Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP PENATAAN DESAIN TAMAN KOTA DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEKAYU Ariesanthy, Yenni; Widyawati, Ratna; Kustiani, Ika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.552

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektural yang dapat memberikan manfaat ekonomi (kesejahteraan) bagi masyarakatnya.Kawasan perkotaaan Kota Sekayu memiliki luas 264,6 Ha, yang meliputi sebagian Kelurahan Kayu Ara, Serasan Jaya, Soak Baru, dan Balai Agung ( sumber : RDTR Kota Sekayu 2005) , artinya kota Sekayu memerlukan RTH minimal 20 persen dari luas total wilayah kota yaitu 52,96 Ha sedangkan luas total RTH kota Sekayu yang sudah terbangun adalah +- 11,52 Ha.Menurut Rancangan RTRW Kabupaten Musi Banyuasin 2013 Pengembangan dan Pemanfaatan lahan untuk RTH khususnya di Kota Sekayu diperuntukan untuk Pemenuhan Kebutuhan akan areal rekreasi sebagai tempat interaksi masyarakat dikombinasikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Lingkungan karena Pemerintah Daerah Musi Banyuasin diberi tanggung jawab oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program local action plan atau rencana aksi kota sehat (RAKS) dengan kualitas lingkungan yang baik.Salah satu untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibangun suatu Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota yang memenuhi fungsi dari proteksi, rekreasi, estetika dan Fungsi sosial budaya lainnya .Taman Kota dapat dimanfaatkan penduduk untuk melakukan berbagai kegiatan sosial pada satu kota atau bagian wilayah kota. Taman ini dapat berbentuk sebagai lapangan hijau, yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, taman bermain anak, taman bunga, taman khusus untuk lansia, fasilitas olah raga terbatas yang semua fasiltas terbuka untuk umum.
Kajian Kebutuhan Luas Lahan Pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Tipe Sanitary Landfill Lubuk Binjai Kota Lubuklinggau Ihwan; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.554

Abstract

Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga saat ini di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan sistem Sanitary landfill untuk penanganan sampah di tingkat akhir. Metode Sanitary Landfill merupakan metode terbaik dibandingkan dengan metode landfill lainnya, terlebih lagi jika dibandingkan dengan Open Dumping dalam hal penanggulangan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. TPA Lubuk Binjai Kota Lubuklinggau merupakan TPA yang didesain menggunakan sistem Sanitary Landfill yang sudah beroperasi dari tahun 2016 dan memiliki 1 sel untuk menampung sampah yang masuk ke TPA. Semakin bertambahnya volume sampah yang masuk ke TPA Lubuk Binjai menyebabkan semakin berkurangnya kapasitas penampungan sampah yang dimiliki. Peningkatan jumlah penduduk dan persentasi cakupan wilayah pelayanan serta masih ada potensi lahan pengembangan juga menjadi alasan diperlukannya penambahan area landfill pada TPA Lubuk Binjai. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya sel baru yang bertujuan untuk dapat membantu mempanjang usia operasional TPA dalam menampung volume sampah yang masuk. Setelah melakukan perhitungan timbulan sampah didapatkan proyeksi volume sampah yang masuk ke TPA selama 10 tahun mendatang mencapai 413.727,30 m3, untuk dapat menampung volume sampah yang masuk sampai dengan 10 tahun kedepan dibutuhkan lahan TPA seluas 8,293 Hektar. Luas lahan yang tersedia di lokasi TPA Lubuk Binjai adalah seluas 25,4 ha.
Desain Engineering Detail Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau Kumar, Hetzy Mericuri; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.558

Abstract

D.I. Air Kesie I memiliki luas baku sebesar ± 347 Ha. Bangunan pengambilan air utama untuk memenuhi kebutuhan air areal persawahan D.I. Air Kesie I saat ini menggunakan bangunan free intake yang bersumber langsung dari Sungai Air Kesie. Bangunan free intake ini setiap tahun mengalami kerusakan akibat diterjang luapan Sungai Air Kesie, sehingga perlu dilakukan perbaikan/rehabilitasi secara kontinyu. Untuk itu perlu dilakukan penanganan khusus untuk mengatasi permasalahan ini. Juga pekerjaan peningkatan D.I. Air Kesie I dilakukan untuk mengembangkan areal-areal yang berpotensi dijadikan persawahan khususnya pada bagian hilir areal layanan baku D.I. Air Kesie I, sehingga diharapkan D.I. Air Kesie I mampu meningkatkan produksi pangan di Kota Lubuklinggau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain penampang bangunan dan saluran irigasi, mendapatkan gambar detail desain peningkatan irigasi, mendapatkan estimasi biaya konstruksi. Metode penelitian ini adalah dilakukan dengan Pengumpulan Data Sekunder dan Studi Terdahulu, Survey Pendahuluan Lapangan, Desain Peningkatan Jaringan Irigasi. Hasil penelitian maupun analisis yang dilakukan dapat disimpulkan total service area sawah yang dapat dioptimalkan adalah seluas ± 109,30 Ha, yaitu dari sawah fungsi ± 83,80 Ha menjadi ± 193,10 Ha. 4. Estimasi biaya konstruksi pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau adalah Rp. 12.351.720.000,00.
Pengembangan Green Corridor pada Koridor Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Arief, Eldowan; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna; Silvia Ruhma Dewi, Niky
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.560

Abstract

Kota adalah ruang yang sifatnya mati namun dapat tumbuh dan berkembang seperti organisme, dan menjadi tempat tinggal bagi beberapa ribu penduduk atau lebih. Kota Rupit merupakan perkotaan baru di Provinsi Sumatera Selatan, yang berada di sepanjang jalur arteri jalan lintas tengah Sumatera. Perkembangan infrastruktur dasar pada suatu daerah dapat mendukung aktifitas masyarakat setempat. Keberlanjutan suatu kota bergantung pada kelayakan hidup, kualitas lingkungan, dan identitasnya. Lynch (1981) membuat beberapa kriteria bahwa performa kota dapat dikatakan baik apabila memiliki vitalitas, rasa, fit, aksesibilitas, dan kontrol yang baik. Tujuan proyek Green Corridor adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari kendaraan bermotor, industri, dan aktivitas transportasi di Rupit, Indonesia. Ini akan meningkatkan kualitas udara dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kendaraan bermotor. Koridor hijau akan dibangun sebagai bagian dari proyek. Ini akan mencakup vegetasi, manajemen air, dan pengurangan limbah. Penelitian kualitatif dilakukan pada 2022–2023 dan menggunakan pengumpulan data, analisis, dan interpretasi. Kondisi fisik dan sosial, konsep proyek, dan kualitas udara rusak menjadi fokus penelitian ini.
Pelaksanaan Pengawasan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun PT.X oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Prigato, Teja; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna; Wahyudi, Ahmat
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.562

Abstract

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Klasifikasi limbah B3menurut Peraturan Pemerintah nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), limbah B3 dapat dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan karakteristik dan berdasarkan sumbernya, dimana Limbah B3 kategori karakteristik terdiri dari dampak yang langsung terhadap manusia dan tidak langsung. Kemudian untuk Limbah B3 yang berdasarkan sumbernya terdiri dari sumber tidak spesifik, sumber spesifik dan sumber bahan kimia kadaluarsa. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan melekat baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Instansi Pengawas Lingkungan Hidup dimana wewenang ini melekat terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung terhadap sumber atau penghasil limbah B3 tersebut, untuk mencegah terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh limbah B3 dan juga sebagai alat control kepada perusahaan/industry agar dapat mengelola dan menyimpanya dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PEMBUATAN SIG JEMBATAN KABUPATEN OKU SELATAN Sarinurrohman; Widyawati, Ratna; Septiana, Trisya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem informasi jembatan berbasis WEB diharapkan dapat mempercepat dalam pemberian informasi jembatan yang lebih akurat mengenai informasi kerusakan jembatan serta kondisi jembatan yang diharapkan dapat membantu dalam membuat rencana dan program penanganan jembatan secara cepat dan tepat sehingga nantinya dapat menjamin bahwa jembatan dalam keadaan aman dan layak. Tujuan penelitiaan ini adalah: (1) untuk mempermudah user mendapatkan dan mengupdate data jembatan dengan basis web dalam jaringan internet; (2) Membuat software Sistem Informasi Geografis (SIG) Jembatan berbasis WEB yang terintegrasi dengan software SIG jalan; dan (3) Sebagai acuan dan dasar penetapan penanganan jembatan secara cepat dan tepat sehingga nantinya dapat menjamin bahwa jembatan dalam keadaan aman dan layak. Hasil dari penelitian ini didapat kesimpulan bahwa: (1) Program Sistem Informasi Geografis Jembatan berbasis WEB ini dapat memberikan informasi yang cepat tentang data – data hasil pemeriksaan jembatan seperti data inventarisasi jembatan, pemeriksaan rutin jembatan dan pemeriksaan detail jembatan; (2) Program Sistem Informasi Geografis jembatan dilengkapi dengan peta jaringan jalan dan jembatan dan juga menggunakan peta online yaitu peta Google Map, yang dapat menampilkan lokasi jembatan dengan sistem koordinat; (3) Program Aplikasi database ini bersifat opensource sehingga memudahkan sistem ini untuk dapat dibagi secara gratis tanpa harus memperdulikan license, sehingga dapat diakses oleh berbagai pihak termasuk masyarakat umum dapat memberikan masukan tentang pengelolaan atau kondisi jembatan di wilayah yang belum terpantau oleh petugas atau mengikuti jajak pendapat yang dibuat oleh pengelola jembatan, sehingga software SIG berbasis WEB ini mampu menjadi acuan dan dasar penetapan penanganan jembatan secara cepat dan tepat.
Perencanaan Perkerasan Jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau Menggunakan Metode MDP 2017 Susanti, Sevi; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.569

Abstract

Ruas Jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau melintasi beberapa wilayah kecamatan yaitu Kec. Lubuklinggau Barat I, Barat II, Utara I dan Kec. Lubuklinggau Utara II (Simpang Sport Center menuju kawasan Bukit Sulap sepanjang 18,618 Km. Kondisi jalan tersebut sering dilintasi oleh kendaraan berat yang melebihi muatan dan kendaraan ringan secara otomatis akan menambah pergerakan lalu lintas dan beban yang dipikul oleh jalan tersebut yang menyebabkan jalan tersebut akan cepat mengalami kerusakan pada perkerasannya seperti retakan, jalan bergelombang dan lubang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan tebal perkerasan baru dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017. Prosedur desain perkerasan jalan menggunakan Metode MDP NO. 02/M/BM/2013 adalah menentukan umur rencana, menentukan nilai-nilai CESA4 dan CESA 5 untuk umur desain yg dipilih, menentukan tipe perkerasan, dan menentukan struktur pondasi jalan. Berdasarkan desain perkerasan lentur aspal dengan lapis pondasi berbutir dan ketebalan lapisan yang diizinkan untuk pembatasan diatas maka didapat hasil sebagai berikut: AC-WC= 40 mm; AC-BC= 60 mm; AC-Base = 75 mm; Agregat A = 150 mm; Agregat B = 200 mm. Perhitungan dengan menggunakan MDP 2017 lebih dipermudah karena pada metode ini tebal masing masing lapis perkerasan telah ditentukan sesuai dengan nilai CESA yang didapat dalam perhitungan.
Analisis Penilaian Kondisi Jembatan Malus II Berdasarkan Metode Bridge Management System (BMS) di Kecamatan Lubuklinggau Utara I Zulfi, M. Ichfan; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.570

Abstract

Jembatan merupakan sebuah struktur fisik yang menjadi penghubung antara dua tempat yang terpisah oleh aliran sungai, jurang, atau jalan lainnya. Struktur jembatan sering mengalami kerusakan akibat waktu dan penggunaan yang terus-menerus. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan pada struktur yang rusak untuk menjaga kekuatan dan kestabilan jembatan. Agar jembatan tidak cepat rusak, maka diperlukan upaya preventif berupa pemeriksaan jembatan. Kegiatan pemeriksaan jembatan dilaksanakan dibawah sistem manajemen jembatan atau Bridge Management System (BMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jembatan dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau penanganan yang tepat pada jembatan Malus II Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Penelitian ini dilakukan pada jembatan Malus II di Kecamatan Lubuklinggau Utara I Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Data yang digunakan berupa data primer dan data skunder. Data primer didapatkan melalui survei kondisi jembatan dengan dimensi kerusakan komponen jembatan yang hilang dan foto elemen elemen jembatan, sedangkan data sekunder didapatkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan yaitu, SK jalan Kota Lubuklinggau dan peta jalan Kota Lubuklinggau. Dari hasil pemeriksaan dan penilaian menggunakan metode BMS didapatkan nilai kondisi Jembatan Malus II Kecamatan Lubuklinggau Utara I dikategorikan Jembatan/elemen mengalami kerusakan yang memerlukan tindakan secepatnya (nilai = 3) dengan diperlukan usulan penanganan yaitu berupa rehabilitasi jembatan.
Perencanaan Kampus Universitas Rahmaniyah Sekayu. Herianto; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.573

Abstract

Sejalan dengan amanat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, Undang-Undang No. 20 Thn 2003 tentang Pendidikan Nasional pasal 1, 2, dan 3 menyatakan bahwa Pendidik Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. Pembangunan dimasa ini sangat pesat sebagaimana dengan perkembangan pembangunan dimana-mana dan juga diiringi dengan sektor ilmu pendidikan yang banyak didirikan dari privat sampai dengan pendidikan gratis sesuai dengan program Pemerintah Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yaitu pendidikan gratis. Kota Sekayu merupakan kota yang baru berkembang dimana pendidikan merupakan sumber untuk menghasilkan tenag SDM yang dewasa ini diperlukan untuk kemajuan bangsa, ini terbukti dengan adanya perguruan tinggi yang didirikan untuk kepentingan para warga terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar Sekayu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Evaluasi Penilaian Kondisi Jalan Kota Lubuklinggau (Studi Kasus Ruas Jalan Lingkar Barat) Utami, Faradina; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan jenis penanganan ruas jalan Lingkar Barat di Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penilaian kondisi jalan adalah SDI (Surface Distress Index). Metode SDI merupakan penilaian kondisi jalan secara visual melalui survei kondisi jalan yang menghasilkan nilai SDI. Penggunaan metode SDI pada penelitian ini karena merupakan metode yang terbaru sesuai dengan Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 2011 tentang panduan survei kondisi jalan. Menurut SK Walikota tentang Ruas Jalan Kota Lubuklinggau memiliki panjang total 283,81 km. Ruas Jalan Lingkar Barat merupakan salah satu ruas jalan kota yang menghubungkan Ruas Jalan Nasional Lubuklinggau - Bengkulu dengan Ruas Jalan Nasional Lubuklinggau - Sorolangun dengan panjang 15 km. Dari hasil pengukuran dan pengamatan kondisi jalan di lapangan per 100 meter pada ruas jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau dengan metode SDI, didapatkan hasil dari survei kondisi baik sepanjang 5,69 km dan kondisi rusak berat sepanjang 9,31 km. Berdasarkan Kondisi ruas jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau dan tabel penentuan penanganan jalan (Bina Marga, 2011) maka dapat direkomendasikan peningkatan struktur jalan dengan rencana penanganan jalan yang akan dilakukan adalah rekonstruksi/ peningkatan jalan dan pemeliharaan berkala jalan/ rehabilitasi. Rekomendasi penanganan dengan kondisi rusak berat berupa penanganan hingga lapis pondasi, dan untuk rehabilitasi dilakukan perbaikan lapis permukaan.
Co-Authors Abdul Latief Gunawan Abdullah, Habib Ilham Achmad Dinan Agustian Achmad Samudra Ade Suprizal Adi , Amir Kerisna Ahmad Farid Effendy Ahmad Sahara Aini , N Aleksander Purba Alexander Purba Alexander Purba Amilia, Rahma Aminudin, Aminudin Aminudin, KM Andi Hermawan Andi Kusnadi Andika Wiratama Suparto Andini Frananda Andri Yulianto, Andri Anissa Putri Ambarwati Apriansyah KM Apritya, Desty Ardiansyah Ardiansyah Ardini Yuliastri Putri ARI DAMAN HARIS Arief, Eldowan Ariesanthy, Yenni Aritonang, Erfan Andrianto Arlinsyah Arlinsyah Aryan Saruhian Awaludin Yoga Aziz, Sholhan Bayzoni Bayzoni Bele, Alexander Joharry Leto Budhi Dharma Budi Ribowo, Anggarani Cheria Ayu Aditya Choiriyyah, Nova Dayanti, Ika Ayu Anita Dedi Pria Armada Deni Danial Diego, Diego Maradona Maharduta Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Diky Ramadhan Dimas, Muhammad Seriz Djawa, Marselinus Ndilu Landu Doni Irawan Efransyah Eko Widiyanto Endang Wahyuni Fachrial Ikram Ayusar Fahmi Farhan Nurrohmat Fauzi Antoni Antoni Febriani, Sylvawiedya Meutia Fikri Alami Fikri Alami Fikri Alami Firdha, Risty Amelia Firmansyah Firmansyah Novandaya Firnawati Sakalena Fitra, Rifandy Fransiska, Reissa Yunia Ghalih Huriarto Girinandi, I Goentur Permata Hanafi Gusrian Putra Habibi , Budi Muhammad Habibi, Budi M. Habibi, L Hadi, Ayatullah Hanaf Qowiyyul Adib Hanafi, Goentur Permata Hartopo, Popo Haryono Haryono Hasti Riakara Husni Hasti Riakara Husni HENI FITRIANI Herianto Herry Wardono Heru Purnomo Ibrahim , Eddy Ihwan Ika Kustiani IMAM SANTIKO RAHARJO Inayati Nurlaili Indra Alfandi Ramlie Ishak Iskandar Pani Isneini, M Isneini, Mohd Jaya, Eka Putra Junianto Wika Adi Pratama Karyatama , Coco Cesar Kasy, Ferrini Kekang, Yosefi Yuanita Kristanto Usman Kumar, Hetzy Mericuri Kurnia Pawestri Primastuti Kurniawan, M. Tito Laksmi Irianti Lanosin Lenggana, M. Kendy Leo Hari Wiryanto lexono x nadeak LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani M Sarkowi Mardhotillah, Nur Anisa MARDIANA Mardiana Mardiana Marsela Irnawati Nuwa Masdar Helmi Matemba, Esther Elly Mebro, Helson Meiza, Ricky Melwi Melwi Mohammad Syafrizal Mohd Isneini Mohd. Isneini Mohd. Isneini Muh Sarkowi Muh. Sarkowib Muhamad Hafiz Muhammad Habibie B. Muhammad Ridho Saputra Muhammad Sarkowi Muhammad Seriz Dimas Mukhlis, Muhammad Murdapa, Fauzan Murni Muslichah, Ajeng Dafiq N.S, Masri Nasution, Ali Napiah Niken, Chatarina Ningsih, Jeni Yunita Notodarmojo , S NOVA CHOIRIYYAH Nur Dewisri Fatihawati Nurrohmat, Farhan Nurul Hidayah Otten Rinaldi Parliansyah, Parliansyah Prigato, Teja Putra, Asyrofi Miranda Putra, M Darmawan Putra, Rivaldo Hartono Quinta Normalita Radiansyah, Rizki Rahmad Syah Putra Rahman, Muhammad Noor Rahmanisa, Laila Indah Ramadhan, Vernady Napatino Ratrianto, Ratrianto Ratu Chintami Ria Oktaviani Sinia Rifki Imanuddin Kunto Rio Trianto RIO, M. ROMA Rio, Roma Ristama, M Alvany Veschonanda Risty Amelia Firdha Riyan Rahmawan Rizal Ardiana Rizal Ayodya Hapsoro Rizal Hermansyah Rizqi Darmawan Sabila, Thifan Arel Sandewa, Ricky Santoso, Teguh Ilman Saputra, Fauzi Saputra, Muhammad Ridho Sarinurrohman Sarkowi Satria, Fungky Andi Sep, Trisya Setiawan, Riesal Sibuea, Lungguk Sidarto, K Adji Silvia Ruhma Dewi, Niky Siti N Sri Waluyo Stephanus Martua Turnip Sugianto Sugianto Suharno Suharno , Suharno Sulistiyono, Noor Sultan , Masri Nur Surahman, R Surya Sebayang Surya Sebayang Surya Sebayang Susanti, Sevi Susanto, Rino Abi Susilo, Hendri Suyadi Suyadi Taufik Muhtarom Taufik Qurrahman Trisya Septiana Utami, Faradina Veithzal Rivai Zainal Vera Agustriana Noorhidana Vika Farida Wahyu Kurniawati Wahyudi, Ahmat Wardhani Lailia Dwi Kusuma Werena, Rosalia Dwi Widiastuti, Ari Widiatmoko , Laksi Widjatmoko, Eko Nugroho Wijaya, Aprilia Yanuar Aulia Kamal Yolanda, Sylvia Yoriska Indah Sari YUDHO JOKO PRESETYO Yulyah Agustina Yunani, Retina Zahra, Ainaya Maudia ZUBAIDI ZUBAIDI1 Zulfi, M. Ichfan