Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Intan Furnamasari; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Yogie Andika Tri Nanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi efektif dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan ekstrak 1:1. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Diameter zona hambat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,40 mm; 1,33 mm; 1,96 mm; 2,73 mm; dan 2,70 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori lemah. Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin menunjukkan zona hambat sebesar 20,70 mm dengan kategori sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi (p
ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Escherichia coli Windi Apriandri; Suci Rahmawati; Samwilson Slamet; Aina Fatkhil Haque; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13362

Abstract

Masalah resistensi antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri saat ini mendorong pencarian bahan alam sebagai alternatif pengobatan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC-8739 pada berbagai tingkat konsentrasi. Kedua bahan alam tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan rasio perbandingan kombinasi 1:1. Penelitian ini juga menggunakan DMSO sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya zona hambat di sekitar cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% serta pada kontrol positif. Nilai diameter zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut adalah 0,7 ± 0,12 mm, 1,63 ± 0,41 mm, 3,93 ± 1,75 mm dan 6,13 ± 1,43 mm. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki efektivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 80% menghasilkan diameter zona hambat terluas dan menjadi konsentrasi terbaik dalam kategori sedang.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Terhadap Bakteri Salmonella thypii Try Nafilah Nujjiah; Sipriyadi Sipriyadi; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13352

Abstract

Penyakit menular seperti demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan utama karena meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhii. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang diuji bervariasi antara 5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, fenol, tanin, dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat terhadap Salmonella typhii. Konsentrasi 5% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,02 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 4,82 mm (kategori lemah), konsentrasi 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 6,32 mm, 6,20 mm, dan 6,77 mm yang termasuk dalam kategori sedang. Diameter zona hambat cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhii, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif kloramfenikol.
Aktivitas Analgetik Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis osbeck) pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Riska Pebri Anggela; Oktoviani Oktoviani; Samwilson Slamet; Suci Rahmawati; Afifah Fauziyyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2487

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat dan pengobatannya umumnya menggunakan analgetik sintetis yang berpotensi menimbulkan efek samping. Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis osbeck) merupakan komoditas unggulan dari Bengkulu yang mengandung senyawa flavonoid dengan potensi sebagai analgetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgetik sediaan gel ekstrak kulit buah Jeruk Gerga Lebong pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode hot plate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 kelompok perlakuan: kelompok kontrol negatif (gel basis HPMC), kelompok kontrol positif (gel Voltaren), dan 3 kelompok uji dengan konsentrasi gel ekstrak 5%, 15%, dan 25%. Setiap kelompok terdiri dari 6 ekor mencit. Hasil penelitian menggunakan SPSS uji One way Anova dan Kruskal Wallis menunjukkan bahwa sediaan gel ekstrak kulit Jeruk Gerga Lebong memiliki efek analgetik yang signifikan (p < 0,05) dengan efek optimal dicapai pada konsentrasi 25% pada menit ke-60 dengan rata-rata waktu latensi respon nyeri yaitu 12,21 ± 1,48. Kesimpulannya, sediaan gel ekstrak kulit Jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas analgetik terhadap mencit dan konsentrasi 25% memberikan efek analgetik yang paling optimal.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Insyani Baroqah; Rose Intan Perma Sari; Marisadonna Asteria; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2405

Abstract

Kebutuhan akan sediaan topikal yang stabil, nyaman digunakan, dan memiliki karakteristik fisik yang baik masih menjadi tantangan dalam pengembangan formulasi berbasis bahan alam. Daun angsana (Pterocarpus indicus Willd.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan, namun pemanfaatannya dalam bentuk sediaan emulgel masih terbatas. Oleh karena itu, emulgel dipilih karena mampu menggabungkan keunggulan emulsi dan gel sehingga meningkatkan stabilitas dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik emulgel ekstrak etanol 96% daun angsana dengan variasi konsentrasi. Empat formula dibuat, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%), kemudian diuji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dengan warna yang semakin pekat seiring peningkatan konsentrasi. Nilai pH F1 (6,0) berada dalam rentang pH kulit, sedangkan F3 (4,6) mendekati batas bawah. Daya sebar F1 (6,5 cm) memenuhi standar, sementara F3 (5,0 cm) berada pada batas bawah. Viskositas F1 (12020,55±123,92 cP) memenuhi standar, sedangkan F3 (±8000 cP) lebih rendah sehingga cenderung lebih encer. Seluruh formula bertipe minyak dalam air (M/A), dan uji hedonik menunjukkan F1 paling disukai. Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik emulgel daun angsana. Formula F1 (1%) merupakan formula paling optimal dan menunjukkan performa terbaik, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan topikal berbasis bahan alam.
Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Jahe Putih (Zingiber officinale) terhadap Aktivitas Bakteri Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram Sandika Al Zikri; Suci Rahmawati; Putri Mulia; Oky Hermansyah; Rizki Oktarini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2412

Abstract

Mikroorganisme seperti Escherichia coli merupakan salah satu penyebab utama diare. Bakteri ini sebenarnya merupakan flora normal yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas, namun dalam kondisi tertentu dapat menjadi patogen. Peningkatan kasus infeksi diare yang disebabkan oleh bakteri ini sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak tepat, sehingga memicu terjadinya resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 70% hingga menghasilkan ekstrak kental. Kombinasi ekstrak dibuat dengan perbandingan 1:1 pada berbagai konsentrasi, yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Pengujian dilakukan pada media Mueller Hinton Agar dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji One Way ANOVA serta uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% dan 20% tidak terbentuk zona hambat. Aktivitas antibakteri mulai terlihat pada konsentrasi 40%, 60%, dan 80% dengan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 6,30 mm; 7,08 mm; dan 8,57 mm yang tergolong kategori sedang. Kontrol positif menunjukkan daya hambat sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli yang bersifat dose-dependent, dengan aktivitas terbaik pada konsentrasi 80%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Etanol 70% dan 96 % terhadap Kadar Tanin Total Sargassum Polycystum Natasya Dwi Agustina; Dwi Kurnia Putri; Samwilson Slamet; Suci Rahmawati; Putri Mulia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2435

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan rumput laut sebagai sumber senyawa bioaktif, salah satunya tanin pada Sargassum polycystum. Namun, perbedaan efektivitas konsentrasi etanol (70% dan 96%) dalam mengekstraksi tanin masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi etanol terhadap kadar tanin total. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan ekstraksi maserasi selama 5 hari. Penetapan kadar tanin dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu pada panjang gelombang 775 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12%, lebih tinggi dibandingkan etanol 96% sebesar 11%. Kadar tanin total (n=3) pada ekstrak etanol 70% sebesar 4,3±0,03 mg TAE/g, sedangkan etanol 96% sebesar 2,3±0,05 mg TAE/g. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi tanin dibandingkan etanol 96%. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan pelarut optimal untuk ekstraksi senyawa tanin pada pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Logo Dan Golongan Obat Di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu Sowan Agilianto; Suci Rahmawati; Marisadonna Asteria; Ikhsan Ikhsan; Samwilson Slamet
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2455

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang logo dan golongan obat penting dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional, terutama dalam praktik swamedikasi. Kurangnya pemahaman dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang logo dan golongan obat di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan skala Guttman. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.Hasil menunjukkan bahwa 51% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 49% memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan bervariasi berdasarkan karakteristik responden, dimana laki-laki cenderung lebih baik, usia 21–30 tahun mendominasi, serta pendidikan SMA/SMK memiliki pengetahuan baik terbanyak.Kesimpulannya, tingkat pengetahuan masyarakat masih tergolong rendah sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.
Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik Gel Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Berbasis HPMC Nesa Triany; Rose Intan Perma Sari; Suci Rahmawati; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2460

Abstract

Daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan bagian dari tanaman cengkeh famili Myrtaceae yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan eugenol dengan aktivitas antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas dan sering menjadi limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula gel ekstrak etanol 96% daun cengkeh dengan karakteristik fisik paling optimal berdasarkan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji hedonik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan gel diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu  F0 (0%), F1 (4%), F2 (8%), F3 (12%) menggunakan basis HPMC. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan hedonik dengan tiga kali replikasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dan memenuhi standar mutu sediaan gel. Nilai pH berada pada rentang 5,53-6,50, viskositas 29.628-43.534 cPs, serta daya sebar 5,18-5,73 cm. Peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan viskositas menurun dan daya sebar meningkat. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik, F1 (4%) merupakan formula paling optimal karena memiliki konsistensi yang baik, warna lebih diterima panelis, serta tingkat kesukaan tertinggi.
Formulasi dan Evaluasi Karakteristik Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) Adristi Zada Nabila; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah; Yogie Andika Tri Nanda; Suci Rahmawati
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2462

Abstract

Daun angsana (Pterocarpus indicus Willd) merupakan tanaman yang mengandung senyawaa aktif seperti flavonoid, fenol, terpenoid, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan, sehingga berpotensi melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, ketersediaannya yang melimpah dan relatif aman menjadikan tanaman ini sebagai alternatif bahan alami dalam pengembangan sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol 96% daun angsana dalam diformulasikan menjadi sediaan gel serta menentukan formula terbaik berdasarkan evaluasi sifat fisik sediaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, diawali dengan pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi empat formula gel dengan menggunakan basis HPMC dan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 0%, 1%, 5% dan 10%. Evaluasi sediaan dilakukan  melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan berbentuk semi padat, homogen, serta memenuhi persyaratan pH, viskositas, dan daya sebar. Peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi kestabilan fisik gel. Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan, formula F1 dengan konsentrasi ekstrak 1% menunjukkan karakteristik fisik yang paling seimbang serta tingkat penerimaan panelis yang lebih baik dibandingkan dengan formula yang lainnya. Dengan demikian, ekstrak etanol 96% daun angsana dapat diformulasikan dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan evaluasi dan formula F1 merupakan formula yang paling optimal. Pengembangan sediaan topikal berbahan alam lokal diharapkan menjadi alternatif sediaan farmasi yang lebih aman dan mudah diperoleh.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Adek Zamrud Adnan Adristi Zada Nabila Afifah Fauziyyah Agung Giri Samudra Aina Fatkhil Haque Amanda, Mawar Adelia Anisa Lathifah Fauziah Anissa nayla septri Anita Marianata, Anita Annisa Muslimah Apriyanti Apriyanti Arinda Nur Cahyani ASMARIYAH, ASMARIYAH Aulia Nur Afifah Ayu Ovia Riski Aziza Afrianti Azkiyah, Fadhilah Zayyin Azzahra, Farah Bardah Wasalamah Camelia Dwi Putri Masrijal Cindy Darma Prasiska Cyntia Dwi Utami Delia Komala Sari Delia Komala Sari, Delia Komala Dessy Triana Dessy Triana Dewiani, Kurnia Dominica, Dwi Dwi Dominica Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Elda Jumiati Elsa Novrianti Encik Putri Ema Komala Fatima Khoirunisa Fauzia Noprima Okta Halimatus Sadiah Hardiansyah, Yopan Hera Olani Jaya Ningsih Heru Dwi Nugroho himalaya, dara Husna, Syarifatul Ibrahim Ayattulah Ika Gusriani Ika Gusriani Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Iksan Insyani Baroqah Intan Furnamasari Jumeysi Herlina Irawan Juwita Sartati Khairani, Ade Komala, Encik Putri Ema Kurnia Dewiani LEFIANI, NADIA Lestari, Maida Maiyulis Maiyulis Maria Eka Patri Y Marisadonna Asteria Marisadonna Asteria Marlina . Marliza Marliza Masrijal, Camelia Dwi Putri Melati, Putjha Morin Anggrainy Muhammad Farid Muhammad Taher Nabilah Hana Alzahrah Natasha Ardinata Natasya Dwi Agustina Nesa Triany Nizella Syaenri Nori Wirahmi Nova Yustisla Novianti Novianti Nuraisyah Fitri Lesti Nurfijrin Ramadhani, Nurfijrin Nurjanati, Dina Oktaviani, Tiara Oktoviani Oktoviani Oktoviani Oktoviani, Oktoviani Oky Hermansyah Oky Hermansyah Oky Hermansyah Oky Hermansyah Oky Hermansyah Purnama, Yetti Putri Mulia Putri Mulia Putri Mulia Putri Rizky Lailatur Rahmah Putri, Elsa Lolita RAHAYU, MARSHELLA SRI Rahma Arenda Syafika Rahmah, Anggi Apria Faradisya Rahmatullah, Febri Ramya Rachmawati Reza Rahmawati Riani Apriwindi Riska Pebri Anggela Risky Hadi Wibowo Risqa Aulia Rizki Oktarini Rizqa Hasanah ROBY SETIAWAN Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Samwilson Slamet Samwilson Slamet Sandika Al Zikri Saniyyah Aqilah Heryson Sari Surya Guma Sri Sari, Rose Intan Perma Sari, Yulita Gumala Savitri Cantika SEPTI WULANDARI Septi Wulandari Shellyna Fransiska Marbun Sipriyadi Sowan Agilianto Syahbananda Zulyan Palse Taurina, Hilda Thesa Monica Tri Danang Kurniawan Triyana Yestira Try Nafilah Nujjiah Tuti Anggriani Utama Versita, Riana Wafa Syahidah Wica Elvina Windi Apriandri Wirahmi, Nori Yendha Dwi Rolitta Yetti Purnama Yetti Purnama Yogie Andika Tri Nanda Yogie Andika Tri Nanda Yona Harianti Putri