Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN AIR PADANG II KABUPATEN LAHAT Parliansyah, Parliansyah; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan sarana transportasi jalan raya yang sangat penting untuk menghubungkan suatu daerah yang sulit dijangkau karena adanya rintangan misalnya laut, danau, sungai, rawa, lembah ataupun jurang. Perkembangan wilayah di suatu daerah memerlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan perekonomian, pemerintahan, pengembangan wilayah dan lain-lain. Mobilisasi kegiatan kegiatan tersebut sangat tergantung pada sarana transportasi. Oleh karenan itu diperlukan suatu pelayanan transportasi yang effisien. Salah satu prasarana transportasi darat yang paling penting adalah jembatan yang berfungsi untuk menghubungkan ruas jalan yang terputus oleh rintangan yang dapat berupa rintangan alam maupun lalu lintas itu sendiri sehingga ruas jalan yang terputus tersebut dapat ditempuh dengan mudah dan hanya memakan waktu yang lebih singkat. Tahapan kegiatan yang berkaitan dengan program pembangunan jalan adalah dengan perencanaan yang sesuai dengan kaidah, dan pelaksanaan yang termonitor. Melalui Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2023, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan khususnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang mempunyai kewajiban dalam menyiapkan rancangan yang baik guna mendukung program pemerintah sebagaimana tersebut diatas. Untuk mendapatkan hasil perencanaan yang baik pada ruas jalan Provinsi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, oleh karena itu maka dilakukanlah kegiatan penelitian Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan dalam membuat Perencanaan – Perencanaan Teknis Jembatan Air Padang II. Berdasarkan perencanaan yang dilakukan, maka data teknis rencana Jembatan Air Padang II adalah sebagai berikut: Panjang total jembatan yang direncanakan adalah 18,6 meter, lebar jembatan 9 meter, bangunan atas dan bangunan bawah jembatan merupakan pelat beton bertulang dengan kuat tekan beton 30Mpa, pondasi yang digunakan adalah bore pile beton pratekan pracetak dengan tinggi 8 meter. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk pembangunan Jembatan Air Padang II adalah Rp. 4,118,914,871 atau Empat Milyar Seratus Delapan Belas Juta Sembilan Ratus Empat Belas Ribu Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah.
PENGAWASAN TEKNIK PEMELIHARAAN JALAN KURUNGAN NYAWA – MARTAPURA PROVINSI SUMATERA SELATAN Haryono, Haryono; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi tercapainya kelancaran arus lalu lintas khususnya untuk menghubungkan kota Jalan Kurungan Nyawa–Martapura Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi/daerah sekitarnya, daerah Perkebunan rakyat dan daerah Perkebunan Pemerintah di Kabupaten OKU Timur, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan Kurungan Nyawa–Martapura. Pekerjaan Kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk melakukan pengawasan sekaligus melakukan perencanaan teknis bila terjadi perubahan desain Pembangunan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan dilakukan hingga selesainya pekerjaan konstruksi. Maksud diadakannya kegiatan pengawasan teknis jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Selatan ini adalah mencapai pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi dokumen kontrak dan untuk menghindari kegagalan pekerjaan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Tujuan kegiatan pengawasan teknis ini adalah untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan teknis penyelenggaraan jalan/jembatan provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan selama enam bulan masa pekerjaan, adapun progress bulan pertama adalah 1,919%, bulan kedua adalah 10,317%, bulan ketiga adalah 21,469%, bulan keempat adalah 54,453%, bulan kelima adalah 86,985% dan bulan keenam adalah 100%.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN TERAWAS – TABA TINGGI - MAUR PROVINSI SUMATERA SELATAN Radiansyah, Rizki; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Panjang Jalan Fungsional ruas jalan Terawas – Taba Tinggi – Maur adalah 59,860 Km. Pada Titik Awal STA 00+000 di Terawas Sampai dengan Titik Akhir STA 59 + 860 di desa Maur, Lapisan Flexsible (Aspal) Pada umumnya dalam kondisi baik, Ada beberapa titik yang Lapisan Aus nya mengalami retak karena penurunan bahu jalan dan penurunan Pondasi dasar. Di sepanjang jalan fungsional badan jalan kondisi perkerasan jalan relatif masih bagus, kondisi lalu lintas cukup ramai lancar tidak ada kendala yang berarti, hanya ada beberapa titik yang mengalami penurunan dan berlobang. Untuk rencana. Penanganan Jalan efektif sepanjang 2,8 km yang terletak di ujung Pada STA 56 + 150 s/d 59 + 213 adalah dengan perkerasan lapis Agregar dengan tebal 15,00Cm, Laston Lapis Antara (AC-BC) dengan tebal 6,00 Cm, Serta Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Tebal 7,50 Cm. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik setelah melakukan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut: (1) Bulan kesatu sampai dengan bulan kelima pelaksanaan pekerjaan tidak ditemukan adanya permasalahan yang berarti; (2) Daftar Peralatan yang disediakan oleh Pihak Kontraktor telah Sesuai dengan Kontrak Kerja dan persyaratan yang diperlukan dalam pekerjaan rehabilitasi jalan untuk Jalan Terawas - Teba Tinggi – Maur; (3) Daftar perlengkapan K3 yang harus disiapkan oleh pihak kontraktor juga telah memenuhi persyaratan kerja.(4) Terdapat dua jenis yang berbeda dari Lapis Fondasi Agregat yaitu Kelas A. Pada umumnya Lapis Fondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Fondasi Atas untuk lapisan di bawah lapisan beraspal, Setiap lapisan pondasi telah dihampar merata dengan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. (5) Semua campuran yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana telah memenuhi Spesifikasi Umum Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Tahun 2018. (6) Komposisi untuk masing masing item pekerjaan Design Mix Formula, telah sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang telah di tentukan.
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JEMBATAN TALANG BULANG (091- SP. BELIMBING – PENDOPO (PALI) Susanto, Rino Abi; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melelui rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pengawasan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik merupakan satu aspek penting untuk menunjang keberhasilan pembinaan Bidang Jalan dan Jembatan, utamanya keberhasilan dalam meningkatkan mutu pelaksanaan pekerjaan fisik jalan dan jembatan. Demi tercapainya kelancaran arus lalu lintas khususnya untuk menghubungkan kota Talang Bulang (091-Sp.Belimbing-Pendopo (PALI) Desa Talang Bulang Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi/daerah sekitarnya, daerah perkebunan rakyat dan daerah perkebunan Pemerintah di Desa Talang Bulang Kab.PALI, maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kegiatan Pembangunan Jembatan Talang Bulang (091-Sp.Belimbing-Pendopo (PALI) Paket Pembangunan Jembatan Talang Bulang (091-Sp. Belimbing - Pendopo (PALI). Adapun kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk melakukan pengawasan sekaligus melakukan perencanaan teknis bila terjadi perubahan desain pembangunan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan dilakukan hingga selesainya pekerjaan konstruksi. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengawasan di lapangan, pekerjaan pembangunan Jalan Akses Wisata Petanang telah memenuhi pesyaratan secara kualitas dan kuantitas, dimana Pekerjaan struktur jembatan mulai dari pemasangan tiang pancang, pembangunan abutmen, pembuatan lantai jembatan, pemasangan gelagar, pemsangaan tulangan dan pengecoran beton pada badan jembatan telah dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan Spesifikasi Umum Tahun 2018. Selain itu, Berdasarkan kurva S, diketahui jika pekerjaan lapangan dilakukan sesuai dengan waktu yang diettapkan dalam kontrak antara penyedia jasa dan Dinas PU BMTR Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis Pencemaran Perairan di Pelabuhan Penyeberangan Batu Ampar, Batam: Faktor Penyebab dan Dampaknya terhadap Ekosistem Laut Yulianto, Andri; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Batu Ampar di Batam mengalami pencemaran perairan yang signifikan akibat berbagai aktivitas maritim dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber pencemaran, termasuk limbah industri, buangan kapal, dan limbah domestik, serta mengevaluasi dampaknya terhadap ekosistem laut. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan pengambilan sampel air selama periode tiga bulan di berbagai titik strategis di sekitar pelabuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd) melebihi ambang batas nasional. Peningkatan volume minyak tumpah, air limbah, dan sampah padat dari kapal turut memperburuk kualitas air. Penerapan yang lebih ketat dari peraturan MARPOL 73/78 dan Peraturan Menteri Perhubungan diperlukan untuk mengurangi pencemaran. Rekomendasi meliputi peningkatan pengawasan, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan edukasi masyarakat. Implementasi tindakan mitigasi yang efektif diharapkan dapat memulihkan kualitas air dan ekosistem laut di Pelabuhan Penyeberangan Batu Ampar.
Sejarah dan Arsitektur Bangunan Cagar Budaya Masjid Agung Palembang Yolanda, Sylvia; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Palembang merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kota Palembang berdiri sejak pertengahan abad ke-18 dan menjadi satu dari sedikit masjid tertua di Sumatera Selatan. Arsitektur Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I (SMBI) Jayo Wikramo atau dikenal dengan Masjid Agung Palembang memang menawan karena menampilkan perpaduan arsitektur Tiongkok, Eropa, dan Nusantara. Masjid Agung Palembang mengalami beberapa kali penambahan dan renovasi. Renovasi besar-besaran dilakukan pada 1999. Bukan hanya memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga menambahkan tiga bangunan baru di bagian selatan, utara, dan timur masjid. Kubah masjid juga diganti lagi menjadi bentuk limas. Masjid Agung Palembang menempati kompleks seluas 15.400 meter persegi dan dapat menampung 12000 jamaah. Masjid ini berbentuk hampir bujur sangkar dengan ukuran 30 x 36 meter. Luas dari Masjid Agung Palembang mencapai 1080 meter persegi. Masjid Agung Palembang adalah sebuah monumen bersejarah yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mencerminkan perjalanan evolusi gaya arsitektur yang menggabungkan berbagai pengaruh budaya. Hingga kini, Masjid Agung Palembang masih berdiri kokoh dan mempertahankan bangunan asalnya meskipun telah terjadi sejumlah perombakan.
KAJIAN ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS RENCANA PEMBANGUNAN TEMPAT ISTIRAHAT DAN PELAYANAN (TIP) JALAN TOL BENGKULU – TABA PENANJUNG Santoso, Teguh Ilman; Widyawati, Ratna; Purba, Alexander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan konektivitas di wilayah Pulau Sumatera khususnya Provinsi Bengkulu, Pemerintah telah membangun jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17 km yang dimulai sejak September 2019 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Juli 2023. Jalan tol ini menjadi salah satu penopang sektor transportasi yang dapat mempelancar arus distribusi barang dan jasa, mobilisasi manusia, logistik, aksesibilitas antar wilayah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di Pulau Sumatera. Kehadiran Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung memberikan manfaat besar dalam mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Bengkulu – Lubuklinggau. Guna menunjang keselamatan dan pelayanan di Jalan tol PT. Hutama Karya selaku pengelola jalan tol akan membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) tipe A pada ruas jalan tol dimaksud. Pembangunan TIP tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap bangkitan dan tarikan perjalanan. Perubahan bangkitan dan tarikan perjalanan ini pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja jalan/simpang dan tingkat pelayanan jalan di lokasi sekitar yang merupakan lokasi terdampak akibat perubahan pola pergerakan lalu lintas. Oleh karena itu untuk menghitung besaran dampak operasional TIP terhadap jalan yang ada, perlu dilakukan analisis dampak lalu lintas, sehingga apabila timbul dampak lalu lintas terhadap kinerja jalan di sekitarnya, maka dampak tersebut diharapkan dapat diminimalisasi dan dimitigasi dengan memberikan solusi yang tepat. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa pembangunan dan pengoperasian TIP KM.5A tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan kinerja jalan pada ruas jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung dengan prediksi kinerja ruas jalan sampai dengan tahun 2029 memiliki ITP A dan VCR sebesar 0,08. Namun demikian meskipun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan, perlu dilakukan mitigasi guna mengurangi resiko dampak yang muncul akibat dibangun dan dioperasikannya TIP ini.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN TERAWAS – TABA TINGGI - MAUR PROVINSI SUMATERA SELATAN Radiansyah, Rizki; Purba, Alexander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Panjang Jalan Fungsional ruas jalan Terawas – Taba Tinggi – Maur adalah 59,860 Km. Pada Titik Awal STA 00+000 di Terawas Sampai dengan Titik Akhir STA 59 + 860 di desa Maur, Lapisan Flexsible (Aspal) Pada umumnya dalam kondisi baik, Ada beberapa titik yang Lapisan Ausnya mengalami retak karena penurunan bahu jalan dan penurunan Pondasi dasar. Di sepanjang jalan fungsional badan jalan kondisi perkerasan jalan relatif masih bagus, kondisi lalu lintas cukup ramai lancar tidak ada kendala yang berarti, hanya ada beberapa titik yang mengalami penurunan dan berlobang. Untuk rencana. Penanganan Jalan efektif sepanjang 2,8 km yang terletak di ujung Pada STA 56 + 150 s/d 59 + 213 adalah dengan perkerasan lapis Agregar dengan tebal 15,00Cm, Laston Lapis Antara (AC-BC) dengan tebal 6,00 Cm, Serta Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Tebal 7,50 Cm. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik setelah melakukan kegiatan pengawasan adalah sebagai berikut: (1) Bulan kesatu sampai dengan bulan kelima pelaksanaan pekerjaan tidak ditemukan adanya permasalahan yang berarti; (2) Daftar Peralatan yang disediakan oleh Pihak Kontraktor telah Sesuai dengan Kontrak Kerja dan persyaratan yang diperlukan dalam pekerjaan rehabilitasi jalan untuk Jalan Terawas - Teba Tinggi – Maur; (3) Daftar perlengkapan K3 yang harus disiapkan oleh pihak kontraktor juga telah memenuhi persyaratan kerja. (4) Terdapat dua jenis yang berbeda dari Lapis Fondasi Agregat yaitu Kelas A. Pada umumnya Lapis Fondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Fondasi Atas untuk lapisan di bawah lapisan beraspal, Setiap lapisan pondasi telah dihampar merata dengan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. (5) Semua campuran yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana telah memenuhi Spesifikasi Umum Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Tahun 2018. (6) Komposisi untuk masing masing item pekerjaan Design Mix Formula, telah sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang telah di tentukan.
PENGAWASAN TEKNIS REHABILITASI JALAN GUMAWANG - PETANGGAN Purba, Alexander; Hartopo, Popo; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan Rehabilitasi Jalan Gumawang - Petanggan ini merupakan suatu stimulan bagi suatu kawasan dalam pengendalian pembangunan yang berorientasi pada peningkatan jalan dan pembangunan jembatan secara komprehensif dan mempercepat peningkatan mutu kehidupan masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan pembangunan Prasarana dan sarana yang di butuhkan. Kegiatan Pengawasan Teknis Rehabilitasi ini adalah untuk melaksanakan Kegiatan Pengawasan Teknis Rehabilitasi Jalan Gumawang - Petanggan tentu memerlukan pengawasan yang matang dan akurat dalam pelaksanaan sehingga dapat memuaskan dan memenuhi kebutuhan semua pihak berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera selatan dalam kaitan dengan pelaksanaanya sangat membutuhkan dan mengharapkan bantuan Konsultan Supervisi yang memenuhi kriteria yaitu terampil, andal dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, sehingga didapat hasil pembangunan yang tepat waktu,mutu dan jumlah serta tertib administrasi. Sehingga Konsultan pengawas yang diharapkan betul-betul berperan sebagai Konsultan Pengawas (Supervisi Teknis) yang disiplin dan berdedikasi tinggi pada pelaksanaan pengawasan dan supervisi pada pembangunan yang dimaksud. Untuk mendapatkan hasil pelaksanaan pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan kualitas, kuantitas, waktu pelaksanaan dan biaya. Maksud diadakannya kegiatan pengawasan teknis jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Selatan ini adalah mencapai pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi dokumen kontrak dan untuk menghindari kegagalan pekerjaan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Tujuan kegiatan pengawasan teknis ini adalah untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan teknis penyelenggaraan jalan/jembatan provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan selama enam bulan masa pekerjaan, adapun progress bulan pertama adalah 9,09%, bulan kedua adalah 43,88%, bulan ketiga adalah 70,33%, bulan keempat adalah 83,33%, bulan kelima adalah 93,33% dan bulan keenam adalah 100%,.
Modifikasi Screen Plate pada Unit Crusher Batubara Tipe Granulator and One-way Hammermills Aziz, Sholhan; Wardono, Herry; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum proses pengaturan ukuran butiran batubara dilakukan dengan crusher batubara. Pelabuhan batubara Tarahan Lampung menggunakan crusher tipe granulator ring hammer yang dilengkapi dengan screen plate produk impor untuk memastikan ukuran butiran yang dihasilkan. Screen plate juga berfungsi sebagai penahan saat batubara ditekan oleh ring hammer. Rata-rata umur pemakaian screen plate impor adalah 9 bulan operasi. Harga pembelian yang cukup tinggi serta waktu penyediaan yang lama cukup mengganggu kelancaran operasional. Maksud dari penelitian ini adalah untuk pembuatan screen plate hasil proses fabrikasi lokal yang memiliki kemampuan setara produk impor. Hal ini bertujuan untuk untuk menurunkan biaya pembelian sekaligus mempersingkat waktu penyediaan screen plate. Penelitian dilakukan dengan cara pengujian pada material logam produk screen plate original. Kemudian dilakukan pemilihan material pengganti dan dilanjutkan dengan simulasi stress analisis model menggunakan Autodesk Iventor. Selanjutya dilakukan pembuatan screen plate fabrikasi lokal dan dipasang pada unit crusher batubara untuk mengetahui ketahanannya aktual dalam penggunaan operasional. Berdasarkan pengukuran, pengujian dan analisis yang dilakukan didapatkan bahwa material original screen plate memiliki chemical dan mechanical properties yang serupa dengan AISI 1541. Dengan penggunaan material pengganti menjadi ASTM A572-50 dan meningkatkan ketebalan screen plate dari 3,5 mm menjadi 4,0 mm, stress analisis pada model menunjukkan bahwa nilai Von Mises Stress masih di bawah kekuatan bahan A572 dengan faktor keamanan 2,16. Pada aplikasi operasi, rata-rata usia penggunaan screen plate produk impor dan produk fabrikasi lokal adalah sama yaitu 9 bulan operasi. Biaya pembelian screen plate fabrikasi lokal lebih rendah 33,3% dari produk impor. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk penyediaan screen plate juga mengalami penurunan dari sebelumnya 9 bulan menjadi 6 bulan jika menggunakan produk fabrikasi lokal.
Co-Authors Abdul Latief Gunawan Abdullah, Habib Ilham Achmad Dinan Agustian Achmad Samudra Ade Suprizal Adi , Amir Kerisna Ahmad Farid Effendy Ahmad Sahara Aini , N Aleksander Purba Alexander Purba Alexander Purba Ambarwati, Anissa Putri Amilia, Rahma Aminudin, Aminudin Aminudin, KM Andi Hermawan Andi Kusnadi Andika Wiratama Suparto Andini Frananda Andri Yulianto Anggarani Budi Ribowo Anissa Putri Ambarwati Apriansyah KM Aprilia Wijaya Apritya, Desty Ardiansyah Ardiansyah Ardini Yuliastri Putri ARI DAMAN HARIS Arief, Eldowan Ariesanthy, Yenni Aritonang, Erfan Andrianto Arlinsyah Arlinsyah Aryan Saruhian Awaludin Yoga Aziz, Sholhan Bayzoni Bayzoni Bayzoni Bayzoni, Bayzoni Bele, Alexander Joharry Leto Budhi Dharma Chatarina Niken Chatarina Niken Cheria Ayu Aditya Choiriyyah, Nova Darmawan, Rizqi Dayanti, Ika Ayu Anita Dedi Pria Armada Deni Danial Diego Maradona Maharduta Diego Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Diky Ramadhan Dimas, Muhammad Seriz Djawa, Marselinus Ndilu Landu Doni Irawan Efransyah Eko Widiyanto Endang Wahyuni Fachrial Ikram Ayusar Fahmi Farhan Nurrohmat Fauzi Antoni Antoni Febriani, Sylvawiedya Meutia Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdha, Risty Amelia Firmansyah Firmansyah Novandaya Firnawati Sakalena Fitra, Rifandy Fransiska, Reissa Yunia Ghalih Huriarto Girinandi, I Goentur Permata Hanafi Grady Suharyono, Ivander Gusrian Putra Habib Ilham Abdullah Habibi , Budi Muhammad Habibi, Budi M. Habibi, L Hadi, Ayatullah Hanaf Qowiyyul Adib Hanafi, Goentur Permata Hartopo, Popo Haryono Haryono Hasti Riakara Husni Hasti Riakara Husni HENI FITRIANI Herianto Herry Wardono Heru Purnomo Ibrahim , Eddy Ihwan Ika Kustiani IMAM SANTIKO RAHARJO Inayati Nurlaili Indra Alfandi Ramlie Ishak Iskandar Pani Isneini, M Isneini, Mohd Jaya, Eka Putra Junianto Wika Adi Pratama Karyatama , Coco Cesar Kasy, Ferrini Kekang, Yosefi Yuanita Kristanto Usman Kumar, Hetzy Mericuri Kurnia Pawestri Primastuti Kurniawan, M. Tito Laksmi Irianti Laksmi Irianti Lanosin Lenggana, M. Kendy Leo Hari Wiryanto lexono x nadeak LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani M Sarkowi Mardhotillah, Nur Anisa MARDIANA Mardiana Mardiana Marsela Irnawati Nuwa Masdar Helmi Matemba, Esther Elly Mebro, Helson Meiza, Ricky Melwi Melwi Mohammad Syafrizal Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Muh Sarkowi Muh. Sarkowib Muhamad Hafiz Muhammad Habibie B. Muhammad Ridho Saputra Muhammad Sarkowi Muhammad Seriz Dimas Murdapa, Fauzan Murni Muslichah, Ajeng Dafiq N.S, Masri nadeak, lexono x Nasution, Ali Napiah Ningsih, Jeni Yunita Noor Rahman, Muhammad Noor Sulistiyono Notodarmojo , S NOVA CHOIRIYYAH Nur Dewisri Fatihawati Nur ‘Azah Nurrohmat, Farhan Nurul Hidayah Otten Rinaldi Parliansyah, Parliansyah Prigato, Teja Putra, Asyrofi Miranda Putra, M Darmawan Putra, Rivaldo Hartono Putri, Ardini Yuliastri Quinta Normalita Radiansyah, Rizki Rahmad Syah Putra Rahman, Muhammad Noor Rahmanisa, Laila Indah Ramadhan, Vernady Napatino Ratrianto, Ratrianto Ratu Chintami Ria Oktaviani Sinia Rifki Imanuddin Kunto Rio Trianto RIO, M. ROMA Rio, Roma Ristama, M Alvany Veschonanda Risty Amelia Firdha Riyan Rahmawan Rizal Ardiana Rizal Ayodya Hapsoro Rizal Hermansyah Rizqi Darmawan Sabila, Thifan Arel Sandewa, Ricky Santoso, Teguh Ilman Saputra, Fauzi Saputra, Muhammad Ridho Sarinurrohman Sarkowi Satria, Fungky Andi Sep, Trisya Setiawan, Riesal Sibuea, Lungguk Sidarto, K Adji Silvia Ruhma Dewi, Niky Siti Nurul Khotimah Sri Waluyo Stephanus Martua Turnip Sugianto Sugianto Suharno Suharno , Suharno Sultan , Masri Nur Surahman, R Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Susanti, Sevi Susanto, Rino Abi Susilo, Hendri Suyadi Suyadi Suyadi Suyadi Taufik Muhtarom Taufik Qurrahman Trisya Septiana Turnip, Stephanus Martua Utami, Faradina Veithzal Rivai Zainal Vera Agustriana Noorhidana Vika Farida Wahyu Kurniawati Wahyudi, Ahmat Wardhani Lailia Dwi Kusuma Werena, Rosalia Dwi Widiastuti, Ari Widiatmoko , Laksi Widjatmoko, Eko Nugroho Yanuar Aulia Kamal Yolanda, Sylvia Yoriska Indah Sari YUDHO JOKO PRESETYO Yulyah Agustina Yunani, Retina Zahra, Ainaya Maudia ZUBAIDI ZUBAIDI1 Zulfi, M. Ichfan