Articles
Gambaran Subjective Well-Being pada Perempuan Lanjut Usia
Lia Kaulina Suci Ningtyas;
Nina Zulida Situmorang;
Fatwa Tentama
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.23 KB)
Perempuan lanjut usia (lansia) sangat rentan terhadap diskriminasi ganda, baik karena statusnya sebagai lansia maupun perempuan. Perubahan dalam kehidupan lansia umumnya berpotensi pada munculnya tekanan hidup karena stigma menjadi tua dianggap sebagai usia yang dikaitkan dengan kelemahan, ketidakberdayaan, dan rentan terhadap penyakit. Salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan kualitas hidup adalah Subjective well-being (kesejahteraan subjektif). Subjective well-being merupakan evaluasi seseorang tentang kehidupannya. Evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi kognitif yang meliputi kepuasan hidup serta evaluasi emosi yang berupa jumlah frekuensi yang dialami seseorang tentang afek positif dan afek negatif. Kajian ini bertujuan memaparkan informasi mengenai gambaran subjective well-being pada perempuan lansia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan metode kajian pustaka yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian selanjutnya dengan tema yang sama. Kajian ini juga dapat dijadikan sebagai informasi pendukung bagi para pemegang kebijakan dalam membuat perencanaan program aktif yang mendukung perempuan lansia dan intervensi yang dapat memberdayakan perempuan lansia sebagai anggota masyarakat. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada perempuan lansia adalahhubungan sosial, dukungan keluarga, religiusitas dan efikasi diri.
Gambaran Subjective Well-Being pada Perempuan Difabel
M Muthmainah;
Nina Zulida Situmorang;
Fatwa Tentama
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.387 KB)
Perempuan difabel adalah pihak yang memiliki kerentanan ganda dikarenakan kondisi disabilitasnya serta kerentanan mendapat diskriminasi karena dia seorang perempuan Hal diatas menjadi suatu rintangan dan hambatan bagi kaum difabel untuk melakukan aktifitas secara layak atau normal. Gangguan fisik yang dimiliki kaum difabel akan berdampak pada kepuasan hidup serta afek yang dirasakan individu selama hidupnya. Kualitas hidup seseorang dapat dilihat melalui subjective well-being (kesejahteraan subjektif). Subjective well-being merupakan evaluasi kognitif dan afektif seseorang tentang kehidupannya. Kajian ini bertujuan mengeksplorasi gambaran subjective well-being pada perempuan difabel dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Melihat kurangnya penelitian tentang subjective well-being pada perempuan difabel diharapkan kajian ini juga memberikan informasi pendukung tentang subjective well-being kepada pengelola kebijakan dalam membuat pengembangan potensi difabel serta membentuk lingkungan yang ramah difabel. Metode yang digunakan yakni kajian pustaka. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada perempuan difabel adalah penerimaan diri individu, penerimaan orang lain, pengungkapan diri, penilaian diri, keyakinan diri, kepedulian lingkungan, dukungan sosial, hubungan sosial dan faktor demografi seperti usia dan lama waktu sekolah.
Peran Organizational Citizenship Behavior terhadap Subjective Well-Being pada Guru Perempuan
Fatwa Tentama;
Nina Zulida Situmorang;
Willytiyo Kurniawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.349 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organizational citizenship behavior terhadap subjective wellbeing. Sampel penelitian ini adalah 150 guru perempuan SMK di Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala subjective well-being dan skala organizational citizenship behavior. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis product moment dari Pearson. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,346 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01), artinya bahwa terdapat hubungan yang sangat siginfikan antara organizational citizenship behavior dengan subjective well-being.
Hubungan antara Kepemimpinan Transformasional dengan Kesiapan Berubah pada Guru dan Karyawan
Letty Efliyulia;
Erita Yuliasestu Diah Sari;
Fatwa Tentama
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v13i2.4305
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepmimpinan transformasional dengan kesiapan berubah. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan karyawan yang berjumlah 49 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan alat pengumpulan data berupa skala. Tekhnik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis product moment dengan bantuan SPSS 23.00 For Windows. Hasil analisis product moment didapatkan hasil ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan kesiapan berubah dengan nilai korelasi sebesar 0,558 dengan p = 0,000 (<0,05). Artinya, semakin tinggi kepemimpinan transformasional maka akan semakin tinggi pula kesiapan berubah guru dan karyawan, sebaliknya semakin rendah kepemimpinan transformasional maka semakin rendah pula kesiapan berubah guru dan karyawan.
Pelatihan Berbasis Industri Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Kerja Siswa SMK Muhammadiyah 2 Tempel
Bambang Sudarsono;
Fatwa Tentama;
Surahma Asti Mulasari;
Tri Wahyuni Sukesi;
Sulistyawati;
Fanani Arief Ghozali;
Herman Yuliansyah;
Lu'lu' Nafiati;
Bahtiar Wilantara
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37339/jurpikat.v3i2.1015
Pengangguran siswa SMK menempati jumlah tertinggi di Indonesia. Jumlah lulusan SMK yang terus meningkat akan menimbulkan permasalah baru jika tidak diimbangi dengan peningkatan mutu kesiapan kerja. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini untuk meningkatkan sikap, pengetahuan, ketrampilan kerja dan pemahaman budaya kerja industri bagi guru. PkM dilaksanakan di Muhammadiyah 2 Tempel pada bulan Agustus dan September dengan metode perencanan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi. Hasil yang dicapai pada program PKM ini adalah terciptanya keaktifan peserta dalam berdiskusi.
Implementation of Explicit Instruction Learning Model to Increase Practical Skills Achievement of Vocational School Students
bambang sudarsono;
fatwa tentama;
Surahma Asti Mulasari;
Tri Wahyuni Sukesi;
Sulistyawati Sulistyawati;
Fanani Arief Ghozali;
Herman Yuliansyah;
Lu'lu' Nafiati;
Prabandari Listyaningrum;
Wegig Pratama
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/vanos.v7i2.17057
Practical skills are competencies that are needed by SMK graduates to improve the work readiness of SMK students. Learning achievement of practical skills can be improved by selecting the right learning model. The purpose of this study was to determine the application of the Explicit Instruction learning model for students of the Light Vehicle Engineering Skills Competency Vocational School (TKR) and to find out how much increased practical learning achievement of TKR Vocational School students after the application of the Explicit Instruction model. The research model is classroom action research (Classroom Action Research). The subjects of this study were students of SMK Muhammadiyah Bambanglipuro TKR Expertise Competence, amounting to 25 students. The data collection technique used was a test with a practical performance sheet instrument. The practice performance sheet is validated by industry experts. After being applied, the results of the practical exam assessment were analyzed descriptively. The results showed that the Explicit Instruction learning model could be applied well by students of SMK Muhammadiyah Bambanglipuro TKR Expertise Competence. After the implementation of the Explicit Instruction learning model, there was an increase in the average score of the competency aspect of practical skill achievement in each research cycle. The aspect of work preparation in the first cycle is 1.44, the second cycle is 2.32 and the third cycle is 2.88. The competency aspect of work knowledge in the first cycle is 1.64, the second cycle is 2.24 and the third cycle 3. While the work skill competency aspect in the first cycle is 1.56, the second cycle is 1.8 and the third cycle is 3.16.
EFFECT OF EMPLOYEE ENGAGEMENT AND WORKPLACE SPIRITUALITY OF ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR EMPLOYEES SUPERMARKETS AAA
Rizal Nopriyanto;
Fatwa Tentama;
Erita Yuliasesti Diah Sari
Jurnal Ipteks Terapan (Research Of Applied Science And Education ) Vol. 14 No. 4 (2020): Jurnal Ipteks Terapan ( Research of Applied Science and Education )
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.815 KB)
|
DOI: 10.22216/jit.v14i4.3
This study aims to examine the effect of employee engagement and workplace spirituality on organizational citizen behavior among AAA self-service employees. The sample used in this study were 60 employees from 100 AAA self-service employee populations. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique. The instrument used was the employee engagement scale, workplace spirituality scale, and organizational citizenship behavior scale. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of data analysis showed F = 176.195 with a value of p = 0.000 (p <0.01) which indicated that there was a very significant influence between employee engagement and workplace spirituality variables on organizational citizenship behavior of AAA self-service employees. The results of the subsequent analysis obtained a beta value of 0.464 with a significance level of 0.000 (p <0.01) indicating that there was a very significant positive effect between employee engagement on organizational citizenship behavior. The results of further analysis obtained a beta value of 0.500 with a significance level of 0.000 (p <0.01) indicating that there was a very significant positive effect between workplace spirituality on organizational citizenship behavior. Based on the results of research and discussion, it can be seen that employee engagement and workplace spirituality greatly affect organizational citizenship behavior of AAA self-service employees.
Confirmatory Factor Analysis on Educational Employees Engagement (Structural Equation Modeling Analysis)
Fatwa Tentama;
Subardjo Subardjo
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 11 No 3 September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jehcp.v11i3.9731
An organization needs employees with high employee engagement with their organization to achieve goals. This study aims to determine employee engagement of the educational employees of X University. The population of the research was all educational employees at X University with the total sample of 202 subjects. The sampling technique used was simple random sampling method. The measurement instrument is the employment engagement scale. The analysis done by means of Structural Equation Modeling (SEM) with Second Order Confirmatory Factor Analysis (2nd Order CFA). The results of the research that the educational employees of X University show high employee engagement. The most dominant aspect, which reflect employee engagement is management support and the lowest aspect, which reflects employee engagement is sense of belonging.Keywords: confirmatory factor analysis, employee engagement, structural equation modeling
PENERAPAN DAN PENDAMPINGAN SISTEM INFORMASI PELAPORAN KONSULTASI KELUARGA
Herman Yuliansyah;
Tri Wahyuni Sukesi;
Sulistyawati Sulistyawati;
Surahma Asti Mulasari;
Fatwa Tentama;
Bambang Sudarsono;
Fanani Arief Ghozali;
Lu'lu' Nafiati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10778
Abstrak: Internet adalah teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi bagi masalah di warga masyarakat. Keberadaan sebuah sistem informasi diharapkan menjadi jembatan komunikasi sebagai implementasi dari teknologi internet ini. Namun desain sistem informasi yang memudahkan dan pendampingan penerapan sistem informasi yang baik adalah diperlukan untuk meningkatkan minat warga untuk berpartisipasi menggunakan sistem pelaporan konsultasi keluarga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pengembangan sistem pelaporan layanan konseling keluarga yang memiliki nilai kebergunaan yang di terima. Empat tahapan yang digunakan dalam program ini adalah sosialisasi, pelatihan penggunaan sistem, pengembangan sistem, dan evaluasi penggunaan sistem kepada warga masyarakat dan konselor di Kalurahan Ngalang Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh 25 orang. Hasil dari pelaksanaan program ini adalah tersedianya sebuah sistem pelaporan konsultasi keluarga yang dialamat di http://lapor.ngalang.id. Berdasarkan hasil evaluasi kebergunaan (usability) menunjukkan bawah sistem ini berada dalam tingkatan diterima (acceptable).Abstract: The Internet is a technology to provide solutions for problems in society. The existence of an information system is expected to be a communication bridge as the implementation of this internet technology. However, an information system with a straightforward design and an information system with reasonable implementation assistance is needed to increase citizens' interest in using the family consultation reporting system. This community service program aims to develop a family counseling service reporting system that has accepted usefulness values. The four methods used in this program are socialization, training on the use, development, and evaluation of the use of the system to community members and counselors in Kalurahan Ngalang, Gunungkidul Regency, represented by 25 people. The result of the implementation of this program is the availability of a family consultation reporting system addressed at http://lapor.ngalang.id. Based on the results of the usability evaluation shows that this system is at an acceptable level.
Apakah aktivitas di media sosial memiliki hubungan dengan psychological well-being?
Fitriana Oktaviani;
Herlina Siwi Widiana;
Fatwa Tentama
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26555/jptp.v4i2.24701
Aktivitas mengakses media sosial dengan kurun waktu tertentu menjadi kegiatan yang dilakukan oleh kebanyakan dewasa muda dan memiliki risiko serta manfaat terhadap psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan aktivitas pasif dan aktivitas aktif di media sosial dengan psychological well-being pada pengguna media sosial dewasa muda. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 186 orang yang terdiri dari 135 perempuan dan 51 laki-laki dengan rentang usia 19-27 tahun. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia. Alat ukur yang digunakan ialah adaptasi Ryff’s Scales of Psychological Well-Being dan kuesioner aktivitas di media sosial. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Rank Spearman dan diolah dengan IBM SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara aktvitas di media sosial baik aktif dan pasif dengan psychological well-being. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa durasi menonton dan membaca konten serta frekuensi posting konten di media sosial tidak memiliki hubungan dengan psychological well-being. Hiburan menjadi konten yang paling banyak di akses oleh pengguna baik untuk ditonton maupun dibaca. Sementara TikTok merupakan media sosial dengan durasi yang paling lama di akses oleh dewasa muda.