p-Index From 2021 - 2026
5.816
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Buletin Agrohorti Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Fitopatologi Indonesia Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Jurnal Silvikultur Tropika (JST) Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Bioplante Bumi Lestari Agrikultura Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi Indonesian Journal of Agricultural Science Jurnal Hortikultura Jurnal AgroBiogen Jurnal Penelitian Tanaman Industri Pelita Perkebunan AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia BERITA BIOLOGI Jurnal Penelitian Karet JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Jurnal Penelitian Kelapa Sawit AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Jurnal Hexagro Agro Bali: Agricultural Journal Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Bioindustri Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) Jurnal Tanah dan Iklim Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Penyuluhan Pertanian Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat PERTANIAN TROPIK Sewagati Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Journal of Bioindustry
Claim Missing Document
Check
Articles

Detection and Characterization of Bunt Diseases in Imported Wheat Seed for Food Yuliawati; Wiyono, Suryo; Wahyu, Bonny Poernomo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 4 (2022): Juli 2022
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.18.4.160-166

Abstract

Penyakit bunt merupakan penyakit penting pada gandum (Triticum aestivum) yang disebabkan oleh cendawan Tilletia spp. Penyakit ini menjadi perhatian utama dalam perdagangan internasional karena dapat menurunkan kualitas dan kuantitas gandum. Genus Tilletia merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan karantina yang belum terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeteksi dan mengarakterisasi penyakit bunt pada biji gandum impor serta menguji viabilitasnya. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel dari kapal laut, deskripsi gejala penyakit bunt, deteksi dan identifikasi Tilletia spp. secara morfologi dengan cara washing test dilanjutkan uji viabilitas teliospora serta pengamatan suhu dan pengambilan sampel di instalasi pengolahan gandum pada mesin penggilingan gandum dan kulit ari gandum. Keberadaan cendawan Tilletia spp. dideteksi dengan mengamati biji gandum bergejala yang dicirikan berwarna cokelat hingga hitam pada sebagian hingga seluruh permukaan biji, biji menjadi kerdil serta malformasi. Hasil identifikasi ditemukan cendawan T. laevis. Cendawan ini tidak berkecambah pada semua suhu yang diujikan. Suhu pengamatan di instalasi pengolahan biji gandum ialah antara 48.5 ℃ dan 94.0 ℃, sedangkan pada mesin pengolah kulit ari gandum 48.6 ℃ dan 66.1 ℃. Teliospora cendawan ini ditemukan pada sampel gandum, tetapi tidak ditemukan pada sampel kulit ari gandum.
Suppression of Blast Disease in Rice Plants using Endophytic Fungus Nigrospora sp. Widodo, Widodo; Purnomo, Dyah Hariyanti; Giyanto; Wiyono, Suryo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.18.5.195-204

Abstract

Penyakit blas merupakan salah satu penyakit penting yang dapat menyebabkan kehilangan hasil pada tanaman padi. Pengendalian penyakit dengan menggunakan varietas tahan dan penggunaan fungisida masih belum efektif karena tingginya variasi genetik patogen blas, yaitu cendawan Pyricularia oryzae. Pengendalian hayati di antaranya menggunakan cendawan endofit diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menekan P. oryzae. Penelitian ini bertujuan menguji aplikasi perendaman dan penyemprotan cendawan endofit Nigrospora sp. dalam menekan penyakit blas. Percobaan dilakukan di dalam pot yang diletakkan di lapangan terbuka di Bogor dari bulan Februari sampai Oktober 2021. Aplikasi cendawan endofit yang diujikan meliputi perendaman benih, penyemprotan tajuk dan kombinasi keduanya. Sebagai pembanding digunakan tanaman yang diberi perlakuan fungisida berbahan aktif trisiklazol dan tanaman kontrol yang tidak diberi perlakuan. Pengamatan meliputi insidensi penyakit, keparahan penyakit dan kolonisasi cendawan endofit pada potongan daun. Meskipun insidensi penyakit mencapai 100% untuk semua perlakuan pada pengamatan terakhir (7 minggu setelah inokulasi), namun tingkat keparahannya tertekan oleh perlakuan Nigrospora sp. Cendawan endofit Nigrospora sp. mampu menekan keparahan penyakit blas daun sebesar 3.0%–25.3% dan blas leher sebesar 49.5%–61.6% jika dibandingkan dengan kontrol. Penekanan penyakit blas paling stabil mulai dari awal pengamatan sampai akhir pengamatan ditunjukkan oleh perlakuan kombinasi perendaman benih dengan penyemprotan Nigrospora sp. Kemampuan cendawan endofit dalam mengolonisasi tanaman padi pada perlakuan Nigrospora sp. berkisar 40.0%–55.6%.
Effectiveness of Various PGPR Lineage in Controlling White Rust Diseases and Growth Promotion of Chrysanthemum Wiyono, Suryo; Suryaningsih, Andika Septiana; Pratiwi, Astika Widhi
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.1.11-18

Abstract

Karat putih merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman krisan di Indonesia. Teknologi yang efektif untuk pengendalian penyakit ini di Indonesia tidak tersedia. Penelitian ini bertujuan menguji potensi lima galur (Pseudomonas diminuta P14, Bacillus firmus J8, Lysinibacillus fusiformis C71, AKBR, AKS) plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) untuk pengendalian penyakit karat putih yang disebabkan Puccinia horiana pada tanaman krisan di lapangan. Formulasi komersial Pseudomonas fluorescens dan Bacillus polymyxa dipilih sebagai pembanding. Percobaan dilakukan di lapangan dengan mengaplikasikan suspensi rizobakteri pada tanaman krisan. Semua galur PGPR yang diuji mampu menekan insidensi dan keparahan penyakit karat putih. PGPR galur Bacillus firmus J8 paling efektif menekan karat putih, sedangkan galur Lysinibacillus fusiformis C71 paling efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman krisan. Kelima galur rizobakteri dan formulasi komersial meningkatkan diameter bunga.
Combination of Biocontrol Agents to Control Shallot Disease in The Field Widodo, Widodo; Khamidi, Thamrin; Sobir, Sobir; Wiyono, Suryo; Suryaningsih, Andika Septiana
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 6 (2022): November 2022
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.18.6.248-254

Abstract

Produksi bawang merah di Indonesia menghadapi permasalahan hama dan penyakit yang berat. Penggunaan pestisida menjadi andalan petani hingga saat ini untuk pengendalian hama dan penyakit tersebut. Beberapa agens biokontrol hama dan patogen bawang merah terbukti efektif secara individual, namun belum terintegrasi di lapangan. Tujuan penelitian ialah mengevaluasi kombinasi agens biokontrol dengan efektivitas terbaik untuk menekan insidensi penyakit utama bawang merah di lapangan. Percobaan lapangan dilakukan di Tegal, Jawa Tengah, salah satu sentra penghasil bawang merah di Indonesia. Perlakuan yang diuji ialah kombinasi Fusarium nonpatogenik (FNP) + plant growth promoting rhizobacteria (PGPR)+ khamir antagonis (KA), FNP + KA, PGPR + KA, FNP+PGPR, fungisida sintetik, dan tanpa perlakuan (kontrol). Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok dengan empat ulangan sebagai blok. Semua perlakuan kombinasi agens pengendali hayati dan fungisida sintetik menunjukkan perbedaan nyata dengan perlakuan kontrol dalam menekan penyakit busuk batang (Fusarium oxysporum f. sp. cepae) dan bercak ungu (Alternaria porri), tetapi tidak berbeda nyata antarperlakuan. Produktivitas bawang merah dengan perlakuan agens pengendali hayati memiliki bobot umbi segar yang cukup tinggi. Tanaman dengan perlakuan agens hayati PGPR + KA dan FNP + PGPR memiliki bobot umbi segar yang paling tinggi di antara perlakuan agens pengendali hayati lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi agens pengendali hayati berpotensi menekan penyakit bawang merah di lapangan.
Resistance of Six Lines from Farmers against Bacterial Leaf Blight (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) Suryaningsih, Andika Septiana; Triwidodo, Hermanu; Wiyono, Suryo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 4 (2023): Juli 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.4.176-181

Abstract

Resistance of Six Lines from Farmers against Bacterial Leaf Blight (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae is a disease that detrimental to rice production in Indonesia. One effort to control the disease is to use BLB resistant varieties. This study aims to evaluate the development of bacterial leaf blight on six lines (TCIPB202101, TCIPB202102, TCIPB202103, TCIPB202104, TCIPB202105, and TCIPB202106) and two control varieties (Ciherang and Inpari 30). Green house experiment was conducted in Cikabayan Dramaga using artificial inoculation. The study was conducted by observing the incubation period, lesion length and disease intensity at 7 and 14 days after inoculation (DAI). The results showed that all the lines tested were resistant to BLB and had better resistance compared to the control varieties. The TCIPB202105 and TCIPB202106 lines had the best resistance response with an average disease intensity below 1%. Meanwhile, the TCIPB202101 and TCIPB202102 lines had the highest percentage of disease intensity although they are still considered as moderately resistant category.
Etiology of Anthracnose Disease on Shallots Caused by Colletotrichum gloeosporioides Amrullah, Rizki Abi; Wiyono, Suryo; Maharijaya, Awang; Purwito, Agus
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 5 (2023): September 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.5.206-214

Abstract

Penyakit antraknosa dapat terjadi pada seluruh fase pertumbuhan tanaman bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) dan belum diketahui proses perkembangannya serta karakteristik penyebabnya. Penelitian dilakukan untuk mempelajari etiologi penyakit antraknosa yang meliputi perkembangan gejala, periode inkubasi dan karakteristik patogen melalui pengujian secara in vivo dan in planta. Awal gejala ialah munculnya bercak putih yang kemudian membesar hingga menyebabkan jaringan mati. Gejala khas yang ditimbulkan ialah adanya pola konsentris berwarna jingga kecokelatan pada bercak dan memiliki periode inkubasi 2-4 hari. Karakteristik morfologi koloni patogen berwarna putih, konidium berbentuk silindris, hifa bersekat. Karakter lain ditandai dengan keberadaan aservulus dan setae. Patogen yang diidentifikasi secara molekuler menunjukkan 99.51% homologi dengan Colletotrichum gloeosporioides aksesi KT390192.1 dari China yang berasal dari tanaman tembakau.
Aktivitas Anticendawan Ekstrak Kecombrang Terhadap Colletotrichum acutatum pada Cabai Rawit: Antifungal Activity of Torch Ginger Extract Against Colletotrichum acutatum on Cayenne Pepper Imaniasita, Vidya; Wiyono, Suryo; Damayanti, Tri Asmira
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 20 No. 4 (2024): Juli 2024
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.20.4.204-216

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman rempah tradisional yang banyak dimanfaatkan sebagai antimikrob dalam dunia medis di Indonesia. Namun, potensi kecombrang sebagai fungisida nabati dalam fitopatologi perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian bertujuan menguji aktivitas anticendawan ekstrak rimpang dan daun kecombrang dalam pelarut metanol dan etanol terhadap Colletotrichum acutatum. Pengujian secara in vitro ekstrak kecombrang dilakukan dengan teknik peracunan medium dengan lima taraf konsentrasi. Parameter yang diamati diameter koloni, sporulasi, dan perkecambahan konidium. Pengujian secara in vivo dilakukan pada buah cabai rawit dengan parameter yang diamati masa inkubasi, insidensi dan keparahan penyakit, serta keefektifan perlakuan. Di antara konsentrasi yang diuji, ekstrak metanol daun kecombrang pada konsentrasi 2.5% menunjukkan konsentrasi paling baik dalam menekan pertumbuhan, sporulasi dan perkecambahan konidium C. acutatum dengan keefektifan berturut-turut 66.2%, 99.8%, and 100% dibandingkan perlakuan lainnya. Pengujian secara in vivo pada buah cabai rawit menunjukkan ekstrak metanol daun kecombrang pada konsentrasi 2.5% mampu menghambat pertumbuhan C. acutatum, sedangkan pada konsentrasi 4.8% mampu memperpanjang masa inkubasi, menurunkan insidensi dan keparahan penyakit secara nyata dengan keefektifan berturut-turut 88.4% dan 96% dibandingkan kontrol dan perlakuan lainnya. Aktivitas anticendawan ekstrak metanol daun kecombrang terhadap infeksi C. acutatum disebabkan kandungan senyawa fenol yang tinggi. Penelitian ini membuktikan potensi ekstrak metanol daun kecombrang sebagai fungisida nabati yang mampu menekan infeksi C. acutatum khususnya pada buah cabai rawit pascapanen.
Diversity of Colletotrichum Species Assosiated with Imported Citrus Fruits, and their Potential to Infect Chili, Rubber, and Cacao Trees in Indonesia: Diversity of Colletotrichum Species Assosiated with Imported Citrus Fruits, and their Potential to Infect Chili, Rubber, and Cacao Trees in Indonesia Hidayat, Joni; Hidayat, Sri Hendrastuti; Wiyono, Suryo; Widodo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 20 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.20.3.140-153

Abstract

Spesies Colletotrichum telah banyak dilaporkan sebagai agens penyebab penyakit antraknosa pada tanaman jeruk. Importasi buah jeruk dari beberapa negara produsen ke Indonesia berpotensi membawa masuk spesies Colletotrichum yang belum dilaporkan terdapat di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi spesies Colletotrichum yang terbawa melalui impor jeruk dan mengevaluasi potensinya menginfeksi tanaman hortikultura dan perkebunan penting di Indonesia. Sebanyak 7 isolat Colletotrichum diisolasi dari buah jeruk impor asal Cina, Pakistan dan jeruk lokal asal Indonesia. Isolat-isolat Colletotrichum tersebut diamati karakter morfologi dan molekulernya serta patogenisitasnya pada tanaman jeruk, cabai, karet, dan kakao. Analisis filogenetik dilakukan dengan metode analisis multilokus gen (multilocus sequence analysis) dengan mengombinasikan lokus gen ITS, ACT, TUB2, dan GAPDH. Identifikasi isolat Colletotrichum menghasilkan satu spesies grup C. boninense kompleks spesies (C. karstii), 3 spesies grup C. gloeosporioides kompleks spesies (C. fructicola, C. gloeosporioides sensu stricto, dan C. siamense). Isolat Colletotrichum asal jeruk Indonesia diidentifikasi sebagai C. gloeosporioides s.s. Strain C. fructicola mampu menginfeksi cabai, sedangkan strain C. karstii menginfeksi cabai, dan kakao. Strain C. gloeosporioides s.s. dan C. siamense memiliki kisaran inang yang lebih luas yaitu cabai, karet, dan kakao. Beberapa spesies Colletotrichum yang terbawa oleh buah jeruk impor berpeluang menjadi patogen pada beberapa tanaman penting di Indonesia, yaitu cabai, karet, dan kakao.
Diseminasi Kumbung Jamur Tiram dan Alat Pengontrol Kelembapan Otomatis pada Kelompok Tani Jempolan Surabaya Purnomo, Adi Setyo; Nurhadi, Hendro; Hakim, Muhammad Lukman; Putro, Herdayanto Sulistyo; Putra, Surya Rosa; Fatmawati, Sri; Rohmah, Alya Awinatul; Pratama, Silvia Abdi; Khoiriyah, Nur; Widhayanti, Nur Ari; Octaviani, Wulan Nur; Wiyono, Suryo; Pratiwi, Tasya Resa; Halimah, Adedila; Iman, Muhammad Ilham Nur; Indrapaksi, Tengku Ikhwan Alfajri; Fazad, M. Haikhal; Mufidah, Iftin Farekana
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.902

Abstract

Jamur tiram (Pleorotus ostreatus) merupakan jenis jamur yang banyak dikonsumsi dan permintaannya sedang meningkat. Kelompok Tani Jempolan yang berada di Kel. Lontar, Sambikerep, Surabaya sudah sejak lama memproduksi jamur tiram. Dalam pertumbuhannya, jamur ini memerlukan perawatan yang khusus, dimana media dan lingkungannya harus ideal supaya pertumbuhan jamur maksimal. Penyediaan kumbung sebagai media pertumbuhan jamur merupakan faktor yang penting. Akan tetapi, kumbung jamur kelompok tani jamur Jempolan sendiri masih dinilai belum memenuhi standar, dimana kondisi kumbung menggunakan rangka kayu dan bambu sudah mulai rapuh dan tidak layak. Selain itu juga muncul kesulitan para petani jamur untuk menghitung kelembaban kumbung jamur. Hal tersebut menyebabkan keadaan kumbung jamur yang seharusnya memiliki kelembaban konstan menjadi tidak teratur kelembabannya yang berdampak pada terkontaminasinya baglog oleh bakteri lain dan mengakibatkan kegagalan panen. Tim Abmas ITS telah membuat diseminasi kumbung jamur dan alat pengontrol kelembaban sehingga mampu menontrol kelembaban kumbung dengan baik. Alat tersebut telah menggunakan prinsip autosensor yang mampu menyemprotkan air sesuai kondisi kelembaban kumbung jamur secara efektif dan efisien. Tim telah melakukan serah terima kumbung jamur dan alat pengontrol kelembaban kepada mitra yang dapat memberikan dampak optimasi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas produksi jamur tiram. Kegiatan ini diharap dapat menyempurnakan budidaya jamur tiram mitra.
PENGGUNAAN AGENS BIOKONTROL Bacillus polymyxa DAN Trichoderma harzianum UNTUK PENINGKATAN MUTU BENIH CABAI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA* Siregar, Amelia Nani; Ilyas, Satriyas; Fardiaz, Dedi; Murniati, Endang; Wiyono, Suryo
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.268 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v2i2.228

Abstract

Biological seed treatment using B. polymyxa BG25 and T. harzianum Th05 is one ofefforts to improve seed quality and health in order to carry the seed to many places withoutspreading seedborne diseases. This study aimed to improve physical and physiological seedquality and seed health of hot pepper (Capsicum annuum L.) seed as well as eliminateseedborne pathogen caused by antracnose disease (C. capsici). The result indicates that seedtreatment with film coating carrying B. polymyxa and T. harzianum can improve physical seedquality (seeds are more attractive color and shining), physiological quality (increase ofgermination capacity, vigor index, maximum growth potential, uniform growth and dry weightof normal germination) and can reduce of percentage of C. capsici in surface or inside hotpepper seed. This method can be used to protect hot pepper seed and prevent from spreadingseedborne disease.
Co-Authors . Haryanto . Rifka . Widodo . Widodo . Widodo Abdjad Asih Nawangsih ABDUL MUNIF Abdul Munif Adi Setyo Purnomo Agus Purwito Ahmad Fauzi Ridwan AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaedy Ahmad Sutopo ALI NURMANSYAH Ali Wafa Aloysius Rusae Amrullah, Rizki Abi Anas Dinurrohman Susila Andika Septiana Suryaningsih Andriani, Desta Angelica Nabilla Ahdy Anisa Nurkasanah Anjar Kartika Antonius Suwanto ARI SUSILOWATI Arif Ravi Wibowo Aris Tri Wahyudi Asniah Asniah Astuti Kurnianingsih, Astuti Atit Kanti Atit Kanti Awang Maharijaya Ayu Rahayu Baskoro Sugeng Wibowo Bayu Aji Krisandi Bonjok Istiaji Burhanudin Burhanudin Cahyani, Gesa Nur DADANG DADANG DAMAYANTI BUCHORI Daniel Happy Putra Darni Rambu D. Siala Dedi Fardiaz Dewa Gede Wiryangga Selangga Dewa Gede Wiryangga Selangga DEWI SARTIAMI Dewi Sukma Dhany Nukhaizal Azkiya DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Astuti DWI SUGIPRIHATINI Dyah Harianti Purnomo Efi Toding Tondok Eka Maulidiya, Sherly Eka Wijayanti Elis Nina Herliyana ENDANG MURNIATI Eryna Elfasari Rangkuti Evan P. Ramdan Fadillah, Arvin Muhammad Fakhrusy Zakariyya Fany Juliarti Panjaitan Fariyanti, Anna Fatah, Fadillah Abdul Fazad, M. Haikhal Febbiyanti, Tri Rapani Firman Hidayat Fitri Kemala Sandra Fitriansyah, Muhammad Ramdhani Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto, Giyanto Halimah, Adedila Hanif, Andini HAPPY WIDIASTUTI Hari Priwiratama Harti, Heri Hendrastuti Hidayat, Sri Hendro Nurhadi Heny Setiyowati Heri Harti Hermanu Triwidodo Hidayah, Zahra Nurul Hidayat , Sri Hendrastuti I MADE ARTIKA I Made Sudiana I Made Sudiana I Nyoman Sumerta Idris Idris IKA DAMAYANTI Iman, Muhammad Ilham Nur Imaniasita, Vidya Indrapaksi, Tengku Ikhwan Alfajri Iskandar Z. Siregar Islah Hayati Ita Aprilia Ivone Oley Sumarauw Joni Hidayat, Joni Juang Gema Kartika Kartini Budiastuti Ketty Suketi Khairani Khairani Khairina, Winda Hidayatul Khamidi, Thamrin Khoirotul Afifah Kikin H Mutaqin Kristianto Nugroho Kristianto Nugroho Kudang Boro Seminar Kusuma Darma Kusuma Darma Kusumah, Yayi Munara Lestari, Mutiara Dwi Lilik Retnowati Lina Herlina Lina Herlina Listihani, Listihani M. Miftahudin Masrukhin Masrukhin Mei Lita Fitriani Meity S Sinaga Meity S. Sinaga Meity S. Sinaga MEITY S. SINAGA, MEITY S. Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Memen Surahman Mohamad Rahmad Suhartanto Mufidah, Iftin Farekana Muhammad Arief Munady Muhammad Lukman Hakim, Muhammad Lukman Muhammad Miftahudin Nanta, Wahyu Ridwan Napiudin Nazly Aswani Neo Endra Lelana nFN Khaerati Nika Ropiatningsuari Nur Alfi Saryanah Nur Khoiriyah Nurmala, Ayu Aulya Nurul Khumaida Octaviani, Wulan Nur Parida, Ida Phor Bho Ayuwati Pratama, Silvia Abdi Pratiwi, Astika Widhi Pratiwi, Tasya Resa Priyo Cahyono Puji Lestari Purnomo, Dyah Hariyanti Purwono Purwono, Purwono Puspitaningtyas, Khasanah Putri, Lystiana Dewi Putro, Herdayanto Sulistyo RAHAYU WIDYASTUTI Ramdan, Evan Purnama Reflinur Reflinur Reflinur Reflinur Remaja Sitepu Rerenstradika T. Terryana Riana Jumawati Rika Estria Gurusinga Rina Mardiana Rizki Abi Amrullah Roedhy Poerwanto Rohmah, Alya Awinatul Roza Yunita Rustam, Rustam Rustiani, Ummu S. Said Abdullah Saiful Akhyar Lubis Saputra, Bubun Afif Hidayat Aziz Sari Nurulita Sarwititi Sarwoprasodjo Satya Nugroho Sherly Eka Maulidiya Silviana Arsyad Sima Elpani Siregar, Amelia Nani Sitti Eha Faihah Sitti Fadhilah Slamet Susanto Sobir Sobir SRI FATMAWATI Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Wening Stephanie Stephanie Sudarsono Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudradjat Suhadi, Octen Sukmana, Andra Sahab Surya Rosa Putra, Surya Rosa Suryahadi Suryahadi Susanna Susanna SUSILOWATI1 SUSILOWATI1 Suwarno . Swastiko Priyambodo, Swastiko Tamrin Khamidi Tamrin Khamidi Tamrin Khamidi Tamrin Khamidi Teguh Iman Santoso Teguh Iman Santoso Titiek Siti Yuliani Toding Tondok, Efi Toga Pangihotan Napitupulu TRI ASMIRA DAMAYANTI Tri Rapani Febbiyanti Tri Rapani Febbiyanti, Tri Rapani Trikoesoemaningtyas Ummu S. Rustiani Ummu Salamah Rustiani Utami, Aditya Dyah UTUT WIDYASTUTI Vinsen Willi Wardhana Wahyu, Bonny Poernomo Wartono Wartono Wati, Cheppy Wawan Setiawan Weni Wilia Widhayanti, Nur Ari Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Sari Winarso D. Widodo Winda Ika Susanti Windah Meilanda Zulmi Yayu Siti Nurhasanah Yohana C Sulistyaningsih Yohana C Sulistyaningsih Yuli Fitriati Yuliawati YULIN LESTARI Yundari, Yundari Yuyun Andriyani