p-Index From 2021 - 2026
5.486
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Buletin Agrohorti Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Fitopatologi Indonesia Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Jurnal Silvikultur Tropika (JST) Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Bioplante Bumi Lestari Agrikultura Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi Indonesian Journal of Agricultural Science Jurnal Hortikultura Jurnal AgroBiogen Jurnal Penelitian Tanaman Industri Pelita Perkebunan AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia BERITA BIOLOGI Jurnal Penelitian Karet JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Jurnal Penelitian Kelapa Sawit AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Jurnal Hexagro Agro Bali: Agricultural Journal Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Bioindustri Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) Jurnal Tanah dan Iklim Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Penyuluhan Pertanian Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat PERTANIAN TROPIK Sewagati Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Journal of Bioindustry Biodiversitas Journal of Biological Diversity
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pertumbuhan dan Pengendalian Rebah Kecambah Bibit Cabai Menggunakan Teknologi Agens Hayati pada Berbagai Ketinggian Tempat Suryo Wiyono; Awang Maharijaya; Tamrin Khamidi; Ahmad Fauzi Ridwan; Kusuma Darma
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.2.138-146

Abstract

Pengunaan agens hayati dalam perlakuan benih cabai merupakan alternatif pengendalian penyakit tular tanah berupa penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh berbagai cendawan pathogen tanah. Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji keefektivan agens hayati dalam perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai besar dan (2) dan pengaruhnya terhadap pengendalian penyakit damping off di persemaian cabai pada berbagai ketinggian tempat. Penelitian ini terdiri dari tiga lokasi percobaan, (1) ketinggian tempat satu/KT I (947 m dpl) pada bulan Juni-September 2019 di lahan petani Desa Bumijawa, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, (2) ketinggian tempat dua/KT II (61 m dpl) pada bulan Juni-September 2019 di Desa Jembayat Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, dan (3) ketinggian tempat tiga/KT III (891 m dpl) pada bulan September-Desember 2020 di Desa Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor yaitu teknik pembibitan berupa konvensional dan teknologi agens hayati. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi teknologi agens hayati terbukti secara nyata efektif meningkatkan perkecambahan (indeks vigor) dan pertumbuhan bibit cabai. Teknologi agens hayati mampu mengendalikan penyakit damping off pada kemunculan pertama penyakit dan kejadian penyakit di dataran rendah (KT II). Teknologi agens hayati direkomendasikan dalam teknik pembibitan cabai.
Penggunaan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Khamir Antagonis untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman dan Pengendalian Penyakit Antraknosa pada Pepaya di Lapangan Widodo; Napiudin; Suryo Wiyono
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.3.157-162

Abstract

Produksi pepaya di Indonesia menghadapi kendala penyakit antraknosa. Kombinasi biokontrol plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dan khamir antagonis Cryptococcus albidus berpotensi digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan PGPR yang terdiri dari bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus polymixa, khamir antagonis, dan kombinasinya terhadap penyakit antraknosa pepaya di lapang. Percobaan dilakukan di pertanaman pepaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan beberapa perlakuan: (P1) perlakuan PGPR di persemaian, (P2) perlakuan khamir antagonis Cryptococcus albidus setelah pepaya berbunga, (P3) kombinasi perlakuan (P1) dan (P2), serta (P4) penyemprotan fungisida dengan bahan aktif Mankozeb 80% setiap minggu. Percobaan disusun dengan rancangan acak kelompok 6 ulangan dengan 16 tanaman per kelompok perlakuan. Pengamatan pertumbuhan pepaya dan produksi buah dicatat dan dianalisis. Aplikasi PGPR, khamir dan dan kombinasinya signifikan menekan infeksi penyakit antraknosa di kondisi lapang dan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pepaya di lapangan. Selain itu, aplikasi kombinasi juga dapat meningkatkan daya perkecambahan benih pepaya. Kata kunci: agens hayati, pengendalian hayati, Colletotrichum sp., produksi buah, pertumbuhan tanaman
Optimalisasi Produksi dan Pertumbuhan Tanaman Jahe pada Beberapa Naungan Kurnianingsih, Astuti; Sudradjat; Sudirman Yahya; Suryo Wiyono; Happy Widiastuti
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.3.133-139

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tumbuhan herba tahunan termasuk famili Zingiberaceae. Rimpang tanaman jahe mengandung dua kelas konstituen: minyak atsiri dan oleoresin, yang bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti; diabetes, tekanan darah tinggi, kanker dan banyak penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh naungan terhadap pertumbuhan tanaman, biomassa dan kandungan gingerol. Percobaan dilakukan di Kebun Pendidikan Cikabayan bulan Juli 2021-April 2022. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu naungan yang terdiri dari empat taraf yaitu N0 0% (cahaya penuh), dan paranet dengan kerapatan N1 = 25%, N2 = 50% dan N3 = 75%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 12 unit percobaan, masing-masing unit percobaan memiliki 6 tanaman contoh. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian naungan dengan kerapatan 50% dan 75% menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun jahe tertinggi dibandingkan tanpa naungan dan naungan kerapatan 25%. Komponen biomassa tanaman dipengaruhi oleh pemberian naungan. Pemberian perlakuan naungan tidak berbeda nyata terhadap tebal daun, jumlah stomata dan kerapatan stomata. Perlakuan pemberian naungan terhadap kadar senyawa gingerol pada tanaman jahe memberikan perbedaan yang nyata pada perlakuan naungan 75%, nilai tertinggi terdapat pada perlakuan naungan dengan kerapatan 50% dengan nilai 12.10. Tanaman jahe dapat ditanam dan beradaptasi baik pada intensitas cahaya yang rendah.Kata kunci: biomass, gingerol, intensitas, rimpang
Deteksi Fusarium Patogenik Terbawa Umbi Benih Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. group aggregatum) Hanif, Andini; Wiyono, Suryo; Munif, Abdul; Hidayat, Sri Hendrastuti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1567

Abstract

Infeksi patogen tanaman merupakan salah satu penyebab menurunnya produksi bawang merah di Indonesia. Salah satu penyakit utama pada bawang merah adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh infeksi Fusarium oxysporum. Infeksi Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah dapat menyebabkan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman bawang merah. Oleh karena itu perlu dilakukan uji kesehatan umbi benih, untuk mendeteksi keberadaan Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah. Uji kesehatan umbi benih bawang merah dilakukan dengan menggunakan metode blotter test. Selanjutnya isolat Fusarium yang muncul dari hasil blotter test diuji sifat patogenisitasnya pada umbi dan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Fusarium terbawa umbi benih bawang merah pada beberapa varietas dan sifat patogenisitasnya. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah dengan persen infeksi Fusarium tertinggi pada varietas Bima (74,5%) dengan nekrosis basal plate (79%). Hasil uji patogenisitas menunjukkan dari 60 isolat Fusarium diperoleh dari uji blotter test, 46,6% merupakan isolat Fusarium patogenik.
Aktivitas Kitinase dan Peroksidase dari Ekstrak Kasar Protein Asal Kalus dan Berbagai Jaringan Tanaman Trichosanthes cucumerina var. anguina Sukma, Dewi; Poerwanto, Roedhy; Sudarsono, ,; Khumaida, Nurul; Artika, I Made; Wiyono, Suryo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.045 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i3.6830

Abstract

Chitinase and peroxydase are important bioactive proteins or are specific enzymes that are related to plant resistance to pathogens. The aims of the research were to analyze the chitinase and peroxidase activities of crude protein extract from calli, stem, leaves and roots of T. cucumerinavar. anguina. In the first experiment, chitinase and peroxydase activities were analyzed from in vitro calli, leaves and roots obtained from 2-month-old of field grown plants. The media for calli induction were Murashige and Skoog medium with addition of 1 µM NAA + 1 µM BA, 2 µM NAA + 2 µM BA, 3 µM NAA + 3 µM BA, or 4 µM NAA + 4 µM BA. In the second experiment, the chitinase and peroxydase activities from crude protein extract of roots, stems and leaves were analyzed. The extracts were from 3-week-old seedling (less than a month), 1-month and 2-month-old plants. The first and the second experiment results showed that crude protein extracts of plant roots from the field grown plants had the highest chitinase and peroxidase activities. Stem of field grown plants had the similar level of chitinase activities with the plant roots. Chitinase activities of in vitro calli were not significantly different from those of plant roots so that it could be used as an alternative for plant roots in studying chitinase from T. cucumerinavar. anguina. Chitinase activities in crude protein extracts of roots appeared constant whereas peroxidase tend to increase with plant age. Keywords: calli, enzyme activities, leaves, roots, stem
Pemanfaatan Khamir Antagonis untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengendalikan Penyakit Antraknosa Buah Pepaya Lestari, Mutiara Dwi; Suketi, Ketty; Widodo, Winarso Drajad; Wiyono, Suryo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.533 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32167

Abstract

Pepaya adalah buah klimakterik yang memiliki umur simpan pendek dan potensi gangguan penyakit antraknosa pada saat tahap pascapanen yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum gloeosporioides. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keefektifan beberapa spesies khamir antagonis untuk memperpanjang umur simpan dan mengendalikan penyakit antraknosa pada pascapanen buah pepaya Callina. Penelitian ini dilaksanakan di kebun pepaya Desa Kanaga, Kabupaten Lebak, Banten pada November 2018 sampai Juli 2019 dan Laboratorium Pascapanen AGH, IPB pada bulan Maret sampai dengan Juli 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan perlakuan lima jenis khamir yaitu Cryptococcus albidus Yp, Aureobasidium pullulans Dmg 30 DEP, Rhodotorula minuta Dmg 16 BEP, Candida tropicalis Lm 13 BE, dan Pseudozyma hubeiensis Dmg 18 BEP, dan sebagai pembanding perlakuan fungisida berbahan aktif azoksistrobin serta tanpa perlakuan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan khamir Candida tropicalis, Aureobasidium pullulans, dan Cryptococcus albidus dapat memperpanjang umur simpan buah pepaya Callina masing-masing 12.6, 12.4, dan 12.2 hari, lebih lama dibandingkan kontrol yang hanya 7 hari, dan efektif mengendalikan penyakit antraknosa dengan tingkat penekanan secara berturut-turut 58.33%, 54.17%, dan 50.00%, selama penyimpanan. Penggunaan khamir antagonis tidak mempengaruhi mutu fisik dan kimia buah pepaya Callina. Kata kunci: buah klimakterik, Colletotrichum gloeosporioides, pascapanen
Determination of anthracnose (Colletotrichum gloeosporioides) resistance group in shallot (Allium cepa var. aggregatum) Rizki Abi Amrullah; Maharijaya, Awang; Purwito, Agus; Wiyono, Suryo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.47429

Abstract

Shallot anthracnose, caused by Colletotrichum gloeosporioides, is a devastating disease in a tropical country with high humidity and rainfall. Chemical control of anthracnose is neither economical nor eco-friendly, and genetic resistance is considered an efficient management method. This study aimed to determine the resistance groups of several shallot varieties and predict resistance heritability characteristics. In this study, a total of 13 Indonesian shallot varieties were evaluated for anthracnose resistance and separated into two groups, resistance and susceptible, based on K-means clustering developed by using disease resistance/susceptibility characteristics such as incubation period, disease incidence, disease severity, and spot diameter. The results indicate that the Agrihorti, Maja Cipanas, Batu Ijo, and Rubaru varieties were identified as resistant groups based on lower disease severity and incidence, smaller spot diameter, and longer incubation period. Maja Cipanas and Rubaru were more consistent in all variables, which is recommended as a source of genetic resistance genotypes. On the other hand, the Biru Lancor, Bima Brebes, Srikayang, Violetta, Slupu Merah, Pancasona, Sakato, Katumi, and Kuning varieties were identified as susceptible groups based on high disease severity and incidence, large spot diameter, and short incubation period. Keywords: susceptibility characteristics, genetic resistance, k-means clustering, disease severity
Demplot Padi IPB 9G pada Festival Melatu Wini Desa Liyu sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Lokal Sherly Eka Maulidiya; Ahmad Junaedy; Muhammad Arief Munady; Suryo Wiyono; Windah Meilanda Zulmi; Dhany Nukhaizal Azkiya; Sima Elpani; Angelica Nabilla Ahdy
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.980

Abstract

Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan pada pada tanggal 11 September 2023 sampai 30 Desember 2023. Pengabdian ini berfokus terhadap budidaya komoditas padi gunung oleh masyarakat setempat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan lokal. Salah satu kegiatan yang penting dilaksanakan adalah pembuatan demonstrasi plot (demplot). Partisipan yang terlibat adalah 4 orang mahasiswa aktif IPB, 1 orang sebagai project manager, 1 orang sebagai supervisor, dan 3 orang dosen IPB. Metode pelaksanaan terbagi menjadi empat tahapan yaitu observasi dan survei, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan, dan pembuatan demplot. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi gunung dengan menggunakan teknik budidaya yang tepat, memperkenalkan varietas padi unggul IPB 9G yang memiliki waktu tanam lebih singkat dan hasil panen yang lebih tinggi, mengurangi penggunaan bahan kimia dalam pertanian, mengedukasi petani tentang pentingnya analisis tanah dan perbaikan kesuburan tanah, serta mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan. Kondisi umum lahan di Desa Liyu menunjukkan bahwa lahan lama lebih subur dibandingkan lahan baru. FGD yang dilaksanakan dapat meningkatkan interaksi dengan masyarakat terhadap permasalahan dan perumusan solusi bersama dalam budidaya padi yang dilaksanakan. Masyarakat diberikan pelatihan dan pendampingan teknologi budidaya padi sesuai Good Agriculture Practices (GAP) dan teknologi bioimunisasi benih padi. Salah satu dampak dari pendampingan dan transfer teknologi mengenai budidaya padi gunung sesuai GAP (Good Agriculture Practice) adalah masyarakat menjadi paham terkait kandungan unsur hara lahan pertanian. Sejalan dengan prinsip-prinsip pertanian organik dan Good Agriculture Practice (GAP), pendampingan teknologi bioimunisasi benih padi dapat membantu menciptakan lingkungan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui Festival Melatu Wini, sebuah acara tahunan yang mempromosikan kebudayaan dan inovasi pertanian, demonstrasi plot padi IPB 9G dapat mendidik dan menginspirasi masyarakat dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.
Pengaruh Seed Coating dengan Fungisida Benomil dan Tepung Curcuma terhadap Patogen Antraknosa Terbawa Benih dan Viabilitas Benih Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Heny Setiyowati; Memen Surahman; Suryo Wiyono
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 35 No. 3 (2007): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.737 KB) | DOI: 10.24831/jai.v35i3.1328

Abstract

The objective of this research was to study the effect of seed coating using Benomil and curcuma powder on seedborne diseases of  antrachnose and seed viability of Capsicum annuum L.. This research was conducted in Laboratory of Plant Mycology and Laboratory of Seed Science and Technology IPB, from June to July 2006. This research consisted of three experiments, i.e.: (1) the effectiveness of seed coating in decreasing infection level of antrachnose fungus in the seed of chilli, (2) the effect of seed coating on seed viability, (3) the effect of seed coating in reducing infection level of antracnose at hypocotyl of chilli.  The Experiment 1 and 3 used Randomized Complete Design and the experiment  2 used Randomized Complete  Block Design. The result of this research showed that seed coating with Benomil and curcuma powder significantly decreased the infection  level of antrachnose fungus on seed and hypocotyl (Benomil 2.5 g/l and curcuma powder 1 g/l). However, seed coating with curcuma 1 g/l had the lowest  vigour index, seedling growth rate and seed germination (3%, 2.26%, 23%). Seedcoating with Benomil 2.5 g/l and curcuma powder did not significantly affect the maximum growth potential, seed germination, and vigour index.  However, Benomil significantly decreased  the seedling growth rate.   Key wods : chilli, seed coating, antrachnose, curcuma, benomil, viability
Aktivitas Kitinase dan Peroksidase dari Ekstrak Protein Daun, Akar, Kalus dan Tunas In Vitro Trichosanthes tricuspidata Lour. Dewi Sukma; Roedhy Poerwanto; , Sudarsono; Nurul Khumaida; Suryo Wiyono; I Made Artika
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 1 (2008): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.991 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i1.1347

Abstract

A number of Trichosanthes species has been reported as a source of bioactive protein associated with defense mechanisms such as chitinase. Chitinase and peroxidase of crude protein extracted from leaves, roots, in vitro calli and shoots of T. tricuspidata had been analysed. Calli were induced on MS medium containing combinations of 1 µM NAA + 1 µM BA (K1), 2 µM NAA + 2 µM BA (K2), 3 µM NAA + 3 µM BA (K3), or 4 µM NAA + 4 µM BA (K4). Shoots were cultured in MS with 1 mg/l of BA, while leaves and roots were harvested from six-month old plants grown on the field. Results of the experiment suggested that K1-K4 medium could be used to induce calli although weight of calli from all medium composition was not significantly different (0.19-0.31 g/explant/4 weeks). Calli from K1 medium had the highest of total crude protein content (3.24 mg/ml). The highest of chitinase activity was found in in vitro shoots (6.51 mM pNP/hour/mg protein) and the highest peroxidase activity was in the plant roots (0.25 ∆ 420/minute/mg protein). Key words: in vitro calli, shoots, crude protein, chitinase and peroxidase activities
Co-Authors . Haryanto . Rifka . Widodo . Widodo . Widodo Abdjad Asih Nawangsih ABDUL MUNIF Abdul Munif Adi Setyo Purnomo Agus Purwito Ahmad Fauzi Ridwan AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaedy Ahmad Sutopo ALI NURMANSYAH Ali Wafa Aloysius Rusae Amrullah, Rizki Abi Anas Dinurrohman Susila Andika Septiana Suryaningsih Andriani, Desta Angelica Nabilla Ahdy Anisa Nurkasanah Anjar Kartika Antonius Suwanto ARI SUSILOWATI Arif Ravi Wibowo Aris Tri Wahyudi Asniah Asniah Astuti Kurnianingsih Atit Kanti Atit Kanti Awang Maharijaya Ayu Aulya Nurmala Ayu Rahayu Baskoro Sugeng Wibowo Bayu Aji Krisandi Bonjok Istiaji Burhanudin Burhanudin Cahyani, Gesa Nur DADANG DADANG DAMAYANTI BUCHORI Daniel Happy Putra Darni Rambu D. Siala Dedi Fardiaz Dewa Gede Wiryangga Selangga Dewa Gede Wiryangga Selangga DEWI SARTIAMI Dewi Sukma Dhany Nukhaizal Azkiya DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Astuti DWI SUGIPRIHATINI Dyah Harianti Purnomo Efi Toding Tondok Eka Maulidiya, Sherly Eka Wijayanti Elis Nina Herliyana ENDANG MURNIATI Eryna Elfasari Rangkuti Evan P. Ramdan Fadillah Abdul Fatah Fadillah, Arvin Muhammad Fakhrusy Zakariyya Fany Juliarti Panjaitan Fariyanti, Anna Fazad, M. Haikhal Febbiyanti, Tri Rapani Firman Hidayat Fitri Kemala Sandra Fitriansyah, Muhammad Ramdhani Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto, Giyanto Halimah, Adedila Hanif, Andini HAPPY WIDIASTUTI Hari Priwiratama Harti, Heri Hendrastuti Hidayat, Sri Hendro Nurhadi HENY HERNAWATI Heny Setiyowati Heri Harti Hermanu Triwidodo Hidayat , Sri Hendrastuti I MADE ARTIKA I Made Sudiana I Made Sudiana I Nyoman Sumerta Idris Idris IKA DAMAYANTI Iman, Muhammad Ilham Nur Imaniasita, Vidya Indrapaksi, Tengku Ikhwan Alfajri Iskandar Z. Siregar Islah Hayati Ita Aprilia Ivone Oley Sumarauw Joni Hidayat, Joni Juang Gema Kartika Kartini Budiastuti Ketty Suketi Khairani Khairani Khamidi, Thamrin Khasanah Puspitaningtyas Khoirotul Afifah Kikin H Mutaqin Kristianto Nugroho Kristianto Nugroho Kudang Boro Seminar Kusuma Darma Kusuma Darma Lestari, Mutiara Dwi Lilik Retnowati Lina Herlina Lina Herlina Listihani, Listihani M. Miftahudin Masrukhin Masrukhin Mei Lita Fitriani Meity S Sinaga Meity S. Sinaga Meity S. Sinaga MEITY S. SINAGA, MEITY S. Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Memen Surahman Mohamad Rahmad Suhartanto Mufidah, Iftin Farekana Muhammad Arief Munady Muhammad Lukman Hakim, Muhammad Lukman Muhammad Miftahudin Napiudin Nazly Aswani Neo Endra Lelana nFN Khaerati Nika Ropiatningsuari Nur Alfi Saryanah Nur Khoiriyah Nurul Khumaida Nurul Khumaida Octaviani, Wulan Nur Octen Suhadi Phor Bho Ayuwati Pratama, Silvia Abdi Pratiwi, Astika Widhi Pratiwi, Tasya Resa Priyo Cahyono Puji Lestari Purnomo, Dyah Hariyanti Purwono Purwono, Purwono Putri, Lystiana Dewi Putro, Herdayanto Sulistyo RAHAYU WIDYASTUTI Ramdan, Evan Purnama Reflinur Reflinur Reflinur Reflinur Remaja Sitepu Rerenstradika T. Terryana Riana Jumawati Rika Estria Gurusinga Rina Mardiana Rizki Abi Amrullah Roedhy Poerwanto Rohmah, Alya Awinatul Roza Yunita Rustam, Rustam Rustiani, Ummu S. Said Abdullah Saiful Akhyar Lubis Saputra, Bubun Afif Hidayat Aziz Sari Nurulita Sarwititi Sarwoprasodjo Satya Nugroho Sherly Eka Maulidiya Silviana Arsyad Sima Elpani Siregar, Amelia Nani Sitti Eha Faihah Sitti Fadhilah Slamet Susanto Sobir Sobir SRI FATMAWATI Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Wening Sudarsono Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudradjat SUGENG SANTOSO Surya Rosa Putra, Surya Rosa Suryahadi Suryahadi Susanna Susanna SUSILOWATI1 SUSILOWATI1 Suwarno . Swastiko Priyambodo, Swastiko Tamrin Khamidi Tamrin Khamidi Tamrin Khamidi Tamrin Khamidi Teguh Iman Santoso Teguh Iman Santoso Titiek Siti Yuliani Toding Tondok, Efi Toga Pangihotan Napitupulu TRI ASMIRA DAMAYANTI Tri Rapani Febbiyanti Tri Rapani Febbiyanti, Tri Rapani Trikoesoemaningtyas Ummu S. Rustiani Ummu Salamah Rustiani Utami, Aditya Dyah Vinsen Willi Wardhana Wahyu, Bonny Poernomo Wartono Wartono Wati, Cheppy Wawan Setiawan Weni Wilia Widhayanti, Nur Ari Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Sari Winarso D. Widodo Winda Hidayatul Khairina Winda Ika Susanti Windah Meilanda Zulmi Yayu Siti Nurhasanah Yohana C Sulistyaningsih Yohana C Sulistyaningsih Yuli Fitriati Yuliawati YULIN LESTARI Yundari, Yundari Yuyun Andriyani Zahra Nurul Hidayah