p-Index From 2021 - 2026
5.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika DIKSI Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jurnal Bahasa dan Sastra Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya BASASTRA Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASA DAN SASTRA Jurnal S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Lingua Cultura Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Jurnal Gramatika Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Inklusi Journal of Disability Studies LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching IJoLE: International Journal of Language Education UICELL Conference Proceeding English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Al Hikmah: Journal of Education Kode : Jurnal Bahasa Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology International Proceedings of Nusantara Raya ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa WIDYANTARA ANUFA Aksara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Aksara

Tumpeng sebagai Simbol: Tinjuan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng Suwandi, Sarwiji; Setiyoningsih, Titi; Ulya, Chafit; Chaesar, Ari Suryawati Secio; Setyawan, Eko; Zulianto, Sugit
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4909.324-339

Abstract

Javanese people use food in various traditional rituals as symbols that represent certain meanings and philosophies, one of which is Tumpeng and is used in the Baritan tradition by people in Java. This research aims to reveal the meaning of food in the form of tumpeng in the Baritan tradition practiced by people in the Dieng Plateau, Central Java. This research uses a qualitative approach with ethnolinguistic methods to study and explain the meaning of food. Data and data sources include food used in the traditions held. Data collection techniques through field observations, interviews and documentation. The data was analyzed using meaning triangle analysis to decipher symbols through the stages of understanding concepts, signs and signifiers. The results of the research show that the food used in the Baritan tradition by the people of the Dieng Plateau includes tumpeng with various special colors which have meanings and philosophical elements which also come in various shapes accompanied by complementary foods such as ingkung chicken and apem. The use of this food has meaning and has philosophical value in the form of expressing gratitude to God, hope for abundant sustenance from nature, and apologizing to God and fellow humans. The Baritan tradition in the Dieng Plateau has the meaning of strengthening the relationship between humans, humans and nature, humans and their ancestors, and the relationship between humans and God. Thus, food, especially tumpeng, is not only used for tradition, but also has deep meaning and philosophy so that it represents people's beliefs. AbstrakMasyarakat Jawa menggunakan makanan dalam berbagai ritual tradisi sebagai simbol yang merepresentasikan makna dan filosifi tertentu salah satunya yakni Tumpeng dan digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna makanan berupa tumpeng pada tradisi Baritan yang dilakukan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnolinguistik untuk mengkaji dan menjabarkan makna makanan. Data dan sumber data berupa makanan yang digunakan dalam tradisi yang digelar. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis segitiga makna guna menguraikan simbol melalui tahapan pemahaman konsep, tanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng meliputi tumpeng dengan beragam warna khusus yang memiliki pemaknaan dan unsur filosofis yang juga beragam bentuknya disertai dengan makanan pelengkap seperti ayam ingkung dan apem. Penggunaan makanan tersebut memiliki makna dan memiliki nilai filosofos berupa ungkapan rasa syukur pada Tuhan, harapan akan rezeki yang melimpah dari alam, serta permohonan maaf pada Tuhan dan juga sesama manusia. Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng memiliki makna memperkuat hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, manusia dengan leluhur, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, makanan khususnya tumpeng tidak hanya dimanfaatkan untuk tradisi, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam sehingga merepresentasikan keyakinan masyarakat.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ahmad Bahtiar, Ahmad Alfi, Ahmad Alfiati Andayani Andayani Andayani Andriyana, Rizki Novita Ani Rakhmawati Anindiarini, Atikah Arifah , Aprilia Rizki Asep Purwo Yudi Utomo Assunniyah, Nada Atikah Anindyarini Br Sinaga, Nova Yuandani Budhi Setiawan Chaesar, Ari Chaesar, Ari Suryawati Secio Chafit Ulya Claudia, Vinsca Sabrina Dewi, Rosinawati Edy Suryanto Edy Tri Sulistyo Eko Putro Setiawan, Kodrat Eko Setyawan Else Liliani Elyana, Kukuh Ermawati S., Ermawati S. Ermawati, E. Fadhila, Alfi Fatma Hidayati, Fatma Firstya Evi Dianastiti Gunta Wirawan H, Maulana Danar Maaliki Hanifah, Dwiana Nur Rizki Hartono, Tirza Marshanda Herman J Waluyo Heru Kurniawan Hudaa, Syihaabul Hutami, Jeanitta Shinta Irbah, Faizatul Joko Nurkamto jubagyo, Hermanu Khomsiyatun, Umi Kundharu Saddhono Kurniawan, Heru kurniawan Laila, Rahma Nur Lestari, Winda Dwi Lubis, Shalman Al Farisy Mahendrajaya, Chelvica Aqilla Eyvo Makyun Subuki Mastini, Mastini Maszein, Hana Memet Sudaryanto Mufidah, Afi Muhammad Rohmadi Mukhlis, Muhammad Mulyaningsih, Indrya Noreewec, Andreas Nugraha, Setya Tri Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardhani, Nugraheni Eko Nugroho, Nur Sulis Adi Nur Afifah, Dyah Metyawati Nur'aini , Dhiva Maulida Rizqi Nur'aini, Dhiva Maulida Rizqi Nur’aini, Dhiva Maulida Rizqi Permata Sari, Ratih Gusti Pramadhanti, Dhelinta Fitri Fitri Putri, Eka Cahyaning Putri, Ulfa Rizqi Raharjo, Yusuf Muflikh Raheni Suhita Rahma, Yadia Rakhmadi, Taufik Retno Winarni Ririn Setyorini, Ririn Rizki Arifah, Aprilia Rizqi, Annis Kurniyati Rizqina, Adina Anisnaeni Rohmadi, Mohammad Romadlon, Muhammad Rizqi Roni Setiawan Rosita, Lutfia Asmi Safitri, Yuyun Safrihady, Safrihady Sahid Teguh Widodo Sahidillah, Muhammad Wildan Salsabilah, Adzkiyah Nur Saputri, Nanda Dewi Saragih, Desi Karolina Satoto, M. Soediro Septiari, Wahyu Dini Setiyoningsih, Titi Siagian, Evrin Septya Lilasa Slamet Mulyono St. Y. Slamet Sumarni Sumarni Sumarwati Suryaningrum, Sumarah - Triono, Eko Triono, Eko Waluyo, Herman Waluyo, Herman Waluyo, Herman J. Waluyo, Herman J. Wardani, Nugraheni E. Widhayani, Arrie Wulansari, Keken Yulisetiani, Septi Yundari, Yundari Zofia, Anya Zulianto, Sugit Zuliyanto, Sugit