Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Manajemen Sekolah sebagai Lingkungan Belajar dalam Pembentukan Civic Disposition Randy Michael Karepouwan; Sjamsi Pasandaran; Theodorus Pangalila; Paulus Robert Tuerah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4959

Abstract

Sekolah sebagai lingkungan belajar formal memiliki tanggung jawab dalam pembentuk civic disposition siswa ditengah kemajuan iptek yang begitu pesat. Penenlitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang optimalisasi manajemen sekolah sebagai lingkungan belajar dalam pembentukan civic disposition di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, siswa dan orang tua.  Hasil penelitian menunjukan bahwa  pengoptimalisasian manajemen sekolah sebagai lingkungan belajar dalam bembentukan civic dispositon di sekolah terlaksana melalui kegiatan di dalam kelas dan luar kelas yaitu dalam pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai Pancasila dan pembiasaan penanaman nilai-nilai karakter nasionalisme dan religius pada kegiatan ibadah pagi, upacara bendera, serta ekstrakurikuler. Selanjutnya faktor pendukung dalam pengoptimalisasian tersebut adalah sistem sekolah, fasilitias sekolah, koordinasi serta kerjasama yang baik antar guru mata pelajaran dan pembimbing, serta adanya RPP. Namun dalam pelaksanaanya ditemukan factor penghambat yaitu rendahnya motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam kegiatan di luar kelas, dan kurangnya pengalaman atau contoh nyata dalam lingkungan keseharian yang dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran dalam proses pemahaman siswa terhadap materi. Optimalisasi manajemen sekolah sebagai lingkungan belajar dalam pembentukan civic disposition di SMA Katolik Karitas Tomohon belum berjalan secara maksimal.
Persepsi Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar Shelty D.M Sumual; Paulus Tuerah; Henny B.A Kiriweno; Dafrosa Pandey
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 9 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8000475

Abstract

The purpose of this study was to determine the principal's perception of teacher competence in the learning process of the independent curriculum. This research method uses quantitative descriptive research, with the survey method. From the data obtained, it can be concluded that elementary schools in Tomohon City can be categorized as schools that are ready to implement the independent learning curriculum, this can be seen based on the results of the study, namely the principal's perception of teacher competence in the learning process of the independent learning curriculum based on competency indicators, both indicators of pedagogical competence, social competence, professional competence and personality competence, all four indicators are in the very good category according to the principal's perception.
LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN DALAM MEMBENTUK JIWA KEPEMIMPINAN PENGURUS OSIS SMA NEGERI 7 MANADO Gloria Ester Verelin Walewangko; Ayu Lestari; Josly Jacob Tintingon; Paulus Robert Tuerah; Shelty Sumual
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.219 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v10i1.352

Abstract

Kepemimpinan menjadi satu kompetensi yang harus di miliki seseorang. Kepemimpinan tidak hanya diperlukan dalam berorganisasi tapi dalam hal paling kecil yaitu memimpin diri sendiri mencapai tujuan hidup dibutuhkan jiwa kepemimpinan dari pribadi tersebut. Salah satu tujuan sekolah adalah mempersiapkan peserta didik mempunyai jiwa kepemimpinan terlebih para pengurus OSIS yang juga berperan penting menjalankan organisasi sekolah. Latihan dasar kepemimpinan adalah salah satu upaya sekolah untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan siswa. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui apa saja yang siswa terima dalam latihan dasar kepemimpinan dan bagaimana ilmu dari kegiatan ini berdampak bagi peserta, OSIS dan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan LDK di SMA N 7 Manado adalah kegiatan yang bertujuan mempersiapkan anggota OSIS untuk memiliki jiwa kepemimpinan agar mampu menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS dan dapat menjadi contoh bagi siswa lain. Peserta dibekali dengan pengetahuan tentang karakter kepemimpinan, kedisipllinan, cara berorganisasi, nilai-nilai kebangsaan dan cinta lingkungan. Melalui kegiatan ini pengetahuan yang diterima menjadi bekal para peserta untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dalam menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS dan menjadi dampak positif bagi sekolah dengan memberikan teladan bagi para siswa lain.
Interaksi sosial antara mahasiswa pemeluk Agama Kristen dengan mahasiswa pemeluk Agama Islam di lingkungan FISH Unima Paulus Robert Tuerah; Puteri Dewi Sari Pinem; Romi Mesra
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p653-666

Abstract

The purpose of this study was to find out the forms and inhibiting factors of social interaction between Christian and Muslim students at FISH Unima. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that Christian and Muslim students had a good relationship. They put forward a high attitude and tolerance by accepting and appreciating the differences that exist. (1) the forms of interaction that exist between Christian and Muslim students are associative and dissociative. The form of cooperation is established in intercurricular and extracurricular activities. The form of accommodation is that they mutually prevent disputes and conflicts from occurring with an attitude of tolerance while the dissociative form is in the form of competition in academic terms, (2) as for the inhibiting factors in interactions between Christian and Muslim students. Internal factors are introverted, introverted, shy and insecure as well as the views of Christian students who say Islamic students seem fanatical and language differences are also an obstacle to the interaction process between the two. External factors, namely behavior and unfavorable responses from Islamic students when asked to communicate by Christian students and Islamic students tend to limit themselves to socializing. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk dan faktor penghambat interaksi sosial antar mahasiswa beragama Kristen dan Islam di FISH Unima. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa beragama kristen dan islam menjalin hubungan yang baik. Mereka sangat mengedepankan sikap dan rasa toleransi yang tinggi dengan menerima dan menghargai perbedaan yang ada. (1) bentuk-bentuk interaksi yang terjalin antara mahasiswa kristen dan islam bersifat asosiatif dan disosiatif. Bentuk kerja sama terjalin dalam kegiatan interakurikuler dan ekstrakurikuler Bentuk akomodasi yaitu mereka saling mencegah terjadinya pertikaian dan pertentangan dengan sikap toleransi sedangkan bentuk disosiatif berupa kompetisi dalam hal akademik, (2) adapun faktor penghambat dalam interaksi antara mahasiswa kristen dan islam. Faktor internal yaitu sifat introvert, tertutup, rasa malu dan tidak percaya diri serta adanya pandangan dari mahasiswa kristen yang mengatakan mahasiswa islam terkesan fanatik dan perbedaan bahasa juga menjadi kendala proses interaksi antara keduanya. Faktor eksternal yaitu perilaku dan respon yang kurang baik dari mahasiswa islam ketika diajak berkomunikasi oleh mahasiswa kristen dan mahasiswa islam cenderung membatasi diri untuk bergaul.
Kepemimpinan Karismatik Era Digital Hetwi Marselina Saerang; Shelty Deity Meity Sumual; Paulus Robert Tuerah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ungkapan bijak “setiap masa ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada masanya”. Kita dapat mengartikannya bahwa tidak ada model atau karakteristik kepemimpinan yang berlaku abadi atau selamanya sepanjang masa. Maksudnya pada situasi tertentu dibutuhkan model atau karakteristik pemimpin tertentu yang boleh jadi berbeda pada situasi yang lain. Secara historis sudah banyak riset yang mengungkap karakteristik pemimpin yang baik (good leader) atau pemimpin efektif (effective leader). Disebutkan beberapa karakteristik tersebut di antaranya adalah kejujuran, integritas, kompeten, menginspirasi, visioner, kapasitas pengambil keputusan, komunikatif, penyelesai masalah, berpikir strategis, dan karismatik. Namun, pada era digital saat ini di mana perubahan terjadi begitu cepat, dinamis dan sukar ditebak, ada beberapa karakteristik tertentu yang lebih dibutuhkan agar pemimpin sukses menghadapi tantangan yang ada. Profil kepemimpinan yang dibutuhkan dalam situasi ini adalah kepemimpinan yang berkarismatis. Pemimpin karismatik yang mampu menangkap peluang dan mengantisipasi perubahan dengan cepat dan tepat.
Pelatihan Kewirausahaan Bagi Siswa Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila Di SMP Negeri 2 Airmadidi, Sulawesi Utara Shelty D.M Sumual; Paulus Tuerah; Rotua Hutagalung; Lenny W E Awuy; Ricky Workala
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5524

Abstract

Dewasa Projek penguatan profil pelajar Pancasila yang diluncurkan kemendikbud  merupakan sarana pencapaian profil pelajar Pancasila yang membuka peluang dan kesempatan kepada peserta didik  untuk menggali ilmu  pengetahuan sebagai proses penguatan karakter  dari lingkungan sekitarnya. Kewirausahaan menjadi salah satu tema kurikulum merdeka terkait dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila dimana salah satu kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yaitu bagaimana memiliki jiwa kewirausahaan ( entrepreneurship) yang kuat akan nilai nilai kejujuran, kreatifitas, dan disiplin. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Airmadidi dengan tahapan dimulai dari survey awal, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini dimulai dari pemberian materi tentang kewirausahaan, diskusi, serta praktik sederhana  pembuatan kue tradisional. Para siswa sangat antusias dan berperan aktif mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat  ini. Melalui kegiatan ini peserta didik diharapkan lebih terbuka, berpikir kritis dan mampu melihat dan menciptakan pelaung kreatif untuk menghasilkan ide ide inovatif agar dapat mencapai hasil terbaik yang dilandasi dengan kejujuran dan tanggung jawab sesuai profil pelajar Pancasila
Kepemimpinan Pendidikan Di Sekolah Menengah Pertama Di Kabupaten Minahasa Tenggara Jelly Maria Lembong*; Paulus Robert Tuerah; Shelty D. M. Sumual
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25042

Abstract

Kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, mengkoordinasikan dan menggerakkan orang lain yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan, agar  tujuan pendidikan atau sekolah tercapai secara efektif dan efisien. Agar tujuan sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, kepala sekolah memerlukan kepemimpinan yang efektif. Ada tujuh kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang  efektif: (1)  visi yang jelas, (2)  harapan yang tinggi untuk berprestasi; (3) memprogram dan memberikan umpan balik yang positif dan konstruktif, (4) mendorong penggunaan waktu yang efektif, (5) menggunakan berbagai sumber belajar, (6) memantau kemajuan siswa baik secara individu maupun kelompok, (7) membuat penilaian dan  berkesinambungan. Peningkatan.
Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri 2 Kema Paulus R Tuerah*; Deissy W. Rau; Samsudin Hou; Ernny N. Tangkudung; Yunike Paulus; Sitti A. Da’u
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25330

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen penting dalam setiap organisasi dibandingkan dengan elemen lain seperti modal dan teknologi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa manusia merupakan pengendali dari elemen-elemen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia di SD Negeri 2 Kema dan bagaimana hal tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik non-statistik dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis interaktif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia di SD Negeri 2 Kema secara positif mempengaruhi pencapaian program dan visi misi sekolah. Faktor-faktor dalam pengelolaan sumber daya manusia berkontribusi pada dampak positif tersebut. Meskipun terdapat beberapa faktor penghambat, namun semuanya dapat diatasi.
Edukasi Tentang Sampah Plastik Sebagai Implementasi Penguatan Kurikulum Merdeka di SD Inpres Pangu Kecamatan Ratahan Paulus Tuerah; Shelty Sumual; Laura Sumampouw; Meylan Rumengan; Elce Gina
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5734

Abstract

Abstrak Kurikulum Merdeka merupakan suatu terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna menyiapkan sumber daya manusia yang siap menjawab tantangan masa depan. Dalam Kurikulum Merdeka, bukan hanya kecerdasan yang diutamakan namun juga karakter sesuai nilai nilai Pancasila. Salah satu ciri utama pelajar Pancasila adalah kreatif. Implementasi merdeka belajar pada tingkat sekolah dasar dengan pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual seperti kebersihan lingkungan dan pemanfaatan sampah plastik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai persoalan sampah dan pengolahan sampah plastic secara sederhana, sebagai implementasi dari kurikulum merdeka.  Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas V SD Inpres Pangu Kecamatan Ratahan dan didampingi sebagian guru. Metode pelaksanaan terdiri dari survey awal, penyuluhan dan praktek pembuatan ornamen dari sampah botol plastik. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang sampah dan lingkungan hidup dan terjadi peningkatan  keterampilan pembuatan ornament sekolah dari bahan sampah botol plastik.
KAJIANSOSIAL-EKONOMI UMKM "WIRELESS FIDELITY (WIFI)" DI PERUM MAESA UNIMA Romi Mesra; Manuel E. Korompis; Paulus R Tuerah
Jurnal Riset Entrepreneurship Vol 6 No 2 (2023): (Edisi Agustus) Volume 6, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jre.v6i2.6007

Abstract

The purpose of this research is to examine the socioeconomic wireless fidelity (wi-fi) company as one of Perum Maesa Unima's SMEs. The qualitative research technique utilized in this study, also known as scientific research, is research that does not include computations and emphasizes the natural character of data sources. The most significant and fundamental analysis in employing qualitative data, according to Miles and Huberman, is data reduction, presentation, and conclusion. Data collecting methods such as observation, interviews, and documenting. The findings of this study show that students require the internet, that SMEs profit from students as Wi-Fi users, and that students must adapt to the internet as part of the learning process in higher institutions.
Co-Authors Afrinal Afrinal Afrinal, Afrinal Anggriani Sangkoy Ansela Riantung Ansyu, Sudirman Ante, Lady D Apada, Magfira Satya Apeles Lexi Lonto, Apeles Lexi Audi Korengkeng Awuy, Lenny Wunoy Elisabeth Ayu Lestari Bagit, Vidya Basran, Basran Dafrosa Pandey Damar, Hanrice Agustina Da’u, Sitti A. Deissy W. Rau Domensili, Christina Elce Gina Elisabet Sianturi Elni Usoh Ernny N. Tangkudung Esther A.P. Mogonta ferdinand kerebungu Fransisca Leonitha Rasu Frenki Batas Friska F. Liando Gea, Melvin Hariyanti Gloria Ester Verelin Walewangko Hamsah Hamsah Hence Pantouw Hendrasari Rawung Hendro Maxwell Sumual Hengkeng, Nelson Henny B.A Kiriweno Henry Noch Lumenta Henry Wansaga Hetwi Marselina Saerang Hou, Samsudin Hutapea, Yeni Tria Ida Bagus Weda Wigena Inggrid Fransiska Kaunang Itje Pangkey Jeffry Sony Junus Lengkong Jelly Maria Lembong* Jenie Posumah Josly Jacob Tintingon Kakomole, Imelda Kaksim Kalangie, Tresia Cornella Kapoh, Defnny Christin Karamoy, Claudya Karundeng, Ferry Katiandagho, Deasy V. Katili, Suparni Katuuk, Ariel Ferdinand Katuuk, Dessy Trully Caterine Korompis, Manuel Vidi Korompot, Sudarmin Kumajas, Merry Lenda Lamantu, Ivana Angela Lantang, Dani Lantang, Rofie Laura Sumampouw Lembong, Jelly Maria Lenny W E Awuy Leonita Kolang Limbu Pasang Malonda, Natalia Livindi Manueke, Ester Manuel E. Korompis Maria Lembong*, Jelly Marlina Manimbage Marlina Terok Maukar, Merry Emilya Christine Maxi Tendean Meike Imbar Meiske Lasut Melissa Patricia Tuerah Melvin Hariyanti Gea Merry Lenda Kumajas Mewoh, Angeline Lasya Meylan Rumengan Miftahul Jannah Mokoagow, Ria Risnawaty Montolalu, Steven Muhammad Fajar Hidayat Muhammad Hidayat Najoan, Yunita Angelin Ngumarno . Ngumarno, Jayus Nirmalasari Nirmalasari Nonis, Nonis Nova Diane Jacob Onsu, Fadly Claudio Pattisamallo, Novita Patylima, Jesika Berta Paulus, Yunike Piri, Meiske Feiny Sialom Podun, Elce Gina, Beatrix J. Pontoh, Leydi F. Puteri Dewi Sari Pinem Randy Michael Karepouwan Rau, Deissy W. Repi, Fransisca Retor, Wanda Melisa Guendoline Riantung, Ansela Ricky Workala Ricky Workala Romi Mesra Rondonuwu, Arter Roos M. S. Tuerah Roring, Venny Y Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Rotua Hutagalung Rumondor, Susana Silvia Rus Yandi Ruth Sriana Umbase Sakura, Hamdan Salem, Veronike E.T Samahati, Susan Stefania Samalo, Dodi Christofel Samsudin Hou Sara Djontar Saselah, Siska Sem Roly Rumaagit Shelty D. M. Sumual Shelty D. M. Sumual Silaban, Dorna L. Silow, Susanti Singal, Cicilia Indry Sitti A. Da’u Sjamsi Pasandaran Sudirman Muhammadiyah Sufitriyono, Sufitriyono Sultan, Habibi Suma, Elfira Yesy Sumaa, Nur Afny Sumilat, Meiny Conny Sumual, Tinneke E. M. Syarifuddin , Didin Tangkudung, Ernny N. Taroreh, Olvian Terry , Hetreda Theo Chanra Merentek Theodorus Pangalila Tinneke Evie Meggy Sumual Toar, Rendy Christian Toar, Stevanie F. Tooy, Olivia Agustine Tulangow, Yersi F Tumilantouw, Nicky Marselina Tuturoong, Yunita Veronike E.T Salem Vidi E. Korompis Waldi, Atri Waldi, Atri Wangi, Badriah Watania, Rietha Welky Karauwan Wibowo, Arif Sobirin Xaverius Erick Lobja Yandi, Rus Yenni Melia Yohanis Rampo Yudi B. Londa Yunike Paulus Yunike Sulistyosari