p-Index From 2021 - 2026
11.713
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Imajinasi Jurnal Sains Dasar KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Harmonia: Journal of Research and Education Indonesian Journal of Conservation Abdimas English Review: Journal of English Education Mimbar Sekolah Dasar Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Arty: Jurnal Seni Rupa Catharsis Eduarts: Journal of Arts Education Al Ishlah Jurnal Pendidikan Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Education and Human Development Journal Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Eduscience (JES) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma The International Journal of Politics and Sociology Research Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Warta Pariwisata Journal of Community Empowerment Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Pendidikan Sultan Agung Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kurnia Mengabdi (jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Profesi Pendidikan Dasar Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Catharsis Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Society ALSYSTECH Journal of Education Technology Multidisciplinary Indonesian Center Journal Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Varia Humanika Edumaspul: Jurnal Pendidikan MUMTAZ: Jurnal Pendidikan Agama Islam EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PETA JALUR WISATA RELIGI PETILASAN SYEKH JUMADIL KUBRO DI DESA WISATA TURGO–MERAPI Sugiarto, Eko; Hananto, Kombang Haryadi; Ramadhani, Satria; Fratama, Fhikri; Maharani, Aisyah; Sari , Francisca Vidia Kumala; Pelle, Evangelin Estevania
Warta Pariwisata Vol 23 No 2 (2025):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2025.23.2.02

Abstract

Desa Wisata Turgo–Merapi memiliki potensi wisata religi dan aktivitas tracking. Petilasan Syekh Jumadil Kubro adalah daya tarik utama wisata religi di desa wisata yang terletak di lereng sisi selatan Gunung Merapi ini. Namun, ketiadaan informasi jalur tracking dan daya tarik di sepanjang rute menuju petilasan ini menjadi kendala dalam pengembangan pariwisata sehingga pembuatan peta tracking menjadi kebutuhan penting. Kajian ini bertujuan menyusun peta tracking yang memuat titik-titik daya tarik wisata sepanjang jalur menuju petilasan Syekh Jumadil Kubro. Metode yang digunakan adalah observasi. Luaran berupa peta tracking yang mencakup lokasi daya tarik yang ada di jalur tersebut. masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi, workshop, dan dukungan infrastruktur, Desa Wisata Ciherang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi desa wisata mandiri yang berdaya saing.
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Wisata Pengklik, Kabupaten Sleman Pranoto, Aji; Badrawada, I Gusti Gde; Wahyudi, Idam; Sholeh, Muhammad; Sugiarto, Eko
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1145

Abstract

Desa Wisata Pengklik di Kabupaten Sleman memiliki potensi agrowisata namun menghadapi kendala, terutama dalam produksi produk oleh-oleh unggulannya, yaitu keripik bawang merah. Proses produksi manual yang tidak efisien dan menghasilkan kualitas produk tidak konsisten menghambat nilai ekonomi dan daya tarik wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi tepat guna (TTG), yaitu mesin pengiris dan mesin peniris minyak, sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui diskusi terfokus (FGD) dengan kelompok masyarakat, pelatihan praktis, pendampingan, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan TTG secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi, menyeragamkan bentuk irisan, dan mengurangi kadar minyak, sehingga memperpanjang masa simpan dan meningkatkan daya saing produk. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan teknis, melainkan juga memicu perubahan pola pikir masyarakat dari produsen bahan baku menjadi wirausahawan inovatif. Implementasi TTG yang terintegrasi, seperti penggunaan sistem irigasi tetes dan energi terbarukan, semakin memperkuat ketahanan operasional agrowisata secara keseluruhan. Selain itu, proyek ini menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan adopsi strategi pemasaran berbasis narasi untuk menjamin keberlanjutan dan pertumbuhan agrowisata di masa depan.
Integrasi Ekoliterasi Bermuatan Konservasi dalam Program Literapreneur di Komunitas Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) Purwokerto Yuniawan, Tommi; Febriani, Meina; Rizkyansyah, Rio Anugrah; Sugiarto, Eko; Fernando, Leo; Hidayat, Sefiyan Eza
Varia Humanika Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v6i1.27124

Abstract

Krisis lingkungan dan rendahnya kesadaran ekologis pada generasi muda menjadi tantangan nyata di era antroposen, termasuk dalam ranah komunitas literasi. Komunitas Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) Purwokerto menghadapi dua permasalahan utama, yakni rendahnya wawasan ekoliterasi dan belum adanya integrasi antara ekoliterasi dan literapreneur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan ekoliterasi para generasi Z yang menjadi pegiat literasi dan anggota komunitas, serta mengintegrasikan ekoliterasi dalam program literapreneur. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan dan pendampingan dalam menghasilkan karya literasi hijau yang mengusung tema lingkungan hidup, diikuti dengan pelatihan menulis dan penerbitan karya melalui Penerbit Wadas Kelir. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang berfokus pada alam dapat meningkatkan kesadaran ekoliterasi di kalangan generasi Z, sekaligus mengembangkan kemampuan literapreneur mereka. Implikasi dari program ini adalah pentingnya mengintegrasikan ekoliterasi dalam kegiatan literasi komunitas, yang tidak hanya memperkaya wawasan lingkungan tetapi juga memberikan bekal wirausaha berbasis literasi bagi anggota komunitas. Dengan demikian, penguatan kompetensi ekoliterasi dalam kerangka literapreneur di RKWK dapat menjadi model pemberdayaan komunitas berbasis literasi yang efektif pada era antroposen.
Ideology in Dance Learning for the Elementary School Students: Project-Based Evaluation Hera, Treny; Cahyono, Agus; Malarsih, M; Sugiarto, Eko; Bin Saearani, Muhammad Fazli Taib
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 12, No. 3, December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v12i3.12159

Abstract

This study investigated the ideological dimensions of dance pedagogy within the context of performance-based competency examinations at Dinda Bestari Studio. Adopting a qualitative case study methodology, the research explored how cultural, social, and educational values were transmitted through traditional dance instruction in a non-formal educational setting. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with instructors and students, and the analysis of documented learning activities. The findings indicate that the project-based evaluation functioned as an assessment of skill proficiency that holistically considered students’ mastery of basic movements, artistic expression, presentation techniques, and cultural knowledge as interconnected dimensions of dance competence. This evaluation framework demonstrates that dance education within the studio functions as a strategic locus for character building and cultural awareness, thereby challenging the hegemony of formal curricula that frequently marginalise local values. The originality of this study lies in its integration of culturally grounded non-formal educational evaluation with a thematic analysis of ideology and character formation.
Representasi Simbolik sebagai Mekanisme Sosial: Studi tentang Hegemoni dan Pembentukan Karakter dalam Tradisi Bugis Meisar Ashari; Eko Haryanto; Muhammad Ibnan Syarif; Eko Sugiarto
Society Vol 13 No 3 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i3.938

Abstract

This study aims to uncover the symbolic meaning of Kawali, a traditional Bugis weapon, as a social mechanism and instrument for character formation in the South Sulawesi cultural system. Using a qualitative-ethnographic approach, this study was conducted over 9 months in the Bone and Luwu Regencies, involving 15 informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies of lontara manuscripts and ritual practices. Then, they were analyzed thematically using Antonio Gramsci's cultural hegemony theory framework and Clifford Geertz's symbolic anthropology. The results show that Kawali is not merely a physical artefact but also a social symbol rich in traditional values, norms, and the Bugis' philosophy of life. Through pamor motifs, colors, and inheritance rituals, Kawali functions as a medium for communicating the values of siri’ (honor), pangaderreng (customary ethics), social responsibility, and loyalty to tradition. The symbolism of Kawali shows how Bugis cultural hegemony is exercised through moral consensus and aesthetic practices, rather than through coercion. In a modern context, Kawali is also reinterpreted as a symbol of identity and resistance to cultural homogenization. These findings confirm that traditional Kawali artifacts have contemporary relevance in character education, cultural preservation, and the formation of national identity. As living symbols, Kawali unites art, faith, and ethics in a single, evolving system of meaning.
Developing Body Awareness, Social Interaction, and Creativity through Mind Muscle Exercises in Dance Learning: A Case Study at SDN Pulorejo 1 Jombang Ratih Asmarani; Agus Cahyono; Djuli Djatiprambudi; Eko Sugiarto
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 11 No 2 (2026): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v11i2.8888

Abstract

Elementary dance education is commonly delivered through imitation and rote memorization, thereby constraining opportunities for children to develop body awareness, social interaction, and creative movement exploration. Although creative dance has been extensively theorized, the integration of mind–muscle exercises as an embodied pedagogical approach in elementary dance learning remains insufficiently examined. This study investigates how mind–muscle exercises facilitate the development of body awareness, social interaction, and creativity among primary school students in dance education. A qualitative case study was conducted at SDN Pulorejo 1 Jombang, involving 26 first-grade students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, documentation, and field notes and subsequently analyzed using thematic analysis. The findings indicate that mind–muscle exercises significantly enhanced students’ awareness of body parts, movement quality, spatial orientation, and energy regulation, enabling more intentional and confident movement execution. Moreover, the activities fostered meaningful social interaction through processes of imitation, collaboration, negotiation, and collective movement composition. Creativity emerged dynamically throughout the learning process, as students actively explored, modified, recombined, and expressed original movement ideas rather than merely replicating teacher demonstrations. These findings suggest that mind–muscle exercises operate as an effective embodied pedagogical strategy, repositioning the child’s body from a passive object of imitation to an active subject of exploration, interaction, and creative expression. This study contributes to the field of elementary dance pedagogy by offering an exploratory, participatory, and body-awareness-oriented instructional model that supports embodied learning and the development of creativity in primary education contexts.
DIALEKTIKA TEATER KONDOBULENG MAKASSA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ANTAR GENERASI Devalia Wahid Salsabillah; Malarsih Malarsih; Eko Sugiarto
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77113

Abstract

This study aims to understand the role of Kondobuleng Theater in Makassar as a medium for intergenerational education through the dialectic of past and present values. This study is motivated by the ever-evolving changes in presentation forms and meanings, necessitating an in-depth analysis of the function of traditional theater in strengthening cultural identity amidst the currents of modernization. The study uses a qualitative approach with a phenomenological design and an interdisciplinary study of cultural sociology, obtained through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that Kondobuleng Theater functions not only as entertainment, but also as a space for dialogue between the old and new generations. The older generation emphasizes historical, spiritual, and sacred values, while the younger generation articulates them critically, contextually, and participatoryly. This dialectic gives rise to new forms of performance that remain rooted in tradition, while also relevant to the needs of modern society. The novelty of this research lies in mapping the role of Kondobuleng Theater as a means of cross-age education with a dialectical framework that demonstrates cultural continuity and negotiation, thus having implications for traditional art preservation strategies based on presentation innovation, strengthening cultural literacy, and empowering local arts communities.
BATIK TEGALAN BERAS MAWUR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGENALKAN KERAGAMAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL Evi Kristanti Apriliani; Muh Fakhrihun Naam; Eko Sugiarto; Erni Suharini; Hamdan Tri Atmaja
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15458

Abstract

Selain dikenal dengan sebutan kota Bahari, Tegal juga memiliki karya seni batiktulis yang menjadi primadona di daerah ini, Masyarakat luas mengenalnya denganBatik Tegalan. Batik Tegalan tergolong dalam jenis batik pesisir karena ragamhiasnya yang natural dan mudah dikenali karena motif gambarnya yang besar ataumelebar. Motif batik tegalan banyak mengadopsi dari bentukan aneka flora danfauna. Salah satu motif batik tegalan adalah motif beras mawur yaitu berupa titiktitik putih seperti beras tumpah (beras mawur). Pembuatan godhongan-nya (bentukdaun) adalah ambringan atau daun ambring yang dikombinasikan dengan beberapa2bunga. Keselarasan antara pola butiran beras dan pilihan warna menciptakan kesanharmonis. Warna dan pola yang saling melengkapi menambah nilai estetikakeseluruhan kain. Motif Beras Mawur dibuat sebagai upaya untuk menjaga danmelestarikan warisan budaya Tegal. Motif Beras Mawur sebagai mediapembelajaran dapat memberikan manfaat serta wawasan baru bagi peserta didik,khususnya peserta didik jenjang SD. Media pembelajaran batik beras mawurmerupakan satu cara melestarikan budaya kearifan lokal yaitu denganmengintegrasikan budaya dalam pembelajaran, yang bertujuan agar peserta didikdapat mempelajari tentang keragaman budaya dan kearifan lokal Tegalan.
TARI MINA LODRA KEBANGGAAN DAN IDENTITAS KOTA TEGAL SARAT KEARIFAN LOKAL BUDAYA BAHARI Sri Rahayu; Endang Supadmi; Muh. Fakhrihun Naam; Eko Sugiarto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15909

Abstract

Tari Mina Lodra, karya Ibu Endang Supadmi dari SMA 1 Tegal, muncul sebagai simbol kebanggaan bagi warga Kota Tegal. Berawal dari upaya penciptaan tari yang mencerminkan identitas lokal, tarian ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya daerah. Dipengaruhi oleh kehidupan para nelayan, Mina Lodra mempersembahkan gambaran syukur akan kelimpahan laut, menggambarkan aktivitas sehari-hari seperti memancing dan menjala. Tantangan yang dihadapi dalam memperkenalkan Tari Mina Lodra kepada siswa laki-laki di era modern ini adalah kecenderungan mereka untuk malas bergerak, menganggap tari lebih cocok dipelajari siswa perempuan saja, siswa lebih menyukai tarian barat atau K-pop dibandingkan tarian tradisional. Pengajaran Tari Mina Lodra di sekolah-sekolah menjadi salah satu upaya penting untuk menumbuhkan kecintaan dan melestarikan budaya nasional. Melalui gerakan-gerakan yang khas, tarian ini menjadi penyemangat dan hiburan bagi masyarakat setempat. Penerimaan resmi oleh Pemerintah Kota Tegal menegaskan kedudukan Mina Lodra sebagai warisan budaya yang berharga, menandai perjalanan panjang menciptakan identitas tari yang otentik dan menginspirasi. Kata Kunci : Mina Lodra, Identitas Kota Tegal, Kearifan lokal, Bahari
Respon Estetik Siswa terhadap Isu Ekologis dalam Karya Seni Lukis di SMP Negeri 3 Guntur Demak Kabupaten Demak Shella Henry Wijaya; Eko Sugiarto
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i3.36359

Abstract

Art education has primarily emphasized the development of artistic skills, while students' ecological experiences have not been fully utilized as meaningful learning resources for fostering aesthetic experiences and ecological awareness. This study aims to analyze students' aesthetic responses to ecological issues, describe their aesthetic experiences throughout the painting process, and explore the ecological values emerging in art learning. A qualitative phenomenological approach was employed at SMP Negeri 3 Guntur, Demak Regency. The participants consisted of 12 eighth-grade students and one art teacher selected through purposive sampling. Data were collected through observations, interviews, documentation, and analyses of students' paintings, and were analyzed using phenomenological analysis with source and technique triangulation to ensure trustworthiness. The findings revealed three major themes: the transformation of ecological experiences into visual ideas, the development of aesthetic experiences during the creative process, and the internalization of ecological values through artistic expression. Students' experiences of recurrent flooding evoked emotional, cognitive, and imaginative responses, which were reflected in their artworks and reinforced values of environmental care, ecological responsibility, sustainability, and critical ecological awareness. The findings demonstrate that aesthetic responses function as a mechanism for transforming local ecological experiences into reflective and meaningful learning experiences. The novelty of this study lies in conceptualizing the relationship between local ecological experiences, aesthetic experiences, and the development of ecological awareness through students' paintings, thereby extending the discourse on eco-art education within the context of phenomenology-based art education.
Co-Authors Abdul Aziz Achmad Zairin Achmad Zairin ADHYTIA RIZKYHIMAWAN Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aji Pranoto Al Lail, Lulu Maulida Alfina, Zulfah Alhail, Hadi Amelia Loveita Sari Andika Tri Prasetyo Anisa Melianti Anisih, Endang Tri Anita Hidayati Anita Hidayati Annisa' Ayu Firmadhani Anung Gunarto Arif Fiyanto Arif, M Fauzi Arindy Sabilla Dewi Arindy Sabilla Dewi Arrijal, Nail Zufar Asmarani, Ratih Astuti, Yuli Tri Atip Nurharini Aurellia, Talitha Azis, Edza Agung Ardatama Bahrun, Muhammad Afifa Bariroh, Bariroh Bin Saearani, Muhammad Fazli Taib Desi Utami Devalia Wahid Salsabillah Djuli Djatiprambudi Dwi Wahyuni Kurniawati Eko Haryanto Eko Haryanto Endang Supadmi Erni Suharini Evadila Evadila Evadila Evadila Evi Kristanti Apriliani Fauziyyah, Fadhilah Fida Febriani, Meina Fernando, Leo Fhikri Fratama Fitriah, Laila Fitriana, Octavia Nur Fratama, Fhikri Galih Cahya Pratama Gallah Akbar Mahardhika Gallah Akbar Mahardhika Gusti Gde Badrawada, I Hakim, Lutfi Maulana Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hananto, Kombang Haryadi Harris, Abdul Rafi Muhshi Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Haryanti, Dian Hayati, Septi Nur HERA, TRENY Hernadi, Nour Ardiansyah Hidayat, Sefiyan Eza I Gusti Gde Badrawada Idam Wahyudi Iin Turyani Imron Rosyadi Intan, Noor Tiara Habib Aisyah Irawati , Novi Jamil, Nur Asiyah Jesita Trisnawati Kartika, Dharsono Sony Kemal Budi Mulyono, Kemal Budi Kharisma, Garda Udi Khatami, Reza Laila Fitriah Laila Fitriah Latifatunnisa, Devy Lindawati Lindawati Lisa Andriani M. Jazuli M. Jazuli Maemonah, Maemonah MAHARANI, AISYAH Makiya , Kiki Rizki Malarsi Malarsi Malarsih Malarsih Malarsih, M Mardina Rahayu Martini Martini Maulana, Anand Luthfi Meisar Ashari Muh Fakhrihun Naam Muh Fakhrihun Naam Muh Fakhrihun Naam Muh. Fakhrihun Naam Muhammad Akbar Farizky Muhammad Fazli Taib Bin Saearani Muhammad Ibnan Syarif Muhammad Jazuli Muhammad Jazuli Muhammad Panji Wahyu Mukti Muhammad Rijalul Azka Arifin MUHAMMAD SHOLEH Mujiyono Mujiyono Muntoharoh, Khusnul Mursidah Waty Murtiyoso, Onang Na:am, Muh Fakhrihun Nadia Sigi Prameswari Najah, Qoimatun Nandani, Dela Siti Nobertian Panca Tandibua Novi Irawati Novia Dyah Mahesti Nur Hamidah, Nur Nur Rokhmat Palupi, Angesti Pelle, Evangelin Estevania Ponimin Prasetyo, Kinanti Ida Nursanti Pratama Bayu Widagdo Pratama Widagdo Pujianataa, Aprian Eka Purbawati, Sih Yunika Purwaningsari, Dewi Putri Dyah Indriyani Putri Dyah Indriyani Rahina Nugrahani Rahina Rahina Nugrahani Rahman, Ryzki Fatchur Ratih Ayu Pratiwinindya Ratih Ayu Pratiwinindya Retnoningrum Hidayah Rizal Sofyana Fatahillah Rizal, Wahyu Anggo Rizki Makiya, Kiki Rizkyansyah, Rio Anugrah Rohidi, Tjetjep Rohendi Saefudin, Muhammad Sari , Francisca Vidia Kumala Sari, Archangela Girlani Silvananda Pradita Satria Ramadhani, Satria Shella Henry Wijaya Siti Rahmadani Nur Bakhtiar Slamet Haryono Sofiyaturrohmah, Syifa Sofyana Fatahillah, Rizal SRI RAHAYU Suparni Setyowati Rahayu Surya Adi, Adinda Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - Syakir Syakir Syakir Syakir syakir syakir Thesya Ramyta Rizki Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Tommi Yuniawan Treny Hera Treny Hera Tutung Nurdiyana Tutung Nurdiyana Vania Febianti Wadiyo Wadiyo Wahyudi, Idham Wandah Wibawanto Wandah Wibawanto Warih Handayaningrum Warih Handayaningrum Wicaksana, Satya Adhi Widarwati Widarwati Widarwati, Widarwati Widodo Widodo Yoga, Nadya Krisma Yulaida, Ita Zulmi, Muhammad