasati Aditya, Vanessa Rizky Ali Djamhuri Alifia Intan Berlian Amaliyah, Ratu Aam Ana Qomariah Anak Agung Gede Sugianthara Andriana Marwanto Anies Anies Anisa Nur Fitri Setiarini Anissah, Neli Anju Stefani Annisa Amilush Shalihah Annisa Zolanda Annisa Zolanda Antonius Tae Asa, Antonius Tae Apoina Kartini Apsari, Laeila Ardiansyah, Raihan Mahesa Ardias Ardias Ariani Ariani Ariawan Soejoenoes Arnita Ayu Kusuma, Arnita Ayu Asrori Asrori Astin Hardiana Astorina YD, Nikie Atyaf Umi Faizah Ayu Widyawati Az-zahro, Putri Rahmawati Bagoes Widjanarko Bambang Setiyobudi Bayu Kusuma Adi Bayu Wicaksono Bhary Kharis Subhiandono, Bhary Kharis Bintar Wahyu Ismail Budi Bowo Leksono, Budi Bowo Budi Waloyo Budiiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Catarina Citra Puspa Dewi Cecilia Sri Rahayu Chesaria Candra Cahyani Choidiyah, Siti Choiroel Anwar Chyntia Nur Aviva Hidayat Cresti Dwitiya Murti Dani Imaduddin Dewi Andang Prastika Dewi Susanti Dhody Ardi Pratama Diah Ayu Pusparini, Diah Ayu Dian Islamiari Qoriah Dini Kusumastuti Dwi Fitriani Dwi Kuntari, Ayu Dwi Sutiningsih Dwiyanthi, Kadek Lia Eddi Suhaedi, Eddi Eka Sudarsana Eka Wahyuni Elanda Fikri Endang Sukawati, Endang Eny Hastuti, Eny Etik Sulistyorini Eunike Galuh Saputri Evi Rahmiyati Evi Yulia Arini, Evi Yulia Evy Ratnasari F. S. Nugraheni S., F. S. Fachmi Al Farisi Fahriza Risnawati Faisal Amri Fajar Fauziah Anggraini, Fauziah Feriyandi Feriyandi, Feriyandi Fianti andua Fidiyatun Fidiyatun Fitni Hidayati Fitra Ayu Minarti, Fitra Ayu Fitri, Clara Fuadi, Mirza Fathan Hadi Nasbey Hanan Lanang Dangiran Hanan Lanang Dangiran, Hanan Lanang Hanani D, Yusniar Hari Peni Julianti Hasrah Junaidi Helmin Rumbiak, Helmin Hendra Budi Sungkawa, Hendra Budi Heru Padmonobo Homer, Philips I Dewa Made Widaryana, I Dewa Made I Gusti Bagus Wiksuana I Ketut Suada Ika Fitriati, Ika Ilya Farokha Rizqiyana Ima Candra Kusuma Imam Djamaluddin Mashoedi Imam Djamaludin Mashoedi Intan Sekar Arumdani istiqomah istiqomah Jamhari Jamhari Jayawarsa, A.A. Ketut Kamilah Budhi R Kanthi Hidayahsti Kartika Permatasari Karunia Dwi HPS Ketut Resmaniasih Khabib Mualim, Khabib Khairunnisa, Shafira Mutia Khiki Purnawati Kasim Kholilah Samosir Kun Aristiati Susiloretni Kusuma Dara Zulfania Kusuma, Agcrista Permata Lenci Aryani Lilik Suliswati, Lilik Lily Gunawan Lina Yulianti Linda Devega M ROMLI, M Mardiyono, Mardiyono Marlina, Nanda Ika Vera Martini Martini Martini Martini Martini Martini Martyna Widya Marzuki Marzuki Mas Henny Dewi Sartika Maskinah, Eni Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Mayang Puspita Sari Meidiana Dwidiyanti Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Meta Suryani, Meta MG Catur Yuantari Misgiono Misgiono, Misgiono Mohammad Z. Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Muchtar Mawardi Muh Fauzi, Muh Muhammad Fadhlullah Muhammad Fadli Ramadhansyah Muhammad Rivai Mulia Syakira Ramadhani Murniwati Bagia Mursid Rahardjo Mursid Rahardjo Mursid Raharjo Mursid Raharjo Mursid Raharjo Mustafiroh Kasanah Mutasir Mutasir, Mutasir Nasrin Nasrin, Nasrin Neni Saswita Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikita Rizky Nikmah Jalilah Ritonga Nina Rosenovianty Christiana Nisa Zakiyah Noor Pramono Noverita Dian T, Noverita Dian Novia Luthviatin Novia Rina Dewi Nufla Ihsani Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nur Endah Wahyuningsih Nurjazuli - Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurmala Sari Oktavia Suci Setyoningsih, Oktavia Suci Olivionita, Vita Paramastri, Nerpadita Philips Homer Poppi Nastasia Dewi Prasetiyawati, Ida PRASETYO ADI NUGROHO, PRASETYO ADI Pratiwi, Dian Eka PURNAMA, LUBIS BAMBANG Purwanto P Purwanto Purwanto Purwanto, Anto Pusaka, Semerdanta Puspaningdyah Ekawati Putri Arida Ipmawati, Putri Arida Qorina Sabila Fa&#039;iza Raharjo, Puspito Rahayu Utami Rahman, Muhammad Auliya Raihan Mahesa Ardiansyah Raisha Selviastuti Rasyid, Khairul Retno Sulistiyowati Rika Adi Kusumo, Rika Adi Rizka Laila Rachmawati, Rizka Laila Rizki Nurul Mutmainnah Rizkyansyah, Alif Rodhwa Asma&#039; Amanina Ronna Atika Tsani Rosa Rantetoding, Rosa Rosmiati Saleh Rr Sarah Fadhilah Nafisa Rudi Anshari, Rudi Safira Putri Indraswari Sakundarno Adi Samina Samina Sandy Wahap Santri Pertiwi Sarwono Sarwono Septanti, Elza Muthia Setyatama, Ike Putri Shafira Mutia Khairunnisa Sharadifa Putika Apsari Siregar, Sylvia Nehemia Siti Aisyah Kurniasih Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi Siti Munfiah Soedjono Soedjono Sri Achadi Nugraheni Sri Endang Pujiastuti Sri Ratna Astuti, Sri Ratna Sri Slamet Mulyati, Sri Slamet Sri Sumarni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Sujari Sujari, Sujari SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyono Putra, Ilham Pradana Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sunarti Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Surip Surip Suroto Suroto Suryati Kumorowulan Sus Setyabudi, Sus Sutji Wardhayani, Sutji TATI NURHAYATI Tri Anggi Huwaida Tri Joko Tri Joko Tri Joko Trijoko Trijoko Ulfa, Elok Fadila Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Vandi Putra Malau Vifta Dian Lestari Vitasari, Marliana Wiarisa, Hesty Wiarisa, Hesty Widiastuti, Yulia Widjarnarko, Bagoes Wikri Eko Putra Wilujeng Ginanjarwati Winda Yunyaty Harianja Winnoto Winnoto Yulizar Yulizar Yundari, Yundari Yura Witsqa Firmansyah Yusniar Hanani Yusniar Hanani D., Yusniar Yusniar Hanani Danudianti Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Yusran Fauzi Zaedatul Farida Zulfania, Kusuma Dara Zulmi Indriyani