Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah dan Arsitektur Bangunan Cagar Budaya Masjid Agung Palembang Yolanda, Sylvia; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Palembang merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kota Palembang berdiri sejak pertengahan abad ke-18 dan menjadi satu dari sedikit masjid tertua di Sumatera Selatan. Arsitektur Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I (SMBI) Jayo Wikramo atau dikenal dengan Masjid Agung Palembang memang menawan karena menampilkan perpaduan arsitektur Tiongkok, Eropa, dan Nusantara. Masjid Agung Palembang mengalami beberapa kali penambahan dan renovasi. Renovasi besar-besaran dilakukan pada 1999. Bukan hanya memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga menambahkan tiga bangunan baru di bagian selatan, utara, dan timur masjid. Kubah masjid juga diganti lagi menjadi bentuk limas. Masjid Agung Palembang menempati kompleks seluas 15.400 meter persegi dan dapat menampung 12000 jamaah. Masjid ini berbentuk hampir bujur sangkar dengan ukuran 30 x 36 meter. Luas dari Masjid Agung Palembang mencapai 1080 meter persegi. Masjid Agung Palembang adalah sebuah monumen bersejarah yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mencerminkan perjalanan evolusi gaya arsitektur yang menggabungkan berbagai pengaruh budaya. Hingga kini, Masjid Agung Palembang masih berdiri kokoh dan mempertahankan bangunan asalnya meskipun telah terjadi sejumlah perombakan.
KAJIAN ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS RENCANA PEMBANGUNAN TEMPAT ISTIRAHAT DAN PELAYANAN (TIP) JALAN TOL BENGKULU – TABA PENANJUNG Santoso, Teguh Ilman; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan konektivitas di wilayah Pulau Sumatera khususnya Provinsi Bengkulu, Pemerintah telah membangun jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17 km yang dimulai sejak September 2019 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Juli 2023. Jalan tol ini menjadi salah satu penopang sektor transportasi yang dapat mempelancar arus distribusi barang dan jasa, mobilisasi manusia, logistik, aksesibilitas antar wilayah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di Pulau Sumatera. Kehadiran Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung memberikan manfaat besar dalam mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Bengkulu – Lubuklinggau. Guna menunjang keselamatan dan pelayanan di Jalan tol PT. Hutama Karya selaku pengelola jalan tol akan membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) tipe A pada ruas jalan tol dimaksud. Pembangunan TIP tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap bangkitan dan tarikan perjalanan. Perubahan bangkitan dan tarikan perjalanan ini pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja jalan/simpang dan tingkat pelayanan jalan di lokasi sekitar yang merupakan lokasi terdampak akibat perubahan pola pergerakan lalu lintas. Oleh karena itu untuk menghitung besaran dampak operasional TIP terhadap jalan yang ada, perlu dilakukan analisis dampak lalu lintas, sehingga apabila timbul dampak lalu lintas terhadap kinerja jalan di sekitarnya, maka dampak tersebut diharapkan dapat diminimalisasi dan dimitigasi dengan memberikan solusi yang tepat. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa pembangunan dan pengoperasian TIP KM.5A tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan kinerja jalan pada ruas jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung dengan prediksi kinerja ruas jalan sampai dengan tahun 2029 memiliki ITP A dan VCR sebesar 0,08. Namun demikian meskipun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan, perlu dilakukan mitigasi guna mengurangi resiko dampak yang muncul akibat dibangun dan dioperasikannya TIP ini.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN TERAWAS – TABA TINGGI - MAUR PROVINSI SUMATERA SELATAN Radiansyah, Rizki; Purba, Alexander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Panjang Jalan Fungsional ruas jalan Terawas – Taba Tinggi – Maur adalah 59,860 Km. Pada Titik Awal STA 00+000 di Terawas Sampai dengan Titik Akhir STA 59 + 860 di desa Maur, Lapisan Flexsible (Aspal) Pada umumnya dalam kondisi baik, Ada beberapa titik yang Lapisan Ausnya mengalami retak karena penurunan bahu jalan dan penurunan Pondasi dasar. Di sepanjang jalan fungsional badan jalan kondisi perkerasan jalan relatif masih bagus, kondisi lalu lintas cukup ramai lancar tidak ada kendala yang berarti, hanya ada beberapa titik yang mengalami penurunan dan berlobang. Untuk rencana. Penanganan Jalan efektif sepanjang 2,8 km yang terletak di ujung Pada STA 56 + 150 s/d 59 + 213 adalah dengan perkerasan lapis Agregar dengan tebal 15,00Cm, Laston Lapis Antara (AC-BC) dengan tebal 6,00 Cm, Serta Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Tebal 7,50 Cm. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik setelah melakukan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut: (1) Bulan kesatu sampai dengan bulan kelima pelaksanaan pekerjaan tidak ditemukan adanya permasalahan yang berarti; (2) Daftar Peralatan yang disediakan oleh Pihak Kontraktor telah Sesuai dengan Kontrak Kerja dan persyaratan yang diperlukan dalam pekerjaan rehabilitasi jalan untuk Jalan Terawas - Teba Tinggi – Maur; (3) Daftar perlengkapan K3 yang harus disiapkan oleh pihak kontraktor juga telah memenuhi persyaratan kerja. (4) Terdapat dua jenis yang berbeda dari Lapis Fondasi Agregat yaitu Kelas A. Pada umumnya Lapis Fondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Fondasi Atas untuk lapisan di bawah lapisan beraspal, Setiap lapisan pondasi telah dihampar merata dengan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. (5) Semua campuran yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana telah memenuhi Spesifikasi Umum Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Tahun 2018. (6) Komposisi untuk masing masing item pekerjaan Design Mix Formula, telah sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang telah di tentukan.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN GUMAWANG - PETANGGAN Purba, Alexander; Hartopo, Popo; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan Rehabilitasi Jalan Gumawang - Petanggan ini merupakan suatu stimulan bagi suatu kawasan dalam pengendalian pembangunan yang berorientasi pada peningkatan jalan dan pembangunan jembatan secara komprehensif dan mempercepat peningkatan mutu kehidupan masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan pembangunan Prasarana dan sarana yang di butuhkan. Kegiatan Pengawasan Teknis Rehabilitasi ini adalah untuk melaksanakan Kegiatan Pengawasan Teknis Rehabilitasi Jalan Gumawang - Petanggan tentu memerlukan pengawasan yang matang dan akurat dalam pelaksanaan sehingga dapat memuaskan dan memenuhi kebutuhan semua pihak berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera selatan dalam kaitan dengan pelaksanaanya sangat membutuhkan dan mengharapkan bantuan Konsultan Supervisi yang memenuhi kriteria yaitu terampil, andal dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, sehingga didapat hasil pembangunan yang tepat waktu,mutu dan jumlah serta tertib administrasi. Sehingga Konsultan pengawas yang diharapkan betul-betul berperan sebagai Konsultan Pengawas (Supervisi Teknis) yang disiplin dan berdedikasi tinggi pada pelaksanaan pengawasan dan supervisi pada pembangunan yang dimaksud. Untuk mendapatkan hasil pelaksanaan pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan kualitas, kuantitas, waktu pelaksanaan dan biaya. Maksud diadakannya kegiatan pengawasan teknis jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Selatan ini adalah mencapai pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi dokumen kontrak dan untuk menghindari kegagalan pekerjaan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Tujuan kegiatan pengawasan teknis ini adalah untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan teknis penyelenggaraan jalan/jembatan provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan selama enam bulan masa pekerjaan, adapun progress bulan pertama adalah 9,09%, bulan kedua adalah 43,88%, bulan ketiga adalah 70,33%, bulan keempat adalah 83,33%, bulan kelima adalah 93,33% dan bulan keenam adalah 100%,.
Modifikasi Screen Plate pada Unit Crusher Batubara Tipe Granulator and One-way Hammermills Aziz, Sholhan; Wardono, Herry; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum proses pengaturan ukuran butiran batubara dilakukan dengan crusher batubara. Pelabuhan batubara Tarahan Lampung menggunakan crusher tipe granulator ring hammer yang dilengkapi dengan screen plate produk impor untuk memastikan ukuran butiran yang dihasilkan. Screen plate juga berfungsi sebagai penahan saat batubara ditekan oleh ring hammer. Rata-rata umur pemakaian screen plate impor adalah 9 bulan operasi. Harga pembelian yang cukup tinggi serta waktu penyediaan yang lama cukup mengganggu kelancaran operasional. Maksud dari penelitian ini adalah untuk pembuatan screen plate hasil proses fabrikasi lokal yang memiliki kemampuan setara produk impor. Hal ini bertujuan untuk untuk menurunkan biaya pembelian sekaligus mempersingkat waktu penyediaan screen plate. Penelitian dilakukan dengan cara pengujian pada material logam produk screen plate original. Kemudian dilakukan pemilihan material pengganti dan dilanjutkan dengan simulasi stress analisis model menggunakan Autodesk Iventor. Selanjutya dilakukan pembuatan screen plate fabrikasi lokal dan dipasang pada unit crusher batubara untuk mengetahui ketahanannya aktual dalam penggunaan operasional. Berdasarkan pengukuran, pengujian dan analisis yang dilakukan didapatkan bahwa material original screen plate memiliki chemical dan mechanical properties yang serupa dengan AISI 1541. Dengan penggunaan material pengganti menjadi ASTM A572-50 dan meningkatkan ketebalan screen plate dari 3,5 mm menjadi 4,0 mm, stress analisis pada model menunjukkan bahwa nilai Von Mises Stress masih di bawah kekuatan bahan A572 dengan faktor keamanan 2,16. Pada aplikasi operasi, rata-rata usia penggunaan screen plate produk impor dan produk fabrikasi lokal adalah sama yaitu 9 bulan operasi. Biaya pembelian screen plate fabrikasi lokal lebih rendah 33,3% dari produk impor. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk penyediaan screen plate juga mengalami penurunan dari sebelumnya 9 bulan menjadi 6 bulan jika menggunakan produk fabrikasi lokal.
Analisa Penurunan Produksi Air Tawar Pada Fresh Water Generator AFGU ke 5 SULISTIYONO, NOOR; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan Fresh water generator memanfaatkan panas yang diperoleh dari jacket cooling mesin induk, panas yang diperoleh dari water jacket cooling main engine cukup panas untuk mendidihkan air laut. Untuk mengoperasika fresh water generator diperlukan panas yang cukup dan stabil, panas tersebut didapat pada saat kapal sudah mencapai kecepatan penuh (full away) hal ini bertujuan agar suhu air jacket cooling mesin induk yang digunakan untuk pengoperasian fresh water generator tidak berubah ubah. Penurunan produksi air tawar dikarenakan beberapa faktor antara lain menurunnya tingkat kevakuman didalam evaporator, dengan penurunan mencapai 64 CmHg sedangkan seharusnya 76 CmHg, hanya mencapai atau mengalami penenurun mencapai 14,5%. Sehingga dibutuhkan pemeriksaan dan penggantian paking pada bagian-bagian yang bocor serta penggantian spare part pada bagian yang rusak Kebocoran pada paking karet antar plat flans akan menimbulkan penurunan tingkat kevakumannya dan ini akan mengakibatkan penurunan produksi air tawar yang dihasilkan oleh FWG, unttuk itu segera dilakukan perbaikan dengan mengganti paking paking pada Flans atau paking pada pompa. Kurang pemahaman tentang PMS (Plan Maintenance System) perawatan fresh water generator Belum dilaksanakannya perawatan yang sesuai dengan buku petunjuk pengoperasian.
Gangguan Tersumbatnya Injektor oleh Kotoran Terhadap Kinerja Mesin Generator pada MV. Eastern Fair LOPULALAN, MARCELLO; RIO, M. ROMA; Purba, Alexander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injektor merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran dalam bentuk kabut dengan bantuan pompa tekanan tinggi yang disebut bosh pump, bosh pump ini yang akan menekan bahan bakar ke dalam injektor dengan tekanan tinggi, sehingga bahan bakar terdesak dan keluar melalui lubang injektor yang berukuran kecil sehingga keluar dalam bentuk kabut. Pengabutan yang baik akan menghasilkan proses pembakaran yang baik pula, tetapi jika proses pengabutan injektor tidak baik, maka proses pembakaran berlangsung secara tidak baik pula. Penelitian ini dilakukan di MV. EASTERN FAIR milik perusahaan pelayaran PT. WARUNA NUSA SENTANA, selama kurang lebih satu tahun. Sumber data yang diperoleh adalah data yang diperoleh langsung dari tempat penelitian secara observasi dan wawancara langsung dengan chief engineer dan para masinis di kapal serta dengan metode kepustakaan yakni literatur-literatur yang berkaitan dengan judul skripsi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak bekerjanya injektor dengan baik dikarenakan kotoran yang menyumbat lubang injektor, selain itu hal ini juga dapat menimbulkan daya kerja dari mesin akan menurun serta naiknya temperature gas buang, hal ini apabila dibiarkan terus pedoman di atas kapal.
Implementasi Sistem Manajemen Pemeliharaan Berbasis Kondisi pada Mesin KMP Munic XI untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional WIDJATMOKO, EKO NUGROHO; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan mesin kapal yang efektif sangat penting untuk memastikan operasi maritim yang aman dan efisien. Metode pemeliharaan tradisional yang didasarkan pada jadwal tetap sering kali tidak memadai karena dapat menyebabkan perawatan berlebihan atau kegagalan tak terduga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen pemeliharaan berbasis kondisi (Condition-Based Maintenance/CBM) pada mesin KMP Munic XI guna meningkatkan efisiensi operasional. CBM menggunakan teknologi pemantauan kondisi dan analisis data untuk melakukan perawatan berdasarkan kondisi nyata mesin, bukan interval waktu tetap. Metodologi penelitian ini melibatkan pemilihan mesin kapal yang akan dipantau, pemasangan sensor vibrasi, termografi, dan analisis oli untuk mengumpulkan data kondisi mesin secara real-time. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik dan model prediktif untuk menilai kondisi mesin dan memprediksi potensi kegagalan. Implementasi CBM dilakukan dengan memantau kondisi mesin secara kontinu dan melakukan tindakan perawatan saat diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBM pada mesin KMP Munic XI dapat mengurangi downtime hingga 30%, memperpanjang umur mesin hingga 20%, dan mengurangi biaya operasional hingga 25% dibandingkan dengan metode pemeliharaan tradisional. Studi ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam penerapan CBM, seperti biaya awal yang tinggi dan kebutuhan pelatihan khusus bagi kru kapal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa CBM merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional mesin kapal. Dengan memanfaatkan teknologi pemantauan kondisi dan analisis data real-time, CBM dapat mendeteksi tanda-tanda awal kerusakan, sehingga perawatan dapat dilakukan secara tepat waktu. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut termasuk peningkatan pelatihan bagi kru kapal dan pengembangan teknologi pemantauan kondisi yang lebih canggih.
Studi Kinerja Gedung Empat Tingkat Terhadap Beban Gempa Dengan Metode Statik Pushover Saputra, Muhammad Ridho; Alami, Fikri; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1271

Abstract

AbstrakRumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang termasuk bangunan penting kategori IV sehingga dibutuhkan perencanaan struktur tahan gempa dimana bangunan harus tetap berdiri setelah diberikan beban gempa rencana. Analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis level kinerja struktur, gaya geser dasar maksimum yang ditahan struktur, pola keruntuhan dan tingkat daktilitas struktur akibat beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan nilai target displacement dengan metode FEMA-356 sebesar 251,6mm untuk arah-x dan 210,6 mm arah-y sedangkan dengan metode ATC-40 didapatkan nilai 322,027mm untuk arah-x dan 229,491mm untuk arah-y. Level kinerja yang dihasilkan dari kedua metode tersebut adalah damage control dimana resiko korban jiwa manusia sangat kecil, kerusakan yang terjadi masih dapat diperbaiki dan bangunan masih mampu menahan beban gempa rencana yang terjadi. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukan mekanisme strong column weak beam sehingga struktur bangunan tersebut relatifaman selama terkena beban gempa direncanakan.Tingkat daktilitas struktur bangunan berdasarkan SNI 1726:2002 adalah daktail parsial dengan nilai R aktual 4,07. Kata kunci: pushover, damage control, daktilitas.AbstractThe hospital is one of the public facilities that is included in an important category IV building so that earthquake resistant structure design is needed where the building must remain standing after being given the burden of the earthquake design. Pushover analysis is one of the methods used to analyze earthquake loads in order to determine the structural collapse behavior of earthquake loads. The purpose of this study is to determine and analyze the level of structural performance, the maximum base shear force held by the structure, the collapse pattern and the level of structural ductility due to earthquake loads. Based on the analysis results, the target displacement value obtained by the FEMA-356 was 251.6mm for the x-axis and 210.6mm for the y-axis while the ATC-40 obtained a value of 322.027mm for the x-axis and 229.491mm for the y-axis The level of performance produced by the two methods was damage control where the risk of human casualties was very small, the damage that occurs can still be repaired and the building is still able to withstand the burden of the designed earthquake. The structure collapse mechanism has strong column weak beam mechanism so that the structure of the building is relatively safe during the earthquake load. The ductility level of building based on SNI 1726:2002 was a partial ductile with the actual reduction factor, R was 4.07. Keywords: pushover analysis, damage control, ductility. AbstrakRumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang termasuk bangunan penting kategori IV sehingga dibutuhkan perencanaan struktur tahan gempa dimana bangunan harus tetap berdiri setelah diberikan beban gempa rencana. Analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis level kinerja struktur, gaya geser dasar maksimum yang ditahan struktur, pola keruntuhan dan tingkat daktilitas struktur akibat beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan nilai target displacement dengan metode FEMA-356 sebesar 251,6mm untuk arah-x dan 210,6 mm arah-y sedangkan dengan metode ATC-40 didapatkan nilai 322,027mm untuk arah-x dan 229,491mm untuk arah-y. Level kinerja yang dihasilkan dari kedua metode tersebut adalah damage control dimana resiko korban jiwa manusia sangat kecil, kerusakan yang terjadi masih dapat diperbaiki dan bangunan masih mampu menahan beban gempa rencana yang terjadi. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukan mekanisme strong column weak beam sehingga struktur bangunan tersebut relatifaman selama terkena beban gempa direncanakan.Tingkat daktilitas struktur bangunan berdasarkan SNI 1726:2002 adalah daktail parsial dengan nilai R aktual 4,07. Kata kunci: pushover, damage control, daktilitas.
Analisis Prioritas Perawatan Gedung Rsptn Universitas Lampung dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dimas, Muhammad Seriz; Kustiani, Ika; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1289

Abstract

Rumah Sakit merupakan tempat layanan publik yang perlu diperhatikan asetnya, terutama pada bangunannya. Agar aset memberikan tingkat pelayananan yang baik maka dari itu perlunya mengetahui prioritas perawatan aset Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk penentuan prioritas perawatan bangunan gedung RSPTN Universitas Lampung agar efektif dan efisien.Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metodenya. Metode ini digunakan untuk menganalisis 9 faktor terkait kinerja kerja aset yang didapat dari lokasi studi kasus yang telah melalui proses perhitungan sebelumnya. Faktor-faktor tersebut dibagi ke dalam tiga kriteria kinerja aset, yakni Kinerja Operasional, Kondisi, Tingkat Kepentingan.Hasil dari penelitian ini didapat dua hal yang berkaitan dalam aset fisik bangunan yaitu dari dampak yang ditimbulkan dan dari perawatan yang paling sering. Urutan proiritas dampaknya dari yang tertinggi sampai terendah adalah Kerusakan Struktur, Resiko, Jumlah Pengguna, Kerusakan Atap, Kerusakan Lantai, Tipe Perawatan, Kerusakan Dinding, Fungsi dan Nilai. Urutan proiritas perawarannya dari yang tertinggi sampai terendah Kerusakan Lantai, Tipe Perawatan,  Kerusakan Atap, Fungsi, Nilai, Jumlah Pengguna, Resiko, Kerusakan Dinding dan Kerusakan Struktur.
Co-Authors Abdul Latief Gunawan Abdullah, Habib Ilham Achmad Dinan Agustian Achmad Samudra Ade Suprizal Adi , Amir Kerisna Ahmad Farid Effendy Ahmad Sahara Aini , N Aleksander Purba Alexander Purba Alexander Purba Amilia, Rahma Aminudin, Aminudin Aminudin, KM Andi Hermawan Andi Kusnadi Andika Wiratama Suparto Andini Frananda Andri Yulianto, Andri Anissa Putri Ambarwati Apriansyah KM Apritya, Desty Ardiansyah Ardiansyah Ardini Yuliastri Putri ARI DAMAN HARIS Arief, Eldowan Ariesanthy, Yenni Aritonang, Erfan Andrianto Arlinsyah Arlinsyah Aryan Saruhian Awaludin Yoga Aziz, Sholhan Bayzoni Bayzoni Bele, Alexander Joharry Leto Budhi Dharma Budi Ribowo, Anggarani Cheria Ayu Aditya Choiriyyah, Nova Dayanti, Ika Ayu Anita Dedi Pria Armada Deni Danial Diego, Diego Maradona Maharduta Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Diky Ramadhan Dimas, Muhammad Seriz Djawa, Marselinus Ndilu Landu Doni Irawan Efransyah Eko Widiyanto Endang Wahyuni Fachrial Ikram Ayusar Fahmi Farhan Nurrohmat Fauzi Antoni Antoni Febriani, Sylvawiedya Meutia Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdha, Risty Amelia Firmansyah Firmansyah Novandaya Firnawati Sakalena Fitra, Rifandy Fransiska, Reissa Yunia Ghalih Huriarto Girinandi, I Goentur Permata Hanafi Gusrian Putra Habibi , Budi Muhammad Habibi, Budi M. Habibi, L Hadi, Ayatullah Hanaf Qowiyyul Adib Hanafi, Goentur Permata Hartopo, Popo Haryono Haryono Hasti Riakara Husni Hasti Riakara Husni HENI FITRIANI Herianto Herry Wardono Heru Purnomo Ibrahim , Eddy Ihwan Ika Kustiani IMAM SANTIKO RAHARJO Inayati Nurlaili Indra Alfandi Ramlie Ishak Iskandar Pani Isneini, M Isneini, Mohd Jaya, Eka Putra Junianto Wika Adi Pratama Karyatama , Coco Cesar Kasy, Ferrini Kekang, Yosefi Yuanita Kristanto Usman Kumar, Hetzy Mericuri Kurnia Pawestri Primastuti Kurniawan, M. Tito Laksmi Irianti Lanosin Lenggana, M. Kendy Leo Hari Wiryanto lexono x nadeak LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani M Sarkowi Mardhotillah, Nur Anisa MARDIANA Mardiana Mardiana Marsela Irnawati Nuwa Masdar Helmi Matemba, Esther Elly Mebro, Helson Meiza, Ricky Melwi Melwi Mohammad Syafrizal Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Muh Sarkowi Muh. Sarkowib Muhamad Hafiz Muhammad Habibie B. Muhammad Ridho Saputra Muhammad Sarkowi Muhammad Seriz Dimas Mukhlis, Muhammad Murdapa, Fauzan Murni Muslichah, Ajeng Dafiq N.S, Masri Nasution, Ali Napiah Niken, Chatarina Ningsih, Jeni Yunita Notodarmojo , S NOVA CHOIRIYYAH Nur Dewisri Fatihawati Nurrohmat, Farhan Nurul Hidayah Otten Rinaldi Parliansyah, Parliansyah Prigato, Teja Putra, Asyrofi Miranda Putra, M Darmawan Putra, Rivaldo Hartono Quinta Normalita Radiansyah, Rizki Rahmad Syah Putra Rahman, Muhammad Noor Rahmanisa, Laila Indah Ramadhan, Vernady Napatino Ratrianto, Ratrianto Ratu Chintami Ria Oktaviani Sinia Rifki Imanuddin Kunto Rio Trianto RIO, M. ROMA Rio, Roma Ristama, M Alvany Veschonanda Risty Amelia Firdha Riyan Rahmawan Rizal Ardiana Rizal Ayodya Hapsoro Rizal Hermansyah Rizqi Darmawan Sabila, Thifan Arel Sandewa, Ricky Santoso, Teguh Ilman Saputra, Fauzi Saputra, Muhammad Ridho Sarinurrohman Sarkowi Satria, Fungky Andi Sep, Trisya Setiawan, Riesal Sibuea, Lungguk Sidarto, K Adji Silvia Ruhma Dewi, Niky Siti N Sri Waluyo Stephanus Martua Turnip Sugianto Sugianto Suharno Suharno , Suharno Sulistiyono, Noor Sultan , Masri Nur Surahman, R Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Susanti, Sevi Susanto, Rino Abi Susilo, Hendri Suyadi Suyadi Taufik Muhtarom Taufik Qurrahman Trisya Septiana Utami, Faradina Veithzal Rivai Zainal Vera Agustriana Noorhidana Vika Farida Wahyu Kurniawati Wahyudi, Ahmat Wardhani Lailia Dwi Kusuma Werena, Rosalia Dwi Widiastuti, Ari Widiatmoko , Laksi Widjatmoko, Eko Nugroho Wijaya, Aprilia Yanuar Aulia Kamal Yolanda, Sylvia Yoriska Indah Sari YUDHO JOKO PRESETYO Yulyah Agustina Yunani, Retina Zahra, Ainaya Maudia ZUBAIDI ZUBAIDI1 Zulfi, M. Ichfan