p-Index From 2021 - 2026
10.822
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Sains Dasar KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Harmonia: Journal of Research and Education Indonesian Journal of Conservation Abdimas English Review: Journal of English Education Mimbar Sekolah Dasar JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Arty: Jurnal Seni Rupa Catharsis Eduarts: Journal of Arts Education Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Eduscience (JES) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya The International Journal of Politics and Sociology Research Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Community Empowerment Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Pendidikan Sultan Agung Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kurnia Mengabdi (jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Catharsis Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora ALSYSTECH Journal of Education Technology Multidisciplinary Indonesian Center Journal Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Aesthetic Study of the function of Damar Kurung Crafts Gresik District Anita Hidayati; Syakir Syakir; Eko Sugiarto
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6813

Abstract

Damar Kurung adalah lampion kayu berbentuk segi empat dengan sudut menyerupai segi tiga di bagian atasnya dan keempat sisinya berhiaskan lukisan. Merupakan akulturasi budaya Jawa, Thionghoa, Arab.. Pembuat Damar Kurung terakhir di Gresik adalah Sriwati Masmundari (Januari 1904 – 25 Desember 2005). Damar kurung pernah diambang kepunahan, namun Tahun 2017 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui estetika kerajinan Damar Kurung dari segi fungsi. Keterkaitan antara seni tradisi dengan tradisi lain sehingga dapat tetap eksis.Penelitian ini menggunakan penelitian multidisiplin dengan pendekatan antropologi dan budaya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara, 10 sample narasumber masyarakat Gresik, Budayawan komunitas Mata Segar dan 2 Guru di Sekolah Dasar Negeri 4 Petrokimia Gresik dan Taman Kanak-Kanak Insanuz- Ziyan..Teknik analisis data dengan cara reduksi data, mengolah data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Hasil yang didapatkan fungsi awal Damar Kurung adalah sebagai penerang/ lampu, dengan adanya perkembangan zaman maka muncul fungsi lain. Fungsi tersebut: (1) Damar kurung sebagai Ikon Kabupaten Gresik, (2) Damar kurung sebagai fungsi estetik, (3) Kerajinan Damar Kurung Sebagai Identitas Masyarakat Kabupaten Gresik, (4) Damar kurung sebagai fungsi Informasi,(5) Damar kurung sebagai muatan lokal dalam dunia pendidikan. Kata Kunci: Damar kurung, Estetika fungsi, Ikon.
Visual Arts Learning Management Based on Local Potential at SMP Negeri 1 Bergas Rizal Sofyana Fatahillah; Eko Sugiarto; Tjetjep Rohendi Rohidi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7489

Abstract

Abstract Regional potential is a valuable resource in the development of Visual arts. One of the functions of education is as an effort to preserve the traditional nature of culture. Implementing arts education based on local potential requires good management. SMP Negeri 1 Bergas utilizes local potential in Semarang Regency as an object in creating paintings. The objectives of this research include: (1) Analyzing the role of local potential in Visual arts education, (2) understanding the management process and implementation of local potential-based Visual arts learning, and (3) identifying obstacles and opportunities. This research is qualitative research, using observation, interview and document study data acquisition methods. This research found that local potential can be utilized as a drawing object to train students' sensitivity to the environment. Art education management is carried out in the form of preparing lesson plans, implementing drawing lessons with teacher guidance from the sketching process to coloring, as well as providing feedback, to produce output in the form of drawing works. This learning is supported by qualified teachers and is hampered by limited costs and student discipline.. Keywords: Management, Learning, Drawing, Local Potential. Abstrak Potensi daerah merupakan sumber daya yang berharga dalam pengembangan seni rupa. Salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai upaya pelestarian sifat tradisional kebudayaan. Pelaksanaan pendidikan seni berbasis potensi lokal ini memerlukan manajemen yang baik. SMP Negeri 1 Bergas memanfaatkan potensi, lokal yang ada di Kabupaten Semarang sebagai objek dalam berkarya seni lukis. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) Menganalisis peran potensi lokal dalam pendidikan seni rupa, (2) mengetahui proses manajemen dan pelaksanaan pembelajaran seni rupa berbasis potensi lokal, serta (3) mengidentifikasi hambatan dan peluangnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode perolehan data observasi, wawancara, dan studi dokumen. PPenelitian ini menemukan fakta bahwa potensi lokal dapat dimanfaatkan sebagai objek menggambar untuk melatih kepekaan siswa terhadap lingkungan. Manajemen pendidikan seni dilaksanakan dengan berupa penyusunan RPP, pelaksanaan pembelajaran menggambar dengan bimbingan guru dari proses sketsa hingga pewarnaan, serta pemberian feedback, hingga menghasilkan output berupa karya gambar. Pembelajaran tersebut di dukung oleh guru yang mumpuni dan terhambat karena keterbatasan biaya dan kedisiplinan siswa. Kata Kunci: Manajemen, Pembelajaran, Menggambar, Potensi Lokal.
The Role of the Mahalawu Studio in the Development of the Jalak Lawu Dance as a Cultural Identity of Magetan Regency Widarwati Widarwati; Malarsih Malarsih; Eko Sugiarto
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8267

Abstract

The aim of this research is to discuss the role of Sanggar Mahalawu in the development of Jalak Lawu Dance in Magetan Regency. The Jalak Lawu dance is a typical Magetan Regency dance which was created by the Magetan Regency artist, Mrs. Hartini. The development of the Jalak Lawu Dance over time has made the Regency Government, especially the Department of Tourism and Culture and the artists of Sanggar Mahalawu, ask Mrs. Hartini for permission to develop the Jalak Lawu Dance. August 2022 Jalak Lawu Dance was designated as a Typical Dance of Magetan Regency at the same time as the performance building and the Magetan Arts Council (DESIMA) were established. The Jalak Lawu dance is an art that must be preserved as cultural heritage in Magetan Regency. Sanggar Mahalwu is the place where the Starling Lawu Dance began to be taught to the people of Magetan Regency. Efforts to develop the Jalak Lawu Dance continue to be made by Sanggar Mahalwu through learning in the Studio and in schools as well as performances at various important events in Magetan Regency and outside Magetan Regency. As an identity dance, of course the existence of the Jalak Lawu Dance must continue to be pursued both from the cultural and educational sectors.
Co-Authors Abdul Aziz Afriliyani, Vika Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aji Pranoto Al Lail, Lulu Maulida Alfina, Zulfah Alhail, Hadi Amelia Loveita Sari Anisa Melianti Anisih, Endang Tri Anita Hidayati Anita Hidayati Arif Fiyanto Arif, M Fauzi Arindy Sabilla Dewi Arindy Sabilla Dewi Arrijal, Nail Zufar Astuti, Yuli Tri Atip Nurharini Aurellia, Talitha Azis, Edza Agung Ardatama Bahrun, Muhammad Afifa Bangkit Sanjaya Bariroh, Bariroh Desi Utami Dwi Wahyuni Kurniawati Eko Haryanto Evadila Evadila Evadila Evadila Fauziyyah, Fadhilah Fida Febriani, Meina Fhikri Fratama Firmadhani, Annisa' Ayu Fitriah, Laila Fitriana, Octavia Nur Frizia Nuary Novalia, Frizia Nuary Novalia Galih Cahya Pratama Gallah Akbar Mahardhika Gallah Akbar Mahardhika Gusti Gde Badrawada, I Hakim, Lutfi Maulana Hamdan Tri Atmaja Harris, Abdul Rafi Muhshi Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Haryanti, Dian Hayati, Septi Nur Hernadi, Nour Ardiansyah Iin Turyani Imron Rosyadi Intan, Noor Tiara Habib Aisyah Irawati , Novi Jamil, Nur Asiyah Jesita Trisnawati Kartika, Dharsono Sony Kemal Budi Mulyono Kemal Budi Mulyono, Kemal Budi Kharisma, Garda Udi Khatami, Reza Laila Fitriah Latifatunnisa, Devy Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lisa Andriani M. Jazuli Maemonah, Maemonah Makiya , Kiki Rizki Malarsi Malarsi Malarsih Malarsih Martini Martini Maulana, Anand Luthfi Muh Fakhrihun Naam Muhammad Akbar Farizky Muhammad Jazuli Muhammad Jazuli MUHAMMAD SHOLEH Mujiyono Mujiyono Muntoharoh, Khusnul Mursidah Waty Murtiyoso, Onang Na:am, Muh Fakhrihun Naam, Moh. Fakhrihun Naam, Muh. Fakhrihun Nadia Sigi Prameswari Najah, Qoimatun Nandani, Dela Siti Nobertian Panca Tandibua Novi Irawati Novia Dyah Mahesti Nur Hamidah, Nur Nur Rokhmat Palupi, Angesti Ponimin Prahara, Lalu Pardede Gita Prasetyo, Andika Tri Prasetyo, Kinanti Ida Nursanti Pratama Bayu Widagdo Priatna, Atep Priatna, Rizky Mugia Prima Suci Lestari Pujianataa, Aprian Eka Purbawati, Sih Yunika Purwaningsari, Dewi Putri Dyah Indriyani Putri Dyah Indriyani Rahayu, Mardina Rahina Nugrahani Rahina Nugrahani, Rahina Rahman, Ryzki Fatchur Ratih Ayu Pratiwinindya Ratih Ayu Pratiwinindya Retnoningrum Hidayah Reza Trisnawati, Rossalia Rizal Sofyana Fatahillah Rizal, Wahyu Anggo Rizki Makiya, Kiki RIZKYHIMAWAN, ADHYTIA Rohidi, Tjetjep Rohendi Saefudin, Muhammad Sari, Archangela Girlani Silvananda Pradita Saskia Hanifaratri, Anindya Setyowati Rahayu, Suparni Siti Rahmadani Nur Bakhtiar Slamet Haryono Soesanto Soesanto Sofiyaturrohmah, Syifa Sofyana Fatahillah, Rizal Suharto S Surya Adi, Adinda Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - Syakir Syakir syakir syakir Syakir Syakir Thesya Ramyta Rizki Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Treny Hera Tutung Nurdiyana Tutung Nurdiyana Udi Utomo Wadiyo Wadiyo Wahyudi, Idham Wandah Wibawanto Warih Handayaningrum Warih Handayaningrum Wicaksana, Satya Adhi Widagdo, Pratama Widarwati Widarwati Widarwati, Widarwati Widodo Widodo Yoga, Nadya Krisma Yulaida, Ita Zairin, Achmad Zulmi, Muhammad